Anda di halaman 1dari 29

1

LAPORAN KASUS

Vertigo vestibular sentral




Pembimbing:
Dr. Endang Kustiowati Sp.S(K),Msi.Med








Disusun oleh:
H Nuril Anwar
112012162





Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Saraf
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
RS. Panti Wilasa Dr. Cipto
Periode 15 April 2013 18 Mei 2013


2
BAB I
STATUS PENDIDIKAN ILMU PENYAKIT SARAF
KEPANITERAAN KLINIK FK UKRIDA
SMF ILMU PENYAKIT SARAF
RS. PANTI WILASA DR CIPTO

LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny.S
Umur : 39 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Menikah
Pendidikan : S1
Alamat : BROTOJOYO SELATAN 1 / 40 SEMARANG
No RM :198500
Dirawat Diruang : Gracia 1
Tanggal Masuk : 27 April 2013

II. SUBJEKTIF
Dilakukan Autoanmnesis pada tanggal 30/04/2013 Jam 08.30 WIB di ruang gracia


Keluhan Utama:
Pusing berputar sejak 1 hari SMRS







3

Riwayat Penyakit Sekarang:
Sejak 1hari SMRS Pasien mengeluh pusing berputar yang dirasakan hilang
timbul. Pusing dirasakan bertambah parah saat pasien berubah posisi saat bangun pagi. Pusing
akan berkurang saat pasien berdiam diri dan menutup mata. Pusing terjadi tiba-tiba, tidak
dipengaruhi keramaian dan suara berisik. Jika sedang pusing, pasien mengeluh mual sampai
muntah, muntah 3x berisi makanan tanpa darah dan lendir juga keringat dingin. Pendengaran
berkurang (-), telinga berdenging (-), penglihatan ganda (
-
). Untuk mengurangi pusingnya pasien
hanya beristirahat, belum mengkonsumsi obat apapun.
Sejak 3 jam SMRS saat pasien bangun tidur, pasien merasakan pusing berputar,
seperti semua benda dalam ruangan pasien berada bergerak, pusing dirasakan lebih berat dari
kemarin. Pasien muntah 2 kali, muntah berisi makanan.
Keluhan serupa sudah pernah dirasakan pasien sejak 5 tahun yang lalu, dan os
hanya berobat jalan ke dokter, namun belum separah ini sampai harus di rawat inap. Riwayat
hipertensi (-), riwayat trauma (-).


Riwayat Penyakit Keluarga:
Hipertensi (-)
Migarin (-)
DM (-)
Alergi (-)
Stroke (-)

Riwayat Penyakit Dahulu: Keluhan seperti ini sejak 5 tahun yang lalu, os hanya berobat jalan
ke dokter dan tidak pernah merasa keluhan separah ini.





4


Riwayat Sosial, Ekonomi, Pribadi:
Kesan: Baik
III. OBJEKTIF
Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 30-04-2013 di ruang gracia
1. Status Generalis
a. Keadaan umum : Tampak sakit sedang
b. Kesadaran : CM GCS = E
4
M
5
V
6
= 15
c. TD : 130/80mmHg
d. Nadi : 80 x/menit
e. Pernapasan : 20 x/menit
f. Suhu : 36,7
o
C
g. Kepala : normosefali, tidak ada kelainan
h. Mata : OS : pupil bulat, 2mm, RCL(+), RCTL (+/+)
OD : Pupil bulat 2mm, RCL(+), RCTL (+/+)
i. Mulut : simetris, dbn
j. Leher : KGB dan tiroid tidak terlihat membesar
k. Paru : SN vesikuler, wheezing -/-, rhonki -/-
l. Jantung : batas jantng dbn, BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)
m. Abdomen : datar, supel, timpani, BU (+) normal, hepar dan lien tidak teraba,
nyeri tekan epigastrium (-)
n. Kelamin : tidak dilakukan pemeriksaan
o. Berat badan : 58kg
p. Tinggi badan : 160 cm
2. Status psikikus
a. Cara berpikir : realistik, sesuai umur
b. Perasaan hati : eutim
c. Tingkah laku : pasien sadar, aktif
d. Ingatan : baik, amnesia (-)
e. Kecerdasan : sesuai tingkat pendidikan

