Anda di halaman 1dari 19

Bab IV.

Perencanaan Keuangan dan


Pertumbuhan Perusahaan
Keberhasilan sebuah perusahaan dapat terlihat dari kemampuan para pengelola
atau pihak manajemen perusahaan memanfaatkan peluang secara maksimal sehingga
menghasilkan return (imbal hasil) sesuai yang diharapkan, itulah sebabnya tugas yang
utama dari pengelola atau pihak manajemen perusahaan adalah merencanakan masa
depan perusahaan agar semua peluang atau kemungkinan yang diprediksi dapat diambil
dan direalisasikan.
Pada dasarnya sebuah perencanaan tentang masa depan merupakan perencanaan
jangka panjang, itulah sebabnya dibutuhkan sebuah koordinasi yang padu tentang
perencanaan jangka panjang dari berbagai fungsi dalam perusahaan. Dalam hal
perencanaan keuangan jangka panjang perusahaan dibutuhkan unsur-unsur dasar dari
kebijakan keuangan perusahaan, membaginya menjadi 4 (empat) unsur yakni
!. Perusahaan membutuhkan in"estasi pada asset-aset baru #nsur ini akan timbul
dari peluang-peluang in"estasi yang dipilih untuk dilaksanakan perusahaan dan
merupakan hasil dari keputusan penganggaran modal perusahaan.
$. %ingkat Leverage keuangan yang dipilih untuk dipergunakan &al ini akan
menentukan jumlah pinjaman yang akan digunakan oleh perusahaan untuk
mendanai in"estasinya pada asset riil. &al ini adalah kebijakan struktur modal
perusahaan.
'. (umlah kas yang dirasakan perusahaan perlu dan layak untuk dibayarkan
kepada pemegang saham hal ini ada kebijakan di"iden perusahaan.
4. (umlah likuiditas dan modal kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam operasi
sehari-hari )ni adalah keputusan modal kerja bersih perusahaan.
48
49 *anajemen Keuangan
(adi keputusan tentang perencanaan keuangan perusahaan tentang masa depan
perusahaan tersebut akan mencakup ke-empat area ini yang pada gilirannya akan
mencakup peluang pertumbuhan perusahaan yang berimbas pada pemenuhan
kebutuhan pendanaan baik melalui internal maupun eksternal yang akan menentukan
profitabilitas perusahaan tersebut.
+dapun proses perencanaan keuangan adalah merupakan kegiatan perencanaan
keuangan yang memperkirakan posisi dan kondisi keuangan di masa depan, sehingga
dalam menyusun rencana keuangan tersebut dipergunakan serangkaian skenario yang
merupakan asumsi terhadap kemungkinan terjadinya kondisi di masa depan. +dapun
serangkaian skenario masa depan tersebut biasanya dibagi dalam ' (tiga) kondisi
!. Kondisi %erburuk ( Worst Condition) Kondisi ini merupakan kondisi yang
diperkirakan terjadi ketika situasi perusahaan dan perekonomian sedang berada
dalam situasi yang sulit sehingga angka-angka yang dipakai dalam perencanaan
adalah angka-angka yang pesimistis.
$. Kondisi ,ormal (Normal Condition) Kondisi ini merupakan kondisi dimana
dianggap situasi perusahaan dan perekonomian yang biasa terjadi dan berjalan
seperti sebelumnya.
'. Kondisi %erbaik ( Best Condition) Kondisi ini merupakan kondisi ketika situasi
perusahaan atau perekonomian sedang berada dalam situasi terbaiknya sehingga
angka -angka yang dipakai dalam perencanaan adalah angka -angka yang
optimistik.
4.1. Model Perencanaan Keuangan
Ketika sebuah perencanaan keuangan dibuat maka rencana tersebut juga akan
memasukkan laporan keuangan yakni neraca, laporan laba-rugi sebagai bagian dari
perencanaan yang dibuat, adapun laporan keuangan ini disebut juga laporan keuangan
pro forma ( .dalam bentuk) . (adi dalam hal ini laporan keuangan pro forma ini akan
*anajemen Keuangan 50
memasukkan serangkaian kemungkinan atau skenario yang terjadi di masa depan,
sehingga laporan keuangan pro forma merupakan output dari model perencanaan
keuangan.
+ndaikan seseorang memberikan data proyeksi penjualan yang sudah
diperkirakan maka model perencanaan keuangan akan menyediakan laporan keuangan
berupa neraca dan laba rugi yang dihasilkan berdasarkan data proyeksi penjualan
tersebut. Disini, data proyeksi penjualan yang sudah diperkirakan tersebut menjadi
.penggerak (driver)/ yang artinya data proyeksi penjualan ini akan diberikan terlebih
dahulu, lalu data proyeksi laporan keuanganitu akan dihitung berdasarkan atas data
tersebut.
