Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Demam Berdarah Dengue
A. DEFINISI
Penyakit infeksi disebabkan oleh virus dengue ditandai dengan demam tinggi
mendadak disertai manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan syok dan
kematian.
B. EI!"!#I
$irus dengue terdiri dari % serotype yaitu DEN&'( DEN&)( DEN&* dan DEN&% yang
ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. Semua serotype dapat ditemukan di
Indonesia( tetapi serotype yang terbanyak di Indonesia adalah serotype DEN&* dan
berhubungan dengan manifestasi yang berat.
+. EPIDE,I!"!#I
Demam berdarah dengue bukan penyakit baru di Indonesia. ahun '-.- kasus
pettama BBD dilaporkan di /akarta( namun demikian 0abah DBD bukan dimulai di
Indonesia melinkan di 1unania( Amerika Serikat( Australia dan /epang yang ter2adi
pada sekitar tahun '-)3.
D. #E/A"A 4"INIS DAN "AB!5A!5I6,
E. Infeksi virus dengue mengakibatkan manifestasi klinis yang bervariasi mulai dari
asimtomatik( penyakit paling ringan 7mild undifferentiated febrile illness8( demam
dengue( demam berdarah dengue( sampai sindrom syok dengue. 9alaupun se:ara
epidemiologis infeksi ringan lebih banyak( tetapi pada a0al penyakit hampir tidak
mungkin membedakan infeksi ringan atau berat.
F. Biasanya ditandai dengan demam tinggi( fenomena perdarahan( hepatomegali( dan
kegagalan sirkulasi. Demam dengue pada bayi dan anak berupa demam ringan disertai
timbulnya ruam makulopapular. Pada anak besar dan de0asa dikenal sindrom trias
dengue berupa demam tinggi mendadak( nyeri pada anggota badan 7kepala( bola mata(
punggung( dan sendi8( dan timbul ruam makulopapular. anda lain menyerupai
demam dengue yaitu anoreksia( muntah( dan nyeri kepala.
G. Pemeriksaan Penunjang
;. "akukan pemeriksaan hemoglobin( hematokrit( hitung trombosit( u2i serologi ;I
7;aemagglutination inhibiting antibody8( Dengue Blot.
I. rombositopenia ringan sampai nyata bersamaan dengan hemokonsentrasi adalah
ge2ala yang spesifik. "eukosit normal pada '&* hari pertama( menurun saat akan
ter2adi syok( dan meningkat saat syok teratasi.
/. PE5/A"ANAN PEN1A4I E5DI5I DA5I * FASE<
- Fase demam < demam tinggi mendadak )&= hari disertai flushing( nyeri otot sendi
dan sakit kepala
- Fase kritis < biasanya demam turun pada hari ke %&> 7range *&= hari 8( selama )?&
%? 2am
- Fase penyembuhan < ter2adi reabsorpsi :airan yang keluar dari ekstravaskuler(
setelah vase keritis 7%?&)= 2am8( ditandai dengan perbaikan klinis( nafsu makan
membaik( keluhan nyeri perut berkurang( timbul rush( bila padafase sho:k
mendapat terapi :airan berlebih dapat ter2adi edema paru.
4. DE5A/A DBD
". PA!FISI!"!#I
,. DIA#N!SIS
"angkah Diagnosis
a. Pemeriksaan klinis < demam( manifestasi perdarahan( tanda efusi(
hepatomegali( tanda kegagalan sirkulasi
b. Pemeriksaan laboraturium < u2i tourni@uet( ;t dan hitung r se:ara berkala
serta pemeriksaan serologi( pemeriksaan "BP( albumin darah( +( B( P(
P( gambaran darah tepi pada ke:urigaan DI+
:. Pemeriksaan penun2ang < foto thoraA pada dipsneu untuk menelusuri penyebab
lain disamping efusi pleura( 6S# bila ada( dapat di pakai untuk memeriksa
efusi pleura minimal.
Kriteria diagnosis WHO
Diagnosis klinik penyakit DBD dapat ditegakkan apabila ditemukan dua atau tiga
ge2ala klinik yang disertai trombositopenia dan hemokonsentrasi.