5
3. Status neurologikus
a. Kepala
i. Bentuk : normosefali
ii. Nyeri tekan : (-)
iii. Simetris : (+)
iv. Pulsasi : (-)
b. Leher
i. Sikap : simetris
ii. Pergerakan : bebas
c. Tanda-tanda perangsangan meningen
i. Kaku kuduk : tidak di lakukan
ii. Kernig : tidak di lakukan
iii. Brudzinski I : tidak di lakukan
iv. Brudzinski II : tidak di lakukan
d. Pemeriksaan saraf kranial
i. N. olfaktorius
Subjektif : Tidak dilakukan
Dengan bahan : Tidak dilakukan

ii. N. optikus
Kanan Kiri
Tajam penglihatan Tidak di lakukan Tidak di lakukan
Pengenalan warna Tidak di lakukan Tidak di lakukan
Lapang pandang Tidak di lakukan Tidak di lakukan
Fundus okuli Tidak di lakukan Tidak di lakukan








6
iii. N. okulomotorius
Kanan Kiri
Kelopak mata Terbuka Terbuka
Gerakan mata:
Superior Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Inferior Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Medial Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Endoftalmus Tidak ada Tidak ada
Eksoftalmus Tidak ada Tidak ada
Pupil
Diameter 2mm 2mm
Bentuk Bulat Bulat
Posisi Sentral Sentral
Refleks cahaya langsung + +
Refleks cahaya tidak langsung + +
Strabismus - -
Nistagmus + (ke kiri) + (ke kiri)

iv. N. trochlearis
Gerak mata ke lateral
Bawah Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Strabismus - -
Diplopia - -

v. N. trigeminus
Membuka mulut tidak dilakukan
Sensibilitas atas tidak dilakukan
Sensibilitas bawah tidak dilakukan






7
vi. N. abdusens
Gerak mata ke lateral tidak ada kelainan tidak ada kelainan
Strabismus divergen - -
Diplopia

- -

vii. N. fasialis
Mengerutkan dahi tidak dilakukan tidak dilakukan
Menutup mata tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Sudut mulut Simetris Simetris
Meringis tidak dilakukan tidak dilakukan
Memperlihatkan gigi tidak dilakukan Tidak di lakukan
Bersiul tidak dilakukan Tidak dilakukan
Perasaan lidah bagian 2/3 depan tidak dilakukan tidak dilakukan

viii. N. vestibulokoklearis
Mendengar suara berbisik tidak dilakukan tidak dilakukan
Test Rinne tidak dilakukan tidak dilakukan
Test Weber tidak dilakukan tidak dilakukan
Test Shwabach tidak dilakukan tidak dilakukan

ix. N. glosofaringeus
Arkus faring Simetris
Daya mengecap 1/3 belakang tidak dilakukan
Refleks muntah tidak di lakukan
Sengau -

x. N. vagus
Arkus faring tidak dilakukan
Menelan tidak ada kelainan





8
xi. N. asesorius
Menoleh kanan, kiri, bawah tidak ada kelainan
Angkat bahu tidak ada kelainan
Trofi otot bahu tidak ada kelainan

xii. N. hipoglosus
Pergerakan lidah tidak ada kelainan
Julur lidah tidak ada kelainan
Tremor -

e. Badan dan anggota gerak
Ekstremitas atas
Kanan Kiri
Simetris Simetris Simetris
Trofik Eutrofik Eutrofik
Tonus Normotonus normotonus
Kekuatan 5-5-5-5 5-5-5-5
Refleks bisep + +
Refleks trisep + +
Refleks H.Trommer Tidak di lakukan Tidak di lakukan