0isa saja, angka proyeksi penjualan akan diberikan dalam bentuk tingkat
pertumbuhan dalam penjualan, hal ini tidaklah menjadi persoalan karena perhitungan
proyeksi penjualan akan diketahui setelah diketahui tingkat pertumbuhannya. 1esudah
dilakukan serangkaian skenario, maka yang te2p.enting disini bukanlah proyeksi
penjualan harus tepat tetapi bagaimana hubungan atau keterkaitan antara in"estasi dan
kebutuhan pendanaan pada berbagai kemungkinan tingkat penjualan dapat diketahui
untuk dipelajari agar dapat dilakukan keputusan-keputusan strategis dan berdampak
jangka panjang.
Dalam hal in"estasi, disini akan diperkirakan proyeksi belanja modal, dan akan
terlihat juga disini proyeksi neraca melalui perubahan dalam total asset tetap dan
modal kerja bersih, sedangkan dalam hal keuangan (financing) akan bagaimana
mencari dana yang dibutuhkan terhadap dana in"estasi yang dibutuhkan, akan ada
persoalan tentang kebijakan de"iden dan kebijakan utang agar perusahaan
mendapatkan dana yang .siap/ untuk dipakai belanja modal.
1etelah data proyeksi penjualan dan perkiraan belanja modal yang dibutuhkan
diketahui maka akan terjadi ketidak-seimbangan dalam neraca, hal ini dikarenakan
proyeksi total asset pasti lebih besar dari proyeksi sisi total pasi"a. Karena itu
dibutuhkan pendanaan baru untuk menutupi seluruh proyeksi belanja modal, "ariable
51 *anajemen Keuangan
penyeimbang inilah yang disebut .Plug/ yang harus dipilih, Penyeimbang ini adalah
sumber dari pendanaan eksternal khusus yang dibutuhkan untuk mengatasi kekuranagn
(kelebihan) dalam pendanaan sehingga dana dapat menjadi seimbang lagi seperti
sebelumnya.
%entu saja, yang terakhir dan juga sangat penting adalah dalam perencanaan
tersebut haruslah secara jelas menyatakan kondisi perekonomian suatu negara atau
3ilayah kekuasaan politik dimana perusahaan tersebut berada, hal ini dikenal sebagai
kondisi makro-ekonomi suatu negara. Kondisi makro- ekonomian tersebut antara lain
tentang inflasi, tingkat suku bunga dan tarif pajak perusahaan.
4.2 Model Sederhana dar Perencanaan Keuangan
+dapun sebuah contoh dari model perencanaan keuangan sederhana sebagai berikut
P%. 4ampur
5aporan Keuangan
5aporan 2ugi 5aba ,eraca
Penjualan 2p.!666 +set 2p. 766 &utang 2p.$76
0iaya 866
*odal
1endiri 2p.$76
5aba bersih 2p.$66 %otal 2p.766 %otal 2p.766
Perencanaan keuangan P%.4ampur berasumsi bah3a semua "ariabel terikat pada
penjualan dan hubungan yang sekarang adalah optimal. +rtinya semua item akan
berkembang dengan persentase yang sama dengan penjualan. *isalkan penjualan
meningkat $6 persen dari 2p.!666 menjadi 2p.!$66. Perencana juga akan meramalkan
bah3a terdapat peningkatan biaya sebesar $6 persen, dari 2p. 866 menjadi
2p.8669!,$:2p.;<6. 5aporan Pro forma akan menjadi
Pro =orma
*anajemen Keuangan 52
5aporan 5aba 2ugi
Penjualan 2p. !$66
0iaya ;<6
5aba bersih 2p. $46
+sumsi bah3a seluruh "ariabel akan meningkat sebesar $6 persen, membuat kita juga
dapat membuat neraca pro forma.
Pro =orma ,eraca
+set 2p.<66(>!66) &utang 2p. '66(>76)

*odal
1endiri '66(>76)
%otal 2p.<66(>!66) %otal 2p.<66 (>!66)
1ekarang kita harus merekonsiliasi kedua pro forma. 4ontohnya dapatkah 5aba bersih
sama dengan 2p.$46 dan *odal 1endiri meningkat hanya 2p.76? (a3abannya adalah
bah3a P%.4ampur harus membayar perbedaan sebesar 2p.$46-
2p.76:2p.!;6,kemungkinan sebagai di"iden. Dalam kasus ini di"iden adalah plug
variable.
*isalkan P%.4ampur tidak membayar 2p.!;6 tersebut. Dalam kasus ini, tambahan ke
5aba ditahan adalah sejumlah 2p.$46. Pos *odal 1endiri P%.4ampur akan bertambah
menjadi 2p.4;6(2p.$76 sebagai starting income>2p.$46 sebagai net income), dan
hutang harus dilunasi untuk menjaga jumlah asset tetap 2p.<66.
