Anda di halaman 1dari 67

MATERI BIOLOGI UMUM

KOMPONEN SISTEM PEREDARAN DARAH


1. Darah
Darah merupakan sistem organ yang berfungsi mengedarkan darah dari
jantung ke selruh bagian tubuh.
Fungsi peredaran darah adalah:
1. Mengangkut zat-zat makanan dan oksigen ke jaringan-jaringan.
2. Mengangkut sampah-sampah, nitrogen kedalam ginja dan karbondioksida
(CO
2
) ke paru-paru
3. Menjaga ke stabilan tempratur.
4. Mengangkut hormon untuk mengkoordinir keteraturan kerja alat-alat tubuh.
5. Mencegah terjadinya penggumpalan darah.
6. Sebagai pelindung tubuh karena mengandung antibodi.
Darah adalah suatu cairan yang
terdiri dari kira-kira 50% plasma dann 50% sel-sel darah. Plasma itu terdiri dari
kurang lebih 90& air dan 10% bagian lagi berupa padatan yang terdiri dari protein,
asam amino, garam, karbohidrat, lemak vitamin, hormon dan antibodi.
Sel-sel darah terdiri dri 3 jenis yaitu sel-sel darah merah (Eritrosit), sel-sel darah
putih (Leukosit) dan keping-keping darah (Trombosit).


a) Sel darah merah ( Eritrosit)




Eritrosit mamalia tidak berinti sehingga tidak memiliki DNA. Eritrosit mamalia
berbentuk bkonkaf, yaitu bentuk cakram dengan bagian tengah agak gepeng.
Bentuk ini berfungsi untuk mengoptimalkan pertukarn oksigen. Warna eritrosit
tergantung pada hemoglobin. Fungsi hemoglobin adalah membantu eritrosit
mengikat oksigen (O
2
). Jika hemoglobin mengikat O
2
maka eritrosit akan berwarna
merah. Dalam 1 mm
3
ada kurang lebih 5 juta butir sel darah merah.
Sel darah merah di bentuk di sumsum tulang, misalnya di tulang dada, tulang
lengan atas, tulang kaki atas dan tulang pinggul. Sel darh merah tidak dapat hidup
lama, hanya bisa kurang lebih 120 hari.

b) Sel darah putih (Leukosit)


Leukosit memiliki inti dan kurang lebih dalam tubuh ada 8000 leukosit per mm
3
.
Terdapat lima jenis leukosit dalam darah yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit
dan limfosit. Neutrofil, eosinofil dan basofil memiliki granula-granula sehingga sering
disebut granulosit, sesdangkan limfosit dan mososit disebut agranulosit (tidak
bergranula). Secara umum fungsi leukosit adalah memakan kuman-kuman penyakit
atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan mengangkut lemak.

c) Keping-keping darah (trombosit)


Trombosit tidak memilii inti dan kurang lebih ada 200-400 ribu per mm
3
di
dalam tubuh.
Fungsi utamanya adalah sebagai sistem pertahanan,yaitu untuk mengaktifkan
mekanisme penggumpalan darah. Pnggumpalan darah adalah proses dimana
dinding pembuluh darah yang rusak ditutupi oleh gumpalan fibrin agar darah
berhenti. Penggumpalan darah juga membantu mempeerbaiki dinding pembuluh
darah yang rusak. Secara garis besar proses pembekuan darah.




d) Penggolongan Darah

Walaupun darah manusia kelihatan sama , akan tetapi bila darah
sitransfusikan
pada orang lain maka penggumpalan pada prosses transfusi darah tersebut
mungkin saja terjadi. Hal ini disebabkan adanya reaksi antigen-antibosi didalam
darah tersebut.
Di dalam darah merah terdapat 2 antigen (aglutinogen) yaitu A dan B, dan
didalam plasmanya terdapat 2 macam antibodi (aglutinin) yaitu a dan b. Oleh
karena itu terdapat 4 macam golongan darah yang dimiliki manusia tergantung
pada antigen yang dikandungnya, apakah satu jenis antigen, kesua-duanya atau
tidak memiliki antigen sama sekali.
Golongan Darah Antigen (Aglutinogen
dalam sel darah merah)
Antibodi (Aglutinin dalam
plasma)
A A b = (anti B)
B B a = (anti A)
AB A dan B -
O - Anti A dan anti B

Golongan darah AB disebut sebagai penerima darah umum (recipient
universal), artinya golongan darah ini dapat menerima sesluruh golongan darah
lainnya, Goongan darah O disebut sebagai pemberi darah umum (donor universal),
artinya golongan darah ini dapat memberi pada seluruh golongan drah lainnya.

e) Rhesus Faktor
Rhesus faktor atau Rh adalah suatu antigen peting lainnya yang terdapat di
dalam darah.
Manusia ada yang mengandung Rh (Rh positif, di tulis Rh
+)
dan ada yang tidak
mengandung Rh(Rh negatif, ditulis Rh
-
). Bila darah dengan Rh+ ditransfusikan pada
orang yang tidak memiliki Rh (Rh
-
), maka orang tersebut akan dibentuk antibodi (anti
Rh
+
). Pada transfusi pertama mungkin tidak akan terjadi apa-apa atau kecil sekali
pengaruhnya. Akan tetapi bila transfusi yang kedua dan seterusnya dilakukan
dengan darah yang sama atau darah yang mengandung Rh, maka antibodki yang
dibentuk akan semakin kuat. Hal tersebut dapat nmengakibatkan kerusakan sel-sel
darah pada orang si penerima transfusi darah, karena adanya reaksi antara antigen
(faktor Rh) dengan antibodi (anti Rh). Keruusakn tersebut berupa pecahnya sel-sel
darah (hemolisis) yang dapat menggakibatkan kematian bagi orang tersebut.
Bila seorang ibu dengan Rh

mengandung bayi yng memiliki Rh (Rh


+
), maka si
ibu akan membentuk antibodi yang dapat merusak eritrosit bayi yang dikandungnya.
Kematian bayi yang dikandungnya biasanya akan terjadi pada kehamilan kedua dan
seterusnys.


2. Pembuluh darah
Bagaiman adarah dapat
beredar keseluruh tubuh manusia mulai dari jantung hingga mencapai sel-sel
yang terkecil, pada abad ke-17, penyelidikan tentang peredaran darah telah
dilakukan oleh para ahli. Penelitian tersebut menemukan bahwa darah didalam
tubuh mengalir melalui pembuluh-pembuluh darah. Pembuluh balik (vena)
ditemukan oleh seorang ahli fisiologi dari Inggris yakni William Harvey (1578-
1657) beliau mengadakan percobaan dengan mengikat lengan atasnya tepat di
atas siku. Ternyata saat meraba lengan bawah, dia merasakan ada suatu
pembesaran pembuluh yang kemudian dengan berbagai percobaan ahli lain
disimpulkan bahwa pembuluh balik( vena) yang membawa darah menuju jantung.
Tiga puluh tanhun kemudian, seorang ahli anatomi Italia Marcello Malpighi,
berhasil menemulkan adanya pembuluh kapiler.

a) Pembuluh Nadi (Arteri)
Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju
pembuluh nadi
(arteri). Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawa darh dari jantung
dan umumnya mengandung banyak oksigen. Pembuluh ini tebal, elstis, dan
memiliki sebuah katup (Valvula semilunaris) yang berada tepat diluar jantung.
Letak pembuluh nadi biasanya didalam tubuh, hanya beberapa yang terletak di
dekat permukaan sehingga dapat dirasakan denyutnya.
Secara anatomi, pembuluh nadi tersusun atas tiga lapis jaringan.Lapisan
luar berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis. Lapisan tengah berupa otot polos
yang berkontraksi secara tak sadar. Otot polos akan meregang pada saat darah
melewatinya sehingga lapisan ini tidak melipat. Lapisan dalam berupa jaringan
endotelium yang melindungi jaringan didalamnya. Pembuluh nadi yang
dilewatidarah adalah sebagai berikut.
Pembuluh Nadi Besar (Aorta)

Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kiri jantung menuju
keseluruh tubuh.
Aorta bercabang-cabangh, makin lama makin kecil,, dan disebut pembuluh
nadi (Arteri). Arteri bercabang lagi makin kecil, disebut Arteriola. Arteriola
bercabang halus diseluruh tubuh dan disebut kapiler.
Kapiler sangat halus dan tersusun oleh satu lapis jaringan endotelium. Kapiler
dapat masuk sampai ke sel-sel tubuh. Disinilah terjadi pertukaran gas, air, dan
garam minereal ataupun larutan bahan organik dari kapiler darah dengan sel-sel
tubuh. Kapiler-kapiler akan saling bertautan dan berhubungan dengan kapiler
vena yang dinamakan venula. Darah yang telah beredar dari seluruh tubuh
melewati venula dan menuju vena yang lebih besar, kemudian akhirnya menuju
vena kava (pembuluh balik tubuh) dan kembali ke jantung.
Pembuluh Nadi Paru-paru (Arteri Pulmonalis)

Pembuluh nadi paru-paru adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik
kanan menuju
paru-paru (pulmo). Pembuluh ini banyak mengandung karbon dioksida yang
akan dilepaskan ke paru-paru. Didalam paru-paru, yaitu di alveolus, darah
melepas karbon dioksida dan mengikat oksigen. Dari kapiler di paru-paru, darah
akan menuju ke venula, kemudian ke vena pulmonalis dan kembali ke jantung.

b. Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balikk adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung,
yang
umumnya mengandung karbon dioksida. Pembuluh balik (vena0 lebih mudah
dikenali daripada nadi karena letaaknya di daerah permukaan. Seperti halnya
nadi, pembuluh balik juga disusun oleh tiga lapisan, tetapi dinding pembuluh ini
lebih tipis dan tidak elastis. Tekanan pembuluh balik lebih lemah dibandingkan
dengan tekanan pembuluh nadi dan disepanjang pembuluh balik terdapat katup
yang menjaga agar darah tak kembali.
Saat jantung berelaksasi (Diastol), darah dari tubuh dan paru-paru akan
masukk ke jantung melalui vena. Pembuluh balik ini merupakan tempat
masuknya darah ke jantung. Vena diselubungi oleh otot rangka dan memili
sebuah katup, yaitu Valvula seminularis.
Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut:
Vena Kava

Vena kava bercabang-cabang menjadi pembuluh yang lebih kecil, yaitu
vena. Vena bercabang-cabang lagi menjadi kapiler vena yang disebut venula.
Venula berada didalam sel-sel tubuh dan berhubungan dengan kapiler ateri.
Ada 2 macam vena kava, yaitu vena kava superior dan vena kava inferior.
a. Vena Kava Superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO
2
dari bagian atas
tubuh (kepala, leher, dan anggota badan atas) ke seranbi kanan jantung.
b. Vena Kava Interior
Vena ini membawa darah yang mengendung CO
2
dari bagian tubuh
lainnya dan anggota badan bawah tubuh ke serambi bawah kanan jantung

3. Jantung
Jantung manusia terletak di rongga dada sebelah kiri, di atas diafragma.
Jantung manusia mempunyai 4 ruang yang terbagi sempurna dan terletak di
dalam rongga dada serta terbungkus oleh perikardia. Perikardia terdiri dari 2
lapis, yakni lamina pariestalis (sebelah luar) dan lamina viseralis (menempel di
dinding jantung). Diantara ke dua lapis ini terdapat lapis kavum perikardia yang
berisi cairan perikardia.

Jantung terdiri dari empat ruang, yakni dua serambi (atrium) dan dua bilik
(ventrikel). Pada dsarnya, fungsi serambi adalah sebagai tempat lewatnya darah
dari luar jantung ke bilik. Akan tetapi, serambi juga dapat berfungsi sebagai
pompa yang lemah sehingga membantu aliran darah dari serambi ke bilik. Bilik
memberi tenaga yang memberi tenaga yang mendorong darah ke paru-paru dan
sistem sirkulasi tunbuh. Jantung dibentuk terutama oleh tiga jenis otot jantung
(miokardia), yaitu otot seranbi, otot bilik, serta serabut otot perangsang dan
penghantar khusus.
Pada sekat antara ke dua serambi terdapat simpul saraf yang merupakan
simpul saraf tak sadar. Simpul saraf ini bercabang-cabang ke otot serambi
jantung kemudian ke luar sebagai suatu berkas yang disebut berkas His. Berkas
ini menuju sekat diantara kedua bilik dan akhirnya bercabang-cabang ke seluruh
bilik. Selainitu , jantung dipenmgaruhi juga oleh saraf simpatetik dan saraf
parasimpatetik (nervus vagu). Rangsangan saraf parasimpatetik menurunkan
frekuensi denyut jantung, sedangkan rangsangan simpatetik meningkatkan
frekuensi denyut jantung. Otot bilik jantung lebih tebal daripada otot bagian
seranbi dan bagian sebelah kiri lebih tebal dari pada bagian kanan.
Diantara serambi dan bilik jantung terdapat katup atriolventrikuler (valvula
bikuspidalis) yang berfungsi mencegah aliran daran dari bilik ke serambi selama
sisitol. Katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) mencegah aliran balik dari
aorta dan arteri pulmonalis ke bilik selama diastol.

