Anda di halaman 1dari 12

Sifat dan Arti Ilmu Politik

sent by Weldan Firnando Smith


Perkembangan Ilmu Politik
Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu
sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus dan ruang lingkup yang sudah jelas maka dapat
dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-
19.
Tetapi apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai
pembahasan secara rasionil dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik maka ilmu
politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya, malahan sering dinamakan ilmu sosial
tertua di dunia.
!ada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat "
#unani kuno $pemikiran mengenai negara sudah dimulai pada tahun %&' (),
seperti terbukti dalam karya-karya ahli sejarah *erodutus atau filsuf-filsuf
seperti " !lato dan Aristoteles.+
Asia $ada beberapa pusat kebudayaan, antara lain " ,ndia dan -hina yang telah
mewariskan tulisan-tulisan politik yang bermutu. Tulisan-tulisan dari ,ndia
terkumpul antara lain dalam kesusastraan .harmasastra dan Arthasastra yang
berasal dari masa kira-kira &'' (). .i antara /ilsuf -hina yang terkenal, seperti "
-onfucius atau 0ung /u T1u $&'' ()+, )encius $2&' ()+ dan ma1hab 3egalists
$antara lain (hang #ang 2&' ()+
.i ,ndonesia kita mendapati beberapa karya tulisan yang membahas masalah
sejarah dan kenegaraan, seperti " 4egara 0ertagama $yang ditulis pada masa
)ajapahit sekitar abad ke-12 dan 1& )+ dan 5abad Tanah 6awi. 4amun sayang di
negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup bahasan politik mulai
akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran
5arat yang dibawa oleh negara-negara, seperti " ,nggris, 6erman, Amerika (erikat
dan 5elanda dalam rangka imperialisme.
Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan
7mumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan
disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya
secara empiris $berdasarkan pengalaman+. )enemukan hukum-hukum ilmiah inilah yang
merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. 0alau definisi yang tersebut di atas dipakai
sebagai patokan maka ilmu politik serta ilmu sosial lainnya tidak 8 belum memenuhi
syarat. 9leh karena itu sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu.
)engapa demikian: 0arena objek yang diteliti adalah manusia dan manusia adalah
makhluk yang kreatif yang selalu menemukan akal baru yang belum pernah diramalkan
dan malah tidak dapat diramalkan. !ara (arjana ,lmu (osial pada mulanya cenderung
untuk mengemukakan definisi yang lebih umum sifatnya, seperti yang terlihat pada
pertemuan-pertemuan sarjana ilmu politik yang diadakan di !aris tahun 19%;.
)ereka berpendapat bahwa ilmu pengetahuan adalah keseluruhan dari pengetahuan yang
terkoordinasi mengenal pokok pemikiran tertentu $ the sum of coordinated knowledge
relati<e to determine subject+
.efinisi yang serupa pernah dikemukakan oleh seorang ahli 5elanda yang mengatakan
,lmu adalah pengetahuan yang tersusun, sedangkan pengetahuan adalah pengamatan
yang disusun secara sistematis.
Akan tetapi ternyata bahwa banyak sarjana ilmu politik tidak puas dengan perumusan
yang luas ini, oleh karena tidak mendorong para ahli untuk mengembangkan metode
ilmiah. .alam proses politik untuk dijadikan dasar bagi penyusun generalisasi,
diharapkan oleh mereka agar ilmu politik menggunakan cara-cara baru untuk meneliti
gejala-gejala dan peristiwa politik secara lebih sistematis, bersandarkan pengalaman-
pengalaman empiris dengan menggunakan kerangka teoritis yang terperinci dan ketat.
!endekatan baru ini terkenal dengan nama pendekatan tingkah laku 8 beha<ioral
approach
!endekatan tingkah laku ini timbul dalam masa sesudah perang dunia ,,, terutama dalam
dekade &'-an sebagai gerakan pembaruan yang ingin meningkatkan mutu ilmu politik.
=erakan ini terpengaruh oleh karya-karya sarjana (osiologi )a> ?eber dan Talcott
!arsons di samping penemuan-penemuan di bidang psikologi. (arjana ilmu politik yang
terkenal karena pendektan tingkah laku politik ini ialah =abriel A. Almond $structural
functional analysis+, .a<id @aston $general system analysis+, 0arl ?. .eustch
$communication theory+, .a<id Truman dan Aobert .ahl.
(alah satu pemikiran pokok dari para pelopor pendekatan tingkah laku adalah bahwa
tingkah laku politik lebih menjadi fokus daripada lembaga-lembaga politik 8 kekuasaan 8
keyakinan politik. 0onsep-konsep pokok dari kaum beha<ioralis dapat disimpulkan
sebagai berikut "
Tingkah laku politik memperlihatkan keteraturan $regularities+ yang dapat
dirumuskan dalam generalisasi-generalisasi.