Sensibilitas

Raba Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Nyeri Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Suhu Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Vibrasi Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Badan
R. abdomen atas tidak dilakukan
R. abdomen bawah tidak dilakukan
R. anus tidak dilakukan



9
Ekstremitas bawah
Kanan Kiri
Bentuk Simetris Simetris
Trofik Eutrofik Eutrofik
Tonus Normotonus Normotonus
Kekuatan 5-5-5-5 5-5-5-5
Refleks patella + +
Refleks Achilles + +



Refleks patologis:

Babinski - -
Chaddock - -
Openheim - -
Gordon - -
Schaeffer - -
Sensibilitas:
Raba Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Nyeri Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Suhu Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Vibrasi Tidak dilakukan Tidak dilakukan

f. Koordinasi, gait, dan keseimbangan
Cara berjalan : tidak dapat dilakukan
Test Romberg dipertajam : tidak dapat di lakukan
Heel to knee : tidak di lakukan
Past pointing : tidak dapat dilakukan
Dix-Hallspike : tidak dapat di lakukan
Test kalori : Tidak dilakukan



10

g. Gerakan-gerakan abnormal
Tremor : (-)
Miokloni : (-)
Khorea : (-)

h. Alat vegetative
Miksi : dalam batas normal
Defekasi : dalam batas normal

Pemeriksaan Penunjang
Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal 27 04 2013
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal

HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Trombosit
LED 1 jam
LED 2 jam
Basofil
Eusinofil

Neutrofil
Limfosit
Monosit
MCV
MCH


12,2
9,1
36
312
H 24
H 50
L 0.20
1.50

H 77
L 17
3.50
L 75
L 25


g/dl
ribu/mm
%
Ribu/mm
mm/jam
mm/jam
%
%

%
%
%
fL
pg


13 -18
5-10
38-47
150-450
0-20
0-20
0-1
1-3

54-62
25-33
3-7
80-100
26-34

11

RESUME
Subjektif:
Ny.S berusia 39 tahun datang ke rumah sakit panti wilasa dr. Cipto dengan keluhan
pusing berputar yang dirasakan hilang timbul, terjadi secara tiba-tiba, bertambah parah saat
pasien berubah posisi dari bangun tidur pagi. Pusing akan berkurang saat pasien berdiam diri dan
menutup mata, Muntah 3x berisi makanan. Untuk mengurangi pusingnya pasien hanya
beristirahat, belum mengkonsumsi obat apapun. Orang sakit selama ini hanya konsultasi ke
dokter dan tidak pernah sampai di rawat seperti sekarang ini, Keluhan serupa sudah pernah
dirasakan pasien sejak 5 tahun yang lalu.

Objektif:
Pada pemeriksaan fisik saat di ruang gracia, di dapatkan kesadaran compos mentis
dengan tanda-tanda vital tekanan darah 150/80 mmHg, frekuensi nadi 80x/ menit, frekuensi
nafas 20x/menit. Pada status generalis tidak didapatkan kelainan. Pemeriksaan status neurologis,
GCS E4M6V5, Pada pemeriksaan motorik diberi nilai 5, refleks fisiologis keempat ekstremitas
(+), pada pemeriksaan fiksasi pandangan nistagmus (+) ke kiri, refleks patologis negatif.
Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal.
Hasil CT SCA:
Sulcus kortikal dan fissura normal
Dffrensiasi subst alba dan grisia baik
Tidak ada lesi hipodens/hiperdens pada parenkim otak
Ada kalsifikasi kecil pada area subkortikal kiri
sisterna basalis dana paramesenfalika normal
Sistme vent masih baik
Cerebellum dan batang otak masih baik
tidak ada midline shifting
terdapat kalsifikasi kecil pada area subkortikal kiri
tidak ada gambaran infark/ich/sol
tidka ada tanda peninggian teakanan intrakranial
fosa posterior tidak ada kelainan.

