Anda di halaman 1dari 26

TUGAS MAKALAH KEPERAWATAN JIWA

RETARDASI MENTAL
DosenPembimbing :
Ns. Ayu Nana Les!a"i# S.Ke$
Disusun %&e' (e&om$o( ) :
). A'ma Tau*i( +aia,i
-. .u&ia!in
/. Liana Muna,a"o'
0. Ha11u& .a(in
2. 3e"a .uni!a De,i
4. Lu(man Ha(im
5. A'ma Su6ono
7. M.Lu!*i Isnaini
PR%GAM STUD. S) KEPERAWATAN
STIKES HA8SHAWAT. 9AINUL HASAN GENGG%NG
PAJARAKAN : PR%+%LINGG%
-;)/
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur senantiasa di panjatkan kehadirat Allah SWT
Sholawat dan salam semoga selalu di limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Ns. Ayu Nanda
Lestari S.Kep selaku pembimbing mata kuliah Keperawatan !iwa yang telah
membimbing kami untuk membantu dalam proses penyusun makalah ini.
Kami yakin bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya karena itu
kami mengharapkan kritik konstrukti" dan saran khususnya dari ibu Ns. Ayu
Nanda Lestari S.Kep selaku pembimbing mata kuliah Keperawatan !iwa dan
umumnya dari semua pemba#a sehingga makalah ini dapat lebih sempurna.
$enggong %& September '(%)
Kelompok %
+A+ I
PENDAHULUAN
).) La!a" +e&a(ang
*etardasi mental ialah keadaan dengan intelegensi yang kurang
+subnormal, sejak sama perkembangan +sejak lahir-sejak masa anak,.
.iasanya terdapat perkembangan mental yang kurang se#ara keseluruhan
+seperti juga pada demensia, tetapi gejala utama +yang menonjol, ialah
intelegensi yang terbelakang. *etardasi mental disebut juga obligo"renia
+maramis, + /ro#ker A/ %01),.
*etardasi mental adalah penurunan "ungsi intelektual +diukur dengan
tes I2 standar 3 dua standar de4iasi dibawah I2 rata5rata %((, dan gangguan
"ungsi umum.
*etardasi mental merupakan masalah dunia dengan implikasi yang
besar terutama bagi Negara berkembang. 6iperkirakan angka kejadian
retardasi mental berat sekitar ()7 dari seluruh populasi dan hampir )7
mempunyai I2 dibawah 8(.Sebagai sumber daya manusia tentunya mereka
tidak bias diman"aatkan karena (%7 dari anak5anak ini memerlukan
perawatan bimbingan serta pengawasan sepanjang hidupnya +Swaiman K9
%010,.
:re4alensi retardasi mental sekitar % 7 dalam satu populasi. 6i
indonesia %5) persen penduduknya menderita kelainan ini. Insidennya sulit di
ketahui karena retardasi metal kadang5kadang tidak dikenali sampai anak5anak
usia pertengahan dimana retardasinya masih dalam tara" ringan. Insiden
tertinggi pada masa anak sekolah dengan pun#ak umur %( sampai %; tahun.
*etardasi mental mengenai %& kali lebih banyak pada laki5laki dibandingkan
dengan perempuan.
Sehingga retardasi mental masih merupakan dilema sumber ke#emasan
bagi keluarga dan masyarakat. 6emikian pula dengan diagnosis pengobatan
dan pen#egahannya masih merupakan masalah yang tidak ke#il.
).- Rumusan Masa&a'
.agaimana konsep dasar retardasi mental sehingga kita dapat
melakukan asuhan keperawatan jiwa yang sesuai kepada pasien retardasi
mental<
)./ Tu6uan
%.%.%. Tujuan =mum
Setelah mempelajari atau membahas makalah ini kelompok
diharapkan mampu melakukan asuhan keperawatan retardasi mental
pada asuhan keperawatan jiwa.
%.%.'. Tujuan Khusus
%. Mengetahui pengertian *etardasi Mental<
'. Mengetahui etiologi *etardasi Mental<
). Mengetahui klasi"ikasi *etardasi Mental<
;. Mengetahui meni"estasi klinis *etardasi Mental<
&. Mengetahui pato"isiologi *etardasiMental<
>. Mengetahui pemeriksaan diagnosti# *etardasi Mental<
8. Mengetahi penatalaksanaan *etardasi Mental<
1. Mengetahui pen#egahan *etardasi Mental<
0. Mengetahui proses asuhan keperawatan jiwa *etarrdasi Mental<
).0 Man*aa!
:embuatan makalah ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan
in"ormasi kepada masyarakat mengenai penyakit jiwa terutama retardasi
mental. In"ormasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam
membangun perilaku hidup sehat dan pola makan yang benar dengan
mengkonsumsi makanan yang bergi?i dan sehat.
