Anda di halaman 1dari 27

MATERIAL POLIMER

DEPARTEMEN METALURGI DAN MATERIAL


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MATARAM
SISTEM PENILAIAN
Tugas (kuis) + Absen ; 25 %
Mid Term ; 20%
Final Test (UAS) ; 55%

REFERENSI
Mechanics of composites material, Robert M
Jones, Mc Graw Hill Book Company, new York
Composite struktur of steel of concrete, R.P
Jhonson, Second edition
Mechanical properties of ceramics and
composites,grain and particle effect Roy W Rice

3-SEPT-09
Definisi dan Konsep Dasar Polimer
Sejarah Penemuan dan Aplikasi
terkini
Gaya-gaya molekular dan ikatan-
ikatan kimiawi dalam polimer
Sejarah Polimer
Polimer (polymer) merupakan ilmu pengetahuan yang
berkembang secara aplikatif. Kertas, plastik, ban, serat-
serat alamiah, merupakan produkproduk polimer.
Polimer - polimer yang sudah digunakan itu adalah jenis
polimer alam seperti selulosa, pati, protein, wol, dan
karet.
Istilah polimer pertama kali digunakan oleh kimiawan
dari Swedia, Berzelius (1833).
Berkembangnya industri polimer ini diawali ketika
Charles Goodyear dari Amerika Serikat : vulkanisasi
pada tahun 1839.
Sejarah Polimer (Continue)



Hingga tahun 1970 terdapat lebih dari 25 produk
polimer, dan pada tahun 1980 polimer mencapai 2 juta
m
3
tiap tahunnya, melebihi produksi kayu dan baja.

Definisi dan Konsep Dasar Polimer
Definisi dan Konsep Dasar Polimer
Istilah PLASTIK dan POLIMER seringkali dipakai
secara bergantian
Faktanya, plastik adalah suatu material rekayasa
yang tidak sederhana dalam struktur molekulnya
melainkan memiliki komposisi yang rumit,yg dgn
sengaja diatur untuk memenuhi aplikasi aplikasi
spesifik yang diinginkan.


PLASTIK = POLIMER + ADITIF

PLASTIK = POLIMER + ADITIF


Aditif adalah material yang ditambahkan untuk
meningkatkan kemampuan (properties) dari
polimer
Jenis-jenis aditif:

(i) bahan pengisi (filler)
(ii) penstabil (stabilizer)
(iii) pewarna (colorants)
(iv) penghambat nyala/api (flame retardant)
(v) pemlastik (plasticizer)
(vi) pelumas (lubricant)
(viii) dll

KARAKTERISTIK UMUM POLIMER
Densitas yang rendah, dibandingkan dengan
logam dan keramik.

Rasio kekuatan terhadap berat (strength to
weight) yang baik untuk beberapa jenis
polimer.

Ketahanan korosi yang tinggi.

Konduktivitas listrik dan panas yang rendah.
MENGAPA POLIMER PENTING?
Plastik dapat difabrikasi dengan cetakan menjadi
bentuk-bentuk yang rumit, umumnya tanpa proses
pengerjaan lanjutan:
Atas dasar kriteria volumetric basis, polimer:
sangat kompetitif dalam hal harga dibandingkan
logam.
umumnya membutuhkan energi proses yang lebih
sedikit dibandingkan logam.
Beberapa jenis plastik adalah sangat transparan seperti
polymethyl methacrylate PMMA atau akrilik, yang
sangat kompetitif dibandingkan dengan gelas/kaca.

KETERBATASAN POLIMER SEBAGAI
MATERIAL REKAYASA:
Kekuatan yang relatif lebih rendah daripada logam dan
keramik.
Kekakuan yang rendah.
Temperatur penggunaan terbatasi hanya beberapa ratus
derajat C saja.
Perilaku viskoelastis, merupakan keterbatasan khusus
dalam aplikasi struktur penanggung beban.
Beberapa jenis polimer mengalami degradasi ketika di-
ekspos dalam cahaya matahari dan radiasi lainnya.

KLASIFIKASI POLIMER
Berdasarkan Sumber
Polimer Alam, yaitu polimer yang terjadi
secara alami. Contoh: karet alam,
karbohidrat, protein, selulosa dan wol.
Polimer Semi Sintetik, yaitu polimer yang
diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam
dan bahan kimia. Contoh: selulosa nitrat
yang dipasarkan dg nama Celluloid dan
guncotton.
Polimer sintesis, yakni polimer yang dibuat
melalui polimerisasi dari monomer -
monomer polimer. Ex. bakelit
KLASIFIKASI POLIMER
Berdasarkan Bentuk Susunan
Rantainya.
Polimer Linier, yaitu polimer yang tersusun dengan unit ulang
berikatan satu sama lainnya membentuk rantai polimer yang
panjang.


Polimer Bercabang, yaitu polimer yang terbentuk jika beberapa
unit ulang membentuk cabang pada rantai utama.

Polimer Berikatan Silang (Cross linking), yaitu polimer yang
terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu
sama lain pada rantai utamanya.











