Anda di halaman 1dari 4

PROPOSAL PTK RA

PENGEMBANGAN BAHASA









Nama Peneliti : UMI KHAIRIAH DAULAY
NPM : 1301240105P
Unit Kerja : TK/RA AL-FALAH
Judul : Pemanfaatan Media Gambar untuk
Mengembangkan Kemampuan Berbahasa
anak kelompok B di RA AL FALAH


















Judul Penelitian : Pemanfaatan Media Gambar Untuk Mengembangkan Kemampuan
Berbahasa Anak Kelompok B Di RA AL-FALAH


A. Latar Belakang Masalah
1. Kemampuan berbahasa Indonesia pada anak Kelompok B masih kurang. Hal ini terbukti
bahasa yang dipergunakan oleh mereka campur aduk antara bahasa daerah dengan bahasa
Indonesia. Sedangkan kegiatan belajar mengajar di RA AL-FALAH, bahasa pengantar
yang digunakan adalah bahasa Indonesia.

2. Dalam pembelajaran, peran guru terlalu dominan sehingga pembelajaran kurang
bermakna, pengetahuan yang didapat anak tidak dapat bertahan lama dari ingatannya

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa
anak di Kelompok B RA AL-FALAH ?

2. Apakah pemanfaatan media gambar dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak
di Kelompok B RA AL-FALAH ?

C. Rumusan Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka rumusan tujuan penelitian adalah untuk
mendeskripsikan :
1. Penerapan pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa
anak di Kelompok B RA AL-FALAH.

2. Peningkatan kemampuan bahasa anak kelompok B di RA AL-FALAH setelah
memanfaatkan media gambar.

D. Rumusan Hipotesis Tindakan
Rumusan Hipotesis Tindakan dalam penelitian ini adalah: Melalui pemanfaat media
gambar, maka dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di RA AL-FALAH

E. Manfaat Penelitian
Secara teoritis, hasil penelitian tentang pemanfaatan media gambar untuk
mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B RA AL FALAH ini akan
memberikan sumbangan pada khasanah ilmu pengetahuan tentang pembelajaran di Taman
Kanak kanak. Secara praktis dalam proses pelaksanaan PTK berlangsung akan
meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelompok B di RA
AL-FALAH, sedangkan bagi anak kelompok B diperkirakan akan mendapat hasil yaitu
kemampuan kognitif anak akan meningkat.

F. Kajian Pustaka
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian pembelajaran
Menurut Hamalik (2001:57) pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun
meliputi unsur unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang
saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.

b. Pengertian Media dan Media Pembelajaran
Sadiman (1986: 7) mendefinisikan media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang
fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa, sehingga proses belajar
mengajar terjadi. Media adalah semua benda yang digunakan kegiatan belajar mengajar
agar dapat berangsung dengan lancar, teratur, efektif dan efesien sehingga tujuan
pendidikan RA dapat tercapai. (Depdikbud : 1998 : 4)

c. Tujuan dan fungsi pendidikan anak usia dini
Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan
yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan
pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat
mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk
mengetahuai dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan,
melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-
ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.

d. Peran pendidik dalam pendidikan anak usia dini
Peran guru anak usia dini lebih sebagai mentor atau fasilitator, dan bukan penstranfer
ilmu pengetahuan sementara, karena ilmu tidak dapat ditransfer dari guru kepada anak
tanpa keaktifan anak itu sendiri dalam proses pembelajaran, tekanan harus diletakkan
pada pemikiran guru.

2. Perkembangan Bahasa Anak
Sesuai dengan garis-garis besar program kegiatan belajar Taman Kanak Kanak
(GBPKB-TK) perkembangan kemampuan berbahasa TK bertujuan agar anak didik mampu
berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Mardiningsih (2004:15) menyatakan
bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan dan kemauan yang murni
manusiawi yang tidak intuitif dengan pertolongan system lambang-lambang yang diciptakan
dengan sengaja

Menurut Sri Hastuti (1996) bahwa proses pemerolehan bahasa anak berlangsung tiga
tahap yaitu (a) Tahap penilaian, (b) Tahap memahami makna dan (c) Tahap menggunakan
kata dalam komunikasi

G. Metode Penelitian
1. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian
Tindakan Kelas adalah proses investigasi terkendali untuk merumuskan dan memecahkan
masalah pembelajaran di kelas. Proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara
bersiklus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran
di kelas tertentu. (Arikunto, 2008).

Model siklus yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan
Arikunto (2008:3) yang terdiri dari: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3)
pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang
sebagai satu siklus.

2. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelompok B RA AL FALAH dengan jumlah siswa 16
anak, 7 anak perempuan dan 9anak laki-laki.



3. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi
dan tes. Observasi dilakukan untuk melihat dan mengamati aktifitas anak dalam kegiatan
pembelajaran dan juga untuk mengamati kemampuan siswa.

Dokumentasi dalam penelitian ini adalah seluruh bahan rekaman selama penelitian
berlangsung. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kegiatan
pembelajaran melalui foto. Tes pada penelitian ini berupa tes lisan, sehingga peneliti dan
observer melakukan tanya jawab ketika kegiatan sedang berlangsung maupun ketika kegiatan
sudah selesai.

4. Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan berupa Lembar Observasi Siswa dan Format Penilaian.
Lembar Observasi digunakan peneliti untuk mengetahui sikap dan tingkah laku anak ketika
kegiatan berlangsung dan perubahan yang timbul. Format penilaian digunakan peneliti untuk
mengetahui perkembangan kemampuan bahasa anak setelah belajar melalui pemanfaatan
media pembelajaran

5. Analisis Data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah data yang tersedia dari berbagai
sumber, yaitu dari: pengamatan yang sudah ditulis, dokumen foto, dan format penilaian.
Data-data tersebut dipelajari dan ditelaah.

Data yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi kemudian ditulis ulang,
dipaparkan semuanya, kemudian dipilah-pilah sesuai fokus penelitian. Setelah melalui proses
analisis maka akan diperoleh data yang valid, kemudian data tersebut disimpulkan dan
dimaknai. Adapun rumus untuk menentukan persentase kemampuan kognitif anak adalah:
X = Jumlah skor yang diperoleh anak x 100% Jumlah skor maksimal

6. Standar Nilai Keberhasilan
Simbol Penilaian yang dipakai :
: Anak belum mencapai indicator
: Anak mencapai indikator dengan bantuan guru
: Anak sudah mampu mencapai indikator tetapi hasilnya belum maksimal
: Anak sudah mampu mencapai indikator dengan hasil maksimal

Anda mungkin juga menyukai