Anda di halaman 1dari 5

Baca kasus:

Ceritakan: Seorang jenazah, berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam keadaan tidak
bernyawa di kosnya, korban merupakan korban penganiayaan dan perampokan.
Dilakukan identifikasi primer berupa: sidik jari (sudah dilakukan oleh penyidik), rekam
gigi, dan pemeriksaan DNA (yang nanti pengambilan sampelnya akan dilakukan).
Pemeriksaan Identifikasi sekunder: yaitu pemeriksaan jenazah
1. Persiapan alat dan bahan
- Penggaris panjang 2 buah
- Meteran
- Busur derajat
- Termometer
- Spuit 5 cc 2 buah
- Skalpel
- Pinset 2 buah
- Hand scoon
- Formalin
- EDTA
- Na. Sitrat
- Aluminium foil
- Kit narkoba
2. Pemeriksaan Pakaian dan Perhiasan
a. Pemeriksaan baju:
Korban menggunakan pakian berwarna merah terang, bermotif kotak-kotak,
terbuat dari bahan katun, ukuran M, merek....., tampak bercak darah, tampak
robekan pada pakaian bagian depan.
b. Pemeriksaan pakaian lainnya:
Korban menggunakan celana pendek, warna biru tua, dengan motif polos
berbahan jeans, ukuran M, merk.....
c. Pemeriksaan Perhiasan
Korban menggunakan perhiasan berupa kalung, warna....., bentuk...., ukuran.....
3. Pemeriksaan Ciri-ciri tubuh (karakteristik antropologi)
a. Pemeriksaan Panjang Badan (diukur dari tumit ke puncak kepala)
Panjang badan korban 155 cm
b. Pemeriksaan status gizi:
Panjang lingkar lengan atas: 20 cm,
Lingkar perut: 90 cm
Status gizi kesan cukup.
c. Pemeriksaan Warna kulit
Kulit korban berwarna coklat kehitaman
d. Pemeriksaan rambut
Rambut berbentuk lurus, berwarna hitam, dibeberapa bagian tampak sudah
memutih, ukuran rambut bagian depan 0,7 cm, bagian puncak 0,5 cm, bagian
belakang 1 cm, bagian samping kanan 0,5 cm, dan bagian samping kiri 0,5 cm.
Alis mata: tampak lebat, warna hitam dibeberapa bagian tampak sudah memutih,
panjang alis mata .... cm, ukuran rambut terpanjang pada alis mata adalah ....cm,
dan terpendek ..... cm.
e. Pemeriksaan mata
Warna iris mata coklat kehitaman, arkus sinilis (+) baca skenario bila usia
korban >40 tahun
f. Pemeriksaan hidung
- Hidung berbentuk melebar (tidak mancung), tidak terdapat kelainan pada
hidung (berbentuk normal),
- Terdapat kumis, berbentuk lurus, lebat, berwarna hitam, dibeberapa bagian
tampak sudah memutih, dengan ukuran rambut kumis terpanjang... cm,
ukuran rambut kumis terpendek... cm,
- Terdapat jenggot, berbentuk lurus, lebat, berwarna hitam, dibeberapa bagian
tampak sudah memutih, dengan ukuran rambut jenggoat terpanjang... cm,
terpendek...cm.
g. Pemeriksaan mulut dan gigi
Mulut berbentuk normal, tidak terdapat kelainan seperti bibir sumbing atau yang
lainnya.
h. Pemeriksaan telinga
Bentuk telinga normal, tidak terdapat kelainan, tidak terdapat tindikan anting.
i. Pemeriksaan jaringan parut dan tahi lalat
Tidak tampak adanya jaringan parut atau tahi lalat, tidak tampak adanya tato.
j. Pemeriksaan ciri fisik lainnya (ciri seks skunder)
- Payudara tampak adanya puting susu (ukuran payudara tidak membesar),
- Rambut pubis, tampak lebat, berbentuk sedikit ikal, berwarna hitam,
dibeberapa bagian tampak sudah memutih, dengan ukuran rambut
terpanjang... cm, ukuran rambut terpendek... cm,
- Tampak penis sudah disunat
4. Pemeriksaan tanda-tanda kematian
Sebelum dilakukan pemeriksaan lebam mayat, qta lakukan pemeriksaan suhu dengan
meletakkan termometer pada anus selama 3 menit.
a. Pemeriksaan Lebam mayat (tergantung skenario)
Lebam mayat timbul setelah 15-30 menit setelah meninggal. Bertahan 8-12 jam
post mortem. Jika tidak hilang dengan penekanan selama 30 detik, maka
kematian > 8 12 jam.