Dengan 2p.<66 di total +set and 2p.4;6 di *odal 1endiri, maka &utang harus 2p.<66-
2p.4;6:2p.!;6. Karena saldo a3al &utang adalah 2p.$76, maka P%.4ampur harus
melunasi hutang sebesar 2p.$76-2p.!!6:2p.!46. *aka neraca pro forma akan
menjadi
5! *anajemen Keuangan
Pro =orma ,eraca
+set @<66(>!66) &utang @ !!6(-!46)

*odal
1endiri 4;6(>$46)
%otal @<66(>!66) %otal @<66 (>!66)
Dalam kasus ini, &utang adalah plug variable yang digunakan untuk menyeimbangkan
proyeksi total aset dan Ke3ajiban. 4ontoh ini menunjukkan interaksi diantara
pertumbuhan penjualan dan kebijakan keuangan. Ketika penjualan meningkat, total aset
juga meningkat. &al ini terjadi karena perusahaan harus berin"estasi pada modal kerja
bersih (net 3orking capital) dan +set tetap (fixed asset) untuk mendukung tingkat
penjualan yang lebih tinggi. Karena +set berkembang, total *odal 1endiri dan
Ke3ajiban (&utang) juga akan berkembang.
&al yang harus kita perhatikan dari contoh di atas adalah cara Ke3ajiban (&utang) dan
*odal 1endiri berubah berubah bergantung pada pada kebijakan pendanaan dan
kebijakan di"iden perusahaan. Pertumbuhan asset ditentukan bagaimana perusahaan
mendanai pertumbuhan tersebut.
Pende"atan Persentase Pen#ualan $%he Percentage o& Pen#ualan'((roach)
Pada bagian sebelumnya, kita mendisikripsikan sebuah model perencanaan
yang simple dimana persentase semua pos meningkat secara bersamaan dengan
persentase penjualan.)ni mungkin asumsi yang logis bagi beberapa pos atau akun dalam
laporan keuangan. %etapi untuk pinjaman jangka panjang mungkin tidak akan sesuai.
(umlah dari pinjaman jangka panjang itu ditentukan oleh pihak manajemen, dan tidak
ada kaitannya dengan tingkat penjualan.
Pada bagian ini, akan dijelaskan tambahan atau perluasan dari model sederhana
yang sebelumnya. Prinsip dasarnya adalah untuk memisahkan 5aporan 2ugi-5aba dan
,eraca menjadi $ grup, dimana yang satu langsung terkait penjualan dan yang satunya
tidak langsung terkait. (ika suatu ramalan penjualan ditetapkan,maka akan dapat
*anajemen Keuangan 54
mengitung berapa banyak dana yang dibutuhkan perusahaan untuk menopang prediksi
tingkat penjualan.
*a(oran *aba +ug $%he Income Statement)
Dimulai membahas dengan menggunakan laporan 5aba -2ugi milik P%.&a5e,
seperti yang ditunjukan dalam tabel 4.!. Disini masih menyederhanakan hal - hal
berikut seperti biaya, penyusutan, dan bunga dalam satu bentuk pos atau akun biaya.
P%.&a5e telah memproyeksikan $7A peningkatan dalam Penjualan untuk tahun
yang akan datang, jadi mengantisipasi penjualan sejumlah 2p.!666 B !.$7 : 2p.!$76.
#ntuk menghasilkan pro forma laporan 2ugi 5aba, kita asumsikan bah3a total biaya
akan terus berjalan pada le"el (2p.866C!666 ): 86A dari penjualan. Dengan asumsi ini,
pro forma laoran 2ugi 5aba P%.&a5e ditampilkan pada tabel 4.$. Konsek3ensi dari
mengasumsikan bah3a biaya itu memiliki persentase yang konstan dengan Penjualan
adalah profit margin itu akan konstan. #ntuk memeriksanya,profit marginnya
2p.!'$C!666 : !'.$A. Di pro forma milik P%.&a5e, profit marginnya 2p.!<7C!$76 :
!'.$A, jadi itu tidak berubah.
1elanjutnya, kita butuh memproyeksikan pembayaran di"iden. (umlahnya
tergantung pihak manajemen P%.&a5e. Kita akan mengasumsikan P%.&a5e memiliki
kebijakan untuk membayar di"iden secara tunai.
%'B*, 4.1
P%.&a5e
5aporan 5aba 2ugi
Penjualan 2p. !,666
0iaya-biaya 2p. 866
5aba kena pajak 2p. $66
Pajak ('4A) 2p. <8
5aba bersih 2p. !'$
Di"idend
2p.
44
%ambahan 5aba ditahan
2p.
