Anda di halaman 1dari 15

STUDI KELAYAKAN USAHA

Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan


Dosen Pengampu: Dra. Machmuroh, MS.

Disusun oleh:
Fadilla Nanda K.D. G0112038
Fajar Sukria W G0112039
Fatiyya Hanif M G0112040
Fiergant Kurniadhi G0112041
Fika Dwi Utami G0112042
Firdausy Az Zahrah G0112043
Fitria Handayani G0112044
Habibah Bahrun Al H G0112045
Hanifah Fitri N G0112046
Hasan Fahrur Rozi G0112047

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2014
A. Pengertian Studi Kelayakan Usaha
Menurut Kasmir dan Jakfar (2003) adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara
mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan untuk menentukan
layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan. Tujuan utama dilakukan studi kelayakan
bisnis ini tentunya yang akan berdiri bisa berjalan sesuai harapan baik dalam jangka
pendek atau panjang serta untuk mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik
dalam situasi mendukung maupun situasi yang tidak mendukung.
Menurut Drs. H.M Yacob Ibrahim (1998:1) : mengatakan Studi kelayakan
bisnis adalah bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima
atau menolak suatu gagasan usaha atau proyek yang direncanakan.
Jadi, tujuan dilakukannya studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran
penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.
Dalam studi kelayakan tersebut hal-hal yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :
1. Cara kegiatan usaha dilakukan : usaha akan dijalankan sendiri atau dijalankan
orang lain.
2. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya seluruh proyek.
3. Sarana yang diperlukan oleh usaha : jalan raya, lokasi, Komputer, CPU.
4. Hasil kegiatan usaha tersebut, serta biaya-biaya yang ditanggungkan untuk
memperoleh hasil tersebut.
5. Akibat-akibat yang bermanfaat maupun yang tidak dari adanya usaha tersebut.
6. Langkah-langkah rencana untuk mendirikan proyek.

B. Tujuan Studi Kelayakan Usaha
Ada lima tujuan, pentingnya melakukan studi kelayakan usaha:
a. Menghindari risiko kerugian
Studi kelayakan bertujuan untuk menghindari risiko kerugian keuangan di masa
datang yang penuh ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan
terjadi atau terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini fungsi studi kelayakan
adalah untuk meminimalkan risiko yang tidak diinginkan, baik risiko yang dapat
dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.
b. Memudahkan perencanaan
Ramalan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, dapat
mempermudah dalam melakukan perencanaan. Perencanaan tersebut, meliputi:
Berapa jumlah dana yang diperlukan
Kapan usaha akan dijalankan
Di mana lokasi usaha akan dibangun
Siapa yang akan melaksanakan
Bagaimana cara melaksanakannya
Berapa besar keuntungan yang akan diperoleh
Bagaimana cara mengawasinya jika terjadi penyimpangan
Dengan adanya perencanaan yang baik, maka suatu usaha akan mempunyai jadwal
pelaksanaan usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai pada waktu tertentu.
c. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
Berbagai rencana yang sudah disusun akan memudahkan dalam pelaksanaan
usaha. Rencana yang sudah disusun akan dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap
tahap usaha, sehingga suatu pekerjaan dapat dilakukan secara sistematis dan dapat
tepat sasaran serta sesuai rencana.
d. Memudahkan pengawasan
Pelaksanaan usaha yang sesuai rencana akan memudahkan untuk melakukan
pengawasan terhadap jalannya uasaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak
terjadi penyimpangan dari rencana yang telah disusun. Di samping itu, pelaksanaan
usaha dapat dilakukan secara sungguh-sungguh, karena ada yang mengawasi.
e. Memudahkan pengendalian
Adanya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat terdeteksi terjadinya
suatu penyimpangan, sehingga dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan
tersebut. Tujuan dari pengendalian ini adalah untuk mengendalikan pelaksanaan
pekerjaan yang melenceng, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai.

