Anda di halaman 1dari 26

TugasMandiriAnatomi

SistemaGenitalPria

Disusunoleh:
LouisSteventhie 021311133148
NoralitaRatnasari 021311133149
AdilRachmawan 021311133150
ErinImaniarB. 021311133151
DeaIvanaYulesta 021311133152
RizkyNoorAdha 021311133153
OksoBrillianPribadi 021311133154
AdityaSonarya 021311133155
SonyaLianiramadayanti 021311133156
Aninditanofarida 021311133157
AyudatiaNurazizah 021311133158

ANATOMIDEPTBIOLOGIORAL
FAKULTASKEDOKTERANGIGIUNAIR
SemesterGenapMei
2014
1
KataPengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
karuniaNyalah, kami dapat menyelesaikan tugas mandiri anatomi berjudul Sistema
GenitalPria.
Dalam melakukan penyusunan makalah ini, kami telah diberi bantuan,
bimbingan, dan arahan dari sejumlah pihak. Maka dalam kesempatan ini kami ingin
mengucapkanterimakasihkepada:
1.SusyKristiani,drg.,M.Kesselakudosenpembimbing.
2. Beberapa teman sejawat yang telah memberi bantuan kepada kami dalam
penyelesaiantugasini.
Demikian tugas mandiri ini kami susun dengan sebaikbaiknya. Semoga tugas mandiri ini
dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembaca pada umumnya dan penyusun
pada khususnya. Penulis berharap kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran
untukkaryatulisinisupayakaryatulisselanjutnyabisalebihbaik.

2
DaftarIsi

HALAMANJUDUL
KATAPENGANTAR2
DAFTARISI...3
DAFTARGAMBAR..4

BABIPENDAHULUAN
1.1LatarBelakang5
1.2RumusanMasalah...6
1.3Tujuan.6
1.4Manfaat...6

BAB2TINJAUANPUSTAKA
2.1AlatGenitalPriaEkstrinsik7
2.1.1Penis7
2.1.2Schrotum.8
2.2AlatGenitalPriaIntrinsik...8
2.2.1Testis8
2.2.2SistemDuktus..9
2.2.2.1.Epididimis9
2.2.2.2VasDeferen..9
2.2.2.3VasEferen..10
2.2.3StrukturAsesori.10
2.2.3.1VesikulaSeminalis..10
2.2.3.2Glandulabulbouretrolis...11
2.2.3.3Prostat.11
2.2.3.4CairanSeminalis.12
2.3MaturasiSeksualPria12
2.4Hormonhormon...15
2.5Kontrasepsi...17
2.5.1Kondom.17
3
2.5.2KoitusInteruptus18
2.5.3Pantangberkala..19
2.5.4Vasektomi..20
2.6KesehatanReproduksiPria...21
2.6.1AndologiKlinik.21
2.6.2AndropausePadaPria22
2.6.3PenyakitGenitalPria.23
2.6.4Pencegahan24

BABIIIPENUTUP
3.1Kesimpulan...25
3.2Saran.25

DAFTARPUSTAKA

DaftarGambar

Gambar2.2.3.1:VesikulaSeminalis10
Gambar2.2.3.2:KelenjarCowper...11
Gambar2.2.3.3:KelenjarProstat..12
Gambar2.5.1:Kondom.18
Gambar2.5.4:ProsedurVasektomi...20

4
BABI
PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak, atau melakukan reproduksi.
Reproduksi melibatkan suatu sistem dalam tubuh, yaitu sistem reproduksi atau sistem
genitale pria. Sistem reproduksi melibatkan organ reproduksi. Tujuan utama makhluk
hidup melakukan reproduksi adalah untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Apa
yang akan terjadi dengan manusia misalnya, jika tidak bisa melakukan reproduksi?
Tentu lama kelamaan manusia akan punah.Kemampuan reproduksi tergantung pada
hubungan antara hypothalamus, hipofisis bagian anterior, organ reproduksi, dan sel
target hormon. Proses biologis dasar termasuk perilaku seksual dipengaruhi oleh faktor
emosi dan sosiokultural masyarakat. Di sini, yang akan difokuskan adalah fungsi dasar
seksual sistem reproduksi di bawah kontrol syaraf dan hormon.Sistem reproduksi
meliputi kelenjar (gonad) dan saluran reproduksi. Organ reproduksi primer atau gonad
terdiri dari sepasang testes pada pria dan sepasang ovarium pada wanita. Gonad yang
matang berfungsi menghasilkan gamet (gametogenesis) dan menghasilkan hormon seks,
khususnya testosteron pada pria dan estrogen & progesteron pada wanita. Setelah
gamet diproduksi oleh gonad, ia akan melalui saluran reproduksi (sistem duktus). Pada
wanita juga terdapat payudara yang termasuk organ pelengkap reproduksi. Bagian
eksternal sistem reproduksi sering juga disebut genitalia eksternal.Seiring perkembangan
teknologi dan zaman, reproduksi juga merupakan objek utama untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Sebagai contoh, manusia mengembangkan teknologi reproduksi
berupa bayi tabung untuk mengatasi masalah pasangan suami istri yang tidak memiliki
anak dan juga inseminasi buatan pada hewan untuk memperoleh keturunan hewan yang
diinginkan. Selain perkembangan teknologi, kita juga sering mendengar atau membaca
informasi mengenai berbagai penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi.
Berbagai penyakit sistem reproduksi ini tentunya harus kita cegah agar manusia tetap
dapat memperoleh keturunan. Satu hal yang penting bagi generasi muda adalah menjaga
kesehatanreproduksiagartidakterkenapenyakitpadasistemreproduksi.

