Anda di halaman 1dari 34

LARUTAN ASAM - BASA

OLEH : Drs. BUYUNG PRANA JAYA


Menurut Svante Archenius, asam adalah zat yang jika
dilarutkan dalam air menghasilkan ion H
+


Sifat-sifat senyawa asam adalah :
-Korosif (mengikis logam)
-Berasa dan berbau asam
-Memerahkan lakmus biru

Contoh senyawa asam adalah :
-Asam lambung / asam klorida (HCl)
-Asam sulfat (H
2
SO
4
)
-Asam cuka / asam asetat (CH
3
COOH)
-Asam sianida (HCN)

Reaksi ionisasi asam = H
n
A nH
+
+ A
-n

Contoh reaksi ionisasi asam : HCl H
+
+ Cl
-

H
2
SO
4
2H
+
+ SO
4
-2

I. Asam
Menurut Svante Arhenius, basa adalah zat yang jika dilarutkan
dalam air menghasilkan ion OH
-

II. Basa

Sifat-sifat senyawa basa adalah :
Kausatik (mengikis kulit)
Berasa pahit
Membirukan lakmus merah
Contoh senyawa basa adalah :
Air kapur / kalsium hidroksida (Ca(OH)
2
)
Soda api / natrium hidroksida (NaOH)
Obat maag / Magnesium Hidroksida (Mg(OH)
2
)
Amniak / amonium hidroksida (NH
4
OH)
Reaksi ionisasi basa = B(OH)n B
+n
+ nOH
-
Contoh reaksi ionisasi basa =
NaOH Na
+
+ OH
-

Ca(OH)
2
Ca
2+
+ 2OH
-

LATIHAN 1:

Tuliskan reaksi ionisasi asam dan basa berikut :
a) Asam Nitrat
b) Asam Fosfat
c) Asam Asetat
d) Asam Iodida
e) Asam Kksalat
f) Kalium Hidroksida
g) Barium Hidroksida
h) Amonium Hidroksida
i) Besi (III) Hidroksida
j) Zink (II) Hidroksida
a) Oksida non logam + air asam
Contoh :
CO
2
+ H
2
O H
2
CO
3

SO
3
+ H
2
O H
2
SO
4


b) Oksida logam + air basa
Contoh :
CaO + H
2
O Ca(OH)
2

K
2
O + H
2
O 2KOH
III. Reaksi Senyawa Oksida dan Air
LATIHAN 2 :

Tuliskan reaksi senyawa oksida berikut dengan air :
a) P
2
O
5
d) Al
2
O
3

b) N
2
O
5
e) FeO
c) Cl
2
O
7
f) NH
3

IV. Kekuatan Asam dan Basa

Sifat asam atau basa dari suatu larutan serta kekuatannya ditentukan
oleh besarnya konsentrasi ion H
+
dan ion OH
-
atau harga pH larutan itu.

Menurut Arhenius, air murni merupakan senyawa netral, tidak bersifat
asam maupun basa.

Dengan membandingkan konsentrasi H
+
atau OH
-
suatu larutan
terhadap konsentrasi H
+
atau OH
-
dalam air murni, dapat ditentukan
sifat asam atau basa suatu larutan.
V. Ionisasi Air Murni

Air murni merupakan elektrolit yang sangat lemah, terionisasi sebagian
kecil
Dalam satu liter air, pada 25
0
C dan tekanan 1 atm, terdapat 10
-7
mol air
yang terionisasi
H
2
O
(l)
H
+

(aq)
+ OH
-

(aq)
10
-7
mol 10
-7
mol 10
-7
mol
Kw = [H
+
] . [OH
-
] = 10
-14

Dalam air murni, [H
+
] = [OH
-
] = 10
-7
M
Dalam larutan asam atau basa,
Kw = [H
+
] . [OH
-
] = 10
-14
, tetapi [H
+
] [OH
-
] 10
-7
M
Dalam larutan asam = [H
+
] > 10
-7
M dan [OH
-
] < 10
-7
M
Dalam larutan basa = [H
+
] < 10
-7
M dan [OH
-
] > 10
-7
M
VI. pH Larutan
pH = - log [H
+
]
pOH = - log [OH
-
]
pKw = - log Kw = - log 10
-14
= 14
pH + pOH = pKw = 14
pH larutan netral = 7
pH larutan asam < 7
pH larutan basa > 7
VII. Asam Kuat dan Asam Lemah

