Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I
PENDAHULUAN

I. Pendahuluan
Akuntansi pada umumnya dan manajemen pada khususnya mempunyai peranan
sangat penting dalam menyediakan informasi bagi masyarakat terutama bagi pengambil
keputusan, para manajer, dan profesional. Disamping menyediakan informasi bagi para
pemakainya, keterampilan khusus dalam pengolahan data akuntansi penting pula di
pahami. Data dan informasi tersebut dapat bermanfaat jika, data dapat dapat
mengurangi ketidakpastian pemakainya, data dapat diadaptasikan serta memenuhi
kapasitas para pemakainya. Khusus akuntansi manajemen yang memiliki tanggung
jawab dalam mediator konflik, spesialisasi ini dapat juga membantu manajemen dalam
proses pengambilan keputusan agar sumber-sumber ekonomi yang di kuasainya atau
kekayaan perusahaan dapat dialokasikan dan di transformasikan secara lebih efektif
serta efisien, termasuk pula tanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai
aspek-aspek disfungsional yang di timbulkan oleh konflik-konflik intra organisasi.

Informasi manajemen merupakan mesin yang membuat manajer barjalan.dalam
ketiadaan aliran informasi yang kontinu, manajemen akan menjadi tidak berdaya
melakukan sesuatu. Informasi akuntansi adalah salah satunya yang juga masih
tergantung pada pakar bidang lainnya dalam menyediakan sebagian kebutuhan
informasi pendukung. Ahli ekonomi, Ahli pemasaran, Ahli perilaku organisasi, dan lain-
lainnya, dapat memberikan informasi kepada manajemen atau mengemukakan saran
atas berbagai tahap aktivitas organisasi.

Perbedaan akuntansi keuangan, akuntansi biaya, manajemen biaya dan akuntansi
manajemen, sejarah perkembangan akuntansi manajemen perlu dipahami, begitu pula
mengenai konsep dan perilaku biaya : different cost for different purposes, perilaku
biaya, konsep relevant range, teknik pemisahan biaya tetap dan variable agar para
manajer dalam pengambilan keputusan dapat menghasilkan kinerja yang baik.


2


BAB II
PEMBAHASAN

II.1. Perkembangan Konsep Akuntansi Manajeman
Berdasarkan pihak yang mengenakan informasi atau dapat disebut pengertian yang
sifatnya positif berdasarkan buku akuntansi manajemen 1 (Supriyono, 1987) :
akuntansi manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang tujuan utamanya
untuk menyajikan laporan-laporan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk
kepentingan pihak internal dalam rangka melaksanakan proses manajemen yang meliputi
perencanaan, pembuatan keputusan, pengorganisasian dan pengarahan serta
pengendalian. Selanjutnya jika melihat hasil pelaporan yang di perlukan manajemen
yang tidak hanya laporan masa lalu tetapi juga meliputi proyeksi masa depan maka
akuntansi manajemen didefinisikan sebagai berikut.
Akuntansi manajemen adalah penerapan teknik-teknik dari konsep yang tepat dalam
pengolahan data ekonomi historikal dan yang di proyeksikan dari suatu satuan usaha
untuk membantu manajemen dalam penyusunan rencana untuk tujuan-tujuan ekonomi
yang rasional dan dalam membuat keputusan-keputusan rasional dengan suatu
pandangan ke arah pencapaian tujuan tersebut. Memperhatikan definisi yang kedua
diatas beberapa hal yang perlu dicatat ialah sebagai berikut :
- Perlu pemahaman teknik-teknik, katakanlah model-model seperti konsep perilaku biaya,
hubungan cost-volume dan profit, atau model-model matematis yang relevan.
- Pemahaman yang cukup terhadap metode akuntansi atau financial accounting maupun
cost accounting, paling tidak bagaimana metode pencatatan data akuntansi atau
metode harga pokok yang dilakukan terhadap historical keuangan perusahaan.
- Proyeksi-proyeksi yang dilakukan berkaitan erat dengan teori statistik.
- Keputusan-keputusan yang diambil harus rasional yang berkaitan dengan pencapaian
tujuan suatu organisasi, seperti diketahui organisasi yang sama dapat saja hasilnya
berbeda, pencatatan biaya yang berbeda dan tujuan yang berbeda pula.

Di samping itu akuntansi manajemen dianggap suatu b`idang akuntansi yang luas
yang berkaitan dengan pengembangan dan penggunaaan informasi akuntansi (Ralph
Estes : 1986) jelas pula keterkaitan disiplin akuntansi ini.
3

Definisi umum yang boleh dikatakan rangkuman dari pembahasan pengertian
akuntansi manajemen di atas, (Ronald M.Copeland dan Paul E.Dascher : 1978) adalah:
Managerial Accounting adalah bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan identifikasi,
pengukuran dan komunikasi informasi akuntansi kepada internal manajemen yang bertujuan
guna perencanaan, proses informasi, pengendalian dan pengambilan keputusan.