1.2RumusanMasalah
a.Bagaimanasistemdankelenjarpadareproduksipria?
b.Apasajasistemduktuspadareproduksipria
c.Apasajastrukturaksesoripadareproduksipria
d.Apasajahormonyangmempengaruhireproduksipria?
e.Bagaimanaprosesmaturasiseksualpadapria?
f.Apasajagangguanpenyakityangbisamenyerangreproduksipria?
g.Bagaimanapencegahanpenyakityangmenyerangsistemreproduksipria?

1.3Tujuan
Makalah ini dimaksudkan untuk menjelaskan tentang anatomi sistem genitale pria atau
sistem reproduksi pria. baik konsep reproduksi, alat reproduksi, hormon
reproduksi,proses maturasi seksual pada pria, penyakit reproduksi dan cara
penyembuhannya.

1.4Manfaat
1.Untukmengetahuiapasajakahorganreproduksipria.
2.Untukmengetahuimelaluiapasajasistemduktuspadareproduksipria.
3.Untukmengetahuiapasajastrukturaksesoripadareproduksipria.
4.Untukmengetahuibagaimanaprosesmaturasiseksualpadapria.
5. Untuk mengetahui bagaimana pencegahan penyakit yang menyerang sistem
reproduksipria

BABII
TINJAUANPUSTAKA

2.1GenitalepriabagianEkstrinsik
2.1.1Penis
Penisterdiridari:
akar(menempelpadadidindingperut)
badan(merupakanbagiantengahdaripenis)
glanspenis(ujungpenisyangberbentuksepertikerucut)
Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung
glanspenis.Dasarglandpenisdisebutkorona.
Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai
darikoronamenutupiglanspenis.

Badanpenisterdiridari3ronggasilindris(sinus)jaringanerektil:
2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak
bersebelahan.
rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika rongga tersebut
terisidarah,makapenismenjadilebihbesar,kakudantegak(mengalamiereksi).
Untuk sebagian besar waktunya, penis tergantung linglai antara kedua paha, tergantung
ke bawah di depan scrotum. Penis memanjang pada ujung distalnya membentuk
bangunan seperti buah jati Belanda, yang disebut glans penis. Penis tersusun atas tiga
batang seperti spons yang bersifat erektil dan kaya akan pembuluh darah.
batangbatang spongiosa ini dilapisi oleh selubung jaringan fibrosa yang kuat dan
selanjutnya diluarnya tertutup oleh kulit yang merupakan lanjutan kulit pada scrotum dan
selakang (inguinal). Kulit yang menutupi glans penis melipat ke belakang untuk
membentuk preputium, kecuali pada bayi yang preputiumnya masih melekat pada glans
penis.Lipatankulitinilahyangdibuangsaatoperasisirkumsisi(khitan).
Penis dilalui oleh sebagian dari urethra yang bekerja sebagai jalannya sperma maupun
untuk ekskresi urin. Suatu otot sphincter kecil mencegah masuknya sperma ke dalam
vesica urinariadan mencegah keluarnya sperma dan urin secara bersamasama. Ereksi
7
penis penting apabila hubungan seksual terjadi, dan hanya terjadi dalam reaksinya
terhadap rangsangan seksual. Otototot dasar pelvis (bulbocavernosus dan
ischiocavernosus) ikut berperan pada ereksi, tetapi sebagian besar ereksi ini disebabkan
oleh perubahan pada ketiga jaringan batang spongiosa tadi. Pembuluhpembuluh darah
yang terdapat di dalam batang spongiosa sangat mengalami dilatasi dan cepat terisi dan
digelembungkan oleh darah apabila terjadi jawaban terhadap rangsangan seksual yang
menyebabkan sarafsaraf autonom memacu dindingdinding otot polosnya. Kalau
cavernea terisi dengan darah, maka penisakan menjadi keras, berdiri tegak, dan
mengarahkedepan.
Anak lakilaki sebaiknya diberi penjelasan sebelum mulainya pubertas bahwa
ereksi tadi mungkin terjadi sebagai akibat rangsangan seksual atau yang lain. Mereka
sebaiknya juga diberitahu apabila merekan mulai menghasilkan sperma, akan terjadi
mimpi basah (emisio nocturnal) sebagai akibat dari mimpi erotik. Mereka sebaiknya
diyakinkan bahwa keadaan demikian adalah normal, karena lakilaki remaja
memperlihatkan hal yang sama mengenai fungsi reproduksi mereka seperti halnya
menstruasipadaanakperempuan.

2.1.2Scrotum(BuahPelir)
Scrotum adalah bangunan seperti kantongyang tertutup oleh kulit dan merupakan tempat
bergantungnya penis. Scrotum dibagi oleh septum yang terdiri dari jaringan fibrosa
menjadi dua ruangan yang masingmasing berisi satu testis, satu epididymis, dan bagian
permulaan vas deferens. Scrotum tidak mengandung lemak subkutan, tetapi
mengandung jaringan otot yang dapat mengadakan retraksi (penarikan ke atas) testis
dalamusahauntukmelindungitestesterhadaptrauma.

