Anda di halaman 1dari 9

PERANGKAT PEMBELAJARAN

IKATAN KIMIA

SEKOLAH

: SMA

MATA PELAJARAN

: Kimia

KELAS / SEMESTER

: X/1

WAKTU

: (1 x 20)

Disusun oleh :
ARIES SETYO WIBOWO

( 4301411106 )

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Satuan

: Sekolah Menengah Pertama

Mata Pelajaran : Kimia


Kelas/Semester : X / I
Topik

: Ikatan Kimia

Sub Topik

: Struktur Lewis dan Ikatan Ion

Alokasi Waktu : 1 x 20 menit ( 1 kali tatap muka)


A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi

atas berbagai

permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan


alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. KOMPETENSI DASAR
1.1. Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,
kritis, kreatif, inovatif,

demokratis, komunikatif ) dalam merancang dan

melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.


2.2. Menunjukkan perilaku kerjasama, santun,

toleran, cintadamai dan peduli

lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.


2.3. Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai

wujud

kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.


3.5

Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen


koordinasi dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul)
materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.

C. INDIKATOR KETERCAPAIAN KOMPETENSI


1. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan
rasa ingin tahu dan teliti.
2. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan
elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis) dengan bekerjasama dan
bertanggung jawab.
3. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion dengan teliti dan komunikatif.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui diskusi kelompok dengan kartu diskusi, peserta didik dengan rasa ingin
tahu dan teliti, dapat menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai
kestabilannya dengan tepat.
2. Melalui diskusi kelompok dengan bantuan ilustrasi dan kartu unsur, dengan
bekerjasama dan bertanggung jawab, peserta didik dapat menggambarkan
susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi
bukan gas mulia (struktur Lewis) dengan benar.
3. Melalui diskusi kelompok dengan bantuan ilustrasi dan kartu diskusi dengan
teliti dan komunikatif, peserta didik dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan
ion dengan benar.
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Kestabilan Atom

Sebagian besar unsur di alam ingin mencapai suatu kestabilan.


Kestabilan diperoleh dengan cara bergabung dengan unsur lain lalu
membentuk molekul atau senyawa yang stabil. Daya tarik-menarik antar atom
yang menyebabkan senyawa kimia dapat bersatu disebut ikatan kimia.
Gas mulia memiliki konfigurasi elektron penuh, yaitu konfigurasi
oktet

(memiliki 8 elektron pada kulit terluarnya), kecuali untuk helium

dengan konfigurasi duplet (dua elektron pada kulit terluarnya).


Kecenderungan unsur-unsur untuk mencapai konfigurasi elektronnya
sama seperti gas mulia terdekat dikenal sebagai aturan oktet. Untuk mencapai
kestabilan (seperti konfigurasi pada gas mulia) dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
a. Melepas Elektron
Dilakukan unsur logam untuk membentuk ion positif.
Contoh

Na+

Na

11

11

(2, 8, 1)
(tidak stabil)

+ 1e

(2, 8)
(stabil seperti Ne)

b. Menarik Elektron
Dilakukan unsur logam untuk membentuk ion positif
Contoh :

Cl

17

+ 1e

Cl

17

(2, 8, 7)

(2, 8, 8)

(tidak stabil)

(stabil seperti Ne)

c. Menggunakan Pasangan Elektron Bersama


Ada dua macam pasangan elektron yang digunakan bersama (menurut
Lewis), yaitu :

Pasangan elektron hanya berasal dari salah satu atom saja.

Masing-masing atom yang berkaitan menyumbangkan satu elektron.

2. Struktur Lewis
Antar unsur saling berinteraksi dengan menerima dan melepaskan elektron di
kulit terluarnya. Struktur Lewis dilambangkan dengan memberikan sejumlah titik
yang mengelilingi atomnya (biasanya dilambangkan berupa . atau x). Setiap titik
mewakili satu elektron yang ada pada kulit terluar atom tersebut (elektron valensi).
Contoh Struktur Lewis :

Li = 2 1 (elektron valensi)

1.

Ikatan Ion

F = 2 7 (elektron valensi)

Ikatan ion adalah gaya tarik menarik listrik antara ion yang berbeda
muatan. Ikatan ion terbentuk antara atom yang mempunyai energi ionisasi
rendah (logam) dengan atom yang memiliki afinitas elektron tinggi (bukan
logam).
Contoh :
1) Ikatan antara 11Na dengan 17Cl
Na = 2, 8, 1 Na melepas 1e-

11

Na+

Na

11

(2, 8, 1)
Cl = 2, 8, 7 Cl menerima 1e-

17

Cl

17

11

1e

(2, 8)
+

1e

(2, 8, 7)

Cl-

17

(2, 8, 8)

Antara ion Na+ dan ion Cl- terjadi serah terima 1 elektron, atom Na
melepas 1 elektron dan atom Cl menerima 1 elektron sehingga terbentuk
senyawa ion dengan rumus kimia NaCl.
Sifat umum senyawa ionik :
a. Memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi
b. Dalam bentuk larutan/lelehan dapat menghantarkan arus listrik
c. Dapat larut dalam pelarut polar (air)
d. Tidak larut dalam pelarut nonpolar (organik).
F. PENDEKATAN/STRATEGI/METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : scientific learning
2. Metode

