Anda di halaman 1dari 4

PRODI ARSITEKTUR UNS | ARSITEKTUR JAWA | SEMESTER JANUARI-JUNI 2013

Nama
NIM
Mata Kuliah

:
:
:

Fanny Zulkarnain
I.0211026
Arsitektur Jawa | Review Kuliah Tamu 16 Mei 2013

Arsitektur atau Bangunan Jawa:


Pemahaman dan Perkembangan di Lapangan Dalam Konteks
Kiwari
Oleh : Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo M.Arch [ IAI ]
Tempat : RSU Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta
Josef Prijotomo sebagai pemberi materi, banyak membahas tentang pengertian
arsitektur serta arsitektur jawa yang berkonteks kiwari (kontomporer), yang menjadi
topic utama dalam diskusi. Dalam presentasinya, Josef Prijotomo memberikan
pernyataan bahwa arsitektur merupakan cermin bangunan yang selanjutnya diikuti
oleh pengertian subjektif dari masing-masing perspektif seseorang. Sebagai contoh,
ketika kita melihat sebuah karya arsitektur (bangunan), maka kita akan melihat
bangunan tersebut dengan sifat sesuai perspektif pandangan kita sendiri, misal;
bangunan yang cantik, bangunan yang anggun, bangunan yang unik, bangunan yang
jelek, bangunan yang megah dan perspektif subjektif lainnya. Sesuai pengertian
tersebut, maka presentasi Josef Prijotomo yang berjudul Arsitektur adalah Bangunan
yang .. , di belakang kata yang... adalah pandangan opini subjek terhadap karya
arsitektur (bangunan) yang terlihat oleh subjek. Pandangan opini terhadap bangunan
ini diwujudkan dalam kata sifat, misalnya indah, ayu, eksotis, erotis, memesona, dan
sebagainya.
Ada dua sisi yang memaknai arsitektur sebagai bangunan yang.. , sisi yang
pertama yaitu pemaknaan arsitektur sebagai seni, contohnya; bangunan yang cantik,
indah, erotis, dan lain lain. Sisi yang kedua yaitu pemaknaan arsitektur sebagi ilmu;
yaitu ilmu bangunan. Di sisi ini, arsitektur dimaknai sebagai wadah kegiatan, dimana
yang dominan terlihat adalah kegiatannya, bukan bangunannya. Hal ini membuat
arsitektur kehilangan indah nya.
Dalam perkembangannya di Eropa, arsitektur sebagai seni tenar hingga abad
ke-19, kemudian pada tahun 1960-an pemahaman arsitektur didominasi oleh
pemahaman arsitektur sebagai ilmu.

PRODI ARSITEKTUR UNS | ARSITEKTUR JAWA | SEMESTER JANUARI-JUNI 2013

SENI

ARSIT
EKTUR

ILMU

ESTETIKA,

KONSTRUKSI,

KOMPOSISI

UITILITAS, SAINS

SEJARAH,

BANGUNAN,

LAMBANG

EKONOMI

MAKNA Diagram 1. Skema Pengertian Arsitektur Sebagai Ilmu dan Seni

Josef Prijotomo juga menjelaskan tentang esensi arsitektur sebagai kenyataan.


Arsitektur sebagai kenyataan yang pertama adalah arsitektur selalu berada di
alam/lingkungan. Josef Prijotomo juga mengartikan pengertian alam, menurutnya alam
bukanlah hanya yang ada di atas tanah, namun juga yang di bawah tanah dan juga di
antariksa, disanalah arsitektur berada. Kenyataan yang kedua adalah manusia.
Perbedaan manusia dengan hewan adalah manusia membuat tempat bernaung
dengan arsitektur yang didasari oleh pemikiran dan pertimbangan, sedangkan hewan
membuat sarang yang tidak didasari pemikiran dan pertimbangan. Sebagai contoh,
gorilla membuat sarang untuk tidur namun tidak terlindungi dari hujan, karena dalam
pembuatannya gorilla tidak mempertimbangkan hujan. Oleh karena itu, arsitektur
selalu ada di suatu lingkungan manusia semata-mata untuk memenuhi kebutuhan
manusia itu sendiri.

ALAM

ARSIT
EKTUR

MANUSI
A

EKOLOGI, TATA

BUDAYA,

TAPAK,

ANTROPOLOGI,

LANSEKAP,

SOSIOLOGI, RELIGI

Diagram 2. Skema Pengertian Arsitektur berkaitan dengan alam dan manusia.

