Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

HERPES ZOSTER
Disusun Oleh : Isna Hernawati
Semester : 1/DIII Keperawatan
Dosen Pembimbing : dr. Cecep Duhana
!ata Kuliah : Patologi
"K"D#!I P#$"%"&"' P#!D" K"(. CI"')*$
+)",*$ KH*S*S $*!"H S"KI&-
.//0
K"&" P#'1"'&"$
Pui s2u3ur 3ami ucap3an atas 3ehadirat "llah S%&4 3arena dengan
rahmat dan 3arunia5'2a 3ami masih diberi 3esempatan untu3
men2elesai3an ma3alah ini. &ida3 lupa 3ami ucap3an 3epada dosen
pembimbing dan teman5teman 2ang telah memberi3an du3ungan
dalam men2elesai3an ma3alah ini.
Kami men2adari bahwa dalam penulisan ma3alah ini masih ban2a3
3e3urangan4 oleh sebab itu penulis sangat mengharap3an 3riti3 dan
saran 2ang membangun. Dan semoga dengan selesain2a ma3alah ini
dapat berman6aat bagi pembaca dan teman5teman. "min...
Penulis
2
DAFTAR ISI
K"&" P#'1"'&"$ 5555555555555555555555555555555555555555555555 .
D"7&"$ ISI 5555555555555555555555555555555555555555555555 8
("( I P#'D"H*,*"' 5555555555555555555555555555555555555555555555 9
,atar bela3ang
&uuan
("( II P#!("H"S"' 5555555555555555555555555555555555555555555555 :
("( III P#'*&*P 5555555555555555555555555555555555555555555555 .8
K#SI!P*,"' D"' S"$"'
D"7&"$ P*S&"K" 5555555555555555555555555555555555555555555555 .9
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Herpes zoster telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Herpes zoster disebabkan oleh
virus yang sama dengan varisela, yaitu virus varisela zoster.1,2 Herpes zoster ditandai
dengan adanya nyeri hebat unilateral serta timbulnya lesi vesikuler yang terbatas pada
dermatom yang dipersarafi serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensorik
dan nervus kranialis.3,4
nsiden herpes zoster tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka
kesakitan antara pria dan !anita. "ngka kesakitan meningkat dengan peningkatan usia.
#iperkirakan terdapat antara 1,3$% per 1&&& orang per tahun. 'ebih dari 2(3 kasus
berusia di atas %& tahun dan kurang dari 1&) kasus berusia di ba!ah 2& tahun.
*atogenesis herpes zoster belum seluruhnya diketahui. +elama terjadi varisela, virus
varisela zoster berpindah tempat dari lesi kulit dan permukaan mukosa ke ujung saraf
sensorik dan ditransportasikan se,ara sentripetal melalui serabut saraf sensoris ke
ganglion sensoris. *ada ganglion terjadi infeksi laten, virus tersebut tidak lagi menular
dan tidak bermultiplikasi, tetapi tetap mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi
infeksius. Herpes zoster pada umumnya terjadi pada dermatom sesuai dengan lokasi
ruam varisela yang terpadat. "ktivasi virus varisela zoster laten diduga karena keadaan
tertentu yang berhubungan dengan imunosupresi, dan imunitas selular merupakan faktor
penting untuk pertahanan pejamu terhadap infeksi endogen.
-omplikasi herpes zoster dapat terjadi pada 1&$1%) kasus, komplikasi yang terbanyak
adalah neuralgia paska herpetik yaitu berupa rasa nyeri yang persisten setelah krusta
terlepas. -omplikasi jarang terjadi pada usia di ba!ah 4& tahun, tetapi hampir 1(3 kasus
terjadi pada usia di atas .& tahun. *enyebaran dari ganglion yang terkena se,ara
langsung atau le!at aliran darah sehingga terjadi herpes zoster generalisata. Hal ini
dapat terjadi oleh karena defek imunologi karena keganasan atau pengobatan
4
imunosupresi.
+e,ara umum pengobatan herpes zoster mempunyai 3 tujuan utama yaitu/ mengatasi
inveksi virus akut, mengatasi nyeri akut ynag ditimbulkan oleh virus herpes zoster dan
men,egah timbulnya neuralgia paska herpetik.