+A+ II
Pemba'asan
-.) Penge"!ian
*etardasi Mental disebut juga oligro"renia +oligo @ kurang atau
sedikit "ren @ jiwa , atau tuna mental +Willt dan Albert '((0,.
*etaldasi mental adalah suatu gangguan heterogen yang terdiri dari
gangguan "ungsi dibawah rata5rata dan gangguan dalam ketrampilan adapti"
yang ditemukan sebelum orang berusia %1 tahun +Mansjoer'((%,
*etardasi mental adalah "ungsi intelektual di bawah rata5rata yang
mun#ul beramaan dengan kurangnya perilaku adati" awitannya sebelum usia
%1 tahun +Wong'((),.
*etaldasi mental mempunyai gambaran khusus yaituA
+Bar#arlois%000,
%. 9ungsi intelektual di bawah rata5rata +I2 8( atau lebih rendah,
'. 6e"isit atau kerusakan "ungsi adati"
). Terjadi sebelum usia %1 tahun
*etardasi mental dapat dide"inisikan sebagai keterbatasan dalam
ke#erdasan yang mengganggu adaptasi normal terhadap lingkungan. Cal ini
bermani"estasi dengan perkembangan yang abnormal dan berkaitan dengan
kesukaan belajar dan adaptasi so#ial +Sa#harin et al%000,
-.- E!io&ogi
Adanya dis"ungsi otak merupakan dasar dari retardasi mental. =ntuk
mengetahui adanya retardasi mental perlu anamnesis yang baik pemeriksaan
"isik dan laboratorium. :enyebab dari retardasi mental sangat kompleks dan
multi"aktorial. Walaupun begitu terdapat beberapa "aktor yang potensial
berperanan dalam terjadinya retardasi mental seperti yang dinyatakan oleh
Ta"t LT +%01), dan Shonko"" !: +%00', dibawah ini.
%. Drganik
9aktor prekonsepsi A kelainan kromosom +trisomi '%-6own syndrome
dan Abnormalitas single gene +penyakit5penyakit metabolik kelainan
neuro#utaneos dll.,
9aktor prenatal A kelainan petumbuhan otak selama kehamilan
+in"eksi ?at teratogen dan toEin dis"ungsi plasenta,
9aktor perinatal A prematuritas perdarahan intrakranial asphyEia
neonatorum Meningitis Kelainan metabolikAhipoglikemia
hiperbilirubinemia dll
9aktor postnatal A in"eksi trauma gangguan metabolik-hipoglikemia
malnutrisi /BA +/erebro4as#ulara##ident, 5 Anoksia misalnya
tenggelam
'. Non organi#
Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis
Sosial #ultural
Interaksi anak kurang
:enelantaran anak
). 9aktor lain A KeturunanF pengaruh lingkungan dan kelainan mental lain +%&5
'(7 F AA: %01;,
-./ K&asi*i(asi
Campir semua penulis sepakat bahwa untuk menetukan derajat de"ek
dari *M dipakai patokan hasil atau nilai I.2 pada seorang anak. Tentu saja
setelah hasil tersebut dapat ditentukan kesesuainnya dengan keadaan5keadaan
yang lain. :atokan ini gunanya untuk menentukan langkah5langkah lebih
lanjut dalam hal penanganan anak5anak tersebut.
%. Keadaan debil I.2A &(58(
'. Keadaan embisil I.2A '&5&(
). Keadaan idiot I.2A kurang dari '&
%. *etardasi mental ringan +mampu didik mampu latih,
Kelompok ini merupakan kelompok terbesar dari *M. Kira5kira
1(7 indi4idu dengan retardasi mental ini dapat memperkembangkan
ketrampilan sosial dan komunikasi dalam masa prasekolah. *M dalam
kelompok ini terdapat perkembangan motorik dan bi#ara tetapi anak tidak
mampu memelihara dirinya sendiri. Anak memerlukan perawatan dan
pengawasan yang lengkap.
'. *etardasi mental sedang +tidak mampu didik mampu latih,
Kelompok ini kira5kira %'7 dari seluruh penderita *M. Mereka
dapat berbi#ara atau belajar berkomunikasi selama masa prasekolah akan
tetapi kesadaran mereka tentang norma sosial sangat buruk. Se#ara parsial
indi4idu dapat mendukung diri sendiri dibawah pengawasan yang lengkap.
Anak mampu untuk mengembangkan proteksi diri dan mampu untuk
menerima ke#akapan dengan pengendalian lingkungan yang berguna
sampai tingkat minimal dalam lingkungan yang terkendali.
). *etardasi mental berat +tidak mampu didik tidak mampu latih,
Kelompok ini kira5kira 8 7. Selama periode prasekolah jelas ada
perkembangan motorik yang buruk dan kemampuan bi#ara yang minimal.
