Anda di halaman 1dari 3

LO 4

INFEKSI PADA PAYUDARA


4.1 Mastitis
Mastitis dan abses payudara bisa terjadi pada semua populasi, apakah sedang menyusui
atau tidak menyusui. Bila terjadi pada saat menyusui atau pada waktu berhenti menyusui
disebut mastitis laktasi atau mastitis puerperal. Tersering pada 2-3 minggu postpartum,
tetapi dapat terjadi pada setiap waktu, pada masa laktasi. Penyebab tersering akibat
masuknya bakteri melalui luka pada waktu menyusui. Sementara itu, mastitis nonlaktasi
disebabkan oleh ineksi pada kulit sekitar areola dan puting misalnya kista sebasea dan
hidradenitis supuratif. Penanganan mastitis yang tidak adekuat atau terlambat dapat
menyebabkan kerusakan jaringan payudara yang lebih luas. !bses yang luas dapat
memengaruhi laktasi selanjutnya pada "#$ perempuan, bahkan dapat menghasilkan
bentuk payudara yang tidak baik atau kehilangan payudara akibat reseksi payudara atau
mastektomi.
4.1.1 Mastitis Laktasi
Penyebab utama mastitis laktasi adalah produksi !S% yang tidak dikeluarkan akibat
berbagai sebab antara lain& obstruksi duktus, rekuensi dan lamanya pemberian yang
kurang, isapan bayi yang tidak kuat, produksi !S% berlebih, dan rasa sakit pada waktu
menyusui. !S% yang tidak dikeluarkan merupakan media yang baik untuk tumbuhnya
bakteri. Thomsen '"()*+ menghitung leukosit dan jumlah bakteri dari !S% yang
dikeluarklan dari penderita mastitis dan mengklasiikasikan mastitis menjadi tiga
kelompok&
a. !S% yang tidak keluar, didapatkan , "#
-
leukosit dan , "#
3
bakteri, akan menjadi
baik hanya dengan pengeluaran !S%.
b. %nlamasi non ineksi 'non-infectious mastitis+, didapatkan . "#
-
leukosit dan , "#
3
bakteri, diterapi dengan sesering mungkin pengeluaran !S%.
/. Infectious mastitis, didapatkan . "#
-
leukosit dan . "#
3
bakteri, diterapi dengan
pengeluaran !S% dan antibiotik sistemik.
%neksi, yaitu masuknya kuman ke dalam payudara melalui duktus ke dalam lubulus
atau melalui palus hematogen atau dari issura puting ke sistem limatik periduktal.
0uman yang tersering ditemukan adalah Staphylo/o//us aureus, Staphylo/o//us albus,
1. /oli dan Strepto/o//us.
a. Faktor Predisposisi
Prinsipnya aktor yang sangat menentukan terjadinya mastitis adalah teknik
memberikan !S% yang baik, meletakkan puting pada mulut bayi yang benar
1
sehingga !S% dapat dikeluarkan dengan baik. Beberapa aktor yang dapat
menyebabkan mastitis laktasi antara lain&
". 2sia& perempuan usia 2"- 33 tahun lebih mungkin untuk timbul mastitis.
2. 0ehamilan& anak pertama lebih mungkin untuk timbul mastitis.
3. Mastitis sebelumnya& pada penelitian didapatkan *#-3*$ risiko terjadinya
mastitis yang berulang.
*. 0omplikasi melahirkan& pengeluaran !S% yang terlambat.
3. 4utrisi& risiko terjadinya mastitis pada pasien dengan diet tinggi lemak, tinggi
garam, dan anemia, sedangkan antioksidan, selenium, 5itamin !, 5itamin 1
mengurangi risiko mastitis.
-. Stress dan kelelahan.
6. Pekerjaan di luar rumah& karena risiko terjadinya statis !S%
). Trauma
b. Gea!a K!i"is
Engorgement 'pembengkakan+& payudara terasa penuh akibat !S% tidak dapat
keluar, sehingga menekan aliran 5ena, aliran limatik, aliran !S%. 7al ini
menyebabkan payudara menjadi bengkak dan edema. 8ambaran klinisnya dalah