B. Tujuan
1. 0ntuk memahami definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, gambaran klinis,
diagnosis, penatalaksanaan dan "suhan kepera!atan pada Herpes 1oster
2. 2eningkatkan kemampuan dalam penulisan asuhan kepera!an
3. 2emenuhi salah satu tugas perkuliahan *atologi di "kademi *era!atan *emda
3ianjur
$
%
BAB II
PEMBAHASAN
$
A. Definisi
Herpes zoster adalah radang kulit akut yang bersifat khas seperti gerombolan vesikel
unilateral, sesuai dengan dermatomanya 4persyarafannya5.
Herpes zoster adalah sutau infeksi yang dialami oleh seseorang yang tidak mempunyai
kekebalan terhadap vari,ella 4misalnya seseorang yang sebelumnya tidak terinfeksi oleh
vari,ella dalam bentuk ,a,ar air5.
B. Epie!i"lgi
Herpes zoster dapat mun,ul disepanjang tahun karena tidak dipengaruhi oleh musim dan
tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka kesakitan antara laki$laki dan
perempuan, angka kesakitan meningkat dengan peningkatan usia. #i negara maju seperti
"merika, penyakit ini dilaporkan sekitar .) setahun, di nggris &,34) setahun sedangkan
di ndonesia lebih kurang 1) setahun.
Herpes zoster terjadi pada orang yang pernah menderita varisela sebelumnya karena
varisela dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama yaitu virus varisela zoster.
+etelah sembuh dari varisela, virus yang ada di ganglion sensoris tetap hidup dalam
keadaan tidak aktif dan aktif kembali jika daya tahan tubuh menurun. 'ebih dari 2(3 usia di
atas %& tahun dan kurang dari 1&) usia di ba!ah 2& tahun. -urnia #jaya pernah
melaporkan kasus hepes zoster pada bayi usia 11 bulan.
#. Eti"l"gi
Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster 46615 dan tergolong virus
berinti #7", virus ini berukuran 14&$2&& nm, yang termasuk subfamili alfa herpes viridae.
.
8erdasarkan sifat biologisnya seperti siklus replikasi, penjamu, sifat sitotoksik dan sel
tempat hidup laten diklasifikasikan kedalam 3 subfamili yaitu alfa, beta dan gamma. 661
dalam subfamili alfa mempunyai sifat khas menyebabkan infeksi primer pada sel epitel
yang menimbulkan lesi vaskuler. +elanjutnya setelah infeksi primer, infeksi oleh virus
herpes alfa biasanya menetap dalam bentuk laten didalam neuron dari ganglion. 6irus yang
laten ini pada saatnya akan menimbulkan kekambuhan se,ara periodik. +e,ara in vitro virus
herpes alfa mempunyai jajaran penjamu yang relatif luas dengan siklus pertumbuhan yang
pendek serta mempunyai enzim yang penting untuk replikasi meliputi virus spesifik #7"
polimerase dan virus spesifik deo9ypiridine 4thymidine5 kinase yang disintesis di dalam sel
yang terinfeksi.
D. Pat"genesis
nfeksi primer dari 661 ini pertama kali terjadi di daerah nasofaring. #isini virus
mengadakan replikasi dan dilepas ke darah sehingga terjadi viremia permulaan yang
sifatnya terbatas dan asimptomatik. -eadaan ini diikuti masuknya virus ke dalam :eti,ulo
;ndothelial +ystem 4:;+5 yang kemudian mengadakan replikasi kedua yang sifat viremia
nya lebih luas dan simptomatik dengan penyebaran virus ke kulit dan mukosa. +ebagian
virus juga menjalar melalui serat$serat sensoris ke satu atau lebih ganglion sensoris dan
berdiam diri atau laten didalam neuron. +elama antibodi yang beredar didalam darah masih
tinggi, reaktivasi dari virus yang laten ini dapat dinetralisir, tetapi pada saat tertentu dimana
antibodi tersebut turun diba!ah titik kritis maka terjadilah reaktivasi dari virus sehingga
terjadi herpes zoster.
E. $a!%aran Klinis
<ejala prodromal herpes zoster biasanya berupa rasa sakit dan parestesi pada dermatom
yang terkena. <ejala ini terjadi beberapa hari menjelang timbulnya erupsi. <ejala
konstitusi, seperti sakit kepala, malaise, dan demam, terjadi pada %) penderita 4terutama
pada anak$anak5 dan timbul 1$2 hari sebelum terjadi erupsi.
