You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Sejarah Perusahaan
Pada awalnya pembangunan PT Industri Sandang Nusantara Unit
Patal Secang ini dilaksanakan oleh LEPPIN KARYA JASA pada tahun
1962 atas bantuan kredit dari pemerintah Inggris di tanah seluas 16,7 Ha,
kemudian dijadikan Mandataris Presiden pada tahun 1965 dan
pengelolaannya dialihkan kepada KOPROSAN (Komando Proyek
Sandang) Departemen Perindustrian Tekstil. Dari tahun 1967 sampai
dengan tahun 1978 berada di bawah PN Industri Sandang, kemudian pada
tahun 1978 sampai dengan tahun 2000 PN Industri Sandang menjadi 2,
yaitu:
1. PT Industri Sandang I, berkantor pusat di Jakarta dan membawahi:
a. Pabriteks Senayan Jakarta
b. Patal Cipadung Bandung, Jawa Barat
c. Patal Banjaran Bandung, Jawa Barat
d. Patal Bekasi Bekasi, Jawa Barat
e. Patal Palembang Palembang, Sumatera Selatan
2. PT Industri Sandang II, berkantor pusat di Surabaya dan membawahi:
1. Patal Tohpati Denpasar, Bali
2. Patal Grati Pasuruan, Jawa Timur
3. Patal Lawang Lawang, Jawa Timur
4. Patal Secang Magelang, Jawa Tengah
5. Patun Madurateks Kamal, Madura
6. Patun Makateks Ujung Pandang, Sulawesi Selatan
Berdasarkan Keppres RI No. 14 tahun 1983 terhitung 1 Januari
1982, Perusda Sandang Jateng diintegrasikan ke dalam PT Industri
Sandang II, terdiri:
1. Patal Cilacap Cilacap, Jawa Tengah
2. Patal Tegal Tegal, Jawa Tengah
3. Patal Muriateks Kudus, Jawa Tengah
4. Patun Infiteks Ceper, Jawa Tengah
Terhitung 1 Januari 1995 Patun Madurateks digabung ke Patal
Lawang, sedangkan Patun Muriateks dan Patun Infiteks digabung ke Patal
Secang. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
luar biasa tanggal 22 Mei 2000, PT Industi Sandang I bergabung dengan
PT Industri Sandang II dan setelah terbitnya SK Menteri Hukum dan
Perundang-undangan No. C 10721 HT.01.04.TH.2000 tanggal 25 Mei
2000, dengan bergabungnya 4 unit Pabrik Pemintalan PT Industri Sandang
I yaitu:
1. Patal Karawang Karawang, Jawa Barat
2. Patal Bekasi Bekasi, Jawa Barat
3. Patal Banjaran Bandung, Jawa Barat
4. Patal Cibadung Bandung, Jawa Barat
Nama PT Indusri Sandang II kemudian resmi menjadi PT Industri
Sandang Nusantara. Adapun unit-unit produksi PT Industri Sandang
Nusantara adalah sebagai berikut:
1. Patun Makateks Ujung Pandang, Sulawesi Selatan
2. Patal Tohpati Denpasar, Bali
3. Patal Girati Pasuruan, Jawa Timur
4. Patal Lawang Lawang, Jawa Timur
5. Patal Secang Magelang, Jawa Tengah
6. Patal Cilacap Cilacap, Jawa Tengah
7. Pabriteks Tegal Tegal, Jawa Tengah
8. Patal Karawang Karawang, Jawa Barat
9. Patal Bekasi Bekasi, Jawa Barat
10. Patal Banjaran Bandung, Jawa Barat
11. Patal Cipadung Bandung, Jawa Barat
Berdasarkan SK Direksi No. 498/SK-G/2003 Perihal Penutupan
Pabrik Pemintalan Patal Bekasi dan Patal Cipadung, maka unit-unit
produksi PT Industri Sandang Nusantara menjadi 9 unit yaitu:
1. Patun Makateks Ujung Pandang, Sulawesi Selatan
2. Patal Tohpati Denpasar, Bali
3. Patal Girati Pasuruan, Jawa Timur
4. Patal Lawang Lawang, Jawa Timur
5. Patal Secang Magelang, Jawa Tengah
6. Patal Cilacap Cilacap, Jawa Tengah
7. Pabriteks Tegal Tegal, Jawa Tengah
8. Patal Karawang Karawang, Jawa Barat
9. Patal Banjaran Bandung, Jawa Barat

B. Visi dan Misi
Visi PT Industri Sandang Nusantara Unti Patal Secang:
“Menjadi pemain kelas dunia dalam era globalisasi dengan menciptakan
produk yang bernilai tambah tinggi, serta menjadi motor penggerak dalam
industry tekstil di Indonesia”

Misi PT Industri Sandang Nusantara Unti Patal Secang:
“Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang
dengan cara melaksanakan proses menjalankan tugas yang terbaik,
memberikan hasil yang terbaik bagi stake holder (pemegang saham,
pelanggan, mitra kerja, karyawan, masyarakat, dan lain-lain), dan
memberikan citra yang terbaik dalam budaya usaha ”.

