Anda di halaman 1dari 5

SIRUP

No data Keterangan

1


















2



















3

Monografi


















Tinjauan
Farmakologi


















Tinjauan formulasi
a. preformulasi







CTM (Farmakope Indonesia edisi IV halaman 210 ; Martindal
edisi 36 hal 571).

Rumus molekul = C
16
H
19
ClN
2.
C
4
H
4
O
4

Berat Molekul = 390,87
Pemerian= serbuk Hablur putih, tidak berbau. Larutan
mempunyai ph antara 4 dan 5.
Kelarutan= Mudah larut dalam air, larut dalam etanol dan
kloroform; sukar larut dalam eter dan dalam benzena..
Titik Lebur= Antara 130
0
dan 135
0
C.
Stabilitas = Mengalami peruraian pada suasana asam.
OTT = Inkompatibel dengan kalsium klorida, kanamisin sulfat, noradrenalin acid tartrat, pentobarbital sodium, dan meglumine adipiodone
Dosis = Larutan oral 2 mg/5ml (BNF 54 h.166)
Anak 6-12 tahun: 2 mg setiap 4-6 jam, maks 12 mg/hr.
Dewasa: 4mg setiap 4-6 jam, maks. 24mg/hr
Khasiat=Antihistamin, sedative
pKa dan koefisien partisi = 9,2
Penyimpanan= Wadah tertutup rapat tidak tembus cahaya.

CTM sebagai AH
1
menghambat efek histamin pada pembuluh
darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos. AH
1
juga
bermanfaat untuk mengobati reaksi hipersensitivitas dan
keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen
berlebih. Dalam Farmakologi dan Terapi edisi IV(FK-
UI,1995) disebutkan bahwa histamin endogen bersumber dari
daging dan bakteri dalam lumen usus atau kolon yang
membentuk histamin dari histidin.
Farmakodinamik dari antagonism terhadap Histamin, AH
1

menghambat efek histamine pada pembulih darah, bronkus,
dan bermacam-macam otot polos; selain itu, AH
1
bermanfaat
mengibati hipersensitivitas atau keadaan lain yang disertai
dengan penglepasan histamine endogen berlebihan. Secara
umum, AH
1
efektif menghambat kerja histamn pada otot polos
usus dan bronkus. Bronkokonstriksi akibat histamine dapat
dihambat oleh AH
1.
Peninggian permeabilitas kapiler dan
edema akibat histamine, dapat dihambat dengan efektif oleh
AH
1.



Zat tambahan
Sukrosa (Farmakope Indonesia IV hal 762, Handbook of
Pharmaceutical Excipient edisi 6 hal 704).
Rumus Molekul= C
11
H
22
O
11
Berat Molekul= 342,30.
Pemerian=Hablur putih atau tidak berwarna; masa hablur
atau berbentuk kubus, atau serbuk hablur putih; tidak berbau,
rasa manis, stabil di udara. Larutannya netral terhadap




















































lakmus
Kelarutan= Sangat mudah larut dalam air, lebih mudah larut
dalam air medidih; sukar larut dalam etanol; tidak larut
dalam kloroform dan dalam eter.
Titik Leleh= 160
0
C 168
0
C
Khasiat= Pemanis dan pengental.
Konsentrasi= 67 % w/w.
OTT = Serbuk sukrosa mungkin saja terkontaminasi dengan
logam berat yang dapat menjadi inkompatibel dengan bahan
penolong seperti asam askorbat. Sukrosa juga mungkin saja
terkontaminasi sulfit yang pada konsentrasi sulfit tinggi
menyebabkan perubahan warna saat penyalutan tablet.
Stabilitas= Sukrosa mempunyai stabilitas yang bagus pada
temperatur ruangan dan kelembaban sedang, dapat menyerap
1% bau yang dilepaskan ketika dipanaskan pada suhu 90
0
C.
Membentuk karamel ketika dipanaskan diatas 160
0
C . Bisa
disterilkan dengan autoklaf atau penyaringan. Pada suhu 110
0
C 145
0
C dapat mengalami inversi menjadi dekstrosa dan
fruktosa. Inversi dipercepat pada suhu diatas 130
0
C dan
dengan adanya asam.
Penyimpanan= Wadah tertutup baik.
pKa = 12,62.
BJ = 1,2865 1,3471.

