Anda di halaman 1dari 28

Assalamualaikum Wr.Wb.

KELOMPOK 5B
PANEL 1
HEMIPARESIS
Nama-Nama Anggota :
Misni Irianti Muhammad 110206005
Achmad Akbar Ramadhan 110206016
Ibnul Barakah 110206027
Nirmalasari 110206040
Ovan Wekawuladana 110206053
Muthia Alibas 110206064
Suneeta Sri Rahayu 110206077
Iis Anitagustina 110206088
Muzdatul Khairiah 110206101
Andi Suryanti Kusuma 110206112
Muh. Ilyas Ingratubun 110206125
Dian Permatajaya 110206136
Skenario
Seorang laki-laki usia 38 tahun mengalami
kejang yang diawali pada lengan kanan
kemudian berlanjut pada tungkai kanan, lalu
ke seluruh tubuh. Keadaan ini sudah dimulai
selama 3 bulan dan timbul kurang lebih 3 kali
dalam sebulan. Penderita juga sering
mengeluh sakit kepala dan merasa canggung
ketika berjalan atau memegang sesuatu
karena tangan dan kaki terasa lemah,
penderita juga mengeluh penglihatannya
agak kabur.

Kata Kunci
Kejang berulang
Hemiparese dekstra
Hemiplegia/hemiparalisis
Kejang berlangsung mulai 3 bulan yang lalu,
kurang lebih 3 kali sebulan
Canggung jika berjalan atau memegang
sesuatu
Mengeluh penglihatannya kabur
PERTANYAAN PENTING
1. Mekanisme kejang pada skenario?
2. Mengapa kejangnya bersifat
ipsilateral kemudian ke seluruh
tubuh?
3. Mengapa timbul 3 kali dalam
sebulan, selama 3 bulan?
Sebelum terjadi oklusi total pada vaskular,
ada gejala dan tanda neurologis fokal yang
berlangsung sesaat saja yang disebabkan
oleh serangan iskemik sementara.
4. Mekanisme hemiparesis dekstra pada
skenario?
Oklusi pada
arteri
vertebralis
Gangguan
vaskularisasi
pada medial
medulla
oblongata sisi
kiri
menimbulkan
kerusakan
pada akar-
akar saraf
pyramis kiri
Terjadi
paralisis
tubuh
sebelah
kanan
5. Apakah kelemahan ditangan kanan,
sama dengan ditungkai kanan?
Bila lesi terjadi pada kapsula interna, maka
akan terjadi hemiparese yang derajat lemah
lengan dan tungkainya sama. Hal ini
dikarenakan kapsula interna hanya di
perdarahi oleh arteri lentikulus striata.
Bila terjadi pada korteks motorik, maka
derajat hemiparese akan berbeda. Dimana
korteks motorik diperdarahi oleh dua arteri,
yaitu: arteri cerebri media dan arteri cerebri
anterior.
6. Mekanisme nyeri kepala?
Sefalgia
Kontraksi otot kepala dan leher
Peregangan/pergeseran pembuluh darah
Peningkatan tekan intrakranial
Gangguan struktur-struktur kranium yang peka nyeri
7. Mekanisme penglihatan kabur ?
Stasis vena
Stasis kapiler
Pembesaran/pembeng
kakan diskus optikus
Penglihatan
menjadi kabur
Differensial Diagnosis
Tumor Intrakranial
Stroke Iskemik
Stroke Hemoragik
Infeksi SSP
Anamnesis


























Differensial
diagnosis/
Gejala

Jenis
Kelamin

Umur

Kejang
berulang

Hemiparese

Sefalgia

Plihatan
kabur

Keterangan

Tumor
Intrakranial

L=P

30-65

+

+

+

+
Tergantung
pada tempat
predileksinya
pada sel
saraf
Stroke
Iskemik

L>P
Mening
kat
pada
usia 50

+

+

+

+
Stroke
Hemoragik


L=P


>50,
Antara
40-75

+

+

+

+
Riwayat
hipertensi,
riwayat obat-
obatan
Infeksi SSP


L=P

?

+

+

+

+
ensefalitis,
riwayat
demam
Pemeriksaan Fisis
Differensial
diagnosis/
Pemeriksaan
Fisis

Status
Kesada
ran

Nervus
Cranialis

Fungsi
Motorik

Refleks

Fungsi
Sensorik

Fungsi
serebelar

Keterangan
Tumor
Intrakranial

Somno
-len

Gangguan
Penghidu,

Hipertonus
, rigiditas

Ataksia dengan
peninggian
pada refleks
tendon


Afasia
sensorik

?
Tergantung
lokalisasi
tumor
Stroke
Iskemik
Ganggu
an
Kesadar
an

Gangguan
N.VII

Afasia
Motorik

?

Afasia
Sensorik

?

Tergantung
arteri apa yang
tersumbat
Stroke
Hemoragik


Kesadar
an
tergang
gu


Gangguan
N.VII, N.IX


?

?

?

