Anda di halaman 1dari 2

SEPSIS DAN SYOK SEPSIS

Sepsis atau septikemia adalah keadaan ditemukannya gejala klinis tehadap suatu penyakit
infeksi yang berat, disertai dengan ditemukannya respon sistemik yang dapat berupa
hipotermia, hipertermia, takikardia, hiperventilasi, dan letargi.
Sindroma sespis adalah sepsis yang telah disertai dengan gangguan perfusi organ seperti
gangguan akut status mental, oliguri, peninggian kadar asam laktat di dalam darah dan
hipoksemia.
Syok sepsis adalah sindroma sepsis yang telah disertai dengan hipotensi tetapi masih
memberikan respon terhadap pengobatan cairan dan farmakologik.
Syok sepsis refrakter adalah syok septik yang berlangsung dari 1 jam dan tidak
memberikan respon terhadap pengobatan cairan dan farmakologik sehingga memerlukan
pemberian obat vasopresor.

Etiologi:
Neonatus: E.coli, S.aureus, Streptokokus grup B,dan L.monositogens.
Anak: S.pneumoniae, H.influenzae tipe B, N.meningitidis, Salmonella sp, S.aureus, dan
Streptokokus grup A.

Diagnosis:
Harus dicurigai pada penderita infeksi yang ditemukan keadaan toksik (hipotermia,
hipertermia, takikardia, hiperventilasi, letargi, agitasi, dan gangguan perfusi).
Pemeriksaan lab:
Tersangka sepsis: biakan darah, biakan dari fokus infeksi, tes kepekaan kuman, jumlah
leukosit dengan apusan darah tepi, kadar hemoglobin,jumlah trombosit, urinalisis, dan
foto toraks.
Sindrom sepsis dan syok sepsis: kadar laktat, analisa gas darah, kadar elektrolit darah, tes
fungsi hati, dan EKG.
Tatalaksana:
Antibiotik:
Ampisilin 200 mg/kgBB/ hari/IV dalam 4 dosis ditambah aminoglikosida (garamisin 5-7
mg/kgBB/hari/IV atau amikasin 15-20 mg/kgBB/hari/IV atau netilmisin 5-6
mg/kgBB/hari/IV dalam 2 dosis)
Ampisilin ditambah sefotaksim 100 mg/kgBB/hari/IV dalam 3 dosis.
Memperbaiki perfusi jaringan melalu resusitasi cairan, koreksi asam basa dan pemberian
farmakoterapi kardiovaskular seperti dopamin dan dobutamin pada keadaan syok sepsis.
Mempertahankan fungsi respirasi seacra efisien, antara lain dengan pemberian oksigen
dan mengusahakan agar jalan napas tetap terbuka. Pada keadaan shock lung yang
biasanya terjadi 2 hari setelah onset syok, diperlukan ventilator.
Renal support untuk mencegah gagal ginjal akut.
Kortikosteroid: metil prednisolon 30 mg/kgBB/dosis/IV atau deksametason 3
mg/kgBB/dosis/IV.