=eneralisasi-generalisasi ini pada asasnya harus dibuktikan kebenarannya dengan
menunjuk pada tingkah laku yang rele<an.
7ntuk mengumpulkan dan menafsirkan data diperlukan teknik penelitian yang
cermat.
7ntuk mencapai kecermatan dalam penelitina diperlukan pengukuran dan
kwantifikasi.
.alam membuat analisa politik nilai-nilai pribadi si peneliti sedapat mungkin
tidak berperan $<alue free+.
!enelitian politik mempunyai sifat terbuka terhadap konsep-konsep, teori dan
ilmu sosial lainnya. .alam proses interaksi dengan ilmu sosial lainnya
dimasukkan istilah baru, seperti " sistem politik, fungsi, peranan, struktur, budaya
politik dan sosialisasi politik di samping istilah lama, seperti " negara, kekuasaan,
jabatan, institut, pendapat umum dan pendidikan kewarganegaraan.
!endekatan tingkah laku mempunyai beberapa keuntungan, seperti " memberi
kesempatan untuk mempelajari kegiatan dan susunan politik di beberapa negara yang
berbeda sejarah perkembangannya, latar belakang kebudayaan dan ideologi, dengan
mempelajari bermacam-macam mekanisme yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu
yang memang merupakan tujuan dari setiap kegiatan politik di mana pun terjadi.
!erbedaan antara kaum tradisonalis dan beha<ioralis dapat dirumuskan sebagai berikut "
0aum tradisionalis menekankan "
4ilai dan norma-norma
/ilsafat
,lmu terapan
*istoris yuridis
Tidak kwantitatif
0aum beha<ioralis menekankan "
/akta
!enelitian empiria
,lmu murni
(osiologis B psikologis
0wantitatif
Timbulnya re<olusi post beha<ioralisme timbul di Amerika pada pertengahan dekade
C'-an dan mecapai puncak pada akhir dekade C' ketika pengaruh berlangsungnya perang
Dietnam dan kemajuan-kenajuan teknologi, antara lain " di bidang persenjataan dan
diskriminasi ras melahirkan gejolak-gejolak sosial yang luas. =erakan protes ini
dipengaruhi oleh tulisan-tulisan cendikiawan, seperti " *erbert )arcuse, -. ?right )ills,
6ean !aul (artre dan banyak dukungan di kampus-kampus uni<ersitas. Aeaksi dari
kelompok ini berbeda daripada kelompok tradisonil " yang pertama lebih memandang
masa depan dan kedua lebih memandang ke masa lampau.
Aeaksi post beha<ioralisme terutama ditujukan kepada usaha untuk merubah penelitian
dan pendidikan ilmu politik menjadi suatu ilmu pengetahuan yang murni, sesuai dengan
pola ilmu eksakta. !okok-pokok dapat diuraikan sebagai berikut "
.alam usaha mengadakan penelitian yang empiris dan kwantitatif ilmu politik
menjadi terlalu abstrak dan tidak rele<an terhadap masalah sosial yang dihadapi.
!adahal rele<an dianggap lebih penting daripada penelitian yang cermat.
0arena penelitian terlalu bersifat abstrak, ilmu politik kehilangan kontak dengan
realitas-realitas sosial. !adahal ilmu politik harus melibatkan diri dalam usaha
mengatasi krisis-krisis yang dihadapi manusia.
!enelitian mengenai nilai-nilai harus merupakan tugas ilmu politik.
!ara cendikiawan mempunyai tugas yang historis dan unik untuk melibatkan diri
dalam usaha mengatasi masalah-masalah sosial. !engetahuan membawa tanggung
jawab untuk bertindak harus engage 8 commited untuk mencari jalan keluar
dari krisis yang dihadapi.
Definisi Imu Politik
!olitik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik yang menyangkut
proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.
!olitik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat dan bukan tujuan
pribadi seseorang. 3agipula politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk
partai politik dan kegiatan indi<idu.
7nsur yang diperlukan sebagai konsep pokok yang dipakai untuk meneropong unsur-
unsur lainnya, yaitu "
4egara $suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan
tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya+
0ekuasaan $kemampuan seseorang 8 kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku
orang 8 kelompok lain sesuai dengan keinginan pelaku+
!engambilan keputusan $0eputusan adalah membuat pilihan di antara beberapa
alternatif E !engambilan keputusan adalah menunjuk pada proses yang terjadi
sampai keputusan itu terjadi+
0ebijaksanaan umum $0ebijaksaan adalah suatu kumpulan keputusan yang
diambil oleh seorang pelaku 8 kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-
tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut+
!embagian atau alokasi $pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai dalam
masyarakat+
(arjana-sarjana yang menekankan negara sebagai inti dari politik memusatkan
perhatiannya pada lembaga-lembaga kenegaraan serta bentuk formilnya. .efinisi ini
bersifat tradisionil dan agak sempit ruang lingkupnya. !endekatan ini dinamakan
pendekatan institusionil.