'. Demam tinggi mendadak 7*?()&%3 B+8 dan terus&menerus selama )&= hari tanpa
sebab yang 2elas. Demam pada penderita DBD disertai batuk( faringitis( nyeri
kepala( anoreksia( nausea( vomitus( nyeri abdomen( selama )&% hari( 2uga
mialgia 72arang8( atralgia( nyeri tulang dan lekopenia.
). ,anifestasi perdarahan( biasanya pada hari kedua demam( termasuk setidak&
tidaknya u2i bendung 7u2i 5umple "eedeC ourni@uette8 positif dan salah satu
bentuk lain perdarahan antara lain purpura( ekimosis( hematoma( epistaksis(
pendarahan gusi dan kon2untiva( perdarahan saluran :erna 7hematemesis(
melena( atau hemato:heDia8( mikroskopik hematuria atau menorrhagia.
*. ;epatomegali( mulai dapat terdeteksi pada permulaan demam.
%. rombositopenia 7'33.333Cmm
*
atau kurang8 biasanya ditemukan pada hari ke
duaCtiga( terendah pada hari ke %&.( sampai hari ke tu2uhCsepuluh sakit.
>. anda perembesan plasma yaitu<
a. ;emokonsentrasi yang dapat dilihat dari
& peningkatan kadar hematokrit setinggi kadar hematokrit pada masa
pemulihan.
& peningkatan kadar hematokrit sesuai usia dan 2enis kelamin E )3F
dibandingkan dengan kadar ru2ukan atau lebih baik lagi dengan data
a0al pasien.
& penurunan kadar hematokrit )3F setelah mendapat penggantian
:airan.
b. hipoalbuminemia.
:. efusi pleura( asites atau proteinuria.
.. 5en2atan( biasanya mulai pada hari ketiga se2ak sakit. Ini merupakan manifestasi
kegagalan sirkulasi yang ditandai dengan nadi lemah( :epat( ke:il sampai tidak
teraba( tekanan nadi 7beda tekanan sistolik dan diastolik8 menurun 7)3 mm;g
atau kurang8( hipotensi 7sesuai umur8( disertai kulit teraba dingin dan lembab
terutama daerah akral 7u2ung hidung( 2ari tangan dan kaki8( penderita tampak
gelisah dan timbul sianosis sirkumoral.
Dua ge2ala klinis pertama ditambah satu ge2ala laboratoris :ukup untuk menegakkan
diagnosis ker2a DBD.
Dengan patokan ini ?=F penderita yang tersangka penyakit DBD diagnosisnya
tepat setelah konfirmasi serologi
Diagnosis Banding.
Pada a0al penyakit( diagnosis banding men:akup infeksi bakteri( virus atau protoDoa seperti
demam tifoid( :ampak( influenDa( hepatitis( demam :hikungunya( leptospirosis( dan malaria.
Adanya trombositopenia yang 2elas disertai hemokonsentrasi membedakan DBD dari
penyakit lain. Diagnosis banding lain adalah sepsis( meningitis meningokok( idiophati:
trombo:ytopeni: purpura 7IP8( leukemia( dan anemia aplastik.
Demam :hikungunya 7D+8 sangat menular dan biasanya seluruh keluarga terkena dengan
ge2ala demam mendadak( masa demam lebih pendek( suhu lebih tinggi( hampir selalu diikuti
dengan ruam makulopapular( in2eksi kon2ungtiva dan lebih sering di2umpai nyeri sendi.
Proporsi u2i bendung positif( petekie( dan epistaksis hampir sama dengan DBD. Pada D+
tidak ditemukan perdarahan gastrointestinal dan syok.
Pada hari&hari pertama IP dibedakan dengan DBD dengan demam yang :epat menghilang
dan tidak di2umpai hemokonsentrasi( sedangkan pada fase penyembuhan 2umlah trombosit
pada DBD lebih :epat kembali.
Perdarahan dapat 2uga ter2adi pada leukemia atau anemia aplastik. Pada leukemia( demam
tidak teratur( kelen2ar limfe dapat teraba dan anak sangat anemis. Pada anemia aplastik anak
sangat anemis dan demam timbul karena infeksi sekunder.
N. PENAA"A4SANAAN
Sesuai dengan bagan penatalaksanaan 7bagan '()(*(%8
/. indak "an2ut
Pengamatan rutin
DSS < tensiCnadi diperiksa setiap '>&)3 menit sampai keadaan stabil( ;t( trombosit
setiap *&. 2am sampai keadaan menetap.
