Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH PENGGUNAAN METODE TANYA JAWAB TERHADAP HASIL

BELAJAR SEJARAH SISWA PADA MATERI POKOK MANUSIA PURBA DI


INDONESIA DI KELAS X SMA NEGERI 1 BARUMUN
KABUPATEN PADANG LAWAS
OLEH:
ADE HARAHAP
NPM. 08060081/Pror!" S#$%& P'(%&%&)!( S'*!r!+
M!+!,&,-! STKIP .T!/!($0& S'0!#!(1 P!%!(,&%&"/$!(
A2,#r!3
This study aims to determine whether there is any effect of knowledge
struggle Sisingamangaraja II with a sense of nationalism to class VII SMA
Negeri 1 Barumun 1 Barumun. The studies in this oulation are all students
of !lass VII of SMA Negeri 1 Barumun 1 Barumun comrising " classes
totaling ##$ students. The samling techni%ue is done &y cluster samling is
taking the grou &y way of lottery. Then the samle drawn &y two classes
totaling '( students. )ata collected dinalaisis two ways* +irst, descriti-e
analy.es to look at the general icture of the two -aria&les, while the second
is inferential statistical analysis using the formula /r/ 0roduct Moment.
1f the two -aria&les o&tained a-erage mean Sisingamangaraja 2II at
"#.3$, if the a-erage assessment criteria are interreted &y the a-erage -alue
of those in the category of /Self/. 4hile an a-erage of #.'( students a sense of
nationalism in the category of /5ood/.
Based on the calculations, the rhitung of $.''# comared to $.#6# for
rta&el. it is known that more than rta&el rhitung ie $.''#7 $.#6#, then the
hyothesis is acceted or aro-ed enforced. This means that there is a
significant relationshi &etween the -alues with a sense of nationalism !lass
VII students of SMA Negeri 1 Barumun 1 Barumun.
Keywords: Methods Faqs, Religious, History students Learning In Period
Topic Pre History in Indonesia
PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut peningkatan mutu
pendidikan yang dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan perbaikan, perubahan
perubahan dan pembaharuan terhadap aspek-aspek yang mempengaruhi keberhasilan
pendidikan meliputi kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa, dan metode belajar
mengajar. Aspek-aspek yang paling dominan adalah guru, dan siswa.
Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa dalam pengajaran disebut kegiatan
belajar mengajar. Subyek didik selalu berada dalam proses perubahan baik karena
pertumbuhan maupun perkembangannya. Dalam perkembangan subyek didik
memerlukan bantuan dan bimbingan serta berinteraksi dengan lingkungan. Tiap

lingkungan memberikan pengaruh pada proses pembentukan indi!idu melalui proses


pendidikan yang diterimanya. "nteraksi dengan lingkungan tersebut akan menyebabkan
subyek didik mengembangkan kemampuan melalui proses belajar. Salah satu aspek yang
paling penting dalam proses pembelajaran adalah penentuan metode yang tepat dan #o#ok
untuk materi yang hendak diajarkan.
Pemilihan dan penggunaan metode harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin
di#apai pada masing-masing materi pembelajaran. Antara metode dan tujuan tidak
bertolak belakang, artinya metode harus menunjang pen#apaian tujuan pembelajaran, bila
tidak maka perumusan tujuan tidak ada gunanya. $adi guru sebaiknya menggunakan
metode yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran, sehingga dapat dijadikan sebagai
alat yang e%ekti% untuk men#apai tujuan pembelajaran.
Kenyataan ini berlaku di Kelas & S'A (egeri )arumun, dimana para siswa
belum dapat mengembangkan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung
dalam sejarah karena pembelajaran hanya diarahkan agar siswa bisa menguasai dan
menghapal materi pelajaran. Dimana *nilai rata-rata siswa untuk pendidikan sejarah
sebesar +, padahal seharusnya menurut standar kriteria ketuntasan minimal yang
ditetapkan adalah sebesar -./.
Sementara itu, dari hasil wawan#ara pendahuluan penulis dengan guru mata
pelajaran Sejarah di S'A (egeri )arumun belum diketahui adanya penerpan metode
metode tanya jawab, dan guru-guru di S'A (egeri )arumun masih ada yang
menggunakan metode kon!ensional khususnya pada mata pelajaran sejarah. 0al inilah
yang perlu diteliti lebih jauh sehingga peneliti merasa tertarik untuk mengadakan
penelitian dengan judul *Pengaruh Penggunaan 'etode Tanya $awab Terhadap 0asil
belajar Sejarah pada 'ateri Pokok 'anusia Purba di "ndonesia Kelas & S'A (egeri
)arumun/.