Definisi ilmu politik menurut beberapa tokoh :
Roger F. Soltau dalam introduction to politics $ilmu politik mempelajari negara,
tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan
tersebut, hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-
negara lain+
J. Barents dalam ,lmu !olitika $ilmu politik adalah mempelajari kehidupan
negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat E ilmu politik
mempelajari negara-negara itu melakukan tugas-tugasnya+
Bidangbidang Ilmu Politik
.alam !ontemporar" Political Science, terbitnya 7nesco #$%&' ,lmu !olitik dibagi
dalam empat bidang "
#. (eori Politik:
Teori politik
(ejarah perkembangan ide-ide politik
). *embagalembaga politik:
77.
!emerintah 4asional
!emerintah .aerah dan 3okal
/ungsi @konomi dan (osial dari !emerintah
!erbandingak lembaga-lembaga politik
2. Partaipartai' +olongangolongan ,groups- dan pendapat umum :
!artai-partai politik
=olongan-golongan dan asosiasi-asosiasi
!artisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi
!endapatan 7mum
.. /ubungan Internasional :
!olitik ,nternasional
9rganisasi-organisasi dan Administrasi ,nternasional
*ukum ,nternasional
SIFA( DA0 AR(I I*12 P3*I(I4
Perkembangan Ilmu Politik
,lmu politik jika dipandang sebagai cabang ilmu sosial yang mempunyai dasar, rangka,
focus, dan ruang lingkup yang jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih
muda usianya karena lahir pada akhir abad ke- 19.
5erdampingan dengan perkembangan cabang- cabang ilmu sosial yang lain seperti
(osiologi, Anthropologi dan !sikologi.
,lmu !olitik jika dipandang dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan
secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik
sudah tua usianya $ ilmu sosial yang tertua+. !ada taraf perkembangannya banyak
bersandar pada sejarah dan filsafat.
F .i #unani, pemikiran tentang negara sudah dimulai sejak %&' (.) " !lato, Aristoteles
dll.
F .i Asia, telah mewariskan tulisan- tulisan politik yang bermutu sejak tahun &'' (.)
-ina " -onfucius atau 0Gung /u T1u, )encius, )a1hab 3egalist $ (hang #ang+.
,ndia " .harmasastra dan Arthasastra.
,ndo " 4egarakertagama $ )pu !rapanca+.
4amun perkembangan pemikiran politik di Asia mengalami kemunduran karena terdesak
oleh pemikiran 5arat dalam rangka imperialisme.
.i benua @ropa seperti 6erman, Austria dan !erancis bahasan mengenai politik dalam
abad 1; dan 19 banyak dipengaruhi oleh hokum $ karena focus perhatiannya negara
semata- mata +.
.i ,nggris permasalahan politik di anggap termasuk filsafat $ terutama moral philosophy+
dan bahasanya tidak dapat dilepaskan dari sejarah.
.i Amerika (erikat, mula- mula tekanan ilmu hokum mempengaruhi bahasan dalam ilmu
politik. Tetapi lama- lama muncul hasrat kuat untuk membebaskan diri dari pengaruh
tersebut, dan lebih mendasarkan diri pada data empiris.
(esudah !erang .unia ,, perkembangan ,lmu !olitik sangat pesat. Terutama setelah
badan internasional 74@(-9, mengadakan sur<ey ke 2' negara untuk mengetahui
kedudukan ilmu politik tersebut. *asilnya buku -ontemporary !olitical (cience.
Definisi Ilmu Politik
!olitik berasal dari bahasa 5unani, barasal dari kata politeae. Terdiri dari kata " Polis'
artinya kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri $ negara+. Teae artinya, urusan.
.alam bahasa ,nggris istilah politik mengandung dua pengertian yaitu politic dan policy.
!olitic artinya asas, alat, cara, prinsip untuk mencapai tujuan atau cita- cita tertentu.
!olicy artinya kebijakan, pertimbangan- pertimbangan untuk lebih menjamin tercapainya
tujuan cita- cita tersebut.
.alam pengertian umum politik berarti "
5ermacam- macam kegiatan dalam suatu system politik $ negara+ yang menyangkut
proses menentukkan tujuan- tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan- tujuan itu.
0egiatan tersebut meliputi.
F !engambilan keputusan $ decision making + " menyangkut apa yang menjadi tujuan
system tersebut
F 0ebijakan- kebijakan umum $ public policy + " menyangkut distribusi dan alokasi nilai-
nilai di dalam masyarakat.
