Anda di halaman 1dari 14

ESENSI MANUSIA SEBAGAI

MAKHLUK PENCARI KEBENARAN


Kelompok 2
Nama :
Reza Firmansyah 2011110043
Nita Arjati 2013110035
Gilang Rahmat Ramadhan 2013120047
Manusia Sebagai Makhluk Pencari
Kebenaran.

Menurut Endang Syaifudin Ansori, Manusia
yang mempumyai fikiran. Berpikir adalah
bertanya. Bertanya adalah mencari jawaban.
Mencari jawaban adalah mencari kebenaran.
Mencari kebenaran akan Tuhan, alam dan
manusia. Jadi pada akhirnya : Manusia adalah
makhluk pencari kebenaran. (Endang
Syaefuddin Anshari, Ilmu, Filsafat dan Agama,
1987)

ILMU PENGETAHUAN DALAM ARTI
DUNIA
Dalam dunia ilmu pengetahuan, kebenaran
adalah kebenaran ilmiah, suatu pengetahuan
yang jelas dari suatu obyek materi yang
dicapai menurut obyek forma (cara pandang)
tertentu dengan metode yang sesuai dan
ditunjang oleh suatu system yang relevan.
3 TEORI KEBENARAN
Endang Syaefuddin Anshari
a. Teori korespondensi (coorespondence theory) Adalah kebenaran
atau keadaan benar itu berupa kesesuaian (correspondence) antara
arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan apa yang sungguh
merupakan halnya atau faktanya.
b. Teori konsistensi (consistence theory)Teori ini disebut pula
coherence, adalah kebenaran, tidak dibentuk atas hubungan antar
putusan (gudgement) dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta atau
realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri.
c. Teori pragmatis (pragmatic theory) Suatu proposisi adalah benar
sepanjang proposisi itu berlaku, atau memuaskan. Menurut teori
pragmatis, kebenaran bergantung kepada kondisi-kondisi yang
berupa manfaat (utility), kemungkinan dapat dikerjakan
(workability) dan konsekuensi yang memuaskan (satisfactory
results).
TIGA INSTITUT KEBENARAN

ILMU PENGETAHUAN:
Ilmu pengehtauan itu pada hakikatnya merupakan hasil usaha manusia yang kemudian disusun dalam
satu system mengenai kenyataan, sturktur, pembagian., bagian-bagian dan hukum-hukum tentang asal
muasal yang pernah diselidikinya, seperti: (alam, manusia dan juga agama)
FILSAFAT
Endang Saifuddin Anshari, MA (1979:157), mendefiniisikan filsafat sebagai hasil daya upaya manusia
dengan akal budinya untuk memahami (mendalami dan menyelami) secara radikal dan integral hakikat
sarwa yang ada:
(a) Hakekat Tuhan;
(b) hakekat alam semesta;
(c) hakekat manusia
AGAMA
Agamapada umumnya merupakan
(1) satu sistem credo (tata keimanan atau tata keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak di luar
manusia;
(2) satu sistem ritus (tata peribadatan) manusia kepada yang dianggapnya mutlak itu;
(3) satu sistem norma (tata kaidah) yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam
lainnya,
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN:
Ilmu, filsafat, dan agama
PERBEDAAN :
sumbernya, ilmu dan filsafat berumur pada rayu (akal,
budi, rasio) manusia.
Sedangkan agama bersumberkan wahyu. wahyu sabda
Allah
KEBENARAN :
Kebenaran ilmu pengetahuan adalah kebenaran positif
(berlaku sampai dengan saat ini)
kebenaran filsafat adalah kebenaran spekulatif (dugaan
yang tidak dapat dibuktikan secara empiri, riset dan
eksperimental).
kebenaran agama bersifat mutlak (absolut) karena agama
adalah wahyu yang diturunkan Allah.
HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DAN
AGAMA
Pertama. Salah satu masalah yang dihadapi oleh setiap
agama adalah masalah interpretasi. Karena filsafat adalah
seni pemakaian nalar secara tepat dan bertanggungjawab,
filsafat dapat membantu agama dalam memastikan arti
wahyunya.
Kedua, secara spesifik, filsafat selalu dan sudah
memberikan pelayanan itu kepada ilmu yang mencoba
mensistematisasikan, membetulkan dan memastikan ajaran
agama yang berdasarkan wahyu, yaitu ilmu teologi.
Ketiga, filsafat dapat membantu agama dalam menghadapi
masalah-masalah baru, artinya masalah-masalah yang pada
waktu wahyu diturunkan belum ada dan tidak dibicarakan
secara langsung dalam wahyu.

