Anda di halaman 1dari 35

i

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA 2013

APLIKASI PROBABILITAS DAN STATISKA
DALAM ILMU TEKNIK INFORMATIKA



ii











aplikasi Probabilitas dan Statiska dalam Ilmu Teknik Informatika
Harianto (D05112038)
Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Universitas Tanjungpura, Jl.Ahmad Yani Pontianak Utara,Indonesia
Abstrak Didalam makalah ini disajikan bermacam-macam teori sederhana
dari bidang studi probabilitas dan statiska. Makalah ini terfokus dalam
pengaplikasian ilmu probabilitas dan statiska dalam bidang teknik informatika.
Makalah ini dibuat dengan tujuan mengangkat masalah yang terjadi di dalam
kehidupan sehari-hari menjadi masalah yang lebih sederhana dengan sistem
matematis. Beberapa teori peluang , ruang sampel, expektansi , dan lain sebagainya.
Kata kunci : probabilitas, statiska, teknik informatika







iii

Daftar Isi

BAB 1
PENDAHULUAN
Statiska adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan,
menganalisis, dan mempresentasikan data . Secara singkat, Statiska adalah ilmu yang
berkenan dengan data. Istilah statiska diambil dalam bahasa Inggris statistic . Jadi, pada
umumnya statiska adalah ilmu yang berhubungan dengan sekumpulan data yang
biasanya dapat diolah dengan ilmu probabilitas. Maka dari itulah kedua ilmu ini saling
berkaitan satu sama lainnya.
Probabilitas adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang relatif terhadap
kejadian lainnya, dalam arti dapat terjadi lebih dari satu kejadian. Dengan ilmu
probabilitas, kita dapat memprediksi suatu kejadian berdasarkan sekumpulan data yang
telah diolah dengan ilmu statiska. Inilah yang menyebabkan sebenarnya elmu
probabilitas dan statiska saling berkaitan satu sama lainnya.
Hubungan penerapan matematika di bidang informatika sangat erat. Ini di
karenakan oleh inti dasar teknik informatika adalah pembuatan software dan di dalam
pembuatannya membutuhkan perhitungan dan logika. Oleh karena itu, matematikan
sangat penting dalam rangka berbagai dasar dan pengembangan di dalam majunya
teknik informatika. Dalam pembuatan software tersebut menggunakan sistem bilangan
biner dan kode bilangan. Semua disusun dengan urutan tertentu sehingga
menghasilkan suatu program di dalam komputer.
Sedangkan hubungan probabilitas dengan bidang teknik informatika adalah
merupakan suatu angka yang menunjukkan suatu kejadian atau terjadinya
kemungkinan suatu kejadian. Nilainya diantara 0 dan 1 . kejadian yang mempunyai nilai
probabilitas 1 adalah kejadian yang benar-benar terjadi . dan tentu tidak akan
mengejutkan sama sekali . Misalkan contoh matahari yang masih terbit dari timur
sampai sekarang. Seharusnya suatu kejadian yang mempunyai nilai probabilitasnya
adalah 0 adalah kejadian yang mustahil atau tidak mungkin terjadi. Misalkan seorang
manusias melahitkan seekor anak kambing.
Makalah ini juga mempelajari tentang bagaimana cara mengumpulkan data ,
menyajikan data , menganalisis dan menginterprestasikannya untuk mengambil
keputusan . Adapun isi dari statiska ini adalah sebagai berikut : pengertian statiska,
jenis-jenis data, ukuran pemusatan , dan penyebaran data, distribusi frekuensi , konsep
probabilitas , distribusi uniform, binomilnal, hipergeometrik, poisson, normal dan
statistik inferensi yang terdiri dari estimasai serta uji hipotensis.
iv

Jadi, kesimpulannya adalah penerapan matematika di bidang informatika di
karenakan oleh inti dasar teknik informatika adalah pembuatan software dan di dalam
pembuatannya membutuhkan perhitungan dan logika . kejadian yang mempunyai nilai
probabilitas 1 adalah kejadian yang benar-benar terjadi dan suatu kejadian yang
mempunyai nilai probabilitasnya adalah 0 adalah kejadian yang mustahil atau tidak
mungkin terjadi.
Makalah ini membahas tentang aplikasi dari probabilitas dan statiska dalam
bidang informatika. Bentuk dari aplikasi almu probabilitas dan statiska ke dalam bidang
teknik informatika yang di bahas dalam makalah ini tidak harus berupa contoh aplikasi
yang terjadi di perusahaab atau suatu organisasi yang besar, tetapi juga meliputi
penjelasan aplikasi ilmu probabilitas dan statiska dalam kehidupan sehari-hari, seperti
bagaimana mengendalikan bawahaan anda secara efisien, cara mengatur data-data
karyawan dan cara mengatur jadwal kerja karyawan serta berbagai contoh lainnya.
Makalah ini akan mencoba menjelaskan berbagai macam fenomena yang terjadi
di kehidupan sehari-hari dan mendapatkan solusinya berdasarkan pendekatan
probabilitas dan statiska dalam bahasa yang tidak terlalu rumit dan menggunakan
rumus-rumus matematika yang sederhana. Untuk menjadi ahli di dalam bidang
informatika tidak harus mampu mengerjakan soal-soal perhitungan yang sangat rumit ,
yang lebih penting adalah dapat menggunakan dasar-dasar suatu ilmu dan mampu
mengaplikasikan ilmu probabilitas dan statiska untuk mencari solisi dan jalan keluar
yang dihadapi . misalkan soal cerita , yang penting dalam penyelesaiannya adalah,
mampu menerjemah soal-soal tersebut kedalam bentuk yang lebih mudah di pahami
dan dapat dikerjakan.
Didalam makalah ini akan di jelaskan juga bagaimana cara mengatasi masalah
yang sedang di hadapi dii dalam kehidupan sehari-hari, dari mulai sudut pandang
dalam bidang informatika , dan mencari sosusi melalui pendekatan ilmu probabilitas
dan statiska .
v

BAB 2
Tinjauan Masalah
1.konsep probabilitas
Pendekatan Probabilitas memiliki 3 jenis pendekatan ,
yaitu :
1. Pendekatan Klasik
2. Pendekatan Relatif
3. Pendekatan Subjektif

1.Pendekatan Klasik
Pendekatan Klasik adalah setiap peristiwa yang mempunyai kesempatan
yang sama untuk terjadi.
Secara simbolis , jika a adalah banyaknya kemungkinan kejadian A dan b adalah
banyaknya kemungkinan kejadian yang bukan A , maka probabilitas kejadian A
dapat di nyatakan sebagai berikut :

P(A)=



Dengan dasat anggapan bahwa masing-masing kejadian mempunyai
kesempatan yang sama, jika pendekatan klasik dalam penerapan penentuan nilai
probabilitas dapat dilakukan sebelum observasi, maka pendekatan ini disebut a
priori approach.