2.2GenitalePriabagianInstrinsik
2.2.1Testis
Testisadalahkelenjarkelamin jantan pada manusia. Manusia (pria)
mempunyai dua testis yang dibungkus dengan skrotum. Testis terletak di luar tubuh,
dihubungkan dengan tubulus spermatikus dan terletak di dalam skrotum. Ini sesuai
dengan fakta bahwa prosesspermatogenesispada mamalia akan lebih efisien dengan
suhu lebih rendah darisuhu tubuh(< 37C). Pada tubulus spermatikus terdapatotot
8
kremasteryang apabila berkontraksi akan mengangkat testis mendekat ke tubuh. Bila
suhu testis akan diturunkan, otot kremaster akan berelaksasi dan testis akan menjauhi
tubuh. Fenomena ini dikenal denganrefleks kremaster. Selama masa pubertas, testis
berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada produksi
sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi cairan darisel
Sertoli. Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat saja salah satu terletak
lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur anatomis
pembuluhdarahpadatestiskiridankanan.

2.2.2SistemDuktus
2.2.2.1.Epididimis
1. Bentuk seperti Comma, membentuk suatu saluran dengan panjang +
6m
2.Didapatdibagiansuperiortestisdansepanjangposteriorlateraltestis
3.Berfungsisebagaipematangandanmeyimpanselsperma.
4. Pengeluaran sperma dengan kontraksi otototot dinding epididymis
kevasdeferens

2.2.2.2VasDeferens
1.Membawaspermadariepididymiskeduktusejaculatory
2.Saluranmelaluikanalisinguinalisdandiatasvesikaurinaria
3.Gerakanspermaolehperistaltic
4. Dalam jaringan koneltif didapati Spermatic cordductus deferens,
pemb.Darahdansaraf
5.Batasakhirduktusejaculatorybersatudenganurethra
6.Bagianakhirmengembangdisebutampulla
7. Ejakulasiotot polos dinding ductus deferens menimbulkan
gelombangperistaltikyangmendorongsepermakeluar
9
8. Vasectomypemotongan ductus deferens setinggi testes untuk
mencegahtransportasisperma

2.2.2.3VasEferen
1.Terbentangdaridasarvesikaurinariahinggaujungpenis
2.Menyalurkanurinedansperma
3.Spermkeluardariduktusejaculatory
Memiliki3areapermukaan:
1.Prostaticurethrasekitarprostate
2.Membranousurethradariprostaticurethratopenis
3.Spongy(penile)urethrasepanjangpenis

2.2.3StrukturAsesori
2.2.3.1Vesikulaseminalis
Ada dua vesikula seminalis, masingmasing memiliki panjang 5
cm dan berbentuk piramida. Vesikula terdiri dari epitel kolumnar,
jaringan otot, dan jaringan fibrosa, dan terletak di dasar kandung kemih.
Duktus setiap vesikula seminalis bergabung dengan vas deferens pada
sisi yang sama untuk membentuk duktus ejakulatorius. Merupakan
tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung
semen,berjumlahsepasang.

Gambar2.2.3.1:VesikulaSeminalis
10

2.2.3.2KelenjarCowper/Bulbouretra
Kelenjar yang berukuran seperti kacang polong terletak lebih
rendah daripada kelenjar prostat. Fungsi kelenjar Cowper adalah
menghasilkan sekresi yang jernih dan kental yang dilepas ke dalam
uretra sebelum ejakulasi yang bersifat alkali untuk menetralisasi
keasamaanurinedanmeningkatkanlubrikasiselamasenggama.

Gambar2.2.3.2:KelenjarCowper

2.2.3.3KelenjarProstat
Merupakan suatu glandula tunggal dengan ukuran panjang
kurang lebih 4 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 2 cm., melingkari bagian atas
uretra tepat di bawah kandung kemih, dan terletak di antara rektum dan
simfisis pubis. Kelenjar ini terdiri dari epitel kolumnar, otot polos, dan
suatu lapisan fibrosa luar. Fungsi utama kelenjar prostat adalah
menghasilkan sekresi alkalin berwarna seperti susu bersifat asam yang
memfasilitasi aktivitas sperma. Sekresi kelenjar prostat, yang
merupakan sepertiga volume cairan semen, memasuki uretra melalui
beberapaduktussaatototpolosberkontraksiselamaejakulasi.
11

Gambar2.2.3.3:KelenjarProstat

2.2.3.4CairanSeminalis
Suatu sekresi kental, mengandung gula fruktosa, asam askorbat,
asam amino, dan prostaglandin, yang menjaga sperma tetap hidup dan
mortil, berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan
bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran
reproduksiwanita.