Cara kerja
jantung
Otot-otot jantung bekerja dengan sendirinya (berkontraksi) tanpa menurut
kehendak kita. Pada manusia normal biasanya jantung berkontraksi 72 kali setiap
menit dan memompa darah 60 cm
3
. Priode dari suatu air kontraksi hingga akhir
kontraksi berikutnya disebut siklus jantung. Siklus jantung terdiri dari priode relaksasi
yang dinamakan diastos, yaitu jika serambi jantung menguncup dan bilik jantung
mengembang. Pada saat itu, otot bilik mengendur maksimum dan ruang bilik
mengembang maksimum. Priode kontraksi dinamakan sistol, yaitu jika otot bilik
jantung menguncup dan darah didalam bilik di pompa ke pembuluh nadi paru-paru
(arteri pulmonalis) ataupun ke aorta secara bersamaan.
Darah yang dipompa keluar jantung memiliki kekuatan dankecepatan
mengalir tertentu. Kekuatan ini dilanjutkan oleh pembuluh nadi. Oleh karena otot
pembuluh nadi elastis, maka nadi ikut berdenyut.
Tekanan darah dapat diukur dengan tensi meter. Yang diukur adalah
tekanan sistol (waktu darah keluar jantung) dan tekanan diastol (waktu darah masuk
ke jantung). Pada orang dewasa yang sehat, umumnya sistol sebesar 120 mmHg
dan diastol sebesar 80 mmHg atau dapat juga di tulis sebagai tekanan arteri =
120/80 (sistol dan diastol). Pada saat itu tekanan kapiler 30/10 dan tekanan vena
10/0.
Seperti halnya organ-organ lain diseluruh tubuh, jantung yang terus
menerus bekerja juga memerlukan makanan. Makanan itu diperoleh dari pembuluh
nadi tajuk (arteri koronaria).

PEREDARAN DARAH MANUSIA


Ada dua macam peredaran darah dalam tubuh manusia. Peredaran darah dari
bilik kanan jantung menuju paru-paru melewati arteri pulmonalis dan kembali
keserambi kiri jantung melewati vena pulmonalis disebut peredaran darah kecil.
Sedangakan peredaran darah dari bilik kiri jantung keseluruh tubuh melalui aorta
dan akhirnya kembali keserambi kanan jantung melalui vena kava disebut peredaran
darah besar. Oleh karena pada manusia terdapat kedua macam peredaran darah
tersebut, maka manusia dikatakan memiliki peredaran darah ganda.
Pada tubuh manusia, sari-sari makanan diedarkan olehh pembuluh darah dan
pembuluh limfa. Kekuatan untuk mengedarkannya ditimbulkan oleh denyut jantung.
Pada saat bayi dalam kandungan (fetus), jantungnya belum sempurna dan sekat
diantara serambi jantung belum menutup. Pada sekat serambi tersebut terdapat
lubang yang disebut Foraman Ovale sehingga arteri yang menuju paru-paru dan
aortabelum sempurna. Dengan demilian, oksigen dan sari-sari makanan seluruhnya
diperoleh dari ibu melalui plasenta.
Ketika bayi lahir, foramen Ovale telah menutup dan pembuluh-pembuluh darah
telah berfungsi. Akan tetapi, kadang-kadangf saat bayi itu lahir arteri belum berfungsi
dan lubang pada sekat diantara serambi belum menutup. Keadaan ini dinamakan
Penyakit jantung bawaan. Bayi yang menderita penyakit jantung bawaan biasaanya
berwarna kebiruan sehingga dikenal sebagai Blue baby. Bayi berwarna biru karena
kekurangan oksigen dalam darah. Penyakit jantung bawaan dapat diatasi dengan
pembedahan.

KELAINAN DANGANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
Kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah dapat ditimbulkan
karena pewarisan sifat( keturunan), rusaknya alat peredaran darah akibat
kecelakaan, atau akibat makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak dan
zat kapur. Zat makanan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah
atau berkurangnya elastisitas otot jantung dalam mekanisme pompa dan isap.
Kelainan atau gangguana pada sistem peredaran darah antara lain :
Anemia (kurang darah), dikarenakan kurangnya kadar Hb atau kurannya
jumlah eritrosit dalam darah.
Farises adalah pelebaran pembuluh darah di betis.
Hemoroid (Ambeyen), adalah pelebaran pembuluh darah disekitar dubur
(anus).
Arteriosklerosis, adalah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan atau
endapat kapur.
Atherosklerosis adalah pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.
Embolus, adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang
bergerak.
Trombus adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak
bergerak.
Hemofilia adalah kelainan darah sukar membeku karen afaktor hereditas
(keturunan).
Leukimia (kanker darah) adalah bertambahnya leukosit secara tak terkendali.
Penyakit kuning pada bayi (Eritroblastosis fetalis) adalah rusaknya eritrosit
bayi atau janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan
darah Rh
-
dan embrio Rh+. Penyakit ini terjadi pada kandungan kedua, jika
kandungan pertama embrio juga bergolongandarah Rh
+
.

Penyakit jantung koroner (PJK), yaitu penyempitan arterikoronaria yang
mengangkut O
2
ke jantung.
Talasemia merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk hemoglobin
yang bersifat menurun.

SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

SISTEM PERNAFASAN
Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi
sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari
proses tersebut.
Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses
respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel
ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21%
dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat
pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru
berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas.

Jalannya Udara Pernapasan

1. Udara masuk melalui lubang hidung
2. melewati nasofaring
3. melewati oralfarink
4. melewati glotis
5. masuk ke trakea
5. masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus
6. masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus
7. udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus
(jamak: alveoli)

pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paru orang
dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 m2
atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.
Nasal (Hidung)
Hidung merupakan organ pernapasan yang pertama dilalui udara luar. Didalam
rongga hidung terdapat rambut dan selaput lendir berguna untuk menyaring udara
yang masuk, lendir berguna untuk melembabkan udara, dan konka untuk
mengangatkan udara pernapasan.
Faring
Faring merupakan percabangan dua saluran, yaitu saluran tenggorokan (nasofaring)
yang merupakan saluran pernapasan, dan saluran kerongkongan (oralfaring) yang
merupakan saluran pencernaan.
Laring (pangkal tenggorokkan)
Merupakan bagian pangkal dari saluran pernapasan (trakea). Laring tersusu atas
tulang rawan yang berupa lempengan dan membentuk struktur jakun. Diatas laring
terdapat katup (epiglotis) yang akan menutup saat menelan. Katup berfungsi
mencegah makanan dan minuman masuk ke saluran pernapasan. Pada pangkal
larink terdapat selaput suara. Selaput suara akan bergetar jika terhembus udara dari
paru-paru.



Trakea (tenggorokan)
Batang tenggorokan terletak di daerah leher didepan kerongkongan. Batang
tenggorokkan berbentuk pipa dengan panjang 10 cm. dinding trakea terdiri atas 3
lapisan, lapisan dalam berupa epithel bersilia dan berlendir. Lapisan tengah tersusun
atas cincin tulang rawan dan berotot polos. lapisan luar tersusun atas jaringan ikat.
Cincin tulang rawan berfungsi untuk mempertahankan bentuk pipa dari batang
tenggorokkan, sedangkan selaput lendir yang sel-selnya berambut getar berfungsi
menolak debu dan benda asing yang masuk bersama udara pernapasan. Akibat
tolakan secara paksa tersebut kita akan batuk atau bersin.

Bronchus (cabang tenggorokkan)
Ujung tenggorokkan bercabang dua disebut bronchus, yaitu bronchus kiri dan
bronchus kanan. Struktur bronchus kanan lebih pendek dibandingkan bronchus
sebelah kiri. kedua bronchus masing-masing masuk kedalam paru-paru. Didalam
paru-paru bonchus bercabang menjadi bronchiolus yang menuju setiap lobus
(belahan) paru-paru. bronchus sebelah kanan bercabang menjadi 3 bronchiolus,
sedangkan sebelah kiri bercabang menjadi 2 bronchiolus. Cabang bronchiolus yang
paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding
alveolus mengandung banyak kapiler darah. melalui kapiler darah oksigen yang
berada dalam alveolus berdifusi masuk ke dalam darah.
Pulmo (alveolus)
Paru-paru terletak dalam rongga dada diatas diafraghma. Diafraghma adalah sekat
rongga badan yang membatasi rongga dada dengan rongga perut.
Paru-paru terdiri dari dua bagian yaitu paru-paru sebelah kiri dan paru-paru sebelah
kanan. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir sedangkan paru-paru kiri terdiri atas
2 gelambir.
Paru-paru dibungkus oleh 2 buah selaput yang disebut selaput pleura. Selaput
pleura sebelah luar yang berbatasan dengan dinding bagian dalam rongga dada
disebut pleura parietal, sedangkan yang membungkus paru-paru disebut pleura
visceral. Diantara kedua selaput terdapat rongga pleura yang berisi cairan pleura
yang berfungsi untuk mengatasi gesekan pada saat paru-paru mengembang dan
mengempis.

Bernafas
Bernafas berkaitan dengan keluar masuknya udara melalui alat-alat pernapasan.
Bernapas meliputi proses inspirasi (memasukkan udara) dan ekspirasi
(mengeluarkan udara).
Untuk dapat terlaksananya proses inspirasi dan ekspirasi, kita perlu mengenal
beberapa organ tubuh diluar alat pernapasan yang berkaitan dengan proses
pernapasan, diantaranya:

1.Diafraghma
Merupakan sekat rongga dada yang membatasi antara rongga dada dengan rongga
perut. Rongga dada berisi paru-paru dan jantung, sedangkan rongga perut berisi
lambung dan alat-alat pencernaan.

2.Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis)
Merupakan otot tempat melekatnya tulang rusuk. Otot ini akan berkontraksi atau
relasasi saat terjadi proses pernapasan.
permukaan bagian dalan rongga dada dan permukaan luar dari paru-paru dilapisi
oleh membran pleura. membran pleura yang melapisi bagian dalam rongga dada
disebut pleura parietal, sedangkan yang melapisi paru-paru disebut pleura visceral.
Diantara kedua membran terdapat rongga pleura yang berisi cairan getah bening.

Mekanisme bernafas
Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pernapasan dada terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi, demikian juga untuk
pernapasan perut.

Mekanisme pernapasan dada
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang
rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam
paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk
ke paru-paru

2. Fase ekspirasi pernapasan dada
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --
> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara
luar --> udara keluar dari paru-paru.

Mekanisme pernapasan perut
1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi
mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil
dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

2. Fase ekspirasi pernapasan perut
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru
mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara
luar --> udara keluar dari paru-paru.



Udara pernapasan
Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara
pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam,
yaitu:

1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa.
Volume udara yang masuk dan keluar sebanyak 500 ml

2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara
maksimal, setelah melakukan inspirasi normal. Besarnya udara komplementer
adalah 2500 - 3000 ml

3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US
Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal
setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300
ml

4. Udara residu --> UR
merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga
agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah
1200 ml.









Volume udara pernapasan
* Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml
* Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350 ml yang sampai di alveolus, sisanya
hanya sampai saluran pernapasan.
* Jumlah oksigen yang diperlukan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc.

Kapasitas paru-paru

1. Kapasitas vital --> KV
Merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal setelah
melakukan inspirasi secara maksimal.
Kapasitas paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KV = VT + UK + US

Berdasarkan rumus di atas kapasitas vital paru-paru adalah sebesar 4750 ml
2. Kapasitas total --> KT
Merupakan udara yang dapat tertampung secara maksimal di paru-paru secara
keseluruhan.
Kapasitas total paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

KT = KV + UR

Berdasarkan rumus di atas dapat dihitung kapasitas total paru-paru adalah sebesar
5800 ml
Frekuensi pernapasan
Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per
menit. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18
kali.

Faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:

1. Usia
Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin
bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun.

2. Jenis kelamin.
Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan.

3. Suhu tubuh
Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin
cepat.
4. Posisi tubuh
Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi
diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk.
Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi
tengkurap.
5. Aktivitas
Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat.


Pertukaran Oksigen dan Carbondioksida

1. Pertukaran oksigen
Kebutuhan oksigen setiap individu berbeda-beda tergantung pada umur, aktivitas,
berat badan, jenis kelamin dan jumlah makanan yang dikonsumsi makanan yang
dikonsumsi.
Dalam keadaan biasa jumlah oksigen yang dibutuhkan sebanyak 300 ml perhari per
individu. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin dengan reaksi sebagai
berikut:

Hb4 + 4 O2 -----> 4 HbO2

Proses pengikatan dan pelepasan oksigen dipengaruhi oleh tekanan oksigen, kadar
oksigen, kadar carbondioksida dan kadar oksigen dan karbondioksida di jaringan
tubuh.
Penjelasan dari segi tekanan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tekanan oksigen di udara sama dengan tekanan oksigen dalam alveolus. Tekanan
oksigen di arteri 100 mmHg, tekanan oksigen di jaringan 0 - 40 mmHg, tekanan
oksigen di vena 40 mmHg. Jadi tekanan oksigen di udara luar = tekanan oksigen di
alveolus. Tekanan udara di alveolus lebih besar dibandingkan tekanan oksigen di
arteri. Tekanan oksigen di arteri lebih besar dari tekanan oksigen di jaringan.
Berapa cc O2 yang dapat diangkut oleh 5 liter darah, sekali beredar ke seluruh
tubuh?

