Anda di halaman 1dari 64

PARASITOLOGI

Telur Toxocara
Toxocara
Penyakit viseral larva migrans dengan gejala :
Eosinofilia , demam , hepatomegali
Hospes = kucing -> toxocara cati
anjing -> toxocara cannis
Diagnosis = reaksi imunologi , menemukan larva di
jaringan hepar dan telur di feces
Cara infeksi = menelan telur infektif ( > 3 mgg dalam
tanah)
Terapi = tiabendazole

Telur Trichuris trichiura
Trichuris trichiura / cacing cambuk
Menyebabkan penyakit trichuriasis
Hospes = manusia
Cara infeksi = menelan telur matang
Gejala
ringan > asimtomatik , iritasi mukosa , peradangan , anemia.
berat > anemia , BB turun , sindroma disentri , prolaps
rectum, apendicitis, sakit perut, mual muntah
Diagnosis = telur dalam tinja
Terapi = mebendazole, oksantel pamoat

Telur Oxyuris vermicularis
Oxyuris vermicularis / cacing kremi
Menyebabkan penyakit oxyuriasis / enterobiasis
Hospes = manusia
Cara infeksi
Auto infeksi = menelan telur matang
Retro infeksi = larva migrasi ke usus besar setelah nempel di perianal
Sumber infeksi = debu, bulu anjing
Gejala
Pruritus ani dan vulva nocturna
Iritasi sekitar anus dan perineum
Radang vagina dan tuba falopi
Apendicitis
Eosinofilia sampai dengan 10 %
Diagnosis = anal swab yang ditemukan telur dan cacing dewasa
Terapi = piperazin , pirantel pamoat ( tidak untuk stadium telur dan larva),
mebendazole dan albendazole (semua stadium )



Telur cacing tambang
Cacing tambang
Necator americanus = necatoriasis
Ancylostoma duodenale = ancylostomiasis
Hospes = manusia
Gejala
( std. larva ) ground itch pnemonitis lokal
( std. dewasa) perdarahan oculta
Akut = sakit perut , nausea , muntah , diare , melena , lemah pucat
Kronis = anemia mikrositik hipokrom, dan eosinofilia
necator = 0.005-0.1 cc /hari
ancylostoma = 0.08-0,34 cc/hari
Diagnosis = telur pada tinja segar , larva pada tinja lama ( > 24 jam )
Terapi = mebendazole, pirantel pamoat, tetramizole
Telur Ascaris lumbricoides tidak
dibuahi corticated
Telur Ascaris lumbricoides tidak
dibuahi corticated
Telur Ascaris lumbricoides dibuahi
decorticated
Telur Ascaris lumbricoides dibuahi
decorticated
Telur ascaris lumbricoides tidak
dibuahi decorticated
Telur ascaris lumbricoides dibuahi
corticated
Ascaris lumbricoides
Menyebakan penyakit ascariasis
Cara infeksi = menelan telur matang berisi larva
Habitat cacing dewasa = usus halus
Gejala
Larva = sindroma loeffler ( demam , batuk, eosinofilia, infiltrat paru, sesak ,
urtikaria, edema )
Dewasa = ringan ; diare , konstipasi , mual, muntah, nafsu makan turun, berat ;
malabsorbsi malnutrisi, ileus obstruksi
Diagnosis = telur dan larva di feces , cacing dewasa keluar di hidung dan mulut
Terapi = mebendazole , albendazole, pirantel pamoat , piperazin sitrat

