Anda di halaman 1dari 80

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia sedang memasuki periode transisi epidemiologi, dimana
penyakit-penyakit infeksi yang sejak dahulu banyak terjadi di masyarakat
masih memiliki angka kejadian yang tinggi. Di sisi lain seiring dengan
perubahan gaya hidup terutama di perkotaan, angka kejadian penyakit non-
infeksi (Penyakit Tidak Menular/PTM juga mulai menunjukkan peningkatan.
!ur"ai #esehatan $umah Tangga (!#$T tahun %&&' menunjukkan
peningkatan angka kejadian penyakit tidak menular tersebut jika
dibandingkan dengan !#$T tahun '((). *leh karena itu dibutuhkan
pendekatan yang amat komprehensif agar dapat menurunkan angka kejadian
tersebut dan yang lebih penting untuk men+egah agar penyakit tersebut tidak
terjadi di masyarakat kita (,-*, '((..
Pendekatan komprehensif tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan
pendekatan kuratif/pengobatan saja, seperti yang selama ini menjadi titik
berat praktik kedokteran di Indonesia. Perlu diupayakan peningkatan
kesadaran dan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap pola-pola
penyakit tersebut yang akhirnya berujung pada perubahan gaya hidup menjadi
gaya hidup sehat. Di sinilah peranan pendidikan kesehatan dan promosi
kesehatan dalam menyelesaikan masalah kesehatan di Indonesia.
1
/ekerja dengan tubuh dan lingkungan yang sehat, aman serta
nyaman merupakan hal yang di inginkan oleh semua pekerja. 0ingkungan
fisik tempat kerja dan lingkungan organisasi merupakan hal yang sangat
penting dalam mempengaruhi sosial, mental dan phisik dalam kehidupan
pekerja. #esehatan suatu lingkungan tempat kerja dapat memberikan
pengaruh yang positif terhadap kesehatan pekerja, seperti peningkatan moral
pekerja, penurunan absensi dan peningkatan produktifitas. !ebaliknya tempat
kerja yang kurang sehat atau tidak sehat (sering terpapar 1at yang bahaya
mempengaruhi kesehatan dapat meningkatkan angka kesakitan dan
ke+elakaan, rendahnya kualitas kesehatan pekerja, meningkatnya biaya
kesehatan dan banyak lagi dampak negatif lainnya.
Pada umumnya kesehatan tenaga pekerja sangat mempengaruhi
perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional. -al ini dapat dilihat
pada negara-negara yang sudah maju. !e+ara umum bah2a kesehatan dan
lingkungan dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi. Dimana
industrilisasi banyak memberikan dampak positif terhadap kesehatan, seperti
meningkatnya penghasilan pekerja, kondisi tempat tinggal yang lebih baik
dan meningkatkan pelayanan, tetapi kegiatan industrilisasi juga memberikan
dampak yang tidak baik juga terhadap kesehatan di tempat kerja dan
masyarakat pada umumnya.
Dengan makin meningkatnya perkembangan industri dan perubahan
se+ara global dibidang pembangunan se+ara umum di dunia, Indonesia juga
melakukan perubahan-perubahan dalam pembangunan baik dalam bidang
2
tehnologi maupun industri. Dengan adanya perubahan tersebut maka
konsekuensinya terjadi perubahan pola penyakit / kasus-kasus penyakitkarena
hubungan dengan pekerjaan. !eperti faktor mekanik (proses kerja, peralatan ,
faktor fisik (panas , bising, radiasi dan faktor kimia. Masalah gi1i pekerja
juga merupakan hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan, stress,
penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan lain-lainnya. Perubahan ini banyak
tidak disadari oleh pengelola tempat kerja atau diremehkan. 3tau 2alaupun
mengetahui pendekatan peme+ahan masalahnya hanya dari segi kuratif dan
rehabilitatif saja tanpa memperhatikan akan pentingnya promosi dan
pen+egahan (/u+hari, %&&4.
Promosi kesehatan ini dikembangkan dengan adanya Deklarasi
5akarta hasil dari konferensi Internasional Promosi #esehatan di 5akarta bulan
5uli '((4. Dengan komitmen yang tinggi Indonesia ikut berperan dalam
melakukan kegiatan tersebut terutama melalui program perilaku hidup bersih
yang dilakukan di beberapa tatanan diantaranya adalah tatanan tempat kerja.
Masih sangat sedikit sekali pekerja dari perusahaan mendapatkan
pelayanan kesehatan keselamatan kerja yang memuaskan, karena banyak para
pimpinan perusahaan kurang menghubungkan antara tempat kerja, kesehatan
dan pembangunan. Padahal kita ketahui bah2a pekerja yang sehat akan
menjadikan pekerja yang produktif, yang mana sangat penting untuk
keberhasilan bisnis perusahaan dan pembangunan nasional. 6ntuk itu
promosi kesehatan di tempat kerja merupakan bagian yang sangat penting di
tempat kerja (/u+hari, %&&4.
3
Promosi kesehatan men+akup baik kegiatan promosi (promotif,
pen+egahan penyakit (pre"entif, pengobatan (kuratif, maupun rehabilitasi.
Dalam hal ini, orang-orang yang sehat maupun mereka yang terkena
penyakit, semuanya merupakan sasaran kegiatan promosi kesehatan.
#emudian, promosi kesehatan dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan,
dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, tempat-tempat umum, dan tentu saja
kantor-kantor pelayanan kesehatan.
!ekolah merupakan sarana penting yang membutuhkan edukasi
tentang pentingnya menjaga kesehatan, karena anak usia sekolah merupakan
kelompok yang sangat peka untuk menerima perubahan termasuk pendidikan
kesehatan. Mengingat pentingnya hal tersebut, pihak kepala sekolah dan guru
pun diharapkan bisa mengajarkan pendidikan kesehatan pada muridnya
se+ara maksimal, termasuk menyediakan sarana dan prasarana yang
mendukung kegiatan untuk menjaga kesehatan. Tujuan diadakannya promosi
kesehatan di sekolah yakni untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
sekolah, pen+egahan dan pemberantasan penyakit menular di kalangan
masyarakat sekolah serta memperbaiki dan memulihkan kesehatan
masyarakat sekolah melalui mengikutsertakan se+ara aktif guru, murid dan
orang tua murid dalam pendidikan kesehatan dan menga2asi kesehatan
murid. !elain itu juga melalui imunisasi, usaha pengobatan dan
pen+egahannya, usaha perbaikan gi1i anak dan usaha lingkungan sekolah
yang sehat (Depkes $I, %&&).
4
Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap perubahan sikap
menuju hidup sehat. Pada umumnya pendidikan yang lebih tinggi akan
memudahkan seseorang atau masyarakat dalam men+erna informasi untuk
kemudian menentukan pilihan dalam pelayanan kesehatan dan menerapkan
hidup sehat agar lebih sejahtera dikemudian hari (!umijatun, %&&7.
#omite sekolah juga perlu mendukung dalam hal pendanaan untuk
sarana dan prasarana pembinaan P-/! di sekolah serta menge"aluasi kinerja
kepala sekolah dan guru-guru yang berkaitan dengan pen+apaian sekolah
sehat. 8ontoh sederhana yang perlu dilakukan ada berbagai hal, salah satu
yang sederhana yakni menyediakan 2estafel dan air bersih buat +u+i tangan
sis2a/i disekolah dan tentang pentingnya +u+i tangan pakai sabun dengan air
mengalir, lakukan +u+i tangan sebelum dan sesudah /3/ dan /3#,
memegang uang dan sebagainya, membersihkan seluruh tangan termasuk
sela-sela jari dan di ba2ah kuku, dan hemat menggunakan air.
Pesan lain yang tak kalah penting yakni menyampaikan pentingnya makan
makanan sehat. !alah satunya yakni dengan mengonsumsi makanan bergi1i
dan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak
dan "itamin. 3lat bantu yang bisa mendukung dalam melakukan penyuluhan
disekolah bisa digunakan leaflet, poster, lembar balik dll.
5
B. Tujuan
'. 6ntuk mengetahui definisi Promosi #esehatan di tempat kerja dan sekolah
%. 6ntuk mengetahui prinsip-prinsip Promosi #esehatan di tempat kerja dan
sekolah
9. 6ntuk mengetahui peren+anaan / langkah-langkah Promosi #esehatan
pada tempat kerja dan sekolah.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Promosi Keseatan
Definisi promosi kesehatan menurut ,-* tahun %&&. adalah
promosi kesehatan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. !elain itu,
untuk men+apai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan
sosial masyarakat harus mampu mengenal, me2ujudkan aspirasinya,
kebutuhannya, serta mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya. Dapat
disimpulkan bah2a promosi kesehatan adalah program-program kesehatan
7
yang diran+ang untuk memba2a perubahan (perbaikan, baik di dalam
masyarakat sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya.
Menurut :reen (dalam ;otoatmodjo, %&&), promosi kesehatan
adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan inter"ensi yang
terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi, yang diran+ang untuk
memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
:reen (dalam ;otoadmojo, tahun %&&) juga mengemukakan
bah2a perilaku ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu <
'. =aktor predisposisi (predisposising factors, yang meliputi pengetahuan
dan sikap seseorang.
%. =aktor pemungkin (enabling factors, yang meliputi sarana, prasarana,
dan fasilitas yang mendukung terjadinya perubahan perilaku.
9. =aktor penguat (reinforcing factors merupakan faktor penguat bagi
seseorang untuk mengubah perilaku seperti tokoh masyarakat, undang-
undang, peraturanperaturan, surat keputusan.
!eperti halnya #esehatan Masyarakat, Promosi #esehatan sebagai
bagian dari #esehatan Masyarakat juga mempunyai aspek teori atau ilmu, dan
praktek, aplikasi atau seni. Dari aspek aplikasi, Promosi #esehatan me+akup
komponen atau faktor-faktor yang terkait dengan pelaksanaan Promosi
#esehatan di lapangan. Pelaksanaan atau Promosi #esehatan dari aspek
praktis, tidak terlepas dari 7, dan '-, yakni<
'. Why, mengapa promosi kesehatan perlu dilakukan (perlunya promosi
kesehatan
8
%. Who, siapa yang melaksanakan promosi kesehatan, (pelaksana promosi
kesehatan
9. Whom, kepada siapa promosi kesehatan dilakukan atau dilaksanakan
(sasaran promosi kesehatan
>. What, apa saja yang akan diberikan kepada masyarakat (materi promosi
kesehatan
). When, kapan promosi kesehatan dilaksanakan (2aktu pelaksanaan
promosi kesehatan
7. Where, dimana promosi kesehatan dilakukan (tempat atau tatanan
promosi kesehatan dilakukan
4. How, bagaimana +ara melakukan promosi kesehatan (metode dan teknik
promosi kesehatan (;otoadmojo, %&&4.
B. Promosi Keseatan !i Tem"at Kerja
#. Definisi Promosi Keseatan !i Tem"at Kerja
Menurut *tta2a '((7 promosi kesehatan di tempat kerja adalah
upaya memberdayakan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan
melindungi kesehatan diri serta lingkungannya.
$. Tujuan Promosi Keseatan !i Tem"at Kerja
a. Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja.
b. Menurunkan angka absensi tenaga kerja.
+. Menurunkan angka penyakit akibat kerja dan lingkungan kerja
9
d. Men+iptakan lingkungan kerja yang sehat, medukung dan aman.
e. Membantu berkembangnya gaya kerja dan gaya hidup yang sehat
f. Memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan kerja dan
masayarakat.
Dua konsep yang sangat penting untuk meningkatkan
kesehatan pekerja dan lingkungannya adalah pen+egahan dan
peningkatan kesehatan. !e+ara mendasar promosi kesehatan di tempat
kerja adalah perlu melindungi indi"idu (pekerja, lingkungan di dalam
dan di luar tempat kerja dari bahan-bahan berbahaya, stress atau
lingkungan kerja yang jelek. :aya kerja yang memperhatikan
kesehatan dan menggunakan pelayanan kesehatan yang ada dapat
mendukung terlaksananya promosi kesehatan di tempat kerja.