88
55 *anajemen Keuangan
%'B*, 4.2
P%.&a5e
5aporan 5aba 2ugi Pro =orma
Penjualan(proyeksi) 2p. !,$76
4osts (86A dari penjualan) 2p. !,666
5aba kena pajak 2p. $76
Pajak ('4A) 2p. 87
5aba bersih 2p. !<7
#ntuk sebagian besar dari tahun sekarang, dividend payout ratio adalah
Di"idend payout ratio : 4ash Di"idensC,et )ncome
: 2p.44C!'$ : '' !C'A
Kita juga dapat menghitung ratio dari tambahan laba ditahan terhadap laba bersih
%ambahan 5aba ditahanC5aba ditahan : 2p.88C!'$ : << $C'A
2atio ini biasa disebut dengan retention ratio atau plowback ratio, dan itu sama
dengan ! dikurangi dengan dividend payout ratio, karena sisa yang tidak dibayarkan
menjadi laba yang ditahan. Dengan asumsi bah3a payout ratio konstan, berikut ini
adalah proyeksi di"iden dan tambahan pada 5aba yang ditahan
Proyeksi di"iden untuk pemegang saham: 2p.!<79!C': 2p. 77
Proyeksi tambahan 5aba yang ditahan :2p.!<79$C' :2p.!!6
2p.!<7
-eraca $ %he -eraca)
*anajemen Keuangan 5.
#ntuk menghasilkan pro forma ,eraca, dimulai dengan statements yang paling baru.
Dalam neracadi asumsikan bah3a beberapa pos atau akunnya dapat mempengaruhi
penjualan dan juga ada yang tidak. #ntuk pos atau akun yang memliki hubungan
dengan penjualan, dinyatakan persentase penjualan pada tahun yang baru saja telah
selesai.Ketika sebuah pos tersebut tidak mempengaruhi penjualan secara langsung,
dituliskan .nCa/ (not applicable).
%abel 4.'
Rp Persentase Rp Persentase
(juta) terhadap (juta) terhadap
Penjualan Penjualan
Aset lancar Kewajiban lancar
Kas 160 16 Utang dagang 300 30%
Piutang dagang 440 44 esel ba!ar 100 n" a
Persediaan 600 60 #$tal 400 n" a
#$tal 1%00 1%0 Utang jang&a panjang '00
Aset tetap (&uitas pe)egang saha)
Pabri& dan Peralatan bersih 1'00 1'0 *aha) biasa dan )$dal diset$r '00 n" a
*ald$ laba ditahan 1000 n" a
Total
1'00 n" a
#$tal Aset 3000 300% #$tal &ewajiban dan e&uitas pe)ili& 3000 n" a
P#+ ,a-e
.eraca
Aset Kewajiban dan (&uitas
#ntuk contoh, pada bagian aset, maka persediaan sama dengan <6A dari
Penjualan(2p.<66C!666) untuk akhir tahun. Kita asumsikan persentase diaplikasikan
untuk tahun yang akan datang, jadi setiap peningkatan 2p.!,- dalam penjualan,
persaediaan akan naik sebesar 2p..<6. 2atio dari total assets kepada penjualan untuk
akhir tahun adalah 2p.'666C!666 : ', atau '66A.
2atio dari total assets kepada penjualan itu disebut sebagai capital intensity
ratio.)tu memberitahukan bah3a jumlah asset yang dibutuhkan untuk menghasilkan
2p.! pada penjualan. (adi semakin tinggi ratio nya, semakin tinggi capital intensity
dalam suatu perusahaan.
1elanjutnya disusunlah neraca pro forma untuk P%.&a5e. 5akukan dengan
menggunakan persentase-persentase yang dihitung guna menghitung jumlah yang
diproyeksikan. Perlu diperhatikan, untuk pos-pos yang tidak bergerak langsung
5/ *anajemen Keuangan
mengikuti penjualan, sumsi a3alnya tidak ada perubahan dan hanya menulis saldo
aslinya. Dari neraca diatas bah3a aset diproyeksikan naik sebesar 2p.D76. %etapi tanpa
pendanaan tambahan, ke3ajiban dan ekuitas (modal sendiri) hanya mengalami
kenaikan 2p.!87 sehingga terjadi kekurangan sebesar 2p.D76-!87: 2p 7<7. )ni disebut
kebutuhan pendanaan eksternal (E=,: EBternal =inancing ,eeded)
%abel 4.4
#ahun ini Perubahan #ahun ini Perubahan
Rp dari #ahun Rp dari #ahun
(/uta) lalu (/utaRp) (juta) lalu ( /uta Rp)
Aset lancar Kewajiban lancar
Kas %00 40 Utang dagang 301 01
Piutang dagang 110 110 esel ba!ar 100 0
Persediaan 010 110 #$tal 401 01
#$tal 1100 300 Utang jang&a panjang '00 0
Aset tetap (&uitas pe)egang saha)
Pabri& dan Peralatan bersih %%10 410 *aha) biasa dan )$dal diset$r '00 0
*ald$ laba ditahan 1110 110
Total
1210 110
#$tal Aset 3010 010 #$tal &ewajiban dan e&uitas pe)ili& 31'1 1'1
Kebutuhan pendanaan e&sternal 161 161
P#+ ,a-e
.eraca Pr$ 3$r)a Parsial
Aset Kewajiban dan (&uitas
SK,-'+I0 K12S2S $' P'+%I32*'+ S3,-'+I0)
*odel prencanaan finansial ini mengingatkan pada humor tentang berita bagus
danberita buruk. 0erita bagusnya, Perusahaan ternyata mampu memproyeksikan
kenaikan penjualan $7A. 0erita buruknya adalah hal itu tidak mungkin terjadi kecuali
P%.&a5e entah dengan cara bagaimana harus mencari pembiayaan sebesar 2p.7<7.
