Anda di halaman 1dari 16

Teknik Mesin Universitas Pasundan

1 Proposal Tugas Akhir


1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. JUDUL TUGAS AKHIR
Rancang Bangun Rangka Kendaraan Urban Concept Untuk Kompetisi Shell Eco
Marathon.
1.2. LATAR BELAKANG
Shell Eco Marathon adalah ajang tahunan yang menantang siswa SMA dan
Mahasiswa dari seluruh dunia untuk mendesain, membuat dan menguji kendaraan
yang memiliki efisiensi tinggi.


Gambar 1.1. Desain kendaraan dikelas prototype untuk kompetisi Shell Eco Marathon

Pada kompetisi tahun 2012 Event Shell Eco Marathon dilaksanakan Eropa
(Rotterdam, Belanda)
(3)
, Amerika (Discovery Green Track, Houston,Texas)
(4)
,
dan di Asia (Sepang Internasional Circuit, Malaysia)
(5)
. Kompetisi Shell Eco
Marathon dibagi menjadi dua kelas utama. Kelas yang pertama adalah kelas Urban
Concept. Pada kelas Urban Concept kendaraan diharuskan mengikuti desain
kendaraan roda empat pada saat ini . Dimensi kendaraan untuk kelas Urban
Concept sesuai dengan aturan yang berlaku harus memiliki tinggi 100-130 cm,
lebar 120-130 cm. Kendaraan tersebut juga harus memiliki panjang 220-350 cm.
Wheelltrack minimal 120 cm, Track Width minimal 100 cm (depan) dan 80 cm
(belakang) dan bobot kendaraan tanpa pengemudi maksimal 205 kg
(6)
. Sedangkan
untuk kelas Prototype Vehicle desain kendaraan tidak harus memiliki empat roda,

Teknik Mesin Universitas Pasundan

2 Proposal Tugas Akhir
2
dan tidak harus mengikuti desain kendaraan roda empat saat ini.
Pada kompetisi Shell Eco Marathon tahun 2011 tim dari Dhurakij Pundit
University dari Thailand menjuarai kelas Prototype yang berbahan bakar Ethanol.
Kendaraan tersebut mampu menempuh jarak 2213,4 km/l. Untuk kelas Urban
Concept, tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjuarai kelas tersebut
dengan menggunakan bahan bakar gasoline (petrol).
Kendaraan dari ITS mampu menempuh jarak 149.8 km/l
(7)
. Berdasarkan
prestasi yang telah ditorehkan oleh tim dari Dhurakij Pundit University (Thailand)
dikelas prototype yang menggunakan bahan bakar Ethanol, dan tim dari ITS yang
menjuarai kelas Urban Concept dengan bahan bakar gasoline (petrol). Kami
memutuskan untuk melakukan pengembangan berdasarkan kedua hal tersebut,
sehingga output yang diharapkan,yaitu kami dapat mengembangkan kendaraan
untuk kompetisi Shell Eco Marathon dikelas Urban Concept. Kendaraan tersebut
menggunakan bahan bakar ethanol E100 dan memiliki efisiensi tinggi.

1.3. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan konsep sesain kkendaraan
Urban Concept untuk kompetisi Shell Eco Marathon adalah:
1. Bagaimana merancang dan membuat rangka kendaraan untuk kompetisi Shell
Eco Marathon di kelas Urban Concept yang kaku dengan berat maksimal 30
Kg.


1.4. TUJUAN
Tujuan dari tugas akhir ini adalah merancang dan membuat rangka kendaraan
memiliki bobot maksimal 30 Kg untuk kompetisi Shell Eco Marathon dikelas
Urban Concept.

Teknik Mesin Universitas Pasundan

3 Proposal Tugas Akhir
3
1.5. BATASAN MASALAH
Agar memudahkan dalam perancangan dan pembuatan, penulis membatasi
pembahasan masalah antara lain :
1. Rangka dibuat menggunakan material ASTM A36 Mild (low carbon ) Steel.
2. Tipe rangka yang digunakan adalah Body on frame.
3. Penyambungan komponen rangka menggunakan proses pengelasan.