Mereka hanya mampu memperkembangkan sedikit atau tidak sama sekali
pembi#araan komunikati". Anak mampu memelihara diri sendiri dalam
pekerjaan yang tidak terlatih atau setengah terlatih. Anak memerlukan
bimbingan dan pedoman ketika berada dalam stres sosial dan ekonomi
yang ringan.
;. *etardasi mental yang sangat berat
Kelompok ini kira5kira %7 dari seluruh penderita *M.
Menunjukkan kapasitas yang minimal dalam "ungsi sensorimotormereka
membutuhkan suatu lingkungan yang sangat teratur selalu perlu bantuan
dan super4isi. Kemampuan perawatan diri yang sangat terbatas di dalam
suatu lingkungan yang sangat teratur dan harus disertai bantuan dan
super4isi yang terus menerus.
Tabe& De"a6a! Re!"aasi Men!a&
6erajat *M I2 =sia :rasekolah
+(5& tahun,
=sia Sekolah
+(5'% tahun,
=sia 6ewasa
+G'% tahun,
Sangat berat
.erat
Sedang
H'(
'(5')
)&5;0
*etradasi jelas
:erkembangan
motorik yang
miskin
6apat berbi#ara
.eberapa
:erkembangan
motorik dapat
berespon namun
terbatas
6apat bi#ara atau
berkomunikasi
namun latuhan
kejujuran tidak
berman"aat
:erkembangan
motorik dan
bi#ara sangat
terbatas
6apat berperan
sebagian dalam
pemeliharaan diri
sendiri dibawah
pengawasan ketat
6apat bekerja
sendiri tanpa
dilatih namun
*ingan &(5>0
atau belajar
berkomunikasi
ditangani dengan
pengawasan
sedang
6apat
mengembangkan
keterampilan
so#ial dan
komunikasi
retradasi minimal
Latihan dalam
keterampilan so#ial
dan pekerjaan dapat
berman"aat dapat
pergi sendiri
ketempat yang telah
dikenal
6apat belajar
keterampilan
akademik sampai I
kelas > S6
perlu pengawasan
terutama jika
berada dalam
stress
.iasanya dapat
men#apai
keterampilan
so#ial dan
kejujuran namun
perlu bantuan
terutama bila
stress
).0 Mani*es!asi K&inis
Mani"estasi klinis se#ara umum yaituA
%. $angguan kogniti"
'. Lambatnya ketrampilan ekspresi dan resepsi bahasa
). $agal melewati tahap perkembangan yang utama
;. Lingkar kepala diatas atau dibawah normal
&. Kemungkinan lambatnya pertumbuhan
>. Kemungkinan tonus otot abnormal
8. Kemungkinan #iri5#iri dismor"ik
1. Terlambatnya perkembangan motoris halus dan kasar
Mani"estasi klinis berdasarkan berat ringannya dari *etardasi Mental yaituA
%. *etardasi mental ringan
Kelompok ini merupakan bagian terbesar dari retardasi mental.
Kebanyakan dari mereka ini termasuk dari tipe so#ial5budaya dan
diagnosis dibuat setelah anak beberapa kali tidak naik kelas. $olongan ini
termasuk mampu didik artinya selain dapat diajar ba#a tulis bahkan bias
bisa sampai kelas ;5> S6 juga bisa dilatih keterampilan tertentu sebagai
bekal hidupnya kelak dan mampu mandiri seperti orang dewasa yang
normal. Tetapi pada umumnya mereka ini kurang mampu menghadapi
stress sehingga tetap membutuhkan bimbingan dari keluarganya.
'. *etardasi mental sedang
Kelompok ini kira5kira %'7 dari seluruh penderita retardasi
mental mereka ini mampu latih tetapi tidak mampu didik. Tara"
kemampuan intelektualnya hanya dapat sampai kelas dua S6 saja tetapi
dapat dilatih menguasai suatu keterampilan tertentu misalnya
pertukangan pertanian dll. Apabila bekerja nanti mereka ini perlu
pengawasan. Mereka juga perlu dilatih bagaimana mengurus diri sendiri.
Kelompok ini juga kurang kurang mampu menghadapi stress dan kurang
mandiri sehingga perlu bimbingan dan pengawasan.
). *etardasi mental berat
Sekitar 87 dari seluruh penderita retardasi mental masuk
kelompok ini. 6iagnosis mudah ditegakkan se#ara dini karena selain
adanya gejala "isik yang menyertai juga berdasarkan keluhan dari orang
tua dimana anak sejak awal sudah terdapat keterlambatan perkembangan
motorik dan bahasa. Kelompok ini termasuk tipe klinik. Mereka dapat
dilatih hygiene dasar saja dan kemampuan berbi#ara yang sederhana tidak
dapat dilatih keterampilan kerja dan memerlukan pengawasan dan
bimbingan sepanjang hidupnya.