C. Manfaat Studi Kelayakan Usaha
1. Untuk merintis usaha baru, misalnya untuk membuka toko, membangun pabrik,
mendirikan perusahaan jasa, membuka usaha dagang, dan lain sebagainya.
2. Untuk mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnya untuk menambah kapasitas
pabrik, untuk memperluas skala usaha, untuk mengganti peralatan/mesin, untuk
menambah mesin baru, untuk memperluas cakupan usaha, dan sebagainya
3. Untuk memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan,
misalnya pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi proyek A
atau proyek B, dan lain sebagainya

D. Pihak-pihak yang berkepentingan
Peusahaan yang melakukan studi kelayakan usaha akan mempertanggung
jawabkan hasilnya kepada berbagai pihak yang berkepentingan, yaitu:
a. Investor
Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan,
pendanaan dapat mulai dicari dengan mencari investor atau pemilik modal yang mau
menanamkan modalnya. Bagi investor, hasil studi kelayakan memiliki arti tersendiri,
karena investor akan mempelajari laporan tersebut untuk memastikan keuntungan
yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang akan
ditanamkannya.
b. Lembaga keuangan
Jika modal perusahaan berasal dari dana pinjaman bank atau lembaga keuangan
lainnya, maka lembaga-lembaga tersebut akan berkepentingan terhadap hasil studi
kelayakan. Bank dan lembaga keuangan lainnya tidak mau memberi kredit atau
pinjaman, bila suatu usaha tersebut di kemudian hari mempunyai masalah (kredit
macet). Oleh karena itu, untuk usaha-usaha tertentu pihak perbankan akan melakukan
studi kelayakan terlebih dahulu secara mendalam sebelum pinjaman dikucurkan
kepada pihak peminjam.
c. Pemerintah
Bagi pemerintah pentingnya studi kelayakan adalah untuk meyakinkan apakah
usaha yang dijalankan akan memberikan manfaat, baik bagi perekonomian secara
umum maupun gaji masyarakat luas, seperti penyediaan lapangan pekerjaan.
Pemerintah juga berharap usaha yang akan dijalankan tidak merusak lingkungan
sekitarnya, baik terhadap manusia dan lingkungan hidup lainnya.
d. Masyarakat luas
Bagi masyarakat luas, adanya bisnis akan memberikan manfaat seperti tersedia
lapangan kerja, baik bagi pekerja di sekitar likasi proyek maupun bagi masyarakat
lainnya. Manfaat lain adalah terbukanya wailayah tersebut dari ketertutupan. Dengan
adanya usaha akan memancing munculnya sarana dan prasarana bagi masyarakat.

E. Intensitas Studi Kelayakan Usaha
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan. Di antaranya
yang utama adalah:
a. Besarnya dana yang ditanamkan.
Umumnya semakin besar jumlah dana yang ditanamkan, semakin mendalam studi
yang perlu dilakukan. Sebagai misal, proyek kilang minyak di Cilacap akan diteliti
dalam aspek yang lebih luas, termasuk dampak sosial ekonomi, dibandingkan dengan
proyek membuka usaha "dealer" mobil.
b. Tingkat ketidakpastian proyek.
Semakin sulit kita memperkirakan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas dan Iain-
Iain, semakin berhati-hati kita dalam melakukan studi kelayakan. Untuk proyek-
proyek yang menghasilkan produk "baru", umumnya cukup sulit dalam
memperkirakan proyeksi penjualan. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi
ketidakpastian ini, dengan analisa sensitivitas, dengan taksiran konservatif, dan
sebagainya.
c. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek.
Seliap proyek dipengaruhi dan juga mempengaruhi faktor-faktor lainnya.
Sebagai misal, proyek untuk membuat mobil dengan tenaga listrik akan
dipengaruhi oleh faktor, misalnya tinggi rendahnya harga bahan bakar minyak.
Sebaliknya proyek tersebut akan mempengaruhi pula usaha untuk menemukan
material yang bisa dipakai untuk menyimpan tenaga listrik yang lebih tahan lama.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu proyek mungkin menjadi sangat
kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap proyek
tersebut akan semakin berhati-hati.
Secara ringkas kita bisa mengatakan bahwa intensitas studi kelayakan tersebut
mungkin tidak sama.
Ada berbagai faktor yang mempengaruhinya, seperti: jumlah dana, ketidakpastian,
dan kompleksitas proyek tersebut.
Semakin besar dana yang tertanam, semakin tidak pasti taksiran yang dibuat,
semakin kompleks faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan semakin mendalam
studi yang perlu dilakukan.