1elain itu, hal ini merupakan contoh yang bagus bagaimana proses perencanaan
dapat menyelesaikan masalah dan potensi konflik. *engapa ? kalau kita lihat pada
P%.&a5e, misalkan perusahaan ini punya tujuan tidak mau meminjam sedikitpun untuk
dana tambahan dan tidak mau menjual ekuitas baru, maka kenaikan $7A mungkin tidak
bisa dilakukan. 0ila kita menambahkan 2p.7<7 sebagai pendanaan yang baru maka
*anajemen Keuangan 58
P%.&a5e mempunyai ' sumber yang memungkinkan Pinjaman jangka pendek,
Pinjaman jangka panjang, dan Ekuitas baru. (adi, ini tergantung dari keputusan
manajemen.
*isalnya P%.&a5e memutuskan untuk meminjam dana yang butuhkan, dalam
kasus ini perusahaan dapat memilih untuk meminjam sebagian pinjaman jangka
panjang dan sebagian lagi pinjaman jangka pendek. 4ontohnya, aset lancar (current
asset ) bertambah 2p.'66 dimana current ke3ajiban (liabilities) hanya bertambah
2p.D7. P%.&a5e juga dapat meminjam 2p.'66-2p.D7:2p.$$7 sebagai pinjaman jangka
pendek. Dengan 2p.7<7 yang dibutuhkan maka sisa 2p.7<7-2p.$$7: 2p.'46 bisa
didapatkan dengan pinjaman jangka panjang. %abel 4.7 menunjukan pro forma neraca
P%.&a5e.
%able 4.7

#ahun ini Perubahan #ahun ini Perubahan
Rp dari #ahun Rp dari #ahun
(juta) lalu ( /uta Rp) (/uta) lalu ( /utaRp)
Aset lancar Kewajiban lancar
Kas %00 40 Utang dagang 301 01
Piutang dagang 110 110 esel ba!ar 3%1 %%1
Persediaan 010 110 #$tal 000 300
#$tal 1100 300 Utang jang&a panjang 1140 340
Aset tetap (&uitas pe)egang saha)
Pabri& dan Peralatan bersih %%10 410 *aha) biasa dan )$dal diset$r '00 0
*ald$ laba ditahan 1110 110
Total
1210 110
#$tal Aset 3010 010 #$tal &ewajiban dan e&uitas pe)ili& 3010 010
Aset Kewajiban dan (&uitas
P#+ ,a-e
.eraca Pr$ 3$r)a
SK,-'+I0 '*%,+-'%I4 $'- '*%,+-'%IV, S3,-'+I0 )
+sumsi bah3a asset merupakan presentase tetap dari penjualan adalah benar, tapi
mungkin saja tidak cocok dalam beberapa kondisi riil yang terjadi. Khususnya jika
mengasumsikan P%.&a5e menggunakan !66 persen kapasitas karena setiap
peningkatan pada penjualan mengarah pada peningkatan fiBed assets. 0agi sebagian
bisnis, mungkin akan terjadi sedikit kelonggaran atau kelebihan kapasitas, dan produksi
mungkin bisa bertambah dengan menjalankan shift tambahan.
59 *anajemen Keuangan
.
(ika kita mengasumsikan bah3a P%.&a5e beroperasi pada D6A dari keseluruhan
kapasitas, maka kebutuhan dana eksternal akan sedikit berbeda. Ketika dikatatakan . D6
persen dari kapasitas/, hal ini bermaksud bah3a le"el penjualan saat ini D6 persen dari
keseluruhan kapasitas
Penjualan saat ini 2p.!666 : D6 9 Kapasitas penuh
Penjualan dengan kapasitas penuh 2p.!666CD6 : 2p.!4$;
)ni memberitahukan bah3a penjualan naik hampir 4' persen dari 2p.!666 menjadi
2p.!4$; sebelum sedikitpun aset tetap dibutuhkan.