;. *etardasi mental sangat berat
Kelompok ini sekitar %7 dan termasuk dalam tipe klinik.
6iagnosis dini mudah dibuat karena gejala baik mental dan "isik sangat
jelas. Kemampuan berbahasanya sangat minimal. Mereka ini seluruh
hidupnya tergantung orang disekitarnya.
-.2 Pa!o*isio&ogi
TERLAMPIR
-.4 Peme"i(saan Diagnos!i(
%. =ji Laboratorium
=ji intelegensi standar dan uji perkembangan
:engukuran "ungsi adapti"
'. JJ$ +Jlektro Jsen"logram,
$ejala kejang yang di#urigai
Kesulitan mengerti bahasa yang berat
). /T ata M*I
:embesaran kepala
6i#urigai kelainan otak yang luas
Kejang lo#al
6i#urigai adanya tumor intra #ranial
-.5 Pena!a&a(sanaan
:enatalaksanaan anak dengan retardasi mental adalah multidimensi dan
sangat indi4idual. Tetapi perlu diingat bahwa tidak setiap anak penanganan
multidisiplin merupakan jalan yang terbaik. Sebaiknya dibuat ran#angan suatu
strategi pendekatan bagi setiap anak se#ara indi4idual untuk mengembangkan
potensi anak tersebut seoptimmal mungkin. =ntuk itu perlu melibatkan psikolog
untuk menilai perkembangan mental anak terutama kemampuan kogniti"nya
dokter anak untuk memeriksa "isik anak menganalisis penyebab dan mengobati
penyakit atau kelainan yang mungkin ada. !uga kehadiran pekerja sosial kadang5
kadang diperlukan untuk menilai situasi keluarganya.
Atas dasar itu maka dibuatlah strategi terapi. Sering kali melibatkan lebih
banyak ahli lagi misalnya ahli sara" bila anak juga menderita epilepsi palsi
serebral dll. :sikiater bila anaknya menunjukkan kelainan tingkah laku atau bila
orang tuanya membutuhkan dukungan terapi keluarga. Ahli rehabilitasi medis
bila diperlukan untuk merangsang perkembangan motorik dan sensoriknya.
Terapi terbaik adalah pen#egahan primer sekunder dan tersier.
%. Pencegahan primer adalah tindakan yang dilakukan untuk
menghilangkan atau menurunkan kondisi yang menyebabkan gangguan.
Tindakan tersebut termasuk pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan
dan kesadaran masyarakat umum usaha terus menerus dari pro"esional
bidang kesehatan untuk menjaga dan memperbaharui kebijakan kesehatan
masyarakat aturan untuk memberikan pelayanan kesehatan maternal dan
anak yang optimal dan eredekasi gangguan yang diketahui disertai
kerusakan system sara" pusat. Konseling keluarga dan geneti# dapat
membantu.
'. Tujuan pencegahan sekunder adalah untuk mempersingkat perjalanan
penyakit.
). Sedangkan pencegahan tersier bertujuan untuk menekan ke#a#atan yang
terjadi. 6alam pelaksanaanya kedua jenis pen#egahan ini dilakuakn
bersamaan yang meliputi pendidikan untuk anak A terapi perilaku kogniti"
dan psikodinamika F pendidikan keluargaF dan inter4ensi "armakologi.
:endidikan untuk anak harus merupakan program yang lengkap dan
men#akup latihan keterampilan adapti" sosialn dan kejuruan. Satu hal
yang penting dalam mendidik keluarga tentang #ara meningkatkan
kopetensi dan harga diri sambil mempertahankan harapan yang realisti#.
6alam pelaksanaannya kedua jenis ini dilakukan bersamaan
meliputiA
%. :endidikan untuk anak man#akup latihan ketrampilan adapti" sosial
dan kejuruan.
'. Terapi pra luka agresi" dan melukai diri
). Kogniti" dan psikodinamika
;. :endidikan keluarga
&. Inter4ensi "armakologisA
Dbat5obatan psikotropika +Tioridasin-Mellaril, untuk remaja
dengan perilaku yang membahayakan diri sendiri.
:sikostimulan untuk remaja yang menunjukkan tanda5tanda
gangguan konsentrasi-gangguan hiperakti".
Antidepresan +Imipramin-Tro"anil,
Karbama?epin +Tegretol, dan :ropanolol +Inderal,
Alisa tes kromosom
Te"a$i $aa ana( engan RM me&i$u!i 0 as$e(:
). Te"a$i !e"'aa$ as$e( *isi(
Sasaran terapi ditujukan terhadap kelainan atau gangguan "isik.