Proglotid Taenia saginata
Taenia saginata
Penyakit: taeniasis saginata
Hospes: manusia
Hospes perantara: sapi
Infektif: menelan cysticercus bovis larva taenia saginata
Gejala:
Ringan: diare, sakit ulu hati, mual muntah
BB turun, eosinofilia
Berat: apendisitis, ileus
Diagnosis = menemukan telur, proglotid dan scolex di feces , proglotid keluar
dari anus
Terapi = mebendazole , prazikuantel, bitionole
Scolex Taenia solium
Scolex Taenia solium
Taenia solium
Menyebabkan penyakit = taeniasis solium
Hospes = manusia
Hospes perantara = babi
Cara infeksi: makan babi ber-cysticercus cellulosae ->envaginasi scolex di usus
halus selama 3 bulan
Gejala
diare , obstipasi , mual, nyeri ulu hati, sakit kepala, peritonitis
Sistiserkosis : demam tinggi, eosinofilia > 10%, miositis, epilepsi,
mengioensefalitis, hydrosefalus internus
Diagnosis = telur atau proglotid di feces, untuk sistiserkosis ->menemukan
sistiserkus dalam benjolan bawah kulit atau dengan reaksi imunologi
Terapi = taeniasis -> prazikuantel , sistiserkosis ->prazikuantel albendazole,
bedah
Mikrofilaria Wuchereria bancrofti
Menyebabkan penyakit filariasis bancrofti
Vektor = nyamuk, culex -> kota , anopheles /aides -> desa
Hospes = manusia
Cara infeksi = larva dari gigitan nyamuk
Gejala
Std. microfilaremia : occult filariasis, di kapiler alat dalam -
>hipereosinofilia, paru2 seperti asma bronkial, urtikaria
Std. akut : limphadenitis, limfangitis retrograd ,funikulitis, epididimitis,
orchitis
Std. menahun :obstruksi 10-15 th kemudian , hidrokel, limphedema,
elefantiasis, chyluria
Diagnosis = gejala klinis, menemukan microfilaria di darah ,cairan hidrokel
dan chyluria, USG skrotum dan kelenjar limfe ->filarial dance sign,
imunologi dan biopsi
Terapi = dietil carbamazin
Mikrofilaria Wuchereria bancrofti
Microfilaria brugia timori
Mikrofilaria Brugia malayi
Microfilaria brugia timori dan malayi
Menyebabkan penyakit filariasis timori / malayi
Hospes = manusia, malayi bisa dari hewan
Vektor = anopheles barbirostris
Cara infeksi = larva masuk melalui gigitan nyamuk,
Periodisitas
Malayi = nocturna, sub periodik nocturna , non periodik
Timori = nocturna
Gejala
Std akut = demam, limphadenitis dan limfangitis yang hilang timbul, eosinofil
tinggi
Std kronis = limphedema pada inguinal, medial tungkai dan lengan,
elefantiasis lengan dan tungkai, tidak ada chyluria dan hydrocele
Diagnosis = gejala klinis, menemukan microfilaria di darah tepi, biopsi, imunologi
Terapi = dietil carbamazin

