Anda di halaman 1dari 36

MUSCULAR SYSTEM

(SISTEM OTOT)


Drh. Triva Murtina Lubis, M.P.
Department of Physiology
Faculty of Veterinary Medicine
Syiah Kuala University



trivamurtina@yahoo.com




Ketika hidup memberi kata TIDAK
atas apa yang kamu inginkan,
percayalah Tuhan selalu memberi
kata YA atas apa yang kamu
butuhkan.

Triva murtina lubis

Setelah menyelesaikan mata kuliah Fisiologi
Veteriner II mahasiswa diharapkan mampu
menjelaskan sistem digesti, sistem respirasi,
sistem gerak, sistem ekskresi, metabolisme
mineral, dan termoregulasi.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
3

Setelah menyelesaikan pokok bahasan Sistem
Gerak mahasiswa dapat menjelaskan definisi
sistem otot, komposisi otot, fungsi dan jenis-jenis
otot, serta jenis-jenis rangsangan pada otot.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
4
SISTEM OTOT
Alat gerak terdiri dari :
Alat gerak aktif otot
Alat gerak pasif tulang

Miologi : ilmu yang mempelajari
tentang sistem otot.

Sistem otot tersusun dari :
otot-otot
tendon-tendon






Sistem otot meliputi alat-alat tubuh, dengan jalan :
kontraksi (memendek) dan relaksasi (kembali
seperti keadaan semula) sehingga akan
menimbulkan pergerakan tubuh secara
keseluruhan atau sebagian.
COMPOSITIONS OF MUSCLE (KOMPOSISI
OTOT)
Water
Muscle protein (protein otot)
Actomyosin
Tropomyosin A dan B
Inorganic ions (ion inorganik)
Organic compounds (komponen organik)

COMPOSITIONS OF MUSCLE (KOMPOSISI
OTOT)
1.Water (air)
Otot mengandung 75-80% air, berperan dalam kontraksi.
Menyediakan media yang baik untuk komponen ion-ion organik dan
inorganik yang terdapat di dalam otot.
Sejumlah air terdapat di dalam interspaces di antara serabut-serabut otot
(fibers).
Dehidrasi otot merupakan fenomena umum yang diatur oleh tekanan
osmotik (osmotic forces).
Jika otot disimpan dalam larutan hipotonis, air cenderung berpindah ke
dalam otot sehingga otot menggembung.
Di dalam cairan hipertonis, air dari otot berpindah ke luar sehingga otot
menyusut.
Oleh karena itu dalam mempelajari fisiologi otot maka otot harus
disimpan dalam larutan fisiologis yang mempunyai osmolaritas yang
sama dengan osmolaritas otot tersebut.


Muscle proteins (Protein-protein otot)
Sifat kontraktil dari otot timbul karena kehadiran protein.
Umumnya protein otot melekat kuat pada serabut-serabut
(fibrils) dan tidak mudah diekstraksi.
Dari protein-protein total, otot rangka mengandung 20-
25% protein yang larut dalam air (miogen).
Miogen merupakan fraksi yang kaya akan enzim glokolitik
(aldolase, fosforilase, gliseraldehid 3-fosfatase
dehidrogenase).
Fraksi miogen dapat diperoleh dengan menekan otot atau dengan
melarutkan otot di dalam larutan garam cair.
Protein-protein yang tidak larut dalam air lainnya yang membentuk kira-kira
90% dari total protein kontraktil, dapat diekstrak dengan 0,6 M larutan KCL.
Fraksi ini mengandung 3 tipe utama :
- aktin di dalam filamen halus
- miosn di dalam filamen tebal
- tropomiosn B
- protein dalam jumlah kecil : * alfa-aktinin
* beta-aktinin
* troponin
* M-protein
Inorganic ions
Mineral hadir dalam bentuk ion-ion inorganik
Potasium dan sodium merupakan komponen utama
dalam otot yang terpenting untuk potensial aksi.
Ion-ion Mg, P, Ca hadir dalam jumlah kecil.
DID YOU KNOW?????

It takes more
muscles to
frown
than to
smile?
FUNGSI OTOT
Fungi volunter
Fungsi involunter
FUNGSI OTOT
Fungsi volunter
merupakan akibat kerja dari otot rangka (skelet)
1. Mempertahankan sikap tubuh
berdiri, tidur, berbaring
2. Melaksanakan bermacam-macam gerakan
Anggota tubuh : pergerakan
Jari-jari : untuk memegang (pada primata)
Diafragma : respirasi
Pharyng : menelan makanan
Lidah dan bibir : menggerakkan makanan dan vokalisasi
Fungsi involunter (tidak dipengaruhi kehendak)
akibat kerja otot polos dan otot jantung.