sebagai berikut&
". Payudara terasa berat, panas, dan keras, tidak mengkilat9edema, atau kemerahan.
0adang !S% keluar dengan spontan, kondisi tersebut memudahkan bayi untuk
mengeluarkan !S%.
2. Payudara membesar, bengkak dan sakit mengkilat9edema dan kemarahan, puting
datar, !S% susah keluar dan kadang disertai demam. 0eadaan tersebut sangat
menyusahkan bayi untuk mengisap !S%.
3. :bstruksi duktus menyebabkan galaktokel, berupa kista yang berisi !S%.
Pertama /airan tersebut en/er kemudian menjadi kental, bila ditekan akan keluar
/airan !S% dan akan terisi kembali setelah beberapa hari. ;iagnosis dapat
ditegakkan dengan aspirasi atau dengan pemeriksaan 2S8.
*. Mastitis subklinis& ditandai dengan peningkatan rasio antara 4a90 di dalam !S%
dan peningkatan %<-) tanpa disertai gejala mastitis. %ni semuanya menandakan
adanya respon inlamasi. 0eadaan tersebut sudah diobser5asi terutama pada bayi
yang tidak bertambah berat badannya sehingga memerlukan makanan tambahan
lain. Morton '"((*+ mengatakan keadaan tersebut dapat diatasi dengan /ara
pemberian !S% yang betul.
3. Mastitis ineksiosus& berdasarkan letak diklasiikasikan sebagai berikut& yaitu
mastitis superisial yang berlokasi di daerah dermis dan intra mammaria dan
mastitis parenkimus atau interstitial yang terletak pada jaringan payudara.
Berdasarkan bentuk epidemmiologikal dibagi menjadi epidemik atau sporadik.
0eadaan mastitis tersebut dapat dibuktikan dengan menghitung jumlah bakteri
sekaligus kultur resistensi untuk menentukan pemberian antibiotik yang sesuai.
-. Mastitis rekuren& terjadi karena keterlambatan atau tidak adekuatnya penanganan
mastitis sebelumnya atau /ara pemberian !S% yang tidak baik.
2
6. !bses payudara& ditandai dengan payudara kemerahan. Sakit panas, dan edema
jaringan sekitarnya.
4.1.# Mastitis No"!aktasi
a. %neksi periareola& biasanya terjadi pada perempuan perokok akibat terjadinya
periduktal mastitis.
b. Mammary Duct Fistula: sering timbul akibat insisi dan drainage dari abses payudara
nonlaktasi sehingga terjadi istula yang menghubungkan duktus dengan kulit dan
terjadi di daerah periaereola.
/. Peripheral nonlactational breast abcess& keadaan tersebut jarang terjadi dan
biasanya disertai penyakit lain ';M, rheumatoid arthritis, terapi steroid, trauma+,
sering terjadi pada perempuan muda.
d. Selulitis dengan atau tanpa abses, terjadi pada perempuan dengan berat badan
berlebih, payudara besar, pernah operasi atau radiasi payudara. %neksi kulit sering
timbul akibat kista seba/ea terineksi dan hidradenitis supurati. <okasi tersering
pada kulit payudara bagian bawah atau lipatan mamari.
e. Tuber/ulosis& kuman tersebut men/apai payudara biasanya dari kelenjar getah
bening mediastinum atau dari struktur di bawah payudara 'iga+.
. Abcess Factitial: dapat didiagnosis bila abses superisial menetap atau rekuren
walaupun diterapi se/ara benar. Timbul pada pasien yang memiliki masalah
kejiwaan.
g. ranulomatous !obular mastitis: berupa massa multiple, lunak, nyeri, dan
berbentuk mikroabses pada lobulus payudara kuman penyebabnya adalah
/orynoba/terium. Terapinya /ukup dengan antibiotik yang sensiti yang diperoleh
dari hasil resistensi.
3