2.3MaturasiGenitalePria
Struktur sperma terdiri dari kepala, bagian tengah (badan) dan ekor ( flagella).
Pada bagian kepala terdapat inti sel dan akrosom yang dibentuk dari kompleks golgi,
akrosom menghasilkan enzim yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur.
Pada bagian tengah terdapat mitokondria tempat berlangsungnya oksidasi sel untuk
membentukenergyyangdigunakanolehspermasehinggaspermadapatbergerakaktif.
Spermatogenesis yang sempurna dicapai pada sebagian besar lakilaki pada
umur 16 tahun, dan kemudian berlangsung terus selama hidup. Spermatogenesis tidak
terjadi secara serentak pada semua tubulus semiferi atau bahkan tidak serentak pada
setiap bagian tubulus yang sama. Daur ini mulai pada lamina basalis epithelium
germinativum dalam jawabannya terhadap hormon pemacu folikel (FSH). Pada saat
spermatozoa berkembang, maka spermatozoa ini akan mendekati lumen tubulus.
Pemasakanspermatozoamemerlukanwaktukirakira10hari.
Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi
(membelah) dengan cara mitosis paling tidak satu kali. Setelah reproduksi,
12
spermatogonia ini diberi nutrien (makan) oleh selsel sertoli dan berkembang menjadi
spermatositprimer.
Spermatosit primer mengandung kromosom dengan jumlah diploid pada inti
selnya dan mengalami meiosis 9pembelahan reduksi dan pertukaran bahan genetik).
Satuspermatositakanmenghasilkanduaselanak,yaituspermatositsekunder.
Selsel spermatosit sekunder yang haploid ini sekarang mengalami pembelahan
meiosis kedua untuk menyusun kembali bahan genetik. Pengaruh hormon luteinisasi
(LH)diperlukanuntukperkembanganstadiumberikutnya.
Sel sperma yang berfungsi dalam reproduksi, harus mengalami perkembangan dan
pembelahan. Proses pembelahan tersebut terjadi secara mitosis dan meiosis. Sebagai
alat reproduksi, sel sperma harus haploid sehingga setelah pembuahan, akan tetap
dihasilkan individu yang diploid. Begitu juga halnya dengan pembentukan sel telur yang
haploid. Pembelahan mitosis hanya terjadi pada spermatogonia untuk memperbanyak
bakal sel sperma menjadi spermatosit primer. Mulai dari spermatosit, terjadi
pembelahan secara meiosis yang pertama dan menghasilkan sel anak haploid yang
disebut spermatosit sekunder. Selanjutnya terjadi pembelahann meiosis yang kedua dan
menghasilkan sel spermatid. Setelah mengalami pematangan, sel spermatid akan menjadi
selsperma.

Langkahlangkahspermatogenesis
Tubulus seminiferus, mengandung banyak sel epitel germinativum yang
berukuran kecil sampai sedang yang dinamakan spermatogonia, yang terletak dalam dua
sampai tiga lapisan sepanjang pinggir luar epitel tubulus. Selsel ini terus mengalami
proliferasi untuk melengkapi mereka kembali, dan sebagian dari mereka berdiferensiasi
melaluistadiumstadiumdefinitiveperkembanganuntukmembentuksperma.
Stadium pertama spermatogenesis adalah pertumbuhan beberapa
spermatogonia menjadi sel yang sangat besar yang dinamakan spermatosit. Kemudian
spermatosis membelah dengan proses meiosis membentuk dua spermatosit,
masingmasing mengandung 23 kromosom. Spermatid tidak membelah lagi tetapi
menjadimaturselamabeberapamingguuntukmenjadispermatozoa.

13
KromosomSeks
Pada setiap spermatogonium, salah satu dari 23 pasang kromosom membawa
informasi genetic yang menentukan seks dari turunan akhir. Pasangan ini terdiri dari satu
kromosom X, yang dinamakan kromosom wanita dan satu kromosom Y,
kromosom pria. Selama pembelahan mitosis, kromosom penentu seks dibagi diantara
spermatid sehingga separoh sperma menjadi sperma pria yang mengandung kromosom
Y dan setengah lainnya sperma wanita yang mengandung kromosom X. Kelamin
dari keturunan ditentukan oleh jenis sperma mana yang mengadakan fertilisasi pada
ovum.

PembentukanSperma.
Bila spermatid pertama kali dibentuk, mereka masih mempunyai sifat umum sel
epiteloid, tetapi segera sebagian besar sitoplasmanya menghilang, dan setiap spermatid
mulai memanjang menjadi spermatozoa, terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor.
Untuk membentuk kepala, zat inti memadat menjadi suatu massa yang padat, dan
membrane sel berkontraksi sekitar inti. Ini adalah zat inti yang melakukan fertilisasi
ovum.
Di depan kepala sperma terdapat struktur kecil yang dinamakan akrosom, yang
dibentuk dari aparatus golgi serta mengandung hialuronidase dan protease yang
memegang peranan penting untuk masuknya sperma ke dalam ovum. Sentriol
mengelompok pada leher sperma dan mitokondria tersusun berbentuk spiral dalam
badan. Yang menonjol ke luar tubuh adalah ekor panjang, yang merupakan
pertumbuhan keluar dari salah satu sentriol. Ekor hampir mempunyai struktur yang
hampir sama seperti silia. Ekor mengandung dua pasang mikrotubulus yang turun ke
tengah dan sembilan mikrotubulus ganda yang tersusun sekitar pinggir. Ekor diliputi oleh
perluasan membrane sel, dan mengandung banyak adenosine trifosfat, yang niscaya
memberi energi pergerakan ekor. Pada pengeluaran sperma dari saluran genitalis pria ke
dalam saluran genitalis wanita, ekor mulai bergerak bolakbalik dan bergerak spiral
pada ujungnya, memberikan pendorongan yang menyerupai ular yang menggerakkan
spermakedepandengankecepatanmaksimumsekitar20sentimeterperjam.

