Anda di halaman 1dari 19

SISTEM KARDIOVASKULAR

I. Tujuan Percobaan
1. Mengenal anatomi sistem peredaran darah dan beberapa karakteristik
darah manusia.
2. Mengenal fungsi sistem peredaran darah, baik darah sendiri maupun ogan
yang terlibat pada sistem ini.
3. Menyadari peran jantung dan darah dalam menjaga homeostatis.

II. Tinjauan Pustaka
Sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi
memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu
dan pH tubuh (bagian dari homeostasis).
Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk
mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah
juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa
metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang
bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon
dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya
oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada
darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein)
yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat
terikatnya molekul-molekul oksigen.
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali
tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen
yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil
metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau
hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka,
dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah, yang merupakan
juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem
kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup
organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan
mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.
1. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon
dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi).
2. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak,
gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing
untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau
disimpan.
3. Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah
mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah
dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa
metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui
pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena
pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran
pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui
saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian
kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena
cava inferior.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam
urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi
(ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel
kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.
Sistem peredaran terdiri atas jantung, pembuluh darah dan saluran
limfe. Jantung merupakan organ pemompa yang besar yang memelihara
peredaran melalui seluruh tubuh. Arteri membawa darah dari jantung
sedangkan vena membawa darah ke jantung. Kapiler menggabungkan arteri
dan vena, terentang diantaranya dan merupakan jalan lalu lintas antara
makanan dan bahan buangan. Disini juga terjadi pertukaran gas dalam cairan
extraseluler atau interstisiil.
Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan
dengan basisnya diatas dan dipuncaknya dibawah. Apexnya (puncak) miring
kesebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram.
Struktur jantung,ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan.
Jantung dewasa beratnya antara 220 sampai 260 gram. Jantung terbagi oleh
sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Sesudah lahir
tidak ada jubungan satu dengan yang lain antara kedua belahan ini. Setiap
belahan kemudian dibagi lagi dalam dua ruang, yang atas disebut atrium dan
yang bawah ventrikel. Maka dikiri terdapat 1 atrium dan 1 ventrikel. Disetiap
sisi ada hubungan antara atrium dan ventrikel melalui lubang atrio-ventrikuler
dan pada setiap lubang tersebut terdapat katup , yang kanan bernama katup
(valvula) trikuspidalis dan yang kiri katup mitral atau katup bikuspidalis.
Katup atrio-ventrikuler mengizinkan darah mengalir hanya ke satu jurusan,
yaitu dari atrium ke ventrikuler dan menghindarkan darah mengalir kembali
dari ventrikel ke atrium.
Di sebelah dalam jantung dilapisi oleh endothelium. Lapisan ini
disebut endokardium. Katup-katupnya hanya merupakan bagian yang lebih
tebal dari menmbran ini. Tebal didinding jantung dilukiskan sebagai terdiri
atas tiga lapis:


1. Pericardium, atau pembungkus luar.
2. Miokardium, atau lapisan otot tengah.
3. Endokardium, atau batas dalam.

Kedudukan jantung, jantung berada didalm torax, antara kedua paru-
paru dan di belakang sternum, dan lebih menghadap ke kiri daripada ke
kanan. Kedudukan nya yang tepat dapat digambarkan pada kulit dada kita.
Siklus jantung, jantung adalah sebuah pompa dan kejadian-kejadian
yang terjadi dalam jantung selama peredaran darah disebut dengan siklus
jantung. Gerakan jantung berasal dari nodus sinus-atrial, kemudian kedua
atrium berkontraksi. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi
atau sistol dan pengendoran atau diastole. Kontraksi dari kedua atrium terjadi
serentak dan disebut sistol atrial, pengendorannya adalah diastole atrial.
Serupa dengan itu kontraksi dan pengendoran ventrikel disebut juga sistol dan
diastole ventrikuler. Lama kontraksi ventrikuler adalah 0,3 detik dan tahap
pengendorannya selama 0,5 detik. Dengan cara ini jantung berdenyut terus
menerus, siang-malam, selama hidupnya. Dan otot jantung mendapat istirahat
sewaktu diastole ventrikuler.
Pembuluh darah yang tersambung dengan jantung. Vena kava
superior dan inferior menuangkan darahnya kedalam atrium kanan. Lubang
dari vena kava inferior dijaga oleh katup semilunar eustakhius. Arteri
pulmonalis membawa darah keluar dari venrikel kanan. Empat vena
pulmonalis membawa darah dari paru-paru ke atrium kiri. Aorta membawa
darah keluar dari ventrikel kiri.
Lubang dari aorta dan dari arteri pulmonaris dijaga oleh katup
semilunar. Katup antara ventrikel kiri dan aorta disebut katup aortik, yang
menghindarkan darah mengalir kembali dari aorta ke ventrikel kiri. Katip
antara ventrikel kanan dan arter pulmonalis disebut katup pulmonaris yang
menghindarkan darah mengalir kembali kedalam ventrikel kanan.
Bunyi jantung, selama gerakan jantung dapat terdengar dua macam
suara yang disebabkan oleh katup-katup yang menutup secara pasif. Bunyi
pertama disebabkan menutupnya katup atrio-ventrikuler, dan kontraksi dari
ventrikel. Bunyi kedua karena menutupnya katup aortic dan pulmoner
sesudah kontraksi dari ventrikel. Yang pertama adalah panjang dan dempak,
dan yang kedua pendek dan tajam. Demikianlah maka pertama terdengar
seperti lub dan yang kedua seperti duk. Dalam keadaan normal jantung
tidak membuat bunyi lain,tetapi bila arus darah cepat atau bila ada kelainan
pada katup atau satu ruangnya, maka dapat terjadi bunyi lain, biasanya
disebut bising. (evelyn 1992).














