Anda di halaman 1dari 3

Diamagnetik,mempunyai suseptibilitas magnetik () negatif dengan nilai yang sangat

kecil, artinya orientasi elektron orbital substansi ini selalu berlawanan arah dengan medan
magnet luar. Paramagnetik, mempunyai harga suseptibilitas magnetik () positif dengan nilai
yang kecil. Feromagnetik,mempunyai harga suseptibilitas magnetik () positif dengan nilai yang
besar yaitu sekitar 106 kali dari diamagnetik/ paramagnetik. Sifat kemagnetan substansi ini
dipengaruhi oleh suhu. Untuk suhu diatas suhu Curie maka sifat kemagnetannya hilang (Rusli,
M, 2007).

DAPUS
Rusli, M, 2007, Penelitian Potensi Bahan Magnet Alam Di Desa Uekuli Kecamatan Tojo
Kabupaten Tojo Unauna Provinsi Sulawesi Tengah, Jurnal SainsMateri Indonesia, Jurusan
Fisika FMIPA-Universitas Tadulako.


Beraneka jenis bijih besi bernilai komersil di dunia dikenal terbentuk secara : magmatik,
kontak metasomatik, penggantian (replacement), sedimentasi, residual dan ekshalasi gunungapi.
Cebakan bijih besi hasil sedimentasi termasuk kedalam endapan alochton mempunyai daya tarik
tersendiri karena terbentuk sebagai formasi endapan sedimen dengan kandungan dominan
partikel mineral Fe, yang dapat bernilai ekonomis. Mineral Fe dapat diendapkan secara mekanis,
kimiawi dan biokimiawi; dimana pengendapannya tergantung kepada sifat pelarut, kondisi
pH/Eh (redoks) dan tempat mengendap (Herman, D.Z., ).
Cebakan mineral alochton dibentuk oleh kumpulan mineral berat melalui proses
sedimentasi, secara alamiah terpisah karena gravitasi dan dibantu pergerakan media cair, padat
dan gas/udara. Kerapatan konsentrasi mineral-mineral berat tersebut tergantung kepada tingkat
kebebasannya dari sumber, berat jenis, ketahanan kimiawi hingga lamanya pelapukan dan
mekanisma.
Endapan bijih besi terbentuk pada lingkungan permukaan bumi yang melibatkan kegiatan
erosi dan pelapukan, dimana proses fisika dan kimiawi berlangsung secara bersamaan pada saat
pelapukan. Kegiatan erosi memisahkan bahan-bahan lapuk dan menciptakan bahan baru yang
tahan pelapukan untuk membentuk kumpulan mineral bijih pada cekungan-cekungan di
permukaan bumi. Proses pelapukan kimiawi merupakan hal penting karena memisahkan
mineral-mineral non-resistan dari sumbernya dan mengumpulkan mineral-mineral lain dengan
susunan kimia tertentu, untuk menjadi formasi mineral baru yang berasosiasi dengan unsur-unsur
dari zona oksidasi. Kondisi iklim, topografi dan Eh/pH menjadi faktor-faktor penentu
dalam pelapukan kimiawi, dengan keterlibatan atmosfir (oksigen, nitrogen, CO2),
hidrosfir (air, uap air, es) dan biosfir (tumbuhan dan mikro-organisma); terutama erat
hubungannya dengan proses pencucian (leached) dan pembentukan endapan mineral
sekunder pada lingkungan dekat permukaan.
Bijih besi dapat diendapkan pada lingkungan-lingkungan air tawar, danau, tanah
berlumpur (bogs), rawa-rawa, lagun dan air laut; dimana kondisi pengendapannya
menentukan susunan mineralogi, ukuran butir, kemurnian, luas penyebaran dan
stratigrafinya.
Dalam lingkungan danau dan tanah berlumpur akan diendapkan mineral Fe-hidroksida
atau karbonat, dan tanpa adanya bahan organik akan membentuk mineral Fe-oksida; yang
kemungkinan dapat berasosiasi dengan Mn.
Di lingkungan rawa-rawa terbentuk mineral Fe yang bercampur dengan tumbuhan,
berasal dari bikarbonat Fe atau larutan organik yang dipengaruhi oleh menurunnya konsentrasi
CO2.
Sebagian besar cebakan ekonomis bijih besi (terutama Fe-oksida) terbentuk pada
lingkungan laut (marin), baik air laut dangkal maupun laut terbuka. Daerah-daerah air dangkal
seperti laguna atau tepi laut benua (epeiric sea) adalah lingkungan pengendapan yang sesuai
untuk bijih besi. Kondisi optimum pantai memberikan peluang melimpahnya/ terakumulasinya
bijih besi pada lingkungan laut dangkal (Jensen, M.L. & Bafeman, A.M., 1981).

DAPUS:
Herman, D.Z., Tinjauan Terhadap Mineralogi Endapan Placer Pasir Besi Dan Kemungkinan
Asosiasi Mineral Ikutan Berharga, Sub Direktorat Konservasi DIM

Wills, B.A.; 1989. Mineral Processing Tchnology An Introduction to The Practical Aspects of
Ore Treatment and Mineral Recovery, Fourth
Edition; Maxwell Macmillan International Editions, Pergamon Press; Oxford-New York-
Beijing-Frankfurt; 785 pages

M. L. Jensen & A. M. Bafeman, 1981; Iron & Ferroalloy Metals in (ed) Economic Mineral
Deposits, P. 392.



Suseptibilitas magnetik pada batuan semakin besar apabila dalam batuan tersebut
semakin banyak dijumpai mineral-mineral yang bersifat magnetik. Suseptibilitas magnetik
batuan merupakan harga magnet suatu batuan terhadap pengaruh magnet yang erat kaitannya
dengan kandungan mineral dan oksida besi. Semakin besar kandungan mineral magnetit di
dalam batuan, semakin besar harga suseptibilitasnya.