PROSES MANAJEMEN

Proses manajemen (management process) didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas :
Perencanaan, pengorganisasian, Pengendalian, dan Pengambilan Keputusan.

Perencanaan adalah formulasi terinci dari kegiatan untuk mencapai suatu tujuan akhir
tertentu. Oleh sebab itu, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi
metode untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengorganisasian dimana manajer memutuskan bagaimana cara terbaik
mengkombinasikan sumber daya manusia dengan sumber daya ekonomi lainnya yang
menjadi milik perusahaan agar dapat menjalankan rencana yang di tetapkan.

Pengendalian adalah kegiatan memonitor pelaksanaan rencana dan tindakan korektif
sesuai kebutuhan untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana seharusnya.
Pengendalian biasanya dicapai dengan menggunakan suatu umpan balik (feedback).
Umpan balik adalah informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi atau memperbaiki
langkah-langkah yang dilakukan dalam mengimplementasikan suatu rencana.
Berdasarkan umpan balik, manajer atau pekerja dapat memutuskan untuk membiarkan
pelaksanaan tersebut berlangsung, mengambil beberapa jenis tindakan korektif agar
langkah yang diambil sesuai dengan rencana awalnya, atau melakukan perencanaan ulang
di tengah proses pelaksanaan. Informasi umpan balik disediakan oleh informasi akuntansi
manajemen.

Pengambilan Keputusan adalah proses pemilihan di antara berbagai alternatif. Fungsi
manajerial pengambilan keputusan ini merupakan jalinan antara perencanaan dan
pengendalian. Manajer tidak dapat membuat rencana tanpa pengambilan keputusan.
Manajer harus memilih satu di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan
tujuan yang dipilih. Keputusan dapat ditingkatkan kualitasnya jika informasi alternatif
alternatif dikumpulkan dan disajikan kepada para manajer. Salah satu peran utama sistem
4

informasi akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi yang memudahkan proses
pengambilan keputusan.


II.1.1. Perbedaan Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Manajemen Biaya dan
Akuntansi Manajemen

Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang terutama menghasilkan informasi
dalam bentuk laporan keuangan yang ditujukan pada pihak-pihak luar, seperti pajak,
pemegang saham, dan lain-lain. Contoh laporan keuangan adalah: 1. Neraca 2.
Laporan laba rugi 3. Laporan perubahan modal

Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi
proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan
dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya
didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut
konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada
saat biaya sudah habis terpakai.

Manajemen Biaya

Manajemen Biaya adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi
bagi manajemen untuk pengidentifikasian peluang-peluang penyempurnaan,
perencanaan strategi, dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan
dan penggunaan sumber-sumber yang diperlukan oleh organisasi. Sistem
manajemen biaya terdiri atas semua alat-alat, teknik-teknik, dan metode-metode
yang secara bersama-sama membentuk suatu sistem manajemen biaya. Sistem
manajemen biaya terintegrasi menunjukkan adanya saling hubungan dengan
elemen-elemen sistem lainnya yaitu : (1) sistem desain dan pengembangan, (2)
sistem pembelian dan produksi, (3) sistem pelayanan konsumen, dan (4) sistem
pemasaran dan distribusi.


5

Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah laporan keuangan yang disusun terutama
untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan yang
efektif oleh pihak manajemen untuk perencanaan dan pengendalian kegiatan
operasional serta perhitunagn biaya. Contoh : Penerimaan per kegiatan pelayanan,
Laporan piutang, laporan kas dan sebagainya

II.1.2. Sejarah Perkembangan Akuntansi Manajemen

Kebanyakan prosedur perhitungan harga pokok produk (product costing) dan
akuntansi manajemen yang digunakan pada abad 20 dikembangan antara tahun
1880 dan 1924. Perkembangan sebelumnya (sampai tahun 1914) menekankan pada
perhitungan pada perhitungan harga pokok produk pada tingkat manajerial yaitu
penelusuran tingkat laba perusahaan ke tiap produk dan menggunakan informasi ini
untuk pengambilan keputusan strategis.