Contoh soal :

Suatu perusahaan memiliki 35 karyawan pria (A) dan 15 karyawan wanita (A).
Masing-masing karyawan memiliki kartu presentasi. Berapa probabilitas kartu
presentasi yang diambi ?

Jawab :
P(A) =


P(A) =

= 0.30


contoh 2
Pelamar pekerjaan terdiri dari sepuluh pria (A) dan lima belas wanita (B).
Jika yang diterima hanya satu, probabilitas bahwa ia seorang pria adalah
Jawab :

P(A) =


P(A) =


vi


Contoh 3
Jika kita percaya bahwa kesempatan kejadian A dua kali lebih besar
dibandingkan dengan kejadian B , maka probilitas kejadian A adalah
Jawab :
P(A) =




2. Pendekatan Relatif
Dengan pendekatan ini , nilai probabilitas ditentukan atas dasat proporsi dari
kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu observasi atau percobaan . tidak
ada asumsi awal tentang kesamaan kesempatan, karena penentuan nilai-nilai
probabilitas didasari pada hasil observasi dan pengumpulan data. Pendekatan ini
juga sering di sebut emperical appoach.
Misalkan berdasarkan pengalaman pengambilan data sebanyak N terdapat a
kejadian yang bersifat A .Dengan demikian probabilitas akan terjadi A untuk N
data adalah
P(A)=


Contoh dari pendekatan relative :
1. Sebelum diadakan training terhadap seratus karyawan, diedarkanm angket. Dari
angket tersebut didapat informasi bahwa lima karyawan , diedarkan angket . Dari
angket tersebut didapat informasi bahwa lima karyawan sakit gigi pada cuaca
dingin. Apabila training di adakan pada lokasi yang bercuaca dingin , maka
probabilitas yang akan terjadi ketika seorang mengalami sakit gigi adalah




jawab :

P(A) =





vii

2. Suatu catatan meperlihatkan bahwa dalam seratus delapan puluh hari dari
dua ratus hari, sebuah supermarker menjual 225 sampai 300 kaleng susu.
Probabilitas yang terjadi pada penjualan susu kaleng sebanyak 225-300 (A)
adalah

Jawab :


P(A) =

0.,9

3 . Pendekatan Subjective
Pendekatan subjective dalam penentuan nilai probabilitas adalah
tepat atau cocok apabila hanya ada satu kemungkinan kejadian dalam satu
kejadian . Dengan pendekatan ini, nilai probabilitas dari suatu kejadian di tentuka
berdasarkan tingkat kepercayaan yang bersifat individual , pendekatan ini sering
disebut personalistic approach.

Contohnya adalah berdasarkan pengalaman harga mobil setelah berumur
5tahun atau lebih turun lebih dari 50 persen . Ada seorang menawarkan mobil
yang sudah berumur 5tahun kepada Abas. Harga beli mobil pada saat baru
adalah Rp36.000.000,00 . Berdasarkan informasi tentang pengalaman tersebut
Abas untuk menawar Rp.17.500.000,00 .



Penyajian probabilitas
Simbol P digunakan untuk melambungkan nilai probabilitas dari suatu
kejadian . Dengan demikian P(A) menyatakan probabilitas bahwa kejadian A akan
terjadi dalam observasi atau percobaan tunggal .
Nilai statiska terkecil adalah 0 (ini menyatakan suatu kejadian tidak mungkin
terjadi) dan nilai probabilitas tertinggi adalah 1 (ini menyatakan bahwa suatu
kejadian pasti terjadi). Secara matematis batasan nilai probabilitas dapat di
nyatakan :
0<P(A)<1
Dalam suatu observasi atau percobaan , kemungkinan kejadian ada dua yaitu
terjadi atau tidak terjadi. Dengan demikian jumlah probabilitas terjadi dan tidak
terjadi selalu sama dengan1.






viii

Seorang analisis kredit sebuah bank mengambil sebuah bekas secara acak (random)
dari sepuluh berkas yang diajukan oleh enam perusahaan obat-obatan (A)dan empat
perusahaan tekstil (B). Empat dari perusahaan obat-obatan dan dua dari perusahaan
tekstil telah go public (C). Dua kejadian A dan kejadian B disebut saling meniadakan ,
sebab dapat terjadi berkas yang terambil dari perusahaan tekstil yang telah go public.

Hukum hukum penjumlahan
Hukum hukum penjumlahan digunakan jika kita akan menghitung probabilitas
suatu kejadian tertentu atau yang lain (atau keduanya) yang terjadi jika dalam suatu
kejadian A atau kejadian B yang muncul atau terjadi dengan lambang P(A atau B) , yang
dalam teori himpunan disebut probabilitas gabungan A dan B dengan lambang P(A B) .

BAB 3
metodologi penelitian


kejadian-kejadian saling meniadakan dan tidak saling meniadakan
Dua atau lebih kejadian disebut saling meniadakan atau mutually exclusive
jika kejadian-kejadian tersebut tidak dapat terjadi bersama-sama. Suatu kejadian
tertentu akan menghalangi atau meniadakan satu atau lebih kejadian yang lain.
Sedangkan dua atau lebih kejadian dikatakan tidak saling meniadakan atau non-
mutually exclusive , apabila kejadian kejadian tersebut dapat terjadi bersama-
sama.

Contoh 1

Dalam suatu study tentang perilaku konsumen, seorang analis
mengklifisikasikan pengunjung sebuah toko radio dan tapu berdasarkan dua jenis
kelamin, laki-laki (A)dan perempuan (B) . serta umur dibawah 30 tahun (C) dan 30
tahun atau lebih (D). Dua kejadian A dan kejadian B merupakan kejadian-
kejadianm yang saling meniadakan (mutually exclusive), kejadian jenis kelamin
laki-laki meniadakan kejadian jenis kelamin perempuan dan sebaliknya.
Demikian pula kejadian C dan kejadian D merupakan kejadian-kejadian yang
saling meniadakan.Akan tetapi kejadian A dan kejadian C merupakan kejadian-
kejadian yang saling meiniadakan (not muttually exclusuve). Yang berarti
kejadian- kejadian tersebut dapat terjadi bersama-sama , misalnya ada seorang
pengunjung berjenis kelamin laki-laki berumur 25 tahun.