12

IV. DIAGNOSIS
1. Klinis : Vertigo vestibular Central
2. Topis : Sistem vestibular
Sistem saraf pusat
3. Etiologi : Arteriosklerosis (kalsifikasi kecil area subkortikal frontal kiri)

V. TATALAKSANA
Medikamentosa:
IVFD RL 20 tpm
Ondansetron 8mg 3 x 1 p.o
Betahistin 6mg 3 x1 p.o
citicolin inj 3 x 250mg\
Lorazepam dosis 20mg 3 x 1 p.o
scopolamin patch
Non-medikamentosa:
Bedrest
Jangan melakukan perubahan posisi secara mendadak


VI. PROGNOSIS
Ad vitam : bonam
Ad functionam : bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam








13

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


DEFINISI
Vertigo berasal dari bahasa Latin vertere yang artinya memutar. Merujuk pada sensasi
berputar sehingga mengganggu rasa keseimbangan seseorang, umumnya disebabkan oleh
gangguan pada sistim keseimbangan.

Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien
atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. Vertigo tidak selalu sama dengan
dizziness.
1


EPIDEMIOLOGI
Vertigo merupakan keluhan yang sangat umum setelah nyeri kepala dan batuk. Vertigo
merupakan 15% penderita yang dikonsulkan ke ahli saraf atau ahli THT.
Pada oarang dewasa vertigo adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum. Di
Amerika Serikat, 4% orang mengalami vertigo setidak-tidaknya 1x pada masa hidupnya, Vertigo
mengenai perempuan sedikit lebih banyak dari laki-laki. Insiden dan pervalensi vertigo
meningkat dengan bertambahnya usia.
1,3

ETIOLOGI
Vertigo merupakan suatu gejala,sederet penyebabnya antara lain akibat kecelakaan,stres,
gangguan pada telinga bagian dalam, obat-obatan, terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke
otak dan lain-lain. Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ
keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. Organ ini memiliki saraf yang
berhubungan dengan area tertentu di otak. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam
telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan didalam otaknya sendiri.

14
Keseimbangan dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari
organ keseimbangan di telinga tengah dan mata.
1

Penyebab umum dari vertigo:

1. Keadaan lingkungan : mabuk darat, mabuk laut
2. Obat-obatan : alkohol, gentamisin
3. Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga
bagian dalam yang menyebabkan benign paroxysmal positional
4. Vertigo, infeksi telinga bagian dalam karena bakteri, labirintis, penyakit maniere
5. Peradangan saraf vestibuler, herpes zoster.
6. Kelainan Neurologis : Tumor otak, tumor yang menekan saraf vestibularis, sklerosismultipel,
dan patah tulang otak yang disertai cedera pada labirin, persyarafannya atau keduanya
7. Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya alirandarah ke
salah satu bagian otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral dan arteri basiler.




15

Obat:
Beberapa obat ototoksik dapat menyebabkan vertigo yang disertai tinitus dan hilangnya
pendengaran.Obat-obat itu antara lain aminoglikosida, diuretik loop, antiinflamasi nonsteroid,
derivat kina atau antineoplasitik yang mengandung platina. Streptomisin lebih bersifat
vestibulotoksik, demikian juga gentamisin; sedangkan kanamisin, amikasin dan netilmisin lebih
bersifat ototoksik. Antimikroba lain yang dikaitkan dengan gejala vestibuler antara lain
sulfonamid, asam nalidiksat, metronidaziol dan minosiklin. Obat penyekat alfa adrenergik,
vasodilatordan antiparkinson dapat menimbulkan keluhan rasa melayang yang dapat dikacaukan
dengan vertigo.

KLASIFIKASI
Vertigo dapat berasal dari kelainan di sentral (serebrum, batang otak, serebelum) atau
diperifer (telinga dalam, atau saraf vestibular).

