Anda di halaman 1dari 8

Bentuk Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda:


Rekonsiliasi saldo akhir. Rekonsiliasi ini mempunyai dua bentuk:
Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar.
Berikut adalah contoh:
Penyusunan laporan rekonsiliasi saldo akhir disusun berdasarkan data yang diperoleh dari
catatan PT XYZ pada tanggal 31 Desember 2005 sebagai berikut:

Data di atas jika disusun dalam laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk
menunjukkan saldo yang benar adalah sebagai berikut:


Dalam laporan rekonsiliasi ini dapat diperoleh hasil yang menunjukkan berapa saldo yang benar
menurut kas maupun saldo yang benar menurut bank. Bentuk ini sering digunakan karena lebih
berguna untuk tujuan intern perusahaan.
Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas.

Pada rekonsiliasi ini hanya diketahui sebab-sebab perbedaan saldo kas dan saldo bank.
Rekonsiliasi bentuk ini sering digunakan oleh akuntan dalam melakukan pemeriksaan kas.
Perlu diperhatikan bahwa rekonsiliasi bank tidak membetulkan rekening kas dan rekening-
rekening lainnya. Ia hanya merupakan kertas kerja atau laporan yang dibuat oleh pemeriksa
intern atas hasil prosedur rekonsiliasi. Oleh karena itu, saldo rekening-rekening setelah
rekonsiliasi bank tersebut masih tetap menunjukkan saldo-saldo semula. Untuk membetulkan
saldo-saldo buku perusahaan, kita harus menyusun jurnal penyesuaian dan mempostingnya ke
rekening-rekening terkait.
Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir. Rekonsiliasi ini
biasanya dilakukan oleh akuntan pemeriksa (auditor) sebagai alat pengujian yang
menyeluruh terhadap transaksi-transaksi kas. Dalam bentuk ini, selain saldo awal dan
saldo akhir akan dapat diketahui perbedaan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara
bank dengan catatan kas. Susunan kolom-kolomnya adalah saldo awal, penerimaan,
pengeluaran dan saldo akhir. Dalam mengerjakan rekonsiliasi bentuk ini diperlukan
pengetahuan mengenai prosedur pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dan
bank, karena prosedur yang digunakan akan mempengaruhi jumlah-jumlah yang akan
direkonsiliasikan. Rekonsiliasi ini mempunyai dua bentuk:
Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom)
Sebagai contoh adalah data yang diambil dari PT ABC:
Laporan rekonsiliasi yang disusun dari data di atas adalah sebagai berikut:
Setelah menyusun rekonsiliasi laporan bank, perlu dibuat jurnal untuk membetulkan catatan kas.
Dari rekonsiliasi di atas yang dibuat koreksinya hanya elemen-elemen yang mempengaruhi
saldo kas tanggal 31 Januari 2006. Jurnal koreksi yang dibuat pada tanggal 31 Januari 2006
adalah sebagai berikut:

Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir (8 kolom)
Prinsipnya sama dengan rekonsiliasi saldo akhir untuk menunjukkan saldo yang benar, hanya
saja disusun rekonsiliasi untuk saldo bank tersendiri dan saldo kas tersendiri. Karena yang
direkonsiliasikan ada 4 jumlah yaitu saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir maka
rekonsiliasinya menjadi 8 kolom, masing-masing untuk bank dan kas. Berikut adalah contoh dari
rekonsiliasi 8 kolom dengan menggunakan PT. ABC:
Rekonsiliasi 8 kolom di atas dapat juga dibuat laporannya dengan bentuk yang berbeda seperti
yang nampak berikut.
Bentuk ini adalah untuk mencari saldo yang benar, sehingga merupakan rekonsiliasi 8 kolom.
Perbedaannya adalah dalam cara penyajian, yaitu 4 kolom diatas, dan 4 kolom dibawah. Karena
bentuknya yang seperti ini, walaupun prinsipnya adalah sama dengan rekonsiliasi 8 kolom,
nampaknya seperti rekonsiliasi 4 kolom.
Jika dibandingkan dengan rekonsiliasi saldo akhir maka rekonsiliasi 4 kolom adalah perluasan
dari rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas, sedang rekonsiliasi 8 kolom merupakan perluasan
dari rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. Oleh karena itu
prosedur dalam membuat rekonsiliasi daldo akhir juga berlaku dalam rekonsiliasi saldo awal,
penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir, hanya saja lebih komplek.