Pada skenario sebelumnya, diasumsikan bah3a penambahan aset tetap2p.476
sangat dibutuhkan. 1edangkan di skenario yang sekarang, tidak ada aset tetap yang
dibutuhkan karena penjualan hanya diproyeksikan hanya menjadi 2p.!$76 yang mana
kurang dari 2p.!4$; sebagai le"el kapasitas penuh. &asilnya, estimasi a3al sebesar
2p.7<7 pada dana eksternal dinilai terlalu tinggi. Kita berasumsi bah3a 2p.476 pada
aset tetap baru dibutuhkan. Padahal tidak ada penggunaan dari aset baru tetap
dibutuhkan. 1ehingga bila beroperasi pada D6 persen kapasitas, maka hanya
memerlukan 2p.!!7 (2p.7<7-2p.476) pada dana eksternal.
Pendanaan dan Pertumbuhan ,"sterna $,5ternal 4nancng and 6ro7th)
Kebutuhan pendanaan eksternal dan pertumbuhan berhubungan.1emakin tinggi tingkat
pertumbuhan penjualan atau assets, maka semakin besar pula pendanaan eksternal yang
dibutuhkan. 0ila pada bagian sebelumnya kita tinggal menentukan pendanaan
eksternalnya saja, maka pada bagian ini kita akan mencari tahu hubungan antar
kebijakan finansial dan kemampuan perusahaan untuk mendanai in"estasi baru dan
pertumbuhannya.
,4- dan Pertumbuhan $,4- and 6ro7th)
*anajemen Keuangan .0
&al pertama yang harus dilakukan adalah mengadakan hubungan antara E=, dan
Fro3th. #ntuk melakukannya kita akan menunjukan income statement singkat dan
neraca dari P%,&a5e pada table 4.<
tabel 4..
P%,&a5e
5aporan 2ugi 5aba
Penjualan 2p. 766
0iaya 2p. 466
5aba kena pajak 2p. !66
Pajak ('4A) 2p. '4
5aba bersih 2p. <<
De"iden 2p. $$
%ambahan 5aba ditahan 2p. 44
P%.&a5e
,eraca
+sset Ke3ajiban
2p.
Percentage
of 1ales
2p.
Percentage
of 1ales
+set lancar
$6
6 46A %otal &utang
$7
6 nCa
+kti"a %etap
bersih
'6
6 <6A *odal 1endiri
$7
6 nCa
%otal +sset
76
6 !66A
%otal Ke3ajiban and *odal
1endiri
76
6 nCa
P%.&a5e memperkirakan le"el penjualan tahun depan sebesar 2p. <66, meningkat
2p. !66. Diketahui bah3a persentase kenaikan penjualan sebesar $6A maka pada tabel
4.D mengilustrasikan dengan tingkat pertumbuhan $6A, P%.&a5e membutuhkan
penambahan 2p.!66 pada asset baru (dianggap kapasitas penuh). Proyeksi penambahan
pada laba yang ditahan adalah 2p. 7$.8, maka E=, nya adalah 2p.!66 - 7$.8 : 2p.4D.$
.1 *anajemen Keuangan
tabel 4./
P%.&a5e
Pro-=orma )ncome 1tatement
Penjualan(projected) 2p. <66.6
0iaya (86A of 1ales) 2p. 486.6
5aba kena pajak 2p. !$6.6
Pajak('4A) 2p. 46.8
5aba bersih 2p. D;.$
De"idend 2p. $<.4
%ambahan 5aba yang ditahan 2p. 7$.8
,eraca P% &a5e
+set 5iabilities
2p. Persentase
Penjualan
2p. Percentage
Penjualan
+set 5ancar $46 46A %otal &utang $76 nCa
+kti"a tetap
bersih
'<6 <6A *odal 1endiri '6$.8 nCa
%otal +sset <66 !66A %otal hutang
and *odal
1endiri
77$.8 nCa
E=,
(Kebutuhan
pendanaan dari
luar)
4D.$ nCa
%abel di atas menunjukkan E=, dari tingkat pertumbuhan yang berbeda. Proyeksi
tambahan ke 5aba yang ditahan dan proyeksi ratio &utang dan *odal 1endiri untuk
setiap scenario juga terdapat di tabel. Dalam menentukan rasio &utang dan *odal
1endiri, diasumsikan bah3a dana yang dibutuhkan adalah pinjaman, dan juga
berasumsi bah3a dana surplus digunakan untuk melunasi hutang. 5alu untuk
Proyeksi
Pertumbuhan
penjualan(A)
Kebutuhan
Peningkatan
+set(2p.)
%ambahan 5aba
ditahan (2p.) E=,
Proyeksi 2asio
#tang-Ekuitas
6 6 44 -44 6,D
7 $7 4<,$ -$!,$ 6,DD
!6 76 48,4 !,< 6,84
!7 D7 76,< $4,4 6,;!