1. Fisiologik.
PERDOSSI Telinga bagian luar
-serumen
-benda asing
Telinga bagian tengah
Retraksi membran timpani
OMPA
OME
Labirintis
Kolesteatoma
Nervus III
Infeksi,trauma,tumor
Hipoksia - iskemi otak
-hipertensi kronis
-arteriosklerosis
-anemia
Infeksi
-meningitis
-Ensefalitis
-abses
Tumor
Migren
Epilepsi

16
Vertigo fisiologik adalah keadaan vertigo yang ditimbulkan oleh stimulasi dari sekitar
penderita, dimana sistem vestibulum, mata, dan somatosensorik berfungsi baik.




Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain :
Mabuk gerakan (motion sickness)
Mabuk gerakan ini akan ditekan bila dari pandangan sekitar (visual
surround)berlawanan dengan gerakan tubuh yang sebenarnya. Mabuk gerakan akan sangat terasa
bila sekitar individu bergerak searah dengan gerakan badan.
Keadaan yang memperovokasi antara lain duduk di jok belakang mobil, atau membaca
waktu mobil bergerak.
Mabuk ruang angkasa (space sickness)
Mabuk ruang angkasa adalah fungsi dari keadaan tanpa berat (weightlessness).Pada
keadaan ini terdapat suatu gangguan dari keseimbangan antara kanalis semisirkularis dan
otolit.
1,3
2. Patologis
Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi :


Sentral diakibatkan oleh kelainan pada batang batang otak atau cerebellum

Perifer disebabkan oleh kelainan pada telinga dalam atau nervus cranialis
vestibulocochlear (N. VIII)


Ciri-ciri Vertigo perifer Vertigo sentral
Lesi Sistem vestibular (telinga
dalam, saraf perfer)
Sistem vertebrobasiler dan
gangguan vaskular
(otak,batang otak dan
serebelum)
Penyebab Vertigo posisional
paroksismal jinak (BPPV),
Iskemik batang otak,
vertebrobasiler insufisiensi,

17
penyakit maniere,neuronitis
vestibuler, labirintis,neuroma
akustik, trauma
neoplasma, migren basiler
Gejala gangguan SSP Tidak ada Diantaranya :diplopia,
parestesi,gangguan sensibilitas
dan fungsi motorik, disartria
Masa laten 2-20 detik Tidak ada
Habituasi + -
Rasa capai + -
Intesitas Berat Ringan
Telinga berdenging Ada Tidak ada
Pengaruh gerakana kepala + -
Gejala otonom
(mual, muntah, berkeringat)
+ -

Tabel 1: Perbedaan vertigo sentral dan perifer

VERTIGO SENTRAL
Penyebab vertigo jenis sentral biasanya ada gangguan di batang otak atau diserebelum.
Untuk menentukan gangguan di batang otak, apakah terdapat gejala lain yang khas bagi
gangguan di batang otak, misalnya diplopia, parestesia, perubahan sensibilitas dan fungsi
motorik, rasa lemah.

VERTIGO PERIFER
Lamanya vertigo berlangsung:
a. Episode (serangan) vertigo yang berlangsung beberapa detik. Paling sering disebabkan oleh
vertigo posisional benigna. Dapat dicetuskan oleh perubahan posisi kepala. Berlangsung
beberapa detik dan kemudian mereda. Paling sering penyebabnya idiopatik (tidak diketahui),
namun dapat juga diakibatkan olehtrauma di kepala, pembedahan di telinga atau oleh neuronitis
vestibular. Prognosis umumnya baik, gejala menghilang secara spontan.


