Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Kanker

Menurut WHO, kanker adalah istilah umum untuk satu kelompok besar penyakit yang
dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Istilah lain yang digunakan adalah tumor ganas
dan neoplasma. Salah satu fitur mendefinisikan kanker adalah pertumbuhan sel-sel baru secara
abnormal yang tumbuh melampaui batas normal, dan yang kemudian dapat menyerang bagian
sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain.Proses ini disebut metastasis. Metastasis merupakan
penyebab utama kematian akibat kanker (WHO, 2009).

Karsinogenesis
Karsinogenesis adalah suatu proses terjadinya kanker melalui serangkaian tahapan
mekanisme yang menunjukkana perubahan genetik dan menyebabkan transformasi progresif sel
normal menjadi sel malignan atau ganas yang disebabkan oleh zat-zat karsinogen. Zat-zat
karsinogen itu berupa agen-agen kimia, fisika, dan biologi.

Mekanisme karsinogenesis
Sejumlah studi mekanisme seluler dan molekuler karsinogenesis pada beberapa tahun terakhir
telah memperjelas proses banyak tahap karsinogenesis yang kompleks dan variasinya di antara
jenis kanker. Sejumlah literatur tentang biologi, genetik, genomik kanker telah cukup untuk
menjadi dasar pengetahuan sebagai bahan pertimbangan tentang pengaruh radiasi pengion
terhadap peningkatan risiko kanker pada manusia. Perkembangan kanker secara umum
dipandang sebagai proses klonal banyak tahap pada evolusi sel yang dibagi dalam sejumlah
tahap yang saling tumpang tindih, yaitu:
Inisiasi : Tahap pertama dalam karsinogenesis yang terjadi karena terpaparnya sel normal
oleh zat-zat karsinogen yang bertindak sebagai mutagen. Hal tersebut menyebabkan mutasi titik
pada DNA atau kerusakan yang lebih besar pada kromosom.


Promosi : Karsinogen atau faktor lain akan mengubah lingkungan untuk meningkatkan
pertumbuhan populasi sel mutan melebihi populasi sel normal. Perkembangan awal sel yang
terinisiasi ini membentuk klon melalui pembelahan.


Progresi : fase dimana telah tejadi perbanyakan sel yang telah mengalami transformasi
yang relatif tertundah sampai mengalami peningkatan keganasan dan mampu untuk bermigrasi
ke jaringan normal disekitarnya bahkan dapat lebih jauh.


Secara keseluruhan, hanya sebagian kecil sel yang masuk ke dalam jalur karsinogenik melalui
semua urutan di atas yang pada akhirnya memberikan hasil berupa sel kanker dan semua proses
membutuhkan waktu beberapa tahun. Tahap inisiasi kanker adalah tahap yang paling sulit untuk
dipelajari secara langsung, tetapi belakangan ini telah terbukti adanya sejumlah gen yang relatif
spesifik jaringan yang disebut sebagai kelompok gen gatekeeper yang diyakini merupakan target
utama mutasi untuk masuk ke jalur seluler neoplastik. Gatekeeper ini sering dilibatkan dalam
jalur sinyal biokimia intraseluler dan sebagai subjek utama untuk menghasilkan mutasi yang
menghilangkan fungsi gen. Gen ini masuk dalam kategori gen penekan tumor yang umumnya
ada dalam kanker. Kehilangan fungsi somatik berkaitan dengan inaktivasi gen gatekeeper timbul
melalui mutasi titik, dilesi intragenik, atau hilangnya seluruh bagian kromosom.

Mutasi Gen dan Kromosom pada Kanker Akibat Radiasi
Pajanan radiasi pengion berpotensi menyebabkan kanker tambahan pada manusia, paling tidak
pada dosis akut lebih besar dari sekitar 0,1 Sv. Data utama tentang radiogenik kanker berasal dari
studi sepanjang hidup (life span study) pada kohort korban bom atom. Data pelengkap diperoleh
dari studi pada pasien yang diradiasi untuk tujuan medis, pekerja radiasi seperti penambang
uranium, dan korban kasus kecelakaanradiasi. Radiasi dianggap beraksi dengan mengakselerasi
atau membuat lebih mungkin tahap yang dapat terjadi meskipun tanpa paparan radiasi.

Penyakit yang timbul akibiat radiasi karsinogenesis adalah
Leukemia
Leukemia merupakan kanker yang kemunculannya sangat erat dengan radiasi pengion. Hal
ini disebabkan oleh pendeknya periode laten dan tingginya sensitivitas sel target terhadap
radiasi. Penyakit ini lebih banyak ditemukan setelah penemuan radiasi. Insidensi leukemia
ditemukan beberapa tahun setelah individu pada sejumlah populasi tersebut menerima
radiasi. Dua kelompok masyarakat yang ditemukan menderita leukemogenesis adalah mereka
yang selamat dari korban bom atom Jepang dan pasien ankylosing spondilitis di Inggris.
Selanjutnya juga ditemukan efek leukemogenesis pada anak-anak yang menerima radiasi
dosis rendah di Utah dan Nordic yang merupakan sebagai tempat uji coba bom atom. Dari
suatu penelitian yang dilakukan terhadap populasi wanita yang menerima radioterapi untuk
pengobatan kanker servik ternyata probabilitas munculnya leukimia meningkat jika dosis
radiasi yang diterima mancapai 4 Gy, sedangkan apabila dosis lebih tinggi dari 4 Gy maka
resiko munculnya leukemia menurun. Diduga pada dosis ini sel yang terkena radiasi telah
mati

Gambar 4. Korban penyakit leukemia

Kanker Tiroid
Kanker tiroid yang diinduksi oleh radiasi pengion berasal dari populasi pasienn yang
menerima pengobatan dengan radioterapi yang mengakibatkan tiroid menerima dosis radiasi
yang relatif tinggi. Populasi yang dipelajari adalah :
Bayi, anak-anak, atau remaja yang menerima pengobatan radioterapi pada bagian kepala,
leher atau dada.
Bayi yang menerima radiasi untuk pembesaran thymus.
Anak-anak yang menerima pengobatan tinea capitis yakni iradiasi pada kulit kepala beserta
rambut


Gambar 5. Korban penyakit kanker tiroid