Anda di halaman 1dari 5

Akhirnya "Khazanah Trans 7" Yang Sempat

Disusupi ajaran sesat wahabi.


16 September 2013 pukul 20:25
Akhirnya "Khazanah Trans 7" Yang Sempat Disusupi ajaran sesat wahabi

Akhirnya "Khazanah Trans 7" Yang Sempat Disusupi ajaran sesat wahabi, Bertobat dan Berikar
Bahwa Mereka Ahlussunnah wal Jama'ah Sebelum bertobat dan mengikrarkan sebagai
ahlussunnah wal jamaah, khazanah trans 7 yg disusupi wahabi telah melakukan dakwah dengan
kebohongan-kebohongan yang besar yang menyesatkan. Akhirnya setelah terjadi dialog,
khazanah pun bertobat dan mengikrarkan bahwa mereka ahlussunnah wal jamaah. berikut
kronologis kejadiannya : Apakah anda penggemar tayangan Khazanah trans 7? Maka mulai
sekarang berhati-hatilah menontonnya. Khazanah adalah salah satu program tayangan
berkonten islami yang hadir setiap hari senin sampai jumat jam 5.30 WIB di trans 7. Sekilas
tayangan ini menarik karena berkonten islami. Akan tetapi konten tayangan seperti itu memang
tidak digarap dengan serius. Pengelola media komersial, memang tidak memperhatikan validitas
konten tayangan. Mereka hanya berpikir tayangan itu menarik pemirsa. Pagi ini, tayangan
Khazanah bertajuk Sholawat. Namun ada sedikit yang aneh dan bisa dibilang lucu bila kita
cermati dan hal ini merupakan pembodohan bagi orang yang menontonnya. Wanita penyiar yang
membaca ilustrasi dalam tayangan KHAZANAH itu menjelaskan tentang macam-macam
sholawat yang diamalkan oleh umat Islam yang sejatinya menurut mereka merupakan bidah
yang diliputi khurafat dan takhayul yang sesat karena tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw
(Penyiar mengucapkan kalimah Shalallahu alaihi wassalam pun dengan makraj dan tajwid yang
payah yang membuat para sufi ketawa gaduh-pen). Sholawat yang dibaca dalam khasidah-
khasidah apalagi dengan iringan rebana dan goyangan badan orang-orang yang bersholawat,
adalah bidah dlolalah yang potensial musyrik, menurutnya. Sewaktu menayangkan bagian
sholawat Nariyyah, penyiar wanita itu mengarang suatu cerita bahwa sholawat itu sejarahnya
berasal dari Syekh Nariyyah, salah seorang sahabat Nabi Saw yang menyusun sholawat dan
kemudian minta didoakan oleh Nabi Saw agar masuk surga dan diperkenankan masuk surga.
Kisah Syekh Nariyyah itu, menurut si penyiar wanita, adalah kisah tanpa dasar karena sahabat
Nabi Saw tidak ada yang bernama Nariyyah dan gelar syekh pada masa itu tidak ada digunakan
oleh para sahabat. Jadi, menurut Khazanah, sholawat Nariyyah itu karangan orang sesat untuk
menyesatkan umat Islam. Coba anda cermati, penyiar tersebut ngucapin kalimat Wallohu alam
saja, makraj dan tajwid-nya belepotan gak karuan. Karena itu kalau mengutip al-Quran atau
Hadits, penyiar wanita tersebut tidak berani menyitir bahasa Arab-nya. Dia hanya berani baca
terjemahan saja. Dia sadar rupanya, gak bisa ngaji. Bahkan melafazkan Allah saja masih salah
karena mengucapkannya dengan lafaz Awlloh. Terlebih aneh dan sangat lucu lagi ketika kita
mendengar uraian penyiar wanita itu. Sewaktu penyiar wanita itu menguraikan asal-muasal
Sholawat Badar. Dikisahkan, bahwa sholawat Badar dimulai tahun 1960-an ketika seorang kyai
bermimpi melihat para habib yang berpakaian hijau mengumandangkan sholawat badar. Isteri
kyai bersangkutan juga bermimpi ketemu Rasulullah Saw. Lalu kyai itu menghadap seorang
habib yang dikenal ahli kasyaf, disebutkan bahwa habib itu membenarkan mimpi kyai dan
isterinya. Itu sebabnya, sholawat yang disebut sholawat badar itu sangat baik diamalkan,
terutama untuk membangkitkan semangat umat Islam yang dewasa itu ditekan oleh aksi-aksi
PKI. Sekarang kita garis bawahi, Benarkah sholawat Badar baru dimulai tahun 1960-an??.
Kebohongan dari mana lagi ini?. Pembodohan publik yang amat luar biasa bagi umat islam.
Sutradara dan penyusun tayangan KHAZANAH yang jelas-jelas mengandung manipulasi dan
pemutar-balikan fakta untuk tujuan-tujuan membingungkan umat. Padahal Selawat Badar sudah
dikumandangkan umat Islam sejak ratusan tahun silam. Setelah memaparkan sejumlah hadits
yang diriwayatkan Imam Bukhari, Turmudzi dan Ahmad yang ditafsir menurut tafsiran khas
Wahabi, pembacaan sholawat yang diamalkan umat Islam selama ini dianggap sudah tidak
sesuai lagi dengan yang diajarkan Rasulullah Saw. Amaliah sholawat yang dibaca dengan
macam-macam cara yang tidak sesuai teladan Nabi Saw pada dasarnya adalah sesat karena
dianggap tidak memiliki dasar yang kuat. Pengamal sholawat yang jelas-jelas bidah setelah