III. Bahan dan Alat
Gambar-gambar anatomi, Stethoscope, Sphygmomanometer, Kapas.
IV. Cara Kerja
1. Anatomi
a. Pelajari gambar yang tersedia (gambar 2.1)
Lengkapi gambar tersebut dengan nama-nama tersebut:
Katup tricuspidus, Katup bicuspidus, Otot-otot papilar, Cabang arteri
pulmonari kiri dan kanan, Cabang vena pulmonari kiri dan kanan,
Aorta, Katup aorta, Katup pulmonari, Arteri pulmonari.
b. Pembuluh Darah
Tunjukkan nama-nama berikut (gambar 2.2)
1. Arteri dalam tubuh manusia
Aorta, arteri renal, arteri bachiochepalis (innominatus), arteri
mesenterica, Arteri subclavia, arteri illiaca (common), arteri
axilaris, arteri illica internal, arteri brachialis, arteri femoralis,
arteri radialis, arteri femolaris internal, arteri ulnaris, arteri
poplitealis, arteri digitalis, arteri tibialis, arteri carotid, arteri
plantar arch, arteri carotid external, arteri celiac, arteri carotid
internal, arteri mesenterica.
2. Vena-vena utama dalam tubuh :
V cava superior, V branchialis, V renal, V cava inferior, V
radialis, V iliaca (common), V jugularis external, V ulnaris, V
iliaca external, V jugularis internal, V cephalais, V femolaris ,V
innominatis ,V basilicas, V popliatealis, V subclavia,V
antecubitalis, V tibialis, V axilaris, V hepatica , V saphena.
2. Fisiologi
a. Kecepatan jantung
Denyut jantung dapat diraba pada daerah tubuh tertentu diman
aterdapat arteri yang suoerficial misalnya: arteri carotid, arteri
temporalis, arteri maxilaris dan arteri radialis, dengan menempatkan
jemari tangan pada bagian-bagian tersebut. Hitung kecepatan denyut
sauran pada posisi-posisi berbaring, duduk, berdiri, setelah latihan
ringan (lari ditempat lebih kurang 20 langkah), setelah latihan berat
(lari lebih kurang 50 langkah).
Catat kecepatan denyut ini dalam denyut/menit.
Catat pula hasil yang diperoleh oleh seluruh anggota kelas.Bahas hasil
pengamatan saudara.
b. Bunyi jantung
Kedua bunyi jantung yaitu sistolik dan diastolic dapat didengar dengan
menempatkan stethoscope, dimana:
- Ruang antar rusuk (intercostat) kiri kelima untuk bunyi diastolic
- Ruang antar rusuk kiri kedua untuk bunyi diastolic.
Prosedur Percobaan:
Dengarkan bunyi jantung saudara dan berikut pemerian dari
bunyi yang saudara dengar.Kejadian apa yang menyertai terjadinya
bunyi tersebut?
Bandingkan bunyi jantung saudara dengan bunyi jantung dua
anggota kelas yang lain. Dengarkan bunyi jantung seorang anggota
kelas setelah ia berlari sebanyak 25 langkah kemudian bandingkan
dengan bunyi jantung normal.
c. Tekanan darah
Tekanan darah ditentukan dengan cara perabaan denyut nadi atau
dengan cara auskultasi. Kedua cara ini menggunakan ban yang
dililitkan dengan rapi pada lengan atas.Ban diikat sedemikian sehingga
tabung-tabung karet mengarah keban bawah, lalu lengan disandarkan
pada meja.
Prosedur Percobaan
- Cara Auskultasi
Setelah mengikat kan ban pada lengan atas, tempatkan bel
stethoscope pada percabangan arteri branchial menjadi arteri
ulnaric dan arteri radialis.
Naikkan tekanan dalam ban, sehingga aliran dalam artei radialis
dan arteri ulnaris dihambat. Lalu turunkan tekana secara
perlahan-lahan dengan membuka sekrup pentil dan catat tekanan
dimana bunyi terdengar untuk pertama kalinya. Hal ini
merupakan tekanan sistolik.
Turunkan terus tekana dalam ban sampai pada suatu bunyi tidak
terdengar lagi. Tekanan yang terbaca pada saat bunyi hilang ini
adalah tekanan diastolic.
Lakukan pengulangan terhadap 2 anggota dari masing-masing
kelompok,seorang wanita dan seorang pria menurut posisi dan
kegiatan yang tercantum dalam tabel dibawah.
Catat data yang diperoleh dari seluruh kelas, Hitung rata-rata
untuk seluruh kelas dan hitung deviasi bakunya. Dari data yang
terkumpul, amati apakah ada perbedaan antara tekana darah
wanita dengan pria.
Hyperemia
a. Ikatkan seutas benang diatas sendi kedua pada sebuah jari tangan
saudara.Biarkan beberapa menit kemudian amati peristiwa yang terjadi :
perubahan warna, ukuran dan suhu.Jenis hyperemia apa yang terjadi
disini?
b. Rendam sebuah jari tanag saudara dalam air panas (dengan suhu tertinggi
yang dapat saudara tahan).Amati perubahan warna, ukuran dan suhu yang
terjadi.Tipe hyperemia apa yang terjadi disini.
Peristiwa fisiologis apa yang menyebabkannya.
Catat perbedaan gejala yang timbul antara kedua jenis hyperemia.





V. Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Pengamatan
1. Anatomi
a. Jantung

Gambar 2.1 Anatomi jantung
b. Pembuluh darah


Gambar 2.2 Arteri dan Vena Utama Tubuh


2. Fisiologi
a. Kecepatan Jantung
NO POSISI KEGIATAN
DENYUT JANTUNG
WANITA
DENYUT
JANTUNG PRIA
FINA FITRA
1 Duduk 83 70
2 Berbaring 76 68
3 Berbaring kaki 90 tubuh 84 72
4 Berdiri 90 73
5 Kerja Otak 95 80
6 Gerak badan selama 1 menit 92 76

b. Bunyi Jantung
Wanita Pria
detak bunyi detak Bunyi
Ruang Antar Rusuk kiri kelima 93 94
Ruang Antar rusuk kiri kedua 115 108

c. Tekanan Darah
NO POSISI KEGIATAN TEKANAN DARAH
WANITA
TEKANAN DARAH
PRIA
FINA FITRA
1 Duduk 100/80 107/72
2 Berbaring 110/80 115/69
3 Berbaring kaki 90 tubuh 120/70 116/61
4 Berdiri 120/85 136/85
5 Kerja Otak 120/80 119/90
6 Gerak badan selama 1
menit
100/80 118/60

d. Hyperemia
a. Ikatan jari pada seutas tali
Pada Pria :
sebelum sesudah


Warna : Lebih gelap ( Biru keunguan)
Ukuran : Lebih besar ( Bengkak)
Suhu : Dingin
Pada wanita :
sebelum sesudah