18
b. Episode vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam. Dapat dijumpai pada penyakit
meniere atau vestibulopati berulang. Penyakit meniere mempunyai trias gejala yaitu ketajaman
pendengaran menurun (tuli), vertigo dan tinitus.

c. Serangan vertigo yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Neuronitis
vestibular merupakan kelainan yang sering datang ke unit darurat. Pada penyakit ini, mulainya
vertigo dan nausea serta muntah yang menyertainya ialah mendadak, dan gejala ini dapat
berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Fungsi pendengaran tidak terganggu pada
neuronitis vestibular. Pada pemeriksaanfisik mungkin dijumpai nistagmus.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan neurologis, pemeriksaan dan leher dan sistem
cardiovascular.
1,2,3

Pemeriksaan Neurologik
Pemeriksaan neurologic meliputi :
- Pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari tanda paralisis nervus, tuli sensorineural,
nistagmus.
2

Nistagmus vertical 80% sensitif untuk lesi nucleus vestibular atau vermis
cerebellar.Nistagmus horizontal yang spontan dengan atau tanpa nistagmus rotator
konsistendengan acute vestibular neuronitis.

- Gait test
1. Rombergs sign
Pasien dengan vertigo perifer memiliki gangguan keseimbangan namun masih
dapat berjalan, sedangkan pasien dengan vertigo sentral memilki instabilitas yang parah
dan seringkali tidak dapat berjalan. walaupun Rombergs sign konsisten dengan masalah
vestibular atau propioseptif, hal ini tidak dapat dgunakan dalam mendiagnosis vertigo.
Pada sebuah studi, hanya 19% sensitive untuk gangguan vestibular dan tidak
berhubungan dengan penyebab yang lebih serius dari dizzines.
3


19
Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, mula-mula dengan kedua mata
terbuka kemudian tertutup. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik.Harus
dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan
titik cahaya atau suara tertentu). Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan
penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudiankembali lagi, pada mata
terbuka badan penderita tetap tegak. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita
akan bergoyang baik pada mata terbuka maupunpada mata tertutup.

Gambar 1. Uji Romberg
c. Uji Unterberger.
Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat
lutut setinggi mungkin selama satu menit. Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan
menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram; kepala dan
badan berputar ke arah lesi, kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun
dan yang lainnya naik. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi.

20

Gambar 6. Uji Unterberger











2. Past ponting
Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan, penderita disuruh mengangkat
lengannya ke atas, kemudian
diturunkan sampai menyentuh
telunjuk tangan pemeriksa. Hal ini

21
dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup.
Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi.







Gambar 3: Past pointing

3. Heel to knee
Penderita diminta untuk menggerakkan tumit kakinya ke lutut kontralateral,
kemudian diteruskan dengan mendorong tumit tersebut lurus ke jari-jari kakinya.
Gambar 4: Heel to knee






4. Dix-HallpikE

22
Pemeriksaan ini terutama untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau
perifer.
Dari posisi duduk di atas tempat tidur, penderita dibaringkan ke belakang dengan
cepat, sehingga kepalanya menggantung 45 di bawah garis horisontal, kemudian
kepalanya dimiringkan 45 ke kanan lalu ke kiri. Perhatikan saat timbul dan hilangnya
vertigo dan nistagmus, dengan uji ini dapat dibedakan apakah lesinya perifer atau
sentral.
Perifer (benign positional vertigo): vertigo dan nistagmus timbul setelah periode
laten 2-20 detik, hilang dalam waktu kurang dari 1 menit, akan berkurang atau
menghilang bila tes diulang-ulang beberapa kali (fatigue).
Sentral: tidak ada periode laten, nistagmus dan vertigo berlangsung lebih dari 1
menit, bila diulang-ulang reaksi tetap seperti semula (non-fatigue).
















Gambar 5: Dix-Hallpike

5. Tes Kalori

23
Penderita berbaring dengan kepala fleksi 30, sehingga kanalis semisirkularis
lateralis dalam posisi vertikal. Kedua telinga diirigasi bergantian dengan air dingin
(30C) dan air hangat (44C) masing-masing selama 40 detik dan jarak setiap irigasi 5
menit. Nistagmus yang timbul dihitung lamanya sejak permulaan irigasi sampai
hilangnya nistagmus tersebut (normal 90-150 detik). Dengan tes ini dapat ditentukan
adanya canal paresis atau directional preponderance ke kiri atau ke kanan.Canal paresis
ialah jika abnormalitas ditemukan di satu telinga, baik setelah rangsang air hangat
maupun air dingin, sedangkan directional preponderance ialah jika abnormalitas
ditemukan pada arah nistagmus yang sama di masing-masing telinga.
Canal paresis menunjukkan lesi perifer di labirin atau n. VIII, sedangkan directional
preponderance menunjukkan lesi sentral.