Mulai tahun 1925, setelah dikembangkannya pasar modal di USA, hampir
semua usaha akuntansi manajemen untuk menghasilkan informasi bagi pemakai
intern kemudian dihentikan dan diganti dengan penentuan harga pokok persediaan
(inventory costing), yang merupakan pembebanan biaya produksi kepada produk
sedemikian rupa sehingga harga pokok persediaan dapat dilaporkan kepada
pemakai eksternal dalam laporan keuangan. Laporan keuangan telah menjadi
kekuatan yang membentuk desain sistem akuntansi biaya. Manajer dan perusahaan
bersedia menerima informasi biaya rata-rata secara agregat atas tiap produk, karena
mereka merasa tidak membutuhkan informasi biaya masing- masing produk yang
lebih terinci dan akurat mengenai tiap produk.

Dalam tahun 1950-an dan 1960-an telah dilakukan beberapa usaha untuk
memperbaiki manfaat sistem akuntansi biaya konvensional untuk kepentingan
manajemen. Diperkenalkannya variable costing untuk penyempurnaan penentuan
harga pokok produk pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki penentuan harga
pokok persediaan yang disajikan dalam neraca dan dalam perhitungan rugi laba.
Perbaikan akuntansi biaya pada saat itu pada hakikatnya hanya terpusat pada
bagaimana membuat informasi akuntansi keuangan lebih bermanfaat bagi pemakai
luar, tidak ditujukan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang khusus
diperuntukkan bagi kepentingan manajemen.
6


Pada tahun 1980-an dan 1990-an banyak ditemukan bahwa praktek-praktek
akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan
manajerial. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat lebih berguna, dan yang
menjelaskan secara rinci penggunaan masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan
manajer meningkatkan kualitas, produktifitas, dan mengurangi biaya. Sebagai
tanggapan terhadap kelemahan akuntansi biaya manajemen tradisional, berbagai
usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem akuntansi manajemen baru yang
dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi dewasa ini.

II.2. Konsep dan Perilaku Biaya

II.2.1. Different Cost For Different Purposes
Different cost for different purpose, pengertian kalimat tersebut sangat penting
karena informasi biaya digunakan untuk membantu beberapa keputusan, dimana keputusan
tersebut akan menentukan sifat biaya yang dibutuhkan, bagaimana biaya tersebut dihitung
dan nilai biaya tersebut. Ini berarti jumlah biaya yang berguna untuk satu keputusan
mungkin tidak berguna atau mungkin berbahaya jika digunakan untuk keputusan lain.
Berdasarkan konsep tersebut, maka biaya digolongkan menurut lima hal berikut ini:
1. Menurut Obyek Pengeluaran.
Penggolongan biaya menurut kriteria ini adalah semua pengeluaran yang menggunakan
objek pengeluaran sebagai dasar penggolongannya.

Yang termasuk biaya menurut kriteria ini yaitu:
Untuk membeli bahan baku disebut biaya bahan baku.
Untuk membayar tenaga kerja disebut biaya tenaga kerja.
Jika diperusahaan menggunakan sumber daya yang lain diluar biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja, maka perusahaan mengeluarkan biaya lain-lain yang jumlahnya relatif
kecil dibandingkan dengan jumlah biaya bahan baku dan tenaga kerja, untuk membayar
biaya lain-lain yang terjadi di pabrik disebut biaya overhead pabrik.




7

2. Menurut Fungsi Pokok Dalam Perusahaan
Pada umumnya pada perusahaan terdapat tiga fungsi pokok yaitu fngsi produksi, fungsi
pemasaran serta fungsi administrasi dan umum, maka atas dasar fungsi tersebut biaya
digolongkan menjadi:
a. Biaya produksi, yaitu biaya yang terjadi untuk pada saat proses produksi, contoh biaya
bahan baku,biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik.
b. Biaya administrasi dan umum, yaitu biaya yang terjadi berhubungan dengan pengaturan
dan koordinasi perusahaan diluar produksi dan pemasaran, misal gaji bagian administrasi
dan umum, biaya perlengkapan kantor, biaya listrik dan telepon perusahaan, dan lain-lain.
c. Biaya pemasaran dan penjualan, yaitu biaya yang terjadi sehubungan adanya kegiatan
penjualan dan pemasaran, misal biaya iklan/promosi, gaji bagian pemasaran, dan lain-lain.
Berdasarkan fungsi pokoknya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut
biaya primer (primer cost) sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead
pabrik disebut biaya konversi (conversition cost)
3. Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang dibiayainya
Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokkan menjadi
dua golongan:
a. Biaya langsung (direct cost), merupakan biaya yang terjadi, karena adanya sesuatu yang
dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung.
b. Biaya tidak langsung (indirect cost), merupakan biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan
oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk
disebut istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead
costs).
4. Menurut Tingkah Laku Terhadap Perubahan Volume Produksi
Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi:
a. Biaya variabel.
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan. Contohnya biaya variabel adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung.
b. Biaya semivariabel.
Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume
kegiatan. Biaya semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel.
8

c. Biaya semifixed.
Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah
dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
d. Biaya Tetap.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu.
Contoh biaya tetap adalah gaji direktur produksi.
5. Menurut Jangka Waktu Manfaatnya
Atas dasar jangka waktu pemanfaatannya, biaya dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Pengeluaran modal (capital expenditures)
Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode
akuntansi (biasanya periode akuntansi tidak satu tahun kalender). Pengeluaran modal ini
pada saat terjadinya dibebankan sebagai harga pokok aktiva dan dibebankan pada tahun-
tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi, diamortisasi atau dideplesi.
b. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures)
Pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode
akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan
ini dibebankan sebagai biaya.