: ceramah, Tanya jawab

G. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN


1. Media
Peta Konsep, Komputer, LCD, Ilustrasi (Gambar, Video Pembelajaran/ animasi
flash, gambar komic dll), peralatan praktikum (gelas beker, buret, dll)

2. Alat dan Bahan


a. Power point bahan ajar
b. Lembar Diskusi Peserta didik
c. Lembar penilaian
3. Sumber Belajar
a. Buku Pegangan Kurikulum 2013
b. Unggul Sudarmo. 2013. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
c. Purba, Michael. 2006. KIMIA untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
d. Nafiyanto, Indra dan Isnardiyanti.2010. Buku Ajar Acuan Pengayaan Kimia
untuk SMA/ MA Kelas X Semester 1. Solo : CV. Sindunata.
e. Hermawan, dkk. 2009. Aktif Belajar Kimia untuk SMA dan MA Kelas X.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
f. Michael Purba dan Sunardi. 2012. KIMIA untuk SMA Kelas XI. Jakarta:
Erlangga
g. Suwardi, dkk. 2009. Panduan Pembelajaran Kimia untuk SMA & MA Kelas
XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama ( 1 x 20 menit )
Kegiatan
Pendahuluan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan
1.

Waktu
Guru melakukan pembukaan dengan 3 menit

salam pembuka secara menyenangkan.


2.

Guru memeriksa kehadiran peserta


didik sebagai sikap disiplin.

3.

Guru

menyampaikan

tujuan

pembelajaran yang akan dicapai yaitu mempelajari tentang


struktur lewis dan proses pembentukan ikatan ion.
4.

Guru melakukan apersepsi dengan


mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan peserta didik
ke materi yang akan dipelajari : Pernahkah kamu melihat
garam dapur?Rumus Garam dapur adalah NaCl, tersusun

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

dari ion-ion apakah garam dapur tersebut?


5. Guru memberikan motivasi :
Bagaimana suatu atom mencapai kestabilan?
Bagaimanakah kestabilan dari gas mulia?
Bagaimanakah dengan atom penyusun H2O, apakah
untuk mencapai kestabilan sama seperti pada NaCl?
Jenis ikatan kimia apakah yang terjadi pada pada
Inti

senyawa NaCl?
Mengamati

15 menit

Peserta didik mengamati struktur Lewis beberapa unsur


dengan rasa ingin tahu, guru memberikan bimbingan.
Peserta didik membaca literatur tentang ikatan ion dengan
cermat dan bertanggungjawab, guru memberikan
bimbingan.
Peserta didik melihat ilustrasi pembentukan ikatan ion
yang ditunjukkan oleh guru dengan rasa ingin tahu.
Menanya

Guru memberikan pertanyaan mengapa atom logam


cenderung melepaskan elektron? Peserta didik menjawab
pertanyaan guru dengan antusias.

Guru memberikan pertanyaan mengapa atom nonlogam


cenderung menerima elektron dari atom lain? Peserta
didik menjawab pertanyaan guru dengan antusias.
Guru

memberikan

pertanyaan

bagaimana

proses

terbentuknya ikatan ion?


Pengumpulan data
Guru mengingatkan susunan elektron valensi dalam
orbital, peserta didik memperhatikan dengan rasa ingin
tahu.
Peserta didik menggambarkan awan elektron valensi
berdasarkan susunan elektron dalam orbital dengan tekun
dan teliti, guru memberikan bimbingan.

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

Peserta didik menganalisis pembentukan senyawa


berdasarkan pembentukan ikatan (berhubungan dengan
kecenderungan atom untuk mencapai kestabilan) dengan
teliti dan bertanggungjawab, guru memberikan bimbingan.
Guru mengingatkan unsur penyusun senyawa yang
memiliki ikatan ion, peserta didik memperhatikan dengan
rasa ingin tahu.
Mengasosiasikan
Peserta didik menganalisis konfigurasi elektron dan
struktur Lewis dalam proses pembentukan ikatan kimia
dengan cermat dengan bantuan kartu soal, guru
memberikan arahan.
Peserta didik tekun dan kerjasama menganalisis beberapa
contoh pembentukan senyawa ion bantuan kartu soal,
guru memberikan bimbingan.
Mengkomunikasikan
Peserta didik bersama guru menyimpulkan bagaimana
suatu atom mencapai suatu kestabilan dengan tekun dan
bertanggungjawab.
Peserta

didik

bersama

guru,

menyimpulkan

cara

menentukan struktur Lewis beberapa unsur secara


komunikatif.
Peserta didik menyimpulkan proses pembentukan ikatan
Penutup

ion dengan komunikatif, guru memberikan bimbingan.


1. Peserta didik diminta menyimpulkan tentang kestabilan 2 menit
unsur, struktur Lewis dan proses pembentukan ikatan ion
secara mandiri dan bertanggungjawab, guru memberikan
panduan.
2. Guru memberikan evaluasi

tentang kestabilan atom,

struktur Lewis dan ikatan ion.


3. Guru memberikan tugas untuk mencari literatur dsn
mempelajari

tentang

ikatan

kovalen

dan

kovalen

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan
koordinasi.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar.

Alokasi
Waktu