Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua orang akan mengalami proses menjadi tua, dan masa tua merupakan masa hidup
manusia yang terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental,
sosial dan intelektual sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-
hari lagi. Proses menjadi tua menggambarkan betapa proses tersebut dapat diinterferensi
sehingga dapat mencapai hasil yang sangat optimal. Secara umum orang lanjut usia dalam
meniti kehidupannya dapat dikategorikan dalam dua macam sikap. Pertama, masa tua akan
diterima dengan wajar melalui kesadaran yang mendalam, sedangkan yang kedua, manusia
usia lanjut dalam menyikapi hidupnya cenderung menolak datangnya masa tua, kelompok ini
tidak mau menerima realitas yang ada (Hurlock, 1! " #$%.
Proses penuaan dilihat dari perspektif yang luas dapat membimbing ke arah strategi yang
lebih kreatif untuk inter&ensi lansia. Perubahan yang dapat dilihat adalah kemunduran
kognitif atau intelektual pada lansia yaitu proses pikir yang mulai melambat, mudah lupa,
bingung dan pikun.
B. Rumusan Masalah
1. 'agaimana perubahan kognisi(intelektual pada lansia)
*. +pa pengertian demensia)
$. 'agaimana pengenalan dini demensia)
#. 'agaimana terjadinya penurunan fungsi kognitif pada lansia)
,. 'agaimana penatalaksannan dan upaya menunda kepikunan pada lansia)
!. +pa saja faktor risiko penurunan fungsi kognitif pada lansia)
-. 'agaimana latihan kognitif pada lansia)
.. 'agaimana penatalaksaan dan upaya menunda kepikunan pada lansia)
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 1
C. Tujuan
1. /engetahui perubahan kognisi(intelektual pada lansia.
*. /engetahui pengertian demensia.
$. /engetahui bagaimana pengenalan dini demensia.
#. /engetahui bagaimana terjadinya penurunan fungsi kognitif pada lansia.
,. /engetahui bagaimana penatalaksannan dan upaya menunda kepikunan pada lansia.
!. /engetahui faktor risiko penurunan fungsi kognitif pada lansia.
-. /engetahui bagaimana latihan kognitif pada lansia.
.. /engetahui penatalaksaan dan upaya menunda kepikunan pada lansia.
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perubahan !gn"t"#$Intelektual Pa%a Lans"a
'anyak mitos yang berkembang di masyarakat tentang penurunan intelegensi lansia dan
anggapan bahwa lansia sulit untuk diberikan pelajaran karena proses pikir yang mulai
melambat, mudah lupa, bingung dan pikun. Padahal penelitian memperlihatkan bahwa
lingkungan yang memberikan stimulasi, tingkat pendidikan yang tinggi, status pekerjaan dan
kesehatan kardio&askuler yang baik dapat memberikan efek positif terhadap angka
intelegensi lansia.
0emampuan belajar dan menerima keterampilan serta informasi baru akan menurun pada
indi&idu yang telah melewati -1 tahun. /eskipun banyak indi&idu yang lebih tua tetep
belajar dan berpartisipasi dalam berbagai pengalaman pendidikan. /oti&asi, kecepatan
kinerja, kesehatan yang buruk dan status fisik kesemuanya merupakan faktor penting yang
mempengaruhi kemampuan pembelajaran. Pada lansia kehilangan ingatan jangka pendek dan
baru merupakan hal yang sering terjadi. 0ehilangan indra, adanya distraksi dan tidak tertarik
akan informasi dapat semakin mengganggu lansia dalam belajar. 2ika tidak ada masalah
patologis pada lansia disebut pelupa senilis benigna.