%. Sasaran !ari Promosi Keseatan !i Tem"at Kerja
!asaran dari Promosi #esehatan Di tempat #erja adalah<
a. Primer < #arya2an di tempat kerja.
b. !ekunder < Pengelola kesehatan dan keselamatan kerja (#9, serikat
atau organisasi pekerja.
+. Tertier < Pengusaha dan manajer/ Direktur.
10
&. Keuntungan Promosi Keseatan !i Tem"at Kerja
Bagi Perusaaan
Meningkatnya lingkungan tempat
kerja yang sehat dan aman serta
nyaman
8itra Perusahaan Positif
Meningkatkan moral staf
Menurunnya angka absensi
Meningkatnya produktifitas
Menurunnya biaya kesehatan atau
biaya asuransi.
Pen+egahan terhadap penyakit.
Bagi Pekerja
0ingkungan tempat kerja menjadi
lebih sehat
Meningkatnya per+aya diri
Menurunnya stress
Meningkatnya semangat kerja
Meningkatnya kemampuan
Meningkatnya kesehatan.
0ebih sehatnya keluarga dan
masyarakat
'. Dasar ukum K% ( keselamatan !an keseatan kerja)
3dapun dasar hukum keselamatan dan kesehatan kerja yaitu <
undang-undang ;o. %9 tahun '((% tentang kesehatan dan undang-undang
;o. 97 tahun %&&( tentang kesehatan.
11
6ndang-6ndang ;omor 97 Tahun %&&( tentang #esehatan Isi 6ndang-
6ndang
a. bah2a kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur
kesejahteraan yang harus di2ujudkan sesuai dengan +ita-+ita bangsa
Indonesia.
b. bah2a setiap kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif,
partisipatif, dan berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber
daya manusia Indonesia, serta peningkatan ketahanan dan daya
saing bangsa bagipembangunan nasional.
+. bah2a setiap hal yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan
pada masyarakat Indonesia akan menimbulkan kerugian ekonomi
yang besar bagi negara, dan setiap upaya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat juga berarti in"estasi bagi pembangunan
negara.
d. bah2a setiap upaya pembangunan harus dilandasi dengan 2a2asan
kesehatan dalam arti pembangunan nasional harus memperhatikan
kesehatan masyarakat dan merupakan tanggung ja2ab semua pihak
baik Pemerintah maupun masyarakat.
e. bah2a 6ndang-6ndang ;omor %9 Tahun '((% tentang #esehatan
sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan, tuntutan, dan
12
kebutuhan hukum dalam masyarakat sehingga perlu di+abut dan
diganti dengan 6ndang6ndang tentang #esehatan yang baru.
f. bah2a berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, huruf b, huruf +, huruf d, dan huruf e perlu membentuk
6ndang-6ndang tentang #esehatan.
'. Definisi tenaga kerja dan pekerja
Definisi tenaga kerja dan pekerja menurut Peraturan Pemerintah
$epublik Indonesia ;* )& tahun %&'% yaitu <
a. Tenaga #erja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan
guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi
kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
b. Pekerja//uruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima
upah atau imbalan dalam bentuk lain.
%. Manajemen $esiko
Manajemen risiko kesehatan di tempat kerja mempunyai tujuan<
meminimalkan kerugian akibat ke+elakaan dan sakit, meningkatkan
kesempatan/peluang untuk meningkatkan produksi melalui suasana kerja
yang aman, sehat dan nyaman, memotong mata rantai kejadian kerugian
akibat kegagalan produksi yang disebabkan ke+elakaan dan sakit, serta
pen+egahan kerugian akibat ke+elakaan dan penyakit akibat kerja.
!e+ara sistematik dilakukan pengendalian potensi bahaya serta
risiko dalam proses produksi melalui akti"itas <
a. Identifikasi bahaya
13
b. Penilaian pajanan
+. #arakteristik resiko
d. Penilaian resiko
e. Pengendalian risiko untuk men+egah atau mengurangi kerugian.
f. Pemantauan dan peninjauan ulang
9. =aktor resiko pekerja
=aktor-faktor yang meningkatkan resiko pekerja mengalami
penyerangan di tempat kerja, yaitu < #ontak dengan publik, pertukaran
uang, pengantar penumpang atau barang/ jasa, memiliki tempat kerja yang
bergerak (taksi atau mobil patroli, bekerja dengan orang yang tidak stabil
atau gampang marah dalam layanan kesehatan, layanan sosial, atau
dilingkungan hukum pidana, bekerja sendirian atau dalam jumlah ke+il,
bejkerja lembur sampai larut malam atau selama 2aktu subuh, bekerja
dilingkngan yang tingkat kejahatannya tinggi, menjaga properti atau
kepemilikan yang berharga, bekerja dilingkungan masyarakat (;ational
Institude +ore *++upational safety and health, '((7.
>. Program #9!
5ames !. et all. (%&&7, mengatakan program yang dilakukan ditempat
kerja untuk mengurangi +idera dan penyakit, yaitu <
a. Pemeriksaan pra penempatan.
b. Program pemeliharaan kesehatan.
+. Program ke2aspadaan keselamatan
d. Program promosi kesehatan
14
e. Penyelidikan ke+elakaan
f. Program manajemen stress
g. Program bantuan pega2ai dan rehabilitasi
). Penyakit 3kibat #erja
Terdapat 31 penyakit akibat kerja menurut #?PP$?! ;o.%% Tahun '((9
Tentang Penyakit @ang Timbul #arena -ubungan #erja yaitu <
- Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan
parut (sili+osis, antrakosilikosis, asbestosis dan silikotuberkolosis
yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab +a+at atau
kematian.
- Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner yang
disebabkan oleh debu logam keras.
- Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner yang
disebabkan oleh debu kapas, "las, henep dan sisal (bissinosis.
- 3sma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan 1at
perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.
- 3l"eolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai
akibat penghirupan debu organik.
- Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau persenya2aannya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh kadmium atau persenya2aannya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan fosfor atau persenya2aannya yang bera+un.
15
- Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenya2aannya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenya2aan-nya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau persenya2aan-nya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenya2aan-nya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenya2aan-nya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh fluor atau persenya2aan-nya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida. bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh deri"at halogen dari persenya2aan
hidrokarbon alifatik atau aromatik yang bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh ben1ena atau homolognya yang
bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh deri"at nitro dan amina dari ben1ena
atau homolognya yang bera+un.
- Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat
lainnya.
- Penyakit yang disebabkan oleh alkohol, glikol atau keton.
16
- Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap penyebab asfiksia atau
kera+unan seperti karbon monoksida, hidrogensianida, hidrogen
sulfida, atau deri"atnya yang bera+un, amoniak seng, braso dan nikel.
- #elainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.
- Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan
otot, urat, tulang persendian, pembuluh darah tepi atau syaraf tepi.
- Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang berkenaan
lebih.
- Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektro magnetik dan radiasi
yang mengion.
- Penyakit kulit (dermatosis yang disebabkan oleh penyebab fisik,
kimia2i atau biologik.
- #anker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter, pi+, bitumen,
minyak mineral, antrasena atau persenya2aan, produk atau residu dari
1at tersebut.
- #anker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes.
- Penyakit infeksi yang disebabkan oleh "irus, bakteri atau parasit yang
didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki risiko kontaminasi
khusus.
- Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau radiasi
atau kelembaban udara tinggi.
- Penyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat.
7. 5aminan untuk pekerja
17
5aminan untuk para pekerja yaitu berdasarkan pada 66 ;omor 97 tahun
%&&( tentang kesehatan dan Peraturan Pemerintah $epublik Indonesia
;omor )& tahun %&'% yaitu dijaminnya keselamatan dan kesehatan akibat
kerja dan upaya pen+egahannya dengan program #9.
*. Promosi Keseatan !i Sekola
#. Definisi Promosi Keseatan !i Sekola
Promosi kesehatan di sekolah adalah upaya meningkatkan
kemampuan peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar
mandiri dalam men+egah penyakit, memelihara kesehatan, men+iptakan
dan memelihara lingkungan sehat, ter+iptanya kebijakan sekolah sehat
serta berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat
sekitarnya.
Program Promosi #esehatan di Indonesia semula dikelola atau
dikembangkan oleh Direktorat Penyuluhan #esehatan, yang selanjutnya
pada tahun '(.&-an diganti menjadi Pusat Penyuluhan #esehatan.
Penggunaan terminologi penyuluhan pada saat itu hanya untuk
menghindari tumpang tindih dengan nama Departemen Pendidikan. *leh
sebab itu meskipun menggunakan nama Pusat Penyuluhan #esehatan,
tetapi tugas dan fungsinya sama, yakni Pendidikan #esehatan, dan
sekarang berubah ke Promosi #esehatan. /ersamaan dengan era
reformasi, Pusat Penyuluhan #esehatan diganti menjadi Pusat Promosi
18
#esehatan, sesuai dengan perkembangan yang terjadi di /adan #esehatan
Dunia atau ,-* (,-*, %&&..
Terkait dengan pembinaan kesehatan sekolah di Indonesia, pada
saat masih sebagai Pusat Penyuluhan #esehatan bekerjasama dengan
!eksi 6saha #esehatan !ekolah (6#!, yang pada 2aktu itu masih di
ba2ah Direktorat 5endral Pembinaan #esehatan Masyarakat, telah
menyusun sebuah buku konsep yang men+akup juga sema+am panduan
bagi penyelenggaraan 6#!. /uku inilah satu-satunya pegangan bagi
usaha pembinaan kesehatan pada masyarakat sekolah, khususnya sis2a
(!umijatun et al, %&&7.
Dapat disimpulkan bah2a 6#! merupakan bentuk program
pelaksanaan Pendidikan #esehatan atau sekarang Promosi #esehatan di
!ekolah. Memang perlu disadari bersama bah2a 6#! itu bukan satu-
satunya milikatau tanggung ja2ab Departemen #esehatan, tetapi tetap
tanggung ja2ab dari empat departemen. Di samping Departemen
#esehatan, juga terlibat Departemen Pendidikan ;asional, Departemen
3gama, dan Departemen Dalam ;egeri. Pelaksanaan 6#! meliputi 9
kegiatan utama (Trias 6#!, yakni <
'. Pendidikan kesehatan
%. Pembinaan lingkungan sekolah sehat
19
9. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan
#emudian pada tahun '((&-an, di tingkat internasional, ,-*
mengeluarkan deklarasi yang disebut "Health Promoting School" atau
!ekolah yang /er2a2asan #esehatan, atau sering juga diterjemahkan
A!ekolah yang Mempromosikan #esehatanA. #egiatan health promoting
school (-P!.
?lemen kegiatan men+akup 7 elemen yaitu<
'. Pelibatan staf kesehatan dan pendidikan, guru, orang tua,tokoh-tokoh
masyarakat dalam upaya promosi kesehatan di sekolah
%. Penjaminan lingkungan yang sehat dan aman, baik fisik maupun
psikososial
9. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan berbasis keterampilan yang
efektif dan "ife skill"
>. Penyediaan akses terhadap pelayanan kesehatan
). Penerapan kebijakan sekolah dan akti"itas yang menunjang
kesehatan
7. 6paya peningkatan kesehatan masyarakat se+ara menyeluruh
20
6saha #esehatan !ekolah di Indonesia, maupun !ekolah yang
/er2a2asan #esehatan (health promoting s+hool sebenarnya memiliki
tujuan utama yang sama, yakni membina komunitas sekolah sehingga
menjadi sekolah yang sehat atau Ahealthy s+hoolA. !ekolah adalah salah
satu tatanan yang sangat potensial dalam Promosi #esehatan. -ubungan
antara Promosi #esehatan,dan-ealth Promoting !+hool dapat
digambarkan sebagai berikut <
$. Tujuan Promosi Keseatan Di Sekola
a. Meningkatkan peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah
untuk ber-P-/!.
b. Meningkatkan lingkungan sekolah yang sehat, aman dan nyaman.