14
2.4HormonhormonGenitalePria
Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH
(Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon
pertumbuhan.
1.Testoteron
Testoteron disekresi oleh selsel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus.
Hormon ini penting bagi tahap pembelahan selsel germinal untuk membentuk sperma,
terutamapembelahanmeiosisuntukmembentukspermatositsekunder.
Testosteron adalah zat androgen utama yang disintesis dalam testis, ovarium,
dan anak ginjal. Testosteron (C19H28O2) adalah molekul yang dibentuk dari
atomatom karbon, hidrogen dan oksigen. Testosteron adalah hormon steroid dari
kelompok androgen. Penghasil utamanya adalah testis pada jantan dan indung telur
pada wanita. Selsel Leydig dari testis distimulasi oleh LH untuk menghasilkan
testosteron sbanyak 2,511 mg sehari. Produksi testosteron mencapai puncaknya
sekitar usia 25 tahun, lalu menurun drastic pada usia 40 tahun . DHEA
(dehidroepiandrosteron) dan androstendion merupakan prekursor testosteron yang
dibentukolehanakginjal.
Testosteron dihasilkan oleh hormon LH yang dilepaskan kelenjar pituitari.
Tetapi, hormon LH dikendalikan oleh testosteron sebagaimana testosteron dikendalikan
oleh LH. Saat jumlahnya di dalam darah meningkat, molekul testosteron melakukan
tekanan pada kelenjar pituitari yang menyebabkan kelenjar itu menghentikan produksi
LH. Hanya ketika jumlah testosteron menurun produksi LH dimulai lagi. LH yang
dihasilkan mengaktifkan zakar dan memerintahkan produksi tambahan agar menaikkan
jumlahtestosteron.
Testosteronmemilikisejumlahkhasiatfisiologiyangpentingsebagaiberikut:
1. efek virilisasi. Testosteron bertanggung jawab atas ciri kelamin pria primer dan
sekunder serta memegang peranan penting dalam spermatogenesis. Hormon ini juga
berperandalammempenagruhihasratseks(libido)dandayaereksi(potensi).
2. efek anabol. Testosteron membnatu meningkatkan pembentukan protein dan
pertumbuhanselselotot.
3. efek tulang. Pada anak lakilaki, selama pubertas produksi terstosteron meningkat
dengankuatyangmengakibatkanmerekatumbuhlebihpanjangdalambeberapawaktu.
15

Fungsihormontestosteronantaralain:
sebelumlahir:
maskulinisasisaluranreproduksidangenitaliaeksterna
meningkatkanturunnyatesteskeskrotum
padajaringanseksspesifik:
3.meningkatkanpertumbuhandanmaturasisistemreproduksipadasaatpuber
4.pentinguntukspermatogenesis
5.mempertahankansaluranreproduksiremajaseluruhnya
Bagianreproduksilain:
6.mengontrolperkembangansekspadapubertas
7.mengontrolsekresihormongonadotropin.
Dampakpadakarakteristikseksualsekunder:
8.menginduksipolapertumbuhanrambutpria(seperti:jenggot)
9.menyebabkansuaramenjadilebihdalamkarenamengecilnyatalivokal
10. meningkatkan pertumbuhan otot yang bertanggung jawab pada konfigurasi tubuh
pria

Padaorgannonreproduksi:
11.Menghasilkanefekanabolikprotein
12. Meningkatkan pertumbuhan tulang pada pubertas dan kemudian menutup lempeng
epifisis
13.Menginduksiperilakuagresif.
2.LH(LuteinizingHormone)
LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi selsel
Leydiguntukmensekresitestoteron.

3.FSH(FollicleStimulatingHormone)
FSH juga disekresi oleh selsel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi
menstimulasi selsel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma
(spermiasi)tidakakanterjadi.

16

4.Estrogen
Estrogen dibentuk oleh selsel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Selsel sertoli juga
mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen
serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini
tersediauntukpematangansperma.

5.HormonPertumbuhan(growthhormone)
Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon
pertumbuhansecarakhususmeningkatkanpembelahanawalpadaspermatogenesis.

6.DHEA
Disekresi dari retikularis kelenjar adrenal. Sinyal pensekresi berupa ACTH.
Dehidroepiandrosteron mempunyai bebrapa fungsi yaitu dalam berbagai efek protektif,
merupakan androgen lemah, dapat dikonversi menjadi estreogen, menghambat enzim
glukosa6fosfatdehidrogenase(G6PDH),danjugamengaturkoenzimNAD+.