Dera2at I dan II < pemeriksaan ;t dan trombosit minimal ) kali sehari.
Pada semua DSS pada saat masuk rumah sakit harus diperiksa 2uga + dan B.
Bila + :enderung meman2ang lakukan 2uga pemeriksaan gambaran darah tepi.
Pemeriksaan khusus< E4# bila gagal 2antung( foto thoraA bila pleural efusi dan
edema paru. 6S# bila :uriga efusi pleura minimal. B( +( P( P( dan
gambaran darah tepi bila :uriga DI+.
Penderita yang berobat 2alan diperiksa trombosit setiap hari. Penderita yang
dira0at( tampung urine )% 2am( bila kurang dari ) mlCkgBBC2am periksa ureum
dan kretinin.
Elektrolit darah astrup bila keadaan umum tidak membaik.
Pelaporan pada dinas kesehatan k II setempat melalui kurir( telepon atau surat
se:ara mingguan.
Indikasi u!ang
4eadaan umum baik dan masa krisis telah berlalu atau E= hari se2ak panas.
4eadaan umum baik ditandai dengan < nafsu makan membaik( keadaan klinis penderita
membaik( tidak demam paling sedikit )% 2am tanpa antipiretik( tidak di2umpai distress
pernafasan minimal * hari setelah syok teratasi( hematokrit stabil( trombosit E>3.333
mm
*
.
+ara pen:egahan DBD <
'. Bersihkan tempat penyimpanan air 7bak mandi( 9+ 8.
). utuplah rapat&rapat tempat penampungan air.
*. 4ubur atau buanglah pada tempatnya barang&barang bekas 7kaleng bekas(
botol bekas 8.
%. utuplah lubang&lubang( pagar pada pagar bambu dengan tanah.
>. "ipatlah pakaian atau kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak
hinggap di situ.
.. 6ntuk tempat&tempat air yang tidak mungkin untuk membunuh 2intik&2intik
nyamuk 7 ulangi hal ini setiap ) sampai * bulan sekali.
4. 4!,P"I4ASI
Perdarahan gastrointestinal masif( ensepalopati( edema paru ( DI+( efusi pleura
". P5!#N!SIS
Infeksi dengue pada umumnya mempunyai prognosis yang baik( DF dan
D;F tidak ada yang mati. 4ematian di2umpai pada 0aktu ada pendarahan yang
berat( sho:k yang tidak teratasi( efusi pleura dan asites yang berat dan ke2ang.
4ematian dapat 2uga disebabkan oleh sepsis karena tindakan dan lingkungan
bangsal rumah sakit yang kurang bersih. 4ematian ter2adi pada kasus berat yaitu
pada 0aktu mun:ul komplikasi pada sistem syaraf( kardiovaskuler( pernapasan(
darah( dan organ lain.7)8
4ematian disebabkan oleh banyak faktor( antara lain <
'. 4eterlambatan diagnosis
). 4eterlambatan diagnosis sho:k
*. 4eterlambatan penanganan sho:k
%. Sho:k yang tidak teratasi
>. 4elebihan :airan
.. 4ebo:oran yang hebat
=. Pendarahan masif
?. 4egagalan banyak organ
-. Ensefalopati
'3. Sepsis
''. 4ega0atan karena tindakan
DA"TA# PUSTAKA
'. Depkes 5I Pedoman tatalaksana klinis infeksi dengue disarana pelayanan
kesehatan oleh anonim. Departemen 4esehatan 5I /akarta. )33>
). Dengue Hemorrhagic Fever in indonesia ; role of cytokine in plasma leakeage,
coagulation and fibrinolysis oleh Suharti +. Ne2megen 6niversity press. )33)
*. 65" < httpGCC000.medi:astore.:omCdengue hemorrhagi:
%. 65" < httpGCC000.sumber&alkes.:omCdengue hemorrhagi:H
>. 65" < httpGCC000.indokado.:omCdengue hemorrhagi:H
.. Aras !.( shert A.( Ba:h 5.5.( Slungard A.( ;ebbel 5.P.(Es:olar #.( /ilma B. And key
N.S )33%
=. Barero P.5. And ,ist:henko A.S )33%
?. Dar0is D. 4ega0atan demam berdarah dengue pada anak. Sari Pediatri )33%