Contoh 2

ix

Hukum penjumlahan tergantung dari apakah dua kejadian saling meniadakan atau
tidak saling meniadakan. Rumus penjumlahan untuk kejadian-kejadian saling meniadakan
adalah :

P (A atau B) = P (A B ) = P (A) + P (B)


Rumus penjumlahan umtuk kejadian-kejadian yang saling meniadakan :
1 . Dua kejadian
P(A atau B) = P(A) + P(B) P (A dan B) , atau
P (A B) = P (A) + P (B) P(A B).
2 . Tiga kejadian
P(A atau B atau C) = P (A) + P (B) P(A dan B), atau
P(A B) = P(A)+ P(B) P(A B).

Contoh 1
Dengan menggunakan informasi pada tabel 1.1 , Tentukan probabilitas kejadan
seorang karyawan yang memiliki hasil kerja sedang merupakan kejadian-kejadian yang
saling meniadakan, maka nilai probablitas kejadian seorang karyawan yang memiliki hasil
kerja yang tinggi atau sedang adalah

Jawab :
P(A atau H) =



Contoh 2
Berdasarkan tabel 1.2 , berapakan probabilitas bahwa
pengambilan data perusahaan secara random akan terpilih
perusahaan yang memiliki laba per tahun :
x

a. Diantara Rp. 10.000.000,00 sampai dengan Rp. 19.000.000,00 ;
b. Kurang dari Rp. 20.000.000,00;
c. Salah satu dari kelompk ekstrim (kurang dari Rp.10.000.000,00 atau
Rp.40.000.000,00 atau lebih)

Tabel 1.2
Laba per tahun 500 perusahaan
Kategori Batasan Laba Pertahun
(juta rupiah)
Jumlah
Perusahaan
A Kurang dari 10 60
B 10 19.999 100
C 20-29.999 160
D
E
30-39.999
40- diatas
140
40
total 500

Jawab :
a. P (perusahaan yang memiliki laba pertahun diantara Rp.10.000.000,00 sampai
dengan Rp. 19.000.000,00);
P(B) =


b. P (perusahaan yang memiliki laba pertahun kurang dari
Rp.20.000.000,00);
P(A atau B) = P (A) + P (B) =

100/500 =
0,32
c. P (perusahaan yang memiliki laba pertahun salah satu dari kelompon ekstrem ,
kurang dari Rp.10.000.000,00 atau 40.000.000,00 keatas);
P(A atau E) = P(A)+ P(E) =






xi

Contoh 3
Dari seratus perusahaan , empat puluh diantaranya menggunakan
personal computer (P) dan tiga puluh perusahaan menggunakan mini
computer (M). Dari tujuh puluh perusahaan di atas dua puluh
diantaranya menggunakan personal computer maupun mini
computer .
a. Buatlah diagram venn untuk menggambarkan kondisi di atas !
b. Berapa banyak probabilitas bahwa pengambilan secara random akan terjadi sebuah
perusahaan menggunakan personal computer atau mini computer ?
c. Berapa probbilitas bahwa pengambilan secara random akan terjadi sebuah
perusahaan hanya memggunakan salah satu dari personal computer atau mini
computer ?

Jawab:
a.


b. P (P atau M) = P(P) + P(M) P(P dan M)
= 0,4 + 0,3 -0,2
= 0,5

C . P(P atau M) = P(P)+ P(M) P(P-M)
=0.5 0.2 =0.3

xii

Contoh 4
Disebuah perusahaan memproduksi tiga jenis sabun (A,B, dan C) menggunakan penelitian
pada dua ratus pengunjung toko swalayan . Dari penelitian tersebut diperoleh informasi :
52 orang menggunakan sabun A
53 orang menggunakan sabun B
40 orang menggunakan sabun C
25 orang menggunakan sabun A dan B
12 orang menggunakan sabun A dan C
13 orang menggunakan sabun B dan C
5 orang menggunakan sabun A,B dan C
a. Berapa probabilitas seorang pengunjung yang tidak menggunakan sabun produk
perusahaan tersebut?
b. Berapa probabilitas seorang pengunjung yang hanya menggunakan satu jenis sabun
produk perusahaan tersebut?

Jawab:
P(A B C) =
P(A) + P(B) + P(C)- P(AC)- P(AC)-P(B C) +(A BC)=



a. P(tidak menggunakan A,B, maupun C) = 1- P(A B C) = 0,5
b. P(seorang pengunjung yang hanya menggunakan satu jenis sabun produk perusahaan
tersebut)
P(A,B atu C,saja)=
0,5 (P(AB)-P(A C) P(BC) + 2(PA B C)) =
0.5 -

)
Kejadian kejadian Independen, Kejadian dependen, dan kejadian bersyarat
xiii

Berdasarkan berpengaruh atau tidaknya suatu kejadian terhadap kejadian lain ,
kejadian-kejadian dibedakan menjadi dua, yaitu kejadian-kejadian independen (bebas
atau tidak tergantungan)dan dependen (tak bebas atau terdantung). Dua kejadian
tersebut independen apabila terjadi atau tidaknya suatu kejadian tidak berpengaruh
pada probabilitas kejadian yang lain. Dua kejadian disebut dependen bila terjadi atau
tidaknya suatu kejadian yang berpengaruh pada probabilitas kejadian yang lain.
Apabila dua kejadian dependen , konsep probabilitas bersyarat digunakan untuk
menentukan probabilitas dari kejadian yang berkaitan. Lambang untuk probabilitas
bersyarat adalah P (A | B) . Lambang tersebut menyatakan probabolitas kejadian A,
dengan ketentuan kejadian B terlebih dahulu yang terjadi . Besarnya probobilitas
tersebut dapat dinyatakan dengan rumus :

P(A|B) =



Apabila dua kejadian independen , dapat ditemukan bahwa P(A|B) = P(A).
Contoh 1
Sebuah uang logam, misalkan salah satu sisi kita sebut sisi A dan sisi yang lain kita sebut
sisi B, kita lempar dua kali secara acak. Kejadian sisi A maupun kejadian pada sisi B pada
lemparan pertama tidak akann mempengaruhi hasil lemparan kedua , apakah yang di
bagian atas sisi A atau sisi B. Kejadian kejadian seperti ini disebut independen (tidak
saling tergantung).
Contoh 2
Seorang manager mengatakan bahwa 10 % penduduk dikategorikan rusak dan sisanya
baik . Kejadian produk rusak pada proses produksi tergantung dari persentase produk
baik , dan sebaliknya . Dengan demikian kejadian-kejadian tersebut dinamakan dependen
(saling tergantung).


Contoh 3
Dari seratus perusahaan , empat puluh diantaranya menggunakan personal computer (P).
Dan tiga puluh perusahaan mengunakan mini computer (M) . Dari tujuh perusahaan
tersebut dua puluh diantaranya menggunakan personal computer maupun mini computer
.
xiv

a. Tentukan probabilitas bahwa pengambilan secara acak akan terjadi perusahaan yang
menggunakan mini computer dengan syarat bahwa perusahaan tersebut menggunakan
personal komputer !
b. Buktikan bahwa kejadian- kejadian P dan M independen atau dependen. !