<ambaran yang paling khas pada herpes zoster adalah erupsi yang lokalisata dan unilateral.
=arang erupsi tersebut mele!ati garis tengah tubuh. 0mumnya lesi terbatas pada daerah
kulit yang dipersarafi oleh salah satu ganglion saraf sensorik.
;rupsi mulai dengan eritema makulopapular. #ua belas hingga dua puluh empat jam
>
kemudian terbentuk vesikula yang dapat berubah menjadi pustula pada hari ketiga.
+eminggu sampai sepuluh hari kemudian, lesi mengering menjadi krusta. -rusta ini dapat
menetap menjadi 2$3 minggu.-eluhan yang berat biasanya terjadi pada penderita usia tua.
*ada anak$anak hanya timbul keluhan ringan dan erupsi ,epat menyembuh. :asa sakit
segmental pada penderita lanjut usia dapat menetap, !alaupun krustanya sudah
menghilang.
?rekuensi herpes zoster menurut dermatom yang terbanyak pada dermatom torakal 4%%)5,
kranial 42&)5, lumbal 41%)5, dan sakral 4%)5.
Men&r&t l"kasi lesin'a( )erpes *"ster i%agi !en+ai,
1. Herpes zoster oftalmikus
Herpes zoster oftalmikus merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai
bagian ganglion gasseri yang menerima serabut saraf dari ,abang ophtalmi,us saraf
trigeminus 47.65, ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
nfeksi dia!ali dengan nyeri kulit pada satu sisi kepala dan !ajah disertai gejala
konstitusi seperti lesu, demam ringan. <ejala prodromal berlangsug 1 sampai 4 hari
sebelum kelainan kulit timbul. ?otofobia, banyak kelar air mata, kelopak mata
bengkak dan sukar dibuka.
$a!%ar -. Herpes zoster oftalmikus sinistra.
2. Herpes zoster fasialis
Herpes zoster fasialis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai bagian
ganglion gasseri yang menerima serabut saraf fasialis 47.65, ditandai erupsi
herpetik unilateral pada kulit.
@
$a!%ar .. Herpes zoster fasialis dekstra.
3. Herpes zoster brakialis
Herpes zoster brakialis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai
pleksus brakialis yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
$a!%ar /. Herpes zoster brakialis sinistra.
4. Herpes zoster torakalis
Herpes zoster torakalis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai
pleksus torakalis yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
A
$a!%ar 0. Herpes zoster torakalis sinistra.
5. Herpes zoster lumbalis
Herpes zoster lumbalis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai
pleksus lumbalis yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
6. Herpes zoster sakralis
Herpes zoster sakralis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai
pleksus sakralis yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
$a!%ar 1. Herpes zoster sakralis dekstra.
2. Diagn"sis
#iagnosis herpes zoster pada anamnesis didapatkan keluhan berupa neuralgia
beberapa hari sebelum atau bersama$sama dengan timbulnya kelainan kulit.3 "dakalanya
sebelum timbul kelainan kulit didahului gejala prodromal seperti demam, pusing dan
malaise.A -elainan kulit tersebut mula$mula berupa eritema kemudian berkembang
1&
menjadi papula dan vesikula yang dengan ,epat membesar dan menyatu sehingga
terbentuk bula. si vesikel mula$mula jernih, setelah beberapa hari menjadi keruh dan
dapat pula ber,ampur darah. =ika absorbsi terjadi, vesikel dan bula dapat menjadi krusta.
#alam stadium pra erupsi, penyakit ini sering diran,ukan dengan penyebab rasa
nyeri lainnya, misalnya pleuritis, infark miokard, kolesistitis, apendisitis, kolik renal, dan
sebagainya.4 7amun bila erupsi sudah terlihat, diagnosis mudah ditegakkan.
-arakteristik dari erupsi kulit pada herpes zoster terdiri atas vesikel$vesikel berkelompok,
dengan dasar eritematosa, unilateral, dan mengenai satu dermatom.
