Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

I. PENGERTIAN
Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat
lanjut usia perempuan. Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Tetapi
kepastiannya baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklusnya selama minimal 12 bulan.
Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal pada wanita yang berusia 40
tahun.
Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah yang keluar pada siklus
menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya. Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti
secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2
siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum
akhirnya siklus berhenti. Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal
pada wanita yang berusia 40 tahun. Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah
yang keluar pada siklus menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya.
Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara
bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang.

II. PENYEBAB
Sejalan dengan pertambahan usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan
oleh LH dan FSH, yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa.
Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya
prosesovulasi (pelepasan sel telur) berhenti. Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40
tahun.
Kemungkinan penyebabnya adalah faktor keturunan, penyakit autoimun dan rokok.
Menopause buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau
berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium.
Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah
ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati kanker.
Histerektomi (pengangkatan rahim) menyebabkan berakhirnya siklus menstruasi, tetapi selama
ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan tidak menyebabkan menopause.
Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan
bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun,
beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah
membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-
perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya
menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih
lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita
berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya.
Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi
pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.
Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis,
pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang
perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima
atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur.
Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih
teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.
Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung
percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan
bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita
mengalami siklus tidak teratur.
Salah satu sebab utama penurunan kondisi fisik perempuan adalah akibat makin
hilangnya hormon estrogen yang selama ini bisa mempertahanakan kemudaan orang. Pada usia
yang sama, anehnya proses-proses seperti itu tidak terjadi pada pria secepat pada perempuan.
Fungsi ganda indung telur memproduksi hormon dan alat reproduksi sudah makin menurun fungsinya.
Dalam bahasa ilmiah, penyebab terjadinya menopause adalah habisnya bosit dan folikel primordial pada
indung telur sehingga berakibat berhentinya produk siestrogen.










PERUBAHAN HORMON
Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya.
Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan,
akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian
menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh
delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan
meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone - hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise).
Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau
bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum
periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita
adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari
jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak
tubuh.
Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung
telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih
banyak daripada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun
selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron
dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.
Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran
yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan
melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir
semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya
untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur.
Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat
pada kulit.

III. GEJALA
Gejala dan tanda-tanda pada masa perimenopause (perpindahan) antara lain berupa:
1. Gejolak panas (Hot flashes) terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh
darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat
yang berlebihan.
Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami
selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun.
Hot flashes berlangsung selama 30 detik sampai
2. Pusing
3. Siklus haid tidak teratur dan pembawaan sifat pelupa
4. Perasaan tegang disertai nyeri otot dan sendi.
5. Perasaan mudah tersinggung dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum
6. Depresi dengan sakit kepala/migraine
7. Kurang percaya diri/dispareunia
8. Susah tidur bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen.
Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur.
9. Adanya atrofi vagina dan Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding
vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri.
10. Mudah lelah dan kurang tenaga
11. Disertai gatal daerah labia
12. Napas pendek
13. Keputihan
14. Gelisah
15. Kandung kemih disuria karena Peradangan kandung kemih.
16. Osteoporosis (pengeroposan tulang). Resiko tinggi terjadinya osteoporosis ditemukan
pada wanita yang:
- kurus
- merokok
- mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
- mengkonsumsi kortikosteroid
- memiliki asupan kalsium yang rendah
- jarang berolah raga.
Cedera ringan bisa menyebabkan fraktur (patah tulang). Fraktur paling sering terjadi pada tulang
belakang, pinggul dan pergelangan tangan.
17. Penyakit jantung dan pembuluh darah.
Penurunan kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL (kolesterol
jahat) dan menurunnya kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Estrogen bertanggungjawab
terhadap pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Selama masa reproduktif, pembentukan
lapisan rahim diikuti dengan pelepasan dinding rahim pada setiap siklus menstruasi.
Berkurangnya kadar estrogen pada menopause menyebabkan tidak terjadinya
pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Tetapi hormon androgenik yang dihasilkan
oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen dan kadang hal ini menyebabkan perdarahan
pasca menopause. Hal ini tidak perlu dirisaukan, tetapi karena perdarahan pasca menopause bisa
merupakan petunjuk adanya suatu kelainan (termasuk kanker), maka dokter selalu memeriksa
setiap perdarahan yang terjadi setelah menopause.
Salah satu sebab utama penurunan kondisi fisik perempuan adalah akibat makin
hilangnya hormon estrogen yang selama ini bisa mempertahanakan kemudaan orang. Pada usia
yang sama, anehnya proses-proses seperti itu tidak terjadi pada pria secepat pada perempuan.
Fungsi ganda indung telur memproduksi hormon dan alat reproduksi sudah makin
menurun fungsinya. Dalam bahasa ilmiah, penyebab terjadinya menopause adalah habisnya bosit
dan folikel primordial pada indung telur sehingga berakibat berhentinya produk siestrogen.