Setiap 100 cc darah di arteri mampu mengangkut 19 ccO2.
Setelah sampai di vena setiap 100 cc darah masih mengandung O2 sebanyak 12 cc
Jadi volume O2 yang tertinggal di jaringan adalah 7 cc.

Jika volume darah ada 5 liter, atau 5000 liter, maka volume O2 yang sampai ke
jaringan sekali beredar adalah:
5000 / 100 x 7 cc = 50 x 7 = 350 cc

2. Pertukaran Karbondioksida
P.CO2 di jaringan tubuh = 60 mmHg P. CO2 di vena = 47 mmHg P. CO2 di
alveolus atau luar tubuh = 35 mmHg

Pengangkutan CO2 oleh darah dilakukan 3 cara yaitu:
a. Oleh plasma darah
CO2 + H2O H2CO3
Pengangkutan ini dibantu enzim karbonat anhidrase jumlah CO2 yang dapat di
angkut sebanyak 5 %.
b. Oleh Hemoglobin
CO2 + Hb -----> HbCO2 (Karbominohemoglobin)
c. Pertukaran klorida
- CO2 + H2O -------> HCO3
- H2CO3 -------> H+ dan HCO3
- H+ di ikat Hb, krn bersifat racun dalam sel
- HCO3 --------> ke plasma darah
- HCO3 ---------> diganti oleh Cl-



Gangguan pada alat pernapasan
Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Alat-alat pernapasan merupakan
organ tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu karena penyakit atau
kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan
kematian.Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi
pada saluran pernapasan manusia.
1. Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang
ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan
terasa gatal.
2. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran
pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan
psikologis. Asma bersifat menurun.
3. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri
mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-
bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang
meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita
terengah-engah.
4. Macam-macam peradangan pada sistem pernapasan manusia:a. Rinitis, radang
pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza.
a. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk
sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.
b. Faringitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus.
Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan
diberi antibiotik.
c. Laringitis, radng pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara.
Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol,
dan terlalu banyak serak.
d. Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami
demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan.
e. Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang
hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui
operasi.
5. Asfikasi, adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan
penggunaan oksigen yang disebabkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air),
pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO
dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).
6. Asidosis, adalah kenaikan adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam
bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
7. Difteri, adalah penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh lendir yang
dihasilkan kuman difteri.
8. Emfisema, adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh darahnya
kemasukan udara.
9. Pneumonia, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada
alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
10. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya penyempitan saluran
napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan di tekak atau
amandel.
11. Kanker paru-paru, mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-
paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan
dengan aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga dapat menderita kanker
paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kanker paru-paru adalah
penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk petroleum, dan kromium.


Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan
Kandungan Asap RokokAsap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung
komponen gas dan partikel.komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon
dioksida, hydrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen, dan senyawa
hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol,
dan kadmium.
Asap yang dihembuskan para perokok dapat di bagi atas asap utama dan asap
samping. Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh
perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke
udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif. Terdapat 4000
jenis bahan kimia dalam rokok, dan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik
(dapat menyebabkan kanker), dimana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada
asap samping. Misalnya karbon monoksida, 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada
asap samping daripada asap utama , benzopiren 3 kali, dan ammonia 50 kali. Bahan
bahan ini dapat bertahan di ruangan berjam jam lamanya.

Penyakit Akibat Merokok.
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan
dan jaringan paru-paru. Akibat perubahan anatomi saluran pernapasan tersebut,
pada perokok akan timbul perubahan fungsi paru-paru.
Merokok juga merupakan penyebab timbulnya penyakit obstruksi paru menahun,
termasuk emfisema (pembengkakan paru-paru), bronkitis kronis, dan asma.
Merokok menjadi pemicu utama penyebab penyakit kanker paru-paru. Hubungan
tersebut telah diteliti dan akhirnya secara tegas memang bahwa rokok sebagai
penyebab utama kanker paru-paru.
Dibandingkan dengan bukan seorang perokok, kemungkinan timbulnya kenker paru-
paru pada perokok mencapai 10-30 kali lipat.Gangguan yang ditimbulkan akibat
merokok antara lain sebagai berikut.


1. Jantung KoronerMerokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh
darah jantung koroner. Merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan
pembuluh darah perifer.

2. StrokePenyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak sehingga
pecah banyak dikaitkan dengan kegiatan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian
lebih tinggi pada perokok dibandingkan bukan perokok

3. Memudahkan Terjangkit AIDSDalam penelitian yang banyak dilakukan di amerika
serikat dan inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan
timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata
dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5
bulan. Ternyata merokok menurunkan kekebalan tubuh sehingga lebih mudah
terkena AIDS.
4. Gangguan Fisiologis Nikotin menyebabkan ketagihan. Selain itu, nikotin juga
merangsang pelepasan andrenalin, meningkatan frekuensi jantung, tekanan darah,
dan kebutuhan oksigen jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan
banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin juga dapat mengaktifkan trombosit sehingga
terjadi adhesi (penempelan) trombosit ke dalam pembuluh darah. Karbon monoksida
melarutkan hemoglobin, sehingga persediaan opksigen untuk jaringan tubuh
menurun. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan
oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh
darah). CO membuat darah mengental dan mudah menggumpal.

SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA
Vertebrata terdiri dari lima kelompok, yaitu ikan, katak, reptilia, burung dan
mamalia.Kelima anggota vertebrata tersebut memiliki susunan alat dan sisitem
pernapasan berbeda. Akan dibahas Sbb.


A. Sistem Pernapasan Pada Ikan
Ikan hanya dapat hidup di air dan mempunyai alat pernapasan yang khusus. Ikan
bernapasa dengan insang yang terdapat pada sisi kanan dan kiri kepala. Ikan
bertulang sejati misalnya ikan mas, mempunyai tutup insang atau disebut
operculum. Insang mempunyai lembaran yang halus yang banyak mengandung
kapiler darah sehingga berwarna merah.Pada beberapa jenis ikan, rongga
insangnya meluas membentuk lipatan tidak teratur yang disebut labirin. Rongga
labirin berguna untuk menyimpan udara sehingga ikan tersebut dapat hidup di
lingkungan yang kurang oksigen.

B. Sistem Pernapasan Pada Katak
Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air.
Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Waktu katak masih berbentuk larva,
berudu hidup di air dan bernapas dengan insang.
Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Insang luar
terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Apabila insang
ini bergetar, maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air
di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. Seiring
dengan pertumbuhan berudu, timbul celah insang dan terbentuk insang dalam.
Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Kemudian berudu
perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-
paru dan kulit. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah
kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Oleh karena itu katak sering berada di
tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Selain itu selaput kulit pada rongga
mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi.

C. Sistem Pernapasan Pada Reptilia
Secara umum reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Tetapi pada beberapa
reptilia, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit disekitar kloaka. Pada reptilia
umumnya udara luar masuk melalui lubang hidung, trakea, bronkus, dan akhirnya ke
paru-paru. Lubang hidung terdapat di ujung kepala atau moncong. Udara keluar dan
masuk ke dalam paru-paru karena gerakan tulang rusuk.
D. Sistem Pernapsan Pada Burung
Burung ketika terbang digerakan oleh otot-otot dada. Ketika terbang gerakan otot
dada dapat mengganggu pengambilan oksigen oleh paru-paru. Oleh karena itu,
selain dengan bernapas dengan paru-paru, burung mempunyai alat bantu yang
bernama kantong udara.

Kantong udara mempunyai fungsi :
1. membantu pernapasan pada waktu terbang
2. membantu memperbesar ruang siring sehingga dapat memperkeras suara
3. menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh hingga tidak kedinginan
4. membantu mencegah hilangnya panas badan yang terlalu besar
Saluran pernapasan yang terdiri atas lubang hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru.
Pada percabangan tenggorokan terdapat alat suara atau siring. Siring adalah
selaput suara yang bergetar dan menghasilkan bunyi jika dilewati udara


SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA
Minggu, Januari 29, 2012 fkip.biologi C No comments

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
PADA MANUSIA

Pengantar
Sistem pencernaan makanan berhubungan dengan penerimaan makanan san
prosesnya sehingga zat makanan siap memasuki proses metabolisme dalam sel
tubuh. Selama dalam proses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat
sederhana dan dapat diserap oleh usus halus, kemudian digunakan oleh sel tubuh.











Organ Pencernaan Makanan
Organ pencernaan makanan adalah bagian-
bagian tubuh yang berperan dalam mencerna makanan yang kita makan dan
mengubahnya dari bentuk kasar menjadi bentuk halus, sehingga makanan itu dapat
diserap oleh usus halus.
Alat-alat pencernaan makanan terdiri atas saluran pencernaan makanan dan
kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas rongga mulut, tekak,
kerongkongan, lambung, usu halus, usus besar, dan anus. Sedangkan kelenjar
pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelnjar usus, hati dan
pankreas.










1. Rongga mulut
Rongga mulut merupakan awal dari saluran pencernaan makan. Didalam rongga
mulut terdapat lidah, gigi, dan kelenjar ludah.

a. Lidah
Lidah membentuk rantai dari rongga mulut. Bagian belakang otot-otot lidah melekat
pada tulang hyoid. Lidah mengandung dua jenis otot, yaitu:
Otot ekstrinsik yang berorigi di luar lidah, insersi di lidah.
Otot intrinsik yang berorigo dan insersi di dalam lidah.
Lidah berfungsi untuk mengaduk-aduk bahan makanan didalam rongga mulut,
membantu menelan makanan, sebagai indera pengecap rasa, juga sebagai alat
bantu bersuara.







b. Gigi

Gigi berfungsi untuk mencerna makan secara mekanik dengan cara mengunyah
sehingga makan menjadi halus. Ada 4 macam gigi manusia:
Gigi seri (Insisivus) berfungsi untuk memotong dan menggigit.
Gigi taring (Caninus) befungsi untuk merobek dan mencabik makanan.
Gigi geraham depan (Prae Molar) berfungsi untuk mengunyah makanan.
Gigi geraham belakang (Molar) berfungsi untuk mengunyah makanan.
Terdapat 2 macam gigi, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu dimiliki oleh
anak berusia 1 - 6 tahun, jumlahnya 20 buah. Gigi permanen dimiliki oleh anak
diatas 6 tahun, jumlahnya 32 buah. Gigi tertanam didalam rahang mempunyai
bagian-bagian sebagai berikut:
Akar gigi : bagian gigi yang tertanam didalam rahang
Mahkota Gigi: bagian gigi ynang tampak diluar rahang.
Leher gigi: bagian gigi diantara mahkota gigi dan akar gigi.
Lapisan gigi berturut-turut dari luar kedalam adalah email, dentin, dan pulpa/rongga
gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah.


c. Kelenjar Ludah
Dalam rongga mulut terdapat 3 kelenjar ludah yaitu:
1) Kelenjar parotis
2) Kelenjar submandibularis
3) Kelenjar sublingualis
Semua kelenjar tersebut menghasilkan air ludah (saliva) untuk membasahi rongga
mulut dan membasahi makanan, sehingga makanan mudah ditelan. Air ludah
mengandung enzim ptialin yang identik dengan enzim amilase.
2. Tekak (Faring)
Tekak (faring) terletak dibelakang hidung, mulut dan tenggorokan. Tekak berupa
saluran dengan panjang kira-kira 7 cm. Faring terdiri atas 3 bagian, yaitu:
a. Naso faring, dibelakang hidung, terdapat tuba eustachius, kelenjar adenoid
b. Faring oralis, dibelakang mulut, terdapat tonsil amandel
c. Faring laryngeal, bagian terendah dari faring yang terletak dibagian laring

3. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan adalah tabung berotot yang panjangnya sekitar 25 cm da garis
tengan 2 cm, dimulai dari faring sampai pintu masuk kardiak lambung.
Kerongkongan berfungsi menghantarkan makanan yang dimakan dari faring ke
lambung dengan adanya gerakan peristaltik esophagus.
Diujung kerongkongan yang berbatasan dengan lambung terdapat spingter
esofageal atau spingter kardiak yang merupakan penghalang agar bahan makanan
tidak balik lagi dari lambung ke kerongkongan.






4. Lambung

Lambung terdiri atas 4 lapisan. Berturut-turut dari luar kedalam, lambung dilapisi
oleh selubung serosa, otot polos (longitudinal, sirkular, dan diagonal), lapisan sub
mukosa, serta lapisan mukosa. Lambung menerima makanan dari kerongkongan.
Didalam lambung makanan selain dicerna secara mekanik juga dicerna secara
kimiawi dengan melibatkan berbagai macam enzim. Gerakan peristaltik berjalan
berulang-ulang sehingga ,makanan akan terus dihancurkan sampai terbentuk bubur
kim.
Fungsi lambung sebagai fungsi motoris adalah :
Fungsi reservoir, menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit
dicerna dan bergerak pada saluran cerna.
Fungsi mencampur. Memecah makanan menjadi halus dan mencampurnya dengan
getah lambung melalui kontraksi otot yang meliputinya.
Fungsi pengosongan lambung, diatur oleh pembukaan sfingter pilorus, yang diatur
oleh viskositas, volume, keasaman, aktifitas osmosis, keadaan fisik, serta oleh
emosi, obat-obatan, dan kerja. Pengosongan lambung diatur oleh faktor saraf dan
hormonal.
Fungsi lambung sebagai fungsi sekresi dan pencernaan adalah:
Mencernakan protein oleh pepsin dan HCl, pati oleh amilase, dan lemak oleh lipase.
Sintesis dan pengeluaran gastrin.
Sekresi faktor intrinsik memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian
distal.
Sekresi mukus, sebagai pelindung lambung dan pelumasan makanan agar mudah
ditranspor.