PRODI ARSITEKTUR UNS | ARSITEKTUR JAWA | SEMESTER JANUARI-JUNI 2013

Dari kedua pengertian arsitektur menurut Josef Prijotomo itu, maka dapat
disimpulkan arsitektur merupakan sebuah ilmu sekaligus seni, yang erat kaitannya
dengan alam dan pelaku utamanya yaitu; manusia. Dengan sebuah skema perpaduan
keduanya, Josef Prijotomo pun menyimpulkan pengertian arsitektur, dimana di dalam
arsitektur itu sendiri mencakup konteks dan definisi dari arsitektur jawa.
ESTETIKA,

KONSTRUKSI,

KOMPOSISI

UITILITAS, SAINS

SEJARAH,

SENI

BANGUNAN,

ILMU

LAMBANG

EKONOMI

MAKNA

ARSIT
EKTUR
ALAM

MANUSI
A

EKOLOGI, TATA

BUDAYA,

TAPAK,

ANTROPOLOGI,

LANSEKAP,

ARSITEKTUR JAWA

SOSIOLOGI, RELIGI

Diagram 3. Skema Pengertian Arsitektur serta posisi Arsitektur Jawa

Menurut Josef Prijotomo, pengertian Arsitektur Jawa terbentuk sebagaimana


pengertian arsitektur itu sendiri. Pembentukan arsitektur itu sendiri memiliki empat
aspek penting yaitu, ilmu, seni, alam dan manusia. Josef Prijotomo membagi arsitektur
jawa menjadi dua, sebagai aspek terlihat dan aspek tak terlihat. Arsitektur Jawa
sebagai aspek terlihat dapat dimaknai dari bentuk atau wujud, sedangkan arsitektur
jawa sebagai aspek tak terlihat dapat dimaknai berupa pola, tatanan nilai, budaya,
habit, dan lainnya.
Josef Prijotomo memberikan gambaran tentang konsep terlihat dan tak terlihat,
sebagai contohnya Arsitektur sebagai bangunan pasti terlihat. Kita dapat mengenal
Jawa dengan melihat atau hanya mendengar, namun jika berbicara dalam konteks
arsitektur, pemaknaan arsitektur hanya dapat diperoleh dengan melihat. Arsitektur
adalah melihat, melalui melihat-lah kita mengetahui suatu arsitektur adalah arsitektur
jawa.
Rupa kuno ditransformasi menjadi kini, pernyataan ini berkaitan dengan judul
diskusi terkait dengan esensi konteks kiwari terhadap arsitektur jawa. Kata Kiwari

PRODI ARSITEKTUR UNS | ARSITEKTUR JAWA | SEMESTER JANUARI-JUNI 2013

diambil dari bahasa sunda yang diserap menjadi bahasa Indonesia yang berarti
kontemporer/kekinian.
Menurut Josef Prijotomo, Bangunan jawa harus ditransformasi agar memenuhi
konteks kekinian. Kekinian menandakan sesuatu yang bukan kemarin, tidak kuno,
baru. Menurut Josef Prijotomo, arsitektur jawa harus ditransformasi apabila ingin
survive, sebagai contoh, joglo masa sekarang haruslah ditransformasi, sehingga
berbeda dengan joglo masa lalu.
Josef Prijotomo juga memberikan sebuah contoh transformasi yang sangat baik
di Indonesia, yaitu Candi Borobudur. Namun banyak pemerhati yang hanya melihat
Candi Borobudur dari sisi budayanya saja, bukan dari sisi arsitektur. Transformasi
yang dikatakan hebat oleh Josef Prijotomo terletak pada model stupa atau patung
budha. Stupa di pusat memiliki sifat yang sangat solid dan pejal, kemudian secara
bertahap pada stupa di lingkaran luar memperlihatkan kerenggangan sehingga terlihat
semakin jauh dari pusat, stupa semakin seperti void. Kesalahan sejarah adalah
Borobudur dan monumen-monumen bersejarah lainnya hanya diabadikan sebagai
peninggalan bukan ilmu transformasinya, padahal melalui ilmu transformasi dapat
diperoleh banyak hal. Sebagai contoh, melalui ilmu transformasi, dapat disimpulkan
bahwa Candi Borobudur tidak memiliki pengaruh dari India, karena di India tidak
terdapat transformasi semacam yang ada di Candi Borobudur.
Kesimpulan yang diperoleh dari Kuliah Tamu oleh Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo
M.Arch [ IAI ] adalah, arsitektur tersusun dari seni, ilmu, manusia, dan alam. Empat
elemen ini mendefinisikan pengertian arsitektur yang juga mencakup pengertian
arsitektur jawa. Arsitektur adalah sesuatu yang terlihat, pengetahuan tentang arsitektur
diperoleh dari melihat, melalui melihat pula arsitektur jawa dapat didefinisikan. Terkait
judul, konteks kiwari (kekinian/kontemporer) arsitektur jawa dapat diperoleh melalui
proses transformasi arsitektur jawa dan segala hal di dalamnya. Josef Prijotomo
berpendapat bahwa apabila tidak ada transformasi, maka arsitektur jawa lama
kelamaan akan mati.