Jawab :
a. P (perusahaan mengunakan mini komputer dengan syarat bahwa perusahaan tersebut
menggunakan personal computer):
P(M|P) =

= 0,5
b. Untuk menentukan bahwa P dan M independen atau dependen dapat di jelaskan sebagai
berikut :
P(M) = 0,3 dan P(M|P) = 0,5
Karena P(M) P(M|P) berarti kejadian-kejadian P dan M adalah dependen .


Contoh 4 :
Sebuah perusahaan besar memproduksi dua jenis barang , M dan O. Probabilitas bahwa
produk M akan memberikan keuntungan marginal (profit margin) sekurang-kurangnya 10
% pada tahun fiskal ini diperkirakan 0,3 . probabilitas bahwa produk O akan memberikan
keuangan marginal sekurang-kurangnya 10 % diperkirakan 0,2 . Probabilitas bahwa kedua
produk secara bersama-sama akan memberikan keuntunga marginal sekurang-
kurangnya 10% diperkirakan 0,06 .
a. Tentukan probabilitas bahwa produk O akan memberikan keuntungan marginal
sekurang-kurangnya 10% dengan syarat produk M memberikan keuntungan marginal
sekurang-kurangnya 10%.
b. Buktikan bahwa pencapaian keuntungan marginal sekurang-kurangnya 10% kedua
produk tersebut adalah independen.
Jawab :
a. P(produk O akan memberikan keuntungan marginal sekurang-kurangnya 10% dengan
syarat produk M memberikan marginal sekuran-kurangnya 10%) :
P(O|M)=


b. Karena P(O) = P(O|M) = 0,2 pencapaian keuntungan marginal sekurang-kurangnya 10%
kedua produk tersebut adalah independen.
xv

Contoh 5
Sebuah perusahaan melakukan penelitian tentang kedisiplinan karyawan sebuah kantor
dalam menepati jam masuk kantor. Hasil penelitian tersebut terlihat pada tabel 1.3.
Tabel 1.3
Kedisiplinan Karyawan
Dalam Menempati jam masuk kantor
Keterangan Jumlah karyawan (%)
Tidak terlambat 70
Terlambat kurang dari 5 menit 20
Terlambat lebih dari 5 menit 10

Diantara yang tidak terlambat terdapat 60% karyawan dari bagian produksi , dan dari
yang terlambat kurang dari 5 menit terdapat 9% karyawan bagian yang sama (produksi),
dan dari yang terlambat lenih dari 5 menit terdapat 50% dari bagian yang sama
(produksi). Jika dari bagian produksi dipanggil seorang secara acak, berapa probabilitas
bahwa ia :
a. Tidak terlambat;
b. Terlambat tidak lebih 5 menit;
c. Terlambat lebih dari 5 menit?
Jawab:
Tabel 1.4
Kedisiplinan Karyawan
Dalam menepati jam masuk kantor

Keterangan Jumlah karyawan
(%)
Probabilita
Tidak terlambat (A) 70 0,7
Terlambat kurang
dari 5 menit (B)
20 0,2
Terlambat lebih
dari 5 menit (C)
10 0,1

Diantara yang tidak terlambat (A) terdapat 60% karyawan dari berbagai produksi (D).
P(D|A) = 0,6 .
xvi

Dari yang terlambat kurang dari 5 menit terdapat 9% karyawan bagian produksi . P(D|B)
= 0,09 .
Dari yang terlambat lebih dari 5 menit terdapat 50% dari bagian produksi . P(D | C) = 0,5 .
Dengan demikian dapat diperoleh nilai P(D) sebagai berikut .
P(D) = P(D|A). P(A) + P(D|B) . P(B) + P(D|C) .P(D)
= 0,6 x 0,7 + 0,09 x 0,2 + 0,5 x 0,10 = 0,488
Jika dari bagian produksi dipanggil secara acak, probabilitas bahwa ia adalah :
a. Tidak terlambat :
P(A|D )=



b. Terlambat kurang dari 5 menit:
P(A|D) =




c.Terlambat lebih dari 5 menit :
P(A|D) =



Contoh 6
Dengan menggunakan informasi pada tabel 1.1 . tentukan probabilitas:
a. Seorang karyawan yang memiliki hasil kerja tinggi akibat dari hasil tes yang bagus;
b. Seorang karyawan yang memiliki hasil tes bagus dengan syarat dati karyawan yang
memiliki kerja tinggi !


xvii

Jawab :
a. P(seorang karyawan yang memiliki hasil kerja tinggi akibat dari hasil tes yang bagus):
P(H|Q) =



b. P(seseorang karyawan yang memiliki hasil kerja yang bagus dengan syarae dari karyawan
yang memiliki hasil kerja tinggi ):
P(Q|H) =


Dari hasil-hasil hitungan di atas terlihat bahwa P(H|Q) P(Q|H)

c. P(B | F) =

= 0,333



Hukum-hukum Perkalian
Hukum perkalian untuk kejadian independen :
P(A dan B) = P(AB) = P(A) P(B)
Sedangkan hukum perkalian untuk kejadian dependen :
P(A dan B) = P(A) P(B|A) atau P(A dan B) = P(B) P(A|B)

Contoh
Sebuah perusahaan memiliki tujuh puluh lima karyawan pria dan dua puluh lima
karyawan wanita. Yang ada di bagian akutansi 12% dari karyawan pria dan 20 % dari
karyawan wanita . Jika sebuah nama terpilih secara acak dari bagian akutansi , berapa
probabilitas bahwa :
a. Ia karyawan pria :
b. Ia karyawan wanita :
Jawab:
Kasus ini merupakan kasus probabilitas bersyarat . Sebelum terjadi karyawan pria
atau karyawan wanita , harus dipenuhi syarat terlebih dahulu ia kariawan dari bagian
akutansi.
xviii



Catatan : W : karyawan wanita ; P: karyawan pria ; WA : karyawan wanita dengan bagian
akutansi ; PA : karyawan pria dari bagian akutansi.
Karyawan pria dari baguan akutansi = 12% x 75% = 0.09
Karyawan wanita dari bagiang akutansi = 20% x 25 % = 0,05
Karyawan dari bagian akutansi = 0,14
a. P(pria dari bagian akutansi) = P(P |A) =



b. P(wanita dari bagian akutansi ) = P(P |A) =



Contoh 4
Sebuah map berisi sepuluh berkas laporan keuangan , tiga diantaranya memiliki
kesalahan dan tujuh sisanya tidak memiliki kesalahan.
a. Diambil dua berkas secara berurutan secara acak . Berapa probabilitas bahwa berkas
pertama tidak memiliki kesalahan dan berkas kedua memiliki kesalahan ?
b. Diambil tiga berkas berurutan secara acak . Berapa probabilitas bahwa ketiga-tiganya
tidak memiliki kesalahan ?