Asam Kuat Asam Lemah
1. Terionisasi seluruhnya


2. Konsentrasi ion H
+



3. Contoh senyawanya
HCl, H
2
SO
4
, HI
HClO
4
, NHO
3
, HBr
1. Terionisasi seluruhnya


2. Konsentrasi ion H
+



3. Contoh senyawanya
HCN, HNO
2
, H
2
CO
3

H
2
S, H
3
PO
4
, CH
3
COOH
n -
n n
A H A H


A] [H
] [A . ] H [
Ka
A H A H
-
-
n


Ma ] [H
Ma . Ka ] [H

Ma . n ] [H
a

VIII. Basa Kuat dan Basa Lemah



Asam Kuat Asam Lemah
1. Terionisasi seluruhnya



2. Konsentrasi ion OH
-



3. Contoh senyawanya
LiOH, NaOH, KOH
Ba(OH)
2
, Ca(OH)
2
, Sr(OH)
2

1. Terionisasi seluruhnya



2. Konsentrasi ion H
+



3. Contoh senyawanya
Hidoksida lainnya

- n
n
OH n B B(OH)

b b
M . n ] [OH


[BOH]
] [OH . ] B [
Kb
OH B BOH
-
-


Mb ] [OH
Mb . Kb ] [OH

LATIHAN 3 :

1. Tentukan konsentrasi ion H
+
dalam larutan-larutan berikut :







2. Tentukan konsentrasi ion OH
-
larutan-larutan berikut :.
a) H
2
SO
4
0,0005 M
b) CH
3
COOH 0,01 M ( = 0.02)
c) HCN 0,05 M (Ka = 5 x 10
-10
)
d) HNO
3
0,03 M
e) Ca(OH)
2
0,02 M
f) KOH 0,1 M
a) NaOH 0,02 M
b) Ba(OH)
3
0,03 M
c) NH
4
OH 0,1 M ( = 0,01)
d) NH
4
OH 0,4 M (Kb = 10
-5
)
e) HCl 0,01 M
f) H
2
SO
4
0,005 M
LATIHAN 3 :

3. Tentukan pH larutan-larutan berikut :
a) HCl 0,01 M
b) H
2
SO
4
0,01 M
c) CH
3
COOH 0,2 M ( = 0,01)
d) HCN 0,1 M (Ka = 5 x 10
-10
)
e) HNO
2
0,05 M (Ka = 5 x 10
-4
)
f) HF 0,02 M ( = 3 %)
g) Ba(OH)
2
0,01 M
h) NaOH 0,005 M
i) NH
4
OH 0,1 M (Kb = 10
-5
)
j) NH
4
OH 0,4 M ( = 1 %)
LATIHAN 3 :

4. Tentukan pH larutan-larutan berikut :
a) 3,42 gram Ba(OH)
2
dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml.
(Mr Ba(OH)
2
= 171)
b) 0,32 gram HI (Mr = 128) dalam 500 ml larutan
c) 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 250 ml larutan
d) 0,37 gram Ca(OH)
2
(Mr = 74) dalam 200 ml larutan
e) Larutan H
2
SO
4
0,4 % (Mr = 98) mempunyai massa jenis 1,47
gram/cm
3

f) 3,4 gram NH
3
(Mr = 17) dilarutkan dalam air hingga volume
1 liter (Kb = 2 x 10
-5
)
LATIHAN 3 :

5. Tentukan pH larutan hasil pengenceran berikut :
a) 50 ml HNO
3
0,2 M ditambah dengan 150 ml air
b) 50 ml NH
4
OH 0,1 M (Kb = 2x 10
-5
) ditambah 200 ml air
c) 1 ml KOH 1 M ditambah air hingga volume 1 liter
d) 5 ml HCl 4 M ditambah air hingga volume 200 ml
e) 40 ml larutan NaOH 8 % dengan massa jenis 1,25 gr/ml
diencerkan hingga volume 2 liter. (Mr NaOH = 40)
f) 5 ml H
2
SO
4
98 % (Mr = 98) dengan massa jenis 1,80 Kg/liter
diencerkan hingga volume 200 ml
LATIHAN 3 :