Terapi ini meliputiA
Terapi simptomatik
Semua kelainan5kelainan "isik yang dapat diatasi atau ditolong
dengan terapi ini misalnyaA "enilketouria galaktosemia kejang5kejang
dengan obat yang sesuai.
Koreksi terhadap #a#at
Sering dilakukan koreksi terhadap alat gerak de"ek pan#a indra dan
yang koreksi lain yang berhubungan dengan kosmetik untuk
memperbaiki "ungsi dan penampilan diri.
-. Te"a$i !e"'aa$ as$e( $si(o&ogi(<$si(ia!"i(
Sasaran terapi ditujukan terhadap kelainan atau gangguan yang
berhubungan dengan emosi dan gangguan tingkah laku serta terhadap
kondisi psikologis keluarga. Terapi ini meliputiA
Terhadap emosi dan tingkah laku penderita
Terutama pada penderita yang hiperakti" dapat diberikan obat5
obatan golongan ansiolotik misalnyaA dia?epam khlordia?epokside
atau yang lain. .ila hal ini belum menolong dapat dipertimbangan
pemberian anti psikotik atau neuroleptika dalam dosis awal yang ke#il
dulu se#ara bertahap bila belum baik dapat dinaikkan.
Terhadap kondisi psikologis keluarga
.antuan yang teratur dalam periode ) bulan sekali dapat
mempertahankan kondisi psikologis keluarga.
/. Te"a$i !e"'aa$ as$e( $enii(an
Kelompok yang mampu didik dan mampu latih
6ilakukan pendidikan se#ara perlahan5lahan dan se#ara bertahap
dengan memperbanyak latihan5latihan dibandingkan dengan sekolah
atau pendidikan normal lainnya
Kelompok yang tidak mampu didik dan mampu latih
6ilakukan latihan5latihan terutama latihan untuk dapat melakukan
akti4itas sehari5hari tanpa bantuan orang lain. MisalnyaA kesehatan
perseorangan kebersihan pekerjaan5pekerjaan kasar yang tidak
memerlukan pemikiran daan bersi"at rutin.
Kelompok yang tidak mampu didik dan tidak mampu latih
6ilakukan perawatan se#ara terus menerus dan pen#egahan dari
bahaya.
0. Te"a$i !e"'aa$ as$e( so=ia&
Tujuan dari terapi ini adalah mengoptimalkan kemampuan
penderita dalam bermasyarakat. Cal ini untuk menghilangkan stigma
masyarakat bahwa anak atau orang dengan *M tidak ada gunanya sama
sekali. 6engan pemberian tugas5tugas dalam masyarakat yang dapat
dilakukan sesuai dengan kemampuan penderita akan menimbulkan
perasaan pada penderita bahwa dirinya masih diperlukan oleh orang lain
sehingga hal ini mempertinggi rasa per#aya dirinya.
Kadang5kadang anak dengan *M memerlukan perawatan baik di
*S atau di penti5panti pendidikan penampungan anak. Anak5anak dengan
*M yang mempunyai indikasi perawatan antara lainA
mempunyai ke#a#atan yang ganda +multiple handi#ap,
mempunyai gangguan "isik yang berat
penderita *M usia tua
penderita dengan gangguan emosi yang berat
anak5anak yang memerlukan pendidikan khusus yang jauh dari
jangkauan rumah
-.7 Pen=ega'an
:en#egahan primer dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan pada
masyarakat perbaikan keadaan sosio5ekonomi konseling geneti# dan tindakan
kedokteran +umpamanya perawatan prenatal yang baik pertolongan persalinan
yang baik kehamilan pada wanita adolesen dan diatas ;( tahun dikurangi dan
pen#egahan keradangan otak pada anak5anak,. Tiap usaha mempunyai #ara
sendiri untuk berbagai aspeknya.
:en#egahan sekunder meliputi diagnosa dan pengobatan dini keradang
otak pendarahan subdural kraniasenosis +sutura tengkorak menutup terlalu #epat
dapat dibuka dengan kraniotomi A pada mikrose"ali yang #ongenital operasi tidak
menolong.
:en#egahan tersier merupakan pendidikan penderita atau latihan khusus
sebaiknya di sekolah luar. 6apat diberi neroleptika kepada yang gelisah
hiperakti" atau destrukti". Am"etamine dan kadang5kadang juga anihistamin
berguna juga pada hiperkinesa. .arbiturat kadang5kadang dapat menimbulkan
e"ek paradatal dengan menambah kegelisahan dan ketegangan. 6apat di#oba juga
obat5obat yang memperbaiki mikrosirkulasi di otak +membuat masuknya ?at asam
dan makanan dari darah ke sel5sel otak lebih mudah, atau yang langsung
memperbaiki metabolisme sel5sel otak akan tetapi hasilnya kalau ada tidak segera
dapat dilihat.