1. H!,&0 B'0!*!r S&,-! /!%! M!#'r& Po)o) M!($,&! P$r2! %& I(%o(',&!
'enurut Abin Syamuddin 'akmun 12..34,-5 )elajar adalah suatu proses
perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu.
Pendapat lain dikemukakan Slameto 12..6425 menyatakan bahwa, belajar adalah suatu
proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru se#ara keseluruhan, sebagai pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungan.7atim 8iyanto 12..94,5 mengemukakan bahwa, belajar adalah suatu
2
perubahan dalam pelaksanaan tugas yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman dan tidak
ada sangkut pautnya dengan kematangan rohaniah, kelelahan, moti!asi, perubahan dalam
situasi stimulus atau %aktor-%aktor lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan
belajar.
)erdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu
proses perubahan dalam diri indi!idu baik dalam hal pengetahuan, kebiasaan, sikap dan
sebagainya yang relati% tetap sebagai hasil pengalaman seseorang. Adapun hasil belajar
yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar sejarah. Sebagaimana penjelasan
:emar 0amalik 12..4-65 menyatakan bahwa hasil belajar adalah menunjukkan
kemampuan yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap baru yang di#apai oleh
siswa.
'engenai hasil belajar, )loom yang dikutip Suharsimi Arikunto 12.242+5
mengatakan bahwa, ada 6 ranah atau domain besar yang terletak pada Taksonomi, yaitu 4
ranah kogniti%, ranah a%ekti%, dan ranah psikomotirik. Selanjutnya 0ariyono 12...4,5
mengatakan bahwa hasil belajar sejarah adalah adanya pengembangan diri yang diperoleh
dari #erita tentang perkembangan manusia dimasa lalu, baik dalam aspek indi!idual
maupun kolekti%.
)eberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar sejarah materi
pokok manusia purba di "ndonesia adalah pengetahuan, ke#akapan dan pemahaman yang
dimiliki siswa dalam menentukan atau mena%sirkan arti dan makna manusia purba di
"ndonesia.
1. M'#o%' T!(4! J!-!2
Trianto 12..-465 mengatakan bahwa *metode pembelajaran adalah kerangka
konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk men#apai tujuan belajar/. Pupuh 12..-4+25 ;ungsi metode pembelajaran
adalah sebagai pedoman bagi para guru dalam meran#ang proses pelaksanaan
pembelajaran, dalam memilih model pembelajaran sangat dipengaruhi dari materi yang
akan diajarkan, tujuan yang akan di#apai, dan tingkat kemampuan peserta didik.'enurut
;athurrohman and Sobry Sutikno, 12..94<58 'etode tanya jawab adalah #ara penyajian
pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa
tetapi dapat pula dari siswa kepada guru/. "ni berarti bahwa metode tanya jawab adalah
6
salah satu metode untuk menyampaikan pelajaran dalam bentuk pertanyaan, terutama dari
guru ke murid atau bisa jadi dari murid ke guru.
Ahmad Sabri 12..,4,35 menyatakan langkah-langkah dari tanya jawab itu adalah
sebagai berikut4Tahaan ersiaan, artinya guru men#iptakan kondisi belajar yang baik
sebelum mengajar dimulai, Tahaan enyajian, Artinya tiap guru menyampaikan bahan
se#ara lisan, Tahaan asosiasi 1Komparasi5 artinya memberikan kesempatan pada siswa
untuk menghubungkan danmembandingkan materi yang telah disampaikan.
Dari uraian diatas dapat disimpulakan bahwa langkah-langkah tanya jawab
adalah sebagai berikut4Persiapan yaitu men#iptakan kondisi belajar yang aman tenteram
dan damai, Penyampaian materi yaitu guru menyampaikan materi se#ara lisan terhadap
siswa, =uru mengontrol pemahaman siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
ataupun soal-soal.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di S'A (egeri )arumun )arumun tahun
pelajaran 2.>2.2. 'etode penelitian yang digunakan adalah metode deskripti%, yakni
untuk memberikan gambaran tentang kedua !ariabel dan juga untuk melihat hubungan
antara !ariabel. Sebagaimana pendapat (urul ?uriah 12..,43-5 Penelitian deskripsi
adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, %akta-%akta, atau
kejadian-kejadian se#ara sistematis dan akurat, mengenai si%at-si%at populasi atau daerah
tertentu.