IV. PENANGANAN PADA USIA MENOPAUSE
Pada usia 45 tahun itulah perempuan dianjurkan mengonsumsi obat hormonal maupun
melakukan terapi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung hormon estrogen. Di
Indonesia banyak makanan dan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan yaitu tempe, pepaya,
bengkuang, dan buah terong yang biasanya digunakan untuk sayuran.
Suplementasi estrogen melalui obat diperlukan bagi perempuan menopause yang
mengalami gangguan serius. Dianjurkan, langkah preventif sejak usia 45 dilakukan daripada cara
pengobatan dengan mengeluarkan bulanan untuk satu strip obat berisi 30 butir.
Estrogen tersedia dalam bentuk alami dan sintetis (dibuat di laboratorium).
Estrogen sintetis ratusan kali lebih kuat dibandingkan estrogen alami sehingga tidak secara rutin
diberikan kepada wanita menopause. Untuk mencegah hot flashes dan osteoporosis hanya
diperlukan estrogen alami dalam dosis yang sangat rendah. Dosis tinggi cenderung menimbulkan
masalah, diantaranya sakit kepalamigren. Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet atau
tempelan kulit (estrogen transdermal).
Krim estrogen bisa dioleskan pada vagina untuk mencegah penipisan lapisan vagina (sehingga
mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih dan beser) dan untuk mencegah timbulnya
nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
Wanita pasca menopause yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki
resiko menderita kanker endometrium. Resiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya
pemakaian estrogen. Jika terjadai perdarahan abnormal dari vagina, dilakukan biopsi lapisan
rahim. Mengkonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi resiko
terjadinya kanker endometrium
Ada proses yang pasti terjadi pada perempuan yaitu proses osteoporosis. Secara umum,
perempuan akan kehilangan massa tulangnya antara 40-60 persen, lebih besar dibanding pria.
Oleh sebab itu mengbnsumsi kalsium penting sekali pada usia setengah baya.
Dan untuk mendapatkan hubungan seksual yang tetap harmonis pada usia 51 tahun,
selain mengonsumsi buah-buahan seperti jus pepaya atau jus bengkuang misalnya, beberapa
kelompok olahraga usia lanjut di berbagai kota membuktikan pulihnya otot-otot dan hormon
perempuan .
Biasanya estrogen dan progesteron diberikan setiap hari. Jadwal pemberian ini biasanya
akan menyebabkan perdarahan vagina yang tidak teratur pada 2-3 bulan pertama dari terapi, akan
tetapi sesudahnya perdarahan biasanya akan berhenti.
Atau pemberian estrogen dan progesteron bisa dilakukan secara bergantian; selama 2 minggu
setiap hari minum estrogen lalu selama beberapa hari minum progesteron dan estrogen,
kemudian beberapa hari di akhir bulan sama sekali tidak minum estrogen maupun progesteron.
Dengan jadwal ini, perdarahan vagina terjadi pada hari dimana hormon tidak diminum.
Progesteron tersedia dalam bentuk tablet atau suntikan melalui otot. Efek samping dari
progesteron adalah perut kembung, sakit payudara, sakit kepala, perubahan suasana hati dan
jerawat.

Biasanya terapi sulih hormon estrogen tidak dilakukan pada wanita yang menderita:
- atau pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut
- perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti
- penyakit hati akut
- penyakit pembekuan darah
- porfiria intermiten akut.
Kepada wanita tersebut biasanya diberikan obat anti-cemas, progesteron atau klonidin untuk
mengurangihot flashes. Untuk mengurangi depersi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah
tidur bisa diberikan anti-depresi.

















BAB III
KLIMAKTERIUM

I. Definisi
Klimakterium adalah masa yang bermula atau masa peralihan dari tahap reproduksi
sampai berakhir pada awal senium, yaitu pada wanita berumur 40 65 tahun.
dimana:
- ovarium (indung telur) berhenti menghasilkan sel telur
- aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti
- pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang.
Keluhan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya fungsi ovarium. Gejala dari
menurunnya fungsi ovarium ini ditandai dengan hentinya menstruasi pada seorang wanita yang
disebut menopause. Waktu 4 5 tahun sebelum menopause disebut masa premenopause,
sedangkan 3 5 tahun setelah menopause disebut masa pasca menopause.