$6 !66 7$,8 4D,$ 6,;8
$7 !$7 77 D6 !,67
*anajemen Keuangan .2
pertumbuhan nol, utang berkurang sebanyak 2p.44 dari 2p.$76 menjadi 2p.$6<..
Pertambahan asset yang dibutuhkan sama dengan aset asli sebanyak 2p.766 dikalikan
dengan tingkat pertumbuhan. %ambahan ke retained earning sama dengan 2p.44
ditambah dengan 2p.44 dikali tingkat pertumbuhan.
#ntuk tingkat pertumbuhan yang relatif rendah, P%.&a5e akan menjalankan surplus
dan rasio &utang dan *odal 1endirinya akan menurun. %etapi tingkat pertumbuhan
meningkat sampai !6 persen, surplus menjadi berubah defisit. 5ebih lanjut, ketika
tingkat pertumbuhan melebihi $6 persen, rasio &utang dan *odal 1endirinya akan
mele3ati nilai !,6.
Keb#a"an "euangan dan (ertumbuhan
0erdasarkan pemaparan sebelumnya, sudah dinyatakan bah3a ada sebuah hubungan
langsung antara pertumbuhan dan pembiayaan eksternal. Dalam bagian ini, dua tingkat
pertumbuhan yang khususnya yang berguna dalam perencanaan jarak jauh.
%ng"at (ertumbuhan nternal, %ingkat Pertumbuhan pertama adalah pertumbuhan
maksimum yang dapatdiraih dengan tidak ada pembiayaan eksternal apapun. disebut
tng"at (ertumbuhan nternal karena ini adalah tingkat perusahaan dapat
mempertahankan dengan mengandalkan pembiayaan internal. Dalam gambar 4.!,
tingkat pertumbuhan internal ini di3akili oleh titik mana dua garis bertemu..Pada titik
ini. peningkatan penambahan aset yang diperlukan dalam aset adalah persis sama
dengan penambahan untuk dipertahankan penghasilan, dan "ebutuhan (ertumbuhan
e5ternal ( eBternal financing needed) adalah nol. &al ini terjadi ketika pertumbuhan
angka ini sedikit kurang dari !6 persen. dengan sedikit perhitungan matematis, maka
dapat didefinisikan tingkat pertumbuhan ini t :
%ingkat Pertumbuhan )nternal (Internal 6ro7th +ate) : (2G+ B b)C!-2G+ B b
di sini, 2G+ adalah laba atas aset (2eturn on +set), dan b adalah ratio retensi, rasio
yang melihat dana ditanamkan kembali ke perusahaan.
.! *anajemen Keuangan
#ntuk perusahaan P%.&a5elaba bersihnya sebesar 2p. << and total asetnya
adalah 2p.766, 1ehingga 2G+ adalah 2p.<<C2p.766: !'.$A. Dari 5aba bersih sebesar
2p.<<, 2p.44 adalah bagian laba yang ditanamkan kembali ke perusahaan, jadi
plowback ratio adalah 2p.44C2p.<<: $C'. Dengan hasil ini, dapat menghitung %ingkat
Pertumbuhan )nternal (Internal 6ro7th +ate)
%ingkat Pertumbuhan )nternal (Internal 6ro7th +ate) (2G+ B b)C !- 2G+ B b
6.!'$B($C')C !- .!'$B ($C') : ;.<7 A
Dengan demikian, perusahaan P%.&a5e dapat memperluas atau ekspansi di
tingkat maBimun ;.<7 A per tahun tanpa pengeluaran pembiayaan eBternal.
%ingkat Pertumbuhan yang sustain (Sustanable 6ro7th +ate)8 (ika perusahaan
P%.&a5e berharap untuk berkembang lebih cepat dari ;,<7A pertahun, maka
pembiayaan eksternal harus diatur atau diadakan. Pembahasan tentang %ingkat
Pertumbuhan yang sustain (Sustanable 6ro7th +ate) adalah tingkat pertumbuhan
maksimal oleh sebuah perusahaan dengan tidak ada pembiayaan dari ekuitas (*odal
1endiri) tapi tetap mempertahankan rasio utang-ekuitas tersebut sama.
#ntuk %ingkat Pertumbuhan yang sustain (1ustainable Fro3th 2ate )
perushaan P%.&a5e adalah kira-kira $6 persen karena rasio utang-ekuitas dekat !.6
pada tingkat pertumbuhan tersebut.
