Anda di halaman 1dari 30

Tatalaksana Gangguan Bipolar

PENDAHULUAN
Gangguan suasana perasaan merupakan perubahan suasana perasaan
(mood) atau afek, biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas
yang menyertainya) merasakan hilangnya energi dan minat, perasaan
bersalah, kesulitan berkonsentrasi, hilangnya nafsu makan dan fikiran
tentang kematian atau bunuh diri. Atau kearah elasi (suasana perasaan
yang meningkat) yaitu mania, menunjukkan sikap meluap-luap,
gagasan yang meloncat-loncat (flight of ideas), penurunan kebutuhan
tidur, peninggian harga diri, dan gagasan kebesaran.
Gangguan bersifat episode berulang (sekurang-
kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan tingkat
aktivitasnya jelas terganggu, pada waktu tertentu terdiri
dari peningkatan afek disertai penambahan energy dan
aktivitas (mania atau hipomania), dan pada waktu lain
berupa penurunan afek disertai pengurangan energy dan
aktivitas (depresi), gangguan ini disebut dengan
gangguan afektif bipolar.
episode manik
biasanya mulai dengan tiba-tiba
dan berlangsung antara 2 minggu
sampai 4-5 bulan
episode depresi
cendrung berlangsung lebih lama
meskipun jarang melebihi 1 tahun
(rata-rata 6 bulan)
Definisi
Gangguan bipolar yaitu gangguan mood yang kronis dan
berat ditandai dengan episode mania, hipomania,
campuran dan depresi.
Epidemiologi
Bipolar 1
2,4%
25 50 %
individu dengan
gangguan bipolar
melakukan
percobaan bunuh
diri
Bipolar II
0,3-4,8%
Beberapa studi berhasil membuktikan keterkaitan antara
gangguan bipolar dengan kromosom 18 dan 22
Beberapa diantaranya yang telah diselidiki adalah 4p16, 12q23-
q24, 18 sentromer, 18q22, 18q22-q23, dan 21q22
brain derived neurotrophic factor (BDNF),neurotropin yang
berperan dalam regulasi plastisitas sinaps, neurogenesis dan
perlindungan neuron otak,BDNF diduga ikut terlibat dalam
pengaturan mood
Faktor Genetik
Sejak ditemukannya beberapa obat yang berhasil meringankan
gejala bipolar, peneliti mulai menduga adanya hubungan
neurotransmitter dengan Gangguan bipolar. Neurotransmitter
tersebut adalah dopamine, serotonin, noradrenalin. Gen-gen
yang berhubungan dengan neurotransmitter tersebut pun mulai
diteliti seperti gen yang mengkode monoamine oksidase A
(MAOA), tirosin hidroksilase, cathecol-ometiltransferase
(COMT), dan serotonin transporter (5HTT).
Neurotransmitter
Etipatofisiologi
Jika seorang orang tua mengidap gangguan bipolar
maka 27% anaknya memiliki resiko mengidap
gangguan alam perasaan
Bila kedua orangtua mengidap gangguan bipolar maka
75% anaknya memiliki resiko mengidap gangguan
alam perasaan
pada kembar monozigot (40-80%), sedangkan kembar
dizigot lebih rendah, yakni 10-20%.
Herediter
Faktor lingkungan yang sangat berperan pada
kehidupan psikososial dari pasien dapat menyebabkan
stress yang dipicu oleh faktor lingkungan. Stress yang
menyertai episode pertama dari Gangguan bipolar
dapat menyebabkan perubahan biologik otak yang
bertahan lama.
Faktor Lingkungan
Episode
Mood
Episode
manik/mania
Hipomania
Episode
Depresi
Episode
Campuran
Paling sedikit satu minggu (bisa kurang, bila dirawat) pasien
mengalami episode manik yang ditandai dengan euphoria
yang signifikan, ekspansif, atau iritabel. Pasien memiliki,
secara menetap, tiga atau lebih gejala berikut (empat atau
lebih bila hanya mood iritabel) yaitu :
Grandiositas atau percaya diri berlebihan
Berkurangnya kebutuhan tidur
Bicara lebih banyak dari biasanya atau adanya desakan
untuk tetap bicara
Loncatan gagasan atau pengalaman subjektif adanya pikiran
yang berlomba
Perhatian mudah teralih
Meningkatnya aktivitas yang diarahkan ke tujuan (sosial,
seksual, pekerjaan dan sekolah) atau agitasi psikomotor
Tindakan-tindakan sembrono (ngebut, boros, investasi
tanpa perhitungan yang matang)
Episode manik/mania
Hipomania ialah derajat yang lebih ringan daripada
mania, yang kelainan suasana perasaan (mood) dan
perilakunya terlalu menetap dan menonjol sehingga
tidak dapat dimasukkan dalam siklotimia, namun
tidak disertai halusinasi atau waham.
Yang ada ialah peningkatan ringan dari suasana
perasaan (mood) yang menetap (sekurang-kurangnya
selama beberapa hari berturut-turut)
peningkatan enersi dan aktivitas, dan biasanya
perasaan sejahtera yang mencolok dan efisiensi baik
fisik maupun mental. Sering ada peningkatan
kemampuan untuk bergaul, bercakap, keakraban yang
berlebihan, peningkatan enersi seksual, dan
pengurangan kebutuhan tidur
tidak sampai menjurus kepada kekacauan berat
dalam pekerjaan atau penolakan oleh masyarakat
Hipomania
Pada semua tiga variasi dari episode depresif khas yang
tercantum di bawah ini : ringan, sedang, dan berat,
individu biasanya menderita suasana perasaan (mood)
yang depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, dan
berkurangnya energi yang menuju meningkatnya
keadaan mudah lelah dan berkurangnya aktivitas.
Biasanya ada rasa lelah yang nyata sesudah kerja
sedikit saja. Gejala lazim lainnya adalah :
Konsentrasi dan perhatian berkurang;
Harga diri dan kepercayaan diri berkurang;
Gagasan tentang perasaan bersalah dan tidak berguna
(bahkan pada episode tipe ringan sekali pun);
Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis;
Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau
bunuh diri;
Tidur terganggu;
Nafsu makan berkurang.
Episode Depresi
Paling sedikit satu minggu pasien mengalami
episode mania dan depresi yang terjadi secara
bersamaan. Misalnya, mood tereksitasi (lebih
sering mood disforik), iritabel, marah,
serangan panic, pembicaraan cepat, agitasi,
menangis, ide bunuh diri, insomnia derajat
berat, grandiositas, hiperseksualitas, waham
kejar dan kadang-kadang bingung. Kadang-
kadang gejala cukup berat sehingga
memerlukan perawatan untuk melindungi
pasien atau orang lain, dapat disertai
gambaran psikotik, dan mengganggu fungsi
personal, social dan pekerjaan.
Episode Campuran