Warna : Lebih gelap (kebiruan)
Ukuran : Lebih besar (bengkak)
Suhu : Dingin

b. Rendaman sebuah jari ke dalam air panas
Pada wanita :
sebelum sesudah


Warna : Lebih cerah
Ukuran : Lebih kecil
Suhu : Hangat

Pada Pria
sebelum sesudah


Warna : lebih cerah (merah)
Ukuran: Normal
Suhu : Hangat


B. Pembahasan
Untuk mengenal fisiologi dari jantung, dilakukanlah beberapa
pengamatan yaitu menghitung kecepatan jantung, menghitung dan
mendengarkan bunyi jantung, menghitung tekanan darah dan Hyperemia.
Setiap pengamatan ini dilakukan pada dua relawan yaitu seorang pria dan
seorang wanita. Pengamatan pertama yaitu menghitung kecepatan jantung.
Kecepatan jantung dilihat dengan menghitung denyut nadi setiap menit.
Denyut nadi akan dihitung dengan enam(6) posisi kegiatan, yaitu duduk,
berbaring, berbaring dengan kaki naik 90, berdiri, kerja otak yaitu ketika
berfikir keras dan setelah badan digerakan selama 1 menit. Setelah dilakukan
pengamatan, dapat dilihat bahwa denyut nadi/kecepatan jantung paling tinggi
ialah ketika dalam posisi kegiatan kerja otak atau berfikir keras, sedangkan
yang paling rendah adalah ketika dalam posisi berbaring. Hal lain yang dapat
dilihat dari percobaan kecepatan jantung ini adalah kecepatan jantung wanita
lebih tinggi daripada pria.
Selanjutnya yaitu menghitung tekanan darah dengan cara Auskultasi
menggunakan stethoscope dan spektrometri. Sama dengan pengamatan
pertama, pada pengamatan ini menghitung tekanan darah dengan enam posisi
kegiatan yang berbeda. Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa tekanan
darah lebih rendah pada yaitu posisi duduk sedangkan tekanan darah paling
tinggi ketika kerja otak. Selain itu tekanan darah pria lebih tinggi dibanding
wanita. Hal ini berbanding terbalik dengan denyut nadi.
Percobaan selanjutnya adalah menghitung dan mendengarkan kedua
bunyi jantung yaitu sistol dan diastol dengan menggunakan stethoscope.
Bunyi diastol di dengar melalui ruang antar rusuk kiri kelima, sedangkan
sistol melalui ruang antar rusuk kiri kedua.

VI. Kesimpulan
a. Sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi
memindahkan zat ke dan dari sel.
b. Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah
menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida.
Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-
biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba,
denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup
sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap
mengalir satu arah.
c. Sistem peredaran terdiri atas jantung, pembuluh darah dan saluran
limfe. Jantung merupakan organ pemompa yang besar yang
memelihara peredaran melalui seluruh tubuh.
d. Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang
membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan
fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
e. Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah
terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup.
f. Kecepatan jantung wanita lebih tinggi daripada pria.
g. Tekanan darah pria lebih tinggi dibanding wanita.
h. Tekanan darah lebih rendah pada yaitu posisi duduk sedangkan
tekanan darah paling tinggi ketika kerja otak.
i. Denyut nadi/kecepatan jantung paling tinggi ialah ketika dalam
posisi kegiatan kerja otak atau berfikir keras, sedangkan yang
paling rendah adalah ketika dalam posisi berbaring






