Anda di halaman 1dari 5

AVO pada Carbonat, Mungkin saja..

(AVO in Carbonate, I ts Potential)


Yongyi Li*(Scott Pickford, Canada)
17th Floor, 715 5 Ave. SW, Calgary, Canada, T2P 2X6, yli@integrageo.com
J onathan Downton (Scott Pickford, Canada)
Pendahuluan
Penggunanaan AVO dalam eksplorasi Hidrokarbon dan karakterisasi reservoir dalam reservoir
karbonat telah lama menjadi tantangan baik dalam prosessing seismic atau interpretasi dalam dua
dekade terakhir. Penerapan AVO dalam reservoir karbonat dikenal lebih sulit ketimbang
penerapannya dalam reservoir klastik. Usaha telah dilakukan oleh para ahli (e.g., Chacko, 1989),
tapi problemnya hanya diselesaikan dari kasus perkasus dan masih saja menjadi tantangan.
Beberapa factor berkontribusi dalam kesulitan penerapan AVO dalam reservoir karbonat. Satu
alasan utama adalah kurangnya pemahaman tentang sifat hubungan property petrofisik dan
respon AVOnya. Hanya sedikit referensi yang menerangkan tentang property batuan karbonat
(e.g., Rafavich, 1984). Namun begitu, studi ini hanya berlaku pada kondisi tertentu saja, karena
kesulitan penerapan AVO pada karbonat yang mempunyai property batuan lebih kompleks dan
rumit daripada klastik.
Kemajuan baru didalam Teknologi AVO dan pemahaman yang lebih baik tentang property dari
batuan karbonat mungkin memberikan kemungkinan untuk penentuan ulang pada saat ini. Ini
mempelajari lebih intens agar bisa mengatasi masalah dan mengeksplorasi potensial dari
penerapan AVO didalam reservoir karbonat. Ini menyertakan analisis secara detil dari property
batuan karbonat, deskripsi respon AVO dalam berbagai jenis kondisi reservoir karbonat dan
menganalisa amplitudo dari inverse data pre-stack seismic dan prediksi porositas.
Analisa Rock Physics
Properti rock physics dan hal yang berhubungan adalah pondasi awal dari AVO (amplitude
versus offset). Figure 1 menggambarkan hubungan antara klastik dan batuan karbonat dengan
mengkrosssplot dari well. Ini menunjukkan bahwa karbonat membedakan mereka dari klastik
dengan nilai kecepatan tinggi perbandingan Vp/Vs relative tetap. Selanjutnya, karbonat
mempunyai mud-rock line yang berbeda (Vp = aVs + b) dengan kemiringan yang besar
dibandingkan dengan mud-rock line klastik. Untuk menggambarkan property dari batuan
karbonat, data karbonat dari Rafavich (1984) dianalisa ulang seperti dijelaskan pada Figure 2,
dimana gas dan pengaruh porositas dianggap paling menarik didalam evaluasi variable yang
prospek. Gas dan wet lines menempati kecepatan pada porositas nol. Pengamatan langsung
adalah porositas meningkat seiring dengan meningkatnya kecepatan. Mirip dengan batuan
klastik pengaruh gas menghasilkan kecepatan gelombang P rendah seiring dengan meningkatnya
secara perlahan dari gelombang S. Dengan catatan bahwa pengaruh gas menjelaskan dalam
kawasan perbandingan Vp/Vs. Perbedaan kecepatan antara karbonat yang poros atau karbonat
yang tak poros dan variasi kecepatan terhadap pengaruh gas adalah penting didalam analisa
AVO. Variasi kecepatan yang signifikan dari porositas dan pengaruh gas didalam batuan
karbonat dengan porositas atau fluida, diilustrasikan dengan respon AVO yang berbeda.
Biasanya property batuan yang digunakan dalam inverse pre-stack data seperti inverse ,
(sering merucuk kepada inkopressibiltas dan rigiditas) dan / ratio vs. porosity sesuai yang
ditunjukkan Figure 3. Figure 3a. menunjukkan saturasi air yang membentuk batas atas, dan
pengaruh porosity serta gas menghasilkan penurunan yang berarti harga yang
mengindikasikan resolusi dari tinggi baikdari porositas ataupun pengaruh gasnya. Ini
memberikan kemungkinan untuk inverse pre-stack data seismik bisa digunakan untuk
identifikasi efek ini. Biasanya, rigiditas tidak dipengaruhi oleh gas secara relatife (Figure 3b),
dan rasio / adalah indicator yang baik untuk efek gas tetapi tidak baik untuk porositas. ,
dan porositas mempunyai hubungan sebagai berikut:




Dimana C and C adalah inkompressibilitas dan rigiditas pori, sebagai fungsi dari porositas,
pore fluid, tipe pori dan geometri pori. Hubungan antara saturasi air (Sw) dolomite dan
batugamping ditunjukkan pada Figure 3.
Analisa AVO
Untuk mengilustrasikan respon AVO, biasannya model karbonat reservoir mengkalkulasikan
variasi porositas sampai 20% dan ditunjukkan pada Figure 4. Untuk kasus batugamping poros
yang dilapisi batugamping tak poros, pada porositas rendah, amplitudo masih relative konstan
terhadap offset. Namun untuk porositas yang besar, amplitudo menurun (dimspot) terhadap
offset. Jika reservoir dolomite porous terisikan dengan gas, maka anomaly amplitudo akan
meningkat dengan offset. Untuk kasus dolomite yang porous dengan anhydrite, pada porositas
rendah maka respon amplitudo relative konstan. Pada porositas yang tinggi, amplitudo menurun
dengan bertambahnya offset. Untuk kasus shale dengan kecepatan tinggi dan dolomite yang
porous, respon AVO sama untuk semua porositas, dan respon amplitudo membalik pada
porositas kecil. Respon AVO ini menunjukkan bahwa kehadiran porositas serta gas mungkin
bisa diidentifikasi dari AVO.
Inversi Pre-stack yang dikenalkan oleh (Goodway et al, 1997) khususnya inversi
lambda*rho dan Mu*rho terbukti sukses dalam mendelineasi litologi dan mengidentifikasi gas.
Metode ini bisa diaplikasikan dengan baik dalam reservoir karbonat. Persamaan 1 dan 2
memberikan tool inversi pre-stack untuk memprediksi porositas dalam reservoir karbonat.
Kesimpulan:
Aplikasi metode AVO dalam mengkarakterisasi reservoir karbonat adalah potensial tapi
menghadapi beberapa tantangan. Dengan pemahaman hubungan antara sifat batuan karbonat dan
respon AVO yang lebih baik, kami mengharapkan bisa memberikan informasi bahwa dalam
reservoir karbonat dapat diekstrak dari seismic permukaan dengan bantuan AVO.
References
Chacko, S., 1989, Porosity identification using amplitude variations with offset: examples from
South Sumatra, Geophysics, 54, 942-951
.
Goodway, W., Chen, T., and Downton, J., 1997, Improved AVO fluid detection and lithology
discrimination using Lames petrophysical parameter, CSEG Recorder, 22, No.7, 3-5.

Rafavich, F., Kendall, C. H. St. C., and Todd, T. P., 1984, The relationship between acoustic
properties and the petrographic character of carbonate rocks, Geophysics, 49, 1622-
1636.

Biographical note:
Yongyi Li graduated from University of Alberta in 1992 with an M.Sc. and in 1997 with a Ph.D.
both in geophysics. He currently is a processing geophysicist R&D in Scott Pickford, Canada.
His professional interests are primarily in the areas of rock physics and AVO analysis.