1. Propulsi (dorongan) substansi dalam bermacam
macam saluran.
makanan yang berjalan sepanjang saluran
pencernaan,
darah yang beredar di sepanjang pembuluh darah,
sel telur yang berjalan di sepanjang oviduct
sperma yang berjalan di sepanjang saluran semen
(epydidimis)

2. Ekspulsi (pengeluaran) substansi yang tersimpan dalam
kantung (vesica) empedu, urine, feses.


3.Regulasi (pengaturan) diameter lubang
mengatur besar kecilnya pupil mata,
pylorus lambung, rektum (anus).

4.Regulasi (pengaturan) diameter saluran
mengatur besar kecilnya pembuluh darah (sel-
sel darah sangat fleksibel sehingga sel tersebut
dapat merubah bentuk dengan segera pada saat
masuk ke dalam pembuluh darah yang berbeda
(arteri, arteriol, kapiler, venula, vena)
mengatur besar kecilnya bronkiolus pulmo
JENIS-JENIS OTOT
Otot polos



Otot jantung


Otot rangka = otot sadar = otot lurik = otot serat
lintang

OTOT POLOS
Bentuk : seperti gelendong, panjang, ramping, pipih dan langsing
Setiap otot memiliki 1 inti (nukleus) di tengah
Sitoplasma terdiri dari sarkoplasma yang mengandung miofibril (elemen
yang mampu berkontraksi sehingga dapat bergerak).
Panjang otot polos bervariasi antara 15-500 mikron,
ter- gantung lokasi: paling pendek pembuluh darah;
paling panjang uterus (rahim wanita
LOKASI: terdapat pada alat atau daerah organ
yang berongga saluran pencernaan makanan
(batang kerongkongan, esophagus, lambung, usus
halus, usus kasar); batang tenggorokan, bronkus,
pulmo, uterus (rahim), kantung urine, kantung
empedu, pembuluh darah

INNERVASI (PERSYARAFAN): sangat dipengaruhi
oleh sistem syaraf otonom (bisa simpatis, bisa
parasimpatis)
Untuk otot polos peningkatan kerja otot polos
seperti gerak peristaltik dilakukan oleh syaraf
parasimpatis, sedangkan penghambatan kerja otot
polos dilakukan oleh syaraf simpatis

AKSI: kontraksi lambat, berlangsung lama, kadang-
kadang ritmis

OTOT JANTUNG
BENTUK : terdiri dari beberapa serabut otot yang bercabang dan bersatu
dengan serabut di sebelahnya anastomosoma atau sinsitium; mempunyai
garis gelap dan terang (tidak sejelas pada otot rangka); intinya di tengah;
pada interval tertentu terdapat keping-keping interkalar (intercalar disc), pada
intercalar disc terdapat jaringan Purkinye yang berfungsi mempercepat
penghantaran impuls (kecepatan 4 m/detik)

LOKASI: di jantung
INNERVASI: sistem syaraf otonom
AKSI: kontraksi otomatis dan ritmis

Otonom, bisa simpatis, bisa parasimpatis.

Untuk otot jantung : peningkatan denyut jatung
sangat dipengaruhi oleh syaraf simpatis,
sedangkan pengurangan denyut jantung sangat
dipengaruhi oleh syaraf parasimpatis.

Kerja syaraf otonom, baik simpatis maupun
parasimpatis kebalikan dari kerja otot polos.

SKELETAL MUSCLE
(OTOT RANGKA)

BENTUK :
terdiri dari banyak serabut,
intinya terletak di tepi (pinggir),
terdapat garis gelap dan terang (sangat jelas),
panjang otot rangka bervariasi antara 1-40 mm, tebalnya antara 10-100
mikron;


setiap serabut otot rangka dilapisi oleh sarkolema (di dalam
sarkolema terdapat miofibril = elemen yang dapat berkontraksi),
serabut otot yang masing-masing dilapisi sarkolema berkelopok
membentuk 15-30 serabut otot dan dilapisi fasiculus.
Masing-masing fasiculus dilapisi oleh jaringan ikat perimisium.
Jaringan ikat yang meliputi serabut otot rangka disebut endomisium.
Masing-masing endomisium dilapisi lagi oleh epimisium.
Dalam otot rangka terdapat mioglobin pigmen yang disebut
mioglobin
LOKASI : semua otot yang melekat pada tulang,
otot lidah, langit-langit (palatinum), pharing, ujung
esophagus.

INNERVASI : sistem syaraf kraniospinal bekerja
menurut kehendak individu.

AKSI: kontraksi cepat, berlangsung sebentar.