xix

Jawab :
Kita lambangkan kejadian berkas memiliki kesalahan dengan S dan tidak memiliki
kesalahan dengan B . Dengan demikian masalah diatas dapat kita formulasikan ke dalam
bentuk persamaan berikut
P(B dan S ) = P(B) P(S |B)

Sisi kanan dari persamaan diatas menunjukkan probabilitas bahwa berkas pertama
tidak memiliki kesalahan dikalikan dengan pribabilitas bahwa berkas kedua memiliki
kesalahan dengan syarat bahwa kejadian pertama merupakan berkas yang tidak memiliki
kesalahan . Nilai probabilitas bahwa berkas pertama tidak memiliki kesalahan adalah
7/10 dan nilai probabilitas bahwa berkas kedua memiliki kesalahan dengan syarat bahwa
kejadian pertama merupakan berkas yang tidak memiliki kesalahan adalah3/9 . angka 9
didapat dari (10-1). Dikurangi satu karena ada satu kejadian yang mendahului. Dengan
demikian probabilitas bahwa berkas pertama tidak memiliki kesalahan dan berkas kedua
memiliki kesalahan adalah
P(B dan S) =



B . dengan jalan pikiran sama kita dapatkkan P(B dan B dan B ) =




permutasi dan kombinasi
jumlah permutasi dari n objek adalah jumlah cara urutan objek didalam bentuk dari
order :
Permutasi n objek = n! = n(n) x (n-1) x (n-2) ... (2)x (1) . catatan 0! = 1
Permutasi dari n objek yang dari r dapat dihitung dengan menggunakan rumus:


Susunan pada kombinasi tidak memperhatikan urutan , seperti pada permutasi. Oleh
karena itu jumlah kombinasi dan objek yang diambil r adalah


xx

Contoh 1
Enam orang karyawan sebuah perusahaan yang lulus masa percobaan tiga di
antaranya akan ditugaskan di tiga kota . Berapa kemungkinan susunan yang terjadi
berdasarkan tiga kota tersebut ?
Jawab :
Persoalan diatas harus diselesaikan dengan permutasi , karena perbedaan
penempatan merupakan susunan yang berbeda . Dengan demikian kemungkinan
susunan yang terjadi dapat di tentukan dengan formulasi di bawah ini .

= 120


Contoh 2
Enam orang karyawan sebuah perusahaan yang lulus masa percobaan , tiga
diantaranya akan di tempatkan di bagian pemasaran . Berapa kemungkinan susunan yang
terjadi ?
Jawab :
Persoalan diatas harus diselesaikan degan kombinasi , karena perbedaan urutan atau
susunan, asalkan orang-orangnya sama , tidak akan menambah bentuk susunan. Dengan
demikian susunan yang terjadi dapat di tentukan sebagai berikut .

=20

Contoh 3
Enam karyawan (dua wanita dan empat pria) di sebuah perusahaan yang lulus masa
percobaan , tiga diantaranya akan ditempatkan di bagian pemasaran . Berapa
probabilitas bahwa sekurang-kurangnya dau karyawan pria akan ditempatkan di bagian
pemasaran ?
xxi



Jawab :
Jumlah keseluruhan susunan yang mungkin terjadi adalah 20. Sekurang-kurangnya
dua karyawan pria berarti dua atau tiga karyawan pria yang akan di tempatkan di bagian
pemasaran. Karena dua kelompok kemungkinan (dua wanita dan tiga pria) tidak mungkin
terjadi bersamaan , rumusan penjumlahan menjadi :
P(2 atau 3 pria) = P(2 pria) + P(3 pria).
Jumlah kejadian dua karyawan pria terpilih :


Jumlah kejadian tiga karyawan pria terpilih :


Dengan demikian :
P(2 atau 3 pria ) =

















xxii


ii. Teori statiska
statiska adalah ilmu yang mengumpulkan , menata, menyajikan menganalisis ,dan
menginterpresentasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan
keputusan yang efektif. Statistik adalah kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu
angka.
Statiska ditujukan untuk mengumpulkan data, klarifikasi data,tabulasi data,
interpretasi data , dan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang di
dasarkan penelitian dengan sampel, agar di ketahui bagaimana sifat-sifatnya atau
karakteristik dari populasi tersebut. Bila penelitian tidak menggunakan sampel maka
diperlukanm dara sensus untuk menganalisa data-data tersebut. Singkatanya , statiska
adalah ilmu yang berkenan dengan data.
Bebarapa terapan statiska pada teknik informatika
Penerapan pola merupakan bidang dalam pembelajaran mesin dan dapat diartikan
sebagai tindakan mengambil data mentah dan bertindak berdasarkan klarifikasi data.
Dengan demikian , ia merupakan himpunan kaidah bagi pembelajaran diselia (supervised
learning).
Salah satu contoh aplikasi adalah pengenalan suara , klarifikasi teks dokumen dalam
ketegori (contoh , Surat E-spam / bukan spam), pengenalan tulusan tangan , pengenalan
kode pos secara otomatis pada sampul surat atau sistem pengenalan wajah manusia,
Aplikasi ini kebanyakan menggunakan analisis citra bagi pengenalan pola
a.Jaringan saraf
Saat ini bidang kecerdasan buatan dalam usahanya menirukan intelegensi manusia,
belum mengadakan pendekatan dalam bentuk fisiknya melainkan dari sisi yang lain.
Pertama-tama diadakan studi mengenai teori dasar mekanisme proses terjadinya
intelegensi. Bidang ini disebut Cognitive Science. Dari teori dasar ini dibuatlah suatu
model untuk disimulasikan pada komputer, dan dalam perkembangannya yang lebih
lanjut dikenal berbagai sistem kecerdasan buatan yang salah satunya adalah jaringan
saraf tiruan. Dibandingkan dengan bidang ilmu yang lain, jaringan saraf tiruan relatif
masih baru. Sejumlah literatur menganggap bahwa konsep jaringan saraf tiruan bermula
pada makalah Waffen McCulloch dan Walter Pitts pada tahun 1943. Dalam makalah
tersebut mereka mencoba untuk memformulasikan model matematis sel-sel otak.
Metode yang dikembangkan berdasarkan sistem saraf biologi ini, merupakan suatu
langkah maju dalam industri komputer.