+. Meningkatkan pendidikan kesehatan di sekolah
d. Meningkatkan akses (kesempatan untuk pelaksanaan pelayanan
kesehatan di sekolah
e. Meningkatkan peran aktif peserta didik, guru dan masyarakat
lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di
sekitar lingkungan sekolah
f. Meningkatkan penerapan kebijakan sehat dan upaya di sekolah untuk
mempromosikan kesehatan (!umijatun, %&&7.
21
%. Sasaran !ari Promosi Keseatan !i Sekola
a. Peserta didik, yaitu semua anak yang mengikuti pendidikan di
sekolah.
b. ,arga sekolah, yaitu setiap orang yang berperan di dalam proses
belajar-mengajar di sekolah (guru, #epala !ekolah, karya2an
sekolah.
+. Masyarakat lingkungan sekolah, yaitu seluruh masyarakat yang berada
di lingkungan sekolah selain 2arga sekolah (pengelola kantin, penjaga
sekolah, dan lain-lain.
d. Persatuan :uru $epublik Indonesia, #omite !ekolah.
e. Tim Pembina 6#! dan Tim Pelaksana 6#!.
f. Penentu kebijakan/pengambil keputusan (#epala Dinas Pendidikan,
#epala Dinas #esehatan, #epala Daerah, DP$/DP$D.
&. +anfaat Promosi Keseatan !i Sekola
a. Ter+iptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik,
guru, dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai
gangguan dan an+aman penyakit
22
b. Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak
pada prestasi belajar peserta didik
+. 8itra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat
sehingga mampu menarik minat orang tua (masyarakat
d. Meningkatnya +itra pemerintah daerah di bidang pendidikan
e. Menjadi per+ontohan sekolah sehat bagi daerah lain

'. Dasar,!asar Hukum Pelaksanaan Promosi Keseatan Di Sekola
a. UU No. $% Taun #--$ Pasal >) tentang Penyelenggaraan #esehatan
!ekolah
b. UU No. $. Taun $..% tentang !istem Pendidikan ;asional
+. SKB & +enteri (Menteri Pendidikan ;asional, Menteri #esehatan,
Menteri 3gama, dan Menteri Dalam ;egeri ;o. '/6/!#//%&&9,
'&74/Menkes/!#//BII/%&&9, M3/%9& 3/%&&9, dan %7 Tahun %&&9
tentang Pem/inaan !an Pengem/angan Usaa Keseatan Sekola
d. SKB & +enteri (Menteri Pendidikan ;asional, Menteri #esehatan,
Menteri 3gama, dan Menteri Dalam ;egeri ;o. %/P/!#//%&&9, ;o.
'&7./Menkes/!#//BII/%&&9, M3/%9& //%&&9, dan >>')->&> Tahun
%&&9 tentang Tim Pem/ina Usaa Keseatan Sekola Pusat
23
e. Ke"menkes No. ##-%0+enkes0SK01III0$..& tentang #ebijakan
;asional Promosi #esehatan
f. Ke"menkes No. ###&0+enkes0SK01III0$..' tentang Pelaksanaan
Promosi #esehatan di Daerah
BAB III
PE+BAHASAN
24
A. Promosi Keseatan Pa!a Sekola
!ekolah merupakan lingkungan yang dapat menyediakan kesempatan
untuk memanipulasi lingkungan dan dapat dijadikan tempat untuk program
peningkatan kesehatan. !ekolah merupakan sistem yang kompleks (terdapat
banyak struktur dan aspek-aspek terkait, sehingga dalam program promosi
kesehatan di sekolah, semua aspek dalam lingkungan sekolah harus ikut
berperan. Dengan memfokuskan pada semua aspek di sekolah, diharapkann
pesan edukasi tentang kesehatan akan diperkuat melalui modelling norma
sosial yang sehat dan penghambat dari perilaku sehat dapat dikurangi.
Menurut ,-* (dalam Morrison C /enneth, %&&7 menetapkan
dasar-dasar bagi promosi kesehatan di sekolah<
'. #ebijakan kesehatan di sekolah D mengembangkan kebijakan untuk
perilaku sehat di sekolah
%. Menetapkan lingkungan yang aman, sehat se+ara fisik dan sosial
9. Mengajarkan ketrampilan yang berkaitan dengan kesehatan
>. Menyediakan makanan sehat
). 3danya program promosi kesehatan untuk staff di sekolah
7. Menyediakan program konseling sekolah dan psikologi
4. Program pendidikan fisik / *lah $aga di sekolah
25
/erdasarkan dasar-dasar ,-* tersebut, Physi+ial and -ealth
?du+ation 8anada (dalam :leddie et al., %&'& membuat program >? sebagai
pengelompokan dalam program promosi kesehatan di sekolah< ?du+ation,
?n"ironment, ?"eryone, ?"iden+e.
'. !d"cation melibatkan proses belajar mengajar yang mendukung bagi
promosi kesehatan untuk semua anggota komunitas sekolah.
%. !n#ironment$ melibatkan semua aspek lingkungan sekolah untuk
men+iptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi promosi
kesehatan di sekolah. 0ingkungan sekolah tidak hanya melibatkan
lingkungan yang terdapat dalam sekolah (misal< kantin, ruang kelas tapi
juga melibatkan lingkungan luar sekolah, seperti rumah.
9. !#eryone melibatkan seluruh anggota dari sekolah (guru, sis2a, penjual
makanan di kantin sekolah dan juga luar sekolah (orang tua, masyarakat
sekitar sekolah.
>. !#idence terdiri dari konsep kolaboratif dalam mengidentifikasi tujuan,
peren+anaan tindakan dan mengumpulkan semua informasi yang dapat
mendukung keefektifan program promosi kesehatan
Prinsi","rinsi" Promosi Keseatan !i Sekola
'. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan
sekolah yaitu peserta didik, orangtua dan para tokoh masyarakat maupun
organisasi-organisasi di masyarakat
26
%. Memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan <
a. #urikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta
didik yang positif terhadap kesehatan serta dapat mengembangkan
berbagai ketrampilan hidup yang mendukung kesehatan fisik, mental
dan sosial
b. Memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru
maupun orangtua
9. Mengupayakan agar sekolah mempunyai akses untuk di laksanakannya
pelayanan kesehatan di sekolah, yaitu <
a. Penjaringan, diagnosa dini, imunisasi serta pengobatan sederhana
b. #erjasama dengan Puskesmas setempat
+. 3danya program-program makanan bergi1i dengan memperhatikan
EkeamananF makanan.
0angkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan peren+anaan
promosi kesehatan di sekolah adalah <
a. 3nalisis situasi
'. Diagnosis Masalah, :reen dan #reuter ('((' telah
mengembangkan suatu model pendekatan untuk membuat
peren+anaan dan e"aluasi kesehatan yang dikenal sebagai model
P$?8??D D P$*8?D?. P$?8?D? (Predisposing, $einforsing
and ?nabling 8auses in ?du+ational Diagnosis and ?"aluation
digunakan pada fase diagnosis masalah kesehatan, penetapan
27
prioritas masalah dan tujuan program. P$*8??D digunakan untuk
menetapkan sasaran dan +riteria kebijakan serta pelaksanaan dan
e"aluasi.
%. Menetapkan Prioritas Masalah, 0angkah-langkah yang harus
ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah <
a Menetapkan status kesehatan, Menetukan pola pelayanan
kesehatan yang ada,
b Menentukan hubungan antara status kesehatan dengan
pelayanan kesehatan di sekolah dan masyarakat,
+ Menentukan determinan masalah kesehatan.
!etelah melakukan langkah-langkah diatas, selanjutnya dalam
menentukan prioritas masalah kita harus mempertimbangkan
beberapa fa+tor, seperti < beratnya masalah dan akibat yang
ditimbulkan, pertimbangan politis guna mendapat dukungan,
sumber daya yang ada di sekolah maupun masyarakat.
b. Pengembangan $en+ana #egiatan Promosi #esehatan di !ekolah,
'. Menentukan tujuan, pada dasarnya tujuan promosi kesehatan
disekolah adalah untk men+apai tiga hal, yaitu < meningkatkan
pengetahuan dan atau sikap sisi2a, guru, masyarakat disekitarnya,
meningkatkan perilaku sis2a, guru, masyarakat sekolah , serta
28
masyarakat di sekitarnya, yang pada akhirnya akan berpenagruh
terhadap peningkatan status kesehatan mereka.
%. Menentukan !asaran Promosi #esehatan di !ekolah, sasaran
Promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan tidak selalu sama.
*leh sebab itu, kita harus menetapkan sasaran langsung (primer
dan tidak langsung ( sekunder dan teersier. Di dalam promosi
kesehatan di sekolah, yang dimaksud dengan sasaran primer adlah
sis2a sekolah, sedangkan sasaran sekunder adalah 2arga sekolah
( guru, kepala sekolah dan staf sekolah lainnyainnya, dll.
9. Menentukan Metode Promosi #esehatan di !ekolah, dalam
menggunakan metode yang akan digunakan dalam memberikan
pendidikan kesehatan kepada sis2a harus dipertimbangkan aspek
yang ingin di+apai. 5ika ingin men+apai aspek pengetahuan maka
dapat dilakukan dengan +ara penyuluhan langsung. Media yang
bisa dipergunakan seperti poster, spanduk, leaflet, dll sehingga
masyarakat sekolah sering melihat dan memba+a. 6ntuk aspek
sikap perlu diberikan +ontoh yang konkrit sehingga dapat
menggugah emosi, perasaan dan sikap sis2a. 5ika akan
mengembangkan aspek ketrampilan tertentu, maka sis2a harus
diberi kesempatan untuk men+oba.
>. Menentukan Media Promosi #esehatan di !ekolah, teori
pendidikan menyebutkan, bah2a belajar yang paling baik dan
29
mudah adlah dengan menggunakan pan+a indera sebanyak
mungkin, yang untuk maksud tersbut hampir semua program
pendidikan kesehatan menggunakan media yang disesuaikan
denngan sasaran.
). Menyusun $en+ana ?"aluasi,e?"aluasi bertujuan untuk mengukur
keberhasilan dari apa yang telah dilakasanakan.
7. Menyusun 5ad2al Pelaksanaan #egiatan, untuk memudahkan
pelaksanaan, monitoringdan e"aluasi kegiatan yang dilakukan perlu
diususn jad2al pelaksanaan kegiatan, yang biasanya disajikan
dalam bentuk gant +hart atau matrik.
!trategi Promosi #esehatan Pada !ekolah
'. Pengembangan #ebijakan !ekolah !ehat
%. Pemberdayaan ,arga !ekolah dan Masyarakat 0ingkungan !ekolah
dalam Membangun 0ingkungan !ekolah yang !ehat
9. Penggalangan #emitraan untuk Meningkatkan 6paya Promosi #esehatan
di !ekolah
>. Memberikan Pendidikan #esehatan bagi 3nak
). Pengkajian/Penelitian untuk Meningkatkan Program Promosi #esehatan
di !ekolah
30
7. Memberikan 3kses Pelayanan #esehatan yang /ersifat Promotif dan
Pre"entif bagi Peserta Didik
4. /erperan 3ktif dalam Meningkatkan #esehatan Masyarakat
Pentingnya promosi promosi kesehatan di sekolah yaitu <
'. !ekolah adalah tempat utama dimana indi"idu mengikuti proses
pendidikan.
%. !ebagian besar anak usia 4-'% tahun mengikuti pendidkan di sekolah
sekitar ) jam per hari atau 9& jam per minggu.