SIFAT-SIFAT OTOT (SECARA UMUM)
1. KONTRAKTILITAS kemampuan otot untuk mengadakan
respon (memendek) bila dirangsang.
(otot polos 1/6 kali; otot rangka 1/10 kali)












2. EKSTENSIBILITAS = DISTENSIBILITAS
kemampuan otot untuk memanjang bila otot ditarik
atau ada gaya yang bekerja pada otot tersebut
bila otot rangka diberi beban; uterus berisi fetus.

3. ELASTISITAS kemampuan otot untuk kembali
ke bentuk dan ukuran semula setelah mengalami
ekstensibilitas/ distensibilitas (memanjang) atau
kontraktilitas (memendek).

4. IRRITABILITAS = EKSITABILITAS kemampuan
otot untuk mengadakan respon bila dirangsang.


SIFAT-SIFAT OTOT JANTUNG
1. KONTRAKTILITAS sistol (kontraksi), diastol (relaksasi) dan selalu
ada platau (dataran yang menyebabkan fase diastol lebih panjang
dari sistol = memberi kesempatan darah tertampung lebih banyak di
jantung)

2. KONDUKTIVITAS perambatan impuls
sinoatrio nodus
atrium
atrioventrikular nodus
ventrikel
berkas HIS
jaringan Purkinye 4 m/detik

3. OTOMATIS & RITMIS secara otomotis dan ritmis selalu berdenyut
kecuali ada gangguan.
4. IRRITABILITAS = EKSITABILITAS mengadakan respons bila
dirangsang.

5. PERIODE REFRAKTER YANG LAMA
Absolut pada saat sistol tidak akan terjadi perubahan apa-
apa (grafik tetap berjalan tanpa gangguan)
Relatif pada saat diastol akan terjadi perubahan tergantung
rangsangan terjadi pada awal diastol, pertengahan diastol, atau
hampir akhir diastol sehingga akan menghasilkan ekstra sistol
dan kompensasi menjadi istirahat cukup panjang)

Catatan:
refrakter, otot kehilangan sifat irritabilitas untuk sementara
fatique, otot kehilangan sifat kontraktilitas dan irritabilitas
STIMULUS (RANGSANGAN)
1. MEKANIS memijit, memukul, menarik, menyubit, menyentuh
2. THERMIS dingin (bantuan es), panas (bantuan air panas)
3. KHEMIS bantuan bahan kimia, baik anorganik maupun
organik (bisa asam, basa, garam)
4. ELEKTRIS dengan bantuan arus listrik (umumnya untuk
penyembuhan

Dari keempat stimulus mana yang terbaik ?


Dari keempat macam stimulus, elektris yang terbaik, karena:
intensitas rangsang, frekuensi rangsang serta durasi rangsang
dapat diatur dan dikontrol dengan suatu alat.
INTENSITAS (KUAT) RANGSANG

1.Sub minimal = sub liminal = sub threshold = di bawah ambang
rangsang terkecil yang belum mampu menimbulkan respons.
2.Minimal = liminal = threshold = ambang rangsang terkecil yang
mampu menimbulkan respons.
3.Sub maksimal rangsang dengan intensitas yang bervariasi dari
minimal sampai maksimal.
4.Maksimal rangsangan dengan intensitas terbesar (maksimal) dan
hasil responsnya maksimal.
5.Supra maksimal rangsang dengan intensitas lebih besar dari
maksimal, tetapi respons yang dihasilkan sama dengan maksimal.
ALL OR NONE LAW
(HUKUM SEMUA ATAU TIDAK SAMA SEKALI)
Hanya berlaku untuk otot polos dan otot jantung.
Untuk otot rangka tidak berlaku, karena otot rangka terdiri dari
banyak serabut.
Contoh: dengan intensitas 1 mvolt, yang dapat berkontraksi hanya
1-2 serabut otot, kalau intensitas dinaikan 2 mvolt yang dapat
berkontraksi 3-4 serabut otot, kalau intensitas dinaikan menjadi 5
mvolt yang dapat berkontraksi 9-10 serabut otot. Sedangkan bila
intensitas dinaikan sampai 10 mvolt yang dapat berkontraksi 19-20
serabut otot, dan jika intensitas dinaikan sampai maksimal, maka
semua serabut otot sudah berkontraksi seluruhnya.
Untuk satu serabut otot berlaku hukum ini,tetapi untuk keseluruhan
tidak berlaku hukum ini.
REFERENCES
Frandson, R.D., Wilke, W.L., and Fails, A.D. 2003. Anatomy and
Physiology of Farm Animals. 6th ed. Lippincott Williams &
Wilkins, Philadelphia, USA.
Rastogi, S.C. 2007. Essentials of Animal Physiology. 4th edition.
New Age International Publishers, New Delhi, India.