Dilakukan pemeriksaan lokasi lebam mayat dan lakukan penekanan dimasing-
masing lokasi (sesuai skenario) selama 30 detik
Cara deskripsi: Terdapat lebam mayat padaleher bagian bawah, punggung,
pantat, paha bagian bawah, dan betis. Lebam mayat berwarna merah kebiruan,
hilang/tidak dengan penekanan
b. Pemeriksaan kaku mayat
Kaku mayat mulai terjadi sekitar 2 jam post mortem, dan mencapai puncak
setelah 10-12 jam dan menetap selama 24 jam dan menghilang setelah 24 jam,
jika lebih dari 24 jam maka kaku mayat akan hilang sesuai dengan urutan
terjadinya dari wajah sampai tungkai.
Dilakukan: penekanan singkat didaerah kelopak mata, dagu, leher, siku, jari-jari
tangan, lutut, pergelangan kaki dan jari-jari kaki.
Cara deskripsi: terdapat kaku mayat pada daerah kelopak mata, dagu, leher,
siku, jari-jari tangan, lutut, pergelangan kaki dan jari-jari kaki.
c. Pemeriksaan pembusukan
Tanda-tanda pembusukan akan muncul pada waktu kematian terjadi jika lama
kematian sudah > 24 jam
Lakukan pemeriksaan pada bagian perut kanan bawah tepat pada bagian sekum
(adakah warna kulit kehijauan?), perut mengembang, dada mengembang, lidah
menjulur, mata melotot, pelebaran pembuluh darah
Cara Deskripsi: tidak terdapat tanda-tanda pembusukan. sesuai skenario
d. Pemeriksaan tanda pembusukan lainnya (suhu rektal)
Setelah 3 menit, termometer diambil: terjadi penurunan suhu 1
o
C tiap 1 jam.
Cara deskripsi: suhu rektal: 27
o
C
5. Pemeriksaan luka-luka
a. Regio leher samping kiri : ditemukan sebuah luka terbuka di regio leher
samping kiri berbentuk teratur dengan pola setengah lingkaran dengan arah
luka miring. Ukuran luka sebelum dirapatkan panjang 3 cm, lebar 0,1 cm, dala
..... cm. Setelah dirapatkan luka berbentuk garis atau melengkung dengan
ukuran cm. Garis tepi luka rata, tebing luka tampak jelas dan rata terdiri dari
jaringan kulit, lemak dan otot, tidak tampak jembatan jaringan. Dasar luka
terdiri dari otot. Sudut luka pertama derajat, sudut luka kedua derajat
b. Regio lengan atas: ditemukan sebuah luka terbuka di lengan kanan atas
berbetuk teratur dengan pola setengah lingkaran, dengan arah luka lintang.
Ujung pertama 20 cm dari puncak bahu dan 7,6 cm dari lipat siku. Ujung
kedua 19 cm dari puncak bahu dan 8 cm dari lipat siku. Ukuran luka sebelum
dirapatkan panjang 1,5 cm, lebar 0,7 cm, dalam 0,2 cm. Setelah dirapatkan
luka berbentuk garis lurus dengan ukuran 1,8 cm. Garis tepi luka rata, tebing
luka tampak jelas dan rata terdiri dari jaringan kulit, lemak dan otot, tidak
tampak jembatan jaringan. Dasar luka terdiri dari otot. Sudut pertama 40
derajat, sudut kedua 35 derajat.sekitar luka tidak tampak memar dan
kemerahan.
c. Regio dada kanan: ditemukan sebuah luka terbuka di regio dada kanan
bebrbentuk teratur dengan pola setengah lingkaran dengan arah luka miring.
Ukuran luka sebelum dirapatkan panjang 2,6 cm, lebar 0,7, dalam 0,3 cm.