6. Hitunglah pH larutan hasil pencampuran larutan-larutan berikut :
a) 10 ml HCl 0,025 M dicampur dengan 150 ml HCl 0,01 M
b) 100 ml H
2
SO
4
0,2 M dicampur dengan 50 ml H
2
SO
4
0,4 M,
kemudian ditambah 100 ml air
c) 100 ml NaOH 0,03 M dicampur dengan 100 ml NaOH 0,05 M
d) 100 ml H
2
SO
4
0,05 M dicampur dengan 100 ml HCl 0,1 M
e) 50 ml HCl 0,1 M dicampur dengan 150 ml H
2
SO
4
0,05 M
LATIHAN 3 :

7. Hitunglah pH larutan asam/basa yang dibuat dari reaksi oksida dan
air berikut :
a) 56 ml gas SO
3
dilarutkan dalam 500 ml air
b) 112 ml CO
2
dilarutkan dalam 2 liter air. (Ka H
2
CO
3
= 4 x 10
-7
)
c) 1,08 gram N
2
O
5
(Mr = 108) dilarutkan dalam 500 ml air
d) 71 gram P
2
O
5
(Mr = 142) dilarutkan dalam 1 liter air (Ka H
3
PO
4
=
7 x 10
-3
)
e) 0,48 gram Na
2
O (Mr = 96) dilarutkan dalam 500 ml air
f) 0,7 gram CaO (Mr = 56) dilarutkan dalam 250 ml air
g) 2,24 liter gas NH
3
dilarutkan dalam 1 liter air (Kb NH
4
OH = 10
-5
)
LATIHAN 3 :

8. Hitung pH larutan hasil pengenceran berikut :









9. Hitunglah pH hasil pencampuran larutan berikut :
a) 10 ml larutan HCl dengan pH = 3 diencerkan hingga volume 500 ml
b) 10 ml larutan HCl dengan pH = 1 diencerkan dengan 90 ml air
c) 10 cm
3
larutan H
2
SO
4
dengan pH = 3 ditambah air hingga volume
1000 cm
3

d) 10 ml cuka CH
3
COOH 0,1 M dengan pH = 3 ditambah 900 ml air
(Ka = 10
-5
)
e) 20 ml larutan NH
4
OH 0,1 M dengan pH = 11 diencerkan hingga
volume 2 liter
a) 50 ml larutan HCl dengan pH = 3 ditambah 200 ml larutan HCl
dengan pH = 5
b) 100 ml larutan HCl dengan pH = 1 dicampur dengan 100 ml
larutan HCl dengan pH = 2
LATIHAN 4 :
1. Larutan asam lemah HA 0,1 M mempunyai pH yang sama
dengan HCl 0,001 M. Tentukan harga Ka asam HA itu.
2. Larutan asam asetat (Ka = 2 x 10
-5
) mempunyai pH sama
dengan larutan HCl 2 x 10
-3
M. Hitunglah konsentrasi asam
asetat itu.
3. Larutan asam formiat 0,1 M memiliki pH sama dengan larutan
HCl 2 x 10
-3