II. Etiologi
Sebelum seorang wanita tersebut menopause, maka akan terjadi beberapa perubahan pada
ovariumnya seperti sklerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya
sintesis steroidseks. Penurunan fungsi dari ovarium tersebut dapat menyebabkan berkurangnya
kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan Gonadotropin, keadaan ini menyebabkan
terganggunya interaksi hipotalasmus-hipofisis. Pertama-tama terjadi kegagalan fungsi korpus
luteum, kemudian produksi steroid ovarium menurun sehingga reaksi umpan balik negatif
terhadap hipotalasmus berkurang, keadaan ini dapat meningkatkan produksi FSH dan LH

III. Gambaran Klinis
Gambaran klinis dari defisiensi estrogen dapat berupa gangguan Neurovegetatif,
gangguan psikis, gangguan somatik dan gangguan siklus haid.
Gangguan neurovegetatif yang disebut juga gangguan vasomotorik dapat muncul sebagai:
-Gejolak panas keringat banyak
-Rasa kedinginan
-Sakit kepala
-Berdebar-debar
-Jari atrofi
-Gangguan usus.

Gangguan psikis muncul dalam bentuk:
-Mudah tersinggung
-Depresi
-Kelelahan
-Sulit tidur.

Gangguan somatic:
-Amenorhea atau gangguan haid
-Inkontinensia urine
-Disuria
-Osteoporosis
-Artritis dan aterosklerosis.

IV. Diagnosis
Diagnosis sindroma klimakterium ditegakkan berdasarkan umur dan keluhan yang
timbul. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan adanya peningkatan kadar FSH serum. FSH
biasanya meningkat 10 20 kali lebih banyak, sedangkan LH meningkat 5 6 kali lebih banyak.
Secara endokrinologia, masa klimakterium ditandai oleh menurunnya kadar estrogen dan
meningkatnya pengeluaran Gonadotropin.


V. Penatalaksanaan
Pengobatan dasar dari sindroma klimakterium ini meliputi :
*Psikoterapi
*Sedativa psikofarmaka
*Balneoterapi (pengaturan diet)
*Substitusi hormonal.
Atas dasar bahwa sindroma klimakterium terutama disebabkan oleh kekurangan hormon
estrogen, maka pilihan utama untuk pengobatannya adalah:
*Pemberian substitusi estrogen dengan syarat wanita tersebut tidak menderita tumor yang
bergantung pada estrogen estrogen dependent) misalnya : adanya mioma uteri.

VI. Komunikasi Pada Wanita Menopause dan Klimakterium
Pelaksanaan komunikasi pada wanita menopause dan klimakterium adalah:
a. Deteksi dini terhadap gangguan yang terjadi pada masa ini
b. Pemberian informasi tentang pelayanan kesehatan yang dapat dikunjungi
c. Membantu klien dalam pengambilan keputusan
d. Pemakaian alat bantu dalam pemberian KIE
e. melakukan komunikasi dengan pendekatan biologis, psikologis dan sosial budaya.

a. Prinsip komunikasi pada masa menopause adalah :
1. Fungsi kognitif terdiri dari: kemampuan belajar (learning), kemampuan pemahaman (comprehension), kinerja
(performance), pemecahan masalah (problem solving), daya ingat (memory), motivasi, pengambilan
keputusan, kebijaksanaan.
2. Fungsi afektif, fenomena kejiwaan yang dihayati secara subyektif sebagai sesuatu yang menimbulkan
kesenangan atau kesedihan.
3. Fungsi konatif (psikomotor), fungsi psikis yang melaksanakan tindakan dari apa yang diolah melalui proses
berpikir dan perasaan ataupun keduanya.

b. Komunikasi Pada Wanita dengan Gangguan Sistem Reproduksi
Wanita dengan gangguan sistem reproduksi akan mengalami gangguan atau perubahan yang bersifat
fisiologis maupun psikologis. Perubahan fisiologis yang terjadi seperti keputihan, gangguan haid, penyakit
menular seksual, dll. Sedangkan perubahan yang bersifat psikologis diantaranya ibu cemas, takut akan
masalah-masalah yang terjadi dan ketidaksiapan dalam menerima kenyataan.
Pelaksanaan komunikasi pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi adalah penjelasan
kemungkinan penyebab gangguan yang dialaminya, deteksi dini terhadap kelainan sehubungan dengan
gangguan reproduksi, pemberian informasi tentang layanan kesehatan, membantu dalam pengambilan
keputusan dan pemberian support mental.




















DAFTAR PUSTAKA

http://creasoft.wordpress.com/2008/04/18/kesehatan-reproduksi-wanita/
http://id.wikipedia.org/wiki/Menopause
Suparyanti, R. 2008. Handout Komunikasi Pada Bayi dan Anak.
Tyastuti, dkk., 2008, Komunikasi & Konseling Dalam Praktik Kebidanan,
Yogyakarta: Fitramaya.
Buku ilmu kandungan tahun 2008 (bina pustaka Sarwono prawiroharjo)