%ingkat Pertumbuhan yang sustain (Sustanable 6ro7th +ate) ( 2GE B b)C ! - 2GE
B b
Perhitungan ini identik dengan tingkat pertumbuhan interna, kecuali rasio profitabilitas
yang digunakan adalah 2GE bukan 2G+.l
#ntuk perusahaan P%.&a5e, 5aba bersihnya adalah 2p.<< dan totl ekuitasnya
2p.$76, dengan demikian 2GEnya 2p.<<C2p.$76 : $<.4 A, sedangkan Plowback
*anajemen Keuangan .4
rationnya adalah, b, tetap $C', jadi %ingkat Pertumbuhan yang sustain (1ustainable
Fro3th 2ate) sebagai berikut
%ingkat Pertumbuhan yang sustain (Sustanable 6ro7th +ate ) 2GE B bC !-2GEBb
6.$<4B ($C')C 6.$<4B ($C') $!,'<A
Dengan demikian, perusahaan P%.&a5e dapat memperluas usahanya atau ekspansi
pada tingkat maBimal sebesar $!.'< persen pertahun tanpa pembiayaan ekuitas dari
pihak eksternal.
9etermnan dar Pertumbuhan $9etermnants o& 6ro7th)
Diketahui bah3a 2GE ( eturn on !"uity) bisa disusun dari berbagai komponen
menggunakan persamaan Du Pont Karena 2GE sangat menonjol dalam menentukan
tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan, jelas bah3a factor penting yang menentukan
2GE juga penting menentukan pertumbuhan
2GE : Profit margin 9 %otal +sset turno"er 9 *odal 1endiri *ultiplier
Disini dapat melihat, apapun yang menambah 2GE akan menambah tingkat
pertumbuhan yang berkelanjutan dengan cara membuat pembilang semakin besar dan
penyebut semakin kecil. *eningkatkan plowback ratio juga akan menimbulkan efek
yang sama. (ikalau semuanya disatukan dapat diketahui bah3a kemampuan perusahaan
menopang pertumbuhan berdasarkan 4 faktor berikut ini
!. Profit Margin Penambahan profit margin akan meningkatkan kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan dana secara internal serta meningkatkan
pertumbuhan yang sustain atau dipertahankan.
$. Devidend Policy Pengurangan persentase laba bersih yang dibayarkan untuk
de"iden akan meningkatkan retention ratio. &al ini akan menghasilkan ekuitas
secara internal dan meningkatkan pertumbuhan sustain atau dipertahankan.
.5 *anajemen Keuangan
'. Financial Policy Peningkatan pada &utang-*odal 1endiri ratio akan
meningkatkan leverage keuangan perusahaan. Karena ini membuka peluang
tambahan hutang, maka tentu saja tingkat pertumbuhan yang sustain juga akan
meningkat.
4. Total Asset Turnover Peningkatan pada total asset turno"er perusahaan akan
meningkatkan penjualan dihasilkan untuk setiap rupiah aset. )ni akan
mengurangi kebutuhan perusahaan akan aset baru sehingga ada pertumbuhan
penjualan dan bagaimanapun akan meningkatkan tingkat pertumbuhan yang
sustain. )ngat, bah3a peningkatan total asset turno"er sama saja mengurangi
intensitas modal
0+0 4.
!. 5ihat laporan keuangan sederhana di ba3ah ini untuk P%. 1anully (diasumsikan
tidak ada pajak penghasilan)
5aporan 5aba 2ugi ,eraca
Penjualan P+0
'$.666
+set P+0
!D.866
#tang P+0
!6.$66
0iaya-biaya $7.66
6
Ekuitas D.<66
5aba bersih P+0
D.666
%otal P+0
!D.866
%otal P+0
!D.866
P%. 1anully telah meramalkan kenaikan penjualan sebesar !6 persen.
Perusahaan telah meramalkan bah3a setiap pos pada neraca akan naik sebesar
!6 persen juga. 0uatlah laporan pro forma dan lakukanlah rekonsiliasi.
0erapakah "ariabel penyeimbangnya?
*anajemen Keuangan ..
$. Di pertanyaan sebelumnya, P% 1anully membayarkan setengah dari laba
bersihnya dalam bentuk di"iden tunai. 0iaya-biaya dan asset akan mengikuti
penjualan, namun utang dan ekuitas tidak. 0uatlah laporan pro forma dan
tentukan jumlah pendanaan eksternal yang dibjutuhkan.
'. Dengan asumsi rasio-rasio berikut ini konstan, berapakah tingkat pertumbuhan
yang dapat dipertahankan ?
Perputaran total asset : !,<6
*argin laba : D,<A
#ultiplier ekuitas : !,76
2asio pembayaran : 46A
4. 1ebuah perusahaan ingin mempertahankan rasio pertumbuhan sebesar !! persen
dan rasio pembayaran di"iden sebesar <6 persen. 2asio total asset terhadap
penjualan adalah konstan sebesar 6,; dan margin laba adalah ;,7 persen. (ika
perusahaan juga ingin untuk mempertahankan rasio utang-ekuitas yang konstan,
berapakah nilainya?