1.6. METODOLOGI
1. Identifikasi masalah.
2. Pengumpulan data dari kendaraan yang telah dibuat di kelas Urban Concept
untuk kompetisi Shell Eco Marathon.
3. Perancangan rangka.
4. Evaluasi dan pemilihan rancangan berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh
penyelenggara event Shell Eco Marathon
5. Analisa rangka
6. Prototyping.

1.7. MANFAAT
Manfaat dari tugas Akhir ini adalah :
Dapat membuat rangka kendaraan untuk kompetisi shell eco marathon di
kelas urban concept.

Teknik Mesin Universitas Pasundan

4 Proposal Tugas Akhir
4
BAB II
DASAR TEORI

2.1. KOMPETISI SHELL ECO MARATHON
Shell adalah suatu group perusahaan energi dan petrokimia global dengan lebih
dari 93000 karyawan di hampir 90 negara. Event Shell Eco Marathon adalah salah satu
jenis corporate responsibility dari perusahaan Shell. Shell Eco Marathon adalah
kompetisi yang menantang siswa SMA dan mahasiswa dari seluruh dunia untuk
mendesain, membangun, dan menguji kendaraan yang memiliki efisiensi tinggi. Dengan
event tahunan di Americas, Europe, dan Asia. Pemenang event Shell Eco Marathon
adalah tim yang kendaraannya dapat menempuh jarak terjauh untuk konsumsi energi
yang paling sedikit. Kompetisi ini bermula pada tahun 1939, dimana kedua orang
ilmuwan dari laboratorium riset Shell berkompetisi untuk menguji kendaraan mana
yang dapat menempuh jarak paling jauh dengan konsumsi 1 gallon bahan bakar
(8)
.


Gambar 2.1. Kendaraan kelas Urban Concept Shell Eco Marathon

Dari sejarah yang sederhana ini, kompetisi Shell Eco Marathon digelar pada tahun
1985 di Prancis
(8)
.Kompetisi ini mulai menarik ribuan insinyur dan ilmuwan muda
dari 20 negara di eropa. Pada tahun 2012 ini kompetisi ini diselenggarakan di 3 benua
yang berbeda, yaitu Eropa (Rotterdam, Belanda)
(3)
, Amerika (Discovery Green Track,
Houston,Texas)
(4)
, dan di Asia (Sepang Internasional Circuit, Malaysia)
(5)
.

Teknik Mesin Universitas Pasundan

5 Proposal Tugas Akhir
5

Grafik 2.1. Pembagian kelas utama pada kompetisi Shell Eco Marathon.
Sebagaimana berjalannya suatu kompetisi, maka pemenangnya akan
mendapatkan hadiah dan penghargaan. Hadiah yang akan diperebutkan pada kompetisi
Shell Eco Marathon adalah :
Category
Prototype Urban Concept
Combustion Grand Prize
Winner $1000 Winner $1000
2
nd
place $800 2
nd
place $800
Fuel Cell Grand Prize
Winner $1000 Winner $1000
2
nd
Place $800 2
nd
Place $800
Plug-in Electricity Grand Prize
Winner $1000 Winner $1000
2
nd
Place $800 2
nd
Place $800
Solar Grand Prize Winner $1000 Winner $1000
CO2 Award Winner $1000 Winner $1000
Gasoline Fuel Awar Winner $800 Winner $800
Diesel Fuel Award Winner $800 Winner $800
Alternative Gasoline Fuel Award Winner $800 Winner $800
Alternative Diesel Fuel Award Winner $800 Winner $800

Tabel 2.1. Grand Prizes dan Award untuk Pemenang kompetisi Shell Eco Marathon Asia.



