Anda di halaman 1dari 8

Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013

Nama: Prajna Catra Pramodana


NIM : 111.130.046
Plug : 9

A. Mineral Silika



Mineral silika adalah mineral yang memiliki unsur pembentuk yaitu silica
( SiO2 ), yang merupakan hasil pembekuan magma. Silica merupakan 25% dari
mineral yang dikenal dan 40% dari mineral yang dikenali. Hampir 90 % mineral
pembentuk batuan adalah persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan
beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90 % dari
berat kerak-Bumi terdiri dari mineral silika, dan hampir 100 % dari mantel Bumi.
Silika merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu sedimen, batuan
beku maupun batuan malihan (metamorf).
Macam mineral silika dapat digolongkan berdasarkan komposisi
kimianya. Mineral silika ferromagnesian adalah mineral silika yang mengandung
ion besi dan atau magnesium di dalam struktur mineralnya. Mineral-mineral silika
feromegnesian dicirikan oleh warnanya yang gelap dan mempunyai berat jenis
antara 3,2 sampai 3,6. Sebaliknya mineral-mineral silika non feromagnesian pada
umumnya mempunyai warna terang dan berat jenis rata-rata 2,7. perbedaan
tersebut terutama disebabkan oleh ada tidaknya unsur besi didalam mineral
tersebut.
Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013


Nama: Prajna Catra Pramodana
NIM : 111.130.046
Plug : 9

1. Klorit

Klorit merupakan
salah satu mineral silikat
termasuk subclass
phyllosilicates. Klorit
memiliki rumus kimia
(Mg,Fe)
3
(Si,Al)
4
O
10
(OH)
2
(Mg,Fe)
3
(OH)
6
Klorit ini
merupakan mineral yang
sering ditemukan pada
batuan metamorf. Klorit
pun dikenal sebagai inklusi untuk mineral yang umum lainnya seperti
kuarsa, kalsit atau lainnya. Selain itu sifat fisik dari klorit diantaranya :

Warna : Hijau, putih, kuning, merah, lavender, dan
hitam.
Kilap/Luster : Vitreous, kusam atau mutiara.
Transparansi : Kristal bening transparan.
Sistem Crystal : Monoklinik, 2 / m.
Pembelahan : Sempurna dalam satu arah
Fraktur/Pecahan : Pipih.
Kekerasan : 2 3 Skala Mohs
Berat Jenis : Variabel 2,6-3,4
Cerat/Streak : Hijau ke abu-abu atau coklat.
Sifat Dalam : Serpih Pembelahan fleksibel tetapi tidak elastis
Mineral Asosiasi : Garnet, biotit, kuarsa, magnetit, talk,
serpentin, danburite, topaz dan kalsit.
Kegunaan : Digunakan sebagai pengisi dan
sebagai konstituen dari tanah liat.
Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013


Nama: Prajna Catra Pramodana
NIM : 111.130.046
Plug : 9

Klorit ini hanya terdapat pada batuan metamorf sehingga klorit ini
merupakan mineral indeks pada batuan metamorf. Klorit ini termasuk
dalam fasies greenschist yang terbentuk oleh pengaruh tekanan yang
sangat besar. Klorit ini termasuk dalam mineral stress yang dapat bertahan
terhadap deformasi batuan yang kuat. Selain itu terbentuk pada suhu 200
o
-
300
o
C.
Pada lingkungan yang pHnya mendekati netral serta di daerah yang
memiliki permeabilitas yang randah. Klorit termasuk mineral yang
memiliki derajat metamorfosa yang tinggi. Daerah penyebaran dari Klorit
ini adalah di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

2. Mika

Mika adalah sebuah
grup mineral yang penting.
Mika ini tergolong mineral
silikat yang termasuk
subclass phyllosillicaes. Mika
dapat terbentuk di ketiga
batuan yaitu batuan beku,
batuan sedimen atupun
batuan metamorf. Dengan
karakteristik yang tipis dan umunya fleksibel atau rapuh mineral ini dapat
bertahan dalam proses metamorfik yang dipengaruhi suhu dan tekanan.
Mineral mika yang umum dikenal yaitu muskovit, biotit, dan lepidolite.
Mineral mika ini memiliki sifat fisik diantaranya:





Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013


Nama: Prajna Catra Pramodana
NIM : 111.130.046
Plug : 9

Warna : Putih, perak, kuning, hijau dan coklat.
Kilap/Luster : Kaca.
Transparansi kristal : Transparan.
Sistem kristal : Monoklinik, 2 / m
Belahan : Sempurna dalam satu arah memproduksi
lembaran tipis atau serpih.
Pecahan/Fraktur : Tidak mudah diamati, belahan tidak merata
Kekerasan : 2 - 2,5.
Berat Jenis : Sekitar 2,8 (rata-rata)
Streak : Putih.
Mineral Asosiasi : Kuarsa, feldspars, beryl dan tourmalines.
Karakteristik lain : Lembaran belahan yang fleksibel dan elastis,
yang berarti mereka dapat menjadi bengkok
dan akan melenturkan kembali bentuk asli
Kegunaan : Untuk bahan pembuatan kondensator untuk
frekuensi radio, digunakan dalam berbagai
jendela dan untuk kompor dan pemanasan
mineral tanah

Mineral mika ini terbentuk dari pembekuan magma yang
mengalami kristalisasi pada suhu yang intermediet atau 1000
o
C sehingga
tebentuk pada batuan beku, ketika tekumpul atau terakumulasi setelah
menjadi materi sedimen akan berada pada batuan sedimen, dan pada
batuan metamorf dapat ditemukan karena mineral ini tahan terhadap
proses metamorfosanya sehingga dapat ditemukan di batuan metamorf.
Penyebaran mika ini di Indonesua terdapat di Kali Brengkok wilayah
Karangsambung



Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013


Nama: Prajna Catra Pramodana
NIM : 111.130.046
Plug : 9

3. Staurolit

Staurolit ini
merupakan salah satu
mineral silikat dan
termasuk subclass
nesosillicates. Straurolit
memiliki rumus kimia
Fe
2
Al
9
(SiO
4
)
4
(O,OH)
2

Mineral Straurolit ini
merupakan mineral yang
sering dijumpai pada
batuan metamorf.
Staurolit ini sering digunakan sebagai indicator menentukan derajat
metamorfosa bagi para ahli geologi. Staurolit memiliki ciri khas yaitu
bentuknya yang menyerupai salib. Mineral Staurolit ini memiliki sifat fisik
diantaranya :

Warna : Coklat kemerahan, coklat, dan hitam.
Kilap/Luster : Vitreous ke resin untuk kusam.
Transparansi : Kristal yang tembus ke buram.
Sistem kristal : Monoklinik, 2 / m
Pembelahan : Satu arah
Pecahan/Fraktur : Tidak merata untuk conchoidal
Kekerasan : 7-7,5
Berat Jenis : 3,7-3,8
Streak : Putih
Kegunaan : Dijadikan sebagai indicator derajat
metamorfosa suatu batuan dan specimen
mineral.
Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013


Nama: Prajna Catra Pramodana
NIM : 111.130.046
Plug : 9

Staurolit ini sering ditemukan pada batuan metamorf, Staurolit ini
terbentuk oleh pengaruh dominan dari tekanan yang sangat besar, dan
biasa ditemukan pada batuan yang mengalami deformasi yang kuat atau
termasuk dalam mineral stress. Staurolit ini termasuk mineral yang
memiliki derajat meramorfosa yang tinggi sehingga Staurolit ini dijadikan
sebagai indicator derajat metamorfosa suatu batuan. Staurolit ini memiliki
kegunaan sebagai indicator derajat metamorfosa dan specimen mineral.
Pada penyebarannya staurolit ini banyak terdapat di cekungan Sumatra
Utara