Perawatan dapat mempermudah proses kemampuan belajarlanjut usia dengan cara
memberikan teknik untuk meningkatkan daya ingat untuk memperkuat mengingat data yang
berhubungan , mendorong penggunaan intelegensi secara terus menerus, menghubungkan
informasi baru dengan informasi yang telah dikenal sebelumnya, mendorong lansia
menggunakan kacamata dan alat bantu pendengaran, menggunakan penerangan yang
tidakmenyilaukan, menyediakan suasan yang nyaman dan tenang, menentukan sasaran
jangka pendek, periode mengaajar diatur sesingkat mungkin, memberi jeda waktu tugas
sesuai dengan stamina kelompok, mendorong partisipasi &erbal para peserta, menganjurkan
cara belajar yang positif (3atimah, *111" hal.1#-1,%.
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 3
B. Demens"a
1. Pengertian
4emensia adalah sindroma klinis yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan
memori yang sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari - hari.
4emensia merupakan keadaan ketika seseorang mengalami penurunan daya ingat dan
daya pikir lain yang secara nyata mengganggu akti&itas kehidupan seharihari (5ugroho,
*11.%. Sementara itu menurut 6umbantobing (1,%. 4emensia adalah himpunan gejala
penurunan fungsi intelektual, umumnya ditandai terganggunya minimal tiga fungsi
yakni bahasa, memori, &isuospasial, dan emosional.
4emensia (pikun% adalah kemunduran kognitif yang sedemikian berat sehingga
mengganggu akti&itas hidup sehari- hari dan akti&itas sosial. 0emunduran kognitif pada
demensia biasanya diawali dengan kemunduran memori atau daya ingat (pelupa%.
4emensia terutama yang disebabkan oleh penyakit +l7heimer berkaitan erat dengan
usia lanjut. Penyakit al7heimer ini !18 menyebabkan kepikunan atau demensia dan
diperkirakan akan meningkat terus.
9ejala klasik penyakit demensia al7heimer adalah kehilangan memori (daya
ingat% yang terjadi secara bertahap, termasuk kesulitan menemukan atau menyebutkan
kata yang tepat, tidak mampu mengenali objek, lupa cara menggunakan benda biasa dan
sederhana, seperti pensil, lupa mematikan kompor, menutup jendela atau menutup pintu,
suasana hati dan kepribadian dapat berubah, agitasi, masalah dengan daya ingat, dan
membuat keputusan yang buruk dapat menimbulkan perilaku yang tidak biasa. 9ejala
ini sangat ber&ariasi dan bersifat indi&idual. 9ejala bertahap penyakit al7heimer dapat
terjadi dalam waktu yang berbeda- beda, bisa lebih cepat atau lebih lambat. 9ejala
tersebut tidak selalu merupakan penyakit al7heimer, tetapi apabila gejala tersebut
berlangsung semakin sering dan nyata, perlu dipertimbangkan kemungkinan penyakit
al7heimer (5ugroho, *11.%.
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 4
*. Penyebab umum demensia
Penyebab demensia menurut 5ugroho (*11.% dapat digolongkan menjadi $ golongan
besar "
a. Sindroma demensia dengan penyakit yang etiologi dasarnya tidak dikenal, Sering
pada golongan ini tidak ditemukan atrofia serebri, mungkin kelainan terdapat pada
tingkat subseluler atau secara biokimiawi pada sistem en7im, atau pada
metabolisme seperti yang ditemukan pada penyakit al7heimer dan demensia senilis.
b. Sindroma demensia dengan etiologi yang dikenal tetapi belum dapat diobati.
Penyebab utama dalam golongan ini diantaranya "
1% Penyakit degenerasi spino-serebelar.
*% Subakut leuko-ensefalitis sklerotik &an 'ogaert
$% 0horea Huntington
#% Penyakit jacob-creut7feld dll
Sindroma demensia dengan etiologi penyakit yang dapat diobati, dalam golongan ini
diantaranya "
1% Penyakit cerebro kardiofaskuler
*% penyakit- penyakit metabolik
$% 9angguan nutrisi
#% +kibat intoksikasi menahun
,% Hidrosefalus komunikans
$. 0riteria derajat demensia
a. :ingan & ;alaupun terdapat gangguan berat daya kerja dan akti&itas sosial,
kapasitas untuk hidup mandiri tetap dengan higiene personal cukup dan penilaian
umum yang baik.
b. Sedang "Hidup mandiri berbahaya diperlukan berbagai tingkat suporti&itas.
c. 'erat & +kti&itas kehidupan sehari-hari terganggu sehingga tidak
berkesinambungan, inkoheren.
