Anda di halaman 1dari 15

Computer vision

Tugas matlab gigi


Disusun Oleh
Yusuf adi setyawan
Yusuf ari wibowo
Muhammad Zaky
Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika
Teknik Informatika
UNI!"#IT$# N$#ION$%
#ofware yang digunakan
Sotfware yang digunakan adalah software Matlab Versi r2011a. Software ini bisa mengelola
penggambaran itra agar lebih mudah untuk diamati. !ntuk dapat mengamati ob"ek gigi yang
sehat dan gig yang berlubang penulis menggunakan apliakasi Matlab.
M$T%$& adalah sebuah bahasa dengan #high$performane% kiner"a tinggi untuk komputasi
masalah teknik. Matlab mengintegrasikan komputasi& visualisasi& dan pemrograman dalam
suatu model yang sangat
mudah untuk pakai dimana masalah$masalah dan penyelesaiannya diekspresikan dalam
notasi matematika
yang familiar. 'enggunaan Matlab meliputi bidang(bidang)
Matematika dan *omputasi
'embentukan +lgorithm
+kusisi ,ata
'emodelan& simulasi& dan pembuatan prototipe
+nalisa data& e-plorasi& dan visualisasi
.rafik *eilmuan dan bidang /ekayasa
'engolahan ( $nalisis )ambar
,alam pengolahan 0+nalisi .ambar kami menggunakan beberapa Metode
penitraan&diantaranya adalah)
1.Motode *onversi Citra ke Citra 1iner.
2.Metode ,ilatasi.
2.Metode 3rosi.
4.Metode 5b"et Counting.
6.Metode *onvolusi.
7.Metode 8ilter
9.Metode ,eteksi Tepi.
,engan beberapa Metode tersebut kita dapat menganalisa dan melihat perbandingan
gambar .igi yang sehat dan .igi berlubang dengan metode$metode tersebut.
Kon*ersi +itra ke +itra &iner
Citra biner #hitam$putih% merupakan itra yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan
pattern reognition yang sederhana seperti pengenalan angka atau pengenalan huruf. !ntuk
mengubah suatu itra gray sale men"adi itra biner& sebetulnya prosesnya sama dengan
threshold yaitu mengubah kuantisasi itra. !ntuk itra dengan dera"at keabuan 267& maka nilai
tengahnya adalah 12: sehingga untuk mengubah men"adi itra biner dapat dituliskan)
;ika -<12: maka -=0& "ika tidak maka -=266
Cara melakukan *onversi Citra ke Citra 1iner)
>akukan pengetikkan koding program pada M$8ile di aplikasi Matlab masukkan gambar
sesuai dengan folder gambar yg telah diletakkan di drive mana anda masukkan. >alu anda save
dan run file tersebut&maka hasil ob"ek tersebut akan berubah sesuai metode yang pakai.
Ob,ek yang diamati adalah )igi #ehat
Kon*ersi +itra ke +itra &iner
gigi=imread('1.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
thresh=graythresh(gray);
imbw=im2bw(gray,thresh);
imshow(gigi)
figure, imshow(imbw)
.ambar 1
Ob,ek yang diamati adalah )igi yang tidak #ehat -)igi &erlubang.
Kon*ersi +itra ke +itra &iner
gigi=imread('4.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
thresh=graythresh(gray);
imbw=im2bw(gray,thresh);
imshow(gigi)
figure, imshow(imbw)
.ambar 4
DI%$T$#I
Mor/hologi0al Image 'ro0essing
Merupakan pengolahan itra yang berhubungan dengan bentuk dan struktur dari suatu
ob"ek& ada beberapa ontoh teknik yang digunakan seperti dilasi& erosi dan ob"ek ounting.
Dilatasi
,ilasi merupakan proses penggabungan titik$titik latar #0% men"adi bagian dari ob"ek #1%&
berdasarkan structuring element S yang digunakan.
Cara dilasi adalah)
!ntuk setiap titik pada +& lakukan hal berikut)
- letakkan titik poros S pada titik + tersebut
- beri angka 1 untuk semua titik #-&y% yang terkena ? tertimpa oleh struktur S pada
posisi tersebut.
Ob,ek yang diamati adalah )igi #ehat
Dilatasi
gigi=imread('2.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
se = strel('ball',5,5);
dilat=imdilate(gray,se);
imshow(gigi)
figure, imshow(gray)
figure, imshow(dilat)
.ambar 2
Ob,ek yang diamati adalah )igi yang tidak sehat -gigi berlubang.
Dilatasi
gigi=imread('.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
se = strel('ball',5,5);
dilat=imdilate(gray,se);
imshow(gigi)
figure, imshow(gray)
S A S A D = ) , (
figure, imshow(dilat)
)ambar1
!"O#I
3rosi merupakan proses penghapusan titik$titik ob"ek #1% men"adi bagian dari latar #0%&
berdasarkan structuring element S yang digunakan.