7.17estradiol
Disekresi dari folikel ovarium, korpus luteum (sel sertoli). Sinyal pensekresi berupa
FSH. Estradiol berfungsi pada wanita untuk mengatur sekresi gonadotropin pada siklus
ovarian dan pada lakilaki untuk umpan balik negatif pada sintesis testesteron oleh sel
Leydig.
2.5KontrasepsiGenitalePria
2.5.1Kondom
Alat kontrasepsi penghalang pada pria salah satunya adalah kondom.
Kondom adalah selubung karet tipis yang dipasang pada penis yang ereksi dan
dikenakan selama melakukan hubungan badan untuk mencegah penumpukan sperma
dalam vagina. Kondom tersedia secara luas dan dapat dibeli dengan bebas di took obat
atauapotek
Jika digunakan dengan benar, kondom merupakan bentuk kontrasepsi
yang efisien. Alat ini merupakan penghalang fisik yang dapat mencegah kehamilan
maupun infeksi oleh mikroorganisme yang menular. Namun demikian, kondom
17
mengganggu proses spontanitas pada saat melakukan hubungan seks karena tidak bias
dipasang sebelum penis mengalami ereksi. Sebagian orang merasakan bahwa kondom
mengurangi kepekaan. Jika penis tidak dikeluarkan setelah ejakulasi, kondom dapat
terlepas dan sperma di dalamnya bias mengalir ke vagina. Factor biaya mungkin pula
dipertimbangkan(HellenFarrer,2006)

Gambar2.5.1:Kondom

2.5.2CoitusInteruptus(SanggamaTerputus)
Nama lain dari coitus interuptus adalah senggama terputus atau ekspulsi
pra ejakulasi atau pancaran ekstra vaginal atau withdrawal methods atau pullout
method. Dalam bahasa latin disebut juga interrupted intercourse. Coitus interuptus atau
senggama terputus adalah metode keluarga berencana tradisional/alamiah, di mana pria
mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum mencapai ejakulasi. Alat
kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke dalam
vagina, maka tidak ada pertemuan antara sperma dan ovum, dan kehamilan dapat
dicegah. Ejakulasi di luar vagina untuk mengurangi kemungkinan air mani mencapai
rahim.
Metode coitus interuptus akan efektif apabila dilakukan dengan benar dan konsisten.
Angka kegagalan 427 kehamilan per 100 perempuan per tahun. Pasangan yang
mempunyai pengendalian diri yang besar, pengalaman dan kepercayaan dapat
menggunakan metode ini menjadi lebih efektif. Coitus interuptus memberikan manfaat
baiksecarakontrasepsimaupunnonkontrasepsi.

18
Manfaatkontrasepsi:
Alamiah.
Efektifbiladilakukandenganbenar.
TidakmenggangguproduksiASI.
Tidakadaefeksamping.
Tidakmembutuhkanbiaya.
Tidakmemerlukanpersiapankhusus.
Dapatdikombinasikandenganmetodekontrasepsilain.
Dapatdigunakansetiapwaktu.

Manfaatnonkontrasepsi:
Adanyaperansertasuamidalamkeluargaberencanadankesehatanreproduksi.
Menanamkansifatsalingpengertian.
TanggungjawabbersamadalamberKB.
Metodecoitusinteruptusinimempunyaiketerbatasan,antaralain:
Sangat tergantung dari pihak pria dalam mengontrol ejakulasi dan tumpahan sperma
selamasenggama.
Memutuskenikmatandalamberhubunganseksual(orgasme).
Sulit mengontrol tumpahan sperma selama penetrasi, sesaat dan setelah interupsi
coitus.
Tidakmelindungidaripenyakitmenularseksual.
Kurangefektifuntukmencegahkehamilan.

2.5.3PantangBerkala
Metode ini memperhitungkan masa subur wanita yang berkaitan erat
dengan siklus menstruasi. Prinsipnya pasangan tidak melakukan hubungan
seksual saat masa subur istri sehingga tidak jadi kehamilan. Untuk meningkatkan
keefektifan metode pantang berkala diperlukan kerja sama suami istri yang
ketat, siklus menstruasi yang teratur, dan perhitungan yang cermat.Secara kasar
masa subur istri dapat diperhitungkan dengan menghitung masa subur sekitar
pertengahan siklus menstruasi dengan interval 28 hari. Masa subur mulai dari
19
hari ke13 sampai hari ke20 menstruasi. Keuntungan metode pantang berkala
adalahhubunganseksalamidankepuasansekstidakterganggu.

2.5.4Vasektomi
Vasektomi dilakukan melalui sebuah insisi kecil di skrotum, dan lumen
vas deferens dirusak untuk menghambat lewatnya sperma dari testis.
Dibandingkan dengan besar, angka kegagalan 10 sampai 37 kali lipat, dan biaya
tiga kali lipat. Kekurangan vasektomi adalah bahwa sterilitas tidak langsung
terjadi. Ekspulsi sperma total yang tersimpan di saluran reproduksi setelah
bagian vas deferens yang dirusak memerlukan vasektomi, sterilisasi wanita
memiliki angka komplikasi 20 kali lebih waktu sekitar 3 bulan atau 20 kali
ejakulasi. Angka kegagalan vasektomi jauh lenih sedikit daripada 1 persen.
Semen harus diperiksa sampai dua hitung serma yang berurutan memberi hasil
nol. Selama periode ini, pasien perlu menggunakan metode kontrasepsi lain
(Leveno,2009)