F 7ntuk melaksanakan kebijakan tersebut diperlukan kekuasaan $ power+ dan wewenang
$ authority+ untuk membina kerjasama dan mengatasi konflik yang muncul.
.ari pembahasan di atas, berarti bahwa dalam politik terkandung konsep- konsep pokok "
- 4egara $ state+
- 0ekuasan $ power+
- !engambilan keputusan $ decision making+
- 0ebijaksanaan $ policyE beleid+
- !embagian $ distribusi+ atau alokasi $ pengaturan+
06+ARA , S(A(6-
4egara adalah
suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan
ditaati oleh rakyatnya.
!ara sarjana yang menekankan negara sebagai inti politik yang memusatkan perhatian
pada lembaga- lembaga kenegaraan serta bentuk formilnya $ tradisionil+ disebut dengan
pendekatan institusional.
.efinisi dari para ahli "
Aoger /. (oltau dalam ,ntroduction To !olitics "
,lmu politik mempelajari negara, tujuan- tujuan negara hubungan antar negara dengan
warga negaranya serta dengan negara- negara lainnya.
6. 5arents dalam ilmu politika "
,lmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara H yang merupakan bagian
dari kehidupan masyaarkat E ilmu politik mempelajari negara- negara itu melakukan
tugas- tugasnya.
4642ASAA0 , P376R-
0ekuasaan adalah
0emampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang
atau kelompok lain sesuai dengan keingainan pelaku.
!ara sarjana menekankan kekuasaan sebagai inti politik beranggapan bahwa politik
adalah semua kegiatan yang menyangkut masalah merebutkan dan mempertahankan
kekuasaan $ perjuangan kekuasaan+
.efinisi dari para ahli "
*arold .. 3aswell dan A. 0aplan dalam !ower and (ociety "
,lmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.
?.A. Aobson dalam The 7ni<ersity Teaching of (ocial (ciences "
,lmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakatH yaitu sifat- sifat hakiki, dasar,
proses- proses, ruang lingkup dan hasil- hasil. /ocus perhatian sarjana ilmu politikH
tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan
kekuasaan atau pengaruh orang lain atau menentang oelaksanaan kekuasaaan itu.
.ellar 4oer dalam !engantar 0e !emikiran politik "
,lmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan negara sejauh
negara merupakan organisasikekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala- gejala
kekuasaan lain yang tidak resmi yang dapat mempngaruhi negara.
P60+A1BI*A0 46P2(2SA0 , D6!ISI30 1A4I0+-
0eputusan $ decision+ adalah membuat pilihan diantara beberapa altenatif. (edang istilah
!engambilan 0eputusan $ decision )aking+ menunjukkan proses yang terjadi sampai
keputusan itu tercapai.
!engambilan keputusan sebagai konsep politik menyangkut keputusan- keputusan yang
diambil secara kolektif dan mengikat seluruh masyarakat.
0eputusan tersebut "
Tujuan masyarakat dan kebijaksanaan- kebijaksanaan untuk mencapai tujuan itu.
.efinisi para ahli "
*arold 3aswell dirumuskan sebagai " ?ho gets what, when, how.
6oyce )itchell dalam !olitical Analysis and !ublic !olicy "
!olitik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum
masyarakat seluruhnya.
0arl. ?. .eutsch "
!olitik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.
46BIJA4SA0AA0 2121 , P2B*I! P3*I!5-
0ebijaksanaan $ policy+ adalah "
(uatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok
politik dalam usaha memilih tujuan- tujuan dan cara- cara untuk mencapai tujuan- tujuan
itu.
!ara sarjana yang menekankan aspek kebijaksanaan umum menganggap bahwa setiap
masyarakat mempunyai beberapa tujuan bersama. -ita- cita tersebut dicapai melalui
usaha bersama, dan untuk itu diperlukan rencana yang mengikat yang dituangkan dalam
kebijaksanaan- kebijaksanaan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah.
P61BA+IA0 , DIS(RIB2(I30-
!embagian $distribution + adalah"
!embagian dan penjatahan dari nilai- nilai dalam masyarkat.
!ara sarjana yang menekankan pembagian dan alokasi beranggapan bahwa politik adalah
membagikan dan mengalokasikan nilai- nilai secara mengikat. #ang ingin ditekankan
disini adalah pembagian sering tidak merata sehingga menimbulkan konflik dalam
masyarakat.
*) Biography Writer
Weldan is Widyaiswara on Religious Training Center of Palembang. Born in Palembang
!"tober #$ %&$'. S% ("onomi" )""ounting (du"ation in the Fa"ulty of Tea"her Training
and (du"ation *ni+ersity of Sriwi,aya. S# -asters in Publi" )dministration. ST.)/0)1 R.
2a3arta