F. Proses Studi Kelayakan Usaha
Studi Kelayakan Usaha dilakukan melalui empat proses, yaitu :
1. Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Gagasan
Adalah tahap dimana wirausaha memiliki ide untuk merintis usaha barunya.
Kemudian ide tersebut dirumuskan dan diidentifikasikan, misalnya kemungkinan-
kemungkinan bisnis yang paling menguntungkan dalam jangka waktu panjang.
2. Tahap Formulasi Tujuan
Adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis yang akan diemban setelah bisnis
tersebut diidentifikasi, apakah misinya untuk menciptakan barang dan jasa yang
sangat diperlukan masyarakat sepanjang waktu ataukah untuk menciptakan
keuntungan yang langgeng, atau apakah visi dan misi bisnis yang dikembangkan
tersebut benar-benar menjadi kenyataan atau tidak, semuanya dirumuskan dalam
bentuk tujuan.
3. Tahap Analisis
Penelitian dilakukan melalui proses sistematis yang dilakuakan untuk membuat suatu
keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Penelitian dilakukan
sesuai prosedur, yaitu dimulai dengan mengumpulkan data, mengolah, menganalisis,
dan menarik kesimpulan.
Aspek-aspek yang harus diamati dan dicermati dalam tahap analisis meliputi :
a. Aspek Pasar
b. Aspek Teknik Produksi atau Operasi
c. Aspek Manajemen
d. Aspek Keuangan
4. Tahap Keputusan
Setelah dievaluasi, dipelajari, dianalisis, dan hasilnya meyakinkan, maka langkah
berikutnya adalah tahap pengambilann keputusan apakah bisnis tersebut layak
dilaksanakan atau tidak.
G. Aspek Umum dan Organisasi
1. Umum
a. Tujuan pendirian usaha
Tujuan pendirian perusahaan biasanya di badakan menjadi 2, yaitu :
Tujuan ekonomis
Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk,
kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
Tujuan social
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, factor-
faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama
perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun
pelanggan.
b. Perizinan
Dari segi perizinan, beberapa dokumen badan hukum untuk melaksanakan usaha
bisnis sebagai bekal agar usaha yang dilaksanakan berjalan lancar di kemudian
hari karena. Beberapa dokumen hukum yang berkaitan, diantaranya badan hukum,
tanda daftar perusahaan dan Surat ijin usaha, NPWP, Ijin Domisili dan lain-lain.
c. Kegiatan Usaha
Dalam hal ini, dipaparkan bagaimana usaha tersebut berjalan. Hal-hal apa saja
yang dilakukan oleh usaha yang didirikan. Menjelaskan tentang usaha tersebut
bergerak dalam bidang apa.
d. Bentuk hukum badan usaha
Memaparkan dan menjelaskan tentang landasan hukum yang menadasari badan
usaha yang didirikan.
e. Permodalan
Arti sempit permodalan adalah usaha untuk memperoleh dana yang dibutuhkan
oleh badan usaha dengan cara yang efisien. Sedangkan arti luasnya merupakan
usaha untuk memperoleh dana yang dibutuhkan oleh badan usaha secara efisiensi
serta bagaimana menggunakan dana tersebut. Jadi, usaha yang didirikan
menjelaskan bagaimana permodalan yang dijalankan dalam usaha tersebut.

2. Organisasi
a. Menejemen
Menejemen merupakan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai
sasaran (kbbi.web.id). oleh karena itu, dalam hal ini dijjelaskan tentang
bagaimana sumber daya digunkan dlam usaha yang didirikan.
b. Struktur organisasi
Menyajikan stuktur atau bagan organisasi, struktur organisasi sendiri merupakan
Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas
yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai
tujuan.
c. Jabatan dan uraian tugas
Terdapat jabatan dan uraian tugas yang jelas dalam usaha yang didirikan. Contoh,
divisi kuangan memiliki tugas untuk mengurus pendataan dalam hal pengeluaran
dan pemasukan.
d. Jumlah tenaga kerja dan penggajian
Adanya pemaparan tentang berapa banyak tenaga kerja yang ada dalam usaha dan
bagaimana sistem penggajian yang dilakukan.

H. Aspek Pemasaran
Identifikasi awal bidang pemasaran harus tepat karena dalam praktik sering
ditemui perbedaan persepsi antara yang dilakukan konsumen dengan desain dalam studi
(Riani, 2005). Studi ini mencakup produk yang akan dipasarkan, peluang pasar,
permintaan dan penawaran, segmentasi pasar, pasar sasaran, ukuran pasar, perkembangan
pasar, struktur pasar dan strategi bersaing.
Analisis aspek pasar merupakan langkah pertama sebelum analisa ke aspek-aspek
lain, seperti memunculkan pertanyaan tentang produk apa yang diminta pasar dan berapa
jumlah yang mampu diserap pasar. Hal tersebut merupakan data besar dan informasi
yang penting untuk diketahui secara akurat, dan berimplikasi pada penerimaan usaha.
Kegagalan suatu kegiatan usaha biasanya berawal dari gagalnya mengestimasi pasar
produk usaha tersebut.
Beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Mempelajari kondisi pemasaran yang lalu dan sekarang.
2. Mengestimasi pemasaran di masa yang akan datang.
Hal-hal lain yang perlu dilihat:
1. Posisi produk
2. Identifikasi harga
3. Identifikasi pola distribusi
4. Identifikasi pola promosi
5. Identifikasi konsumen
6. Identifikasi pasar