9. !eorang anak akan terpapar dengan sekolahnya dalam kurun 2aktu yang
+ukup lama (!D 7 tahun.
>. !ekolah memiliki kurikulum yang memungkinkan seorang anak dapat
belajar hal terkait dengan kesehatannya.
Indikator jangka panjang promosi kesehatan di sekolah adalah <
'. Menurunnya angka absensi sis2a dan guru karena sakit.
%. Menurunnya kasus / sis2a yang memerlukan pertolongan pertama pada
ke+elakaan (P9# do sekolah.
31
9. Menurunnya jumlah kasus / sis2a yang menderita kurang gi1i.
B. Be/era"a *onto Promosi Keseatan Di Sekola
'. Perilaku -idup /ersih dan !ehat (P-/!
%. 6saha #esehatan !ekolah (6#!
9. Perilaku makan di !ekolah
*. 2an3angan Promosi Keseatan !i Sekola Pa!a Perilaku Hi!u" Bersi
!an Seat (PHBS)
Perilaku -idup /ersih dan !ehat (P-/! merupakan sekumpulan
perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil dari
pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri di
bidang kesehatan dan berperan aktif dalam me2ujudkan kesehatan
masyarakatnya (Dinas #esehatan #ota !urabaya, %&&(.
Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah (P-/! di
sekolah adalah upaya untuk memberdayakan sis2a, guru, dan masyarakat
lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku
hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam me2ujudkan sekolah sehat.
!ekolah sehat adalah sekolah yang mampu menjaga dan meningkatkan
32
kesehatan masyarakat sekolah dan untuk pertumbuhan fisik dan
perkembangan ke+erdasan anak sekolah melalui berbagai upaya kesehatan
(!yaGroni, $! %&&4.
/idang P-/! (Depkes $I, %&&' yaitu<
'. /idang kebersihan perorangan, seperti +u+i tangan dengan air bersih
yang mengalir dan sabun, mandi minimal % kali sehari
%. /idang :i1i, seperti makan buah dan sayur tiap hari, mengkonsumsi
garam beryodium, menimbang berat badan (// dan tinggi badan (T/
setiap 7 bulan
9. /idang #esehatan lingkungan, seperti membuang sampah pada
tempatnya, menggunakan jamban, memberantas jentik.
Penerapan P-/! di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring
mun+ulnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (7-
'& tahun, yang ternyata umumnya berkaitan dengan P-/!. P-/! di
sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta
didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran
sebagai hasil pembelajaran, sehingga se+ara mandiri mampu men+egah
penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam
me2ujudkan lingkungan sehat. Penerapan P-/! ini dapat dilakukan
melalui pendekatan 6saha #esehatan !ekolah (Dinas #esehatan #ota
!urabaya, %&&(.
Penerapan P-/! di sekolah menurut !yaGroni. $! (%&&4, antara lain<
33
'. Menanamkan nilai-nilai untuk ber-P-/! kepada sis2a sesuai dengan
kurikulum yang berlaku (kurikuler
%. Menanamkan nilai-nilai untuk ber-P-/! kepada sis2a yang dilakukan
diluar jam pelajaran biasa (ekstrakurikuler
a. #erja bakti dan lomba kebersihan kelas
b. 3kti"itas kader kesehatan sekolah/ dokter ke+il
+. Pemeriksaan kualitas air se+ara sederhana
d. Pemeliharaan jamban sekolah
e. Pemeriksaan jentik nyamuk di sekolah
f. Demo/gerakan +u+i tangan dan gosok gigi yang baik dan benar
g. Pembudayaan olahraga yang teratur dan terukur
h. Pemeriksaan rutin kebersihan< kuku, rambut, telinga, gigi
9. Membimbingan hidup bersih dan sehat melalui konseling.
>. #egiatan penyuluhan dan latihan keterampilan dengan melibatkan
peran aktif sis2a, guru, dan orang tua, antara lain melalui penyuluhan
kelompok, pemutaran kaset radio atau film, penempatan media poster,
penyebaran leaflet dan membuat majalah dinding
). Pemantauan dan e"aluasi
a. 0akukan pamantauan dan e"aluasi se+ara periodik tentang kebijakan
yang telah dilaksanakan
b. Minta pendapat pokja P-/! di sekolah dan lakukan kajian terhadap
masalah yang ditemukan
+. Putuskan apakah perlu penyesuaian terhadap kebijakan.
34
Sasaran
!asaran P-/! di tatanan institusi pendidikan adalah seluruh anggota
keluarga institusi pendidikan. Menurut Dinas #esehatan #ota !urabaya
(%&&( terbagi dalam<
#. Sasaran Primer
3dalah sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan diubah
perilakunya atau murid dan guru yang bermasalah (indi"idu atau
kelompok dalam institusi pendidikan yang bermasalah.
$. Sasaran Sekun!er
3dalah sasaran yang dapat mempengaruhi indi"idu dalam institusi
pendidikan yang bermasalah, misalnya kepala sekolah, guru, orang tua
murid, kader kesehatan sekolah, tokoh masyarakat, petugas kesehatan
dan lintas sektor terkait, pembinaan kesejahteraan keluarga (P##.
%. Sasaran Tersier
3dalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam
menunjang atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk
ter+apainya pelaksanaan P-/! di institusi pendidikan, misalnya kepala
desa, lurah, +amat, kepala Puskesmas, Diknas, guru, tokoh masyarakat,
dan orang tua murid.
+anfaat PHBS !i Sekola
Manfaat P-/! di sekolah diantaranya<
35
'. Ter+iptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru,
dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan
dan an+aman penyakit
%. Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada
prestasi belajar peserta didik
9. 8itra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga
mampu menarik minat orang tua (masyarakat
>. Meningkatnya +itra pemerintah daerah di bidang pendidikan
). Menjadi per+ontohan sekolah sehat bagi daerah lain (!uryatiningsih,
%&'&.
In!ikator PHBS
#. +en3u3i tangan !engan air /ersi 4ang mengalir !an sa/un
3nak sering bermain dengan tanah atau batu dan bermain di
tempat-tempat yang kurang bersih seperti selokan. 3da +ara lain yang
+ukup EampuhF yang dapat menghindarkan anak dari kuman-kuman
penyakit yaitu dengan kebiasaan men+u+i tangan.
#ebiasaan men+u+i tangan masyarakat Indonesia masih belum
baik. Terlihat dari kebiasaan men+u+i tangan dengan menggunakan
semangkuk air atau kobokan untuk membasuh tangan sebelum makan.
Padahal kebiasan sehat men+u+i tangan dengan air bersih mengalir dan
36
sabun dapat menyelamatkan nya2a dengan men+egah penyakit (-asyim,
%&&(.
3lasan seseorang harus men+u+i tangan dengan air bersih dan
sabun adalah<
a. 3ir yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri
penyebab penyakit. /ila digunakan, kuman berpindah ke tangan
b. Pada saat makan, kuman dengan +epat masuk ke dalam tubuh, yang
bisa menimbulkan penyakit (Depkes $I, %&&'.
+. Men+u+i tangan dengan air yang mengalir hanya dapat menghilangkan
kuman %)H dari tangan, sedangkan men+u+i tangan dengan air bersih
yang mengalir dan sabun akan dapat membersihkan kotoran dan
membunuh kuman hingga .&H dari tangan (-asyim, %&&(.
!aat harus men+u+i tangan yaitu<
a. !etiap kali tangan kita kotor (setelah memegang uang, memegang
binatang, berkebun
b. !etelah buang air besar
+. !ebelum makan dan sebelum memegang makanan
Manfaat men+u+i tangan diantaranya<
a. Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan
b. Men+egah penularan penyakit seperti diare, disentri, kolera, thypus,
ke+a+ingan, penyakit kulit, infeksi saluran pernafasan akut (I!P3, flu
burung atau !3$!
37
+. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
8ara men+u+i tangan yang baik dan benar, yaitu<
a. 8u+i tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun
b. /ersihkan telapak, punggung tangan dan pergelangan tangan lengan,
gosok bila perlu
+. /ersihkan juga sela-sela jari dan lipatan kuku jari
d. !etelah itu keringkan dengan lap bersih. (Depkes $I, %&&'
$. Jajan !i kantin sekola 4ang seat
5ajan bagi anak merupakan hal yang paling sering dilakukan, dan
hal ini dapat membahayakan apabila jajanan yang mereka konsumsi tidak
sehat, hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di /ogor dimana
telah ditemukan Salmonella Paratyphi % di %)H-)&H sampel minuman
yang dijual di kaki lima. /akteri ini mungkin berasal dari es batu yang
tidak dimasak terlebih dahulu. !elain +emaran mikrobiologis, +emaran
kimia2i yang umum ditemukan pada makanan jajanan kaki lima adalah
penggunaan bahan tambahan pangan (/TP ilegal seperti bora& (penga2et
yang mengandung logam berat /oron, formalin (penga2et yang
digunakan untuk mayat, rhodamin ' (pe2arna merah pada tekstil, dan
methanil yellow (pe2arna kuning pada tekstil (5ud2ar2anto, %&&..
Menurut Depkes $I (%&&' alasan tidak boleh jajan di sembarang
tempat, harus di kantin sekolah karena<
38
a. Makanan dan minuman yang dijual +ukup bergi1i, terjamin
kebersihannya, terbebas dari 1at-1at berbahaya dan terlindung dari
serangga dan tikus
b. Makanan yang bergi1i akan meningkatkan kesehatan dan ke+erdasan
sis2a, sehingga sis2a menjadi lebih berprestasi di sekolah
+. Tersedianya air bersih yang mengalir dan sabun untuk men+u+i tangan
dan peralatan makan
d. Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan saluran pembuangan air
kotor
e. 3danya penga2asan se+ara teratur oleh guru, sis2a dan komite
sekolah.
%. +em/uang sam"a "a!a tem"atn4a
Membuang sampah pada tempatnya merupakan +ara sederhana yang
besar manfaatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, namun sangat susah
untuk diterapkan. -asil penelitian ini sesuai dengan pernyataan oleh 3ndang
/ina2an yang menyebutkan bah2a kebiasaan membuang sampah
sembarangan dilakukan hampir di semua kalangan masyarakat, tidak hanya
2arga miskin, bahkan mereka yang berpendidikan tinggi pun melakukannya
(#artiadi, %&&(.
3lasan harus membuang sampah ditempatnya adalah karena sampah
adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil akti"itas
manusia maupun alam. !elain kotor, tidak sedap dipandang mata, sampah
39
juga mengundang kuman penyakit. *leh karena itu sampah harus dibuang di
tempat sampah.
!e+ara garis besar, Depkes $I (%&&' membedakan sampah
menjadi tiga jenis, yaitu<
a. !ampah anorganik atau kering, yang tidak dapat mengalami pembusukan
se+ara alamiah, +ontoh< logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol
b. !ampah organik atau basah, yang dapat mengalami pembusukan se+ara
alami, +ontoh< sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-
rempah, atau sisa buah
+. !ampah berbahaya, +ontoh< baterai, botol ra+un nyamuk, atau jarum
suntik bekas.
3kibat dari membuang sampah sembarangan adalah<
a. !ampah menjadi tempat berkembang biak dan sarang serangga dan tikus
b. !ampah menjadi sumber polusi dan pen+emaran tanah, air dan udara
+. !ampah menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang
membahayakan kesehatan
d. !ampah dapat menimbulkan ke+elakaan dan kebakaran
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan +ara memusnahkan atau
memanfaatkannya. /eberapa +ara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan
se+ara sederhana sebagai berikut<
a. Penumpukan
Dengan metode ini sebenarnya sampah tidak dimusnahkan se+ara
langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode
40
penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan risiko karena
berjangkitnya penyakit menular, menyebabkan pen+emaran udara,
terutama bau, sumber penyakit dan men+emari sumber-sumber air.
b. Pengkomposan
8ara pengkomposan merupakan +ara sederhana dan dapat
menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.