Propilenglikol ( Farmakope Indonesia IV hal. 712,
Excipient edisi 6 hal. 592 )
Rumus Molekul= CH3CH(OH)CH2OH
Berat Molekul= 76, 09
Pemerian=Cairan kental, jernih,tidak berwarna ,rasa khas,
praktis tidak berbau, menyerap air pada udara lembab.
Kelarutan= Dapat bercampur dengan air, dengan aseton dan
dengan kloroform, larut dalam eter dan beberapa minyak
essensial tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak.
Bj = 1,038 g/cm
3

OTT =Dengan zat pengoksidasi seperti Pottasium
Permanganat
Konsentrasi= 10-25%
Stabilitas =Higroskopis dan harus disimpan dalam wadah
tertutup rapat, lindungi dari cahaya, ditempat dingin dan
kering. Pada suhu yang tinggi akan teroksidasi menjadi
propionaldehid asam laktat, asam piruvat& asam asetat.
Stabil jika dicampur dengan etanol, gliserin, atau air.
Khasiat = Bersifat antimikroba, desinfektan, pelembab,
plastisazer, pelarut, stabilitas untuk vitamin.
Penyimpanan = Disimpan dalam wadah tertutup rapat,
terlindung dari cahaya , sejuk dan kering.

CMC Na. (Carboxymethylcellulose sodium)(Handbook Of
Pharmaceutical Exipent edisi VI halaman 120; Farmakope
Indonesia Edisi IV halaman 175; Remington edisi 21
halaman 1073).





















































Pemeriam = Serbuk atau granul, putih sampai krem,
higroskopis.
Kelarutan = Mudah terdispersi dalam air membentuk
larutan koloida, tidak larutdalam etanol, eter, dan pelarut
organik lain.
Stabilitas= Larutan stabil pada pH 2-10, pengendapan
terjadi pada pH dibawah 2. Viscositas larutan berkurang
dengan cepat jika pH diatas 10. Menunjukan viskositas dan
stabilitas maksimum pada pH 7-9. Bisa disterilisasi dalam
kondisi kering pada suhu 160 selama 1 jam, tapi terjadi
pengurangan viskositas.
Penyimpanan = Dalam wadah tertutup rapat.
OTT = Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan
larutan garam besi dan beberapa logam seperti aluminium,
merkuri dan zink juga dengangom xanthan; pengendapan
terjadi pada pH dibawah 2dan pada saat pencampuran
dengan etanol 95%.; Membentuk kompleks dengan gelatin
dan pektin.
Kegunaan = Suspending agent, bahan penolong tablet,
peningkat viskositas.
Konsentrasi = 3-6%

Natrium Benzoat (FI IV hal 584 , Pharmaceutical
Excipient hal 433)
Rumus struktur = C
6
H
5
COONa
BM = 144,11
Pemerian = Granul atau serbuk hablur,
tidak berbau atau praktis tidak berbau.
Kelarutan = Mudah larut dalam air, agak
sukar larut dalam etanol dan lebih
mudah larut dalam etanol 90 %.

OTT = Inkompatibel dan gelatin,
garam besi, garam kalsium dan garam dari
logam berat, termasuk perak dan merkuri.
Kegunaan = Pengawet
Stabilitas = Stabil diudara
Penyimpanan = Dalam wadah yang tertutup
baik.
Konsentrasi = 0,02-0,5% pada sediaan oral.

Essence Strawberry
Pemerian = Cairan jernih tidak berwarna.
Kegunaan = Flavoring agent
Penyimpanan = Dalam wadah tertutup rapat.