+e,ara laboratorium, pemeriksaan sediaan apus tes Bzan,k membantu menegakkan
diagnosis dengan menemukan sel datia berinti banyak. #emikian pula pemeriksaan ,airan
vesikula atau material biopsi dengan mikroskop elektron, serta tes serologik.4,A *ada
pemeriksaan histopatologi ditemukan sebukan sel limfosit yang men,olok, nekrosis sel
dan serabut saraf, proliferasi endotel pembuluh darah ke,il, hemoragi fokal dan inflamasi
bungkus ganglion. *artikel virus dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan antigen
virus herpes zoster dapat dilihat se,ara imunofluoresensi.
"pabila gejala klinis sangat jelas tidaklah sulit untuk menegakkan diagnosis. "kan tetapi
pada keadaan yang meragukan diperlukan pemeriksaan penunjang antara lain/
1. solasi virus dengan kultur jaringan dan identifikasi morfologi dengan mikroskop
elektron.
2. *emeriksaan antigen dengan imunofluoresen
3. Best serologi dengan mengukur imunoglobulin spesifik.
$
$. K"!plikasi
-. Ne&ralgia paska )erpetik
7euralgia paska herpetik adalah rasa nyeri yang timbul pada daerah bekas
penyembuhan. 7euralgia ini dapat berlangsung selama berbulan$bulan sampai beberapa
tahun. -eadaan ini ,enderung timbul pada umur diatas 4& tahun, persentasenya 1& $ 1%
) dengan gradasi nyeri yang bervariasi. +emakin tua umur penderita maka semakin
tinggi persentasenya.
.. Infeksi sek&ner
*ada penderita tanpa disertai defisiensi imunitas biasanya tanpa komplikasi. +ebaliknya
11
pada yang disertai defisiensi imunitas, infeksi H..6., keganasan, atau berusia lanjut
dapat disertai komplikasi. 6esikel sering manjadi ulkus dengan jaringan nekrotik.
/. Kelainan paa !ata
*ada herpes zoster oftatmikus, kelainan yang mun,ul dapat berupa/ ptosis paralitik,
keratitis, skleritis, uveitis, korioratinitis dan neuritis optik.
0. Sinr"! Ra!sa' H&nt
+indrom :amsay Hunt terjadi karena gangguan pada nervus fasialis dan otikus,
sehingga memberikan gejala paralisis otot muka 4paralisis 8ell5, kelainan kulit yang
sesuai dengan tingkat persarafan, tinitus, vertigo, gangguan pendengaran, nistagmus,
nausea, dan gangguan penge,apan.
1. Paralisis !"t"rik
*aralisis motorik dapat terjadi pada 1$%) kasus, yang terjadi akibat perjalanan virus
se,ara kontinuitatum dari ganglion sensorik ke sistem saraf yang berdekatan. *aralisis
ini biasanya mun,ul dalam 2 minggu sejak mun,ulnya lesi. 8erbagai paralisis dapat
terjadi seperti/ di !ajah, diafragma, batang tubuh, ekstremitas, vesika urinaria dan anus.
0mumnya akan sembuh spontan.
$
H. Penatalaksanaan
*enatalaksaan herpes zoster bertujuan untuk/
1. 2engatasi infeksi virus akut
2. 2engatasi nyeri akut yang ditimbulkan oleh virus herpes zoster
3. 2en,egah timbulnya neuralgia pas,a herpetik.
12
I. ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian :
1. Aktifitas / istirahat : perubahan aktifitas
2. Nyeri : ketidaknyamanan, nyeri, Gatal.
3. Keamanan : takut, ansietas
Diagn"sis Kepera3atan
1. :isiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan fungsi barier
kulit.
2. 7yeri dan rasa gatal berhubungan dengan lesi kulit.
3. <angguan pola tidur berhubungan dengan pruritus.
4. <angguan ,itra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus.
%. -urang pengetahuan tentang program terapi berhubungan dengan inadekuat
informasi.
T&+&an Inter4ensi5I!ple!entasi
Bujuan askep Herpes 1oster adalah terpeliharanya integritas kulit, meredakan
gangguan rasa nyaman/ nyeri, ter,apainya tidur yang nyenyak, berkembangnya
sikap penerimaan terhadap diri, diperolehnya pengetahuan tentang pera!atan kulit
dan tidak adanya komplikasi.
1. :esiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan fungsi barier kulit.