Gambar2.5.4:ProsedurVasektomi
20

Di negara maju, vasektomi merupakan pilihan karena hanya sekali melakukan


operasi kecil yang dapat dikerjakan secara poliklinis, dan seterusnya bebas melakukan
hubungan seks. Dalam penelitian tidak dijumpai keluhan dan penyakit yang berarti.
Komplikasi yang sering timbul saat operasi adalah pendarahan, rasa nyeri dan pegal,
dan infeksi ringan. Dalam jangka waktu yang lama mungkin terjadi rekanalisasi.
Komplikasiyangditakutiakseptorberupaimpotensi(Ayu,2010)

2.6KesehatansistemGenitalePria
2.6.1. AndrologiKlinik
Andrologi Klinik adalah proses pemeriksaan dalam labolatorium untuk
mengetahu seorang proa dalam keadaan fertil atau steril yang dilakukan dengan
menyelidiki cairan semen. Semen yang dikeluarkan pria pada waktu ejakulasi
terdiriatasspermatozoadanplasmasemen.
Plasma semen merupakan gabungan sekrit beberapa kelenjar
epididimis, vas diferentia. Vesica seminalis, kelenjar prostat, kelenjar cowper dan
kelenjar listteri. Plasma ini penting artinya dalam menentukan semen pria yang sufertil
(kurangsubur).
Spermatozoa manusia panjangnya sekitar 50 mikron, terdiri atas
kepala, leher dan ekor (flagelum). Bentuk kepala lonjong dan mengandung inti,
ujungnya mengandung (corona penetraling Enzyme). Semua enzim tersebut berguna
dalam penetrasi spermatozoa ke dalam sel telur. Bagian tengah/leher terdapat
mitokondria tempat berlangsungnya aksodasi sel untuk membentuk energi sehingga
sperma dapat bergerak aktif. Sedangkan ekor sebagai alat gerak sperma agar
mencapaiovum.

Analisissemenyangnormalbiasanyamempunyaikomposisisebagaiberikut:
1.volumesemensekaliejakulasi:25ml
2.konsentrasiselspermatozoa:20Juta/ml
3.jumlahselspermatozoa:50400jutaperejakulasi
4.persentaseselspermatozoamotil:50%
5.persentasebentukselspermatozoayang:60%
21

Selain itu perlu juga dilakukan pemeriksaan terhadap halhal lain untuk menentukan
fertilasiseorangpriasebagaiberikut:
1.keadaanpenisharusdapatberereksisecarapenuh
2. keadaan konsentrasi hormon testoren harus normal, sebab libido seksualitas pria
terhadapwanitaditentukanolehhormonini
3.tidakmenderitapenyakitkelamin
4.padaejakulasiereksiminimal5cmdariujungpenis.
2.6.2. AndropausepadaPria
Andropause adalah proses penuaan secara klinis dan biokimia yang
biasa terjadi pada pria yang berumur 45 tahun ke atas. Gejalanya yaitu libido
berkurang, disfungsi ereksi, pelupa, rambut rontok, insomnia, dan sendisenndi
pegal linu, berat badan meningkat, penurunan aktivitas dan minat seksual,
frekuensi ompotensia meningkat, otot menjadi lebih lembek, energi dan
kekuatan berkurang. Gejalagejala klinis andopause tidak spesifik, tetapi
memperngaruho kualitas hidup karena kesehatan fisik dan mental juga menurun.
Setiapindividudapatmerasakangejalayangberbedabeda.
Pada masa andropause, pria mengalami fluktuasi hormonal seperti yang
dialami wanita pada masa menopause yang menyebabkan ketidakseimbangan
psikologis dan emosional. Testosteron berkurang dan hormon estrogen
meningkat sehingga menyebabkan perubahan fisik dan tingkah laku. (Putra,
2010)
Keadaan ini equivalen dengan menopause pada wanita. Berkurangnya
hormon terjadi sedikit demi sedikit, tidak mendadak seperti yang terjadi pada
wanita. Tidak ada perubahan yang berarti dan tidak ada gejalagejala yang
spesifik. Memang dari pemeriksaan laboratorium terbukti bahwa kadar
testosteronmulaimenurun.(santosodkk,2010)

22
2.6.3. PenyakitGenitalePria
Kriptorkismus
Testis yang tidak turun (kriptorkismus) merupakan kelainan genitalia yang paling
sering dijumpai pada bayi lakilaki yang baru lahir. Kriptorkismus terjadi saat
gubernakulum gagal berkembanga atau gagal menarik testis ke dalam skrotum. Hal ini
disebabkan oleh kelainan androgen yang berpengaruh dalam perkembangan dan
berfungsinya gubernakulum. Insufiensi aktivitas androgen dapat disebabkan defek
perkembangandisepanjangaksishipotalamushipofisistestinpadajanin.

Hipospadia
Pada hipospadia, muara meatus uretra terletak pada permukaan ventral penis
dan lebih proksimal dibandingkan lokasi meatus yang normal. Secaraembriologis,
hipospadia disebabkan oleh kegagalan penutupan yang sempurna pada bagian ventral
lekuk uretra. Diferensiasi uretra pada penis bergantung pada androgen
dihidrotestosteron(DHT).