M. Hitunglah Ka asam formiat.
4. Larutan HCOOH (Ka = 2 x 10
-4
) mempunyai pH yang sama
dengan H
2
SO
4
0,005 M. Tentukan konsentrasi HCOOH.
5. Basa lemah LOH 0,5 M memiliki pH yang sama dengan basa
kuat M(OH)
2
0,0025 M. Hitunglah harga Ka basa LOH itu.
LATIHAN 4 :
6. Hitunglah volume SO
3
(STP) yang harus direaksikan dengan air untuk
mendapatkan 1 liter larutan H
2
SO
4
dengan pH = 2.
7. Hitunglah massa NaOH (Mr = 40) yang harus dilarutkan dalam air
hingga volume 500 ml supaya diperoleh larutan NaOH dengan pH = 12.
8. Hitunglah jumlah tetes larutan HCl 36,5 % dengan massa jenis 1,19
Kg/liter yang harus ditambahkan ke dalam 500 ml air untuk membuat
500 ml larutan HCl dengan pH = 2.
9. 100 ml larutan HCl ditambah 400 ml air, ternyata pH larutan menjadi =
1. Hitunglah konsentrasi larutan sebelum diencerkan
10. Sebanyak 10 ml asam HX 0,1 M diencerkan hingga tepat 1 liter.
Tentukan pH larutan sebelum dan sesudah diencerkan, jika asam itu
adalah : a) HCl
b) CH
3
COOH (Ka = 10
-5
)
Beberapa macam indikator adalah :

IX. Indikator Asam Basa

Indikator larutan asam-basa adalah suatu zat organik yang warnanya
dapat berubah tergantung pada harga pH lingkungannya.
Suatu indikator mempunyai parubahan warna pada rentang pH tertentu
yang disebut trayek pH indikator.
pH suatu larutan ditentukan dengan indikator universal, yaitu campuran
dari banyak indikator yang memperlihatkan warna yang berbeda-beda
pada setiap pH. Penetapan pH yang lebih teliti menggunakan pH meter.
No Indikator Perubahan Warna Trayek pH
1
2
3
4
5
Metil jingga
Metil merah
Bromtimol biru
Lakmus
Fenolptalien
Merah kuning
Merah kuning
Kuning biru
Merah biru
Tak berwarna - merah
3,1 4,4
4,2 6,3
6,0 7,6
6,0 8,0
8,0 9,6
LATIHAN 5 :

1. Suatu larutan berwarna kuning dengan metil merah,
berwarna biru dengan bromtimol biru dan tidak berwarna
dengan fenolptalien. Tentukan nilai pH larutan itu.

2. Suatu larutan berwarna kuning dengan metil jingga dan
dengan metil merah .tetapi berwarna biru dengan
bromtimol biru. Berapakah pH larutan itu.

3. Suatu larutan berwarna jingga dengan metil jingga dan
berwarna merah dengan metil merah tetapi dengan brom
timol biru berwarna kuning. Tentukan pH larutan itu.

4. Suatu larutan berwarna kuning dengan metil merah dan
metil jingga. Tetapi berwarna hijau dengan brom timol
biru. Tentukan pH larutan itu

X. Reaksi Penetralan

Reaksi penetralan adalah reaksi antara ion H
+
dari asam dan ion OH
-
dari
basa membentuk air.
H
+
(aq)
+ OH
-
(aq)
H
2
O
(l)

Jika larutan asam atau basa yang direaksikan berupa asam kuat dan basa
kuat dengan jumlah yang stoikiometris, maka larutan yang terjadi bersifat
netral.
Zat yang terbentuk dari ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa
disebut senyawa garam.

Secara umum reaksi penetralan ditulis sebagai berikut :
Asam + Basa Garam + Air

Contoh reaksi penetralan adalah :
HCl + NaOH NaCl + H
2
O
XI. Senyawa Amfoter

Senyawa amfoter adalah senyawa basa lemah yang dapat
bereaksi dengan asam kuat maupun basa kuat
Contoh senyawa amfoter adalah :
Al(OH)
3
, Zn(OH)
2
, Sn(OH)
2
, Dan Be(OH)
2

Al(OH)
3
bereaksi dengan HCl dan dengan NaOH menurut
persamaan :
Al(OH)
3
+ 3 HCl AlCl
3
+ 3 H
2
O
2 Al(OH)
3
+ 2 NaOH 2 NaAlO
2
+ 4 H
2
O
LATIHAN 6 :

1) Selesaikan reaksi penetralan berikut :








2) Selesaikan reaksi senyawa amfoter berikut :
a) NaOH + H
2
SO
4

b) Ba(OH)
2
+ HCl
c) KOH + HNO
3

d) NH
4
OH + H
2
SO
4

e) Ca(OH)
2
+ H
3
PO
4

f) NaOH + CH
3
COOH
a) Zn(OH)
2
+ HCl
b) Zn(OH)
2
+ NaOH
c) BeOH
2
+ HCl
d) Be(OH)
2
+ NaOH
LATIHAN 6 :

