Anda di halaman 1dari 7

Racun netron (30-33)

Pada berapa reaktor, material penyerap netron disebut racun (poison) yang
dengan sengaja dirancang di dalam reaktor untuk tujuan tertentu. Beberapa
poison depleted menyerap netron selama pengoperasian reaktor.
Point penting :
1. Menjelaskan istilah di bawah ini :
a. Burnable poison
b. Non-burnable poison
c. Chemical Shim
2. Menjelaskan penggunaan racun netron yang mudah terbakar dalam teras
reaktor.
3. keuntungan dan kerugian chemical shim pada racun yang mudah
terbakar.
4. Dua alasan mengapa racun poison non-burnable yang digunakan dalam
teras reaktor.
5. Contoh material yang digunakan untuk racun netron tidak dapat
terbakar.

Fixed Burnable poison (racun yang mudah terbakar)
Selama pengoperasian reaktor sejumlah bahan bakar yang terdapat di
dalam teras reaktor menurun secara konstan. Jika reaktor di operasikan untuk
jangka waktu yang lama, bahan bakar yang berlebih dibutuhkan untuk tepat
kritis yang harus ditambahkan ketika reaktor dibangun. Reaktivitas positif
berkaitan dengan bahan bakar yang harus seimbang dengan reaktivitas negatif dari
material penyerap netron. Perpindahan batang kendali yang terdapat pada
material penyerap netron adalah satu metode yang digunakan untuk mengganti
bahan bakar yang berlebih. Penggunaan batang kendali secara sendiri untuk
menyeimbangkan reaktivitas yang berlebih mungkin tidak diinginkan atau tidak
berguna untuk beberapa alasan. Alasan pertama untuk desain teras yang mungkin
adalah ruangan yang tidak cukup secara fisik untuk batang kendali dan
mekanisme dalam skala yang besar.
Untuk mengontrol jumlah bahan bakar yang besar tanpa menambahkan
batang kendali, racun yang mudah terbakar termuat didalam teras reaktor. Racun
yang mudah terbakar adalah material yang memiliki tampang lintang penyerapan
netron yang tinggi dikonverter ke dalam material yang tampang lintang
penyerapannya relatif rendah yang hasilnya seperti penyerap netron. Berkaitan
denga material yang mudah terbakar, reaktivitas negatif pada racun yang mudah
terbakar menurun di atas hidup teras. Racun akan menurunkan reaktivitas negatif
pada laju yang sama pada reaktivitas positif pada bahan bakar yang berlebih
adalah habis (depleted). Racun yang mudah terbakar umumnya digunakan dalam
bentuk senyawa boron atau gadolinium yang di bentuk di dalam lencana
atom/kisi yang terpisah atau piringan, atau dikenalkan seperti adiktif ke bahan
bakar. Karena mereka biasanya dapat didistribusikan lebih seragam daripada
batang kendali, racun sedikit menganggu untuk distribusi daya pada teras.

Racun yang dapat larut
Disebut juga bahan kimia yang berkilau, menghasilkan penyerapan netron yang
seragam secara leluasa ketika dihancurka dalam pendingin air. Bahan bakar yang
mudah larut secara komersil penekan reaktor air (Presserized water reactor
(PWR) adalah asam garam (borid) yang sering mengacu ke boron dapat larut
(Soluble Boron) atau Solbor. Asam Borid dalam pendingin mengurangi faktor
pemanfaatan termal, menyebabkan penurunan reaktivitas. Variasi konsentrasi
pada asam borid dalam pendingin (proses yang mengacu pada borasi dan dilusi),
reaktivitas teras dapat dengan mudah divariasi. Jika konsentrasi boron naik,
pendingin/moderator menyarap lebih netron, reaktivitas negatif bertambah. Jika
konsentrasi boron direduksi (dilusi), reaktivitas positif bertambah. Perubahan
konsentarsi boron dalam PWR adalah proses yang lambat dan utamanya
digunakan untuk mengimbangi kerugian pemadaman bahan bakar atau
pembangunan racun. Variasi konsentrasi boron mengijinkan batang kendali yang
digunakan minimal, hasilnya dalam tampang flux yang rata di atas teras dan
dapat diproduksi oleh pentyelipan batang. tampang flux datar adalh berkaitan
dengan fakta bahwa disana tidak terdapat bagian penekanan flux seperti yang
diproduksi pada hampir batang kendali yang disisipkan.
Jenis reaktor DOE tidak menggunakan racun netron yang dapat larut selama
pengoperasian normal. Beberapa reaktor DOE, termasuk sistem perlambatan
darurat menginjeksikan padatan yang berisi racun netron ke dalam sistem
sirkulasi pending reactor. Variasi larutan, termasuk sodium poliborat dan
gadolinium nitrat digunakan.
Racun yang mudah terbakar memiliki beberapa keuntungan di atas chemical
shim. Racun yang mudah terbakar mungkin termuat secara diskrit dalam lokasi
yang khusus dalam orde untuk bentuk atau tampang flux pengendali dalam
teras. Racun yang mudah terbakar tidak membuat koefisien reaktif temperatur
pada moderator sedikit negatif seperti pada chemical shim. Dengan chemical
shim, temperatur naik dan moderator meluas, beberapa moderator adalah di
dorong keluar dari luas teras aktif. Boron adalah juga berpindah keluar, dan ini
berefek positif pada reaktivitas. Sifat ini pada batas chemical shim mengijinkan
konsentrasi boron karena beberapa konsentrasi yang lebih besar membuat
koefisien temperatur moderator pada reaktivitas yang positif.
Racun tidak terbakar
Racun tidak terbakar adalah salah satunya memelihara reaktif negatif konstan
pada nilai di atas umur teras. Ketika tidak ada racun netron adalah dengan keras
tidak terbakar, material pastinya dapat diperlakukan seperti racun tidak terbakar
di bawah kondisi ini pastinya, contohnya hafnium. Pemindahan (oleh
penyerapan netron) satu isotop pada hafnium mudah untuk diproduksi pada
penyerap netron yang lain, dan secara terus menerus melalui penyerapan lima
rantai. Rantai penyerapan ini dalam racun poison yang berumur
panjang yang mendekati karakteristik tidak terbakar. Penyerapan dengan tampang
lintang penyerap netron yang rendah dapat juga diperlakukan seperti kondisi
yang paling banyak di bawah tidak terbakar.
Yang mungkin membuat reaktivitas material racun adalah selalu racun terbakar
lebih seragam di atas umur teras yang menggunakan self-shielding. Dalam self
shielding, material racun adalah cukup tebal yang hanya lapisan terluar
mereduksi jumlah netron yang menembus material sebelah dalam. Lapisan terluar
netron penyerap racun dan diudah ke material non racun, lapisan sebelah dalam
mulai menyerap netron lebih, dan reaktivitas negatif pada racun adalah secara
wajar seragam.
Normalnya penggunaan racun tidak mudah terbakar adalah pada pembentukan
daya atau untuk mencegah flux yang berlebih dan puncak daya yang dekat
daerah moderator pada reaktor.