Gambar 6: Tes Kalori








PENGOBATAN

24
Medikasi karena penyebab vertigo beragam, sementara penderita seringkali merasa
sangat terganggu dengan keluhan vertigo tersebut. Pengobatan untuk vertigo dilakukan secara
simptomatik.
Obat simpatomimetik vertigo mencakup:
3
1. Anti histamin
Tidak semua antihistamin mempunyai sifat anti vertigo. Antihistamin yang dapat
meredakan vertigo: dimenhidrinat, difenhidramin.
Efek samping yang mungkin timbul adalah sedasi. Pada penderita vertigo yang berat,
efek samping ini memberikan dampak yang positif.

Betahistin: suatu analog histamin yang dapat meningkatkan sirkulasi di telinga dalam,
dapat diberikan untuk mengatasi gejala vertigo. Dosis 6mg 3 x1.
2. Obat simpatomimetik
Citicoline dapat meningkatkan aliran darah dan konsumsi O2 di otak pada
pengobatan gangguan serebrovaskuler sehingga dapat memperbaiki gangguan kesadaran
3. Obat penenang
Dapat diberikan untuk mengurangi kecemasan. Dapat diberikan: Lorazepam dosis
0,5-1mg atau diazepam 2-5mg. ES: mulut kering dan penglihyatan kabur.
4. Antikolinergik
Obat antikolinergik yang aktif disentral dapat menekan aktivitas sistem vestibular
dan dapat mengurangi gejala vertigo. Misalnya: scopolamin transdermal.













25
Tujuan pengobatan vertigo, selain kausal (jika ditemukan penyebabnya), ialah untuk
memperbaiki ketidak seimbangan vestibuler melalui modulasi transmisi saraf; umumnya
digunakan obat yang bersifat antikolinergik.



Tabel 3. Obat-obatan yang digunakan pada terapi simptomatik vertigo (sedatif vestibuler)

Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan laboratorium rutin atas darah dan urin, dan pemeriksaan lain sesuai indikasi.
2. Foto Rontgen tengkorak, leher, Stenvers (pada neurinoma akustik).
3. Neurofisiologi:Elektroensefalografi(EEG),Elektromiografi (EMG), Brainstem Auditory
Evoked Pontential (BAEP).
4. Pencitraan: CT Scan, Arteriografi, Magnetic Resonance Imaging (MRI).



Nama generic Nama dagang Lama kerja
(jam)
Dosis dewasa Tingkat
sedasi
Rute lain
Cyclizine
Dimenhydrinate
Diohenhydramine
Meclizine

Promethazine

Scopolamine


Hydroxyzine

Ephedrine
Cinnarizine
Flumarizine
Hyoscine
betahistin
Marezine
Dramamine
Benadryl
Bonine
Antivert
Phenergan
Avopreg
Transderm
Scop
Holopon
Iterax
Bestalin

Stugeron
Sibelium
Buscopan
Hyscopan
Merislon 6mg
Betaserc 8 mg
4-6
4-6
4-6
12-24

4-6

72


4-6

4-6

50 mg 4 dd
25-50mg 4
dd
25-50mg 4
dd
12.5-25 mg
2-3 dd
25 mg 4 dd

0.5 mg 1 dd

0.5 mg 3 dd
25-100 mg 3
dd
25 mg 4 dd
25-50mg 3
dd
5 mg 2 dd
10-20 mg 3-4
dd
6-12 mg 3 dd
8-16 mg 3 dd
+
++
++
+

