Anda di halaman 1dari 19

1

MAKALAH | Thermodinamika
PLTU DI PABRIK KELAPA SAWIT















Dibuat oleh,

Maulana Haikal
Teknik Mesin Perawatan Pagi
13 611 009


2

Kata Pengantar

Assalamualaikum
Alhamdulillaah-hirobbil-aalamin. Laporan ini dapat terselesaikan. Inti dari
pembahasan dalam laporan ini tidak lain adalah membahas tentang pemanfaatan biomassa
sebagai bahan bakar pembangkit listrik terbaharukan. Dimana kebutuhan energy alternative
sangat di perlukan saat ini. Potensi kelapa sawit ini bisa menjadi sangat berguna bagi
kesejahteraan masyarakat. Khususnya di daerah dalam seperti Kalimantan yang masih
banyak peningkatan yang di perlukan dalam pasokan listrik masyarakatnya.
Semoga laporan ini memiliki manfaat yang lebih. Terima kasih








Penyusun,


Maulana Haikal
NIM. 13 611 009





3

Latar Belakang
Pembangkit listrik
Indonesia merupakan Negara dimana konstitusinya mengatakan agar masyarakat nya
dapat lebih sejahtera. Namun kesenjangan tidak luput juga dari kenyataan. Salah satu
contoh kesejahteraan rakyat yang kurang dalam keperluan listrik yang memadai. Meskipun
di Indonesia, pembangkit listrik yang ada, jumlahnya tidak bisa di katakan sedikit.

Tapi kenyataanya lagi mengatakan bahwa keperluan masyarakat itu lebih besar dan
melebihi dari nilai daya mampu pembangkit listrik, kondisi ini lah yang harus dapat di atasi
dengan penambahan pembangkit baru agar daya mampu jauh melebihi beban puncak yang
dihasilkan masyarakat.

Disamping hal itu, dengan adanya pembangunan pembangkit listrik yang baru maka
akan ada penambahan tingkat polusi dan melihat kondisi saat ini dimana penggunaan bahan
bakar fosil terlalu banyak, maka sumber pasokan bahan bakar tersebut semakin kurang dan
4

tinggal sedikit yang tersisa. Disini, dapat kita renungkan tentang energy alternative dan
perlunya pembangkit listrik yang nilai emisinya lebih minimal dan yang tidak mengandalkan
bahan bakar fosil sebagai bahan utamanya.



Solusi bagi krisis energi listrik dan bahan baku fosil seperti tersebut di atas adalah
adanya sumber energi alternatif. Salah satu potensi energi yang dapat diperbarui adalah
energi biomassa limbah kelapa sawit. Selama ini, kelapa sawit banyak digunakan sebagai
penghasil minyak nabati tanpa mencoba menemukan potensi yang dimiliki limbah kelapa
sawit. Limbah kelapa sawit yang ditimbulkan oleh pengolahan kelapa sawit memiliki
kandungan kalori yang cukup tinggi. Bila dikelola dengan baik limbah kelapa sawit dapat
digunakan sebagai energi alternatif pengganti batu bara yang biasa digunakan Pembangkit
Listrik Tenaga Uap ( PLTU ).






5


Perkembangan teknologi membawa kepada penemuan penemuan baru. Salah satunya
manfaat kelapa sawit yang bisa di gunakan sebagai alternative energy dan nilai emisinya
lebih kecil di banding dengan penggunaan bahan bakar fosil khususnya pada pembangkit
tenaga listrik
Kelapa sawit
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak,
minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan
besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa
sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia
Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun,
kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat
digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya
yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut
oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan
iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.
Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging
buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak
goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang
murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah
menjadi bahan baku margarin.
Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan
buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah
kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak.
Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya
dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan
sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai
bahan bakar dan arang.
Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90 C.
Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan
6

pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan
pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa
cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur.
Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan
ternak dan difermentasikan menjadi kompos.