5. Hati

Hati terletak disebelah kanan atas rongga perut dibawah diafragma, beratnya sekitar
2,5% dari berat badan orang dewasa normal.
Hati mempunyai fungsi:
a. Memproduksi protein plasma (albumin, fibrinogen, protrombin, heparin)
b. Fagositosis mikroorganisme, eritrosit dan leukosit yang sudah tua
c. Pusat metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat
d. Pusat detoksifikasi zat yang beracun di dalam tubuh
e. Memproduksi cairan empedu
f. Merupakan gudang penyimpanan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe); vitamin A,
D, E, K, B12; glikogen dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh
Hati memegang peranan penting pada metabolisme tiga bahan makanan yaitu
karbohidrat, protein dan lemak.





6. Usus Halus

Fungsi usus halus adalah mencerna dan menyerap bubur kim yang berasal dari
lambung. Isinya yang cair digerakkan oleh serangkaian gerakan peristaltik yang
cepat, juga gerakan segmental usus sehingga isi usus akan bercampur.
Getah usus berwarna kuning jernih; pH 7,6; mengandung berbagai enzim misalnya
peptidase, maltase, sukrase, ribonuklease, dan enterokinase.
Usus halus dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Usus duabelas jari (duodenum)
Usus duabelas jari panjangnya sekitar 25 cm, merupakan tempat bermuara
saluranpankreas, dan saluran empedu. Disini terjadi pncernaan secara kimiawi.
b. Usus Kosong (yeyenum)
Usus kosong panjangnya sekitar 7 meter. Merupakan tempat diselesaikannya
proses pencernaan makanan.
c. Usus Penyerapan (ileum)
Usus penyerapan panjangnya sekitar 1 meter. Disinilah sari-sari makanan hasil
proses pencernaan diserap oleh jonjot usus (vili).


7. Usus Besar

Usus besar terdiri atas 2 bagian, yaitu: usus tebal (kolon) dan poros usus (rektum).
a. Usus Tebal (kolon)
Usus tenal panjangnya kira-kira 0,5 meter, berperan dalam proses reabsorpsi air,
sehingga feses semakin padat. Gerak peristaltik didalam usus tebal sangat lambat.
Disini terjadi simbiosis mutualisme, terdapat mikroorganisme yang hidup membantu
proses pembusukan sisa pencernaan makanan.
b. Poros Usus (rektum)
Rektum ialah saluran yang panjangnya sekitar 10 cm terbawah dari usus tebal,
berakhir pada saluran anal (anus) yang tersusun oleh otot polos dan otot lurik.
Struktur poros usus serupa dengan struktur usus tebal, tetapi dinding yang berotot
lebih tebal. Didalam saluran anus serabut otot sirkuler menebal membentuk otot
sfingter anur interna.

Proses Pencernaan Zat Makanan Pada Manusia

Agar sari makanan yang terdapat dalam makanan berguna bagi tubuh, maka
makanan itu harus dicerna terlebih dahulu. Proses pencernaan berlangsung didalam
saluran pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis
menggunakan organ-organ pencernaan sehingga makanan berubah dari kasar
menjadi halus. Dilanjutkan dengan pencernaan kimiawi yang melibatkan berbagai
macam enzim sehingga sari-sari makanan siap diserap oleh usus halus.
Bahan makanan (bahan gizi) yang diperlukan oleh manusia mencakup: karbohidrat,
protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Bahan makanan tersebut dapat berfungsi
sebagai bahan pembangun (protein, mineral), sumber energi (karbohidrat, protein,
lemak), bahan pengangkut (protein, mineral, vitamin). Karbohidrat akan diserap
dalam bentuk monoskarida (glukosa), protein akan diserap dalam bentuk asam
amino, dan lemak akan diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol.
Makanan masuk kedalam rongga mulut akan dicerna secara mekanis dengan
menggunakan gigi, pergerakan otot lidah dan pipi untuk mencampur makanan
dengan air ludah sehingga terbentuklah bolus yang agak bulat untuk ditelan.
Pencernaan kimiawi karbohidrat di rongga mulut dibantu oleh enzim amilase
(ptialin). Selanjutnya makanan masuk melewati tekak (faring) dan terus ke
kerongkongan, kemudian ke lambung. Di lambung makanan akan dicerna secara
mekanis oleg gerakan peristaltik dari otot dinding lambung, juga secara kimiawi oleh
enzim yang dapat bekerja dalam suasana asam.
Selanjutnya, makanan yang berbentuk bubur kim masuk ke usus halus, dicerna
secara kimiawi oleh berbagai macam enzim, sehingga sari-sari makanan siap
diserap oleh usus halus, kemudian akan diedarkan oleh darah ke berbagai sel di
seluruh tubuh.



SEL
Selasa, Februari 07, 2012 fkip.biologi C No comments
SEL
A. Sejarah Sel
Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris
Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang
dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti
rongga/ruangan.
Pada tahun 1835, sebelum teori sel menjadi lengkap, Jan Evangelista Purkyn
melakukan pengamatan terhadap granula pada tanaman melalui mikroskop. Teori
sel kemudian dikembangkan pada tahun 1839 oleh Matthias Jakob Schleiden dan
Theodor Schwann yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup atau organisme
tersusun dari satu sel tunggal, yang disebut uniselular, atau lebih, yang disebut
multiselular. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya, di dalam sel
terjadi fungsi-fungsi vital demi kelangsungan hidup organisme dan terdapat informasi
mengenai regulasi fungsi tersebut yang dapat diteruskan pada generasi sel
berikutnya.
Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua
organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar
organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota
beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi
untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.

B. Pengertian Sel
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti
biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena
itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya
terpenuhi.
Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular, misalnya
bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan Protozoa) atau dari banyak sel
(multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel
penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup.
Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua
organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar
organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota
beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi
untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.

Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa).
Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap ruang). Perbesaran
400 kali.





C. Macam Sel


a. Sel Prokariota

Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro, 'sebelum' dan karyon, 'biji'), tidak ada
membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah tempat DNA
terkonsentrasi di sitoplasma disebut nukleoid. Kebanyakan prokariota merupakan
organisme uniselular dengan sel berukuran kecil (berdiameter 0,72,0 m dan
volumenya sekitar 1 m
3
) serta umumnya terdiri dari selubung sel, membran sel,
sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur lain.
Hampir semua sel
prokariotik memiliki selubung sel di luar membran selnya. Jika selubung tersebut
mengandung suatu lapisan kaku yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks
karbohidrat-protein, peptidoglikan, lapisan itu disebut sebagai dinding sel.
Kebanyakan bakteri memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan
peptidoglikan, dan ada pula bakteri yang memiliki selubung sel dari protein.
Sementara itu, kebanyakan selubung sel arkea berbahan protein, walaupun ada
juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel prokariota mencegah sel pecah
akibat tekanan osmosis pada lingkungan yang berkonsentrasi lebih rendah daripada
isi sel.
Sejumlah prokariota memiliki struktur lain di luar selubung selnya. Banyak jenis
bakteri memiliki lapisan di luar dinding sel yang disebut kapsul yang membantu sel
bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain. Kapsul juga dapat membantu
sel bakteri menghindari jenis tertentu sel kekebalan tubuh manusia. Selain itu,
sejumlah bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain dengan benang
protein yang disebut pilus (jamak: pili) dan fimbria (jamak: fimbriae). Banyak jenis
bakteri bergerak menggunakan flagelum (jamak: flagela) yang melekat pada dinding
selnya dan berputar seperti motor.
Prokariota umumnya memiliki satu molekul DNA dengan struktur lingkar yang
terkonsentrasi pada nukleoid. Selain itu, prokariota sering kali juga memiliki bahan
genetik tambahan yang disebut plasmid yang juga berstruktur DNA lingkar. Pada
umumnya, plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun sering
kali plasmid membawa gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan pada
keadaan tertentu, misalnya resistansi terhadap antibiotik.
Prokariota juga memiliki sejumlah protein struktural yang disebut sitoskeleton, yang
pada mulanya dianggap hanya ada pada eukariota. Protein skeleton tersebut
meregulasi pembelahan sel dan berperan menentukan bentuk sel.

b. Sel Eukariota

D. Bagian Sel dan Organel Sel

a. Membran\
Membran sel terdiri dari lapisan ganda fosfolipid dan berbagai protein.
Membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma dan berfungsi
sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrien, dan limbah
yang cukup untuk melayani seluruh

volume sel.
[7]
Membran sel juga berperan dalam sintesis ATP, pensinyalan sel, dan
adhesi sel.
Membran sel berupa lapisan sangat tipis yang terbentuk dari molekul lipid dan
protein. Membran sel bersifat dinamik dan kebanyakan molekulnya dapat bergerak
di sepanjang bidang membran. Molekul lipid membran tersusun dalam dua lapis
dengan tebal sekitar 5 nm yang menjadi penghalang bagi kebanyakan molekul
hidrofilik. Molekul-molekul protein yang menembus lapisan ganda lipid tersebut
berperan dalam hampir semua fungsi lain membran, misalnya mengangkut molekul
tertentu melewati membran. Ada pula protein yang menjadi pengait struktural ke sel
lain, atau menjadi reseptor yang mendeteksi dan menyalurkan sinyal kimiawi dalam
lingkungan sel. Diperkirakan bahwa sekitar 30% protein yang dapat disintesis sel
hewan merupakan protein membran.

b. Nukleus
Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota
(sebagian lain gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Dengan diameter
rata-rata 5 m, organel ini umumnya adalah organel yang paling mencolok dalam sel
eukariota. Kebanyakan sel memiliki satu nukleus, namun ada pula yang memiliki
banyak nukleus, contohnya sel otot rangka, dan ada pula yang tidak memiliki
nukleus, contohnya sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya saat
berkembang.
Selubung nukleus
melingkupi nukleus dan memisahkan isinya (yang disebut nukleoplasma) dari
sitoplasma. Selubung ini terdiri dari dua membran yang masing-masing merupakan
lapisan ganda lipid dengan protein terkait. Membran luar dan dalam selubung
nukleus dipisahkan oleh ruangan sekitar 2040 nm. Selubung nukleus memiliki
sejumlah pori yang berdiameter sekitar 100 nm dan pada bibir setiap pori, kedua
membran selubung nukleus menyatu.
Di dalam nukleus, DNA terorganisasi bersama dengan protein menjadi kromatin.
Sewaktu sel siap untuk membelah, kromatin kusut yang berbentuk benang akan
menggulung, menjadi cukup tebal untuk dibedakan melalui mikroskop sebagai
struktur terpisah yang disebut kromosom.
Struktur yang menonjol di dalam nukleus sel yang sedang tidak membelah ialah
nukleolus, yang merupakan tempat sejumlah komponen ribosom disintesis dan
dirakit. Komponen-komponen ini kemudian dilewatkan melalui pori nukleus ke
sitoplasma, tempat semuanya bergabung menjadi ribosom. Kadang-kadang terdapat
lebih dari satu nukleolus, bergantung pada spesiesnya dan tahap reproduksi sel
tersebut. Nukleus mengedalikan sintesis protein di dalam sitoplasma dengan cara
mengirim molekul pembawa pesan berupa RNA, yaitu mRNA, yang disintesis
berdasarkan "pesan" gen pada DNA. RNA ini lalu dikeluarkan ke sitoplasma melalui
pori nukleus dan melekat pada ribosom, tempat pesan genetik tersebut
diterjemahkan menjadi urutan asam amino protein yang disintesis.

c. Ribosom
Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel dengan laju sintesis protein
yang tinggi memiliki banyak sekali ribosom, contohnya sel hati manusia yang
memiliki beberapa juta ribosom.
[21]
Ribosom sendiri tersusun atas berbagai jenis
protein dan sejumlah molekul RNA.
Ribosom eukariota lebih besar daripada ribosom prokariota, namun keduanya
sangat mirip dalam hal struktur dan fungsi. Keduanya terdiri dari satu subunit besar
dan satu subunit kecil yang bergabung membentuk ribosom lengkap dengan massa
beberapa juta dalton.
Pada eukariota, ribosom dapat ditemukan bebas di sitosol atau terikat pada bagian
luar retikulum endoplasma. Sebagian besar protein yang diproduksi ribosom bebas
akan berfungsi di dalam sitosol, sementara ribosom terikat umumnya membuat
protein yang ditujukan untuk dimasukkan ke dalam membran, untuk dibungkus di
dalam organel tertentu seperti lisosom, atau untuk dikirim ke luar sel. Ribosom
bebas dan terikat memiliki struktur identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel
dapat menyesuaikan jumlah relatif masing-masing ribosom begitu metabolismenya
berubah.