VII. Jawaban Pertanyaan-pertanyaan
1. Sebutkan 2 kelainan klep jantung yang dapat menimbulkan bunyi yang
abnormal.
a. Endocarditis adalah infeksi dari lapisan jantung yang mungkin
melibatkan dan menghancurkan klep jantung.
b. Valve stenosis adalah penyimpitan dari klep jantung.Calcification dari
klep mungkin juga berakibat pada stenosis.Ini menyebabkan otot
jantung bekerja lebih keras untuk mendorong darah melalui mulut
yang lebih sempit dan kemungkinan gagal jantung.
2. Sebutkan perbedaan antara struktur arteri dan vena?
Pembuluh darah arteri
a. Tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik
b. .Merupakan pembuluh yang liat dan elastis
c. Tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik
d. Memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar
jantung
e. Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu :
1. Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium
2. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis
3. Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis
f. Letaknya agak tersembunya dari lapisan kulit
g. Denyut terasa
h. Membawa darah bersih yang banyak mengandung kecuali pada arteri
pulmonalis
i. Arah aliran keluar dari jantung
j. Warna darah lebih merah terang dibandingkan vena
Pembuluh Balik (Vena)
a. Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali
b. Dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis.
c. Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi
d. Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi
lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah.
e. Letak dekat dengan permukaan kulit
f. Denyut tidak terasa
g. Membawa darah kotor yang mengandung banyak
h. Arah aliran menuju jantung
i. lebih mudah membeku
3. Bila katup bicuspidus memperlihatkan kebocoran,bagaimana
pengaruhnya terhadap tekanan sistolitik? Apa alasan ?
Pengaruhnya terhadap tekanan sistolitik yaitu mengirim balik melawan
pola aliran darah yang normal dalam jantung.Klep mungkin mempunyai
keduanya stenosis dan regurgitation.
4. Gaya apa yang menyebabkan darah tetap mengalir pada saat ventrikel
dalam keadaan relaks?
Distolitik adalah bilik kiri jantung sedang terisi kembali, tekanannya
menurun (tekanan diastolitik).Kondisi ini merupakan saat tekanan
terendah (dalam keadaan mengembang).
5. Bagaimana tekanan darah dalam keadaan shock anafilaktic dan toksemia
kehamilan? Mengapa demikian?
Anafilaktik adalah suatu kondisi alergi yang sering mengakibatkan
turunnya tekanan arteri dan denyut jantung secara drastis.Terutama
menghasilkan reaksi antigen antibodi yang berlangsung secara tiba-
tiba setelah antigen yang diberikan kepada pasien yang sensitive telah
berada dalam sirkulasi darah. Efek yang timbul adalah basofil dalam
darah dan sel mastpada perikapiler akan mengeluarkan histamin.
Histamin ini akan menyebabkan peningkatan kapasitas vaskuler
karena dilatasi vena, peningkatan permeabilitas kapiler dengan
banyaknya cairan protein yang terlepas ke jaringan. Dampak pada
jaringan adalah pengurangan venous return dan sering menyebabkan
kematian mendadak pada pasien.
Toksemia ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti
oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan
preeclampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan
tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur
kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada
awal masa kehamilan.Penyebab pasti dari kelainan ini masih belum
diketahui, namun beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa
faktor yang dapat menunjang terjadinya preeclampsia dan
eklampsia.Faktor factor tersebut antara lain, giziburuk, kegemukan
dan gangguan aliran darah kerahim.
6. Apa yang menyebab terjadinya perbedaan tekanan darah pada posisi
duduk, berbaring, berdiri, berbaring kaki 90% tubuh, gerak badan selama
1 menit dan otak sedang bekerja?
Sikap atau posisi duduk membuat tekanan darah cendrung
stabil.Hal ini dikarenakan pada saat duduk sistem vasokonstraktor
simpatis terangsang dan sinyal-sinyal saraf pun dijalarkan secara serentak
melalui saraf rangka menuju keotot-otot rangka tubuh, terutama otot-otot
abdomen. Keadaan ini akan meningkatkan tonus dasar otot-otot tersebut
yang menekan seluruh vena cadangan abdomen, membantu
mengeluarkan darah dari cadangan vaskuler abdomen jantung.Hal ini
membuat jumlah darah yang tersedia bagi jantung untuk dipompa
menjadi meningkat.
Selama gerak tubuh terjadi peningkatan tekanan
arteri.Peningkatan ini terjadi karena adanya pencetus simpatis dan
vasokontriksi sebagian besarpembuluh darah.Peningkatan ini berkisar 20
mmHg atau berkisar sebesar 80 mmHg tergantung pada keadaan-
keadaan saat gerak badan tersebut dilakukan.Sebaliknya bila orang
melakukan gerak badan seluruh tubuh seperti berlari atau berenang
kenaikan arteri biasanya hanya 20 mmHg-40 mmHg.Kurang besarnya
kenaikan dalam tekanan arteri disebabkan adanya vasodilatasi yang
terjadi didalam masa otot yang besar.
Pada posisi berdiri, maka sebanyak 300-500 ml volume darah
pada pembuluh capacitance, vena anggota tubuh bagian bawah dan isi
sekuncup mengalami penurunan sampai 40%. Berdiri dalam jangka
waktu yang lama dengan tidak banyak bergerka atau hanya diam akan
menyebabkan kenaikan volume cairan antar jaringan pada tungkai
bawah.Selama individu tersebut bisa bergerak maka kerja pompa otot
menjaga tekanan vena pada kaki dibawa 30 mmHg dan alir balik vena
cukup.Pada posisi berdiri, pengumpulan darah divena lebih
banyak.Dengan demikian selisih volume total dan volume darah yang
ditampung dalam vena kecil, bearti volume darah yang kembali ke
jantung sedikit, isi sekuncup kurang, curah jantung berkurang dan
kemungkinan tekanan darah akan turun.

C. Daftar Pustaka

Setiadi.2007.Anatomi dan Fisiologi Manusia.Graha Ilmu:Yogyakarta