1.1. 'indungi kulit yang sehat dari kemungkinan maserasi 4hidrasi stratum korneum
yg berlebihan5 ketika memasang balutan basah.
:asional/ 2aserasi pada kulit yang sehat dapat menyebabkan pe,ahnya kulit dan
perluasan kelainan primer.
1.2. Hilangkan kelembaban dari kulit dengan penutupan dan menghindari friksi.
:asional/ ?riksi dan maserasi memainkan peranan yang penting dalam proses
terjadinya sebagian penyakit kulit.
13
1.3. =aga agar terhindar dari ,idera termal akibat penggunaan kompres hangat dengan
suhu terlalu tinggi C akibat ,edera panas yg tidak terasa 4bantalan pemanas,
radiator5.
:asional/ *enderita dermatosis dapat mengalami penurunan sensitivitas terhadap
panas.
1.4. 7asihati klien untuk menggunakan kosmetik dan preparat tabir surya.
:asional/ 8anyak masalah kosmetik pada hakekatnya semua kelainan malignitas
kulit dapat dikaitkan dengan kerusakan kulit kronik.
-riteria keberhasilan implementasi.
1. 2empertahakan integritas kulit.
2. Bidak ada maserasi.
3. Bidak ada tanda$tanda ,idera termal.
4. Bidak ada infeksi.
%. 2emberikan obat topikal yang diprogramkan.
.. 2enggunakan obat yang diresepkan sesuai jad!al.
2. 7yeri dan rasa gatal berhubungan dengan lesi kulit.
2.1. Bemukan penyebab nyeri(gatal
:asional/ 2embantu mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk memberikan
kenyamanan.
2.2. 3atat hasil observasi se,ara rin,i.
:asional/ #eskripsi yang akurat tentang erupsi kulit diperlukan untuk diagnosis dan
pengobatan.
2.3. "ntisipasi reaksi alergi 4dapatkan ri!ayat obat5.
:asional/ :uam menyeluruh terutama dengan a!aitan yang mendadak
dapatmenunjukkan reaksi alergi obat.
14
2.4. *ertahankan kelembaban 4D($ .&)5, gunakan alat pelembab.
:asional/ -elembaban yang rendah, kulit akan kehilangan air.
2.%. *ertahankan lingkungan dingin.
:asional/ -esejukan mengurangi gatal.
2... <unakan sabun ringan 4dove5(sabun yang dibuat untuk kulit yang sensitive
:asional/ 0paya ini men,akup tidak adanya detergen, zat pe!arna.
2.>. 'epaskan kelebihan pakaian(peralatan di tempat tidur
:asional/ 2eningkatkan lingkungan yang sejuk.
2.@. 3u,i linen tempat tidur dan pakaian dengan sabun.
:asional/ +abun yang EkerasE dapat menimbulkan iritasi.
2.A. Hentikan pemajanan berulang terhadap detergen, pembersih dan pelarut.
:asional/ +etiap subtansi yang menghilangkan air, lipid, protein dari epidermis akan
mengubah fungsi barier kulit
2.1&. -ompres hangat(dingin.
:asional/ *engisatan air yang bertahap dari kasa akan menyejukkan kulit dan
meredakan pruritus.
2.11. 2engatasi kekeringan 4serosis5.
:asional/ -ulit yang kering meimbulkan dermatitis/ redish, gatal.lepuh, eksudat.
2.12. 2engoleskan lotion dan krim kulit segera setelah mandi.
:asional/ Hidrasi yang ,ukup pada stratum korneum men,egah gangguan lapisan
barier kulit.
2.13. 2enjaga agar kuku selalu terpangkas 4pendek5.
:asional/ 2engurangi kerusakan kulit akibat garukan
1%
2.14. 2enggunakan terapi topikal.
:asional/ 2embantu meredakan gejala.
2.1%. 2embantu klien menerima terapi yang lama.
:asional/ -oping biasanya meningkatkan kenyamanan.
2.1.. 7asihati klien untuk menghindari pemakaian salep (lotion yang dibeli tanpa resep
#okter.
:asional/ 2asalah klien dapat disebabkan oleh iritasi(sensitif karena pengobatan
sendiri
-riteria keberhasilan implementasi.
1. 2en,apai peredaan gangguan rasa nyaman/ nyeri(gatal.