Konseling pada orang tua dilakukan se#ara "leEible dan pragmatis dengan
tujuan antara lain membantu mereka dalam mengatasi "rustasi oleh karena
mempunyai anak dengan retardasi mental. Mereka sering perlu ditenangkan dan
sekaligus dianjurkan dengan mengatakan bahwa bukanlah salah mereka bahwa
anak ini menderita retardasi mental tetapi adalah salah bila mereka tidak mau
berusaha untuk mengatasi keadaan anak itu. Karena orang tua sering menghendaki
anak itu diberi obat dapat diberi penerangan bahwa sampai sekarang belum ada
obat yang dapat membantu pertikaran ?at +metabolisme, sel5sel otak akan tetapi
biaroun anak itu menelan obat sema#am itu banyak dan lama sekali +tidak
mengganggu badan, ia tidak akan maju kalau ia tidak belajar melalui latihan dan
pendidikan.
-.> Kom$&i(asi
Komplikasi
Menurut .et? /e#ily * +'((', komplikasi retardasi mental adalah A
%. Serebral palsi
'. $angguan kejang
). $angguan kejiwaan
;. $angguan konsentrasi - hiperakti"
&. 6e"i#it komunikasi
>. Konstipasi +karena penurunan motilitas usus akibat obat5obatan
kurang mengkonsumsi makanan berserat dan #airan,.
+A+ III
Asu'an Ke$e"a,a!an
/.) Peng(a6ian
%. :engkajian A
a. Tanda dan gejala A
Mengenali sindrom seperti adanya 6W atau mikrosepali
Adanya kegagalan perkembangan yang merupakan indikator *M
seperti anak *M berat biasanya mengalami kegagalan perkembangan
pada tahun pertama kehidupannya terutama psikomotorF *M sedang
memperlihatkan penundaan pada kema?ttpuan bahasa dan b"#ara
dengan kemampuan motorlk normal5iambat biasanya terjadi pada
usia '5) tahunF *M ringan biasanya terjadi pada usia sekolah dengan
memperlihatkan kegagalan anak untuk men#apai kinerja yang
diharapkan.
b. Tingkatan-klasi"ikasi *M +A:A dan KaplanF Sado#k dan $rebb %00;,
%. *ingan + I2 &'5>0F umur mental 15%' tahun,
Karakteristik A
%. =sia presekolah tidak tampak sebagai anak *M ttp
terlambat dalam kemampuan berjalan bi#ara makan sendiri dll
'. =sia sekolah dpt melakukan ketrampilan memba#a dan
aritmatik diarahkan pada kemampuan akti4itas sosial.
). =sia dewasa melakukan ketrampilan sosial dan 4okasional
diperbolehkan menikah tidak dianjurkan memiliki anak.
Ketrampilan psikomotor tidak berpengaruh ke#uali koordinasi.
'. Sedang + I2 )&5 ;( hingga &( 5 &&F umur mental ) 5 8 tahun,
Karakteristik A
%. =sia presekolah kelambatan terlihat pada perkembangan motorik
terutama bi#ara respon saat belajar dan perawatan diri.
'. =sia sekolah dapat mempelajari komunikasi sederhana dasar
kesehatan perilaku aman serta ketrampilan mulai sederhana
Tidak ada kemampuan memba#a dan berhitung.
). =sia dewasa melakukan akti4itas latihan tertentu berpartisipasi
dalam rekreasi dapat melakukan perjalanan sendiri ke tempat yg
dikenal tidak bisa membiayai sendiri.
). .erat + I2 '(5'& s.d. )&5;(F umur mental H ) tahun,
Karakteristik A
%. =sia prasekolah kelambatan nyata pada perkembangan motorik
kemampuan komunikasi sedikit bahkan tidak ada bisa berespon
dalam perawatan diri tingkat dasar sepeti makan.
'. =sia sekolah gangguan spesi"ik dlm kemampuan berjalan
memahami sejumlah komunikasi-berespon membantu bila dilatih
sistematis.
). =sia dewasa melakukan kegiatan rutin dan akti4itas berulang
perlu arahan berkelanjutan dan protekti" lingkungan kemampuan
bi#ara minimal meggunakan gerak tubuh.
;. Sangat .erat + I2 dibawah '(5'&F umur mental seperti bayi,
Karakteristik A
%. =sia prasekolah retardasi men#olok "ungsi. Sensorimotor minimal
butuh perawatan total.
'. =sia sekolah kelambatan nyata di semua area perkembangan
memperlihatkan respon emosional dasar ketrampilan latihan kaki
tangan dan rahang. .utuh pengawas pribadi. =sia mental bayi
muda.