Balantidium coli stadium kista
Balantidium coli stadium kista
Balantidium coli stadium kista
Balantidium coli stadium trofozoit
Balantidium coli stadium tropozoit
Balantidium coli
Menyebabkan penyakit: balantidiasis/disentri balantidium
Hospes: manusia, babi, kera
Infektif: menelan kista
Gejala:
Akut: ulkus merata pada mukosa kolon (gangren (fatal) + sindroma
disentri)
Kronis: diare-kosntipasi (selang-seling), sakit perut, tidak nafsu makan,
muntah, cochexia
Ekstraintestinal: peritonitis, uretritis
Diagnosis: vegetatif dalam feces encer, kista dalam feces padat
Terapi: tetrasiklin, metronidazol, diiodohidroksikuinolin
Entamoeba coli stadium kista inti 4
Entamoeba coli stadium kista inti 5
Entamoeba coli stadium kista inti 8 (2)
Entamoeba coli stadium vegetatif
Entamoeba coli
Tidak menimbulkan penyakit (bersifat komensal)
Hospes: manusia
Tidak patogen
Diagnosis: menemukan bentuk trofozoit dan kista dalam feces
Tidak membutuhkan terapi
Entamoeba hystolitica stadium kista
inti 4
Entamoeba histolytica stadium
trofozoit
Entamoeba histolytica stadium
trofozoit (2)
Entamoeba histolytica
Menyebabkan penyakit: amebiasis
Hospes: manusia
Infektif: menelan kista matang
Gejala:
Amoebiasis intestinal: disentri amuba/amebiasis colon akut (sindroma
disentri,diare <10x/hari), amebiasis colon menahun (diare/obstipasi
selang-seling, rasa tidak enak di perut, ulkus&dinding
menebal:granuloma)
Amoebiasis ekstraintestinal: hematogen (abses hepar, abses paru, abses
otak), percontinuitatum (abses hepar abses paru, peritonitis, dinding
perut, amebiasis rektum perianal, perineum dan vagina)
Diagnosis: menemukan e.histolitika dalam feces, biopsi dinding abses,
pemeriksaan serologis
Terapi: metronidazol, emetin hidroklorida, klorokuin, antibiotika
(tetrasiklin,paromomisin)
Giardia lamblia stadium kista
Giardia lamblia stadium vegetatif
Giardia lamblia stadium vegetatif
Giardia lamblia
Menyebabkan penyakit: Giardiasis atau lambliasis
Hospes: manusia
Infektif: menelan kista matang
Gejala: kembung, mual, anorexia, abdomen membesar dan tegang, feces
banyak dan bau busuk, diare + steatorrhoea, BB turun
Diagnosis: menemukan trofozoit dalam feses encer atau cairan duodenum,
menemukan kista dalam feses padat
Terapi: metronidazol
Trichomonas vaginalis stadium
tropozoit
Trichomonas vaginalis
Menyebabkan penyakit: trikomoniasis vagina (pada wanita), dan prostatitis
(pada pria)
Hospes: manusia
Infeksi: bentuk trofozoit; langsung bersetubuh/kontak seksual, tidak
langsung alat mandi, toilet seat
Gejala: keputihan, rasa panas, gatal, sekret encer putih kekuningan, berbau
dan berbusa, pruritus vagina/vulva + pedih saat kencing
Diagnosis: menemukan parasit dari sekret vagina/uretra/prostat/urin, biakan
pepton, tioglikolat
Terapi: metronidazol, oral dan tablet vagina
Plasmodium falciparum schizont
matang
Plasmodium falciparum mikrogametosit
(atas) & makrogametosit (bawah)
Plasmodium Falcifarum ring form
Plasmodium Falcifarum
Menyebabkan penyakit: malaria tropika, malaria falciparum
Hospes definitif: nyamuk anopheles
Hospes perantara: manusia
Gejala:
Awal: sakit kepala, punggung, extremitas perasaan dingin, mual muntah,
demam <</(-), diare ringan
Lanjut: KU memburuk (mental confusion). Demam tidak teratur,
periodisitas tidak jelas, keringat banyak, nadi&nafas cepat, mual muntah,
diare hebat, batuk, limpa&hati membesar ikterus
Urin: albumin (+), silinder hialin (+)/granular (+)
Darah: anemia ringan, leukopenia
Diagnosis: menemukan trofozoit muda dan/tanpa gametosit pada SADT
Terapi: klorokuin, kombinasi sulfadoksin&pirimetamin, kina, antibiotik
tetrasiklin, minosiklin

Plasmodium vivax zona merah
Plasmodium vivax ring form
Plasmodium vivax schizont matang
Plasmodium vivax makrogametosit
Plasmodium vivax mikrogametosit
Plasmodium vivax semua stadium
Plasmodium vivax
Menyebabkan penyakit: malaria tersiana, malaria vivax
Hospes definitif: nyamuk anopheles
Hospes perantara: manusia
Gejala:
Serangan pertama: sindrom prodromal sakit kepala, sakit punggung,
mual, malaise umum
Relaps: sindrom prodromal ringan/(-)
Demam tidak teratur 2-4 hari pertama kemudian jadi intermitten (pagi
tinggi, sore normal)
Periodisitas: 48 jam tiap 3 hari (std. menggigil, panas s/d 40,6
0
C,
berkeringat)
Herpes bibir, anemia, splenomegali
Diagnosis: menemukan parasit pada SADT
Terapi: klorokuin, primakuin

Plasmodium malariae bentuk pita
Plasmodium malariae bentuk pita
Plasmodium malariae schizont matang
Plasmodium malariae schizont
muda
Plasmodium malariae schizont
matang
Plasmodium malariae
Menyebabkan penyakit: malaria kuartana, malaria malariae
Hospes definitif: nyamuk anopheles
Hospes perantara: manusia
Gejala:
Awal: mirip vivax
Demam lebih teratur dan pada sore hari tiap 4 hari
Kronis: ada kelainan ginjal
Anemia kurang jelas
Splenomegali
Diagnosis: menemukan parasit pada SADT
Terapi: klorokuin