Cara erosi adalah)
S A S A E = ) , (
$ !ntuk setiap titik pada +& lakukan hal berikut)
$ letakkan titik poros S pada titik + tersebut
$ "ika ada bagian dari S yang berada di luar +& maka titik poros dihapus ? di"adikan
latar.
Ob,ek yang diamati )igi #ehat
!rosi
gigi=imread('1.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
se = strel('ball',5,5);
dilat=imerode(gray,se);
imshow(gigi)
figure, imshow(gray)
figure, imshow(dilat)
.ambar1
Ob,ek yang diamati )igi yang tidak #ehat -)igi &erlubang.
!rosi
gigi=imread('4.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
se = strel('ball',5,5);
dilat=imerode(gray,se);
imshow(gigi)
figure, imshow(gray)
figure, imshow(dilat)
.ambar4
Ob,e0t +ounting
@aitu proses menghitung ob"ek berdasarkan konektivitasnya terhadapap piksel
disekitarnya& bisa berdasarkan 4 piksel koneksi atau menggunakan : piksel koneksi. 8ungsi
yang digunakan untuk menghitung ob"ek yaitu)
[labeled,numObjects] = bwlabel(imbw,4);
Sedangkan fungsi yang digunakan untuk memberi label dan warna yang berbeda pada
setiap ob"ek yaitu)
imlabel = label2rgb(labeled, @spring, 'c', 'su!!le');
Ob,ek yang diamati )igi yang #ehat
Ob,e0t +ounting
gigi=imread('5.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
thresh=graythresh(gray);
imbw=im2bw(gray,thresh);
!labeled,"um#bje$ts% = bwlabel(imbw,&);
imlabel = label2rgb(labeled, 'spri"g, '$', 'shuffle');
imshow(imbw)
figure,imshow(imlabel)
.ambar 6
Ob,e0t yang diamati adalah )igi tidak sehat -)igi &erlubang.
Ob,e0t +ounting
gigi=imread('4.jpg');
gray=rgb2gray(gigi);
thresh=graythresh(gray);
imbw=im2bw(gray,thresh);
!labeled,"um#bje$ts% = bwlabel(imbw,&);
imlabel = label2rgb(labeled, 'spri"g, '$', 'shuffle');
imshow(imbw)
figure,imshow(imlabel)
.ambar4
Kon*olusi
*onvolusi dua buah fungsi f#-% dan g#-% didefinisikan sebagai berikut )
Antegral dari ( tak hingga sampai tak terhingga !ntuk fungsi diskrit & kon*olusi didefinisikan
sebagai g#-% disebut dengan kernel kon*olusi #filter% & kernel g#-% merupakan "endela yang
dioperasikan seara bergeser pada sinyal masukan f#-% hasil kon*olusi dinyatakan dengan
keluaran h#-% 'erhitungan hasil kon*olusi
&erikut adalah teknik /enggunaan kon*olusi
Ob,e0t yang diamati )igi sehat
Kon*olusi
gigi=imread('1.jpg');
mas( = !)1 )1 )1; )1 & )1; )1 )1 )1%;
gray=rgb2gray(gigi);
thresh=graythresh(gray);
imbw=im2bw(gray,thresh);
hasil=$o"*2(double(imbw),mas(,'*alid');
imshow(gigi)
figure, imshow(hasil)
.ambar 1
Ob,e0t yang diamati )igi tidak sehat
Kon*olusi
gigi=imread('.jpg');
mas( = !)1 )1 )1; )1 & )1; )1 )1 )1%;
gray=rgb2gray(gigi);
thresh=graythresh(gray);
imbw=im2bw(gray,thresh);
hasil=$o"*2(double(imbw),mas(,'*alid');
imshow(gigi)
figure, imshow(hasil)
.ambar 2
Filter
'roses filtering seara khusus oleh matlab menggunakan fungsi built$in fspeial#speial
filter% dimana synta- umumnya adalah fspeial#filtername&parameter&..% dimana)
fspeial adalah "enis filter yang digunakan
average = filter rata$rata
disk = irular averaging filter
gaussian = filter gauss
laplaian = apro-imasi operator 2$, laplae
log= laplaian of gaussian filter
motion= motion filter
prewitt ) 'rewitt horiBontal edge$emphasiBing filter
sobel ) Sobel horiBontal edge$emphasiBing filter
unsharp ) unsharp ontrast enhanement filter
Ob,e0t yang diamati )igi sehat
Filter
gigi=imread('2.jpg');
gaussia"+ilter = fspe$ial('gaussia"', !12, 12%, 5)
hasil = imfilter(gigi, gaussia"+ilter, 'symmetri$', '$o"*');
subplot(1,2,1), image(gigi);
subplot(1,2,2), image(hasil), title(',lurred gigi4, blur matri- si.e 12');
Ob,e0t yang diamati )igi tidak sehat -)igi &erlubang.