Shell Eco
Marathon
Urban
Concept
Internal
Combustion
Electric
Mobility
Prorotype
Internal
Combustion
Electric
Mobility

Teknik Mesin Universitas Pasundan

6 Proposal Tugas Akhir
6
2.1.1. PROTOTYPE
Pada kelas ini design kendaraan dibuat sangat aerodinamis dan hemat bahan
bakar. Desain kendaraan tidak terpacu pada desain kendaraan berpenumpang pada
umumnya. Peraturan dasar untuk desain kendaraan kompetisi Shell Eco Marathon kelas
prototype adalah :
A. Dimensi Kendaraan
1. Tinggi Maksimal kendaraan 100 cm
2. Track Witdh minimal 50 cm
3. Whellbase minimal 100 cm
4. Lebar kendaraan maksimal tidak boleh melebihi 130 cm
5. Panjang kendaraan tidak boleh melebihi 350 cm.
6. Bobot maksimal kendaraan tanpa pengemudi adalah 140 kg
Dilihat dari beberapa aturan dasar mengenai mobil untuk kelas prototype pada
kompetisi Shell Eco Marathon, dapat terlihat bahwa desain kendaraan cenderung sangat
kecil apabila dibandingkan dengan kendaraan umumnya.


Gambar 2.1. Prototype Group pada kompetisi Shell Eco Marathon

2.1.2. URBAN CONCEPT
Pada kompetisi Shell Eco Marathon dikelas Urban Concept, kendaraan yang
dibuat harus menyerupai mobil penumpang pada umumnya. Desain kendaraan dikelas
Urban Concept harus memiliki pintu dengan dimensi minimal 500 x 800 cm. Kendaraan
dikelas Urban Concept juga harus memiliki fitur-fitur seperti mobil berpenumpang pada
umumnya, seperti ; headlamp, lampu sign, rear lights dan brake lights.

Teknik Mesin Universitas Pasundan

7 Proposal Tugas Akhir
7

Gambar 2.2. Urban Concept Car pada kompetisi Shell Eco Marathon

Beberapa peraturan dasar untuk kendaraan yang akan mengikuti kompetisi Shell Eco
Marathon pada kelas Urban Concept adalah :

A. Desain Kendaraan
Pada saat perencanaan proses desain ,konstruksi, dan perlombaan, semua
peserta harus memperhatikan aspek keselamatan bagi pengendara dan penonton.
1. Kendaraan pada kelas Urban Concept harus memiliki empat roda.
2. Tidak boleh memiliki bagian tajam yang tidak memiliki radius minimal 5 cm.
3. Interior kendaraan tidak boleh memiliki objek yang dapat membahayakan
pengendara pada saat bertabrakan.
4. Jendela tidak boleh dibuat dari material yang dapat robek apabila berbenturan
dengan benda tajam.

B. Dimensi Kendaraan
Batasan dimensi kendaraan untuk kompetisi Shell Eco Marathon pada
kelas Urban Concept adalah :
1. Tinggi kendaraan harus berada diantara 100 cm 130 cm.
2. Lebar kendaraan harus berada diantara 120 cm 130 cm.
3. Panjang kendaraan harus berada diantara 220-350 cm
4. Track Witdh harus memiliki panjang minimal 100 cm (depan) dan 80 cm
(belakang)
5. Driver Compartement harus memiliki ketinggian minimal 88 cm dan lebar
70 cm pada bahu pengendara
6. Bobot kendaraan maksimum tanpa pengemudi 205 kg

Teknik Mesin Universitas Pasundan

8 Proposal Tugas Akhir
8

C. Body Kendaraan
1. Body kendaraan harus menutup semua komponen mekanis,kecuali roda dan
suspensi. Kedua komponen tersebut harus tertutup apabila dilihat dari
depan, belakang, samping kanan dan kiri, dan apabila dilihat dari atas.
2. Roda dan suspensi harus tertutup oleh body apabila dilihat dari atas dan dari
bagian depan atau belakang pada garis sumbu axle.
3. Akses pengemudi menuju kendaraan haruslah dibuat dengan mudah seperti
pada mobil berpenumpang umumnya.
4. Bagasi yang memiliki dimensi 50 x 40 x 20 cm (p,t,l)
5. Body kendaraan tidak boleh memiliki bagian yang memiliki radius kurang
dari 5 cm (bagian yang tajam)

D. Chassis / Monocoque Solidity
1. Kendaraan harus memiliki roll bar yang tingginya 5 cm melebihi helm
pengemudi.
2. Roll bar harus dapat menahan beban statis sebesar 700 N yang diaplikasikan
secara horizontal dan vertical tanpa deformasi.