2. 2engutarakan dengan kata$kata bah!a gatal telah reda.
3. 2emperllihatkan tidak adanya gejala ekskoriasi kulit karena garukan.
4. 2ematuhi terapi yang diprogramkan.
%. *ertahankan keadekuatan hidrasi dan lubrikasi kulit.
.. 2enunjukkan kulit utuh dan penampilan kulit yang sehat .
3. <angguan pola tidur berhubungan dengan pruritus.
3.1. 7asihati klien untuk menjaga kamar tidur agar tetap memiliki ventilasi dan
kelembaban yang baik.
:asional/ 0dara yang kering membuat kulit terasa gatal, lingkungan yang nyaman
meningkatkan relaksasi.
3.2. 2enjaga agar kulit selalu lembab.
:asional/ Bindakan ini men,egah kehilangan air, kulit yang kering dan gatal biasanya
tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikendalikan.
3.3. 2andi hanya diperlukan, gunakan sabun lembut, oleskan krim setelah mandi.
:asional/ memelihara kelembaban kulit
1.
3.4. 2enjaga jadual tidur yg teratur.
3.%. 2enghindari minuman yang mengandung kafein menjelang tidur.
:asional/ kafein memiliki efek pun,ak 2$4 jam setelah dikonsumsi.
3... 2elaksanakan gerak badan se,ara teratur.
:asional/ memberikan efek menguntungkan bila dilaksanakan di sore hari.
3.>. 2engerjakan hal ritual menjelang tidur.
:asional/ 2emudahkan peralihan dari keadaan terjaga ke keadaan tertidur.
-riteria -eberhasilan mplementasi
1. 2en,apai tidur yang nyenyak.
2. 2elaporkan gatal mereda.
3. 2empertahankan kondisi lingkungan yang tepat.
4. 2enghindari konsumsi kafein.
%. 2engenali tindakan untuk meningkatkan tidur.
.. 2engenali pola istirahat(tidur yang memuaskan.
4. <angguan ,itra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus.
4.1. -aji adanya gangguan ,itra diri 4menghindari kontak mata,u,apan merendahkan
diri sendiri.
:asional/ <angguan ,itra diri akan menyertai setiap penyakit(keadaan yang tampak
nyata bagi klien, kesan orang terhadap dirinya berpengaruh terhadap konsep diri.
4.2. dentifikasi stadium psikososial terhadap perkembangan.
:asional/ Berdapat hubungan antara stadium perkembangan, ,itra diri dan reaksi
serta pemahaman klien terhadap kondisi kulitnya.
4.3. 8erikan kesempatan pengungkapan perasaan.
:asional/ klien membutuhkan pengalaman didengarkan dan dipahami.
4.4. 7ilai rasa keprihatinan dan ketakutan klien, bantu klien yang ,emas
1>
mengembangkan kemampuan untuk menilai diri dan mengenali masalahnya.
:asional/ 2emberikan kesempatan pada petugas untuk menetralkan ke,emasan
yang tidak perlu terjadi dan memulihkan realitas situasi, ketakutan merusakadaptasi
klien .
4.%. #ukung upaya klien untuk memperbaiki ,itra diri , spt merias, merapikan.
:asional/ membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi.
4... 2endorong sosialisasi dengan orang lain.
:asional/ membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi.
-riteria -eberhasilan mplementasi
1. 2engembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan diri.
2. 2engikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan pera!atan diri.
3. 2elaporkan perasaan dalam pengendalian situasi.
4. 2enguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri.
%. 2engutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat.
.. Bampak tidak meprihatinkan kondisi.
>. 2enggunakan teknik penyembunyian kekurangan dan menekankan teknik untuk
meningkatkan penampilan
%. -urang pengetahuan tentang program terapi
%.1. -aji apakah klien memahami dan salah mengerti tentang penyakitnya.
:asional/ memberikan data dasar untuk mengembangkan ren,ana penyuluhan
%.2. =aga agar klien mendapatkan informasi yang benar, memperbaiki kesalahan
konsepsi(informasi.
:asional/ -lien harus memiliki perasaan bah!a sesuatu dapat mereka perbuat,
kebanyakan klien merasakan manfaat.
%.3. *eragakan penerapan terapi seperti, kompres basah, obat topikal.