TidakAdanyaVasDeferensBilateralKongenital
Tidak adanya vas deferens bilateral kongenital (congenital bilateral absense of
the vas deferens, CBAVD) merupakan kelainan kongenital yang jarang dan ditemukan
paling sering pada pria dengan fibrosis kistik (cystic fibrosis, CF). Meskipun dapat
terjadi gejala klinis CF. Hal ini biasanya berhubungan dengan mutasi pada kode gen
utnuk reseptor transmembran CF. Mekanisme molekular mengenai bagaimana reseptor
transmembran abnormal yang terlibat pada kanal klorida menyebabkan kegagalan vas
deferensuntukberdiferensiasiataukegagalanresorpsitidakdikerahui.

Pseudohermafroditisme
Pseudohermafroditisme adalah individu yang memiliki testis namun memiliki
genitalia eksterna dan atau interna dengan fenotipe wanita. Pseudohermafroditisme pria
disebabkan oleh lingkungan hormonal janin yang tidak sesuai. Keadaan ini disebabkan
oleh defek biokimia pada aktivasi androgen atau kandungan kromosom seks yang
abnormal.
23

2.6.4. Pencegahan
Membiasakan pola hidup bersih, selalu menjaga dengan baik organ reproduksi, dan
kebersihantubuhpadaumumnya.
Berusahamengendalikanstres.
Lakukanhubunganseksualdenganbenar.
Selalu menjaga stamina dan kebugaran tubuh dengan rajin berolahraga secara teratur
danterukur.
Makan makanan yang seimbang nilai gizinya, terpenuhi unsur karbohidrat, vitamin,
mineral, lemak. Dianjurkan mengonsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin C dan
vitaminEdanmakananyangmengandungmineralseng.
Selaluberpikirpositif
Mengaturwaktuantarakerjadanistirahat.
Menjagaberatbadanideal
Menjagakesehatandenganbaik,apabilaadagangguanpenyakitsegeradiobati.

24
BABIII
PENUTUPAN

3.1Kesimpulan
Organorgan saluran reproduksi pria berasal dari jaringan embrional yang sama
dengan saluran reproduksi wanita. Perkembangan atau penekanan pertumbuhan selsel
tertentu ditentukan oleh pola kromosom XX atau XY pada saat fertilisasi. Sebagai
contoh, crypta urethralis dan duktus urethralis pada wanita analog secara rudimenter
(sisasisa) dengan prostat pria, sedangkan glans clitoridis dan corpus clitoridis analog
denganpenispadapria.
Seperti sistem reproduksi wanita, pria mempunyai baik organ reproduksi interna
maupuneksterna.
Hormon pada reproduksi pria yakni testeron, LH, FSH, estrogen, hormon
pertumbuhan, DHEA, dan 17estradiol. Gangguan penyakit yang dapat menyerang
sistem reproduksi pria antara lain Hipogonadisme, Kriptorkidisme, Uretritis, Prostatitis,
Epididimitis, Anorkidisme, Hyperthropic prostat, Hernia inguinalis, Kanker testis,
Impotensi, Infertilitas (kemandulan), Orkitis, Sifilis (Raja Singa), Gonorhoe (kencing
nanah),KankerProstat,Herpes,HIV/AIDS

3.2Saran
Pengetahuan mengenai seks & seksualitas hendaknya dimiliki oleh semua orang.
Dengan pengetahuan yang dimiliki diharapkan orang tersebut akan dapat menjaga alat
reproduksinya untuk tidak digunakan secara bebas tanpa mengatahui dampaknya,
Pengetahuan yang diberikan harus mudah dipahami, tepat sasaran, dan tidak
menyesatkan. Dengan demikian orang tersebut akan dapat menghadapi rangsangan dari
luardengancarayangsehat,matangdanbertanggungjawab.

25

DaftarPustaka

1. Ayu, Ida dr. 2010. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2. Jakarta:
PenerbitBukuKedokteran.
2. Chistine, Hendersen, Kathleen Jones, 2006, Konsep Kebidanan, EGC: Penerbit
BukuKedokteran,Jakarta.
3.Farrer,Hellen.2006.PerawatanMaternitas.Jakarta:PenerbitbukuKedokteran.
4.Harper,Rodwell,Mayes,1977,ReviewofPhysiologicalChemistry
5. Heffner, L. J. & Schust, D. J. 2006. At a Glance Sistem Reproduksi Edisi Kedua.
PenerbitErlangga:Jakarta.
6. Leveno, Kenneth. 2009. Williams Manual of Obstetrics 21
th
edition. Jakarta:
PenerbitBukuKedokteran.
7. Marieb, Elaine N dan Katja Ttoen. 2011. Anatomy and Physiologi. San Fransisco:
Pearson
8. Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT
GramediaPustakaUtama
9. Putra, B. M. 2010. 100 Questions & Answers: Menopause atau Mati Haid. PT Elex
MediaKomputindo:Jakarta.
10. Santoso, H. & Ismail, Andar. 2009. Memahami krisis lanjut usia : uraian medis dan
pedagogispastoral.GunungMulia:Jakarta
11.Sumiati,2013,SistemReproduksiPria,JurnalBiologi,vol.2,no.2,hal.3.
12.Verrals,sylvia.1997.AnatomiFisiologiTerapandalamKebidanan.Jakarta:EGC

26