)erkaitan dengan penelitian ini, penulis memilih menggunakan metode deskripti%
karena memberikan gambaran yang jelas dan nyata, dan bertujuan untuk memberikan
gambaran hubungan kedua !ariabel yakni penggunaan model pembelajaran in@uiry
sebagai !ariabel bebas 1!ariabel A5 dan 0asil )elajar Siswa 'ateri Pokok 'anusia Purba
di "ndonesia sebagai !ariabel terikat 1!ariabel y5.. Sebagai populasi dalam penelitian ini
yakni seluruh siswa Kelas &" S'A (egeri )arumun )arumun yang terdiri dari 2
lokal dengan jumlah sebanyak 6, orang. Dari keadaan populasi tersebut penulis
menetapkan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik random samling,
yakni menetapkan beberapa populasi menjadi sampel yakni sebesar 2.B dari jumlah
populasi yaitu 6< siswa. Cntuk memperoleh data hasil penelitian maka penulis
menggunakan dua teknik yaitu4 . Analisis deskripti% 1untuk melihat gambaran kedua
!ariabel5, dan 2. Analisis statistik 1untuk menguji hipotesis yang dirumuskan dalam
3
penelitian ini5. 8umusa analisis statistik yang digunakan peneliti yaitu uji Korelasi
Produ#t 'oment.
HASIL PENELITIAN
Perolehan nilai angket metode "n@uiry di S'A (egeri )arumun n masuk
kategori *)aik/. 0al ini terlihat dari jawaban siswa dengan memperoleh nilai rata rata
6,9. Sedangkan 0asil )elajar Sejarah siswa Pada 'ateri Pokok 'anusia Purba di
"ndonesia memperoleh rata rata -+,<3. 0al ini tergolong pada kategori *)aik/.
Selanjutnya penulis melakukan perhitungan dengan rumus produ#t moment
untuk menguji hipoteisis dalam penelitian ini. Keberhasilan siswa dalam belajar Sejarah
pada 'ateri pokok 'anusia Purba di "ndonesia tidak dipengaruhi oleh penggunaan
metode"n@uiry. 0al ini terbukti dengan diperoleh nilai r
Ay
hitung lebih ke#il dari pada r
t
,
yaitu .,99 D .,629. 0al ini berarti bahwa 0o 1hipotesis nol5 diterima dan sebaliknya
hipotesis alternati% ditolak. Artinya, tidak terdapat pengaruh yang signi%ikan antara
penggunaan metode"n@uiry terhadap 0asil )elajar Sejarah siswa Pada 'ateri Pokok
'anusia Purba di "ndonesia di S'A (egeri )arumun )arumun. Dengan kata lain
digunakan atau tidak digunakan metode"n@uiry tidak mempengaruhi 0asil )elajar
Sejarah siswa Pada 'ateri Pokok 'anusia Purba di "ndonesia di S'A (egeri )arumun
)arumun.
PENUTUP
!. K',&"/$0!(
)erdasarkan hasil penelitian sebagaimana dijelaskan pada bagian-begian
penelitian, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut 4
0ertama, gambaran strategi pembelajaran "nkuiri pada Siswa Kelas &" S'A
(egeri )arumun )arumun masuk pada kategori *)aik/. artinya penggunaan metode
in@uiry telah berjalan dengan baik. 9edua, gambaran hasil belajar siswa pada materi
pokok Eaman pra sejarah di Kelas &" S'A (egeri )arumun )arumun masuk kategori
baik. 9etiga, melalui perhitungan yang dilakukan hipotesis alternati% yang ditegakkan
dalam penelitian tidak dapat diterima atau ditolak kebenarannya. Artinya, tidak terdapat
pengaruh yang signi%ikan antara penggunaan metode"n@uiry terhadap 0asil )elajar
Sejarah siswa Pada 'ateri Pokok 'anusia Purba di "ndonesia di S'A (egeri )arumun
)arumun.
,
2. I"/0&)!,& H!,&0 P'('0&#&!(
Dari hasil kajian yang dilakukan ternyata siswa Kelas &"" S'A (egeri
)arumun dalam belajar Sejarah pada 'ateri pokok 'anusia Purba di "ndonesia tidak
dipengaruhi oleh penggunaan metode"n@uiry.
Dalam mengikuti pelajaran Sejarah pada 'ateri pokok 'anusia Purba di
"ndonesia menghasilkan nilai yang baik jika siswa belajar dengan baik pula. 'aka peran
guru disini adalah untuk memperhatikan serta memoti!asi agar siswa serius dalam
mengikuti materi yang diajarkan. Sebab perhatian, sikap dan minat yang baik terhadap
pelajaran Sejarah khususnya pada 'ateri pokok 'anusia Purba di "ndonesia akan
menghasilkan nilai hasil belajar yang baik pula.