d. Sistem Endomembran
Berbagai membran dalam
sel eukariota merupakan bagian dari sistem endomembran. Membran ini
dihubungkan melalui sambungan fisik langsung atau melalui transfer antarsegmen
membran dalam bentuk vesikel (gelembung yang dibungkus membran) kecil. Sistem
endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan Golgi,
lisosom, berbagai jenis vakuola, dan membran plasma.
[21]
Sistem ini memiliki
berbagai fungsi, termasuk sintesis dan modifikasi protein serta transpor protein ke
membran dan organel atau ke luar sel, sintesis lipid, dan penetralan beberapa jenis
racun.

e. Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan perluasan selubung nukleus yang terdiri dari
jaringan (reticulum = 'jaring kecil') saluran bermembran dan vesikel saling terhubung.
Terdapat dua bentuk retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma kasar dan
retikulum endoplasma halus.
Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena permukaannya ditempeli
banyak ribosom. Ribosom yang mulai mensintesis protein dengan tempat tujuan
tertentu, seperti organel tertentu atau membran, akan menempel pada retikulum
endoplasma kasar. Protein yang terbentuk akan terdorong ke bagian dalam
retikulum endoplasma yang disebut lumen. Di dalam lumen, protein tersebut
mengalami pelipatan dan dimodifikasi, misalnya dengan penambahan karbohidrat
untuk membentuk glikoprotein. Protein tersebut lalu dipindahkan ke bagian lain sel di
dalam vesikel kecil yang menyembul keluar dari retikulum endoplasma, dan
bergabung dengan organel yang berperan lebih lanjut dalam modifikasi dan
distribusinya. Kebanyakan protein menuju ke badan Golgi, yang akan mengemas
dan memilahnya untuk diantarkan ke tujuan akhirnya.
Retikulum endoplasma halus tidak memiliki ribosom pada permukaannya. Retikulum
endoplasma halus berfungsi misalnya dalam sintesis lipid komponen membran sel.
Dalam jenis sel tertentu, misalnya sel hati, membran retikulum endoplasma halus
mengandung enzim yang mengubah obat-obatan, racun, dan produk sampingan
beracun dari metabolisme sel menjadi senyawa-senyawa yang kurang beracun atau
lebih mudah dikeluarkan tubuh.

f. Badan Golgi
Badan Golgi (dinamai menurut nama penemunya, Camillo Golgi) tersusun atas
setumpuk kantong pipih dari membran yang disebut sisterna. Biasanya terdapat tiga
sampai delapan sisterna, tetapi ada sejumlah organisme yang memiliki badan Golgi
dengan puluhan sisterna. Jumlah dan ukuran badan Golgi bergantung pada jenis sel
dan aktivitas metabolismenya. Sel yang aktif melakukan sekresi protein dapat
memiliki ratusan badan Golgi. Organel ini biasanya terletak di antara retikulum
endoplasma dan membran plasma.
[25]

Sisi badan Golgi yang paling dekat dengan nukleus disebut sisi cis, sementara sisi
yang menjauhi nukleus disebut sisi trans. Ketika tiba di sisi cis, protein dimasukkan
ke dalam lumen sisterna. Di dalam lumen, protein tersebut dimodifikasi, misalnya
dengan penambahan karbohidrat, ditandai dengan penanda kimiawi, dan dipilah-
pilah agar nantinya dapat dikirim ke tujuannya masing-masing.
[26]

Badan Golgi mengatur pergerakan berbagai jenis protein; ada yang disekresikan ke
luar sel, ada yang digabungkan ke membran plasma sebagai protein transmembran,
dan ada pula yang ditempatkan di dalam lisosom. Protein yang disekresikan dari sel
diangkut ke membran plasma di dalam vesikel sekresi, yang melepaskan isinya
dengan cara bergabung dengan membran plasma dalam proses eksositosis. Proses
sebaliknya, endositosis, dapat terjadi bila membran plasma mencekung ke dalam sel
dan membentuk vesikel endositosis yang dibawa ke badan Golgi atau tempat lain,
misalnya lisosom.

g. Lisosom
Lisosom pada sel hewan merupakan vesikel yang memuat lebih dari 30 jenis enzim
hidrolitik untuk menguraikan berbagai molekul kompleks. Sel menggunakan kembali
subunit molekul yang sudah diuraikan lisosom itu. Bergantung pada zat yang
diuraikannya, lisosom dapat memiliki berbagai ukuran dan bentuk. Organel ini
dibentuk sebagai vesikel yang melepaskan diri dari badan Golgi.
Lisosom menguraikan molekul makanan yang masuk ke dalam sel melalui
endositosis ketika suatu vesikel endositosis bergabung dengan lisosom. Dalam
proses yang disebut autofagi, lisosom mencerna organel yang tidak berfungsi
dengan benar. Lisosom juga berperan dalam fagositosis, proses yang dilakukan
sejumlah jenis sel untuk menelan bakteri atau fragmen sel lain untuk diuraikan.
Contoh sel yang melakukan fagositosis ialah sejenis sel darah putih yang disebut
fagosit, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh

h. Vakuola
Kebanyakan fungsi lisosom sel hewan dilakukan oleh vakuola pada sel tumbuhan.
Membran vakuola, yang merupakan bagian dari sistem endomembran, disebut
tonoplas. Vakuola, berasal dari kata yang berarti 'kosong', dinamai demikian karena
organel ini tidak memiliki struktur internal. Umumnya vakuola lebih besar daripada
vesikel, dan kadang kala terbentuk dari gabungan banyak vesikel.
Sel tumbuhan muda berukuran kecil dan mengandung banyak vakuola kecil yang
kemudian bergabung membentuk suatu vakuola sentral seiring dengan penambahan
air ke dalamnya. Ukuran sel tumbuhan diperbesar dengan menambahkan air ke
dalam vakuola sentral tersebut. Vakuola sentral juga mengandung cadangan
makanan, garam-garam, pigmen, dan limbah metabolisme. Zat yang beracun bagi
herbivora dapat pula disimpan dalam vakuola sebagai mekanisme pertahanan.
Vakuola juga berperan penting dalam mempertahankan tekanan turgor tumbuhan.
Vakuola memiliki banyak fungsi lain dan juga dapat ditemukan pada sel hewan dan
protista uniselular. Kebanyakan protozoa memiliki vakuola makanan, yang
bergabung dengan lisosom agar makanan di dalamnya dapat dicerna. Beberapa
jenis protozoa juga memiliki vakuola kontraktil, yang mengeluarkan kelebihan air dari
sel.

i. Mitokondria
Sebagian besar sel eukariota mengandung banyak mitokondria, yang menempati
sampai 25 persen volume sitoplasma. Organel ini termasuk organel yang besar,
secara umum hanya lebih kecil dari nukleus, vakuola, dan kloroplas. Nama
mitokondria berasal dari penampakannya yang seperti benang (bahasa Yunani
mitos, 'benang') di bawah mikroskop cahaya.
Organel ini memiliki dua macam membran, yaitu membran luar dan membran dalam,
yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Luas permukaan membran dalam lebih
besar daripada membran luar karena memiliki lipatan-lipatan, atau krista, yang
menyembul ke dalam matriks, atau ruang dalam mitokondria.

Mitokondria adalah tempat berlangsungnya respirasi selular, yaitu suatu proses
kimiawi yang memberi energi pada sel. Karbohidrat dan lemak merupakan contoh
molekul makanan berenergi tinggi yang dipecah menjadi air dan karbon dioksida
oleh reaksi-reaksi di dalam mitokondria, dengan pelepasan energi. Kebanyakan
energi yang dilepas dalam proses itu ditangkap oleh molekul yang disebut ATP.
Mitokondria-lah yang menghasilkan sebagian besar ATP sel. Energi kimiawi ATP
nantinya dapat digunakan untuk menjalankan berbagai reaksi kimia dalam sel.
Sebagian besar tahap pemecahan molekul makanan dan pembuatan ATP tersebut
dilakukan oleh enzim-enzim yang terdapat di dalam krista dan matriks mitokondria.
Mitokondria memperbanyak diri secara independen dari keseluruhan bagian sel lain.
[

Organel ini memiliki DNA sendiri yang menyandikan sejumlah protein mitokondria,
yang dibuat pada ribosomnya sendiri yang serupa dengan ribosom prokariota.

j. Kloroplas
Kloroplas merupakan salah satu jenis organel yang disebut plastid pada tumbuhan
dan alga. Kloroplas mengandung klorofil, pigmen hijau yang menangkap energi
cahaya untuk fotosintesis, yaitu serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya
menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan senyawa
organik lain.

Satu sel alga uniselular dapat memiliki satu kloroplas saja, sementara satu sel daun
dapat memiliki 20 sampai 100 kloroplas. Organel ini cenderung lebih besar daripada
mitokondria, dengan panjang 510 m atau lebih. Kloroplas biasanya berbentuk
seperti cakram dan, seperti mitokondria, memiliki membran luar dan membran dalam
yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Membran dalam kloroplas menyelimuti
stroma, yang memuat berbagai enzim yang bertanggung jawab membentuk
karbohidrat dari karbon dioksida dan air dalam fotosintesis. Suatu sistem membran
dalam yang kedua di dalam stroma terdiri dari kantong-kantong pipih disebut tilakoid
yang saling berhubungan. Tilakoid-tilakoid membentuk suatu tumpukan yang disebut
granum (jamak, grana). Klorofil terdapat pada membran tilakoid, yang berperan
serupa dengan membran dalam mitokondria, yaitu terlibat dalam pembentukan ATP.
Sebagian ATP yang terbentuk ini digunakan oleh enzim di stroma untuk mengubah
karbon dioksida menjadi senyawa antara berkarbon tiga yang kemudian dikeluarkan
ke sitoplasma dan diubah menjadi karbohidrat.
Sama seperti mitokondria, kloroplas juga memiliki DNA dan ribosomnya sendiri serta
tumbuh dan memperbanyak dirinya sendiri. Kedua organel ini juga dapat berpindah-
pindah tempat di dalam sel.

k. Peroksisom
Peroksisom berukuran mirip dengan lisosom dan dapat ditemukan dalam semua sel
eukariota. Organel ini dinamai demikian karena biasanya mengandung satu atau
lebih enzim yang terlibat dalam reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida
(H
2
O
2
). Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia beracun, namun di dalam
peroksisom senyawa ini digunakan untuk reaksi oksidasi lain atau diuraikan menjadi
air dan oksigen. Salah satu tugas peroksisom adalah mengoksidasi asam lemak
panjang menjadi lebih pendek yang kemudian dibawa ke mitokondria untuk oksidasi
sempurna. Peroksisom pada sel hati dan ginjal juga mendetoksifikasi berbagai
molekul beracun yang memasuki darah, misalnya alkohol. Sementara itu,
peroksisom pada biji tumbuhan berperan penting mengubah cadangan lemak biji
menjadi karbohidrat yang digunakan dalam tahap perkecambahan.

l. Sitoskeleton
Sitoskeleton sel eukariota; mikrotubulus diwarnai hijau, sementara mikrofilamen
diwarnai merah.
Sitoskeleton eukariota terdiri dari tiga jenis serat
protein, yaitu mikrotubulus, filamen intermediat, dan mikrofilamen. Protein
sitoskeleton yang serupa dan berfungsi sama dengan sitoskeleton eukariota
ditemukan pula pada prokariota. Mikrotubulus berupa silinder berongga yang
memberi bentuk sel, menuntun gerakan organel, dan membantu pergerakan
kromosom pada saat pembelahan sel. Silia dan flagela eukariota, yang merupakan
alat bantu pergerakan, juga berisi mikrotubulus. Filamen intermediat mendukung
bentuk sel dan membuat organel tetap berada di tempatnya. Sementara itu,
mikrofilamen, yang berupa batang tipis dari protein aktin, berfungsi antara lain dalam
kontraksi otot pada hewan, pembentukan pseudopodia untuk pergerakan sel ameba,
dan aliran bahan di dalam sitoplasma sel tumbuhan.
Sejumlah protein motor menggerakkan berbagai organel di sepanjang sitoskeleton
eukariota. Secara umum, protein motor dapat digolongkan dalam tiga jenis, yaitu
kinesin, dienin, dan miosin. Kinesin dan dienin bergerak pada mikrotubulus,
sementara miosin bergerak pada mikrofilamen.

E. Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut:









Kirimkan
Ini lewat
Email














Sel Tumbuhan Sel Hewan
Sel tumbuhan lebih besar daripada
sel hewan
Sel hewan lebih kecil daripada sel
tumbuhan
Mempunyai bentuk yang tetap Tidak mempunyai bentuk yang tetap
Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel
Mempunyai klorofil Tidak mempunyai klorofil
Mempunyai vakuola atau rongga sel
yang besar
Tidak mempunyai vakuola. Walaupun
terkadang sel beberapa hewan
uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak
sebesar yang dimiliki tumbuhan)
Menyimpan tenaga dalam bentuk
biji (granul) kanji
Menyimpan makanan dalam bentuk
biji (granul) glikogen
METABOLISME
Minggu, Januari 29, 2012 fkip.biologi C No comments
Metabolisme
Sel merupakan unit kehidupan terkecil makhluk hidup. Oleh karena itu sel dapat
menjalankan aktifitas hidup, antara lain metabolisme.

Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam sel atau tubuh
makhluk hidup. Metabolisme disebut juga proses enzimatis, karena metabolisme
terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Berdasarkan prosesnya, metabolisme
dibagi menjadi dua, yaitu anabolisme dan katabolisme.
a. Anabolisme
Anabolisme/asimilasi/sintesis adalahproses pembentukan molekul yang kompleks
dengan menggunakan energi tinggi, contoh : fotosintesis, kemosintesis, sintesis
lemak, sintesis protein.

1. Fotosintesis
Adalah proses penyusunan /pembentukan zat makanan (glukosa) oleh tumbuhan
dengan bantuan cahaya matahari.
Reaksi fotosintesis :








Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya menjadi energi
kimia sebagai energi potensial, berupa ikatan senyawa organik oada glukosa.
Dengan bantuan enzim-enzim, proses tersebut berlangsung cepat dan efisien.

Reaksi diatas melalui dua tahap :
Reaksi terang/fotolisis pada tahap,

Siklik/fotosistem I, klorofil memfiksasi energi surya diubah menjadi 2 mol ATP.
Nonsiklik/fotosistem II, , klorofil memfiksasi energi surya diubah menjadi 1 mol ATP
dari mol NADPH2

Reaksi gelap/Black mann/S. Calvin




Percobaan yang terhubung dengan fotosintesis :
1. Percobaan engelman
Pada proses fotosintesis diperlukan klorofil, dan cahaya dengan hasil sampingan
oksigen.
2. Percobaan Yodium dari Sachs
Pada proses fotosintesis dihasilkan amilum.
3. Percobaan Samuel Rubben dan Martin Karnen
Bahwa O hasil fotosintesis dari air.
4. percobaan Ingehouz
Dibuktikan bahwa O produk hasil asimilasi.
2. Kemosintesis
Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai
sumber energi. Beberapa macam bakteri yang tidak memiliki klorofil dapat
mengadakan asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dari reaksi-
reaksi kimia, misalnya bakteri sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, dll.
Bakteri-bakteri tyersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa
tertentu. Contohnya bakteri Nitromonas dan Nitrosococcus memperoleh energi
dengan cara mengoksidasi NH, tepatnya amonium karbonat menjadi asam nitrit
dengan reaksi :

3. Sintesis Lemak
Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein, karena dalam metabolisme
ketiga zat tersebut bertemu di dalam daur krebs. Akibatnya ketiga macam senyawa
tersebut dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak
dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak
dan protein, dst.
4. Sintesis protein
Proses ini berlangsung di dalam sel, melibatlan DNA, RNA, dan ribosom.
Penggolongan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk
molekul polipeptida (protein).
Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat
(DNA) yang berperan penting sebagai pengatur sintesis protein.
Tahapan sintesis protein adalah replikasi DNA, transkripsi DNA menjadi mRNA, dan
translasi/penerjemahan kodon yang dibawa mRNA menjadi polipeptida yang terjadi
pada ribosom.
Katabolisme
Merupakan penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang
lebih sederhana. Katabolisme disebut juga desimilasi yang artinya proses
pemecahan senyawa organik. Hasil akhir dari metabolisme adalah energi dalam
bentuk ATP. Pengertian lain dari katabolisme adalah respirasi, artinya adalah
penguraian senyawa organik.
Berdasarkan kebuutuhan oksigennya respirasi dibedakan menjadi dua, yaitu
respirasi aerob dan respirasi anaerob.
a. Respirasi aerob
Yaitu respirasi yang menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi. Secara garis
besar dapat dibedakan menjadi tiga tahapan utama dan satu tahapan transisi, yaitu
glikokisis, dekarbonsilasi oksidatif, siklus krebs dan transfer elektron. Terjadi di
mitokandria.



Jumlah keseluruhan ATP yang dihasilkan :

NB : 2 ATP digunakan kembali dalam proses respirasi, dan menyisakan 36 ATP
1. Glikolisis
Adalah peristiwa pemecahan satu molekul glukosa (6 atom C) menjadi asam piruvat
(3 atom C), yang berlangsung di sitosol sitoplasma dalam kondisi anaerob. Pada
peristiwa ini menghasilkan hasil samping berupa 2 molekul NADH dan 2 molekul
ATP. Reaksinya adalah :


2. Dekarbonsilasi oksidatif
Adalah proses pemecahan asam piruvat menjadi asetil Ko.A. berlangsung di matrik
mitokondria bagian krista. Produk yang dihasilkan 2NADH untuk setiap asam
piruvat.


3. Siklus krebs
Adalah pemecahan asam asetat Ko.enzim menjadi CO + H. Berlangsung di matrik
mitokondria. Reksinya :


4. Transport elektron
Adalah peristiwa pelepasan elektron berenergi tinggi dari NADH dan FADH untuk
menghasilkan ATP dan HO yang berlangsung di membran. Reaksinya :






b. Respirasi anaerob
Yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi.
Proses ini merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapat energi tanpa
menggunakan oksigen. Contohnya pada jamur dan bakteri tertentu, dan sel-sel
jaringan otot. Proses ini disebut juga fermentasi, dan bibedakan menjadi dua, yaitu
fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat.

1. Fermentasi alkohol
Merupakan perubahan glukosa tanpa bantuan oksigen, melalui tahap glikolisis dan
pembentukan NAD. Energi yang dihasilkan melalui fermentasi relatif lebih kecil
dibanding respirasi aerob. Contoh mikroba yang melaksanakan fermentasi alkohol
adalah ragi (Saccharomyces cerevicae) yang banyak dimanfaatkan untuk
pembuatan roti. Ragi ini banyak menghasilkan CO sehingga roti mengembang
sdengan rasa empuk.
Reaksinya :

2. Fermentasi laktat
Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat.
Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob. Dimulai dengan proses
glikolisis, menghasilkan 2 molekul asam pirufat , 2 molekul NADH, dan 2 molekul
ATP. Jika asam laktat sudah terbentuk kita akan merasa pegal- pegal. Jika asam
laktat sudah terbentuk kita akan merasa pagal- pegal. Hal ini disebabkan asam
laktat bersifat racun untuk sel- sel otot karena dapat menyebabkan sel- sel otot
kelelahan.
Reaksinya:






Konsep Tentang Hidup
Selasa, Januari 24, 2012 fkip.biologi C No comments
Konsep Tentang Hidup
Sampai saat sekarang, konsep tentang hidup masih sulit didefinisikan secara tepat.
Manusia baru mampu mengemukakan ciri-ciri atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan
oleh makhluk hidup. Oleh karena itu pertanyaan mengenai "apakah sesungguhnya
hidup itu" dan "dari manakah asal mula terjadinya kehidupan" masih belum dapaat
menjawb secara tuntas dan menyeluruh.
A. Abiogenesis dan Biogenesis
Manusia telah lama mempelajari bagaimana, bila dan dimana kehidupan ini dimulai.
Selama ini manusia hanyalah memiliki pengetahuan tentang kehidupan yang ada
dibumi. Namun para ahli memperkirakan bahwa di alam raya ini terdapat planet-
planet lain yang memiliki kondisi untuk memungkinkan terjadinya kehidupan. Hanya
kehidupan disana mungkin tidak sama dengan bentuk kehidupan ada di bumi.
Seandainya memang ada, apakah proses terjadinya kehidupan itu sama dengan
bumi? Manusia dengan segala pikiran yang dimilikinya berusaha mencari bukti-bukti
yang sekiranya dapat memberikan petunjuk ke arah proses terjadinya kehidupan di
bumi ini. Telah banyak hipotesis dikemukakan untuk menjawab tentang asal mula
terdapat kehidupan di bumi ini.
Beberapa di antaranya adalah abiogenesis dan biogenesis.
1. Abiogenesis
Bila kita lihat sekeliling tempat tinggal kita, maka dengan sekali pandang saja kita
akan dapat membedakan mana yg termasuk makhluk hidup dan mana yang
termasuk makhluk tak hidup atau benda mati.
Jika kita mengamati lebih jauh maka sesungguhnya materu atau substansi yang
menyusun makhluk hidup berbeda dengan materi yang menyusun makhluk tak
hidup. Memang benar bahwa materi-materi yang menyusun makhluk hidup secara
langsung atau tidak langsung datang dari air, tanah dan udara yang kesemuanya itu
merupakan makhluk atau benda mati. Juga benar bahwa jika makluk hidup yang
telah mati, zat-zat yang menyusun akan kembali ke tanah menjadi benda-benda
mati kembali. Dengan demikian hubungan antara materi penyusun makhluk hidup
dengan materi penyusun benda mati sangat erat sekali. Untuk mebedakan antara
suatu dengan yang lainnya, kita hendaknya memikirkan asal dari keduanya,
komposisi kimianya, struktur dan fungsinya. Marilah kita tinjau makhluk hidup dan
makhluk tidak hidup lebih dekat lagi.
Sejak zaman dahulu sampai bebrapa abad yang lalu orang-orang mempercayai
bahwa makhluk tak hidup atau makhluk yg telah mati dapat berubah secara
langsung menjadi makhluk hidup. Inilah yang dikenal sebagai Abiogenesis atau
generatio spontanea.
a.Timbulnya pandangan abiogenesis
Hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya pandangan Abiogenesis diantaranya
adalah :
(1). Terdapatnya lebah (sesungguhnya lalat yg mirip lebah) pada setiap bangkai
binatang seperti kuda, babi, anjing, dan sebagainya. Mereka tidak mengetahui
bahwa sesungguhnya lalat-lalat tersebut berasal dari tempayak (larva) yang
menetes dari telur yang diletakkan pada bangkai tadi oleh induk lalat. Oleh
karenanya mereka berpendapat bahwa lalat berasal dari daging yang membusuk.
(2). Terdapatnya ikan dan katak pada perairan yang terbuka. Orang-orang dulu tidak
mengetahui mengapa pada perairan yang terbuka bisa terdapat ikan dan katak.
Mereka mengemukakan pendapatnya binatang-binatang tersebut dihasilkan di
dalam awan selama angin ribut yang disertai guntur lalu jatuh ke bumi bersama-
sama hujan.
(3). Setelah ditemukan mikroskop, ternyata pada perairan yang diamatinya tampak
terdapat mikroorganisme yang banyak sekali. Kebetulan air yang diamatinya itu
adalah air rendaman jerami. Maka timbulah dugaan bahwa mikroorganisme berasal
dari rendaman jerami.
Pandangan Abiogenesis ini diterima orang-orang tanpa ada pertanyaan-pertanyaan
sampai abad ke-17.
b. Pendukung-pendukung Abiogenesis

(Gambar : Aristoteles)
(1). Aristoteles adalah seorang ahli filsafat Yunani, ia mengemukakan bahwa
kehidupan berasal dari materi tidak hidup. Materi tersebut mempunyai "kekuatan"
yang dapat berubah menjadi oraganisme.


















(Gambar : Jean Baptiste Van Helmont)
(2). Jean Baptiste Van Helmont, seorang tabib berkebangsaan Belgia ini
mengemukakan suatu resep cara membuat tikus. Ia berpendapat bahwa tikus
berasal dari gandum dan keringat manusia. Menurut pakaian kotor yang berkeringat,
bila ditempatkan dalam kotak terbuka dengan diberi gandum, maka dalam 21 hari
akan menghasilkan tikus.














(John Needham)
(3). Jhon Needham, seorang saintis berkebangsaan Inggris, berpendapat bahwa
mikroorganisme berasal dari benda mati yaitu air kaldu. Ia melakukan percobaan
dengan memanaskan air kaldu biri-biri di dalam botol yang tidak begitu rapat untuk
beberapa menit. Setelah beberapa hari ia memeriksa air tersebut didapatkan banyak
sekali mikroorganisme. Dengan demikian ia menarik kesimpulan bahwa
mikroorganisme (makhluk hidup) berasal dari air kaldu (benda tak hidup).










2. Biogenesis
Pendukung-pendukung Biogenesis :
(1). Francesco Redi
Pada abad ke-17 Francesco Redi seorang berkebangsaan itali menyatakan bahawa
pandangan abiogenesis tidak ditunjang oleh suatu eksperimen yang dapat
dipertanggung jawabkan. Pada tahun 1668 Francesco melakukan eksperimen untuk
membuktikan hipotesisnya. Dalam melakukan eksperimennya ini Francesco
menggunakan suatu langkah-langkah yang dapat di uji oleh standar sains modern
sekarang ini.

