Anda di halaman 1dari 15

PENDIDIKAN INDONESIA

BERBASIS TEKNOLOGI

Oleh :

THOPAN JAUHARI
( SMK MA’ARIF CICALENGKA )

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MA’ARIF


SMK MA’ARIF CICALENGKA
BANDUNG
2007

1
2
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis
dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Pendidikan
Berbasis TIK” dengan lancar.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai
pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Drs. Asep deni azis Kepala SMK Ma’arif Cicalengka, yang telah
memberikan kesempatan dan memberi fasilitas sehingga makalah ini dapat
selesai dengan lancar.
2. Dra. Nastiti Tri Utami, Sebagai PKS Kurikulum SMK Ma’arif Cicalengka
yang telah banyak membantu sehingga pembuatan makalah ini dapat berjalan
lancar.
3. Yudi Imron Habibi,S.Ag. yang telah memberi kesempatan dan
memfasilitasi kepada penulis sehingga makalah ini bisa selesai dengan lancar.
4. Mama dan Bapak dirumah yang telah memberikan bantuan materil
maupun do’anya, sehingga [embuatan makalah ini dapat terselesaikan.
5. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang
membantu pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima
saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan.
Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Wassalamu’alaikum.

Cicalengka, 19
Nopember 2007
Penulis

3
DAFTAR ISI

Halaman Judul
…………………………………………………………………………….
Kata Pengantar
…………………………………………………………………………….
Daftar isi
…………………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
…………………………………………………………………
A. Latar Belakang
……………………………………………………………………
B. Tujuan
……………………………………………………………………………..
C. Manfaat
……………………………………………………………………………
BAB II KAJIAN TEORI
………………………………………………………………….
A. Pengertian Pendidikan
…………………………………………………………...
B. Pengertian Mutu Pendidikan
………………………………………………………
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
…………………………………………………..
A. Kesimpulan
……………………………………………………………………………
B. Saran

………………………………………………………………………………
…..

4
DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………………………

5
BABI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di semua aspek
kehidupan manusia dimana berbagai permasalahanyang muncul hanya dapat
diselesaikan dengan cara seseorang tersebut dapat menguasai dan memahami
adanya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), Selain manfaat
bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga, ada manfaatnya yaitu
membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat.
Agar mampu berperan dalam persaingan era globalisasi, maka sebagai
bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya
manusianya dengan menguasai perkembangan IPTEK, yang ada. Oleh karena itu,
peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus
dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses
apembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani cara
globalisasi tersebut.
Ada 3 hal yang setidaknya harus dipenuhi untuk mempengaruhi
perkembangan pendidikan kearah kemajuan, yaitu:
1. Sumber Daya Pendidik
2. Sumber Daya Siswa Didik
3. Alat atau Media Teknologi
Oleh karena itu penguasaan IPTEK harus berpengaruh atau terjalin secara
dua arah, yaitu kepada pendidiknya ataupun kepada siswa didiknya itu sendiri dan
pula didukung oleh sarana dan prasarana yangmemadai, karena jika penguasaan
ini hanya terjadi satu arah saja dan media penyampaiannya serba terbatas juga
mustahil pendidikan kita dapat menuju persaingan yang maju.

6
A. Tujuan
Pendidikan berbasis teknologi ini mempunyai tujuan :
1. Mampu bersaing didalam kemajuan pendidikan dengan dunia luar.
2. Menambah wawasan pengetahuan masyarakat khususnya dilingkungan
sekolah.
3. Supaya ada peran serta dari masyarakat sekolah baik secara kelompok
maupun secara individu yang peduli terhadap pendidikan, khususnya
peningkatan mutu pendidikan.
4. Memotivasi masyarakat sekolah supaya mau terlibat dan berpikir
mengenai peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
5. Untuk menggalang kesadaran masyarakat sekolah supaya ikut serta secara
aktif dan dinamis dalam mensukseskan peningkatan mutu pendidikan.
6. Untuk memotivasi timbulnya pemikiran-pemikiran baru dalam
mensukseskan pembangunan pendidikan dari individu dan masyarakat sekolah
yang berada di garis paling depan dalam proses pembangunan pendidikan
tersebut.
7. Untuk menggalang kesadaran bahwa peningkatan mutu pendidikan
merupakan tanggungjawab semua komponen masyarakat, dengan fokus
peningkatan mutu yang berekelanjutan (terus menerus) pada tataran sekolah.
B. Manfaat
1. Bagi Siswa
a) Dapat memperoleh pengetahuan secara luas, baik dari dalam
ataupun dari luar jangkauan pendidikan secara umum
b) Meningkatkan kualitas keilmuan
c) Menghindari ketertinggalan informasi dunia pendidikan
2. Bagi Guru
(a) Membantu dan memperlancar jalannya Proses Belajar Mengajar
(KBM )
(b) Membantu pencarian materi secara cepat, tepat dan luas.
3. Bagi Sekolah

