Anda di halaman 1dari 4

KARSINOMA KOLON DAN REKTUM

DEFINISI
Keganasan pada kolorektal adalah sebuah neoplasma yang tumbuh di permukaan lumen
dari usus besar ; cecum dan kolon asendens (38%), kolon transversum (18%)
kolon desendens (18%), rektosigmoid dan rectum (35%). Paling sering terjadi adalah
adenokarsinoma.

EPIDEMIOLOGI
Banyak terjadi pada mulai usia 40 tahun dan mencapai puncaknya pada 60 tahun.
Ca Kolon lebih terjadi pada laki laki, sedangkan Ca rectum banyak pada wanita.
Insiden

FAKTOR PREDISPOSISI
Poliposis familial
Defisiensi imunologi
Colitis ulseratif
Granulomatosis
Kebiasaan makan, diet rendah serat tapi tinggi protein hewani dan lemak. Orang
yang kurang mengkonsumsi serat, maka feses yang terbentuk akan lebih kecil
dan mengalami pasase di usus lebih lama, hal ini akan menyebabkan kontak yang
sifatnya karsinogenik bagi mukosa usus.

GEJALA KLINIS
Gejala tergantung lokasi, jenis keganasan, penyebaran dan komplikasi (perforasi,
obstruksi, dan perdarahan). Adenokarsinoma sebagian besar bersifat asimptomatis
sebelum mencapai besar, pertumbuhannya lambat, untuk mencapai 2 kali lebih besar
membutuhkan waktu 620 hari.

1. Kolon asendens
Pasien tampak lesu lemas dan kurus, karena anemia berat.
Mungkin tidak ada darah pada feses tetapi terkadang occult bleeding
(tidak dapat dilihat dengan mata, harus dengan mikroskop) dapat
dijumpai.
Rasa tidak enak pada perut bagian kanan, terutama setelah makan.
Perubahan pola defekasi dan gejala obstruksi jarang terjadi.
Hanya sekitar 10% kasus, massa tumor dapat teraba.

Lumennya relative besar, dinding tipis, dan massa feses disini agak cair, oleh
karena itu sebelum massa tumor besar sekali, tidak akan memberi gejala
yang nyata.

2. Kolon desendens
Terjadi perubahan pola defekasi, yaitu konstipasi dan frekuensi defekasi
yang lebih sering, dapat terjadi bergantian.
Dapat terjadi obstruksi parsial bahkan total.
Jika obstruksi total terjadi, rasa penuh diperut disertai sakit
Ukuran feses mengecil. Feses dapat bercampur darah, dapat juga
terdapat lendir.

Lumen nya relative kecil, dan massa feses disini semisolid, tumor tumbuh
melingkari dinding usus.

3. Rektum/Rektosigmoid
Keluhan utama adalah BAB berdarah dan berlendir
Perubahan pola defekasi, diare selama beberapa hari dan disusul dengan
konstipasi selama beberapa hari.
Ukuran feses kecil kecil
Kembung dan mules
Anoreksia
Berat badan menurun dengan cepat.
Tenesmus(rasa tidak puas sehabis BAB)

Mukosa rectum berbeda dengan di kolon, tidak dilapisi tunika serosa.
Perdarahan berasal dari a. hemoroid superior (cabang dari a. mesenterika
inferior) serta a. hemoroid inferio dan media.

Pemeriksaan fisik pada Karsinoma rekti :
Colok dubur :
Tonus sfingter ani ; keras atau lembek
Mukosa; kasar, kaku, licin, atau tidak
Ampula rekti ; kolaps, kembung, atau terisi feses
Tumor dapat teraba dapat juga tidak, berdarah atau tidak.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan radiologis menggunakan barium enema dianjurkan sebagai
pemeriksaan rutin sebelum melakukan pemeriksaan lain. Pemeriksaan khusus lainnya
adalah :
1. Protosigmoidoskopi
Dilakukan pada psien yang dicurigai menderita ca kolon, jika tumor terletak
di bagian bawah, bisa terlihat langsung.
2. Kolonoskopi
Pemeriksaan dengan alat yang sekaligus dapat digunakan untuk biopsy.

Kolonoskopi
(Hasil kolonoskopi pada Ca Colon asendens yang sudah terajadi perdarahan)

PENATALAKSANAAN
Pengobatan terpilih adalah operasi.
1. Karsinoma Kolon
Reseksi lesi dan kelenjar regional.
Kolon asendens : hemikolektomi kanan
Kolon desendens : hemikolektomi kiri
Kolon transversum : transvektomi
Kolon sigmoid : sigmoidektomi
2. Karsinoma rekti
Jenis operasi tergantung stadium klinis, lokasi tumor, resktabilitas dan keadaan
umum pasien, colok dubur sangat penting untuk menentukan lokasi dan
rekstabilitas.
a. reseksi abdomino perineal/amputasi rekti (milles procedure). Bagian
distal sigmoid, rektosigmoid dan rectum di reseksi, kemudian dibuat end
kolostomi.
b. Low anterior resection/anterior resection. Insisi lewat abdomen, kolon
kiri atau sigmoid dibuat anastomosis dengan rectum.
c. Pull through operation. Teknik ini sulit, bila tidak cermat bisa
menyebabkan inkontinensia alvi.
d. Prosedur paliatif ; dibuat stoma.


PROGNOSIS & STADIUM CA KOLOREKTAL