KLASIFIKASI POLIMER
Berdasarkan Reaksi Polimerisasi
1. Poliadisi, yaitu polimer yang terjadi karena reaksi
adisi. Reaksi adisi atau reaksi rantai adalah reaksi
penambahan (satu sama lain) molekul-molekul
monomer berikatan rangkap atau siklis biasanya dengan
adanya suatu pemicu berupa radikal bebas atau ion.
2. Polikondensasi, yaitu polimer yang terjadi karena
reaksi kondensasi/reaksi bertahap. Mekanisme reaksi
polimer kondensasi identik dengan reaksi kondensasi
senyawa bobot molekul rendah yaitu: reaksi dua gugus
aktif dari 2 molekul monomer yang berbeda berinteraksi
dengan melepaskan molekul kecil. Contohnya H2O.
Contoh terkenal dari polimerisasi kondensasi ini adalah
pembentukan protein dari asam amino.
KLASIFIKASI POLIMER
4. Berdasarkan Jenis Monomer
1. Homopolimer, yakni polimer yang
terbentuk dari penggabungan monomer
sejenis dengan unit berulang yang sama.
2. Kopolimer, yakni polimer yang terbentuk
dari beberapa jenis monomer yang berbeda.


Bila semua monomer adalah dari jenis yang sama, maka polimer
yang dihasilkan disebut homopolimer. Sedangkan bila polimer
tersebut disusun oleh lebih dari satu jenis monomer maka
hasilnya disebut kopolimer.
HOMOPOLIMER DAN KOPOLIMER
Elastomer
Dewasa ini sangat banyak terdapat polimer sintetis. Sifat-sifat
dan kemampuan mereka ditentukan oleh formulasi kimia
molekul penyusun dan struktur ikatan primer/sekunder antar
rantai-rantainya. Berdasarkan thermalnya polimer dibedakan:
KLASIFIKASI POLIMER
TERMOPLASTIK:
Berupa material padatan pada temperatur ruang tetapi
berubah menjadi cairan kental ketika dipanaskan pada
temperatur beberapa ratus derajat saja.
Karakteristik ini menyebabkan termoplastik mudah dan
ekonomis difabrikasi menjadi beragam bentuk.
Dapat diberikan siklus pemanasan-pendinginan berulang
kali tanpa degradasi berarti.
Contoh: Polyethylene (PE), polyvinylchloride (PVC),
polypropylene (PP), polystyrene (PS), dan nylon

TERMOSET:
Tidak dapat menerima siklus pemanasan-pendinginan seperti
termoplastik:
Ketika dipanaskan pada tahap awal, termoset melunak dan
mampu mengalir di dalam cetakan.
Tapi pada temperatur yang tinggi, terjadi reaksi kimia yang
mengeraskan material sehingga akhirnya menjadi padatan
yang tidak mampu lebur kembali (infusible solid).
Jika dipanaskan ulang, tidak mampu melunak kembali
melainkan akan terdegradasi menghasilkan arang.
Contoh: phenolics, epoxies, dan beberapa jenis polyesters

ELASTOMER:
Material yang mampu memanjang secara elastis ketika
dikenakan tegangan mekanis yang relatif rendah.
Lebih umum dikenal sebagai karet (rubber).
Beberapa elastomer dapat diregangkan hingga 10 kali
lipat dan masih mampu kembali sempurna ke ukuran
asal.
Meskipun perilakunya cukup berbeda dengan termoset,
namun elastomer memiliki struktur yang lebih mirip
dengan termoset, dibandingkan dengan termoplastik.
Contoh:
Karet alam: vulcanized natural rubber.
Karet sintetis: Styrene-Butadiene (SBR), Nitrile
butadiene rubber (NBR), Silicone rubber.

Contoh thermoset
6. Berdasarkan Aplikasinya, Dibagi dalam 3
kelompok yaitu:
Polimer komersial, yaitu polimer yang disintesis
dengan biaya murah dan diproduksi secara besar -
besaran. yaitu: Polietilena, Polipropilena, Poli(vinil
klorida), dan Polisterena.

Polimer teknik, yaitu polimer yang memiliki sifat
unggul tetapi harganya mahal. Konsumsi plastik teknik
kimia thn 1980-an kira - kira 1,5 x 109 kg/tahun
diantaranya poliamida, polikarbonat, asetal, poli(fenilena
oksida) dan poliester mewakili sekitar 99% dari
pemasaran.





Polimer dengan tujuan khusus, yaitu polimer yang
memiliki sifat spesifik yang unggul dan dibuat untuk
keperluan khusus. Contoh: alat-alat kesehatan seperti
termometer/timbangan.

Manfaat Polimer
Kita hidup dalam era polimer, plastik, serat, elastomer,
karet, protein, selulosa semuanya ini merupakan istilah
umum yang merupakan bagian dari polimer. manfaat
dari polimer ini antara lain:
1. Dalam bidang kedokteran: banyak diciptakan alat-alat
kesehatan seperti: termometer, botol infus, selang infus,
jantung buatan dan alat transfusi darah.
2. Dalam bidang pertanian: dengan adanya mekanisasi
pertanian.
3. Dalam bidang teknik: diciptakan alat-alat ringan seperti
peralatan pesawat.
4. Dalam bidang otomotif: dibuat alat-alat pelengkap mobil.