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 5
#. Stadium demensia al7heimer
Penyakit demensia al7heimer menurut 5ugroho (*11.% dapat berlangsung dalam
tiga stadium yaitu stadium awal, stadium menengah, dan stadium lanjut.
Stadium awal atau demensia ringan ditandai dengan gejala yang sering diabaikan
dan disalahartikan sebagai usia lanjut atau sebagai bagian normal dari proses menua.
<mumnya klien menunjukkan gejala kesulitan dalam berbahasa, mengalami
kemunduran daya ingat secara bermakna, disorientasi waktu dan tempat, sering tersesat
ditempat yang biasa dikenal, kesulitan membuat keputusan, kehilangan inisiatif dan
moti&asi, dan kehilangan minat dalam hobi dan agitasi.
Stadium menengah atau demensia sedang ditandai dengan proses penyakit
berlanjut dan masalah menjadi semakin nyata. Pada stadium ini, klien mengalami
kesulitan melakukan akti&itas kehidupan sehari- hari dan menunjukkan gejala sangat
mudah lupa terutama untuk peristiwa yang baru dan nama orang, tidak dapat mengelola
kehidupan sendiri tanpa timbul masalah, sangat bergantung pada orang lain, semakin
sulit berbicara, membutuhkan bantuan untuk kebersihan diri (ke toilet, mandi dan
berpakaian%, dan terjadi perubahan perilaku, serta adanya gangguan kepribadian.
Stadium lanjut atau demensia berat ditandai dengan ketidakmandirian dan inaktif
total, tidak mengenali lagi anggota keluarga (disorientasi personal%, sukar memahami
dan menilai peristiwa, tidak mampu menemukan jalan di sekitar rumah sendiri,
kesulitan berjalan, mengalami inkontinensia (berkemih atau defekasi%, menunjukkan
perilaku tidak wajar dimasyarakat, akhirnya bergantung dikursi roda atau tempat tidur.
,. Penyebab demensia al7heimer
Penyebab demensia al7heimer masih belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa
teori menjelaskan kemungkinan adanya faktor genetik, radikal bebas, toksin amiloid,
pengaruh logam alumunium, dan akibat infeksi &irus. Semakin dini penyakit demensia
al7heimer dikenali, semakin baik hasil penanganannya daripada penyakit yang sudah
lanjut. Penyakit al7heimer muncul sebagai gejala perubahan perilaku, kognisi, dan
perubahan akti&itas hidup sehari- hari sehingga anggota keluarga dan orang terdekat
yang mengenali perubahan tersebut.
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 6
3aktor predisposisi dan resiko dari penyakit ini adalah usia, riwayat penyakit al7heimer
(keturunan%, kelamin, pendidikan. 3aktor resiko yang kemungkinan juga berpengaruh
ialah adanya keluarga dengan sindrom 4own, fertilitas yang kurang, kandungan
alumunium pada air minum, dan defisiensi kalsium.
!. +lat ukur demensia
<ntuk mengetahui ada tidaknya demensia pada lansia digunakan tes Mini Mental state
Examination (tes mini mental% untuk mendeteksi adanya dan tingkat kerusakan
intelektual.
C. Pengenalan D"n" Demens"a
Pengenalan dini demensia berarti mengenali "
1. 0ondisi normal (mengidentifikasi 'S3 dan ++/=%" kondisi kognitif pada lanjut usia
yang terjadi dengan adanya penambahan usia dan bersifat wajar. >ontoh" keluhan mudah-
lupa secara subyektif, tidak ada gangguan kognitif ataupun demensia.