Filter
gigi=imread('4.jpg');
gaussia"+ilter = fspe$ial('gaussia"', !12, 12%, 5)
hasil = imfilter(gigi, gaussia"+ilter, 'symmetri$', '$o"*');
subplot(1,2,1), image(gigi);
subplot(1,2,2), image(hasil), title(',lurred /urtle, blur matri- si.e 12');
.ambar 4
Deteksi Te/i
Tepi (edge) adalah himpunan piksel terhubung yang terletak pada boundary di antara dua
region. Tepi ideal seperti diilustrasikan pada gambar 10.5.a adalah himpunan piksel terhubung
(dalam arah vertikal), masing-masing terletak pada transisi step orthogonal dari tingkat keabuan.
Pada prakteknya, ketidaksempurnaan optik, sampling, dan proses pengambilan data citra,
akan menghasilkan tepi-tepi yang kabur, dengan deraat kekaburan ditentukan oleh !aktor-!aktor
seperti kualitas peralatan yang digunakan untuk mengambil data citra, rata-rata sampling, dan
kondisi pencahayaan. "kibatnya, tepi lebih banyak dimodelkan seperti #ramp$ (lihat gambar !ig
10.5.b). %etebalan tepi ditentukan oleh panang ramp. Panang ramp ditentukan oleh kemiringan
(slope), dan slope ditentukan oleh deraat kekaburan. Tepian yang kabur cenderung lebih tebal,
dan tepian yang taam cenderung lebih tipis.
Ob,e0t yang diamati )igi sehat
Deteksi Te/i
0 = imread('1.jpg');
gray=rgb2gray(0);
,11 = edge(gray,'prewitt');
,12 = edge(gray,'$a""y');
,1 = edge(gray,'sobel');
,14 = edge(gray,'roberts');
imshow(,11);
figure, imshow(,12)
figure, imshow(,1)
figure, imshow(,14)
gambar 1
Ob,e0t yang diamati )igi tidak sehat -)igi &erlubang.
Deteksi Te/i
0 = imread('.jpg');
gray=rgb2gray(0);
,11 = edge(gray,'prewitt');
,12 = edge(gray,'$a""y');
,1 = edge(gray,'sobel');
,14 = edge(gray,'roberts');
imshow(,11);
figure, imshow(,12)
figure, imshow(,1)
figure, imshow(,14)
.ambar 2
K!#IM'U%$N D$N #$"$N
Kesim/ulan
,engan menggunakan beberapa metode pengolahan itra tersebut terlihat perbedaan
dalam mengamati ob"ek gigi yang sehat dengan gigi berlubang. 'ada metode konversi itra ke
itra biner terlihat gambar ob"ek hasilnya seperti gambar rontgen. Selan"utnya pada metode
dilatasi&erosi&dan ob"et ounting gambar ob"ek dapat diamati bentuk dan struktur gigi yang
sehat dan gigi yang berlubang diantara ke tiga metode tersebut yang lebih terlihat "elas bentuk
struktur giginya adalah metode 3rosi. 'ada metode *onvolusi bentuk dan struktur gigi tidak
terlihat dengan "elas&pada metode filter gambar ob"ek gigi men"adi blur. Sedangkan pada
metode deteksi tepi terdapat beberapa metode yang terbagi diantaranya prewit&anny&sobel&dan
robets. 5b"ek yang diamati hasilnya berbeda dengan metode tersebut terlihat ob"ek yang "elas
deteksi tepinya adalah menggunakan metode anny pada metode tersebut terlihat "elas bentuk
dan stuktur gigi yang sehat dan gigi yang berlubang.
#aran
1eberapa metode yang kami gunakan hanya sebagian dari beberapa metode yang ada
pada pengolahan ita. 5b"ek bisa diamati dengan beberapa metode lain seperti metode Amage
reonstrution dan metode histogram agar pembaa bisa mengamati dengan menggunakan
metode$metode tersebut.
#umber gambar
.ambar 1 http)??www.hekdent.om?dental$blog?wp$ontent?uploads?2011?02?bite$wing$r
CC2C17ntgen$Bahn$200-222."pg
.ambar 2 http)??siene.hD.nasa.gov?kids?imagers?ems?filling."pg
.ambar 2 http)??2.bp.blogspot.om?$
a!fluCSEF@o?Tb.eg;S.4hA?+++++++++*A?8tGCH-*nm9@?s1700?wisdomHteethH-ray."pg
.ambar 4 http)??www.dentestetia.pl?upload?Amage?/T.$0F.png
.ambar 6 http)??t0.gstati.om?imagesI
D=tbn)+JdF.K/+d1H2!3uHEvv!K>99k-tFpS@,T>23a09.Gk/"m5Jmrww,yp2