xxiii

B. Piranti lunak
Perhitungan statistika modern banyak dilakukan oleh komputer, dan bahkan beberapa
perhitungan hanya dapat dilakukan oleh komputer berkecepatan tinggi, misalnya jaringan saraf tiruan.
Revolusi komputer telah membawa implikasi perkembangan statistika di masa mendatang, dengan
penekanan baru pada statistika eksperimental dan empirik. Beberapa Piranti Lunak Statistika yang banyak
digunakan antara lain:
Piranti lunak berlisensi
o Mathematica
o MATLAB
o Minitab
o MS Excel, dan berbagai add-ins
o MODDE Umetrics
o Statgraphics Centurion XV
o S programming language

Aplikasi statiska yang di pakai di bidang teknologi informatika.
1. Program statiska buatan sendiri.
Contohnya : bahasa pemograman basic,pascal,fotran dll.
2. Program statiska sebagai bagian dari program lain.
Contohnya adalah : add ins program aplikasi spreadsheet yaitu pada
lotus dan excel.
3. Program khusus statiska
Contohnya adalah : spss, minitab, sas, microstat.
Hubungan statiska dengan teknologi informatika juga sangat berkaitan erat .
menjelaskan bahwa dalam ilmu informatika dan akan menghasilkan suatu keputusan .
Dimana tugas dari statiska disini metode pengolahan data dari data-data yang di
kumpulkan dan di klarifikasikan data. Setelah itu baru kita proses data tersebut di
komputer yang berguna sebagai sarana pengolahan data . Kemudian kita bisa
menentukan kesimpulan dari data yang sudah di kelolah. Contoh : Dengan menggunakan
kategori program statiska yang sebagai bagian dari program lain . contoh : Excel , dengan
excel kita bisa menentukan suatu kesimpulan dari data statiska yang sudah di kelolah ,
dan gunakan cara yang mudah untuk menentukan kesimpulan dengan menggunakan
diagram pie, bar, batang, dll

Ada 2 peranan statiska dalam dunia teknologi infomasi yang di tegaskan oleh
Autrisno Hadi, yang mengutip pendapat Guilford, sebagai beikut.
xxiv

1. statiska memberi landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang
bagaimana suatu gejala yang akan terjadi dalama kondisi-kondisi yang telah di ketahui.
Dari peranan di atas dapat disimpulkan . Bahwa dalam mebuat suatu program kita
harus melakukan salah satu metode statiska yaitu survey. Apakah program yang kita buat
nanti berguna dan bermanfaat bagi perusahaan dan gejala-gejala kekurangan apa yang
ada di program ini. Ini yang di butuhkan untuk survey.
2. Statiska memungkinkan peneliti menganalisa menguraikan sebab akibat
yang kompleks dan rumit.
Dari peranan statistika kedua dapat di simpulkan. Setiap kita membuat suatu
program, metode statistika ini di perlukan karena kita bisa melihat kekurangan dan
kelebihan program yang kita buat. Apakah program tersebut sudah dapat menjaga
keamanan program tersebut dan mencari solusi kalau akibat yang kompleks bagi
program misalnya terjadinya masalah dalam program. Ini merupakan salah satu metode
statistika induktif. Yang keputusan,ramalan dan mencari solusi oleh peneliti.
Ilmu Statistika banyak sekali di gunakan dalam kehidupan sehari-hari kita, baik
dalam ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi) maupun ilmu-ilmu sosial
(termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri).
Statistika juga di gunakan oleh untuk berbagai macam keperluan dan tujuan dalam
pemerintahan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal.
Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau
polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan
cepat hasil pemilu) atau quick count.

Kesimpulan :
Dapat disimpulkan bahwa ilmu statistika dibutuhkan untuk mahasiswa yang
berjurusan teknik informatika, karena statistika berhubungan dengan bidang industri dan
komputasi. Dengan mempelajari statistika kita dapat mengatasi problem-problem sulit
yang berhubungan dengan dunia bisnis atau dunia kerja secara intelektual, karena bukan
berarti seorang mahasiswa teknik informatika terlepas dari dunia bisnis.
tatistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu. Kegunaannya
bermacam-macam: mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan proses,
merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan
data. Statistika, karena sifatnya yang objektif, sering kali merupakan satu-satunya alat
yang bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.

xxv

Contoh pembahasan masalah statiska
1. tentukan datum terkecil , datum terbesar , median, kuartil bawah , dan kuartil
atas dari data berikut :
a. 8,7,9,4,6,5,4
b. 9,8,7,9,4,6,5,4

jawab :
a . banyak data (n) sama dengan 7 . jika data ini diurutkan dari yang terkecil,
diperoleh
Datum terkecil adalah x1 = 4
Datum terbesar adalah x7 = 9.

Median merupakan datum tengah setelah diurutkan . Jadi , median (Q2) = x4 = 6 .
Apabila ingin menggukanan rumus, beginilah solusinya
Q2 =




Kuartil bawah (Q1)
Q1 = median dari 4 4 5
Jadi , Q1 = 4 (nilai paling tengah)

Kuartil atas (Q3)

Q3 = median dari 789
Jadi, Q3 = 8 (nilai paling tengah)


xxvi

b, banyak datum (n)yang diperoleh sama dengan 8. Jika data di urutkan , maka
diperoleh

Datum terkecil adalah x1 = 4
Datum terbesar adalah x8 =9
Median tidak dapat ditentukan dengan cara seperti soal (a) . Median untuk data
dengap (n = 8) ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut .


Dengan cara yang sama , diperoleh Q1 = 4,5 dan Q3 = 8,5

2. hasil dari suatu pengamatan adalah sebagai berikut
12 11 9 8 9 10 9 12
Median dari pengamatan tersebut adalah
Jawab :
Data di urutkan dari yang terkecil.
8 9 9 9 10 11 12
Mediannya adalagh (9 + 10 ) /2 = 9.5

3. seorang peneliti mengambil masing masing 1 kg air dari 20 sungai yang berbeda
untuk diuji kadar gamramnya , hasil pengujian (dalam mg) adalah ...
193 282 243 243 282 214 185 128 243 159
218 161 112 131 201 132 194 221 141 136
xxvii

Dari data tersebut dapat ditentukan :
a. jangkauan data ;
b. jangkauaan antar kuartil;
c. simpangan kuartil.
Jawab :




Bebrapa fungsi sederhana lain statiska dalam dunia informatika adalah berbagai berikut :
1. dalam pembuatan perangkat lunak . langkah pertama yang harus dilakukan oleh
seorang programer sebelum membuat sebuah perangkat lunak adalah membuat studi
kelayakan (feasibility study) . Pada langkah ini statiska diperlukan. Eperti misalnya untuk
mengetahui siapa yang akan menggunakan aplikasi yang akan dibuat , apakah para
pengguna memiliki pengetahuan tentang koputer dan lain sebagainya . Dengan begitu
xxviii

programmer dapat menentukan seperti apa interface , input , output dari aplikasi yang
dibuat sehingga dapat menghasilkan aplikasi yanga sederhana.