Setelah dirapatkan luka berbentuk garis atau melengkung dengan ukuran 2,6
cm. Garis tepi luka rata, tebing luka tampak jelas dan rata terdiri dari jaringan
kulit, lemak dan otot, tidak tampak jembatan jaringan. Dasar luka terdiri dari
otot. Sudut luka pertama 35 derajat, sudut luka kedua 40 derajat.
d. Regio dada kanan (lebih dekat garis tengah tubuh): ditemukan sebuah luka
terbuka di regio dada kanan bebrbentuk teratur dengan pola setengah lingkaran
dengan arah luka miring. Ujung pertama 1 cm dari garis tengah yang melewati
tubuh dan 6 cm dari garis mendatar yang melewati puting susu. Ujung kedua
1,1 cm dari garis tengah yang melewati tubuh dan 9,5 cm dari garis yang
melewati puting susu. Ukuran luka sebelum dirapatkan panjang 3,5 cm, lebar
0,5 cm, dalam cm. Setelah dirapatkan luka berbentuk garis atau melengkung
dengan ukuran cm. Garis tepi luka rata, tebing luka tampak jelas dan rata
terdiri dari jaringan kulit, lemak dan otot, tidak tampak jembatan jaringan.
Dasar luka terdiri dari otot. Sudut luka pertama derajat, sudut luka kedua
derajat
e. Regio perut kiri bawah: ditemukan sebuah luka terbuka di regio kiri bawah
bebrbentuk teratur dengan pola setengah lingkaran dengan arah membujur.
Ujung pertama 3 cm ke arah kiri dari garis tengah yang melewati tubuh dan
2,5 cm di bawah garis mendatar yang melewati pusar. Ujung kedua 3,5 cm ke
kiri dari garis tengah yang melewati tubuh dan 6,5 cm dari garis mendatar
yang melewati pusar. Ukuran luka sebelum dirapatkan panjang 4 cm, lebar 0,6
cm dalam 0,2 cm. Setelah dirapatkan luka berbentuk garis melengkung dengan
ukuran 4 cm. Garis tepi luka rata, tebing luka tampak jelas dan rata terdiri dari
jaringan kulit, lemak dan otot, tidak tampak jembatan jaringan. Dasar luka
terdiri dari otot. Sudut luka pertama 25 derajat, sudut luka kedua 40 derajat.
6. Pemeriksaan lubang-lubang tubuh
a. Pemeriksaan rongga hidung
Tidak tampak adanya cairan, busa, ataupun darah yang keluar lewat hidung,
(ambil senter) tidak tampak deformasi septum nasi, tidak tampak perforasi.
Apabila terdapat perforasi atau deformitas septum nasi: swap narkoba
b. Pemeriksaan rongga telinga
Tidak tampak cairan keluar dari rongga telinga kanan maupun kiri
c. Pemeriksaan rongga mulut
Tidak tampak cairan keluar dari mulut, tidak tampak buih, darah ataupun busa
d. Pemeriksaan rongga anus
Tidak tampak anus berbentuk corong, tidak ada robekan
e. Pemeriksaan Uretra
Lakukan masase pada penis
Deskripsi: tidak ada keluar cairan lewat uretra
f. Pemeriksaan vagina
Ostium vagina: luka robek, hymen intak? Arah jam, sampai dasar atau g.
7. Manajemen sampel
a. Pengambilan sampel urin dan pengawetnya
Pengambilan sampel: ambil spuit 5cc, tusuk pada bagian supra pubis, letakkan
urin pada:
- Natrium sitrat
- Sekaligus periksa dengan kit narkoba

b. Pengambilan sampel darah dan pengawetnya
Pengambilan sampel: lakukan insisi pada pembuluh darah didekat maleolus
medialis, ambil darah menggunakan spuit, letakkan darah pada:
- EDTA
c. Pengambilan sampel organ dan pengawetnya
Pengambilan sampel: ambil sampel jaringan luka dengan menggunakan skalpel,
letakkan jaringan pada:
- Formalin
d. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan DNA
- Ambil rambut atau jaringan tubuh
- Masukkan dalam aluminium foil
e. Pemeriksaan narkoba pada sampel