+. Pembakaran
Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat
dibakar habis. -arus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari
pen+emaran asap, bau, dan kebakaran.
d. !anitari landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi +ekungan yang
telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun +ara ini memerlukan areal
khusus yang sangat luas.
Dalam pemanfaatan sampah, sampah basah dapat dijadikan kompos
dan makanan ternak, sampah kering dapat dipakai kembali dan didaur ulang
seperti sampah kertas dapat didaur ulang. Daur ulang adalah salah satu
strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan,
pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk atau
material bekas pakai.
Material yang dapat didaur ulang misalnya<
' /otol bekas 2adah ke+ap, saos, sirup, cremer, baik yang putih bening
maupun yang ber2arna, terutama gelas atau ka+a yang tebal.
41
% #ertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus,
ke+uali kertas yang berlapis minyak
9 3lumunium bekas 2adah minuman ringan, bekas kemasan kue
> /esi bekas rangka meja, besi rangka beton
) Plastik bekas tempat shampoo, air mineral, jerigen, ember
7 !ampah basah dapat diolah menjadi kompos
Pengelolaan sampah sangat besar sekali manfaatnya bagi diri kita sendiri,
orang lain, maupun bagi lingkungan sekitar kita (#artiadi, %&&(, diantaranya<
a. Menghemat sumber daya alam
b. Menghemat energi
+. Mengurangi uang belanja
d. Menghemat lahan tempat pembuangan akhir (TP3
e. Meminimalkan lingkungan jentik di sekolah.
&. +engikuti kegiatan olaraga !i sekola (5unarsa6 S $..#)7
*lahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan
teren+ana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup dan
meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup.
*lahraga adalah suatu bentuk akti"itas fisik yang teren+ana dan
terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan
untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
#ebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang akti"itas
kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang
42
berbeda-beda sesuai dengan tugas atau profesi masing-masing.
#ebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang
dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan
(Health (elated Physical )itness dan kelompok yang berhubungan
dengan ketrampilan (Skill (elated Physical )itness.
3lasan mengikuti kegiatan olahraga di sekolah adalah untuk
memelihara kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah
sakit. !elain itu juga untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik.
Manfaat olahraga antara lain<
a. Terhindar dari penyakit jantung, stroke, osteoporosis, kanker,
tekanan darah tinggi, ken+ing manis
/. /erat badan terkendali
3. *tot lebih lentur dan tulang lebih kuat
!. /entuk tubuh menjadi ideal dan proporsional
e. 0ebih per+aya diri
f. 0ebih bertenaga dan bugar
g. #eadaan kesehatan menjadi lebih baik
'. +enim/ang /erat /a!an !an mengukur tinggi /a!an setia" 8 /ulan
Mengukur berat dan tinggi badan merupakan salah satu upaya
untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan
diketahuinya tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak maka dapat
memberikan masukan untuk peningkatan konsumsi makanan yang
bergi1i bagi pertumbuhan anak. !edangkan untuk mengetahui
43
pertumbuhan seorang anak normal atau tidak, bisa diketahui melalui +ara
membandingkan ukuran tubuh anak yang bersangkutan dengan ukuran
tubuh anak seusia pada umumnya. 3pabila anak memiliki ukuran tubuh
melebihi ukuran rata-rata anak yang seusia pada umumnya, maka
pertumbuhannya bisa dikatakan maju. !ebaliknya bila ukurannya lebih
ke+il berarti pertumbuhannya lambat. Pertumbuhan dikatakan normal
apabila ukuran tubuhnya sama dengan ukuran rata-rata anak-anak lain
seusianya.
3lasan sis2a perlu ditimbang setiap 7 bulan adalah untuk
memantau pertumbuhan berat badan dan tinggi badan normal sis2a agar
segera diketahui jika ada sis2a yang mengalami gi1i kurang maupun gi1i
lebih.
8ara untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan sis2a
yaitu dengan men+atat hasil penimbangan berat badan dan tinggi badan
tiap sis2a di #artu Menuju !ehat (#M! anak sekolah maka akan telihat
berat badan atau tinggi badan naik atau tidak naik (terlihat
perkembangannya.
Manfaat penimbangan sis2a setiap 7 bulan di sekolah (Depkes,
%&&' antara lain<
a. 6ntuk mengetahui apakah sis2a tumbuh sehat
b. 6ntuk mengetahui dan men+egah gangguan pertumbuhan sis2a.
44
+. 6ntuk mengetahui sis2a yang di+urigai gi1i kurang dan gi1i lebih,
sehingga jika ada kelainan yang berpengaruh langsung dalam proses
belajar di sekolah, dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
5enis-jenis kondisi gi1i tidak seimbang yang dapat diketahui setelah
melakukan penimbangan berat badan adalah<
a. :i1i buruk
:i1i buruk adalah bila kondisi gi1i kurang berlangsung lama, maka
akan berakibat semakin berat tingkat kekurangannya. Pada
keadaanya ini dapat menjadi kwarshiorkor dan marasm"s yang
biasanya disertai penyakit lain seperti diare, infeksi, penyakit
pen+emaan, infeksi saluran pernafasan bagian atas, dan anemia.
Tanda-tanda gi1i buruk (Meru, %&&. yaitu<
' !angat kurus, tulang iga tampak jelas
% ,ajah terlihat lebih tua
9 Tidak bereaksi terhadap rangsangan (apatis
> $ambut tipis, kusam, 2arna rambut jagung, dan bila di+abut
tidak sakit
) #ulit keriput
7 Pantat kendur dan keriput
4 Perut +ekung atau bun+it
. /engkak pada punggung kaki yang berisi +airan dan bila
ditekan lama kembali
45
( /er+ak merah kehitaman pada tungkai dan pantat.
b. :i1i lebih
Masalah ini disebabkan karena konsumsi makanan yang
melebihi dari yang dibutuhkan, terutama konsumsi lemak yang
tinggi dan makanan dari gula murni. Pada umumnya masalah ini
banyak terdapat di daerah perkotaan dengan dijumpainya balita yang
kegemukan.
Tanda-tanda gi1i lebih (Meru, %&&. yaitu<
' /erat badan jauh di atas berat normal
% /entuk tubuh terlihat tidak seimbang
9 Tidak dapat bergerak bebas
> ;afas mudah tersengal-sengal jika melakukan kegiatan
) Mudah lelah
7 Malas melakukan kegiatan.
+. :i1i kurang
:i1i kurang disebabkan karena konsumsi gi1i yang tidak
men+ukupi kebutuhannya dalam 2aktu tertentu (Meru, %&&..
7. Tidak merokok di sekolah
$okok mengandung kurang lebih >.&&& elemen-elemen, dan
setidaknya %&& diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. $a+un
utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. *leh karena
46
itu kebiasaan merokok harus dihindarkan sejak dini mulai dari tingkat
sekolah dasar (,astu2ibo2o, %&&..
3lasan tidak boleh merokok di sekolah karena rokok ibarat pabrik
bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan
sekitar >.&&& bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya
adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida. ;ikotin menyebabkan
ketagihan dan merusak jantung serta aliran darah, tar menyebabkan
kerusakan sel paru-paru dan kanker, sedangkan karbon monoksida
menyebabkan berkurangnya kemampuan darah memba2a oksigen,
sehingga sel-sel tubuh akan mati.
Menurut Depkes $I (%&&9, seorang perokok dibedakan menjadi
dua, yaitu<
a. Perokok aktif
3dalah orang yang merokok se+ara rutin 2alaupun itu +uma '
batang dalam sehari. 3tau orang yang menghisap rokok 2alau tidak
rutin sekalipun atau hanya sekedar +oba-+oba.
b. Perokok pasif
3dalah orang yang bukan perokok, tetapi menghirup asap rokok
orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan
orang yang sedang merokok.
/ahaya merokok (Depkes $I, %&&9, antara lain<
a. Menyebabkan kerontokan rambut
b. :angguan pada mata, seperti katarak
47
+. #ehilangan pendengaran lebih a2al dibanding bukan perokok
d. Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan kanker
e. Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap
f. Tulang lebih mudah keropos
/agi perokok yang ingin berhenti merokok dapat melakukannya dengan
+ara<
e. /ulatkan tekat, mantapkan niat yang kuat untuk berhenti merokok
f. Men+ari alasan yang kuat untuk berbenti merokok misalnya karena
disuruh keluarga atau ingin meningkatkan kesehatan
g. Tetapkan tanggal berhenti merokok dalam 2aktu kurang dan dua
minggu
. Memilih salah satu +ara berhenti seperti berhenti seketika, mengurangi
jumlah rokok se+ara bertahap atau menunda 2aktu merokok
i. Minta dukungan teman atau keluarga
j. Menghindari segala sesuatu yang menimbulkan keinginan merokok
(,astu2ibo2o, %&&..
!aat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang penetapan
ka2asan tanpa rokok sebagai upaya perlindungan untuk masyarakat
terhadap resiko an+aman gangguan kesehatan karena lingkungan ter+emar
asap rokok.
#a2asan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan
dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, perdagangan, promosi, dan
48
penggunaan rokok. Penetapan ka2asan tanpa rokok diselenggarakan di
berbagai tempat (Depkes $I, %&&', yaitu<
a. Tempat umum, seperti terminal, b"s way, bandara, stasiun kereta api,
pusat perbelanjaan, pasar serba ada, hotel, restoran, tempat rekreasi
b. Tempat ibadah, seperti masjid, mushola, gereja, kapal, pura, 2ihara, dan
klenteng
+. 3rena kegiatan anak-anak, seperti tempat penitipan anak, tempat
pengasuhan anak, arena bermain anak-anak
d. Tempat proses belajar mengajar, seperti sekolah, tempat pelatihan,
termasuk perpustakaan, ruang praktik, atau laboratorium, museum.
e. Tempat pelayanan kesehatan, seperti Posyandu, Puskesmas, dan rumah
sakit
f. Tempat kerja, seperti perkantoran, pabrik, ruang rapat, ruang sidang atau
seminar
g. 3ngkutan umum, seperti bus, b"s way, mikrolet, kereta api, kapal laut
dan pesa2at udara.
4. +em/erantas jentik n4amuk !i sekola se3ara rutin (De"kes 2I6
$..#)7
!ekolah menjadi bebas jentik dan 2arga sekolah serta masyarakat
sekolah terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui
nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan kaki gajah.
Memberantas jentik di sekolah adalah kegiatan memeriksa
tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di sekolah (bak mandi,
49
kolam apakah bebas dari jentik nyamuk atau tidak. #egiatan
memberantas jentik nyamuk di sekolah diantaranya<
a. 0akukan pemberantasan sarang nyamuk (P!; dengan +ara 9 M plus
(menguras, menutup, mengubur, plus menghindari gigitan nyamuk
b. P!; merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong
nyamuk penular berbagai penyakit, seperti demam berdarah, demam
dengue, +hikungunya, malaria, filariasis (kaki gajah di tempat-
tempat perkembangbiakannya.