2. Dalam pembuatan statistik blog atau website. Dengan memiliki pengetahuan
tentang statiska seorang web master mampu membuat sebuah aplikasi statistik berbasis
web service. Contoh aplikasi statisk ini diantaranya google analystics,sistemeter, dll .
Dengan menggunakan aplikasi ini biasanya ditampilkan dalam bentuk meupun diagram .
Contoh google analystic :

3. menggunakan software statiska . Statiska saat ini menjadi lebih mudah karena kini
tersedia berbagai macam software bantuan untuk statiska, baik itu software berbayar
seperti MATLAB , manitab,SPSS dan Ms. Excel atau software yang berbasis open source
seperti GNU , GPSS, GNU octava dan Gnumeric. Hal itu membuat seorang programer
harus memiliki pengetahuan statiska untuk dapat menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut
dan juga membaca hasil-hasilnya.





xxix

Contoh :

















xxx

BAB 4
Hasil perancangan dan analisis aplikasi
Berikut salah satu contoh analisis perancangan aplikasi statiska untuk menghitung ukuran nilai pusat
berbasis android.
Aplikasi
Perangkat lunak aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komput er yang
khusus melakukan pekerjaan tertentu

Dengan kat a lain, aplikasi bertugas membantu
pengguna untuk mempermudah suatu pekerjaan yang
sifatnya khusus. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata, lembar
kerja, dan pemutar media. Metode statistik dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu
statistik deskriptif atau statistik deduktif dan statistik induktif atau statistik inferens.

a.Unfied Modeling Language (UML)
Unified Modelling Languange (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung
oleh meta.Model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain system perangkat
lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek.
UML memungkinkan para pengembang untuk melakukan pemodelan secara
visual, yaitu penekanan yang dititik beratkan pada gambar, bukan didominasi secara
narasi. Pemodelan secara visual membantu menangkap struktur dan perilaku objek,
mempermudah interaksi antara elemen dalam system.

b.Android
Android adalah sistem operasi untuk smart phone berbasis kernel Linux yang
mencakup sistem operasi middleware dan apikasi Android bersifat open source yang
source kodenya diberikan secara gratis bagi depelover unt uk dapat menciptakan aplikasi
mereka agar dapat berjalan di sistem operasi Android ini. Pada mulany a, Android
merupakan produk besut an dari Android Inc., tetapi Google mengakuisisi Android dan
semua kekayaan int elektual milik Android Inc., diperoleh Google yang kemudian
mengembangkan kembali sistem Android. Sebagai sistem operasi untuk perangkat
mobile, Android disebut sebagai platform mobile pertama yang Lengkap, Terbuka, dan
Bebas.
Para desainer dapat melakukan pendekatan yang komperhensif ketika mereka
sedang mengembangkan platform android. Android merupakan sistem operasi yang
banyak menyediakan tools dan membangun software dan memungkinkan untuk peluang
pengembangan aplikasi.Terbuka (Open Source Platform)
Platform Android disediakan melalui lisensi open source. Pengembang dapat dengan
bebas untuk mengembangkan aplikasi. Android sendiri menggunak an Linux K ernel.

c.analisis
analis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan
bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat
dan
pemahaman arti keseluruhan. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
analisis merupakan sebuah kegiatan penguraian atau penyelidikan terhadap suatu pokok
xxxi

masalah guna memperoleh sebuah pemahaman, pengertian, dan arti sebenarnya dari
suatu permasalahan.Analisis memiliki peranan terhadap pembangunan sebuah sistem
agar sesuai dengan kebut uhan pengguna dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
1.Analisi s SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan (strenght), kelemahan (weak ness), peluang (opport unity), dan
ancaman (threat) dalam suat u proyek.Analisis SWOT memiliki peranan guna
menganalisis berbagai permasalahan yang bersinggungan dengan aplikasi yang dibuat.

Berikut ini merupakan analisis SWOT mengenai aplikasi 3M Statistic :
User untuk mengoperasikan aplikasi 3M Statistic merupakan
pertimbangan penting untuk membangun aplikasi ini. Pengguna akan dengan mudah
untuk melakukan penginputan data dan mengetahui hasil Mean, Median atau Modus
dari data statistika tersebut. Analisis kebutuhan fungsional ini merupakan layanan y ang
akan disediakan dalam membangun aplikasi. Layanan yang akan dimiliki oleh apli kasi 3M
Statistic adalah sebagai berikut :
1.Menampilkan rumus statistika dasar pada sub materi ukuran nilai pusat
yang terdiri dari rumus Mean, Median dan Modus.
2.Menentukan hasil Mean, Median atau Modus data yang telah di inputkan.
3.Menampilkan urutan penyelesaian secara rinci.
4.Menampilkan menu help untuk membantu pengguna dalam mengoprasikan aplikasi ini.
5.Tampilan aplikasi yang memudahkan penggunanya dalam melakukan semua
pengoperasian.
5a) Analisis Kebutuhan Perangkat Keras

1.Spesifikasi perangkat keras yang digunakan untuk membangun aplikasi

3M Statistik ini adalah :
a.Notebook ASUS K430
b.Processor : AMD E 350 1,6 GHz
c.RAM : 2 Gigabyte
d.HDD : 320 Gigabyte
2.Perangkat keras smart phone yang digunakan untuk mengoperasikan
aplikasi 3M Statistic adalah Sony Xperia J S T26i dengan spesifikasi
sebagai berikut :
a.CPU
1 GHz
b.RAM 512 Megabyte
c.Disk Memory 4 Gigabyte
b) Analisi s Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
1. Perangkat Lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi 3M Statistic
ini adalah sebagai berikut :
a.Sistem Operasi Windows 7 Ultimate
b.Visual Paradigm for UML
c.Eclipse Galileo
d.Android Software Development Kit (Android SDK )
e.Java Development Kit (JDK )
xxxii

f.Android Development Tools (ADT)
2. Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi 3M Statistic
adalah smartphone dengan sistem operasi android minimal versi 2.3
(gingerbread)dan versi sistem operasi diatasnya.

Analisis Kelayakan
Dalam analisis kelayakan sistem dari segi teknologi ada
kategori yang dapat dijadikan permasalahan ut ama y aitu E fektifitas.Aplikasi 3M
Statistic merupakan aplikasi yang berjalan pada smartphone Android dan dibangun
berdasarkan permasalahan yang ada. Permasalahan mengenai kes ulitan pelajar unt uk
menghafal dan memahami ketiga rumus Mean, Median dan Modus dengan metode
konvensional dapat terat asi oleh aplikasi ini.

