Anda di halaman 1dari 7

Osteoartritis

Apa itu Osteoatritis ?(1,2,3)


Osteoartritis adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai oleh adanya kelainan pada
tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya. Tulang rawan (kartilago) adalah bagian
dari sendi yang melapisi ujung dari tulang, yang memudahkan pergerakan dari sendi. Kelainan
pada kartilago dapat menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain, yang menyebakan
kekakuan, nyeri dan pembatasan gerakan pada sendi.

Osteoartritis biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 45 tahun. Laki-laki di bawah umur
55 tahun lebih sering menderita penyakit ini dibandingkan dengan wanita pada umur yang
sama. Setelah umur 55 tahun biasanya wanita lebih sering menderita osteoartritis
dibandingkan dengan wanita. Secara keseluruhan, wanita lebih sering menderita osteoartritis
bila dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini diduga karena bentuk pinggul wanita yang lebar
dapat menyebabkan tekanan yang menahun pada sendi lutut. Osteoartritis juga sering
ditemukan pada orang yang kelebihan berat badan dan mereka yang pekerjaanya
mengakibatkan tekanan yang berlebihan pada sendi-sendi tubuh.
1 / 7
Osteoartritis
Apa Penyebab Osteoatritis ?(1,2,3)

Osteoartitis biasanya bermula dari kelainan pada sel-sel yang membentuk komponen tulang
rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat), dan proteoglikan (bahan
yang membentuk daya lenting pada tulang rawan). Akibat dari kelainan pada sel-sel tersebut,
tulang rawan akhirnya menipis dan membentuk retakan-retakan pada permukaan sendi.
Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang di bawah tulang rawan tersebut,
sehingga tulang yang bersangkutan menjadi rapuh. Tubuh kita akan berusaha untuk
memperbaiki kerusakan tersebut. Tetapi perbaikan yang dilakukan oleh tubuh mungkin tidak
memadai, mengakibatkan timbulnya benjolan pada pinggiran sendi (osteofit) yang terasa nyeri.
Pada akhirnya permukaan tulang rawan akan berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang
sehingga sendi tidak lagi bisa bergerak secara halus. Semua komponen yang ada pada sendi
(tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon, dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan
terjadi kekakuan sendi.

Penyebab pasti dari terjadinya semua kelainan ini sampai saat ini masih belum diketahui secara
pasti. Tetapi ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang untuk menderita
osteoartritis, yaitu:

- Umur

Kemungkinan seseorang mengidap osteoartritis makin bertambah seiring dengan
bertambahnya usia seseorang.

- Berat badan

Makin tinggi berat badan seseorang, makin besar kemungkinan seseorang untuk menderita
osteoartritis. Hal ini disebabkan karena seiring dengan bertambahnya berat badan seseorang,
2 / 7
Osteoartritis
beban yang diterima oleh sendi pada tubuh makin besar.

- Trauma pada sendi atau penggunaan sendi secara berlebihan

Orang-orang yang pekerjaanya berhubungan dengan aktivitas yang membutuhkan
pengulangan gerakan secara terus menerus, seperti atlet, operator mesin, mempunyai risiko
tinggi untuk menderita osteoartritis.

- Kelemahan pada otot

Kelemahan pada otot-otot di sekeliling sendi dapat menyebabkan terjadinya osteoartritis.

- Penyakit lain yang dapat mengganggu fungsi dan struktur normal pada tulang rawan
seperti rematoid artritis, hemokromatosis, gout, akromegali, dan sebagainya

Apa Gejala Osteoatritis ?(1,2,3)

Gejala pada osteoarthritis timbul secara bertahap. Awalnya kelainan berupa nyeri dan
kekakuan pada sendi. Sendi-sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah
bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut adalah bagian yang paling sering terkena
osteoartritis. Nyeri dapat bersifat ringan, sedang, atau berat hingga dapat mengganggu aktivitas
sehari-hari. Bila penyakit berlanjut maka makin lama sendi akan makin sulit untuk digerakkan
dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.

3 / 7
Osteoartritis
Pertumbuhan baru dari tulang rawan dan jaringan lainya dapat menyebabkan membesarnya
sendi, dan tulang rawan yang permukaanya kasar akan menyebabkan timbulnya suara
gemeretak pada saat sendi digerakkan. Pada beberapa sendi, ligamen (yang mengelilingi dan
menyokong sendi) dapat teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau
menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat.