E. Vehicle Steering / Handling Turning Radius
1. Vehicle Steering harus dapat digunakan oleh suatu sistem yang
dioperasikan dengan kedua tangan dengan gerakan memutar.
2. Turning radius harus kurang dari 6 m.

F. Wheels
1. Rim yang digunakan harus memiliki ukuran diantara 13 17 inchi
2. Lokasi roda harus berada didalam body dan tidak dapat diakses secara
langsung oleh pengendara.





Teknik Mesin Universitas Pasundan

9 Proposal Tugas Akhir
9
G. Lightning
Kendaraan ini harus memiliki system penerangan yang berfungsi dengan baik,
yang termasuk :
1. Dua buah lampu depan utama
2. Dua buah lampu indicator apabila akan berbelok.
3. Dua buah lampu rem dibelakang
4. Dua buah lempu belakang (dapat dikombinasikan dengan lampu rem)
5. Lampu depan utama harus simetris , dan memiliki jarak minimal 30 cm
dari garis tengah mobil yang membujur.

H. Braking System
1. Kendaraan harus memiliki sistem pengereman disc brake pada keempat
roda, dan memiliki luas bidang pedal rem minimal 25 cm
2

2. Sistem pengereman akan diperiksa pada saat inspeksi kendaraan.
Kendaraan harus tetap diam, apabila pedal rem ditekan sebesar 20 %.

I. Clutch dan Transmission
1. Kendaraan dengan menggunakan mesin pembakaran dalam harus
dilengkapi dengan sistem clutch (automatic or manual clutch).
2. Disarankan untuk menggunakan sistem transmisi rantai atau sabuk.

2.1.3. SUMBER ENERGI
Kendaraan yang akan dikompetisikan dapat menggunakan bahan bakar sebagai
berikut :
a. I nternal Combustion :
Shell Fuel Save Unleaded 95 (Europe and Asia) / Shell Regular 87 (US)
Petrol/ Gasoline.**
Shell Fuel Save Diesel (Europe) / Shell Diesel (Asia and US).**
Shell Gas to Liquids (100% GTL).
Fatty Acid Methyl Ester (100% FAME).
Ethanol E100 (100% Ethanol).


Teknik Mesin Universitas Pasundan

10 Proposal Tugas Akhir
10
b. Electric Mobility:
Hydrogen.
Solar.
Plug-in Electricity.


2.2. RANGKA
Rangka atau frame adalah struktur utama dari sebuah sasis kendaraan. Semua
komponen - komponen lain yang terpasang pada rangka ( engine, suspension, steering,
body, etc ) Konstruksi jenis ini di sebut body on frame. Pada tahun 1920 setiap
kendaraan bermotor khususnya mobil meniru konstruksi rangka pada motor. Sejak saat
itu, beberapa kendaraan seperti bus dan truk menggunakan konstruksi rangka unibody
dan masih digunakan hingga sekarang. Rangka jenis ini memberikan struktur yang kuat
untuk body, serta titik tumpuan yang baik untuk sistem suspensi. Ada dua jenis frame :
Integral Frame ( atau lebih dikenal dengan sebutan unibody ) dan Conventional Frame.









Gambar 2.3. Frame

Sebuah rangka konvensional pada dasarnya adalah sebuah atau dua buah frame
yang disatukan. Ada tiga struktur utama pada rangka konvensional.

1. C - shaped
2. Boxed
3. Hat

Teknik Mesin Universitas Pasundan

11 Proposal Tugas Akhir
11
C -s haped
Pada umumnya, C rails telah digunakan di hampir semua jenis
kendaraan. C shaped ini terbuat dari sebuah pelat baja ( biasaanya memiliki
ketebalan antara 1/8 inci sampai 3/16 inci ) dan di roll di kedua sisinya hingga
melebihi ukuran panjang dari batang C shaped kendaraan.