Hanya mengalami satu kali episode manik dan tidak ada riwayat episode depresi mayor sebelumnya.

Tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, skizoafektif, gangguan waham, atau
dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum

Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan
hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar I
Gangguan Mood Bipolar I, Episode Manik Tunggal

Saat ini dalam episode manik

Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu kali episode manik, depresi, atau campuran

Episode mood pada kriteria A dan B bukan skizoafektif dan

tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan waham, atau dengan
gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan

Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum

Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan
hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Manik Saat Ini


Kriteria Diagnostik DSM IV-TR

Saat ini dalam episode campuran


Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode

manik, depresi, atau campuran

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat

dikategorikan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan
waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan

Gejala-gejala tidak disebabkan efek oleh fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum

Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya
dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Campuran Saat Ini

Saat ini dalam episode hipomanik


Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran

Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik

cukup bermakna atau hendaya dalam sosial, pekerjaan,

atau aspek fungsi penting lainnya.

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat

dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform,
gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Hipomanik Saat Ini
Kriteria Diagnostik DSM IV-TR

Saat ini dalam episode depresi mayor


Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu

episode manik atau campuran

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat

dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpangtindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan
waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan

Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum

Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam
sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Depresi Saat Ini

Kriteria, kecuali durasi, saat ini, memenuhi kriteria untuk manik, hipomanik, campuran, atau episode depresi.

Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpangtindih
dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat
diklasifikasikan di tempat lain.

Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam
sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan Saat Ini

Kriteria Diagnostik DSM IV-TR

Kriteria Diagnostik DSM IV-TR
BIPOLAR II

Gangguan siklotimia

Paling sedikit selama dua tahun, terdapat beberapa periode dengan gejala gejala
hipomania dan beberapa periode dengan gejala-gejala

depresi yang tidak memenuhi kriteria untuk gangguan depresi mayor.

Untuk anak-anak dan remaja durasinya paling sedikit satu tahun.

Selama periode dua tahun di atas penderita tidak pernah bebas dari

gejala-gejala pada kriteria A lebih dari dua bulan pada suatu waktu.

Tidak ada episode depresi mayor, episode manik, episode campuran,

selama dua tahun gangguan tersebut

Catatan: Setelah dua tahun awal, siklotimia dapat bertumpang tindih dengan manik atau
episode campuran (diagnosis GB I dan gangguan siklotimia dapat dibuat) atau episode
depresi mayor ( diagnosis GB II dan gangguan siklotimia dapat ditegakkan)

Gejala-gejala pada kriteria A bukan skizoafektif dan tidak bertumpangtindih dengan


skizofrenia, skizofreniform, gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak
dapat diklasifikasikan.

Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik
umum

Gejala-gejala di atas menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.


Kriteria Diagnosis
Pedoman diagnostik, pasti :
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria hipomania (F30.0)
ataupun sedang
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik,
manik,depresif atau campuran) di masa lampau.
F31.0 Gangguan Afektif Bipolar,Episode Kini
Hipomanik:
Pedoman diagnostik, pasti :
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria mania tanpa gejala psikotik
(F30.1).
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik,
manik,depresif atau campuran) di masa lampau.
F31.1 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Manik Tanpa Gejala Psikotik:
Pedoman diagnostik, pasti :
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria mania dengan gejala
psikotik (F30.2) waham atau halusinasi dapat di tentukan sebagai
serasi atau tidak serasi dengan mood,dam
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik,
manik,depresif atau campuran) di masa lampau.
F31.2 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Manik Dengan Gejala Psikotik:
Kriteria Diagnostik
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32.0)
ataupun sedang (F32.1), dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di
masa lampau.
F31.3 Gangguan Afektif Bipolar, episode kini
Depresif Ringan atau Sedang
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa
gejala psikotik (F32.2), dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di
masa lampau.
F31.4 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik
Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan
gejala psikotik (F32.3), dan
Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di
masa lampau.
Jika dikehendaki, waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak
serasi dengan afeknya.
F31.5 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Depresif Berat dengan Gejala Psikotik
Kriteria diagnostik
F31.6 Gangguan Afektif Bipolar,Episode Kini Campuran:
Manifestasi klinis :
Pernah sekurangnya mengalami sekurangnya satu episode afektif
manik,hipomanik atau campuran di masa lampau, sekarang sedang menunjukan
gejala gejala manik, hipomanik dan depresif yang tercampur atau bergantian
dengan cepat.
Pedoman diagnostik:
Khas gangguan bipolar,tetapi
Mood depresif:
Selama beberapa hari atau beberapa minggu disertai aktivitas berlebihan dan
kegesitan bicara, atau mood yang manik dan grandiositas di sertai agitasi dan
kehilangan energi/libido.
Gejala depresif dan gejala mania/hipomania bergantian dengan cepat dari hari ke
hari atau dari jam ke jam.
Tiap episode sama-sama mencolok selama sekurangnya dua minggu.
F31.7 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini dalam remisi:
Pedoman diagnostik:
Pernah mengalami sekurangnya satu episode afektif manik, hipomanik
atau campuran di masa lampau, di tambah lagi satu episode afektif manik,
hipomanik, depresif atau campuran, tetapi sekarang tidak menderita suatu
gangguan afektif yang nyata dan juga tidak menderitanya selama beberapa bulan
terahir. Bisa saja sedang mendapat pengobatan untuk mengurangi resiko timbulnya
episode di masa mendatang.
Penatalaksanaan
Berbahaya untuk diri sendiri
Berbahaya bagi orang lain
Hendaya berat
Indikasi Rawat Inap
bila depresi ringan atau hipomania, dengan
syarat tidak terjadi gangguan penilaian yang
parah, penurunan berat badan dan insomnia
berat.
Indikasi Rawat Jalan
Terapi Farmakoterapi

Pengobatan bipolar adalah termasuk menstabilkan mood pasien agar
tidak berada dikutub mood yaitu episode mania dan episode depresi.
Oleh karena itu mood stabilizer diperlukan dalam pengobatan, dan juga
pengobatan yang dapat meghilangkan anxietas dan depresi.
Gangguan Bipolar 1:
Lithium
Anti konvulsan: valproate dan carbarnazepine.