Eritrosin (Martindle 28 hal 427)
Rumus Molekul = C
20
H
6
C
4
Na
2
O
5.
H
2
O
Pemerian = Serbuk merah atau merah
kecoklatan, tidak berbau, higroskopis
Kegunaan = Pewarna
Penyimpanan = Dalam wadah tertutup baik.























b. formula
standar

c. formula yang
direncanakan







d. perhitungan
bahan
















Air suling (aquadest) (Farmakope Indonesia III halaman
96)
BM = 18,02.
Rumus molekul = H2O.
Pemerian = Cairan jernih tidak berwarna,
tidak berbau, tidak berasa.
Penyimpanan = Dalam wadah tertutup baik.
Stabilitas =Air adalah salah satu bahan
kimia yang stabil dalam bentuk Fisik (es , air , dan uap). Air
harus disimpan dalam wadah yang sesuai. Pada saat
penyimpanan dan penggunaannya harus terlindungi dari
kontaminasi partikel - pertikel ion dan bahan organik yang
dapat menaikan konduktivitas dan jumlah karbon organik.
Serta harus terlindungi dari partikel - partikel lain dan
mikroorganisme yang dapat tumbuh dan merusak fungsi air.
OTT =Dalam formula air dapat
bereaksi dengan bahan eksipient lainya yang mudah
terhidrolisis.

-


Klorfeniramin maleat 80 mg / 200 ml
Propilen glikol 10%
Na Benzoat 0,02%
Na CMC 2,5%
Eritrosin 0,025%
Essence Strawberry 0,25%
Aquadest ad 200 ml
Sukrosa 25%

CTM = 2 mg / 5 ml x 200 ml = 80 mg
Propilen glikol = 10 % x 200 = 20 g
Na. Benzoat = 0,02% x 200 = 0,04 g= 40 mg
Sukrosa = 25% x 200 = 50 g
Essence Strawberry = 0,125% x 200 = 0,25 g
Eritrosin = 0,025% x 200 = 0,05 g
Na CMC = 2,5 % x 200 = 5 g
Air untuk Na CMC = 20 x 5g = 100 ml
Aquadest = 200 ml (0,08g + 20g + 0,04g + 50g + 0,25g +
0,05g + 3g + 100ml) = 26,58 ml








e. penimbangan
bahan









f. cara kerja

Chlorpheniramin maleat 80 mg
Propilenglikol 20 g
Sukrosa 50 g
Na CMC 5 g
Air untuk Na CMC 100ml
Na. benzoate 40 g
Essens strawberry 0,25 ml
Eritrosin 0,05 ml
Aquadest ad 200 ml


Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
Ditimbang masing-masing bahan.
Dilakukan kalibrasi botol 60 ml.
Dikembangkan Na CMC dengan menggunakan air
hangat di beaker glass sejumlah 20X berat Na CMC, diamkan
kurang lebih 24 jam untuk mengembangkan Na CMC (M1).
Dilarutkan klorfeniramin maleat dalam air.
Dilarutkan 85 gram sukrosa dalam 100 ml air, diletakkan
di waterbath sambil diaduk ad larut, kemudian disaring dengan
kertas saring.
Ditambahkan Na CMC yang sudah mengembang sedikit
demi sedikit, digerus ad homogen.
Ditambahkan sedikit demi sedikit propilen glikol ke
dalam larutan obat, homogenkan.
Dilarutkan Na benzoat dalam air, kemudian tambahkan
ke dalam larutan campuran digerus ad homogen.
Ditambahkan larutan sukrosa ke dalam lumpang, digerus
ad homogen.
Ditambahkan Erythrosin 1 tetes ad warna merah, digerus
ad homogen.
Ditambahkan essence strawberry, digerus ad homogen.
Ditambahkan aquadest ad 200ml.
Dimasukkan sediaan ke dalam botol sesuai tanda
kalibrasi, kemas kemudian serahkan.
Sisa sediaan digunakan untuk evaluasI