AGAMA ARDHI DAN AGAMA
SAMAWI
AGAMA ARDHI
Agama Ardhi adalah agama yang berkembang berdasarkan budaya,
daerah, pemikiran seseorang yang kemudian diterima secara global.
Serta tidak memiliki kitab suci dan bukan berlandaskan wahyu.
Ciri-ciri Agama Ardhi ,yaitu :
1. Agama diciptakan oleh tokoh agama
2. Tidak memiliki kitab suci
3. Tidak memiliki nabi sebagai penjelas agama ardhi
4. Berasal dari daerah dan kepercayaan masyarakat
5. Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan akal
pikiran penganutnya
6. Konsep ketuhanannya yaitu Panthaisme, dinamisme dan
animisme.

AGAMA SAMAWI
Agama Samawi adalah agama yang diturunkan (wahyu)
dari Allah SWT melalui malaikat Jibril dan disampaikan oleh
Nabi/Rasul yang telah dipiliholeh Allah SWT untuk
disebarkan kepada umat manusia.
Ciri-ciri Agama Samawi, yaitu :
1. Agama ini memiliki kitab suci yang otentik (ajarannya
bertahan/asli dari Tuhan)
2. Mempunyai nabi/rasul yang bertugas menyampaikan
dan menjelaskan lebih lanjut dari wahyu yang diterima
3. Agama samawi /wahyu dapat dipastikan kelahirannya
4. Ajarannya serba tetap
5. Kebenerannya adalah universal yaitu berlaku bagi
setiap manusia,masa, dan keadaan.

Islam Satu-satunya Agama Yang Benar
sehubungan dengan munculnya pemahaman bahwa
orang Islam yang mengklaim agama Islam sebagai yang
paling benar adalah salah, berdasarkan al-Quran perlu
ditegaskan kembali kepada warga Muhammadiyah bahwa
Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan diridloi
Allah. Keputusan Munas Majelis Tarjih Di Jakarta Tahun
2000
Dalam Muqaddimmah Anggaran Dasar Muhammadiyah
juga disebutkan Mematuhi ajaran-ajaran Agama Islam
dengan keyakinan bahwa Ajaran Islam itu satu-satunya
landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk
kebahagiaan dunia dan akhirat:


B. PENGERTIAN ISLAM
1. PENGERTIAN UMUM
Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para rasul-
Nya sejak nabi Adam , Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya
sampai kepada nabi penutup Muhammad saw, sebagai
hidayat dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang
masa dan menjamin kesejahteraan materiil dan duniawi
2. PENGERTIAN KHUSUS
Agama yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad
saw ialah apa yang diturunkan Allah di dalam al-Qur'an dan
yang tersebut dalam Sunnah yang shahih, berupa perintah-
perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan
manusia dunia dan akhirat.


SUMBER AJARAN ISLAM
1. Al-Qur'an
Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci yang terjaga kemurniaannya sejak awal
diturunkan sampai sekarang dan sampai hari kiamat. Kemurnian itu tetap terjaga dan
dipelihara oleh penciptanya sendiri, yaitu Allah SWT seseuai dengan firman-Nya
dalam surat Al-Hijr:9

2. Hadits Nabi.
Hadits yaitu segala perkataan, perbuatan, ketetapan, dan sifat-sifat yang disandarkan
kepada Nabi Muhammad SAW.

Kedudukan dan fungsi Al-Qur'an adalah sebagai berikut:
a. Sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. Hal ini antara
lain dijelaskan dalam surat Al-Baqarah:185
b. Sebagai sumber dari segala sumber hukum. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an
surat Al-Ahzab:36
c. Sebagai mu'jizat Nabi Muhammad SAW. Hal ini dijelaskan dalam surat Al
Baqarah:23

D. ASPEK-ASPEK AJARAN ISLAM
Secara garis besar, ajaran Islam mencakup 4 aspek, yaitu:
1. Aqidah, yaitu aspek keyakinan atau keimanan kepada perkara-perkara
yang dijelaskan dalam rukun Iman. Ajaran intinya adalah mengesakan Tuhan
(tauhid).
2. Ibadah, yaitu aturan-aturan tentang tata cara hubungan manusia dengan
Allah atau segala cara dan upacara pengabdian yang bersifat ritual yang telah
diperintahkan dan diatur cara-cara pelaksanaannya dalam Al-Qur'an dan
Hadits Nabi. Seperti, shalat, puasa, haji, dan lain-lain.
3. Akhlak, yaitu aturan tentang perilaku lahir dan batin yang dapat
membedakan antara perilaku yang terpuji dan tercela, antara yang salah dan
yang benar, antara yang patut dan yang tidak patut (sopan); dan antara yang
baik dan yang buruk.
4. Mu'amalah, yaitu aturan tentang hubungan manusia dengan manusia
dalam rangka memenuhi kepentingan atau kebutuhan hidupnya, baik yang
primer maupun yang sekunder. Contohnya, ialah berdagang, perkawinan;
termasuk masalah hukum pidana dan hukum tata negara.