3) Sebanyak 50 ml larutan HCl 0,1 M ditetesi dengan larutan
NaOH 0,1 M. Hitunglah pH larutan pada saat :






4) Berapa ml larutan NaOH 0,1 M harus dicampurkan dengan
100 ml larutan HCl 0,1 M untuk membuat larutan dengan
pH = 3
a) Sebelum penambahan larutan NaOH
b) Volume larutan NaOH yang ditambahkan = 25 ml
c) Volume larutan NaOH yang ditambahkan = 50 ml
d) Volume larutan NaOH yang ditambahkan = 100 ml
XII. Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa adalah penetapan konsentrasi larutan asam atau basa
dengan larutan standar/baku, yaitu larutan basa atau asam yang telah
diketahui konsentrasinya dengan sangat teliti.

Alat yang digunakan dalam titrasi asam basa adalah :
1) Neraca analitik, untuk menimbang zat
2) Labu takar, untuk membuat larutan standar
3) Buret, untuk meneteskan larutan standar
4) Pipet volum, untuk mengambil larutan sampel
5) Erlenmeyer, untuk menempatkan larutan sampel
6) Larutan indikator asam basa, misalnya penolftalien
Pada titrasi asam basa terjadi reaksi penetralan.
Keadaan pada saat asam dan basa tepat habis bereaksi disebut
titik ekivalen.
Pada titik ekivalen, perbandingan mol asam dan basa yang
bereaksi tepat stoikiometris, sesuai dengan perbandingan
koefisien reaksinya.

Titik akhir titrasi adalah keadaan pada saat terjadi perubahan
warna indikator yang mengharuskan titrasi/penetesan larutan
standar dihentikan

Titik akhir titrasi terjadi di sekitar titik ekivalen.
Volume larutan baku yang terpakai saat tercapainya titik akhir
titrasi digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan sampel
Hubungan antara konsentrasi, volume dan jumlah mol larutan
baku dan larutan sampel adalah :



Mol = M x liter atau mmol = M x ml
M
a
. V
a
. n
a
= M
b
. V
b
. n
b

M
a
dan M
b
= Molaritas asam dan basa
V
a
dan V
b
= Volume asam dan basa
n
a
dan n
b
= Valensi asam dan basa
ml
mmol
M atau
liter
mol
M
LATIHAN 7 :

1) 40 ml larutan CH
3
COOH tepat bereaksi dengan 20 ml larutan
NaOH 0,15 M. Tentukanlah konsentrasi larutan CH
3
COOH
2) Tentukanlah volume larutan H
2
SO
4
0,1 M yang diperlukan
untuk menetralkan 60 ml KOH 0,05 M
3) Sebanyak 20 ml larutan NaOH 0,5 M dapat menetralkan 50 ml
larutan H
2
SO
4
sampel. Tentukanlah Molaritas larutan H
2
SO
4
itu.
4) 50 ml larutan NaOH 0,1 M terpakai dalam titrasi terhadap 25 ml
larutan HCl sampel. Tentukanlah konsentrasi larutan HCl itu.
5) Untuk menetralkan 80 ml larutan H
2
SO
4
diperlukan 50 ml
larutan KOH 0,2 M. Tentukanlah massa H
2
SO
4
yang terdapat
dalam 1 liter larutannya.
XIII. Kurva Titrasi Asam Basa

1) Selama proses titrasi berlangsung, pada larutan sampel terjadi
perubahan pH terus menerus.

2) Kurva titrasi adalah kurva yang menggambarkan parubahan pH
larutan sampel oleh penetesan larutan standar

3) Kurva titrasi asam basa berbentuk huruf S

4) Titik akhir titrasi berada pada kurva yang curam, karena pada titik
akhir titrasi terjadi lonjakan pH secara drastis

5) Titik ekivalen berada di tengah kurva curam

6) Indikator yang dipakai adalah indikator yang memiliki trayek pH
pada kurva curam