Kesimpulannya adalah aplikasi 3M Statistic akan sangant berguna dan
membantu menyelesaikan masalah yang ada. Aplikasi 3M Statistic juga sangat layak
ditinjau dari segi teknologi dalam pembuatan maupun penggunaannya. Analisis
kelayakan yang ditinjau dari segi huk um membahas apakah aplikasi ini bertentangan
dengan hukum yang berlaku.Aplikasi 3M Statistic merupakan aplikasi yang bertujuan unt
uk membantu mempelajari, memahami dan menyelesaikan kesulitan untuk mencerna
pelajaran statistika dasar dengan sub materi ukuran nilai pusat.Dari segi hukum negara,
aplikasi 3M Statistic tidak melanggar hukum ada.
ataupun norma masyarakat yang berlaku. Aplikasi ini juga tidak melanggar hak cipta
karena aplikasi ini murni dibuat oleh peneliti.Dengan demikian, pembuatan dan
penggunaan aplikasi ini sangat layak dari segi hukum.
Analisis kelayakan ekonomi adalah apakah pembangunan
aplikasi ini memberikan keuntungan bagi pembuat maupun pengguna dari sudut
pandang ekonomi. Aplikasi 3M Statistic ini memiliki tingkat keuntungan tinggi baik dilihat
dari sudut pandang pembuat maupun pengguna, keuntungan yang didapat adalah :
1.bagi pembuat aplikasi ini tidak membutuhkan dana untuk membeli Software
yang digunakan untuk membuat aplikasi k arena dapat diunduh secara gratis dan legal.
2.Bagi pengguna aplikasi ini dapat diunduh secara gratis.
3.Biaya yang digunakan oleh pengguna adalah untuk mengunduh file dari internet
yang mungkin akan dikenakan tarif sesuai operator smartphone pengguna.Dengan
demikian, aplikasi 3M Statistic ini tidak merugikan pihakpembuat maupun pengguna dari
tinjauan kelayakan ekonomi, maka aplikasi 3M Statistic ini sangat layak dari segi
ekonomi.

Perancangan Sistem
UML (Unified Modeling Language)
Unfied Modeling Language atau UML pada dasarnya merupakan bahasa visual
untuk menjelaskan, memberikan spesifikasi, merancang, membuat model, dan
mendokumentasikan aspek aspek dari sebuah sistem.UML lebih mengedepankan
penggunaan diagram untuk menggambarkan aspek dari sistem yang sedang dimodelkan.
Pemodelan secara visual membantu menangkap struktur dan perilaku
objek,mempermudah interaksi antara elemen dalam system. Berikut adalah UML yang
ada pada aplikasi 3M Statistic :
Sequence
xxxiii

diagram menggambarkan interaksi antar objek baik didalam maupun diluar
sistem. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal
(objek - objek yang terkait). Sequence diagram menggambarkan skenario atupun langkah
langkah pada sistem sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan suatu
output.Class diagram umumny a digunakan untuk menjelaskan tipe dari sebuah sistem
serta hubungan (relationships) yang terdiri dari 3 bagian yaitu class, attribute,serta
operation yang akan dijalankan.
Implementasi User
Interface Implementasi merupakan penerapan user interface yang ada pada
aplikasi ini.Implementasi interface pada aplikasi ini disesuaikan dengan perancangan
interface pada bab sebelumnya. Berikut ini merupakan implementasi interface pada
aplikasi 3M Statistic: Pembahasan Kode Program Pada pembahasan kode program ini
akan ditampilkan source code program setiap bagian halaman dari aplikasi ini.
Pemeliharaan Aplikasi
Aplikasi 3M Statistic ini membutuhkan pemeliharaan agar tetap berjalan secara
normal. Berikut ini merupakan langkah pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh
pengguna aplikasi ini:

1.Back up file
apk dari aplikasi ini agar jika aplikasi terhapus atau terkena virus dapat diinstall
ulang.
dbHelper
=
new
mySqlHelper(
this
);
try
{
dbHelper
.createDataBase();
}
catch
(IOException e) {
e.printStackTrace();
}
db
=
dbHelper
.getReadableDatabase();
Thread logoTimer =
new
Thread(){@Override"));.

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan pada bab sebelumnya hingga akhir dari aplikasi
3M
Statsitic maka dapat disimpulkan :
xxxiv

1.Aplikasi 3M Statsitic berbasis android dibuat melalui tahap analisis yaitu
dengan menggunakan analisis kebutuhan dan analisis kelayakan, setelah itu
tahap perancangan mulai dari rancangan konsep, dan rancangan user interface.
2.Aplikasi ini mampu melakukan perhitungan soal statistika dasar dengan
sub materi perihitungan mean, median dan modus secara akurat.





Bab 5
Penutup dan kesimpulan
A. kesimpulan
Probabilitas adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang relatif terhadap
kejadian lainnya, dalam arti dapat terjadi lebih dari satu kejadian. Dengan ilmu
probabilitas, kita dapat memprediksi suatu kejadian berdasarkan sekumpulan data yang
telah diolah dengan ilmu statiska. Inilah yang menyebabkan sebenarnya ilmu probabilitas
dan statiska saling berkaitan satu sama lainnya.
statiska adalah ilmu yang berhubungan dengan sekumpulan data yang biasanya
dapat diolah dengan ilmu probabilitas. Maka dari itulah kedua ilmu ini saling berkaitan
satu sama lainnya.
Jadi ilmu teknik informatika dengan probabilitas dan statiska saling berkaitan satu
sama lainnya, karena untuk menganalisis data dari komputer kita memerlukan ilmu
statiska dan informatika juga membutuhkan ilmu probabilitas untuk menghitung peluang
yang akan terjadi, namun probabilitas tidak dapat dihitung secara pasti, karena ia
mendekati kepastian.

b. saran

apabila kita ingin membangun sebuah basis data, atau data-data yang ingin di analisis , maka kita
harus menguasai ilmu statiska , karena dengan statiska, kita dapat menghitung dan mengetahui data data
yang telah kita simpan, dan kita juga harus menguasai ilmu probabilitas supaya dengan mudah kita dapat
menghitung peluang yang akan terjadi.




















xxxv








Daftar pustaka
http://budisma.web.id/wp-content/uploads/media/soal-pembahasan-statistika
http://gsb.lk.ipb.ac.id/?p=619
http://dwidiatmoko.mhs.uksw.edu/2012/12/tugas-penulisan-karya-ilmiah-proposal.html
http://repository.amikom.ac.id/files/Publikasi_09.11.3109.pdf
http://hasim-arias.blogspot.com/2009/12/fungsi-statistika-dalam teknik.html
slide ibu Yulianti, S.Kom., MMSI