:asional/ memungkinkan klien memperoleh ,ara yang tepat untuk melakukan
terapi.
1@
%.4. 7asihati klien agar kulit teap lembab dan fleksibel dengan tindakan hidrasi dan
pengolesan krim serta losion kulit.
:asional/ stratum korneum memerlukan air agar tetap fleksibel. *engolesan
krim(lotion akan melembabkan kulit dan men,egah kulit tidak kering, kasar, retak
dan bersisik.
%.%. #orong klien untuk mendapatkan nutrisi yang sehat.
:asional/ penampakan kulit men,erminkan kesehatan umum seseorang,
perubahan pada kulit menandakan status nutrisi yang abnormal.
Kriteria Ke%er)asilan I!ple!entasi
1. 2emiliki pemahaman terhadap pera!atan kulit.
2. 2engikuti terapi dan dapat menjelaskan alasan terapi.
3 2elaksanakan mandi, pembersihan dan balutan basah sesuai program.
4. 2enggunakan obat topikal dengan tepat.
%. 2emahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit.
.. 2en,egah nfeksi
..1. 2iliki indeks ke,urigaan yang tinggi terhadap suatu infeksi pada klien yang sistem
kekebalannya terganggu.
:asional/ setiap keadaan yg mengganggu imun akan memperbesar risiko infeksi
kulit.
..2. 8erikan petunjuk yang jelas dan rin,i kepada klien mengenai program terapi.
:asional/ *endidikan klien yang efektif bergantung pada keterampilan interpesonal
profesional kesehatan dan pada pemberian instruksi yang jelas.
..3. 'aksanakan kompres basah sesuai program untuk mengurangi intensitas inflamasi.
:asional/ vasokonstriksi pembuluh darah kulit dapat mengurangi eritema dan
membantu debridemen vesikel dan krusta serta mengendalikan inflamasi.
1A
..4. +ediakan terapi rendaman sesuai program.
:asional/ melepas eksudat dan krusta.
..%. 8erikan antibiotik sesuai order.
:asional/ membunuh dan men,egah pertumbuhan mikroorganisme.
.... <unakan obat topikal yang mengandung kortikosteroid sesuai order.
:asional/ memiliki kerja antiinflamasi, sehingga mampu menimbulkan
vasokonstriksi pd pembuluh darah ke,il dalam dermis lapisan atas.
..>. 7asihati klien untuk menghentikan pemakaian setiap obat kulit yang memperburuk
masalah.
:asional/ dermatitis kontan atau reaksi alergi dapat terjadi akibat setiap unsur yang
ada dalam obat tersebut.
Kriteria Ke%er)asilan I!ple!entasi
1. Betap bebas dari infeksi.
2. 2engungkapkan tindakan pera!atan kulit yang meningkatkan kebersihan dan
men,egah kerusakan kulit.
3. 2engidentifkasi tanda dan gejala infeksi.
4. 2engidentifikasi efek kerugian obat
%. 8erpartisipasi dalam tindakan pera!atan kulti/ ganti balutan, mandi.
2&
6. PEN$OBATAN
-. Peng"%atan U!&!
+elama fase akut, pasien dianjurkan tidak keluar rumah, karena dapat menularkan kepada
orang lain yang belum pernah terinfeksi varisela dan orang dengan defisiensi imun.
0sahakan agar vesikel tidak pe,ah, misalnya jangan digaruk dan pakai baju yang longgar.
0ntuk men,egah infeksi sekunder jaga kebersihan badan.
.. Peng"%atan K)&s&s
". Siste!ik
A.1. Obat Antivirus
Fbat yang biasa digunakan ialah asiklovir dan modifikasinya, misalnya
valasiklovir dan famsiklovir. "siklovir bekerja sebagai inhibitor #7"
polimerase pada virus. "siklovir dapat diberikan peroral ataupun intravena.
"siklovir +ebaiknya pada 3 hari pertama sejak lesi mun,ul. #osis asiklovir
peroral yang dianjurkan adalah %G@&& mg(hari selama > hari, sedangkan melalui
intravena biasanya hanya digunakan pada pasien yang imunokompromise atau
penderita yang tidak bisa minum obat. Fbat lain yang dapat digunakan sebagai
terapi herpes zoster adalah valasiklovir. 6alasiklovir diberikan 3G1&&& mg(hari
selama > hari, karena konsentrasi dalam plasma tinggi. +elain itu famsiklovir
juga dapat dipakai. ?amsiklovir juga bekerja sebagai inhibitor #7" polimerase.