7
a) Ikut mendukung dan turut serta meningkatkan mutu pendidikan
b) Memiliki nilai tambah bagi akreditasi pendidikan

8
B A B II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang
akan dating (UUR.I. No. 2 Tahun 1989, Bab I, Pasal I.
Pada rumusan mi terkandiung empat hal yang perlu digarisbawahi dan
mendapat penjelasan lebih lanjut. Dengan “usaha sadar” dimaksudkan, bahwa
pendidikan diselenggarakan berdasarkan rencana yang matang, mantap, jelas,
lengkap, menyeluruh, berdasarkan pemikiran rasional-objektif. Pendidikan tidak
diselenggarakan secara tak sengaja, atau bersifat insidental dan seenaknya, atau
berdasarkan mimpi di siang bolong dan penuh fantastis.
Fungsi pendidikan adalah menyiapkan peserta didik. “Menyiapkan”
diartikan bahwa peserta didik pada hakikatnya belum siap, tetapi perlu disiapkan
dan sedang menyiapkan dirinya sendiri. Hal ini menunjuk pada proses yang
berlangsung sebelum peserta didik itu siap untuk terjun ke kancah kehidupan yang
nyata. Penyiapan ini dikaitkan dengan kedudukan peserta didik sebagai calon
warga negara yang baik, warga bangsa dan calon pembentuk keluarga baru, serta
mengemban tugas dan pekerjaan kelak di kemudian hari.
Strategi pelaksanaan pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan
bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan. Bimbingan pada hakikatnya adalah
pemberian bantuan, arahan, motivasi, nasihat dan penyuluhan agar siswa mampu
mengatasi, memecahkan masalah, menanggulangi kesulitan sendiri. Pengajaran
adalah bentuk kegiatan di mana terjalin hubungan interaksi dalam proses belajar
dan mengajar antara tenaga kependidikan (khususnya guru/pengajar) dan peserta
didik untuk mengembangkan perilaku sesuai dengan tujuan pendidikan. Pelatihan
prinsipnya adalah sama dengan pengajaran, khususnya untuk mengembangkan
kerampilan tertentu.
Produk yang ingin dihasilkan oleh proses pendidikan adalah berupa lulusan
yang memiliki kemampuan melaksanakan peranan-peranannya untuk masa yang

9
akan datang. Peranan bertalian dengan jabatan dan pekerjaan tertentu, tentunya
bertalian dengan kegiatan pembangunan di masyarakat.
Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik
supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan
dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang
memungkinkannya untuk berfungai secara adekwat dalam kehidupan masyarakat.
Pengajaran bertugas mengarahkan proses ini agar sasaran dan perubahan itu dapat
tercapai sebagaimana yang diinginkan.
Pada dasamya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik bergantung
pada dua unsur yang saling mempengaruhi, yakni bakat yang dimiliki oleh peserta
didik sejak lahir, dan lingkungan yang mempengaruhi hingga bakat itu tumbuh
dan brkembang. Kendatipun dua unsur tersebut sama pentingnya, namun ada
kemungkinan pertumbuhan dan perkembangan itu disebabkan oleh bakat saja atau
pengaruh lingkungan saja.
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal, secara sistematis
merencanakan bermacam-macam lingkungan, yakni lingkungan pendidikan yang
menyediakan berbagai kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan berbagai
kegiatan belajar. Dengan berbagai kesempatan belajar itu, pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik diarahkan dan didorong ke pencapaian tujuan yang
dicita-citakan. Lingkungan tersebut disusun dan ditata dalam suatu kurikulum,
yang pada gilirannya dilaksanakan dalam bentuk proses pembelajaran.
Untuk bisa menciptakan kualitas pendidikan yang baik dan yang memenuhi
persyaratan diatas diperlukan pengadaan teknologi yang tepat, dimana pendidikan
yang tepat jatuh pada penggunaan alat pengolah data elektronik yang dalam
kenyataan dan praktik berarti menggunakan komputer dengan semua sarana
pendukungnya. Komputer merupakan pilihan yang paling tepat karena bisa
menampilkan informasi dalam jumlah yang besar & bervariasi, mempunyai cara
kerja yang cepat dan aplikasi informasi yang dihasilkan sangat beraneka ragam.
Dewasa ini dikenal paling sedikit tiga jenis jaringan, yaitu :
1. Jaringan yang bersifat setempat yang dikenal dengan istilah “Jaringan
wilayah lokal ( Lokal Area Network-LAN).