++

+

+
++

0
+
+
0

0
0
Im
Im,iv, rec

Im, iv

-

Im,iv,rec


Sc, iv


Im
Im
-

-
-

26
Metode Brandt-Daroff



Gambar 9. metode Brandt-Daroff

Pasien duduk tegak di tepi tempat tidur dengan tungkai tergantung; lalu tutup kedua mata dan
berbaring dengan cepat ke salah satu sisi tubuh, tahan selama 30 detik, kemudian duduk tegak
kembali. Setelah 30 detik baringkan tubuh dengan cara yang sama ke sisi lain, tahan selama 30
detik, kemudian duduk tegak kembali.
Latihan ini dilakukan berulang (lima kali berturut-turut) pada pagi dan petang hari sampai tidak
timbul vertigo lagi.
Latihan lain yang dapat dicoba ialah latihan visual-vestibular; berupa gerakan mata melirik ke
atas, bawah, kiri dan kanan me ngikuti gerak obyek yang makin lama makin cepat; kemudian
diikuti dengan gerakan fleksiekstensi kepala berulang dengan mata tertutup, yang makin lama
makin cepat.








27
BAB III
ANALISIS KASUS

Diagnosis pada pasien ini:
Diagnosis Klinis : Vertigo vestibular sentral
Diagnosis Topis : organ vestibular
Diagnosis Etiologi : Arteriosklerosis (kalsifikasi kecil area subkortikal frontal kiri)
Diagnosis banding : Vertigo vestibular perifer

Anamnesis
Pada anamnesis didapatkan Pasien mengeluh pusing berputar yang dirasakan
hilang timbul. Pusing dirasakan bertambah parah saat pasien berubah posisi dan
melakukan aktifitas. Pusing akan berkurang saat pasien berdiam diri dan menutup
mata. Pusing dirasakan semakin lama semakin berputar , tidak dipengaruhi
keramaian. Jika sedang pusing, pasien mengeluh mual sampai muntah, muntah 3x
berisi makanan tanpa darah dan lendir juga keringat dingin. Pendengaran berkurang (-),
telinga berdenging (-), penglihatan ganda ( -). Untuk mengurangi pusingnya pasien
hanya beristirahat.
Kesimpulan: Dari anamnesis bisa di diagnosis pasien Ny.S menderita
Vertigo vestibular sentral.
Tipe perifer Tipe sentral
Bangkitan vertigo
Derajat vertigo
Pengaruh gerakan kepala
Gejala autonom
( mual, muntah, keringat )
Gangguan pendengaran
( tinitus, tuli )
Tanda fokal otak
Lebih mendadak
Berat
( + )
( ++ )

( - )

( - )
Lebih lambat
Ringan
( - ) / ( - )
( + ) / ( - )

( + )

( + )

28
Gejala Vertigo Vestibuler Vertigo Non Vestibuler
Sifat vertigo


Serangan
Mual/muntah
Gangguan pendengaran
Gerakan pencetus
Situasi pencetus
Rasa berputar true vertigo


Episodik
( + )
( + )/ ( - )
Gerakan kepala
( - )
Melayang, hilang
keseimbangan, lightheaded

Kontinyu
( - )
( - )
Gerakan objek visual
Orang ramai, lalu lintas
macet, supermaket

Dari tabel dapat dilihat perbedaan tipe sentral dan perifer, pada kasus ini lebih mengarah
pada vertigo vestibular sentral. Maka diagnosis banding vertigo vestibuler perifer dapat
disingkirkan.
















29

DAFTAR PUSTAKA


1. Vertigo, Diunduh dari http://www.scribd.com/doc/59398952/Presentasi-Kasus-Vertigo.
2012
2. Lumbantobing SM. Neurologi Klinik Pemeriksaan Fisik dan Mental. Cetakan ke-14.
Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta : 2011
3. Bintoro Aris Catur, Rahmawati Dani. Vertigo. Badan penerbit Universitas Diponegoro..
Semarang: 2006.