(Gambar : Francesco Redi)
Francesco menempatkan daging ular, ikan dan belut pada botol-botol yang bersih.
Selanjutnya ia mempersiapkan set duplikat yang sama banyak. satu set dari botol-
botol tersebut dibiarkan terbuka dan satu set lainnya tertutup rapat. Lalat segera
tertarik pada botol-botol yang terbuka dan mereka meletakan telur-telurnya. Dalam
waktu beberapa hari saja tampak tempayak dalam botol terbuka. Beberapa minggu
kemudian Francesco membuka botol yang ditutup rapat rapat dan ternyata daging-
daging telah membusuk akan tetapi disana tidak terdapat tempayak.
Dengan eksperimen ini Francesco berkesimpulan bahwa lalat berasal dari lalat dan
bukan dari generatio spontanea dari daging yang membusuk.
Pertanyaan Francesco ini ternyata dibantah oleh pendukung abiogenesis yang
menyatakan bahwa udara memegang peranan penting sebagai "dasar pengaktifan"
atau "gaya hidup" untuk terjadinya generati spontanea. Jadi tidak adanya lalat pada
botol yang tertutup disebabkan udara dari luar tidak dapat masuk. Dengan demikian
percobaan Francseco yang pertama kali meliputi 2 variabel yaitu lalat dan udara.
Selanjutnya Francesco membuat percobaan kedua menggunakan set botol yang
sama akan tetapi satu set botol tersebut ditutupnya dengan menggunakan kain
sehingga udara dapat masuk secara bebas. Ternyata pada botol-botol yang ditutup
dengan menggunakan kain juga tidak terdapat tempayak.
(2). Lazzaro Spallanzani

(Gambar : Lazzaro Spallanzani)
Lazzaro Spallanzani adalah seorang saintis berkebangsaan Itali menentang
eksperimen dan kesimpulan yang dikemukakan oleh Needham. Spallanzani
menyatakan bahwa Needham tidak memanaskan air kaldu cukup lama untuk
mematikan oraganisme di dalam air kaldu tersebut. Dia berpendapat bahwa
mikroorganisme yang berlimpah pada air kaldu setelah beberapa hari tumbuh dari
organisme yang masih hidup dalamair kaldu karena pemanasannya kurang lama,
jadi bukan terjadi karena generatio spontanea.










(3). Louis Pasteur
Louis Pasteur adalah seorang ilmuan yg bereksperimen menggunakan botol-botol
yang berbentuk leher angsa. Ia memanaskan larutan ragi dan gula ke dalam botol
yang berleher panjang, kemudian memanaskan bagian leher botol itu dan
membengkokannya menjadi bentuk S yang menyerupai leher angsa. Setelah itu ia
memanaskan botol-botol itu untuk beberapa waktu.

(Gambar : Louis Pasteur)
Ketika larutan didihkan, udara dalam botol akan tertekan keluar dan akan masuk
kembali waktu larutan mendingin. Selama percobaan udara bergerak secara bebas
melalui leher yang terbuka, tetapi air debu akan tertahan pada bagian lekukan
(tangga) leher botol.
Setelah beberapa hari Pasteur memeriksa larutan yang terdapat didalam botol
tersebut di bawah mikroskop, ternyata di sana tidak tampak adanya mikroorganisme.
Tetapi jika botol itu dimiringkan da larutan dibiarkan mengalir ke dalam leher botol
yang melengkung tempat air atau debu tempurung, maka dalam beberapa hari saja
pada larutan itu akan banyak ditemukan mikroorganisme.
Dengan demikian eksperimen Pasteur ini menolak semua argumentasi lawan-
lawannya dan berkesimpulan bahwa:
a. Pemanasan tidak merusak bahan atau larutan yang terdapat dalam botol.
b. Larutan dalam botol cocok untuk pertumbuhan bakteru dan mikroorganisme
lainnya.
c. Mikroorganisme tidak tumbuh secara spontan dari larutan atau bahan mati, tetapi
telah ada sebelumnya di udara bebas bersama-sama dengan debu atau air.
Hasil eksperimen Pasteur ini akhirnya mengganti konsep abiogenesis atau generatio
spontanea dengan biogenesis yang berati bahwa kehidupan itu berasal dari
kehidupan sebelumnya. Selanjutnya terkenal dengan semboyan omne vivum ex ovo,
omne ovum ex vivo, yang artinya semua makhluk hidup berasal dari telur dan semua
telur berasal dari makhluk hidup.


B. Asal Mula Kehidupan Secara Spontan Pada Tingkat Molekuler
Ahli biokimia berkebangsaan Rusia (1894) A. I Oparin adalah orang pertama yang
mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi jauh sebelum kehidupan ini
ada.
Dalam bukunya "Asal Mula Terjadinya Kehidupan di Bumi", dia mengemukakan
bahwa asal mula kehidupan terjadi selama evolusi terbentuknya bumi beserta
atmosfirnya.
Atmosfir bumi mula-mula memiliki air, metan dan amonia. Zat-zat tersebut
mengalami serangkaian perubahan menjadi suatu koloid yang disebut koaservat
yang berisi campuran makro molekul yang sangat penting bagi kehidupan, misalnya
protein, lemak, asam nukleat dan sebagainya. Koaservat ini belum merupakan
makhluk hidup, tetapi bertingkah laku mirip seperti sistem biologi, melalui seleksi
alam akhirnya mampu melakukan reproduksi dengan fragmentasu. percobaan-
percobaan yang bertujuan untuk membuktikan hipotesis Oparin ini telah dilakukan
olej A. L Hererra (1942). dalam percobaan-percobaanya ini dihasilkan dua macam
asam amino dan suatu zat pimen. Akan tetapi dia gagal mengkolerasikan
pendapatnya dengan masalah asal mula terjadinya kehidupan.
Selanjutnya Miller dan gurunya Harold Urey, pada tahun 1953 merancang suatu alat
untuk membuktikan asal mula terjadinya kehidupan di bumu. Alat ini disimpan pada
suatu kondisi permukaan yang diperkirakan sama dengan kondisi pada waktu
sebelum adanya kehidupan. Ke dalam alat ini dimasukkan bermacam-macam gas
seperti H2O (air), H2 (hydrogen), CH4 (metan) dan NH3 (ammonia). Gas-gas ini
diduga sama dengan gas-gas yang terdapat pada waktu itu. Selanjutnya pada alat
tersebut diberikan aliran listrik 75.000 volt (sebagai pengganti kilatan hahlilintar yang
selalu terjadi di alam pada waktu tersebut). Dari hasil percobaannya ini Miller
mendapatkan zat organik berupa asam amino yang merupakan dasar kehidupan
bagi suatu organisme. Selain asam amino diperoleh juga asam hidroksi, HCN dan
urea.
Apakah hasil percobaan Miller dan yang lainnya telah dapat menjawab pertanyaan
"apalkah sesungguhnya hidup itu?". Sudah tentu belum, percobaan-percobaan
tersebut tidak pernah menghasilkan makhluk hidup.
Demikian pula mengenai apa sesungguhnya hidup ini. Sampai saat ini orang baru
mampu menjawab pertanyaan : ciri-ciri atau kegiatan-kegiatan apakah yang
dilakukan oleh makhluk. Jawaban itu pun sesungguhnya masih jauh dari sempurna.
Adapun beberapa ciri makhluk hidup antaranya:
a. Makhluk hidup mempunyai susunan kimia yang kompleks.
b. Makhluk hidup memerlukan energi
c. Makhluk hidup mempunyai sel atau susunan sel
d. Makhluk hidup mampu melakukan pertumbuhan dan perkembangan
e. Makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk melakukan reproduksi dan
perkembangan
f. Makhluk hidup mempunyai rentang hidup tertentu
g. Makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk mengadakan respon
h. Makhluk hidup melakukan respirasi
i. Makhluk hidup melakukan ekskresi
j. Makhluk hidup melalukan regulasi



JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN
Selasa, Februari 07, 2012 fkip.biologi C 1 comment
JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan
fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu
fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang
biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari
berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah
histopatologi.
Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk
setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga ("ganggang") dan fungi
("jamur"), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk
struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporofor. Tumbuhan lumut
dapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki
jaringan pembuluh yang jelas.

Jaringan Hewan (Termasuk Manusia)
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan,
termasuk manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda:
jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
Jaringan epitelium.
Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti
permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya,
sebagai organ sekresi dan penyerapan.
Jaringan epitel terdiri dari 3 macam:
1. 1. Eksotelium: epitel yang membungkus bagian luar tubuh
2. 2. Endotelium: epitel yang melapisi organ dalam tubuh
3. 3. Mesotelium: epitel yang membatasi rongga tubuh
Fungsi jaringan epitelium yakni:
a. Absorpsi, misalnya pada usus yang menyerap sari-sari makanan
b. Sekresi, contohnya testis yang mensekresikan sperma
c. Ekskresi, kulit yang mengeluarkan keringat
d. Transportasi, mengatur tekanan osmosis dalam tubuh
e. Proteksi, kulit melindungi jaringan tubuh di bawahnya
f. Penerima rangsang, kulit yang menanggapi rangsang dari luar
g. Pernapasan, kulit katak berfungsi sebagai alat pernapasan
h. Alat gerak, selaput kaki pada kulit katak membantu dalam pergerakan
g. Mengatur suhu tubuh, kulit mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat
jika tubuh kepanasan
Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dibedakan menjadi :
a. Epitel pipih berlapis tunggal, antara lain terdapat pada pembuluh darah,
pembuluh limfa, selaput bagian dalam telinga, kapsula glomerulus pada
ginjal.Fungsinya terkait dengan proses difusi dan filtrasi atau penyaringan.
b. Epitel pipih berlapis banyak, Misalnya jaringan yang melapisi rongga mulut,
epidermis, esofagus, vagina, rongga hidung. Fungsinya terkait dengan proteksi atau
perlindungan.
c. Epitel kubus berlapis tunggal, Misalnya sel epitel yang melapisi permukaan dalam
lensa mata, permukaan ovary atau indung telur, saluran nefron ginjal.
d. Epitel Kubus Berlapis banyak, Misalnya, epitel yang membentuk saluran kelenjar
minyak dan kelenjar keringat pada kulit.
e. Epitel Silindris Berlapis Tunggal, Misalnya, jaringan yang melapisi permukaan
dalam lambung, jonjot usus, kelenjar pencernaan, saluran pernapasan bagian atas.
Fungsinya berhubungan dengan sekresi, adsorbsi dan proteksi.
f. Epitel Silindris Berlapis Banyak, Terdapat pada saluran ekskresi kelenjar ludah
dan kelenjar susu, uretra serta permukaan alat tubuh yang basah.
g. Epitel Silindris Berlapis Banyak Semu (Epitel Silindris Bersilia), Terdapat pada
saluran ekskresi besar, saluran reproduksi jantan, saluran pernapasan.
Fungsi berhubungan dengan proteksi atau perlindungan, sekresi dan gerakan zat
yang melewati permukaan.
h. Epitel Transisional, Merupakan epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat
digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringan menggelembung, bentuknya
berubah. Biasanya membrane dasarnya tidak jelas.

Jaringan Ikat.
Sesuai namanya, jaringan ikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh.
Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
Macam-Macam Jaringan Ikat
Jaringan ikat dalam tubuh mahluk hidup terdiri atas dua macam, yakni jaringan
ikat umum dan jaringan ikat khusus. Kedua jaringan ini memiliki beberapa jenis
jaringan lagi yakni sebagai berikut.
1. Jaringan Ikat Umum
Jaringan ikat umum ini terdiri atas jaringan-jaringan berikut.
a. Jaringan Ikat Longgar
Jaringan ikat ini merupakan jaringan terbanyak yang dimiliki tubuh. Jaringan ini terdiri
atas
kumpulan sel mast, sel makrofag, sel fibroblast, sel lemak, serat kolagen, dan serat
elastin.

b. Jaringan Ikat Padat
Jaringan ikat ini lebih sering disebut sebagai jaringan pengikat serabut putih.
Alasannya karena pada matriknya terdapat serat-serat berhimpitan yang terbentuk dari
serat
kolagen.

Jaringan ini membentuk tempat perlekatan otot dengan tulang yang disebut tendon dan
membentuk tempat persendian tulang dengan tulang yang dikenal dengan istilah
ligamen.
Jaringan ini terdiri atas dua jenis jaringan, yakni jaringan ikat padat teratur dan jaringan
ikat
padat tidak teratur.

2. Jaringan Ikat Khusus
Jaringan ikat khusus ini terdiri atas darah, kartilago, dan tulang.
a. Darah
Darah adalah jaringan ikat yang sebagian besar pembentuknya berupa cairan,
matriks dalam darah tersusun oleh garam mineral, protein terlarut, dan air. Matrik
darah ini disebut plasma. Fungsi darah merupakan alat transport subtansi dari satu
bagian ke bagian lain dalam organ tubuh, darah juga berperan penting sebagai
sistem kekebalan.
b. Kartilago
Kartilago merupakan jaringan ikat pembentuk material rangka yang fleksibel dan
kuat yang tersusun oleh serabut kolagen dalam matriks. Lokasi kartilago banyak
ditemukan di bagian ujung tulang keras, telinga, hidung, dan ruas tulang belakang.
c. Tulang
Tulang merupakan jaringan ikat yang keras dan kaku. Seperti halnya kartilago,
jaringan ini tersusun oleh serabut kolagen dalam matriks, dan di dalamnya memiliki
kalsium yang dapat diserap oleh darah.
Jaringan otot.


Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat
ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada
rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
A. Bagian-bagian otot:
1. Sarkolema adalah membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai
pelindung otot
2. Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril
dan miofilamen berada
3. Miofibril merupakan serat-serat pada otot.
4. Miofilamen adalah benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril.Miofibril
terbagi atas 2 macam, yakni : (1) Miofilamen homogen (terdapat pada otot polos).
(2)Miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada otot
rangka/otot lurik). Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil yang disebut
aktomiosin (aktin dan miosin), tropopin dan tropomiosin. Ketika otot kita berkontraksi
(memendek)maka protein aktin yang sedang bekerja dan jika otot kita melakukan
relaksasi (memanjang) maka miosin yang sedang bekerja.
B. Jaringan otot terdiri dari:
1. Otot Polos (otot volunter)

Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan
bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary,
memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada
saluran pencernaan seperti:lambung dan usus.
2. Otot Lurik (otot rangka)
Otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara
kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-
lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan
3. Otot Jantung (otot cardiak)
Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling
istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni
mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki
satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-
satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini
juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary
(tidak disadari).
Jaringan saraf.
adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta
menerima dan meneruskan rangsangan.
Bagian dan Fungsi Jaringan Saraf
Jaringan Saraf - Jaringan saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem
saraf tepi. Anda akan mempelajarinya lebih lanjut di semester dua pada bab tiga.
Saat ini kita hanya akan membahas bagian - bagian dan fungsi jaringan saraf.
a. Bagian Bagian Jaringan Saraf
Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf ini
mempunyai struktur bercabang-cabang ke berbagai bagian tubuh untuk mengatur
aktivitasnya. Neuron mendapat suplai makanan melalui sel neuroglia yang
menyelubunginya. Neuron terdiri atas bagian-bagian berikut.
1. Badan sel saraf yang mengandung inti sel dan neuroplasma.
2. Neurit atau akson atau cabang panjang, berfungsi membawa impuls meninggalkan
badan sel saraf
3. Dendrit atau cabang pendek, berfungsi membawa impuls ke badan sel saraf.

Susunan neuron dapat Anda amati pada Gambar 1.

Gambar 1 : sel saraf
Akson dikelilingi oleh sel penyokong yang disebut sel Schwann. Akson
diselubungi oleh selaput yang dinamakan neurilema. Sebelah dalam neurilema
terdapat selubung mielin yang mengandung fosfolipid. Bagian akson yang tidak
tertutup oleh selubung mielin dinamakan nodus Ranvier. Akson bercabang di dekat
ujung (terminal akson). Titik pertemuan antara terminal akson yang satu dengan
neuron yang lain disebut sinapsis. Titik pertemuan (sinapsis) ini berfungsi
meneruskan rangsang ke sel saraf yang lain dengan cara mengeluarkan bahan
kimia yang disebut neurotransmiter.
Badan sel saraf memiliki sebuah inti dan bangun perikarion yang berhubungan
dengan akson membentuk huruf V, yang dinamakan aksonhillok. Retikulum
endoplasma dan ribosom membentuk granula yang dinamakan badan nissl.
Perhatikan Gambar 2., Gambar 3., dan Gambar 4. Berdasarkan cara memindahkan
rangsang dan posisi yang ditempati, neuron dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.

a. Neuron Afferent (Neuron Sensorik)
Neuron afferent menyampaikan pesan dari organ ke saraf pusat, baik sumsum
tulang belakang atau otak. Oleh karena itu, penerima rangsang ini sering disebut
juga neuron sensorik.



Gambar 2 : Neuron sensirik (Afferent)

b. Neuron Intermedier (Interneuron)
Neuron intermedier menyampaikan impuls dari neuron sensorik atau dari neuron
intermedier yang lain ke neuron motorik. Antara saraf satu dengan yang lain saling
berhubungan. Antara saraf yang satu dengan lainnya di hubungkan oleh akson.
Hubungan antara sesama saraf melalui titik temu antara ujung akson neuron yang
satu dengan dendrit neuron yang lain, yang disebut dengan sinaps. Fugsi sinaps
adalah meneruskan rangsang dari sel saraf yang satu ke sel saraf yang lain. Sinaps
mengeluarkan zat untuk mempermudah meneruskan rangsang yang disebut
neurotransmitter.

Gambar 3 : Interneuron
c. Neuron Efferent (Neuron Motorik)
Neuron efferent meneruskan impuls saraf yang diterima dari neuron intermedier.
Pesan yang dikirim menentukan tanggapan tubuh terhadap rangsang yang diterima
oleh neuron aferen. Dendrit dari neuron eferen menempel di otot sehingga sering
disebut juga neuron motorik.

Gambar 4 : Neuron Motorik (Efferent)
Badan sel saraf terletak di pusat saraf dan ganglion. Ganglion adalah kumpulan
badan sel saraf yang letaknya tertentu, misalnya di kiri-kanan sumsum tulang
belakang.
b. Fungsi Jaringan Saraf
Sel saraf mempunyai beberapa fungsi berikut.
1. Merespon perubahan lingkungan (iritabilitas).
2. Membawa impuls-impuls saraf (pesan) ke pusat saraf maupun sebaliknya
(konduktivitas).
3. Bereaksi aktif terhadap rangsang yang datang berupa gerakan pindah atau
menghindar.
Jaringan penyokong
adalah jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang yang
berfungsi untuk memberi bentuk tubuh,melindungi tubuh,dan menguatkan bentuk
tubuh.
Jaringan penyokong atau penguat disebut juga stereon.
Jaringan ini berfungsi untuk menguatkan tubuh tanaman.

Jaringan penyokong terbagi menjadi :

1. Kolenkim mempunyai ciri :
o penguat organ tua dan muda terutama pada tanaman lunak
o tersusun atas sel hidup dengan protoplasma aktif
o sifatnya plastis yaitu dapat dipanjangkan tapi tidak bisa dikembalikan/dipendekkan
o selnya bisa mengandung kloroplas atau disebut juga klorenkim
o bentuk memanjang dengan penebalan tidak merata
o pada tumbuhan monokotil tidak berbentuk.

2. Sklerenkim mempunyai ciri sebagai penguat atau pelindung, yang selnya
mengalami penebalan sekunder dengan zat kayu (lignin). Skelerenkim punya dua
bentuk yaitu serabut atau serat dan sklereid atau sel batu.
1. Serabut atau Serat cirinya :
selnya panjang
terdapat pada berbagai bagian tanaman
letaknya pada bagian floem dan xilem untuk tanaman dikotil serta pada bagian daun
untuk tanaman monokotil
2. Sklereid atau Sel Batu cirinya :
selnya pendek
berasal dari parenkim yang dindingnya menebal dan punya noktah
bentuknya ada yang membulat,batang,bintang dan panjang
dapat diamati dengan zat warna anilin sulfat.

Jaringan Limfe/Getah Bening
Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh
darah,komponen terbesarnya adalah air dimana terlarut zat-zat antara lain
glukosa,garam-garam, asam lemak. Komponen selulernya adalah limfosit.Jaringan
limfe menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe. Fungsi jaringanlimfe selain
untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit) juga untuk mengangkut cairan jaringan,
protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistempembuluh
darah.

Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang
disebut mesenkim, pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau
perikondriumyang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang
rawan.Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.Ada 3 macam jaringan tulang
rawan :
a. Kartilago hialin
Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin
tulangrawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang
rusukyang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang.Kartilago hialin
merupakan bagian terbesar darikerangka embrio juga membantu
pergerakanpersendian, menguatkan saluran pernafasan,memberi kemungkinan
pertumbuhan memanjangtulang pipa dan memberi kemungkinan tulang
rusukbergerak saat bernafas.

Gambar Kartilago hialin (dari embrio babi)
b. Kartilago fibrosa
Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan initerdapat pada perekatan ligamen-
ligamen tertentupada tulang, persendian tulang pinggang, padacalmam antar ruas
tulang belakang dan padapertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan.Fungsi
utama untuk memberikan proteksi danpenyokong.

Gambar Kartilago fibrosa (dari tulang lutut manusia)
c. Kartilago elastik
Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini terdapat pada
dawntelinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.
Jaringan Tulang
Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di
dalammatriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-
garammineral terutama garam kalsium (kapur). Tulangmerupakan komponen utama
darikerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dantempat
melekatnya otot kerangka.Tulang dapat dibagi menjadi 2 macam :
a. Tul ang ker as, bi l a mat r i ks t ul ang r apat dan padat . Contoh : tulang
pipa.
b. Tul ang spons, bi l a mat r i ksnya ber ongga. Contoh : tulang pendek.

Jaringan Darah
Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa
cairan.Bagian-bagian dari jaringan darah adalah :
a . S e l d a r a h
Dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkutoksigen dan
sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan benda-bendaasing yang masuk ke
dalam tubuh.
b . Ke p i n g - k e p i n g d a r a h ( t r o mb o s i t
Berfungsi dalam proses pembekuan darah.
c . P l a s m a d a r a h
Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon,zat
sisa hasil metabolisms, antibodi dan lain-lain.

Jaringan Tumbuhan
Jaringan tumbuhan relatif lebih homogen daripada jaringan hewan. Tumbuhan
tidak memiliki kemampuan lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif sebagaimana
hewan. Meskipun demikian, banyak sel-sel baru terbentuk untuk berbagai jaringan
sebagai kompensasi banyaknya sel-sel yang mati, yang menjadi pasif karena
berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan energi (misalnya pada buah atau
umbi) atau metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru karena tumbuhan
selalu bertambah massanya, khususnya bagi tumbuhan tahunan. Jaringan yang aktif
memperbanyak diri dan tidak memiliki fungsi khusus disebut jaringan meristematik,
sementara jaringan yang telah mantap dengan fungsinya disebut jaringan
tetap/permanen.

Jaringan meristematik
Jaringan meristematik terdiri dari sel-sel meristem, suatu analog dari sel-sel
punca (stem cells) hewan. Jaringan ini dapat ditemukan pada titik-titik tumbuh di
ujung batang dan akar (disebut meristem pucuk/ujung/apikal), di bawah kulit kayu
(sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh, disebut meristem
tepi/lateral), dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun (meristem
antara/interkalar). Jaringan ini, terutama meristem ujung, mudah diinduksi untuk
diperbanyak secara in vitro. Dalam jargon kultur jaringan, sel-sel ini dikatakan
bersifat embrionik ("dapat membentuk embrio"). Jaringan meristematik juga
terbentuk apabila ada bagian tumbuhan yang terbuka, misalnya karena terluka.
Mobilisasi beberapa fitohormon, biasanya auksin dan sitokinin, akan memicu
terbentuknya sel-sel meristem yang membentuk semacam jaringan tidak
terdiferensiasi yang disebut kalus.
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah.Jaringan
meristem dapat dibagi 2 macam, yaitu :
1. Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari
pertumbuhanembrio.Contoh: ujung batang, ujung akar.Meristem yang terdapat di
ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal.Kegiatan jaringan meristem
primer menimbulkan batang dan akar bertambangpanjang.Pertumbuhan jaringan
meristem primer disebut pertumbuhan primer.
2. Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari
jaringandewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan
meristemsekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatanjaringan meristem
menimbulkanpertambahan besar tubuh tumbuhan.
Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa dikategorikan menjadi tiga kelompok utama: epidermis
(jaringan pelindung, terdiri dari sel-sel yang menyusun lapisan luar daun dan bagian-
bagian tumbuhan yang masih muda), jaringan pengangkut (menyusun xilem dan
floem), dan jaringan dasar (mencakup parenkim, klorenkim, kolenkim, dan
sklerenkim).
Epidermis melindungi bagian dalam organ sehingga tidak bersentuhan langsung
dengan pengaruh keadaan di luar organ. Epidermis dapat dilindungi oleh lapisan
tipis di bagian luar yang dikenal sebagai kutikula. Dapat juga ditemukan lapisan
malam (wax). Sel-sel epidermis biasanya berbentuk segi empat apabila dilihat dari
samping, berjajar homogen. Namun demikian, epidermis dapat mengalami
perubahan menjadi sel-sel penutup atau sel penjaga stomata beserta beberapa sel
tetangga, trikoma (miang atau rambut daun/batang), duri, serta rambut kelenjar.
Jaringan pengangkut dimiliki oleh tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta).
Gymnospermae memiliki jaringan trakeida, serabut trakeida, dan parenkim kayu
sebagai penyusun xilem. Angiospermae memiliki tambahan jaringan trakea selain
jaringan yang dimiliki Gymnospermae. Floem (pembuluh tapis) tersusun dari
jaringan buluh tapis dan sel-sel pengiring.
Jaringan dasar menyusun sebagian besar tubuh tumbuhan (biomassa). Kelompok
jaringan ini memiliki banyak fungsi tergantung tempat ia berada. Seringkali ia
mengisi bagian terbesar dari suatu organ, menyusun daging buah, kulit batang, isi
umbi atau rimpang yang menyimpan pati atau metabolit sekunder tertentu (seperti
alkaloid dan terpenoid). Jaringan ini juga dapat mengalami kematian dengan
mengosongkan isi sel-selnya untuk membentuk struktur berongga (aerenkim) seperti
ruang dalam gelembung pada tangkai daun eceng gondok atau rongga dalam buluh
bambu.
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.Jaringan
dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
1. Jaringan Epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan.
Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah
mengalamipertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki
jaringanepidermis. Fungsi jaringan epidermis untuk melindungi jaringan di
sebelahdalamnya.
2. Jaringan Parenkim
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit
batang,kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel
parenkimbermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut
klorenkim,yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim.Penyimpanan
cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
3. Jaringan Penguat/Penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan.
Terdiridari kolenkim dan sklerenkim.
a. Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa
selulosamerupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh
tumbuhanyang lunak.
b. Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung
senyawalignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari
duamacam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah
contohyang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan
sklereid.
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan olehtumbuhan.
Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh
lapis/pembuluh kulit kayu.Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral
terlarut dari akar keseluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan
trakeid.Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian
tubuh tumbuhan.
5. Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak
kehilanganbanyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil,
jaringangabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan
gabus kearah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar
berupa sel-selmati yang disebut felem.