?
Infeksi SSP


Kesadaran
Menurun

Atrofi
N.Opricus

Afasia
Pemeriksaan Penunjang
Differensial
diagnosis/
Pemeriksaan
Penunjang

Foto
rontgen
Cranial

CT-Scan

Angio
Grafi

MRI

Pungsi lumbal

Keterangan
Tumor
Intrakranial

+

+

+

+

-
Stroke
Iskemik

+

+

+

+

-
Stroke
Hemoragik


+

+

+

+

-
Infeksi SSP


+

+

+

?

+
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
1. Tumor Intrakranial
Medikamentosa :
berikan analgetik dan obat untuk mengurangi
tekanan intrakranial 1 tablet diamox atau
30 cc glycerol dilarutkan dalam 200 cc air.
Kemoterapi.
Radiasi.
Operatif : efektifitas tergantung letak/tipe
tumor.
Penatalaksanaan (cont..)
2. Stroke Iskemik
Konservatif :
- Pertahankan fungsi vital (pernafasan,
oksigenase, cairan, elektrolit, asam-basa
darah dan sirkulasi).
Medikamentosa :
- Gliserol 10% per infus, 1 gr/kgBB/hari
selama 6 jam
- Kortikosteroid
- Aspirin dosis rendah
Penatalaksanaan (cont..)
3. Stroke Hemoragik
Konservatif :
- Pertahankan fungsi vital (pernafasan,
oksigenase dan sirkulasi).
- Reperfusi dengan trombolitik atau
vasodilation: Nimotop.
- mengurangi edema cerebral dengan
diuretik.

Penatalaksanaan (cont..)
Medikamentosa :
- Penggunaan pengobatan Walfarin.
- Mengkomsumsi obat Plavix untuk
menurunkan resiko stroke sampai 30-40%.
- Tissue Plasminogen Activator(tPA).
- Ancrod .
- Penggunaan aspirin secaraberkesinambungn
sangat efektif memperlancar peredaran
darah (terkecuali bila pasien dengan
riwayat gastritis).
Penatalaksanaan (cont..)
Operatif :
Disarankan bahwa tindakan operatif sebaiknya
dilaksanakan dalam 24 jam pertama. Waktu
pelaksanaan tindakan operatif bervariasi
hingga 3 hari dan mencakup penderita dengan
tingkat kesadaran rendah.
Penatalaksanaan (cont..)
4. Infeksi SSP
Ensefalitis Supratif akut
- ampisilin 4x3 dan kloramfenikol IV 4x1 g per
24 jam, selama 10 hari.
- steroid dapat diberikan untuk mengurangi
edema Prognosis ensefalitis supratif akut
buruk karena angka kematian mencapai
50%

Penatalaksanaan (cont..)
Ensefalitis sifilis
Terapi dengan medikamentosa yaitu:
1. Penisilin parenteral dosis tinggi
- Penisilin G dalam air: 12-24 juta unit/hari intravena
dibagi 6 dosis selama 14 hari
- Penisilin prokain G: 24 juta unit/hari intramuskular+
Probenesid 4x500 mg oral selama 14 hari
- dapat ditambahkan bezatin penisilin G: 2,4 juta
unit,intra muskular selama 3 minggu
2. Bila alergi penisilin:
- Tetrasiklin 4x500 mg per oral selama 30 hari
- Eritromisin:4x500 mg per oral selama 30 hari
- Kloramfenikol: 4x1 g intravena selama 6 minggu
Penatalaksanaan (cont..)
Ensefalitis virus
Pengobatan simptomatik diberikan untuk menurunkan
demam dan mencegah kejang.
Kortison diberikan untuk mengurangi edema otak.
Pengobtan antivirus diberikan pada ensefalitis virus yang
disebabkan herpes simplex atau varisela zoster yaitu
dengan memberikan asiklovir 10 mg/ kg BB intravena, 3
kali sehari selama 10 hari,atau 200 mg tiap 4 jam per oral.
Bila kadar Hb turun hingga 9 g/dl,turunkan dosis hingga
200 mg tiap 8 jam.
Bila Hb kurang dari 7 g/dl, hentikan pengobatan dan baru
diberikan lagi setelah Hb normal kembali dengan dosis 200
mg/8 jam
Referensi
Mahar Mardjono, dan Priguna Sidharta. Neurologi Klinis Dasar. PT. Dian
Rakyat. Jakarta. 2006.
Prof. Dr. dr. Lumbantobing, S.M. Neurologi Klinik. Balai Penerbit FKUI.
Jakarta. 2007.
Harsono. Kapita Selekta Neurologi. Gadjah Mada University Press. 1996.
Robbins, dan Kumar. Buku Ajar Patologi II. Penerbit Buku Kedokteran
EGC. Jakarta. 1995. Hal. 474.
Price, S.A. dan Wilson, L. M. Patofisiologi II. Penerbt Buku Kedokteran
EGC. Jakarta. 2006. Hal. 1045.
Bagian Farmakologi FKUI. Farmakologi Dan Terapi. Gaya Baru.
Jakarta. 1995. Hal. 163.
Guyton, dan Hall. Fisiologi Kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Jakarta. 1997.
www.tbts.org.
www.google.co.id
Slide Kuliah
Thank U, and
Wassalamualaikum Wr.Wb