Boxed
Sebenarnya, boxed frame terbuat dari dua buah c rails yang dilas
bersamaan sehingga membentuk sebuah batang persegi. Pada teknik modern
menggunakan cara yang hampir sama, yaitu dengan menggunakan sebuah baja
yang di bengkokkan kedua sisinya hinnga bertemu lalu dilas. Untuk
mendapatkan kekuatan lebih, box frame di las dari ujung batang hingga ujung
batang yang lain ( contohnya pada kendaraan Land Rover seri pertama ).

Hat
Hat frame menyerupai bentuk " U " dengan bidang terbuka menghadap
keatas atau terbalik. Rangka jenis ini tidak disaran kan untuk struktur yang
menerima beban berat dan cenderung mudah untuk berkarat, namun demikian
rangka jenis ini ditemukan pada kendaraan chevrolet tahun 1936 - 1954 dan
beberapa studebaker.
Untuk sesaat rangka ini pernah terlupakan, namun hat frame ini kembali
populer ketika perusahaan - perusahaan mulai mengelas hat frame ini di bagian
belakang dari kendaraan yang menggunakan rangka unibody, dalam membuat
boxed frame.






Gambar 2.4. frame of 1956 chevrolet 1/2 ton. Shaped crossmember in background, c
shaped rails and crossmember in center, and a slight arch over the axle

Teknik Mesin Universitas Pasundan

12 Proposal Tugas Akhir
12
2.2.1. TIPE RANGKA
BODY ON FRAME
Body on frame adalah jenis dari konstruksi kendaraan yang dimana body
kendaraan dipasang secara terpisah dengan rangka. Kerangka tersebut terdiri
dari sasis kendaraan, seperti komponen mekanik dan penggerak. Produksi
masal pertama kendaraan menggunakan konstruksi body on frame, dengan
kerangka menggunakan kayu. Namun setelah ditemukan nya pengelsan baja,
kerangka kayu pun di ganti menggunakan baja. Konstruksi body on frame
tidak sama seperti konstruksi monocoque, dimana kerangka monocoque ini
memiliki konstruksi yang lebih ringan, pada saat ini. Akan tetapi konstruksi
body on frame masih digunakan karena desain ini lebih flexsibel dan tahan
lama.
Konstruksi body on frame telah menjadi trend karena mampu dengan
mudah mengikuti perubahan body kendaraan. Sejak sasis dan komponen
mekanik terpisah dari body kendaraan, perusahaan manufaktur kendaraan
mampu mengubah desain kendaraan tanpa terlalu khawatir dengan sasis dan
penggerak. Karena ongkos desain yang murah dan konstruksi yang lebih kuat.






Gambar 2.5. Body on frame.

MONOCOQUE
Monocoque berasal dari bahasa perancis mono single dan coque
shell. Konstruksi dari monocoque ini adalah dengan menggunakan kulit luar
untuk memberi kekuatan lebih untuk menahan beban. Beban dapat tersebar
dengan baik pada seluruh rangka karena tidak ada lubang yang dapat
mengakibatkan beban terkonsentrasi di bandingkan dengan konstruksi yang
lebih kuno yaitu body di baut pada rangka. Namun konstruksi monocoque ini

Teknik Mesin Universitas Pasundan

13 Proposal Tugas Akhir
13
memiliki ongkos desain dan manufaktur yang lebih sulit dan mahal dibanding
kan dengan konstruksi body on frame.






Gambar 2.6. Monocoque.

2.2.2. MATERIAL RANGKA
Material yang akan digunakan dalam pembuatan rangka kendaraan urban
concept untuk kompetisi shell eco marathon ini adalah ASTM A36. ASTM A36
merupakan baja dengan kandungan karbon rendah atau sering disebut mild steel.
Material jenis ini memiliki sifat lunak namun kuat dan weldability yang baik.