10
2. Jaringan wilayah yang luas ( Wide Area Network – WAN )
3. Jaringan Wilayah kota metropolitan ( Metropolitan Area Network –
MAN ).
Selain ketiga jenis jaringan tersebut diatas pengolahan data dilakukan
dengan menggunakan internet yang merupakan jaringan komputer global. Internet
sangat bermanfaat karena mempermudah para pengguna untuk berkomunikasi
langsung dengan berbagai pihak dan mempermudah memperoleh informasi yang
dibutuhkan tanpa dibatasi oleh waktu dan ruang dan dalam waktu yang singkat.
Perkembangan konsep manajemen pendidikan ini didesain untuk
meningkatkan kemampuan sekolah dan masyarakat dalam mengelola perubahan
pendidikan kaitannya dengan tujuan keseluruhan, kebijakan, startegi,
perencanaan, inisiatif kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan
otoritas pendidikan.
Pendidikan ini menuntut adanya perubahan sikap dan tingkah laku seluruh
komponen sekolah, kepala sekolah, guru, siswa dan tenaga staf/administrasi
termasuk orang tua dan masyarakat dalam memandang, memahami, membantu
sekaligus sebagai pemantau yang melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam
pengelolaan sekolah yang bersangkutan dengan didukung oleh pengelolaan sistem
informasi yang maju. Akhir dari semua itu ditujukan kepada keberhasilan sekolah
untuk menyiapkan pendidikan yang berkualitas/bermutu bagi dunia pendidikan
berkualitas/bermutu bagi masyarakat.
B. Pengertian Mutu Pendidikan.
Secara umum, adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang
atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang
diharapkan atau yang tersirat. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu
mencakup input, proses, dan output pendidikan.
Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena
dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu proses. Sesuatu yang dimaksud berupa
sumberdaya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi
berlangsungnya proses. Input sumber daya meliputi sumberdaya manusia (Kepala
sekolah, guru, termasuk guru BK, karyawan, siswa) dan sumberdaya selebihnya

11
(peralatan, perlengkapan, uang, bahan, dsb). Input perangkat lunak meliputi
struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas,
rencana, program, dsb, Input harapan-harapan berupa visi, misi, tujuan, dan
sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah.
Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan
baik. Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat
kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula mutu input
tersebut.
Proses Pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang
lain. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut
sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. Dalam pendidikan bersekala
mikro (ditingkat sekolah), proses yang dimaksud adalah proses pengambilan
keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, proses pengelolaan program, proses
belajar mengajar, dan proses monitoring dan evaluasi, dengan catatan bahwa
proses belajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi disbanding dengan proses-
proses lainnya.
Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengelolaan input pendidikan
dilakukan secara harmonis, sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran
yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat
belajar, dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. Kata
memberdayakan mengandung arti bahwa peserta didik tidak sekedar menguasai
pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya, akan tetapi pengetahuan tersebut juga
telah menjadi muatan nurani peserta didik, dihayati, diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari dan lebih penting bagi peserta didik tersebut mampu belajar secara
terus menerus (mampu mengembangkan dirinya).
Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah
adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. Kinerja
sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya,
efesiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya. Khusus
yang berkaitan dengan mutu output sekolah, dapat dijelaskan bahwa output
sekolah dikatakan berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah, khususnya

12
prestasi belajar siswa, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam: (I) prestasi
akademik, berupa nilai ulangan umum EBTA, EBTANAS, karya ilmiah, lomba
akademik, dan (2) prestasi non-akademik, seperti misalnya IMTAQ, kejujuran,
kesopanan, kesenian keterampilan kejujuran dan kegiatan-kegiatan ektrakurikuler
lainnya. Mutu sekolah dipengaruhi oleh banyak tahapan kegiatan yang saling
berhubungan (proses) seperti misalnya
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

13
B A B III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan.
Setelah penulis mempelajari dan memahami tentang pendidikan Berbasis
Teknologi, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dengan adanya kemajuan dibidang IPTEK terutama dalam bidang
administrasi maka dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah khususnya
dalam penyelesaian masalah pendidikan.
2. Dapat mempercepat dan memperlancar prosen KBM.
3. Menambah ilmu bagi masyarakat sekolah khususnya bagi pendidik
dan siswa didik.
B. Saran
1. Agar masyarakat sekolah mau menyikapi dan menanggapi secara
positif perkembangan Teknologi tersebut.
2. Supaya Kepala Sekolah memberi kesempatan kepada masyarakat
sekolah untuk mengikuti berbagai pelatihan tentang perkembangan Teknologi
yang memadai.

14
Daftar Pustaka

Dikmenum, 1999, Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis sekolah :


Suatu Konsepsi Otonomi Sekolah (paper kerja), Depdikbud, Jakarta.
Semiawan, Conny R, dan Soedijarto, 1991, Mencari Strategi :
Strategi Pendidikan Nasional Manajemen Abad XXI, PT.
Grasindo, jakarta.
www.geocities.com-pakguruonline_files
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU_files.
Azzumari, Jamhari, dan nina, 2005, Belajar ke Timur:
Islam, Indonesia dan Jepang
PPIM, Jakarta

15