melihat tayangan KHAZANAH dihimbau untuk tidak terus mengamalkan amaliah sesat dan
menyesatkan, yaitu menjadikan sholawat sebagai tawassul karena bisa bermakna
menyekutukan Allah. Tahukah anda kenapa untuk melarang sholawat dan tawasul mereka
ungkapkan lewat macam-macam hadits sebagai dalil? Jawabannya adalah untuk
membingungkan umat. Sekaligus untuk membenarkan tafsiran mereka yang berkali-kali
menyebut Imam Ibnu Taimiyyah. Kenapa mereka hanya berdalil hadits?. Karena mereka
menyembunyikan ayat Al-Quran, yang tegas-tegas menyatakan bahwa ALLAH dan para
MALAIKAT BERSHOLAWAT kepada NABI SAW. ALLAH juga dalam ayat itu memerintahkan
kepada semua kaum BERIMAN untuk BERSHOLAWAT kepada NABI SAW. Mereka
menafsirkan Quran dan Hadits itu dengan keyakinan mutlak bahwa tafsiran itu yang paling
benar sungguh tidak masuk akal. Bagaimana mereka bisa haqq al-yaqiin bahwa tafsiran mereka
yang paling benar seolah-olah mereka sudah konfirmasi kepada Allah bahwa tafsir mereka
sudah dishahihkan kebenarannya oleh Allah sendiri. Ya itulah sifat orang-orang yang men-tuhan-
kan nafs-nya sendiri, sehingga tidak ada kebenaran selain kebenaran mereka yang di dalam
jiwanya selalu bergaung kalimah ana khoiru minhu. Sejak Allah memaklumkan bahwa DIA dan
para malaikat bersholawat kepada Nabi Saw dan memerintahkan orang-orang beriman untuk
bersholawat, maka saat itulah sholawat kepada Nabi Saw menjadi sunnatullah. Artinya, sejak
saat itu sampai hari ini kira-kira sudah 1500 tahun manusia tidak pernah berhenti dalam
bersholawat, baik dalam sholat, qasidah-qasidah, amaliah sholawat, khoth-khoth kaligrafi, kitab-
kitab ilmu hikmah, wirid sholawat, sholawat wahidiyyah, sampai wafak-wafak sholawat. Artinya,
sejak 1500 tahun yang silam orang setiap hari, jam, menit, dan detik terus-menerus bersholawat
tidak pernah putus, sehingga kalau mau jujur dicatat dalam guinness book of the record, maka
Nabi Saw adalah sat-satunya manusia yang namanya tidak pernah berhenti disebut orang
selama 1500 tahun. Masya Allah, sesat benar jamaah Iblis yang menghalang-halangi orang
bersholawat! Lalu bagaimana sikap kita terhadap tayangan mereka seperti itu? Serukan kepada
umat Islam khususnya kepada kalangan Ahlussunnah wal-Jamaah an-Nadhliyyah agar serentak
tidak lagi menonton tayangan KHAZANAH di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia
karena televisi itu sudah menjadi alat Wahabi untuk mendakwahkan agamanya. Umat Islam
perlu mewaspadai nilai-nilai keislaman termasuk pemutarbalikan sejarah Islam yang ditayangkan
di stasiun televisi. Karena, kebenaran nilai-nilai keislaman yang ditayangkan di dalamnya tidak
sesuai dengan sejarah Islam yang sebenarnya. JANGAN BIARKAN SEKTE WAHABI MERUSAK
AQIDAH UMAT ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH. Sudah bukan hal baru kalau wahabi
melakukan kebohongan2 dalam berdakwah dan menyesat-nyesatkan siapapun yg tidak
segolongan dg mereka. WASPADALAH!!! -------------------------------------------------------------------
KHGD Info : Inilah Hasil Dialog Terkait Kasus "Khazanah Trans 7" INDONESIA - Ucapan syukur
dipanjatkan oleh umat Islam yang tertulis di akun facebook mereka setelah mengetahui hasil
dialog yang dilakukan bersama pihak "Khazanah Trans 7", KPI dan MUI. Hasil dialog ini (17/4) di
infokan oleh Ansoori Dahlan melalui akun facebooknya. Secara garis besar ia menyebutkan
bahwa produser Khazanah Trans 7 Ibu Dini dan Haikal Hasan - Tim Penasehat Khazanah
menyatakan bahwa mereka Ahlussunnah Waljam'ah, ahli Tawassul dan Maulid. Disebutkan juga
bahwa pada pertengahan Mei 2013, Khazanah Trans 7 akan menayangan mengenai shalawat,
tahlil dan ziarah kubur. Selain itu, juga akan dibongkar kesesatan Wahhabi, Syi'ah, Ahmadiyah
dan aliran sesat lainnya. Pernyataan diatas disampaikan dihadapan salah seorang perwakilan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Bahkan berencana menggandeng KH. Thobary Syadzily,
Habib Fahry, MUI dan KPI. Didalam forum, ketika KH Thobary Syadzily meminta Tim Khazanah
agar mengakui idiologi aliran, mereka semua berikar bahwa mereka Ahlussunnah wal Jama'ah,
ahlil tahli, ahli tawassul, ahli maulid dan ahli sholawat. Kecuali hanya 2 orang yang bermuka
masam dan tidak berakhlaq yang menolak, tidak mau berikrar. Program Khazanah Trans 7 pada
mulanya merupakan program yang baik namun berubah menjadi program yang meresahkan dan
menyinggung amaliyah umat Islam setelah ditunggapi oleh kepentingan Salafy Wahhabi.

