Anda di halaman 1dari 3

http://globalgracenews.

org/id/global/grace/two-articals/
Hilangkan Agama Anda
Sudah bertahun-tahun saya kehilangan agama saya dan saat ini saya menjadi lebih baik. Saya
tidak melebih-lebihkan tentang hal ini. Saya bersungguh-sungguh. Kadang orang-orang
bertanya kepada saya, Apa maksudmu berkata kehilangan agamamu? Jawabannya
sederhana.
Terikat oleh Agama
Dengan mengerti arti sesungguhnya dari kata agama/religion akan menolong untuk bisa
menjelaskan pernyataan saya. Dalam bahasa Inggris, kata tersebut diambil dari bahasa Latin
relgio, yang memiliki arti kewajiban atau ikatan. Kemungkinan kata tersebut diturunkan
dari kata kerja religare, yang berarti mengikat erat. (Diambil dari The Dictionary of Word
Origins, oleh John Ayto). Asal kata agama menjelaskan masalah tersebut. Agama mengikat
manusia dengan erat, mewajibkan mereka mentaati suatu rangkaian standar dan perilaku.
Sejalan dengan waktu, kata tersebut dihubungkan dengan kewajiban yang dimiliki manusia
terhadap dewa-dewa kuno.
Agama adalah sebuah rumah kaca untuk legalisme karena berfokus pada tugas dan kinerja.
Dalam terminologi modern, kata kata itu menunjukkan ide melakukan tindakan tertentu
dengan tujuan dalam pikiran untuk mendapatkan pertolongan ilahi. Agama adalah sebuah
rumah kaca untuk legalisme karena berfokus pada tugas dan kinerja. Menempatkan
kewajiban pada manusia untuk menggapai Tuhan dengan usahanya. Meletakkan ikatan pada
manusia, sehingga membuat mereka berada dalam perbudakan.
Kekristenan yang sejati dalam banyak hal berbeda dengan agama. Sebuah komentar yang
baru-baru dikeluarkan mengenai tinju menggambarkan apa yang saya maksud. Seseorang
berkata, Bagi saya, tinju seperti balet, kecuali tidak ada musik, tidak ada koreografi dan para
penari saling memukul. Perbandingan yang diberikan antara tinju dan balet menggambarkan
kesatuan yang ada antara Kekristenan yang sejati dengan agama legalistik. Tidak ada sama
sekali.
Tindakan Allah itu cukup
Kekristenan yang sejati didasarkan pada Injil. Kata Injil berarti kabar baik. Apa itu kabar
baik? Bahwa kita tidak lagi harus mencoba untuk menggapai Tuhan melalui tindakan kita,
tetapi Allah yang bertindak untuk mempersatukan kita dengan Dia. Ini adalah kabar baik
bahwa Allah telah mengulurkan tangan kepada kita melalui pribadi Yesus Kristus. Ini adalah
kabar baik bahwa salib dan kubur kosong cukup untuk membuat Allah untuk merobek kartu
skor kehidupan Anda dan menyatakan permainan telah berakhir dengan Anda sebagai
pemenang. Yang kita butuhkan hanyalah percaya pada karya yang telah diselesaikan
Kristus. Itu saja tidak ada yang lain. Para murid pernah bertanya kepada Yesus, Apakah
yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?
Jawab Yesus kepada mereka: Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah
kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah (Yohanes 6:28-29). Percaya itu
saja. Beberapa orang mungkin bertanya, Bukankah kita harus melakukan hal-hal tertentu?
Jawabannya adalah kita akan melakukan hal-hal tertentu, bukan karena kita sedang mencoba
mendapatkan nilai dari Allah, tetapi karena hal itu merupakan bagian dari DNA rohani kita
untuk menghasilkan perbuatan baik. Sebagian orang mungkin salah berpikir bahwa kita
sedang berperilaku agamawi, tapi sebenarnya tidak. Kita hanya bertindak seperti siapa kita
sebenarnya wadah dan saluran kehidupan ilahi.
Perlukah membuang agama Anda?
Agama akan mewajibkan Anda untuk bekerja bagi Allah, tetapi Yesus akan membebaskan
Anda untuk melayani karena kasih.
Agama akan membelenggu Anda. Yesus Kristus akan membebaskan Anda. Agama akan
mewajibkan Anda untuk bekerja bagi Allah, tetapi Yesus akan membebaskan Anda untuk
melayani karena kasih. Agama akan membuat Anda lelah. Yesus akan terus menerus
menyegarkan jiwa Anda dengan kehidupan ilahi. Ya, saya telah kehilangan agama
saya. Akibatnya, saya menjadi semakin intim dalam mengenal Yesus. Saya tidak akan
menggantikan pengenalan tersebut dengan agama apapun di dalam dunia ini. Saya masih
melakukan banyak hal yang bagi orang lain mungkin terlihat agamawi, tapi bukan itu
maksudnya. Saya hanya menikmati Yesus dan melakukan apa yang saya inginkan (yang
memang bertepatan dengan apa yang la inginkan). Apakah Anda perlu membuang agama
Anda? Anda akan menemukan diri Anda menjadi jauh lebih baik bila Anda menemukan
hidup Anda di dalam Kristus. Ayo, lakukan saja. Ucapkan selamat tinggal kepada belenggu
yang terikat pada kewajiban agama dan jatuh ke dalam tangan Yesus Kristus. Anda tidak
akan menyesal.
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
.........