7

Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit
Diklasifikasikan bahwa kandungan minyak dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit
adalah 22%; serat sisa dari tandan buah segar (TBS) 10,5%; tempurung 7%; buah yang berisi
minyak inti kelapa sawit 12%, dan bungkil kosong 23%. Tandan buah segar (TBS) adalah buah
kelapa sawit mempunyai bentuk yang bulat dan terdiri atas sejumlah besar dari buah (satu
buah mempunyai diameter 4-5 cm). Satu tandan buah segar (TBS) mempunyai kira-kira
1000-1500 buah dan satu buah yang bulat mempunyai berat berkisar antara 5-20 g. Di
antara semua bagian dari buah kelapa sawit, serat, tempurung, buah kosong dan lumpur
adalah limbah kelapa sawit. Berikut ini akan dijelaskan proses pengolahan kelapa sawit
menjadi bahan bakar boiler :

Serat dan cangkang merupakan limbah dari pengolahan kelapa sawit yang memiliki
nilai kalori yang relatif tinggi. Untuk setiap ton pengolahan kelapa sawit akan menghasilkan
60 kg limbah cangkang kelapa sawit dengan kandungan kalori sebesar 3500-4100 kkal/kg.
Limbah kelapa sawit berupa serabut kelapa juga bisa diolah menjadi sumber energi karena
setiap 120 kg serabut kelapa sawit memiliki kalori sebesar 2637-3998 kkal/kg. Limbah
berupa cangkang dan serabut kelapa sawit ini yang akan digunakan sebagai sumber bahan
bakar boiler.
Untuk menghasilkan daya sekitar 1,6 MW, turbin uap memerlukan tekanan uap 22
bar yang berasal dari boiler. Sehingga, bahan bakar yang disuplai dalam boiler tersebut
diupayakan menghasilkan tekanan uap 22 bar. Apabila tekanan yang dihasilkan kurang dari
8

22 bar maka proses tidak dapat dilanjutkan dan harus kembali keproses pemberian limbah.
Jika tekanan uap telah mencapai 22 bar maka proses dapat dilanjutkan kembali ke turbin
uap. Turbin uap ini mengubah tekanan uap menjadi energi gerak. Energi gerak itulah yang
akan diubah oleh generator menjadi energi listrik.
Dalam pemrosesannya setiap 1 ton Tandan buah segar (TBS) akan menghasilkan
limbah sebesar 60 kg cangkang, 120 serabut, 235 tandan buah kosong. Dalam pabrik yang
menghasilkan 1,6 MW memproduksi sebanyak 30 ton TBS perjamnya .Jika dihitung setiap
jamnya membutuhkan sekitar 540 kg cangkang dan 2.520 kg serabut (asumsi yang dipakai
30% cangkang dan 70% serabut). Dengan demikian, pembangkit ini memerlukan sekitar 35
ribu ha perkebunan kelapa sawit.
Daya yang dibangkitkan oleh pembangkit ini dapat digunakan untuk proses
pengolahan kelapa sawit menjadi minyak nabati. Selain itu, daya yang dihasilkan juga bisa
dijual ke PLN.
Turbin uap dan ketel uap yang dipakai dalam pembangkit listrik berbahan bakar
limbah kelapa sawit adalah tipe khusus. Ketel uap yang dipilih berjenis bahan bakar serabut
dan turbin uap yang digunakan adalah turbin dengan tipe tekanan rendah. Dampak
lingkungan yang ditimbulkan pada pembangkit ini tergolong cukup rendah, bila dibanding
dengan pembangkit yang menggunakan gas dan batubara. Emisi Gas CO2 yang dihasilkan per
kWh sekitar 1100 g pada batubara, sedangkan pada pembangkit listrik berbahan bakar
limbah kelapa sawit hanya 16 g per kWh emisi gas CO2 nya. Dengan demikian, pembangkit
ini tergolong ramah lingkungan.