*. 0ondisi pre-demensia (mengidentifikasi >=54 dan />=%" kondisi gangguan kognitif pada
lanjut usia dengan ciri mudah lupa yang makin nyata dan dikenali (diketahui dan diakui%
oleh orang dekatnya. /udah lupa subyektif dan obyektif serta ditemukan performa
kognitif yang rendah tetapi belum ada tanda-tanda demensia.
$. 0ondisi demensia " kondisi gangguan kognitif pada lanjut usia dengan berbagai jenis
gangguan seperti mudah lupa yang konsisten, disorientasi terutama dalam hal waktu,
gangguan pada kemampuan pendapat dan pemecahan masalah, gangguan dalam hubungan
dengan masyarakat, gangguan dalam akti&itas di rumah dan minat intelektual serta
gangguan dalam pemeliharaan diri.
D. 'ungs" !gn"t"# Pa%a Lans"a
Pada lanjut usia selain mengalami kemunduran fisik juga sering mengalami kemunduran
fungsi intelektual termasuk fungsi kognitif. 0emunduran fungsi kognitif dapat berupa mudah
lupa (forgetfulness%. 0emampuan belajar dan menerima keterampilan serta informasi baru
akan menurun pada indi&idu yang telah melewati -1 tahun. 6upa adalah bentuk gangguan
kognitif yang paling ringan diperkirakan dikeluhkan oleh $8 lanjut usia yang berusia ,1-,
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 7
tahun, meningkat menjadi lebih dari .,8 pada usia lebih dari .1 tahun. /eskipun banyak
indi&idu yang lebih tua tetapi mereka masih bisa belajar dan berpartisipasi dalam berbagai
pengalaman pendidikan. /oti&asi, kecepatan kinerja, kesehatan yang buruk dan status fisik
kesemuanya merupakan faktor penting yang mempengaruhi kemampuan pembelajaran. 4i
fase ini seseorang masih bisa berfungsi normal kendati mulai sulit mengingat kembali
informasi yang telah dipelajari, tidak jarang ditemukan pada orang setengah baya. Pada lansia
kehilangan ingatan jangka pendek dan baru merupakan hal yang sering terjadi. 0ehilangan
indera, adanya distraksi dan tidak tertarik akan informasi dapat semakin mengganggu lansia
dalam belajar. /udah lupa ini bisa berlanjut menjadi 9angguan 0ognitif :ingan (Mild
Cognitive Impairment-MCI% sampai ke demensia sebagai bentuk klinis yang paling berat.
4emensia adalah suatu kemunduran intelektual berat dan progresif yang mengganggu fungsi
sosial, pekerjaan, dan aktifitas sehari-hari seseorang. 2ika tidak ada masalah patologis pada
lansia disebut pelupa senilis benigna. (;reksoatmodjo, *11*%.
0etika lansia memperlihatkan kemunduran intelektualiatas yang mulai menurun,
kemunduran tersebut juga cenderung mempengaruhi keterbatasan memori tertentu. /isalnya
seseorang yang memasuki masa pensiun, yang tidak mampu menghadapi tantangan-tantangan
penyesuaian intelektual sehubungan dengan masalah pekerjaan, dan dimungkinkan lebih
sedikit menggunakan memori atau bahkan kurang termoti&asi untuk mengingat beberapa hal,
jelas akan mengalami kemunduran memorinya.
/enurut :atner et. al dalam desmita (*11.% penggunaan bermacam-macam strategi
penghafalan bagi orang tua, tidak hanya memungkinkan dapat mencegah kemunduran
intelektualitas, melainkan dapat meningkatkan kekuatan memori pada lansia tersebut.