C. Tujuan Berdirinya Perusahaan
PT Perkebunan Nusantara VIII merupakan perseroan terbatas yang
terdiri dari beberapa kebun. Tujuan didirikannya PT Perkebunan
Nusantara VIII yaitu :
a. Memelihara kekayaan alam, khususnya menjaga kelestarian,
mencegah kehancuran dan meningkatkan kesuburan tanah serta
sumber mata air
b. Mempertahankan dan meningkatkan sumbangan bidang
pertanian/perkebunan bagi pendapatan nasional yang diperoleh dari
hasil produksi dan pemasaran beberapa komoditi/ produksi untuk
keperluan ekspor dan konsumsi dalam negeri.
c. Memperluas lapangan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
pada umumnya dan meningkatkan taraf hidup karyawan perkebunan
pada khususnya.
Tujuan ini menjadi landasan kerja bagi Departemen Pertanian dan
Dirjen Perkebunan serta sejalan dengan Tri Dharma Perkebunan :
a. Menghasilkan devisa bagi negara dengan cara yang seefisien
mungkin.
b. Memenuhi fungsi sosial, diantaranya berupa pemeliharaan/
penambahan lapangan kerja bagi warga negara RI.
c. Memelihara kekayaan alam berupa pemeliharaan dan peningkatan
kesuburan tanah dan tanaman.

D. Lokasi Perusahaan
PT Perkebunan Nusantara VIII Rancabali berlokasi di Desa
Patengang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Kantor Pusat
(Direksi) beralamat di jalan Sindangsirna No. 4, Bandung, Jawa Barat.
Perkebunan teh Rancabali berjarak kira – kira 42 km dari Kabupaten
Bandung, sedangkan dari Ibukota Jakarta berjarak sekitar + 185 km.
Perkebunan ini di sebelah utara dibatasi oleh Desa Sukaresbi, di sebelah
timur dibatasi oleh Desa Kebun Rancabali I, di sebelah selatan dibatasi
oleh Desa Sukaresmi, dan di sebelah barat dibatasi oleh Desa Indragiri.

E. Keadaan Fisik Wilayah
Berdasarkan data tahun 2009, perkebunan teh Rancabali memiliki
luas sekitar 3.030,58 Ha, terbagi dalam beberapa macam areal, yaitu TM
(mature Plant) dengan luas sekitar 1600,23 Ha, TBM (Young Plant), TTI
(Newly Planted) dengan luas sekitar 60 Ha, Persemaian (Nursery) dengan
luas sekitar 2,24 Ha, Kebun Kayu Energi, Areal Cadangan (Unused Area)
dengan luas sekitar 438,98 Ha, Lahan Tidak Produktif (Unproduced Land)
dengan luas sekitar 740,05 Ha dan Areal lain-lain dengan luas sekitar
205,05 Ha. Sedangkan untuk pembagian afdeling terdiri dari 5 antara lain
Rancabali I, Rancabali II, Rancabali III, Rancasuni dan Cibitu. Wilayah
afdeling pada perkebunan teh Rancabali memiliki ketinggian 1100 – 1800
mdpl dan kondisi lahan yang berbukit, iklim termasuk tipe B dengan curah
hujan berkisar 2400 – 3300 mm/tahun dengan temperatur mencapai 15 -
18
o
C dan temperatur maksimum 30 – 33
o
C, berikut ini kondisi masing –
masing afdeling :
1. Afdeling Rancabali I memiliki luas 549,689 Ha. Jenis tanah Podzolic,
Reg/ Gley, Aluvial dan Andozol. Tekstur tanah lempung, berpasir,
dan berdebu. Struktur tanahnya remah dan sangat remah.
2. Afdeling Rancabali II memiliki luas 510,998 Ha. Jenis tanah Andozol.
Tekstur tanah lempung, berpasir dan berdebu. Struktur tanahnya agak
remah dan sangat remah.
3. Afdeling Rancabali III memiliki luas 444,174 Ha. Jenis tanah Gley
Humik, Aluvial dan Andozol. Tekstur tanah lempung, berdebu, dan
berpasir. Struktur tanahnya remah dan agak remah.
4. Afdeling Rancasuni memiliki luas 446,452 Ha. Jenis tanah Andosol,
Gley, Podzolik, dan Regosol. Tekstur tanah lempung, berdebu, dan
berpasir.
5. Afdeling Cibitu memiliki luas 1.515,856 Ha. Jenis tanah Andosol dan
Regosol. Tekstur tanahnya lempung dan berpasir