). =sia dewasa mungkin bisa berjalan butuh perawatan total
biasanya diikuti dengan kelainan "isik.
c. :emeriksaan "isik A
%. Kepala A Mikro-makrosepali plagiosepali +bentuk kepala tidak
simetris,
'. *ambut A :usar ganda rambut jarang- tidak ada halus mudah putus
dan #epat berubah
). Mata A mikro"talmia juling nistagmus dll
;. Cidung A jembatan-punggung hidung mendatar ukuran ke#il
#uping melengkung keatas dll
&. Mulut A bentuk KBL yang terbalik dari bibir atas langit5langit lebar-
melengkung tinggi
>. $eligi A odontogenesis yang tidak normal
8. Telinga A keduanya letak rendahF dll
1. Muka A panjang "iltrum yang bertambah hipoplasia
0. Leher A pendekF tidak mempunyai kemampuan gerak sempurna
%(. Tangan A jari pendek dan tegap atau panjang ke#il merun#ing ibu
jari gemuk dan lebar klinodaktil dll
%%. 6ada M Abdomen A terdapat beberapa putting bun#it dll
%'. $enitalia A mikropenis testis tidak turun dll
%). Kaki A jari kaki saling tumpang tindih panjang M tegap- panjang
ke#il merun#ing diujungnya lebar besar gemuk.
-. Diagnosis Ke$e"a,a!an
%. $angguan pertumbuhan dan perkembangan b-d kelainan "ungsi
Kogniti"
'. Kerusakan komunikasi 4erbal b-d lambatnya keterampilan ekspresi dan
resepsi bahasa.
). *isiko #edera b-d perilaku agresi"- koordinasi gerak tidak terkontrol
;. $angguan interaksi sosial b-d kesulitan bi#ara -kesulitan adaptasi so#ial
&. $angguan proses keluarga b-d memiliki anak *M
>. 6e"isit perawatan diriA makan mandi berpakaian- berhias toileting b-d
ketidakmampuan "isik dan mental- kurangnya kematangan
perkembangan.
/. Ren=ana In!e"?ensi
%. 6E A $angguan pertumbuhan dan perkembangan b-d kelainan "ungsi
Kogniti"
Tujuan A pertumbuhan dan perkembangan berjalan sesuai tahapan
Inter4ensi A
a. Kaji "aktor penyebab gangguan perkembangan anak
*- =ntuk mengetahui "a#tor penyebab retradasi mental dan untuk
inter4ensi selanjutnya.
b. Identi"ikasi dan gunakan sumber pendidikan untuk mem"asilitasi
perkembangan anak yang optimal.
*- Mengoptimalkan keterampilan dan keahlian dari pasien retardasi
mental
#. .erikan akti4itas stimulasi yang sesuai dengan usia
*- Melatih dan menstimulus otak agar dapat mengembang kreati"itas
d. :antau pola pertumbuhan +tinggi badan berat badan lingkar kepala dan
rujuk ke ahli gi?i untuk mendapatkan inter4ensi nutrisi,
*- $i?i yang men#ukupi dan baik dapat membantu proses penyembuhan
'. 6E A kerusakan komunikasi 4erbal b-d lambatnya keterampilan ekspresi dan
resepsi bahasa.
Tujuan A komunikasi terpenuhi sesuai tahap perkembangan anak.
Inter4ensi A
a. Tingkatkan komunikasi 4erbal dan stimulasi taktil
*- =ntuk melatih komunikasi yang benar dan resepsi dari bahasa
b. .erikan intruksi berulang dan sederhana
*- =ntuk melatih pola ingat dan kreati"itas
#. .eri waktu yang #ukup untuk berkomunikasi.
*- =ntuk melatih mengekspresikan ungkapan dari perasaan si pasien
d. 6orong komunikasi terus menerus dengan dunia luar #ontoh Koran
tele4ises radio kalender jam.
*- =ntuk melatih komunikasi dengan orang lain
). 6E A *isiko #edera b-d perilaku agresi"- koordinasi gerak tidak terkontrol
Tujuan A menunjukkan perubahan perilaku pola hidup untuk menurunkan
"aktor risiko dan untuk melindungi diri dari #edera.
Inter4ensi A
a. .erikan posisi yang aman dan nyaman.
*- Mengurangi terjadinya resiko #idera seperti jatuh saat bermain
b. Manajemen perilaku anak yang sulit
*- Membantu perilaku anak yang sulit dalam melakukan akti"itas
#. .atasi akti"itas yang berlebihan.
*- Men#egah terjadinya stress "isik sehingga dapat menggangu kesehatan
"isik
d. Ambulasi dengan bantuan F berikan kamar mandi khusus.