E. 'akt!r (ang Men)ebabkan Penurunan 'ungs" !gn"t"# Pa%a Lans"a
1. Penyakit
Salah satu faktor penyakit penting yang mempengaruhi penurunan kognitif lansia adalah
hipertensi. Peningkatan tekanan darah kronis dapat meningkatkan efek penuaan pada
struktur otak, meliputi penurunan substansia putih dan abu-abu di lobus prefrontal,
penurunan hipokampus, meningkatkan hiperintensitas substansia putih di lobus frontalis
(:a7, :odrigue, ? +cker dalam /yers, *11.%. +ngina pektoris, infark miokardium,
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 8
penyakit jantung koroner dan penyakit &askular lainnya juga dikaitkan dengan
memburuknya fungsi kognitif ('riton ? /armot dalam /yers, *11.%.
*. 0ecemasan
$. 4epresi
'. 'akt!r R"s"k! Penurunan 'ungs" !gn"t"# Pa%a Lans"a
1. 2enis kelamin
;anita lebih beresiko mengalami penurunan kognitif dari pada laki-laki. Hal ini
disebabkan adanya peranan le&el hormon seks endogen dalam perubahan fungsi kognitif.
:eseptor estrogen telah ditemukan dalam area otak yang berperan dalam fungsi belajar dan
memori, seperti hipokampus. Penurunan fungsi kognitif umum dan memori &erbal
dikaitkan dengan rendahnya le&el estradiol dalam tubuh. @stradiol diperkirakan bersifat
neuroprotektif yaitu dapat membatasi kerusakan akibat stress oksidatif serta sebagai
pelindung sel saraf dari toksisitas amiloid pada pasien +l7heimer (Aaffe, dkk dalam
/yers, *11.%.
*. /akanan
0ekurangan &itamin 4 sekitar *,8 - ,#8 pada orang berusia !1 keatas dan -#8
ditemukan pada wanita pada penderita +l7heimer. Hal tersebut disebabkan oleh
metabolisme &itamin 4 yang kurang efisien pada orang tua. Sumber utama &itamin 4
adalah sinar matahari, untuk mempertahankan tingkat serum normal diet saja mungkin
tidak cukup tanpa suplementasi. Hasil dari penelitian tentang &itamin 4 dalam fungsi otak
adalah adanya reseptor &itamin 4 pada hippocampus dan merupakan pelindung dari saraf
&itro (;ilkins et al, dalam /yers, *11.%.
*. Lat"han !gn"t"# Pa%a Lans"a
1. Strategi latihan kognitif
a. /enurunkan cemas
b. Behnik relaksasi
c. 'iofeedback, menggunakan alat untuk menurunkan cemas dan memodifikasi
respon perilaku.
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 9
d. Systematic desen7ati7ation. 4irancang untuk menurunkan perilaku yang
berhubungan dengan stimulus spesifik misalnya karena ketinggian atau perjalanan
melalui pesawat. Behnik ini meliputi relaksasi otot dengan membayangkan situasi
yang menyebabkan cemas.
e. 3looding. 0lien segera diekspose pada stimuli yang paling memicu cemas (tidak
dilakukan secara berangsur C angsur% dengan menggunakan bayangan(imajinasi
f. Pencegahan respon klien. 0lien didukung untuk menghadapi situasi tanpa
melakukan respon yang biasanya dilakukan.
*. Berapi kognitif
a. 6atihan kemampuan social meliputi " menanyakan pertanyaan, memberikan
salam, berbicara dengan suara jelas, menghindari kiritik diri atau orang lain
b. +&ersion therapy " therapy ini menolong menurunkan perilaku yang tidak
diinginkan tapi terus dilakukan. Berapi ini memberikan stimulasi yang membuat cemas
atau penolakan pada saat tingkah laku maladapti&e dilakukan klien.
c. >ontingency therapy" /eliputi kontrak formal antara klien dan terapis tentang apa
definisi perilaku yang akan dirubah atau konsekuensi terhadap perilaku itu jika
dilakukan. /eliputi konsekuensi positif untuk perilaku yang diinginkan dan
konsekuensi negati&e untuk perilaku yang tidak diinginkan.