Gangguan Bipolar 2:
Farmakoterapi pada bipolar 2 harus di berikan secara hati hati, pemberian
antidepresan pada episode depresi bisa mencetuskan timbulnya episode
manik. Pemberian lithium dan antikonvulsan masih dalam penyelidikan,
namun demikian dalam percobaan pemberian obat-obat tersebut masih
menjanjikan, terutama juka pemberian antidepresan saja tidak memberikan
hasil.


Table 1 FDA-Approved Bipolar Treatment Regimens
9

Nama Generik
Nama
Dagang Manic Mixed Maintenance Depresi
Valproate Depakote X
Carbamazepine extended release Equestro X X
Lamotrigine Lamictal X
Lithium X X
Aripiprazole Abilify X X X
Ziprasidone Geodon X X
Risperidone Risperdal X X
Quetiapine Seroquel X X
Chlorpromazine Thorazine X
Olanzapine Zyprexa X X X
Olanzapine/fluoxetine
Combination
Symbyax X

Antidepresan
Antidepresan efektif untuk mengobati GB, episode depresi.
Penggunaannya harus dalam jangka pendek.
Penggunaan jangka panjang berpotensi meginduksi hipomania atau
mania.
Untuk menghindari terjadinya hipomania dan mania, antidepresan
hendaklah dikombinasi dengan stabilisator mood atau dengan
antipsikotika atipik
Efek samping anti depresan yang sering adalah penurunan kegairahan
sex dan masalah untuk mencapai orgasme.
Fluoxetine (Prozac), paroxetine (paxil), sertraline (Zoloft) dan bupropion
(wellbutrin) adalah contoh anti depresan yang digunakan untuk
pengobatan kelainan bipolar.
Penatalaksanaan Kedaruratan Agitasi Akut Pada GB
direkomendasikan
Terapi Non Farmakologi
Suatu konsultasi dengan seorang psikiater atau psikofarmakologis selalu
sesuai bila penderita tidak menunjukkan respon terhadap terapi
konvensional dan medikasi.
Konsultasi
Penderita dengan fase depresi harus didukung untuk melakukan
olahraga/aktivitas fisik. Jadwal aktivitas fisik yang reguler harus dibuat.
Baik aktivitas fisik dan jadwal yang reguler merupakan kunci untuk
bertahan dari penyakit ini. Namun, bila aktivitas fisik ini berlebihan
dengan peningkatan respirasi dapat meningkatkan kadar litium serum
dan menyebabkan toksisitas litium.
Aktivitas
Terapi pada penderita gangguan bipolar melibatkan edukasi awal dan
lanjutan. Tujuan edukasi harus diarahkan tidak hanya langsung pada
penderita, namun juga melalui keluarga dan sistem disekitarnya. Fakta
menunjukkan edukasi tidak hanya meningkatkan ketahanan dan
pengetahuan mereka tentang penyakit, namun juga kualitas hidupnya.
Edukasi
Prognosis

Prognosis tergantung pada penggunaan obat-obatan dengan dosis yang
tepat, pengetahuan komprehensif mengenai penyakit ini dan efeknya,
hubungan positif dengan dokter dan therapist, kesehatan fisik. Semua faktor
ini merujuk ke prognosis bagus.
Akan tetapi prognosis pasien gangguan bipolar I lebih buruk dibandingkan
dengan pasien dengan gangguan depresif berat. Kira-kira 40%-50% pasien
gangguan bipolar I memiliki episode manik Kedua dalam waktu dua tahun
setelah episode pertama. Pasien mungkin memiliki 2 sampai 30 episode
manik, walaupun angka rata-rata adalah Sembilan episode.

Terima Kasih