Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum Wr. Wb.


Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT , karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya-Lah
sehingga makalah akuntansi syariah mengenai akad sharf ini dapat terselesaikan.
Kami menyadari bahwa laporan makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun .
Akhir kata, semoga apa yang telah kami dapat selama proses pembelajaran dapat bermanfaat untuk
masa depan, baik itu untuk kami, orang lain, maupun untuk bangsa dan Negara.
Wassalamu alaikum Wr.Wb

Penyusun
















BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Sharf

Istilah al-sharf yang berarti jual beli valuta asing dapat ditemukan dalam beberapa
kamus. Muhammad al-Adnani mendefinisikan al-sharf dengan tukar menukar uang.
Dalam kamus al-Munjid fi al- lughah disebutkan bahwa al-sharf berarti menjual uang
dengan uang lainnya. Yang dalam istilah Inggris adalah money changer. Taqiyuddin an-
Nabhani mndefinisikan al-sharf dengan pemerolehan harta dengan harta lain, dalam
bentuk emas dan perak, yang sejenis dengan saling menyamakan antara emas yang satu
dengan emas yang lain, atau antara perak yang satu dengan perak yang lain (atau berbeda
sejenisnya) semisal emas dengan perak, dengan menyamakan atau melebihkan antara
jenia yang satu dengan jenis yang lain.
Dijelaskan pula sharf adalah transaksi jual beli atas pertukaran amata uang baik
dengan mata uang yang sama (rupiah dengan rupiah) maupun yang tidak sejenis (rupiaj
dengan dolar).

Skema Sharf


1. Pembeli dan penjual menyepakati aqad sharf
2. Pembeli menyerahkan valuta kepada penjual
3. Penjual menyerahkan valuta lain kepembeli

B. Sumber Hukum

Dari Abu Said Khudri r.a. Rasulullah SAW bersabda: transaksi pertukaran emas
dengan emas harus sama takaran, timbangan, dan tangan ketangan(tunai), kelebihanya
adalah riba, perak dengan perak harus sama takaran, timbangan, dan tangan ketangan
timbangan, dan tangan ketangan (tunai), kelebihanya adalah riba,kurma dengan kurma
harus sama takaran, timbangan, dan tangan ketangan (tunai), kelebihanya adalah riba,
garam dengan garam harus sama takaran, timbangan, dan tangan ketangan (tunai),
kelebihanya adalah riba. (HR. Muslim).

Juallah emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, syair
dengan syair, kurma dengan kurma, dan garam denga garam (dengan syarat harus)
sama sejenis serta tunai jiak jenisnya beda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara
tunai(HR.Muslim).
4 Jenis Transaksi Pertukaran Valuta Asing:
1. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing
(valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau
penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya
adalah boleh, karena dianggap tuai sedagka waktu dua hari diagga
sebagai rses eelesaia ag tidak bisa dihidari

) dan
merupakan transaksi internasional.

2. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang
nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu
yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun.
Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga
yang diperjanjikan (muwaadah) dan penyerahannya dilakukan di
kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum
tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk
forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

3. Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas
dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara
penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram,
karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

4. Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka
membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah
unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu.
Hukumnya haram, karena mengandung unsurmaisir (spekulasi).

Dengan demikian, secara syariah transaksi pertukaraan valuta asing
dibolehkan sepanjang dilakukan secara tunai dan tidak digunakan untuk tujuan
spekulasi. Bila penjualannya tunai tapi kalau tujuannya untuk spekulasi tetap tidak
dibolehkan karena seperti yang sudah dijelaskan di atas uang bukanlah
komooditas.

C. Rukun dan Ketentuan Syariah

Rukun transaksi sharf terdiri atas :
1. Pelaku, penjual dan pembeli
2. Objek akad
3. Ijab Kabul/serah terima

Ketentuan syariah, yaitu :
1. Pelaku harus cakap hokum dan balig
2. Objek akad
1. Nilai tukar atau kurs mata uang diketahui oleh kedua pihak
2. Apabila mata uang yang diperjual belikan itu sama jenis, maka jual beli
mata uang itu harus dilakukan dalam kuantitas yang sama, sekalipun
model dari mata uang berbeda
3. Dalam aqad sharf tidak boleh ada hak khiar syarat bagi pembeli
4. Dalam aqad sharf tidak boleh terdapat tenggang waktu antara penyerahan
mata uang yang dipertukarkan

D. Perlakuan Akuntansi Aqad Sharf

Saat membeli valuta asing
Jurnal:
Dr. kas ($) xxx
Kr. Kas (rp) xxx

Saat dijual
Jurnal :
Dr. kas (rp) xxx
Dr. kerugian xxx
Kr. Keuntungan xxx
Kr. Kas xxx

* jika harga beli valas lebih besar dari pada harga jual
** jika harga beli valas lebih kecil dari pada harga jual


Jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut:
Jika nilai kurs tengah BI lebih kecil dan nilai kurs tangal transaksi, jurnal pencatatanya:
Dr. kerugian xxx
Kr piutang (valas) xxx
Dr. utang (valas) xxx
Kr keuntungan xxx

Jika nilai kurs tengah BI lebih besar dari nilai kurs tanggal transaksi, jurnal
pencatatanya:
Dr. Piutang (valas) xxx
Kr. Keuntungan xxx
Dr. kerugian xxx
Kr. Utang (valas) xxx
























BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Sharf adalah transaksi jual beli atau pertukaran mata uang baik dengan mata uang yang
sama (rupiah dengan rupiah) maupun yang tidak sejenis (rupiah dengan dolar).
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya
harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs)
yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai

4 Jenis Transaksi Valuta Asing:
1. Transaksi Spot
2. Transaksi Forward
3. Transaksi Swap
4. Transaksi Option

Akad sharf atau dikeal ula dega sebuta jual beli valas valuta asig) sagat
diperlukan untuk membantu kita memenuhi keperluan manusia




- .

DAFTAR PUSTAKA

Hasan Ali 1997, Masail Fiqhiah, Jakarta: PT. Grafindo Persada. Ed.1. Cet.2.

Nurhayati, Sri, Wasilah, 2009, Akuntansi Syariah diIndonesia, Jakarta: Salemba Empat.

http://syiarislam.wordpress.com/2008/02/04/fatwa-mui-tentang-jual-beli-valas-valuta-asing-
forex/diakses tanggal 5/10/2011

http://satirisyariah.blogspot.com/2011/01/jual-beli-valuta-asing-al-sharf.html diakses tanggal
4/10/2011.