*- Men#egah atau meminimalisirkan terjadinya #idera pada anak seperti
jatuh
;. 6E A $angguan proses keluarga b-d memiliki anak *M
Tujuan A keluarga menunjukkan pemahaman tentang penyakit anak dan
terapinya
Inter4ensi A
a. Kaji pemahaman keluarga tentang penyakit anak dan ren#ana perawatan
*- Membantu orang tua dalam proses penyembuhan penyakit
b. Tekankan dan jelaskan penjelasan tim kesehatan lain tentang kondisi anak
prosedur dan terapi yang dianjurkan
*- Membantu proses penyembuhan dalam memberikan terapi oleh tenaga
kesehatan
#. $unakan setiap kesempatan untuk meningkatkan pemahaman keluarga
tentang penyakit dan terapinya
*- Memberikan healt edu#ation pada orang tua tentang proses penyakit
dan terapi retardasi mental pada anak
d. =langi in"ormasi sesering mungkin
*- Membantu keluarga dalam pengetahuan tentang proses penyakit dan
terapi yang di berikan
&. 6E A 6e"isit perawatan diri b-d ketidakmampuan "isik dan mental-
kurangnya kematangan perkembangan.
Tujuan A melakukan perawatan diri sesuai tingkat usia dan perkembangan anak.
Inter4ensi A
a. Identi"ikasi kebutuhan akan kebersihan diri dan berikan bantuan sesuai
kebutuhan.
*- .adan yang bersih memberikan keadaan yang nyaman pada anak
retradsai mental
b. Identi"ikasi kesulitan dalam perawatan diri seperti keterbatasan gerak
"isik penurunan kogniti".
*- Membantu melakukan perawatan diri sehingga anak mampu melakukan
akti"itasnya sendiri
#. 6orong anak melakukan perawatan sendiri
*- Mengajarkan anak untuk melakukan hidup bersih
+A+ I3
PENUTUP
%.& Kesimpulan
*etardasi mental adalah bentuk gangguan atau keka#auan "ungsi
mental atau kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan
mereaksinya mekanisme adaptasi dari "ungsi5"ungsi kejiwaan terhadap
stimulus eksteren dan ketegangan5ketegangan sehingga mun#ul gangguan
"ungsi atau gangguan struktur dari suatu bagian satu organ atau sistem
kejiwaan mental.
*etardasi mental bisa saja terjadi pada setiap indi4idu - manusia
karena adanya "aktor5"aktor dari dalam maupun dari luar gejala yang
ditimbulkan pada penderita retardasi mental umumnya rasa #emas takut
halusinasi serta delusi yang besar.
%.> Saran
%. 6isarankan kepada para ibu agar memperhatikan kesehatan dirinya
seperti memperhatikan gi?i hati5hati mengkonsumsi obat5obatan dan
mengurangi kebiasaan buruk sepertiA minum5minuman keras dan
merokok.
'. :emerintah dalam hal ini 6epartemen Kesehatan perlu melakukan
langkah prepenti" guna menanggulangi gangguan mental yang dapat
membahayakan kesehatan anak dan remaja #aranya yaitu dengan
menggalakkan penyuluhan tentang retardasi mental kepada masyarakat.
DA8TAR PUSTAKA
%. :rasadio T. $angguan psikiatrik pada anak5anak dengan *etardasi Mental.
6isertasi gelar doktor dalam Ilmu Kedokteran =NAI* Surabaya. %08'.
'. Simmons !$ et al. Treatment and #are o" mentally retarded A :sy#hiatri#
Annals reprint.New Nork A Insight /ommuni#ations In#%08; 9eb
). .et? and Sowden '((' Buku Saku Keperawatan Pediatri :enerbit J$/
!akarta
;. $ordon et.al '((% Nursing Diagnoses : Definition & Classification '((%5
'((' :hiladelpia =SA
&. Nelson %00; Ilmu Kesehatan Anak !ilid I J$/ !akarta
>. Lusmilasari L '((' Asuhan Keperawatan Klien dengan etardasi
!ental +materi kuliah tidak di publikasikan, :SIK 9K =$M !ogjakarta.
8. Nanda '((% Nursing diagnosesA de"inition and #lassi"i#ation '((%5'(('
:hiladelhia.
1. Sa#harin *.M%00) :risisp keperawatan pediatri# Jdisi ' !akarataA J$/.
0. IngramI.M Timbury$./.Mowbray *.M. %00) #atatan kuliah psikiatri
Jdisi > J$/ !akarta
%(. Wong 6onna L.'(() :edoman klinis Keperawatan :ediatrik Jdisi ;
J$/ !akarta.
%%. Nossi *amadhani '(%'. *etardasi MentalA http--perawatan. dan terapi
anak retardasi mental.pd".'8>.&10.;&-retardasi.mental.lokal