I. Aspek Teknik Produksi/Operasi
Aspek teknik produksi/ operasi bertujuan menentukan kebutuhan investasi fisik dari
suatu usaha. Dalam aspek teknik produksi/ operasi akan dibahas faktor-faktor yang
berkaitan dengan hal-hal teknis pembangunan dan pengoperasian perusahaan. Faktor-
faktor yang termasuk dalam aspek teknik produksi/ operasi yaitu :
1. Design Produk/ Jasa
Design produk adalah rancangan suatu proses yang menggambarkan secara rinci
produk atau jasa yang akan dibuat. Dimulai dari identifikasi kebutuhan konsumen
sampai pengujian produk di pasar. Dalam studi kelayakan usaha harus diuraikan
design produk yang akan diproduksi tersebut yang meliputi spesifikasi produk,
gambar produk dan bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi produk
tersebut, serta manfaat dari produkbagi konsumen dan keunggulannya dibanding
dengan produk pesaing.
2. Lokasi
Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan suatu
usaha karena sangat berpengaruh terhadap biaya produksi dan biaya operasional
lain. Diperlukan analisis lokasi berkaitan dengan penentuan lokasi dan
ketersediaan fasilitas secara umum yang mendukung operasi perusahaan dilokasi
tersebut. Pemilihan lokasi dekat dengan konsumen, umpamanya usaha perhotelan,
rumah sakit, bank, bioskop, mall dan industri minuman.
3. Site Analysis
Analisis terhadap lokasi dilakukan lebih rinci meliputi penelitian terhadap
ketersediaan tenaga kerja yang trampil dan respon masyarakat terhadap
keberadaan usaha di lokasi yang dipilih. Kondisi tanah juga perlu
dipertimbangkan karena akan mempengaruhi biaya kontruksi bangunan tersebut.
4. Penggunaan Tanah Lokasi
Dalam pengurusan izin pendirian perusahaan sudah masuk didalamnya izin-izin
pembangunan tanah lokasi untuk usaha tersebut. Peruntukan suatu lokasi usaha
sudah diatur dalam tata ruang yang dituangkan dalam peraturan pemerintah
daerah setempat, umpamanya untuk pabrik sudah disediakan kawasan industri.
5. Prasarana (Fasilitas) Umum
Penyediaan fasilitas umum dapat mendorong kelancaran pembangunan dan
pengoperasian sebuah perusahaan serta manfaat bagi masyarakat
disekitarnya.Contohnya; jalan kelokasi proyek, jembatan, taman untuk rekreasi
atau sekolahan.
6. Fasilitas Penunjang
Fasilitas penunjang adalah unsur-unsur yang mendukung pembangunan dan
pengoperasian proyek yang harus ada di lokasi proyek yang direncanakan antara
lain : jaringan listrik, sumber air bersih, kantin asrama/ tempat tinggal karyawan
dan tempat parkir yang aman.
7. Mesin-mesin, Instalasi Listrik dan Peralatan Pabrik
Dalam studi kelayakan usaha harus disertakan spesifikasi teknis dari mesin-mesin
yang digunakan yang meliputi kapasitas produksi, proses produksi, konsumsi
bahan bakar, dan umur teknis mesin. Semua kebutuhan peralatan harus sudah
diperhitungkan sebagai satu kesatuan dalam suatu sistem yang terkait dengan
kebutuhan pabrik untuk menghasilkan produksesuai kapasitas dan kualitas yang
direncanakan.
8. Kendaraan
Jenis dan jumlah kendaraan yang dibutuhkan sangat tergantung kepada besarnya
proyek, fungsi, lokasi dan mobilitas barang maupun orang. Kendaraan dapat
dikelompokkan antara kendaraan direksi, kendaraan operasional dan antar jemput
karyawan.
9. Peralatan Kantor dan Furniture
Untuk menunjang kelancaran administrasi pembangunan dan pengoperasian usaha
dibutuhkan pula peralatan kerja berupa meja, kursi, almari, filling kabinet,mesin
ketik, komputer lengkap dan peralatan lainnya sesuai kebutuhan.
10. Bangunan
Rencana pembangunan dan kebutuhan bangunan harus didukung pula dengan
gambar-gambar (master plan), maket atau mock-up pabrik atau bangunan tersebut.
Kebutuhan bangunan melioputi bangunan untuk produksi (pabrik), perkantoran,
showrooms, toko, mess karyawan dan pos Satpam.
11. Tata Letak (Layout) Pabrik dan Proses Produksi
Tata letak mesin-mesin dalam pabrik diatur sebaik mungkin dengan
mempertimbangkan sistem produksi, efesiensi ruang, argonomik, keselamatan
kerja dan keamanan kerja.
12. Pengoperasian Pabrik
Sebelum pengoperasian pabrik perlu disusun rencana dan program produksi
yang meliputi proyeksi produksi, proyeksi kebutuhan bahan baku, kebutuhan
listrik, kebutuhan bahan bakar, kebutuhan suku cadang, operator, biaya
perawatan dan lain-lain.
13. Program Produksi
Rencana program produksi disusun berdasarkan rencana penjualan yang telah
dibuat sebelumnya dan perkiraan persediaan akhir barang jadi yang mungkin
timbul akibat devisiasi permintaan di atas rencana penjualan. Persediaan barang
jadi sebenarnya akan selalu ada selama ada selisih volume produksi dan
penjualannya. Persediaan awal barang jadi pada tahun pertama belum ada (nol),
sedangkan persedian akhir tahun lalu sama dengan persedian awal tahun
berjalan. Jangka waktu proyeksi (time horizone) dari proyek biasanya dibuat
sekurang-kurangnya lima tahun. Program produksi terdiri dari : proyeksi
kebutuhan bahan baku, kebutuhan listrik dan bahan bakar, dan kebutuhan suku
cadang dan perawatan mesin.