Osteoartritis yang terjadi pada sendi-sendi di leher atau punggung dapat menimbulkan gejala
mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai, jika pertumbuhan tulang
berlebihan menekan persarafan yang ada di sekitarnya. Kadang dapat terjadi penekanan pada
pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang, sehingga dapat timbul gangguan
pengelihatan, vertigo, mual dan muntah. Pertumbuhan tulang yang terjadi di sekitar leher juga
dapat menyebakan gangguan pada proses menelan.
Bagaimana Mendiagnosis Osteoatritis ?(1,3,4)

Diagnosis dari osteoartritis dapat ditegakan berdasarkan gejala penyakit dan dengan
melakukan pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan tambahan yang dimaksud dapat berupa :

- Rntgen tulang

Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui kerusakan atau perubahan-perubahan yang terjadi
pada tulang rawan atau tulang yang mengindikasikan adanya osteoartritis.

- MRI (Magnetic Resonance Imaging)

4 / 7
Osteoartritis
Pada MRI dapat pula dilihat kelainan-kelainan yang terjadi pada tulang rawan dan tulang
dengan detail yang lebih baik daripada pemeriksaan rntgen tulang.

- Aspirasi sendi (arthrocentesis)

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sedikit cairan yang ada di dalam sendi
untuk diperiksa di laboratorium berkenaan dengan adanya kelainan pada sendi.


Terapi Osteoatritis ?(1,3,4)

Sampai saat ini masih belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan osteoartritis hingga
tuntas. Pengobatan yang ada hingga saat ini hanya berfungsi untuk mengurangi nyeri dan
mempertahankan fungsi dari sendi yang terkena. Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai
dalam proses terapi osteoartritis, yaitu untuk mengontrol nyeri dan gejala lainya, untuk
mengatasi gangguan pada aktivitas sehari-hari, dan untuk menghambat proses penyakit.

Pilihan pengobatan dapat olahraga, kontrol berat badan, perlindungan sendi, terapi fisik, dan
obat-obatan. Bila semua pilihan terapi tersebut tidak memberikan hasil, dapat dipertimbangkan
untuk dilakukan tindakan operasi pada sendi yang terkena.

Glucosamine dan Chondroitine Sulfate(1,5)
5 / 7
Osteoartritis

Glucosamine merupakan suatu gula amino yang berfungsi untuk pembentukan dan perbaikan
kartilago. Chondroitin sulfate merupakan bagian dari molekul protein besar (prote
oglycan
) yang memberikan elastisitas dari kartilago. Studi menunjukkan bahwa penderita osteoartritis
yang mengonsumsi suplemen
glucosamine
dan
chondroitin sulfate
mengalami pengurangan rasa nyeri dalam intensitas yang sama seperti bila seseorang
mengonsumsi obat AINS (Anti Inflamasi Non-Steroid). Selain itu kedua zat tersebut juga
dipercaya dapat memperlambat kerusakan kartilago pada pederita osteoartritis.


REFERENSI

1.Osteoarthritis. Arthritis Foundation 2007;1(1):Available from URL: http://www.arthritis.org/
disease-center.php?disease_id=32&df=definition

2.Osteoartritis. Medicastore 2007;1(1):Available from URL: http://www.medicastore.com/me
d/detail_pyk.php?iddtl=17&idktg=3&UID=20070618132411202.73.118.239

3.Osteoarthritis. Mayo Clinic 2007;1(1):Available from URL: http://www.mayoclinic.com/healt
h/osteoarthritis/DS00019/DSECTION=1

4.Lester G, McGowan J, Panagis J, Serrate-Sztein S, Tyree B, Kenneth D, et al. Handout
on health: Osteoathritis;1(1): Available fromk URL: http://www.niams.nih.gov/hi/topics/art
hritis/oahandout.htm

5.Alternative Therapies Glucosamine and Chondroitin Sulfate. Arthritis Foundation
6 / 7
Osteoartritis
2007;1(1):Available from URL: http://ww2.arthritis.org/conditions/alttherapies/glucosamine
.asp

7 / 7