Tiga (9 M plus adalah tiga +ara plus yang dilakukan pada saat P!;, yaitu<
a. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak
mandi, kolam, tatakan pot kembang
b. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti lubang bak
kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air
hujan
+. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat
menampung air, seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang
dibuang sembarangan (bekas botol atau gelas air mineral, plastik
kresek
d. Plus menghindari gigitan nyamuk, yaitu<
% Memakai obat yang dapat men+egah gigitan nyamuk, misalnya
memakai obat nyamuk oles atau diusap ke kulit
9 Mengupayakan pen+ahayaan dan "entilasi yang memadai
> Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak
50
) Menaburkan lar#asida (bubuk pembunuh jentik di tempat-tempat
yang sulit dikuras, misalnya di talang air atau di daerah sulit air
7 Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air,
misalnya ikan +upang, ikan nila
4 Menanam tumbuhan pengusir nyamuk, misalnya 1odia, la"ender,
rosemary
Manfaat sekolah bebas jentik adalah<
a. Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit
dengan perantara nyamuk dapat di+egah atau dikurangi
b. #emungkinan terhindar dan berbagai penyakit semakin besar seperti
demam berdarah dengue (D/D, malaria, +hikungunya, atau kaki gajah
+. 0ingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat
8ara pemeriksaan jentik berkala dapat dilakukan se+ara sederhana
dengan menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik. 5ika
ditemukan jentik, 2arga sekolah dan masyarakat sekolah diminta untuk
menyaksikan atau melihat jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan
P!; melalui 9 M atau 9 M plus. !etelah itu men+atat hasil pemeriksaan
jentik.
.. Buang air /esar !an /uang air ke3il !i jam/an sekola (De"kes 2I6
$..#)7
5amban merupakan sanitasi dasar penting yang harus dimiliki
setiap masyarakat. Pentingnya buang air bersih di jamban yang bersih
51
adalah untuk menghindari dari berbagai jenis penyakit yang timbul karena
sanitasi yang buruk. *leh karena itu jamban harus mengikuti standar
pembuatan jamban yang sehat dimana harus terletak minimal '& meter dari
sumber air dan mempunyai saluran pembuangan udara agar tidak
men+emari lingkungan sekitar.
5amban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas
pembuangan kotoran manusia, yang terdiri atas tempat jongkok atau
tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (+emplung, yang
dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk
membersihkannya. 5enis jamban ada dua, yaitu<
a. 5amban +emplung
5amban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan
dan meresapkan +airan kotoran/ tinja ke dalam tanah dan
mengendapkan kotoran ke dasar lubang. 6ntuk jamban +emplung
diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
b. 5amban tangki septik atau leher angsa
5amban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki
septik kedap air yang berfungsi sebagai 2adah proses penguraian atau
dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
Manfaat yang dapat diperoleh jika menggunakan jamban bersih adalah<
a. Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau
b. Tidak men+emari sumber air yang ada di sekitarnya
52
+. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi
penular penyakit diare, kolera, disentri, thypus, ke+a+ingan, penyakit
infeksi saluran pen+ernaan, penyakit kulit dan kera+unan.
!yarat jamban sehat yaitu<
a. Tidak men+emari sumber air minum (jarak antara sumber air minum
dengan lubang penampungan minimal '& meter
b. Tidak berbau
+. #otoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus
d. Tidak men+emari tanah disekitarnya
e. Mudah dibersihkan dan aman digunakan
f. Dilengkapi dinding dan atap pelindung
g. Penerangan dan "entilasi +ukup
h. 0antai kedap air dan luas ruangan memadai
i. Tersedia air, sabun, dan alat pembersih
8ara memelihara jamban sehat adalah<
a. 0antai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air
b. /ersihkan jamban se+ara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan
bersih
+. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat
d. Tidak ada serangga (ke+oa, lalat dan tikus yang berkeliaran
e. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih
f. /ila ada kerusakan, segera diperbaiki
53
Langka,langka Pem/inaan PHBS !i Sekola (Dinas Keseatan
Pro9insi Ja:a Timur6 $..&)7
'. 3nalisis !ituasi
Penentu kebijakan atau pimpinan di sekolah melakukan pengkajian ulang
tentang ada tidaknya kebijakan tentang P-/! di sekolah serta bagaimana
sikap dan perilaku khalayak sasaran (sis2a, 2arga sekolah, dan
masyarakat lingkungan sekolah terhadap kebijakan P-/! di sekolah.
#ajian ini untuk memperoleh data sebagai dasar membuat kebijakan.
%. Pembentukan kelompok kerja
Pihak pimpinan sekolah mengajak bi+ara/ berdialog guru, komite sekolah,
dan tim pelaksana atau pembina 6#! tentang<
a. Maksud, tujuan, dan manfaat penerapan P-/! di sekolah
b. Membahas ren+ana kebijakan tentang penerapan P-/! di sekolah
+. Meminta masukan tentang penerapan P-/! di sekolah, antisipasi
kendala, sekaligus alternatif solusi
d. Menetapkan penanggung ja2ab P-/! di sekolah dan mekanisme
penga2asannya
e. Membahas +ara sosialisasi yang efektif bagi sis2a, 2arga sekolah, dan
masyarakat sekolah
f. Pimpinan sekolah membentuk kelompok kerja penyusunan
kebijakan P-/! di sekolah
9. Pembuatan #ebijakan P-/! di sekolah
54
#elompok kerja membuat kebijakan jelas, tujuan, dan +ara
melaksanakannya.
>. Penyiapan Infrastruktur
Membuat surat keputusan tentang penanggung ja2ab dan penga2as
P-/! di sekolah, instrumen penga2asan materi, sosialisasi penerapan
P-/! di sekolah, pembuatan dan penempatan pesan di tempat-tempat
strategis disekolah, pelatihan bagi pengelola P-/! di sekolah.
). !osialisasi Penerapan P-/! di sekolah
!osialisasi penerapan P-/! di sekolah di lingkungan internal, antara lain<
a. Penggunaan jamban sehat dan air bersih
b. Pemberantasan !arang ;yamuk (P!;
+. 0arangan merokok di sekolah dan ka2asan tanpa rokok di sekolah
d. Membuang sampah pada tempatnya
e. !osialisasi tugas dan penanggung ja2ab P-/! di sekolah.
D. 2an3angan Promosi Keseatan !i Sekola Pa!a Usaa Keseatan
Sekola (UKS)
Dalam siklus hidup, masa kanak-kanak merupakan 2aktu yang tepat
untuk meletakkan landasan yang kokoh bagi ter2ujudnya manusia yang
berkualitas sebagai sumber daya pembangunan bangsa. #esadaran akan funsi
anak dan nilai substabtifnya melatarbelakangi dikembangkannya berbagai
upaya pembinaan anak, termasuk 6saha #esehatan !ekolah (6#!. 6#!
mulai dikembangkan sejak beberapa dekade yang lalu dan dimantapkan
55
dengan pembentukan tim pembina 6#! di semua tingkat pemerintahan pada
sekitar tahun '(.> (Dep. #es $I, %&&'.
6paya pembinaan melalui sekolah telah dinyatakan dalam 6ndang-
6ndang $I ;o. %9 tahun '((%, tentang kesehatan. Pada /ab B Pasal >) ayat
' dinyatakan bah2a E#esehatan sekolah diselenggarakan untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup
sehat, sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang se+ara
harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitasF
(!umijatun, %&&7.
Tujuan umum dari 6#! adalah adanya usaha untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan
perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan
manusia Indonesia seutuhnya dan berkualitas. !asaran dari pelaksanaan 6#!
adalah anak-anak usia sekolah dari tingkat dasar sampai tingkat menegah.
$uang lingkup 6#! ter+ermin dalam Tri-program dan dikenal <Trias
6#!F yang meliputi <
'. Pendidikan kesehatan, dilaksanakan melalui intrakurikuler dan
ekstrakurikuler. #egiatan intrakurikuler dilakukan dengan memberikan
pendidikan kesehatan pada jam pelajaran, sedangkan ekstrakurikuler
dilaksanakan di luar jam pelajaran, seperti < kerja bakti, akti"itas kader
sekolah (dokter ke+il, bimbingan perilaku sehat dan penyuluhan
kesehatan.
56
%. Pelayanan kesehatan, dilakukan se+ara komprehensif yang meliputi
kegiatan promosi, pre"ensi, kurasi dan rehabilitasi.
9. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah, yang dilakukan adalah
kegiatan bina fisik, mental dan sosial.
/entuk dan sifat upaya kesehatan melalui 6#! men+akup beberapa prinsip
yaitu <
'. Inter"ensi program yang dilakukan melalui kegiatan upaya kesehatan dan
pendidikan
%. Melaksanakan dasar-dasar upaya kesehatan seperti upaya dan pelayanan
kesehatan paripurna serta pembinaan dan peningkatan peran masyarakat
dalam pengembangan sikap dan perilaku sehat
9. Pendekatan terhadap peme+ahan masalah
>. Inter"ensi yang lain yang terkait
Pelayanan kesehatan dalam bentuk 6#! salah satunya melalui program
EDokter #e+ilF <
'. Pengrtian, Dokter #e+il adalah sis2a yang memenuhi kriteria dan telah
dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan
lingkungan.
%. Tujuan umum < untuk meningkatkan partisipasi sis2a dalam progran 6#!
57
Tujuan khusus <
a. !is2a dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, rumah dan
lingkungannya
b. !is2a dapat menolong diri sendiri, sesama teman dan orang lain untuk
hidup sehat
9. #riteria peserta <
a. !is2a !D kelas > da )
b. /erprestasi di sekolah
+. /erbadan sehat
d. /er2atak pemimpin dan bertanggung ja2ab
e. /erpenampilan bersih dan berperilaku sehat
f. /erbudi pekerti baik dan suka menolong
g. I1in orang tua
>. Tugas dan ke2ajiban Dokter #e+il <
a. /ersikap santun dan berperilaku sehat
b. Dapat menggerakkan sesama teman / sis2a untuk bersama-sama
menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya sendiri
58
+. /erusaha bagi ter+iptanya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah
maupun di rumah
d. Membantu guru dan petugas kesehatan pada 2aktu pelaksanaan
program di sekolah
). #egiatan Dokter #e+il <
a. Menggerakkan dan membimbing teman melaksanakan <
' Pengamatan kebersihan dan kesehtan pribadi
% Pengukuran tinggi badan dan berat badan
9 Penyuluhan kesehatan
b. Membantu petugas kesehatan, melaksanakan <
' Distribusi obat +a+ing, "itamin !, dll
% Pertolongan pertama pada ke+elakaan (P9#
9 Pertolongan pertama pada penyakit (P9P
+. Pengamatan dini tanda-tanda penyakit
d. Pengamatan kebersihan ruang 6#!, 2arung sekolah dan lingkungan
e. Pen+atatan dan pelaporan
f. Melaporkan hal-hal yang khusus pada guru 6#! / #epala !ekolah
yang ditunjuk
59

E. 2an3angan Promosi Keseatan !i Sekola Pa!a Perilaku +akan (!i
sekola)
Tujuan 6mum < !is2a mampu melakukan perilaku makan yang sehat
Tujuan #husus<
'. !is2a memiliki pengetahuan tentang makanan sehat dan manfaatnya
%. !is2a memiliki sikap yang positif terhadap makanan sehat
9. !is2a memiliki keyakinan tentang out+ome dari pemilihan makanan
yang sehat dan yakin bah2a dirinya mampu melakukan perilaku makan
sehat
>. !is2a mampu melakukan pilihan terhadap makanan yang sehat dan
mengatur porsi makanannya sesuai dengan kandungan gi1inya
Program akan dilakukan selama ' tahun, dengan e"aluasi program
tiap 9 bulan. Program diberikan pada le"el !D D !MP, dengan penyesuaian
kurikulumnya untuk tiap le"elnya.
-al-hal yang akan dilakukan dalam program promosi perilaku
makan sehat di sekolah<
'. #ebijakan sekolah
Menambahkan tentang kebijakan tentang perilaku makan sehat.
#ebijakan dapat berupa aturan tentang makanan yang dapat dikonsumsi
di sekolah atau larangan membeli makanan dari luar sekolah. /erkaitan
60
dengan kebijakan, sekolah bisa mengadakan hari makanan sehat (misal
seminggu sekali, dimana pada hari itu semua sis2a dan guru diharuskan
untuk makan makanan yang sehat.