4. Garnet
Garnet merupakan
kelompok mineral silikat yang
memiliki rumus kimia
Al
3
B
2
(SiO
4
)
3.
Mineral garnet ini
bukan mineral tunggal tetapi
mineral kelompok.Garnet bukan
mineral tunggal, tetapi kelompok
berisi terkait erat, mineral
isomorf yang membentuk
serangkaian satu sama lain. Para
anggota Garnet membentuk mineral perantara antara setiap anggota, dan
bahkan mungkin intergrow dalam kristal tunggal. Mineral garnet berbeda
sedikit dalam sifat fisik.
Garnet umum dapat dibagi menjadi dua sub kelompok:
Kelompok 1: garnet mengandung aluminium (Al) sebagai elemen kedua
mereka.Ini termasuk Pyrope, Almandine, dan Spessartine. ("Pyralspite")
Kelompok 2: garnet mengandung kalsium (Ca) sebagai elemen pertama
mereka. Ini termasuk Uvarovite, Grossular, dan Andradite. ("Ugrandite").
Mineral garnet ini memiliki sifat fisik yang dapat membantu
mengidentifikasi diantaranya :
Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013


Nama: Prajna Catra Pramodana
NIM : 111.130.046
Plug : 9

Warna : Hijau, merah, ungu
Kilap/Luster : Kaca
Transparansi kristal : Transparan menjadi buram Transparansi
Sistem kristal : Isometrik tetapi bervariasi dalam komposisi
kimia dan sifat-sifat fisiknya.
Berat Jenis : Pembelahan Mungkin menunjukkan
perpisahan.
Pembelahan : Tidak ada
Pecahan/Fraktur : Fraktur Conchoidal untuk tidak merata
Kekerasan : 6,5-7,5
Berat Jenis : 3,5-4,3
Streak : Putih
Karakteristik lain : Rapuh
Kegunaan : Sebagai perhiasan (cincin)

Mineral garnet ini dapat ditemukan pada jenis batuan metamorf.
Kelompok mineral garnet ini biasa ditemukan pada batuan metamorf
khususnya pada gneiss dan sekis. Kelompok mineral garnet ini terbentuk
secara malihan (metamorfik) yang pembentukkannya dipengaruhi oleh
suhu dan tekanan.
Garnet terbentuk pada suhu yang tinggi sekitar 400
o
-1000
o
C dan
tekanan yang sangat tinggi (1,2 GPa) sehingga bisa digolongkan sebagai
mineral yang memiliki derajat metamorfisme yang sangat tinggi. memiliki
kegunaan sebagai perhiasan karena bentuk dan warna yang unik sehingga
memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Di Amerika Serikat, hanya ada di 3
negara bagian yaitu, Idaho, New York, dan Montana yang menghasilkan
garnet untuk digunakan dalam perindustrianDi Amerika Serikat, hanya ada
di 3 negara bagian yaitu, Idaho, New York, dan Montana yang
menghasilkan garnet untuk digunakan dalam perindustrian

Laboratorium Kristalografi dan Mineralogi 2013


Nama: Prajna Catra Pramodana
NIM : 111.130.046
Plug : 9

5. Kianit

Kianit merupakan
salah satu mineral silikat
yang termasuk dalam kelas
nesosillicates. Kianit
memiliki rumus kimia
Al
2
SiO
5
. Kianit adalah
sebuah polymorph dari
silimanit dan andalusit.

Warna : Biru, abu-abu atau hijau
Kilap/Luster : Vitreous ke hampir mutiara.
Transparansi kristal : Transparan.
Sistem kristal : Triklinik; bar 1
Pembelahan : Satu arah sejajar dengan wajah pinacoid
Pecahan/Fraktur : Splintery.
Kekerasan : Sekitar 4,5 ketika sejajar dengan sumbu c
kristal dan sekitar 6,5 ketika tegak lurus
Berat Jenis : Sekitar 3,58 + (di atas rata-rata)
Streak : Putih.
Kegunaan : Kristal yang transparan dibuat batu permata

Kianit ini memiliki keunikan pada kekerasannya yang bisa berbeda
antar spesimennya. Hal inilah yang dapat dijadikan sebagai salah satu
aspek dalam pengidentifikasiannya di lapangan. Kianit ini sering
ditemukan pada batuan metamorf, kianit ini terbentuk oleh pengaruh
dominan dari tekanan yang sangat besar. Kianit ini termasuk mineral yang
memiliki derajat meramorfosa yang tinggi. Dalam penyebarannya kianit
ini banyak terdapat di daerah Busur Banda, Indonesia Timur.