Cangkang (Shell) Serabut (Fibre)




9

Dasar Teori
1. (Kalor/Panas menyimpan energy kinetic)
Pada dasarnya Kalor/panas memiliki tekanan. Tekanan tersebut memiliki unsur
kinetik. Dan hal itu berarti bahwa tekanan dapat di conversikan sebagai penggerak. PLTU
(Pembangkit Listrik Tenaga Uap menggunakan teori tersebut sebagai dasarnya.
2. (Uap sebagai penggerak)
Di dalam Thermodinamika terdapat istilah Mechanical Energy Reservoir yaitu suatu
benda yang mampu menyimpan energy mekanis. Turbin merupakan benda yang menyimpan
energy kinetic. Hal ini dapat di kombinasikan dengan dasar kalor yang memiliki unsur kinetic
dimana uap adalah udara yang bergerak dan bertekanan. Hal itu dapat digunakan sebagai
penggerak turbin karena turbin bergerak dengan berdasar pada dorongan/tekanan udara
yang bergerak.
3. (Turbin bergerak Radial)
Turbin yang bergerak dengan arah radial dapat di kombinasikan dengan generator
sebagai pemutar poros generator. Dengan berputarnya generator maka dapat dihasilkan
energi listrik.













10

Pabrik Kelapa Sawit





11

Pembangkit Listrik di Industri Kelapa Sawit
Pemanfaatan kalori yang ada dalam kandungan kelapa sawit member manfaat sendiri
bagi pabrik. Karena dengan banyaknya bagian kelapa sawit tak terpakai yang bisa menjadi
bahan bakar. Pabrik kelapa sawit bisa memiliki pasokan listriknya sendiri untuk keperluan
keperluan pengolahan dan produksi terlebih lagi untuk kebutuhan listrik masyarakat sekitar.



Power Plant
pabrik kelapa sawit mampu mandiri memenuhi kebutuhan energinya. Limbah
serabut (fiber) dan cangkang (shell) sawit digunakan untuk bahan bakar boiler sebagai
penghasil uap yang digunakan untuk penggerak turbin pembangkit tenaga listrik juga
sumber uap untuk proses perebusan dan pengolahan.
Sumber energi yang terpasang pada parik kelapa sawit kapasitas 30 ton per jam
adalah 2 (dua) buah genset 400 kW, 1 (satu) buah genset 200 kW dan 1 (satu) buah steam
turbine generator 1200 kW yang dapat beroperasi secara bergantian maupun bersama-
sama. Genset dengan kapasitas 200 kW dioperasikan untuk mensuplay kebutuhan domestik
dan penerangan ketika pabrik dalam kondisi belum aktif dan turbine belum bisa bekerja.
Jadi, pabrik tidak langsung menggunakan pembangkit tenaga uap nya untuk memenuhi
kebutuhan ketika pertama kali pabrik di aktifkan.

12


Genset dengan kapasitas 2 x 400 kW dioperasikan untuk penyalaan dan proses
pertama pabrik hingga pabrik menghasilkan fiber dan shell untuk bahan bakar boiler dan
boiler mampu menghasilkan steam dengan kapasitas yang diharapkan untuk menggerakkan
steam turbine hingga menghasilkan energi listrik secara continue.
Turbine dapat beroperasi normal jika tekanan steam berkisar 18 21 bar. Jika
tekanan kerja boiler menunjukkan tren penurunan hingga 15 bar maka turbine tidak mampu
di bebani untuk proses pabrik dan akan terjadi trib sehingga untuk menjaga proses tidak
berhenti secara mendadak, maka operator engine room segera mengaktifkan genset 400 kw
untuk di sinkron dengan turbine.
Jika keadaan ini sering terjadi konsekuensinya adalah naiknya biaya operasional akibat
pemakaian solar dan menambah kecapekan operator boiller karena harus segera menyekrop
bahan bakar ke dalam tungku boiler untuk meningkatkan panas pembakaran dan
meningkatkan kembali tekanan steam yang seharusnya cukup di supplay dari fuel feedeng
konveyor.