H. Penatalaksannan Dan U+a)a Menun%a e+"kunan Pa%a Lans"a (ang D"kut"+ Dar"
Nugr!h! ,-../0 A%alah Sebaga" Ber"kut&
1. Penatalaksaaan
Berapi farmakologis adalah terapi dengan menggunakan obat-obatan, bisa bersifat herbal
dan juga kimia. Dbat-obatan yang termasuk dalam terapi farmakologi demensia antara
lain" +nti-oksidan yaitu &itamin @ yang terdapat dalam sayuran, kuning telur, margarin,
kacang-kacangan, miyak sayur, dapat menurunkan risiko demensia al7heimer, obat anti-
inflamasi, obat penghambat asetilkolin esterase (misalnya" @Eelon%.
Berapi non-farmakologis merupakan terapi alternati&e lebih ke arah perubahan gaya
hidup, seperti program harian untuk pasien, istirahat yang cukup, reality orientation
traning (:DB% atau orientasi realita, &alidasi( rehabilitasi( reminiscence, terapi musik,
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 10
terapi rekreasi, brain movement and exercise (gerak dan latihan otak%, aroma terapi
(terapi wangi-wangian%.
Perawat dapat mempermudah proses kemampuan belajar lanjut usia dengan cara
memberikan teknik untuk meningkatkan daya ingat untuk memperkuat mengingat data
yang berhubungan, mendorong penggunaan intelegensi secara terus menerus,
menghubungkan informasi baru dengan informasi yang telah dikenal sebelumnya,
mendorong lansia menggunakan kacamata dan alat bantu pendengaran, menggunakan
penerangan yang tidak menyilaukan, menyediakan suasana yang nyaman dan tenang,
menentukan sasaran jangka pendek, periode mengajar diatur sesingkat mungkin, memberi
jeda waktu tugas sesuai dengan stamina kelompok, mendorong partisipasi &erbal para
peserta, menganjurkan cara belajar yang positif.
*. <paya menunda kepikunan
<paya menunda kepikunan dapat dilakukan dengan hidup sehat fisik dan rohani (olah
raga teratur dengan makanan # sehat , sempurna%, latihan mempertajam memori
(kebugaran mental% seperti" mengerjakan akti&itas sehari-hari secara rutin, misalnya
membersihkan lemari es setiap senin pagi, membuat daftar tugas tertulis, seperti jenis
barang yang akan dibeli, meneruskan belajar dan bekerja sesuai dengan kemampuan,
menyediakan lingkungan yang dapat merangsang ataupun melatih ketrampilan intelektual
mereka, tingkat pendidikan yang tinggi, status pekerjaan dan kesehatan kardio&askular.

Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 11
BAB III
PENUTUP
A. es"m+ulan
/enua merupakan proses fisologis dengan berbagai perubahan fungsi organ tubuh
dabukan suatu penyakit. +dapun gangguan yang menyebabkan penderita harus berbaring
lama sedapat mungkin dihindarkan. Pemberian terapi merupakan salah satu kunci
keberhasilan dalam pemulihan kesehatan pada lansia. Seperti pemberian modalilitas alamiah
ataupun dengan menggunakan peralatan khusus biasanya hanya menggurangi keluhan yang
bersifat sementara, akan tetapi latihan-latihan yang bersifat pasif maupun aktif yang
bertujuan untuk mempertahankan kekuatan pada sekelompok otot-otot tertentu agar
mobilitas tetap terjaga sebaiknya dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga
pencegahan disabilitas primer diminimalkan dan disabilitas sekunder bisa dicegah, dan pada
akhirnya tidak terjadi handicap.
B. Saran
Peran perawat sangat diperlukan untuk mempertahankan derajat kesehatan pada
lansia dalam taraf setinggi-tingginya, sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan
kesehatan. 4engan demikian, lansia masih dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
Dleh karena itu perkembangan ilmu dan praktika dalam pembelajaran sangat penting untuk
memenuhi kualitas sumber daya yang dibutuhkan.
Latihan Kognitif pada Usia Lanjut | 12