Anda di halaman 1dari 20

GEREJA

GEREJA
Gereja dapat dikenal dan
dipahami melalui arti
gereja itu sendiri,
identitasnya, hidupnya,
pertumbuhan serta
sejarahnya
Arti Gereja
Gereja (Ind)-Igreja (Portugis) Ekklesia
(Yunani) : Perkumpulan/perhimpunan rakyat
Dalam pengertian iman Kristen : Perkumpulan
beriman.
Gereja dari sudut perkumpulan sama dengan
perkumpulan apa saja di dunia ini
Tetapi dasar perkumpulan ini adalah panggilan
Allah untuk menjadikan perkumpulan ini
dikhususkan menjadi milik-Nya.
Gereja : Umat Allah.
Gereja sebagai umat Allah mengungkapkan
bahwa sasaran karya keselamatan Allah dan
patner perjanjian-Nya ialah Umat seluruhnya.
Hal ini tidak meniadakan individualisme atau
pun menonjolkannya. Pun tidak menonjolkan
kita yang-kolektif/massal/anonim, melainkan
kita yang-pribadi; dalam kita yang bersama-
sama menghayati iman yang sungguh-
sungguh pribadi

Gereja sebagai Misteri/Sakramen : Tanda yang
kelihatan dari rahmat Allah yang
menyelamatkan yang tidak kelihatan.
Tanda yang kelihatan menampakkan diri dari
persekutuan manusiawinya.
Rahmat yang tidak kelihatan ialah Allah yang
merencanakan keselamatan dan Allah yang
melaksanakan keselamatan itu dalam Yesus
Kristus.
Misteri menekankan segi rahasia rahmat
Sakramen menekankan tanda yang kelihatan.
Identitas Gereja
dijelaskan melalui
kiasan-kiasan Gereja
dalam Kitab Suci dan
ciri-cirinya yang sejati.
Gereja sebagai Tubuh Kristus
Menggunakan analogi tubuh untuk
menjelaskan gereja sebagai satu
kesatuan yang erat dengan Yesus
Kristus dan sesama anggotanya. (Kol.
3:4;Rm 15:5;1 Kor 10:16;12:27;Ef
5:23;Kol 1:18; 2:19)
Gereja sebagai mempelai Kristus
Kiasan ini menekankan bahwa
hubungan Allah dengan umat-
Nya adalah kasih dan kesetiaan.
(Mrk. 2:18-20; Ef. 5:27; Why 19:7;
21:2)
Gereja sebagai kerajaan Allah.
Kiasan ini menyatakan sifat dasar gereja
sebagai pelayan serta menunjukkan
bahwa gereja perlu senantiasa
meletakkan seluruh kehidupannya
dengan segala aspeknya di bawah
pemerintahan Allah melalui firman-Nya.
(Kol 3:1; Rom 14:17).
Gereja sebagai keluarga Allah.
Kiasan ini mengingatkan akan Allah yang
berkenan kepada orang yang diangkat-Nya ke
status yang mulia sebagai anak-anak-Nya. Juga
menunjukkan sifat hubungan timbal balik
orang sebagai anggota-anggota satu keluarga
dan menantang kita untuk percaya bahwa
Allah Bapa di surga akan memenuhi seluruh
kebutuhan kita. (Mat 2:15; Rm 8:14-17; Ef
2:19; 1 Tim 3:15; Mat 6:24-25)
Gereja sebagai kawanan Domba Allah
Kiasan ini menitikberatkan
ketergantungan sepenuhnya dari gereja
kepada kepala dan Tuhannya, rahmat dan
kasih-Nya, dan tanggungjawab-Nya untuk
membina, melindungi dan memelihara
umat-Nya. (Yoh 10:1-30; 1 Ptr 5:4; Ibr.
13:20)
Gereja sebagai kebun anggur Allah.
Kiasan ini berbicara tentang
pemeliharaan Allah terhadap gereja,
tentang ketergantungan sepenuhnya
gereja terhadap Tuhannya untuk
kehidupan dan eksistensinya, dan
tentang perhatian Allah akan kemurnian
dan kesuburannya di dunia. (Mrk 12:1-
12; Yoh 15:1-8)
Gereja dapat dikenal dan dipahami melalui
ciri/sifatnya :
1. Satu
2. Am
3. Kudus
4. Rasuli
Satu : Gereja memiliki
dasar kesatuan iman
yang erat dengan Yesus
Kristus dan sesama
anggotanya. (Ef 4:45, 6;
Ef 1:10; 1 Kor 6:7)


Am : Gereja tersebar ke
seluruh dunia meliputi
segala bangsa, segala
segala keturunan, segala
bahasa serta terbuka bagi
semesta. (Why. 5:9)
Kudus : Gereja
dikhususkan
menjadi milik Allah
dalam Yesus Kristus
dan hidup kudus.
Rasuli : Gereja di
bawah pengajaran
para rasul (Ef
2:19-22)
Gereja dapat dikenal
melalui kehidupan Gereja
yang dapat dilihat dalam
ibadah, persekutuan,
pelayanan, kesaksian dan
pengajarannya.
Gereja bertumbuh
melalui Firman Allah,
Sakramen, Doa,
persekutuan dan
penderitaan, serta
perbuatan kasih.
Dalam perkembangan sejarahnya, Gereja
menata dirinya sebagai tubuh Kristus yang
hidup dengan menetapkan jabatan dalam
persekutuannya. Jabatannya ini bukan
menunjukkan posisi melainkan prinsip dan
komitmen pelayanan, yakni sebagai hamba
yang rendah hati.