%. #urikulum dalam pengajaran
Menambahkan pengajaran tentang makanan sehat dan perilaku makan
sehat pada kurikulum pengajaran beberapa mata pelajaran, misal<
biologi, olah raga, bimbingan konseling, IP3. /ila memungkinkan
menambah satu mata pelajaran tentang perilaku makan sehat yang
dilakukan seminggu sekali ('jam pelajaran. -al-hal yang bisa menjadi
topik dalam pengajaran< pengetahuan tentang nutrisi atau kelompok
makanan, piramida makanan, +ara-+ara memilih makanan yang sehat,
body image D kaitannya dengan pemilihan makanan yang sehat, +ara-
+ara meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, +ara
meningkatkan self-effi+a+y dalam hal perilaku makan sehat, +ara
mengontrol porsi makanan, masalah-masalah yang ditimbulkan akibat
obesitas atau kurangnya nutrisi dalam makanan, dan gunanya memiliki
berat badan yang ideal.
9. #antin
Membuat kebijakan khusus tentang jenis makanan yang dijual di kantin
(misal< mengurangi jumlah makanan yang tidak sehat di sekolah D
+ontoh< sna+k, gorengan, es dengan pe2arna, mengganti minuman soft
drink dengan susu, juga menambah banyak jumlah buah-buahan dan
sayuran dan merubah harga makanan yang dijual (misal< dengan
61
menaikkan harga makanan-makanan yang tidak sehat dan menurunkan
harga makanan-makanan yang sehat. Perlu adanya penyuluhan dan
pelatihan khusus bagi penjual makanan di kantin agar mereka dapat
memilih makanan yang lebih selektif, khususnya makanan yang sehat
untuk dijual di kios mereka. Pihak sekolah juga dapat memberikan
re2ard bagi penjual di kios yang menjual makanan sehat lebih banyak.
>. 3kti"itas lain
Mengadakan ba1aar makanan sehat dan lomba yang berkaitan dengan
perilaku makan sehat. #onseling bagi anak-anak dan orang tua,
khususnya bagi anak-anak yang memiliki ke+enderungan obesitas
Memberikan re2ard bagi sis2a yang melakukan perilaku makan sehat D
sehingga sis2a yang lain men+ontoh, sehingga terjadi "i+arious learning
Peer edu+ator, yaitu memilih sis2a-sis2a yang terlihat menonjol dan
dapat memberi pengaruh di antara sis2a-sis2a yang lain. Para sis2a
yang dipilih akan mendapat pelatihan tentang +ara-+ara memilih
makanan sehat dan bagaimana mengajarkan pengetahuan tersebut
kepada teman-temannya.
). #erja sama dengan orang tua
*rang tua memiliki peran yang kuat dalam program promosi kesehatan
di sekolah. -alhal yang telah diajarkan di sekolah, perlu diperkuat juga
oleh lingkungan rumah. Penyuluhan bagi orang tua penting agar orang
tua juga mampu memberi pengetahuan kepada anak-anaknya tentang
makanan sehat dan tidak membiasakan anak untuk IjajanG atau makan
62
makanan yang tidak sehat. *rang tua juga diharapkan lebih sering
memberi bekal makanan sehat daripada hanya memberi uang untuk
membeli makanan di sekolah atau di luar rumah.
7. #erja sama dengan masyarakat setempat
!ekolah dapat bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk
mengurangi jumlah penjual makanan di luar sekolah. Misal, dengan
bekerja sama dengan $T atau $, di sekitar sekolah untuk memberikan
larangan berjualan bagi penjaja makanan tidak sehat. Para penjaja
makanan atau jajanan di luar sekolah seringkali menjual makanan yang
berbahaya karena mengandung bahan-bahan yang berbahaya dan
seharusnya tidak di+ampur dalam makanan (seperti boraks, pe2arna
kain, formalin, dan 1at berbahaya lain. Data /P*M tahun %&&7-%&'&
menunjukkan >&->>H jajanan di sekolah tidak memenuhi syarat
keamanan makanan.
;. Promosi Keseatan Pa!a Tem"at Kerja
Prinsi" Promosi Keatan !i Tem"at Kerja
Prinsip Promosi #esehatan Di Tempat #erja hendaknya
dilakukan se+ara komprehensif, partisipasi dan ke2enangan yang ada.
Promosi kesehatan di tempat kerja hendaknya dikembangkan dengan
melibatkan kerja sama dengan berbagai sektor yang terkait, dan
63
melibatkan beberapa kelompok organisasi masyarakat yang ada sehingga
lebih mantap serta berkesinambungan.
a. Kom"reensif.
Promosi #esehatan Di tempat #erja merupakan kegiatan
yang melibatkan beberapa disiplin ilmu guna memaksimalkan
tujuan yang ingin di+apai yaitu berkembangnya tempat kerja yang
sehat, aman dan nyaman sehingga dengan lingkungan kerja yang
mendukung tersebut diharapkan terjadi perubahan perilaku indi"idu
dan kelompok kearah yang positif sehingga dapat menjaga
lingkungan agar tetap sehat.
/. Partisi"asi
Para pekerja di semua tingkatan dalam perusahaan hendaknya
terlibat se+ara aktif mengindetifikasi masalah kesehatan yang
dibutuhkan untuk peme+ahannya dan meningkatkan kondisi
lingkungan kerja yang sehat. Partisipasi para pengambil keputusan di
tempat kerja merupakan hal yang sangat mendukung bagi para
pekerja untuk lebih per+aya diri dalam meningkatkan kemampuan
64
mereka dalam merubah gaya hidup dan mengembangkan
kemampuan pen+egahan dan peningkatan terhadap penyakit.
3. Keterli/atan /er/agai sektor terkait.
#esehatan yang baik adalah hasil dari berbagai faktor yang
mendukung. /erbagai upaya untuk meningkatkan kesehatan pekerja
hendaknya harus melalui pendekatan yang integrasi yang mana
penekanannya pada berbagai faktor tersebut bila memungkinkan.
6ntuk meningkatkan kesehatan pekerja dan membangun
tempat kerja yang sehat dibutuhkan koordinasi berbagai pengambil
keputusan dari sektor-sektor terkait termasuk pemerintah, industri,
sektor kesehatan, uni"ersity yang terkait, organisasi pekerja,
organisasi pengusaha , organisasi masyarakat, masyarakat dan lain-
lain. Para propesional dari berbagai disiplin ilmu juga diperlukan.
!. Kelom"ok organisasi mas4arakat.
Program pen+egahan dan peningkatan kesehatan hendaknya
melibatkan semua anggota pekerja, termasuk kelomok organisasi
2anita dan laki-laki yang ada, termasuk juga tenaga honorer dan
tenaga kontrak. #ebutuhan melibatkan dengan berbagai organisasi
masyarakat yang mempunyai pengalaman atau tenaga ahli dalam
membantu mengembangkan Promosi kesehatan Di Tempat kerja
65
hendaknya di perhitungkan dalam mengembangkan program
sebelumnya.
e. Berkesinam/ungan atau Berkelanjutan
Promosi kesehatan di tempat kerja yang berhubungan erat
dengan kesehatan dan keselamatan kerja mempunyai arti penting
pada lingkungan tempat kerja dan aktifitas manajemen sehari-hari.
Program promosi kesehatan dan pen+egahan hendaknya terus
menerus dilakukan dan tujuannya jangka panjang. 3pabila
pelaksanaan promosi kesehatan di tempat kerja ingin lebih mentap,
program hendaknya sesuai dan responsif terhadap kebutuhan
pekerja dan masalah yang berhubungan dengan kondisi lingkungan
kerja (?fendi, %&&(.
Langka mengem/angkan Promosi Keseatan !i tem"at Kerja
0angkah-langkah strategi promosi kesehatan di tempat kerja
dilaksanakan melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Pekerja (PPMP /
Primary -ealth 8are 3pproa+h. 6ntuk men+apai sasaran masyarakat pekerja
diperlukan pendekatan sistemik yang mampu mengajak partisipasi dari
masyarakat pekerja.
8iri-+iri dari Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Pekerja (PPMP
adalah <
66
' Penyelenggaraan program promosi kesehatan di tempat kerja harus
bertumpu pada partisipasi aktif masyarakat pekerja atau kerja sama
interaksi antara penyelenggara program promosi kesehatan di tempat
kerja dengan masyarakat pekerja di tempat kerja sasaran
% 3danya konsepsi dan pelaksanaan promosi kesehatan di tempat kerja
9 3danya kegiatan program promosi kesehatan di tempat kerja yang
diselenggarakan melalui kemitraan triparteit (pemerintah, manajemen
tempat kerja dan pekerja atau serikat pekerja
Taa"an langka,langka !ari "en!ekatan "em/er!a4aan mas4arakat
"ekerja se/agai /erikut 7
' Melakukan ad"okasi dan sosialisasi ad"okasi se+ara umum ialah suatu
bentuk komunikasi yang berlangsung dari pihak yang lemah kepada
yang lebih kuat (berkuasa. Dalam hal tempat kerja dapat dianalogikan
dengan komunikasi antara pekerja dengan pihak manajemen tempat
kerja, dengan tujuan agar hak-hak pekerja atas promosi kesehatan dapat
diperoleh atau terpenuhi.
!osialisasi adalah kegiatan mendiseminasikan pesan ke semua arah
(hori1ontal, yang dalam konteks tempat kerja adalah pada semua pekerja
di semua tingkatan, agar semua pekerja mengetahui, memahami dan
mengamalkan pesan yang diprogramkan oleh manajemen tempat kerja.
5adi lebih jauh lagi agar semua pekerja berpartisipasi sesuai dengan apa
yang diharapkan melalui pesan tersebut.
67
% Telaah ma2as diri (workers comm"nity diagnosis
Telaah ma2as diri sebenarnya merupakan ajang diagnosis masalah oleh
masyarakat pekerja terhadap kondisi kesehatan kerja mereka. !e+ara
singkat dapat digambarkan bah2a masyarakat pekerja diajak untuk
mengenali keadaan kesehatan kerja mereka sendiri, disamping
mendeteksi potensi yang ada di sekeliling mereka. 3tas dasar kedua hal
ini (masalah dan potensi, dibuatlah diagnosis masalah kesehatan
kerjanya. Dalam hal ini, ke2ajiban bagi manajemen tempat kerja adalah
men+arikan +ara yang tepat agar mempermudah mereka dalam mengenali
masalah dan menggali potensi yang mereka miliki.
3) Musya2arah masyarakat pekerja (workers comm"nity prescription
Musya2arah masyarakat pekerja merupakan kegiatan E2orkers
+ommunity pres+riptionF untuk mengatasi segala yang berhubungan
dengan kesehatan kerja yang mereka alami. Tentu saja penyelesaian
masalah ini diutamakan dengan menggunakan potensi setempat. $esep
ini belum tentu rasional, oleh karena itu adalah ke2ajiban manajemen
tempat kerja untuk menuntun mereka membuat resep yang rasional.
,ujudnya berupa ren+ana kegiatan yang sederhana, dapat dijangkau
dengan sumber daya setempat, tetapi memberi sumbangan besar pada
upaya mengatasi masalah kesehatan kerja setempat.
4) Pelaksanaan kegiatan (workers comm"nity treatment
Dalam hal ini, masyarakat pekerja menjalankan upaya penanggulangan
masalah. !erangkaian kegiatan yang disusun diharapkan dapat se+ara
68
bertahap mengatasi masalah-masalah kesehatan kerja yang mereka
hadapi, sekaligus membuktikan apakah persepsi mereka sudah tepat.
;amun perlu dipantau agar bila ternyata ada kekeliruan, bisa segera
diperbaiki.
) Memantau/menyesuaikan
!elama program promosi kesehatan di tempat kerja berlangsung,
pemantauan perlu dilakukan. !etiap perubahan perilaku yang terjadi
perlu diperhitungkan, dan perubahan lingkungan baik yang positif
(mendukung maupun yang negatif (menghambat perlu diketahui,
diantisipasi dan dihadapi se+ara tepat. Dengan demikian program
promosi kesehatan dapat berjalan terus, berkembang dan men+apai
sasarannya.