?amsiklovir diberikan 3G2&& mg(hari selama > hari.
".2. Analgetik
"nalgetik diberikan untuk mengurangi neuralgia yang ditimbulkan oleh virus
herpes zoster. Fbat yang biasa digunakan adalah asam mefenamat. #osis asam
mefenamat adalah 1%&& mg(hari diberikan sebanyak 3 kali, atau dapat juga
dipakai seperlunya ketika nyeri mun,ul.
".3. Kortikosteroid
ndikasi pemberian kortikostreroid ialah untuk +indrom :amsay Hunt.
*emberian harus sedini mungkin untuk men,egah terjadinya paralisis. Yang
biasa diberikan ialah prednison dengan dosis 3G2& mg(hari, setelah seminggu
dosis diturunkan se,ara bertahap. #engan dosis prednison setinggi itu imunitas
akan tertekan sehingga lebih baik digabung dengan obat antivirus.
21
8. Peng"%atan t"pikal
*engobatan topikal bergantung pada stadiumnya. =ika masih stadium vesikel
diberikan bedak dengan tujuan protektif untuk men,egah pe,ahnya vesikel agar tidak
terjadi infeksi sekunder. 8ila erosif diberikan kompres terbuka. -alau terjadi ulserasi
dapat diberikan salap antibiotik.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesi!p&lan
Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela$zoster yang
menyerang kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi
setelah infeksi primer.
8erdasarkan lokasi lesi, herpes zoster dibagi atas/ herpes zoster oftalmikus, fasialis,
22
brakialis, torakalis, lumbalis, dan sakralis. 2anifestasi klinis herpes zoster dapat
berupa kelompok$kelompok vesikel sampai bula di atas daerah yang eritematosa. 'esi
yang khas bersifat unilateral pada dermatom yang sesuai dengan letak syaraf yang
terinfeksi virus.
#iagnosa herpes zoster dapat ditegakkan dengan mudah melalui anamnesis dan
pemeriksaan fisik. =ika diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium
sederhana, yaitu tes Bzan,k dengan menemukan sel datia berinti banyak.
*ada umumnya penyakit herpes zoster dapat sembuh sendiri 4self limiting disease5,
tetapi pada beberapa kasus dapat timbul komplikasi. +emakin lanjut usia, semakin
tinggi frekuensi timbulnya komplikasi.
$
Saran
1. 2emberikan edukasi yang jelas kepada pasien tentang penyakitnya untuk men,egah
penularan dan memper,epat penyembuhan.
2. *enatalaksanaan yang efektif dan efisien pada pasien untuk mendapatkan hasil yang
maksimal dan men,egah terjadinya komplikasi.
$
$
BAB I7
DA2TAR PUSTAKA
$
1. Hartadi, +umaryo +. nfeksi 6irus. lmu *enyakit -ulit. =akarta/ Hipokrates, 2&&&H A2$4.
2. Handoko :*. *enyakit 6irus. lmu *enyakit -ulit dan -elamin. ;disi -e$4. =akarta/
?akultas -edokteran 0niversitas ndonesia, 2&&%H 11&$2.
3. 2artodihardjo +. *enanganan Herpes 1oster dan Herpes *rogenitalis. lmu *enyakit
kulit dan -elamin. +urabaya/ "irlangga 0niversity *ress, 2&&1.
4. 2ansjoer ", +uprohaita, Iardhani I, +etio!ulan I. *enyakit 6irus. -apita +elekta
-edokteran. ;disi -e$3. =ilid 2. =akarta/ 2edia "es,ulapius. 2&&&, 12@$A.
23
%. 'ynda =uall ,arpernito, :en,ana "suhan kepera!atan dan dokumentasi kepera!atan,
#iagnosis -epera!atan dan 2asalah -olaboratif, ed. 2, ;<3, =akarta, 1AAA.
.. 2arilynn ;. #oenges, :en,ana "suhan -epera!atan pedoman untuk peren,anaan dan
pendokumentasian pasien, ed.3, ;<3, =akarta, 1AAA.
24