Ringkasan ;
1. Racun netron yang dapat terbakar adalah material yang memiliki tampang
lintang penyerapan yang tinggi yang diubah ke dalam material yang
tampang lintang penyerapannya relative rendah sebagai penyerap netron.
2. Racun netron tidak dapat terbakar adalah material yang memiliki
karakteristik penyerapan netron yang relater konstan di atas umur teras.
Penyerapan netron oleh satu isotop dalam material penghasil isotop yang
lain juga memiliki tampang lintang penyerapan yang tinggi.
3. Chemical shim adalah racun netron yang dapat larut yang disirkulasikan
di dalam pendingin selama operasi normal.
4. Racun netron dapat terbakar digunakan dalam teras reaktor untuk
mengimbangi reaktivitas positif yang berlebih pada bahan bakar ketika
reaktor mulai dihidupkan.
5. Chemical shim memeiliki beberapa keuntungan dibandingkan racun
yang mudah terbakar.
a. Memiliki efek seragam yang luas.
b. Mungkin untuk menaikkan atau menurunkan jumlah racun dalam teras
selama pengoperasian reactor.
6. Racun dapat terbakar memiliki beberapa keuntungan dibandingkan
chemical shim
a. Dapat digunakan untuk bentuk tampang flux
b. Tidak memiliki pengaruh yang merugikan pada koefisien temperratur
moderator.
7. Dua alasan untuk penggunaan racun netron tidak dapat terbakar dalam
teras reaktor untuk menentukan daya dan untuk mencegah flex yang
berlebih dan puncak daya yang dekat denga daerah moderator.
8. Contoh material yang digunakan pada racun netron tidak mudah terbakar
adalah hafnium.



























Samarium dan racun hasil fisi yang lain
Point :
1. Mendiskripsikan bagaimana samarium-149 dihasilkan dan
dipindahkan dari teras reaktor selama pengoperasian reaktor.
2. Persamaan untuk keseimbangan konsentrasi samarium-149.
3. Mendiskripsikan bagaimana keseimbangan konsentrasi samarium-
149 yang bervariasi denga tingkat daya pada reaktor.
4. Mendiskripsikan bagaimana konsentrasi samarium-149 yang berubah
mengikuti perlambatan/ pematian reaktor dari kondisi steady-state
(keadaan yang tetap).
5. Mediskripsikan bagaimana konsentrasi samarium-149 yang berubah
mengikuti penghidupan reaktor.
6. Menjelaskan kondisi di bawah helium-3 akan memiliki pengaruh yang
signifikan pada reaktivitas reaktor.

Produksi dan pemindahan Samarium-149
Samarium-149 adalah racun hasil fisi terpenting kedua karena
tampang lintang netron termal yang tinggi 4,1 x 10
4
barn. Samarium-
149 dihasilkan dari peluruhan pada neodymium-149 yang
pembelahannya ditunjukkan dalam rantai peluruhan di bawah ini :



Untuk tujuan pengujian perilaku samarium-149, dengan waktu paro
1,73 tahun neodymium-149 adalah cukup lebih pendek dari pada 53,1
jam nilai untuk promethium-149 bahwa promethium-149 mungkin
dipertimbangkan jika terbentuk langsung dari fisi. Asumsi ini, dan
mengabaikan jumlah yang kecil pada bakaran promethium,.

Laju perubahan

= hasil dari fisi-peluruhan konsentrasi




Dimana :


Konsentrasi

= Hasil fisi

= kostanta peluruhan untuk



Penyelesaian untuk nilai kesetimbangan promethium-149 :


Laju pembentukan samarium-149 adalah
Laju perubahan

= hasil dari fisi +peluruhan

- bakaran


Konsentrasi

= Hasil fisi

= tampang lintang serapan makroskopis dari


Hasil fisi samarium-149, mendekati nol, Persamaan menjadi :

Penyelesaian persamaan ini untuk konsentrasi yang seimbang pada
samarium-149 dan subtitusikan

/

untuk


hasinya di bawah :

Ini untuk keseimbangan konsentrasi samarium-149 selama reaktor
beroperasi diilutrasikan bahwa keseimbangan konsentrasi samarium-
149 adalah bergantung pada flux netron dan tingkat daya. Konsentrasi
samarium akan mengalami transien yang diikuti oleh perubahan
tingakatan daya, tetapi akan kembali pada nilai awal.
Respon samarium-149 pada Reaktor yang dimatikan
Karena