13

Cara Kerja Pembangkit


14

Penjelasan


1. Hasil Pengolahan kelapa sawit yang berupa fibre & shell (serabut & cangkang)
menjadi (diconvers/dirubah) bahan bakar (fuel)
2. Fuel di masukkan ke dalam steam boiler dan dibakar untuk memanaskan air sehingga
menghasilkan uap.

(1. Tempat fuel di masukkan) (2. Fuel dibakar) (3. Air yang di panaskan) (4. Gas out)
15

3. Uap keluar dari steam boiler menuju turbin (pada gambar disebut turbo). Turbo
terhubung dengan generator (pada gambar disebut alternator) dan menghasilkan
listrik. Sisa steam di dinginkan dan di panaskan ulang (recycle water).





16

Penggunaan Uap yang lain
Sistem di dalam pabrik kelapa sawit bisa dikatakan sebagai system kogenerasi karena
memanfaatkan satu energy untuk beberapa proses sekaligus.
Penjelasan

Uap yang digunakan di pembangkit listrik tidak hanya digunakan untuk memutar turbin saja
atau tidak langsung di dinginkan dan airnya di panaskan ulang. Uap ini juga digunakan untuk
proses proses dan pengolahan kelapa sawit yang lain.
Antara lain adalah :
- Sterilizer
- Digester
- Clarification Station
- Kernel Station
Uap yang telah memutar turbin biasanya di tingkatkan panasnya (steam accumulator) dan
selanjutnya di gunakan untuk proses proses tersebut di atas.





17

Kesimpulan yang berhubungan dengan Thermodinamika
- Terdapat Heat Transfer
- Proses di PLTU kelapa sawit termasuk dalam System Terbuka (Control Volume)
- Terdapat Siklus Daya Gas dan Siklus Regrigerasi serta Siklus Daya Uap dan
Kombinasi






18

Daftar pustaka
Documents :
1. Analisa Pembangkit Listrik Tenaga Cangkang Sawit (Indra Permata Kusuma)
2. Teknik Pembakaran Dasar : Jenis Jenis Bahan Bakar
3. Studi Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Aplikasi
PT. Mas KIM II Medan (Ronny Samuel Siantri)
4. Modul Teknik Mesin Politeknik Negeri Samarinda Semester II : Thermodinamika


Sites :
1. Prinsip Dasar Turbin
(http://www.agussuwasono.com/artikel/teknologi/mechanical/556-prinsip-dasar-turbin-
uap.html)
2. Stasiun Pembangkit Energi
(https://rendemen.wordpress.com/2012/02/08/stasiun-pembangkit-energi/)
3. Pemanfaatan Limbah PKS
(http://tombomumet.wordpress.com/networking/minyak-jarak-pengganti-
solar/pemanfaatan-limbah-pabrik-kelapa-sawit-sebagai-pembangkit-listrik/)
4. Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit
(http://kaefff3.blogspot.com/2012/12/konsultan-perkebunan-kelapasawit-dan.html)
5. Kondisi Infrastruktur Kelistrikan Indonesia
(http://indone5ia.wordpress.com/2012/03/23/kondisi-infrastruktur-kelistrikan-indonesia/)
6. Ketel uap di PKS
(http://belajarsawit.blogspot.com/2012/12/ketel-uap-boiler-di-pabrik-kelapa-sawit.html)
7. Kelistrikan Pabrik Kelapa Sawit
(http://ivanemmoy.wordpress.com/2013/11/29/kelistrikan-pabrik-kelapa-sawit/)
8. Kelapa Sawit
(http://wikipedia.com)
9. Bagian bagian pengelolaan kelapa sawit
(http://danielsipahutar.blogspot.com/2012/08/bagian-bagian-pengelolaan-kelapa-
sawit.html)
10. Kelapa Sawit
(http://daunhijau.com/)





19