J. Aspek Keuangan
Asas yang digunakan untuk membangun sistem ekonomi
Kepemilikan
Klasifikasi kepemilikan haruslah di golongkan dengan kategori yang jelas.
Pengaktegorian barang dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
1. Milik pribadi (Boleh diperdagangkan)
2. Milik Negara (Ada yang boleh dan ada yang tidak boleh diperdagangkan)
3. Milik Publik/Umum (Hak umum yang tidak boleh diperdagangkan)
Pengelolaan kepemilikan
Setiap warga negara tentunya terikat akan hukum yang berhubungan dengan bisnis
dan tata aturan usaha. Adanya hukum dan tata aturan lengkap bertujuan melahirkan
keteraturan pengelolaan kepemilikan dalam suatu negara. Hubungan bisnis yang
terjalin haruslah hubungan yang benar dan adil.
Distribusi kekayaan di masyarakat
Peran pemerintah dalam pengaturan distribusi barang dan jasa dalam negara.
Pemerintah memiliki peran diantaranya, sebagai berikut :
1. Memiliki kewajiban mencegah adanya penimbunan barang
2. Mencegah kemandekan perputaran keuangan negara (uang beredar pada beberapa
kalangan saja)
3. Menjaga pemerataan distibusi barang ke seluruh kalangan
4. Menjaga hubungan transaksi yang sah dan adil
Catatannya : Inti dari Profit berupa materi dan benefit berupa nonmateri dalam
bisnis, tidak hanya untuk mencari profit tetapi juga harus dapat memperoleh dan
memberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi
perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan,
kepedulian sosial dan sebagainya.
Yang perlu diperhatikan sebelum berbisnis adalah :
Kebutuhan Dana.
Kebutuhan dana untuk operasional perusahaan, misalnya berapa besarnya dana
untuk dapat tetap aktif, untuk modal kerja dan pembiayaan awal .
Sumber Dana.
Ada beberapa sumber dana yang layak digali, yaitu sumber dana internal
(misalnya modal yang disetor atau laba yang ditahan) dan modal eksternal
(misalnya pinjaman).
Proyeksi Neraca.
Sangat penting untuk mengetahui posisi harta dan kekayaan serta untuk
mengetahui kondisi keuangan lainnya.
Proyeksi Rugi & Laba.
Proyeksi rugi & laba dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau
rugi di masa yang akan datang. Komponen rugi & laba meliputi proyeksi
penjualan, proyeksi biaya, dan proyeksi rugi /laba bersih.
Proyeksi Aliran Kas (Cash Flow).
Dari aliran kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk melaksanakan
kewajiban-kewajiban keuangannya.
Ada tiga jenis aliran kas, yaitu :
Aliran kas masuk (cash inflow), merupakan penerimaan-penerimaan yang
berupa hasil penjualan atau pendapatan.
Aliran kas keluar (cash outflow), merupakan biaya-biaya.
Aliran kas masuk bersih (net cash in-flow), merupakan selisih dari aliran kas
masuk dan aliran kas keluar.

K. Contoh Studi Kelayakan Usaha
Terlampir