ASTM A36 Mild ( low carbon ) Steel

Material Properties
Ultimate Tensile Strength, psi 58,000 - 79,800
Yield Strength, psi 36,300
Elongation 20.0%


Chemical composition
Iron (Fe) 99%
Carbon (C) 0.26%
Manganese (Mn) 0.75%
Copper (Cu) 0.2%
Phosphorus (P) 0.04% max
Sulfur (S) 0.05% max


Teknik Mesin Universitas Pasundan

14 Proposal Tugas Akhir
14
BAB III
METODOLOGI
3.1. IDENTIFIKASI MASALAH
1. Bagaimana membuat rangka kendaraan untuk kompetisi Shell Eco Marathon
yang memiliki bobot seringan mungkin, namun tidak melanggar aturan.
3.2. PENGUMPULAN INFORMASI
1. Pengumpulan informasi dari berbagai sumber, baik itu dari pakar, Internet,
Atikel Teknik, Jurnal.
2. Wawancara dengan pakar, dalam hal ini wawancara dengan tim yang telah
mengikuti kompetisi Shell Eco Marathon.
3.3. PERANCANGAN RANGKA
Perancangan rangka dilakukan mendapatkan rancagan rangka yang ringan
dengan berat maksimal 30 Kg, namun tidak melanggar aturan yang berlaku pada
kompetisi shell eco marathon.

3.4. EVALUASI DAN PEMILIHAN RANCANGAN
Apabila perancangan rangka telah selesai, maka langkah selanjutnya adakah
evaluasi dan pemilihan rancangan. Evaluasi dan pemilihan rancangan dilakukan
untuk menentukan rancangan mana yang sesuai dengan konsep kendaraan dan
yang memiliki berat yang ringan namun tidak melanggar peraturan.

3.5. ANALISA RANGKA
Setelah evaluasi selesai dan rancangan rangka telah disepakati, maka dilakukan
analisa rangka. Analisa rangka mengunakan software Ansys. Software ini dipilih
karena memiliki fitur fitur untuk analisa yang lengkap.

3.6. PROTOTYPING
Setelah semua langkah dalam perancangan dan pemilihan rangka selesai,
langkah selanjut nya adalah prototyping. Prototyping adalah langkah dalam
pembuatan rangka, sesuai dengan hasil dari rancangan yang telah dibuat.

Teknik Mesin Universitas Pasundan

15 Proposal Tugas Akhir
15
BAB IV
PREDIKSI HASIL DAN PERKIRAAN BIAYA

Tugas akhir ini diupayakan dapat selesai dalam waktu 11 bulan
4.1 RENCANA KEGIATAN

NO KEGIATAN NOP DES JAN FEB MAR APR MEI
1 TK
2 KR
3 PR
4 EK
5 AR
6 PT
7 EV
8 LP

Kegiatan :
1. Tinjauan kendaraan peserta kompetisi Shell Eco Marathon untuk kelas Urban
Concept. (TK)
2. Konsep rangka kendaraan. (KR)
3. Perancangan rangka kendaraan (PR)
4. Evaluasi dan pemilihan rancangan rangka kendaraan. (EK)
5. Analisa rangka(AR)
6. Prototyping (PT)
7. Evaluasi (EV)
8. Penulisan laporan ( LP )



Teknik Mesin Universitas Pasundan

16 Proposal Tugas Akhir
16

4.2. PERKIRAAN BIAYA
Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk merancang dan membangun
rangka kendaraan Urban Concept untuk Kompetisi Shell Eco Marathon adalah
sebagai berikut :
Frame Rp. 1.500.000
Biaya tak terduga Rp. 500.000
Total biaya Rp. 2.000.000
4.3. PREDIKSI HASIL
Hasil yang dapat kami prediksi setelah menyelesaikan tugas akhir ini adalah dapat
membuat rangka kendaraan untuk event Shell Eco Marathon dikelas Urban Concept yang
digelar di Sepang International Circuit, Malaysia.