Belajar untuk Lebih Lagi Mengasihi Tuhan
Baru-baru ini saya mendengar khotbah online yang meratapi kenyataan bahwa orang Kristen
tidak mengasihi Allah dengan cara yang seharusnya. Bagaimana mungkin Anda
mengharapkan akan dipakai oleh Allah jika Anda tidak sepenuhnya mengasihi-Nya? kata
sang pengkotbah dengan penuh semangat. Pesannya mengingatkan saya pada banyak khotbah
yang serupa yang dulu pernah saya khotbahkan, namun hal itu lebih mengingatkan saya
tentang bagaimana selama bertahun-tahun saya berjuang untuk mengasihi Tuhan dengan cara
yang saya rasa harus saya lakukan.
Hukum Terutama
Merupakan upaya yang tulus untuk mengasihi Tuhan, tetapi begitu sering hal ini menjadi
salah arah. Seorang pengacara pernah datang kepada Yesus dan bertanya kepada-Nya,
Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? Perhatikan apa yang
ditanyakan oleh orang tersebut. Dia bertanya tentang hukum Taurat. Yesus menjawab
pertanyaannya dengan mengatakan, Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan
yang pertama. Menanggapi pertanyaan orang itu tentang hukum yang terutama, Yesus
menjawab bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan. Ayat ini telah sering kali
disalahgunakan oleh orang-orang Kristen yang sebenarnya bermaksud baik karena mereka
gagal untuk memahami konteksnya. Sangat penting untuk dicatat bahwa orang itu bertanya
pada Yesus tentang hukum Taurat. Seaneh yang terlihat, saat kita percaya bahwa kebutuhan
kita yang terbesar adalah mencoba untuk lebih mengasihi Allah, kita sedang menetapkan diri
pada kegagalan. Karena memang itu yang dilakukan hukum Taurat pada seseorang.
Jadi jika Anda berfokus pada seberapa besar Anda harus mengasihi Tuhan, hukum Taurat itu
akan menghukum Anda dan menyebabkan diri Anda dipenuhi dengan rasa bersalah.
Alkitab mengatakan bahwa Hukum Taurat membangkitkan nafsu dosa (Lihat Roma
7:5). Hukum Taurat merangsang pemberontakan terhadap hal yang dituntut olehnya. Jadi jika
Anda berfokus pada seberapa besar Anda harus mengasihi Tuhan, hukum Taurat itu akan
menghukum Anda dan menyebabkan diri Anda dipenuhi dengan rasa bersalah. Tidaklah
mungkin untuk mengasihi Dia seperti yang kita inginkan sampai kita memahami betapa Ia
mengasihi kita. Setelah itu, dan hanya setelah itu, kita akan menemukan kasih untuk Tuhan
itu meluap dalam hati kita.
Pernahkah Anda menemukan hal ini nyata dalam kehidupan Anda sendiri? Bila Anda telah
berfokus untuk lebih mengasihi-Nya, apakah Anda merasa Anda berhasil
melakukannya? Atau apakah Anda malah menemukan diri Anda sungguh-sungguh berdoa
untuk minta pertolongan agar dapat mengasihi Dia lebih lagi? Tuhan, bantu aku untuk lebih
mengaihi-Mu merupakan bukti bahwa Anda tidak mampu dalam hal itu.
Bagaimana Agar Bisa Lebih Lagi Mengasihi Tuhan
Alkitab mengatakan, Kita mengasihi, karena Dia lebih dahulu mengasihi kita Apakah Anda
ingin lebih lagi mengasihi Tuhan? Kalau begitu kuncinya adalah fokus pada seberapa besar
Dia mengasihi Anda, bukan pada seberapa besar Anda mengasihi Dia di setiap saat dalam
kehidupan. Hal yang paling penting dalam hidup Anda bukanlah harus berjuang untuk
mengasihi Tuhan. Dengan kekuatan apa Anda dapat melakukan hal itu? Bukankah kita semua
berjuang dalam area itu? Rahasianya adalah mulai berfokus pada seberapa besar Bapa
sorgawi mengasihi Anda.
fokus pada seberapa besar Dia mengasihi Anda, bukan pada seberapa besar Anda mengasihi
Dia
Bersamaan dengan bertambahnya pemahaman Anda mengenai betapa besarnya kasih yang
Dia miliki bagi Anda, Anda akan menemukan bahwa kasih yang ada dalam diri Anda akan
dibangkitkan dan termotivasi. Sebagai respon dari kasih-Nya, kasih Anda akan tumbuh dan
berkembang sehingga Anda akan menemukan diri Anda semakin mengasihi-Nya, oleh karena
itu, Anda bahkan akan lebih mengasihi semua orang yang ada di sekitar Anda.
Pandangan legalistis terhadap hubungan kasih yang kita miliki dengan Bapa menjauhkan
fokus kita dari kebaikan dan kasih karunia-Nya serta meletakkan tanggung jawab pada diri
kita. Kasih karunia mengingatkan kita bahwa Dia adalah pencetus dan kita merupakan
responden. Alkitab mengatakan bahwa Allah mengasihi kita, semua itu tentang kasih-Nya
bagi kita, dan ketika kita fokus pada hal itu dan bukan pada kasih kita kepada-Nya, kita akan
menemukan bahwa mengetahui kasih Allah kepada kita menjadi katalis untuk mengalami dan
menikmati kasih-Nya dengan cara yang lebih dalam daripada yang pernah kita kenal. Kita
akan menemukan bahwa kasih kita kepada-Nya bertumbuh dengan pesat dengan sendirinya