3. S!r!(
Dari kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian dan implikasi penelitian yang
dikemukakan di atas, maka hendaknya para siswa agar diyakini untuk menyelesaikan
soal-soal medan magnetik yang maksimal diperlukan kedisiplinan dan ketekunan peserta
didik dalam belajar. Sedangkan bagi guru disarankan agar lebih meningkatkan
kemampuan dalam mengajar dan selalu memperhatikan dan memoti!asi siswa dalam
kegiatan belajar mengajar khususnya dalam pelajaran sejarah. Selanjutnya bagi instansi
terkait diharapkan untuk memberikan masukan dalam usaha perbaikan ke arah
peningkatan mutu pemdidikan dan pengajaran khususnya bidang studi sejarah di Sekolah
'enengah Atas 1S'A5. Dan kepada rekan mahasiswa, ada kemungkinan kelemahan
yang terjadi pada pelaksanaan penelitian ini, maka perlu kiranya diadakan penelitian yang
lebih lanjut dengan memperbesar objek.
DA5TAR PUSTAKA
Anggoro, '.Toha, Metode 0enelitian, $akarta4 Cni!ersitas Terbuka, 2..-
Fhaer, Abdul, 9ajian Bahasa Struktural Inter-al,0emakaian, dan 0em&elajaran, $akarta4
8ineka Fipta, 2..-
0asan, "@bal, Analisis )ata 0enelitian )engan Statistik, $akarta4 8ineka Fipta, 2..9
0ee Gew 'en, Sejarah 0eradaan )unia, $akarta4 Ananda, 2...
$ohayati, :nsikloedi 0ahlawan Nasional, )atam4 S#ienti%i# Press, 2..-
Kaelan, 0endidikan 0ancasila, 7ogyakarta4 Paradingma, 2..<
+
'. Daryono, 0engantar 0endidikan 0ancasila dan 9ewarganegaraan, $akarta4 8ineka
Fipta, 2..<
'argono, Metode 0enelitian, $akarta4 8ineka Fipta, 2..-
'ustakin, 0sikologo 0endidikan, Semarang4 Pustaka Pelajar, 2..
(asir, Said,', 0emahaman )alam 9onteks Sejarah Teori dan 0raktik, $akarta4 Komisi
(asional 0ak Asasi 'anusia, 2..+
8aharjo, Sunardi, 9amus ;engka Bahasa Inggris<Bahasa Indonesia, $akarta4 )alai
Pustaka, 99-
Sartoro, Sejarah Nasional dan =mum, Surabaya4 Persada Press, 99,
Soedarman, >ejak<>ejak 0ahlawan, $akarta4 =ramedia, 2..-
Soetrisno,Hddy, Seri 0ahlawan Nasional, $akarta4 Fiptamedia )inanusa, 2..2
Sudarsono, 9amus ?ukum, $akarta4 8ineka Fipta, 2..-
Sudijono Anas, 0engantar Statistika 0endidikan, $akarta4 PT. 8aja =ra%indo Persada,
2..<
Sugiyono, Metode 0enelitian Administrasi, )andung4 Al%abeta, 2..9
Suharsimi Arikunto, 0rosedur 0enelitian Suatu 0endekatan 0raktik, $akarta4 8ineka
Fipta, 2..+
Sukmadinata, (ana, Syaodih, Metode 0enelitian 0endidikan, )andung4 8osdakarya,
2..9
Supriyadi, www.cinta tanah air.com, Padangsidimpuan, 2, September 2..
Susanto, (oto, (ugroho, Sejarah Nasional >ilid IV, $akarta4 8ineka Fipta, 9<9
Syah 'uhibbin, 0sikologi endidikan dengan 0endekatan Baru, )andung4 8emaja
8osdakarya, 2...
Taher Ali Amran, 1$1 0ahlawan nasional, $akarta4 Departemen Sosial 8", 99-
Csman, 0usaini, 0engantar Statistik, $akarta4 )umi Aksara, 2..+
Iidi, 8estu, Kartiko, Metodologi 0enelitian Se&uah 0engenalan dan 0enuntun ;anakah
)emi ;angkah 0elaksanaan 0enelitian, 7ogyakarta4 =raha "lmu, 2..9
Iinarno, 0endidikan 9ewarganegaraan, $akarta4 )umi Aksara, 2..+
7udhi, www. Nasionalisme.com, Padangsidimpuan, 2, September 2..
?uriah, (urul, Metodologi 0enelitian Sosial dan 0endidikan, 'alang4 )umi Aksara,
2..,
-