7 ?"aluasi
Pada akhirnya setelah program dijalani sesuai ren+ana, maka dilakukan
e"aluasi J apakah proses pelaksanaan berlangsung sesuai dengan
ren+anaK, apakah ada perubahan perilaku pekerja kearah positifK, apakah
perubahan keadaan sehubungan dengan promosi kesehatan yang
dilakukanK
4 Pembinaan dan pengembangan
69
#egiatan pembinaan dan pengembangan merupakan siklus lanjut dari
lingkaran peme+ahan masalah-masalah kesehatan kerja. Pada satu
periode akhir kegiatan, tahap selanjutnya adalah 2orker +ommunity
de"elopment yang kemudian berputar kembali ke langkah 2orkers
+ommunity diagnosis, 2orkers +ommunity pres+ription dan 2orkers
+ommunity treatment, Inspe+tion/adaptation, e"aluation sebab akan
timbul problematik baru yang lebih tinggi tingkatnya. /ila ini berjalan,
maka akan terjadi proses pembinaan dan pengembangan sesuai dengan
tingkat perkembangan masalahnya.
0angkah-langkah dalam kontrol lingkungan kerja <
'. Mengukur semua bahaya di tempat kerja
%. /ila memungkinkan, menyingkirkan hal-hal yang berbahaya
9. Melindungi pekerja dari bahaya yang potensial
>. Menyediakan alat-alat yang aman
). Menyediakan pakaian yang aman
7. Memberikan pengetahuan tentang bahaya dan keamanan di tempat kerja
/eberapa program pomosi kesehatan di tempat kerja <
'. Program olah raga
%. Pengelolaan hipertensi dan 8-D
70
9. Drug dan alkohol
>. !tress management
). !moking
7. Pengurangan berat badan
4. #eamanan
.. !+rening untuk kanker
Menurut 0i dan 8oL, '(.7 (dalam ;otoadmojo menjelaskan karakteristik
program kesehatan di tempat kerja (P#DT# antara lain <
'. #ebijakan penyelenggaraan,
Progran P#DT# dilakukan apabila pengambil keputusan di tempat kerja
merasa program tersebut memberikan manfaat bagi pekerja dan
institusinya. Dengan demikian penyelenggaraan program bersifat
sukarela.
%. !asaran
a. !asaran primer < #arya2an di tempat kerja
b. !asaran skunder < Pengelola kesehatan dan keselamatan kerja (#9,
serikat atau organisasi pekerja
+. !asaran tertier < Pengusaha dan manajer / direktur
71
9. Tujuan.
0i dan 8oL, '(.7 menyatakan bah2a tujuan program P#DT# adalah
memberikan informasi kesehatan dan memodifikasi perilaku pekerja
agar kondusif bagi kesehatan.
Dep #es $I menyatakan tujuan program P#DT# sebagai berikut <
a. Menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat (P-/! di dalam
tempat kerja.
b. Mengurangi angka kemangkiran karya2an.
+. Membantu menurunkan angka penyakit akibat pekerjaan dan
lingkungan kerja.
d. Membantu tumbuhnya kebiasaan kerja dan gaya hidup yang sehat.
e. Men+iptakan lingkungan kerja yang sehat, kondusif dan aman.
f. Memberikan dampak positif terhadap lingkungan kerja dan
masyarakat.
>. Tema kegiatan, program promosi kesehatan di tempat kerja dapat
mengambil tema kegiatan yang bersifat umum.
). #egiatan
72
*donnel, '(.> menguraikan empat tingkat pendekatan untuk mengubah
perilaku sehat pekerja. Tingkat pertama pemberian informasi, tingkat
kedua penjajakan resiko kesehatan, tingkat ketiga pemberian resep,
tingkat empat membuat sistem dan lingkungan yang mendukung
7. ,aktu dan durasi,
P#DT# dapat dilaksanakan kapan saja sesuai dengan kebutuhan
institusi baik pada jam kerja atau di luar jam kerja.
4. 0okasi
a. Di dalam tempat kerja
b. Di luar tempat kerja
.. Penyelenggara,
unit dalam perusahaan itu sendiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga
dalam penyelenggaraan kegiatan P#DT#.
Manfaat P#DT# adalah <
'. /agi pekerja,
Mereka akan lebih memahami dan mau berperilaku sehat, baik di dalam
tempat kerja maupun di luar tempat kerja. #epuasan kerja akan
73
meningkat ketika mereka menyadari bah2a perusahaan peduli dengan
kesehatan mereka.
%. /agi perusahaan,
Perusahaan yang menyelenggarakan program P#DT# lebih
memperlihatkan kepada karya2annya bah2a mereka peduli terhadap
kesehatan pekerja. -al ini dapat meningkatkan kepuasan kerja
karya2an.
Perilaku Hi!u" Bersi !an Seat (PHBS) !i Tem"at Kerja
P-/! di tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para
pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih
dan sehat serta berperan aktif dalam me2ujudkan tempat kerja sehat.
Perilaku -idup /ersih dan !ehat (P-/! di Tempat kerja antara lain <
'. Tidak merokok di tempat kerja.
%. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja.
9. Melakukan olahraga se+ara teratur atau aktifitas fisik.
>. Men+u+i tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan
sesudah buang air besar dan buang air ke+il.
). Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja.
74
7. Menggunakan air bersih.
4. Menggunakan jamban saat buang air ke+il dan besar.
.. Membuang sampah pada tempatnya.
(. Mempergunakan 3lat Pelindung Diri (3PD sesuai jenis pekerjaan.
3da > langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan di
perusahaan dan karya2an yaitu <
'. 0ebih mengkomunikasikan dengan para karya2an tentang perhatian dan
tujuan yang terkait dengan kesehatan.
%. Mengimplementasikan program promosi kesehatan untuk membuat
pemahaman di tempat kerja.
9. Membuat komitmen tetap untuk memelihara kesehatan dan
kesejahteraan karya2an.
>. Memulai kegiatan program kesehatan.
!trategi Terbaik 6ntuk Promosi #esehatan Di Tempat #erja
'. Implementasi program perubahan gaya hidup karya2an (/erhenti
merokok, Program =itness, Meningkatkan nutrisi, pengurangan stress
dll.
%. Program konsultasi dan penilaian resiko kesehatan di perusahaan.
9. Menunjukkan dukungan manajemen terhadap program promosi
kesehatan khususnya membangun pernyataan misi promosi kesehatan
perusahaan.
>. Membangun budaya organisasi yang fleksibel, dukungan masyarakat,
responsif terhadap kebutuhan karya2an.
75
). Membangun kebijakan perusahaan untuk memelihara area bebas rokok
dan minuman keras dan narkoba di tempat kerja.
7. Membentuk komite kesehatan dan keselamatan kerja dan melakukan
pertemuan se+ara reguler.
4. Menga2asi efekti"itas, biaya, keuntungan dan partisipasi dalam
program promosi kesehatan.
.. Membuat dan memelihara fasilitas promosi kesehatan dengan
menghubungkan audit kualitas lingkungan kerja pada inter"al reguler
dan ambil langkah untuk identifikasi alamat area yang bermasalah.
(. #omunikasi se+ara reguler dengan karya2an untuk menghormati
promosi kesehatan.
#un+i ?fekti"itas Program #esehatan Di Tempat #erja
'. Menunjukkan keterlibatan dan dukungan manajemen pada program
kesehatan.
%. melibatkan karya2an dalam tahapan peren+anaan program.
9. Ta2arkan program pada 2aktu dan tempat yang menyenagkan bagi
karya2an.
>. Membuat tujuan program dan identifikasi kebutuhan kesehatan
karya2an.
). /erikan hadiah terhadap prestasi dan keikutsertaan dalam pen+apaian
tujuan program.
76
7. Meyakinkan karya2an bah2a status kesehatan mereka adalah sangat
penting.
4. /erikan program yang ber"ariasi untuk mempertemukan kebutuhan
karya2an.
.. Membuat lingkungan tempat kerja mendukung usaha perubahan gaya
hidup.
(. Membantu karya2an untuk mengerti dampak dari masalah kesehatan.
0angkah Mengembangkan Promosi #esehatan Di Tempat #erja
Mengembangkan Promosi #esehatan Di tempat #erja dapat melalui
beberapa langkah yaitu <
'. Menggalang dukungan manajemen.
6ntuk mengembangkan Promosi kesehatan di tempat kerja, dukungan
dan komitmen dari para pengambil keputusan dari semua pihak sangat
penting sekali. Ini termasuk bukan saja sebagai sponsor, tetapi
komitmen untuk pelaksanaan Promosi kesehatan tersebut. Para manager
hendaknya membuat program dan informasi umum tentang pelaksanaan
promosi kesehatan yang diedarkan keseluruh staf untuk di diskusikan.
%. Melaksanakan koordinasi.
6ntuk lan+arnya proses jalannya pelaksanaan, para pengambil
keputusan membentuk kelompok kerja (team yang baik, +ontohnya
panitia dari bagian kesehatan, bagian keselamatan, lingkungan dan
ketenagaan. #elompok kerja tersebut hendaknya mengikuti semua
77
komponen yang terkait di semua tingkatan di tempat kerja maupun di
sektor terkait.
9. Penjajakan #ebutuhan
Team hendaknya melakukan need assessmen. -al ini untuk
mengumpulkan segala informasi yang berhubungan dengan kesehatan
dan keselamatan kerja. Tujuan dari need assessmen ini adalah
mengidentifikasi masalah yang mempengaruhi kesehatan dan
menjadikan nya program.
>. Memprioritaskan #ebutuhan
Team memproiritaskan masalah berdasarkan keinginan dan kebutuhan
masalah Dmasalah yang mempengaruhi kesehatan.
). Menyusun peren+anaan
/erdasarkan prioritas masalah dan kebutuhan, team mengembangkan
peren+anaan yaitu peren+anaan jangka panjang dan jangka pendek
lengkap dengan goal dan tujuan, strateginya, aktifitasnya, biaya dan
jad2al pelaksanaan. /iaya peren+anaan hendaknya diajukan setiap tahun
anggaran
7. Monitoring dan ?"aluasi
Monitoring dan ?"aluasi merupakan hal yang sangat penting untuk
melihat seberapa baiknya program tersebut terlaksana, untuk
mengidentifikasi kesuksesan dan masalah-masalah yang ditemui dan
umpan balik (feedba+k untuk perbaikan
4. $e"isi dan perbaikan program
78
!etelah mendapatkan hasil dari e"aluasi tentunya ada kekurangan dan
masukan yang perlu untuk pertimbangan dalam melakukan perbaikan
program, sekaligus mere"isi hal yang sudah ada
BAB I1
PENUTUP
A. Kesim"ulan
79
'. Promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang diran+ang
untuk memba2a perubahan (perbaikan, baik di dalam masyarakat
sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya.
%. Menurut *tta2a '((7 promosi kesehatan di tempat kerja adalah upaya
memberdayakan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan
melindungi kesehatan diri serta lingkungannya.
9. Promosi kesehatan di sekolah adalah upaya meningkatkan kemampuan
peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar mandiri
dalam men+egah penyakit, memelihara kesehatan, men+iptakan dan
memelihara lingkungan sehat, ter+iptanya kebijakan sekolah sehat serta
berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sekitarnya.
B. Saran
Meningkatkan promosi kesehatan di tempat kerja dan sekolah adalah
salah satu upaya perbaikan efektifitas suatu perusahaan dan sekolah. *leh
karena itu dari promosi kesehatan di tempat kerja dan di sekolah harus
digiatkan dan ditingkatkan lagi demi ter+iptanya suasana kerja yang nyaman
dan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
80

Anda mungkin juga menyukai