Bagikan
3 Berbagi
Zainul Milal, Jamaludin Nugraha, Dijah Manda Topani dan 30 lainnya menyukai ini.

Muhammad Rosyddin Maju trus,,mang dh. Dri sy mengira sprti it..
16 September 2013 pukul 21:55

Salem Uma Zahra Alhamdulillah tdi pagi acr tran7 khasanah sdh mengunggah tahlilan.bahwasnya tahlilan
hukumny mubah(boleh) utk sarana mendoakan orng yg meninggal.dan tidak diwajibkan maupun
diharamkan.mungkin dulu prnah menyiarkn yg brbau fitnah krn ketidak tahuan prod...Lihat Selengkapnya
16 September 2013 pukul 22:06 3

Muh Rifa'i Tutup sj acara khasanah brow
16 September 2013 pukul 22:32

Muh Rifa'i Tapi kalau mau di perbaiki teruskan sj.
16 September 2013 pukul 22:35

Muhammad Khanafi Hati-Hati wahai kawan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH, Penyusupan wahabi salafi ke NU
KIAI MAHRUS ALI MANTAN KIAI NU/ASWAJA bertujuan hancurkan NU.
Silahkan baca dan simak kembali tentang Mahrus Ali yg ngaku2 MANTAN KIAI NU yang buku2 karangannya
menghebohkan ...Lihat Selengkapnya



17 September 2013 pukul 1:00

Muhammad Khanafi Pandangan Ulama Sunni Tentang Wahabi
Gerakan Wahabi Salafiyang dikenal dengan ideologi takfir (mengkafirkan, mem-bidah-kan, men-syirik-kan
sesama muslim) adalah gerakan yang mengklaim dirinya sebagai gerakan pemurnian akidah (tauhid) dan
mengikuti l...Lihat Selengkapnya



17 September 2013 pukul 1:10 1

Muhammad Khanafi https://www.facebook.com/notes/muhammad-khanafi/warning-fatwa-mui-bahwa-
ahmadiyah-syiah-wahhabi-adalah-aliran-sesat-bubarkan-seg/214223938738597