II.2.2. Perilaku Biaya

Perilaku adalah cara biaya merubah hubungannya dengan perubahan
penggunaan aktivitas. Horison waktu berperan penting dalam penentuan perilaku
biaya karena biaya dapat berubah dari tetap menjadi variabel, bergantung pada
apakah keputusan yang diambil mencakup jangka pendek atau jangka panjang.
Dalam jangka panjang, semua biaya adalah variabel, sementara dalam jangka
pendek sedikitnya satu biaya adalah tetap. Lamanya periode jangka pendek
bergantung pada penilaian manajemen dan tujuan dimana perilaku biaya sedang
diestimasi.

II.2.3. Konsep Relevant Range

Relevant range adalah suatu interval yang dinyatakan dengan tingkat output
tertentu, dimana anggaran variabel yang bersangkutan masih dapat dipakai atau
masih berlaku. Relevant range perlu ditentukan karena biaya tetap dan biaya variabel
9

perunit dapat berubah pada tingkat output tertentu. Relevant range adalah suatu
kisaran dimana diasumsikan bahwa fixed cost adalah valid. Karena besarnya fixed
cost adalah konstan untuk satu periode, maka kurva fixed cost berupa garis mendatar
dengan kemiringan atau gradien nol.

II.2.4. Teknik Pemisahan Biaya Tetap dan Variabel

Terdapat tiga metode formal untuk memisahkan biaya campuran menjadi komponen
tetap dan variabel, yaitu: metode tinggi rendah, metode scatterplot, dan metode kuadrat
terkecil.

Metode tinggi rendah

Pada metode tinggi rendah, dua titik yang dipilih dari grafik scatter adalah titik tinggi
dan titik rendah berkenaan dengan tingkat aktivitas. Dua titik ini kemudian digunakan untuk
menghitung titik potong dan kemiringan garis tempat kedua titik tersebut terletak. Titik tinggi
didefinisikan sebagai titik dengan tingkat output atau aktivitas tertinggi. Titik rendah
didefinisikan sebagai titik dengan tingkat output atau aktivitas terendah. Metode tinggi
rendah bersifat objektif dan sederhana. Akan tetapi, jika titik tinggi dan rendah tersebut tidak
mempresentasikan hubungan biaya yang sebenarnya, hubungan tersebut akan salah
diperkirakan.
Persamaan untuk penentuan biaya variabel per unit dan biaya tetap adalah sebagai berikut:
Biaya variabel per unit = Perubahan biaya/Perubahan output
Biaya variabel per unit = (Biaya tinggi-Biaya rendah)/(Output tinggi-Output rendah)
dan,
Biaya tetap = Biaya total titik tinggi (Biaya variabel per unit x Output tinggi)
Biaya tetap = Biaya total titik rendah (Biaya variabel per unit x Output rendah)

Metode scatterplot

Metode scatterplot menyangkut pemeriksaan garis scatter (suatu plot yang
menunjukkan total biaya campuran pada berbagai tingkat aktivitas yang berbeda) dan
pemilihan dua titik yang tampaknya terbaik untuk mewakili hubungan antara biaya dengan
aktivitas. Oleh karena kedua titik tersebut menentukan suatu garis, kedua titik yang dipilih
tersebut dapat digunakan untuk menentukan titik potong dan kemiringan garis tempat
mereka berada. Titik potong tersebut memberikan perkiraan komponen biaya tetap dan
kemiringan memberikan estimasi biaya variabel per unit aktivitas. Metode scatterplot adalah
10

suatu cara yang baik untuk mengidentifikasi nolinearitas, adanya outlier dan adanya
pergeseran dalam hubungan biaya. Kelemahannya terletak pada sukjektivitasnya.

Metode kuadrat terkecil

Metode kuadrat terkecil menggunakan semua titik (kecuali outlier) pada grafik scatter
dan menghasilkan suatu garis yang paling sesuai dengan semua titik. Garis paling sesuai
adalah garis yang terdekat ke semua titik yang diukur melalui penjumlahan kuadrat deviasi
titik-titik tersebut dari garis. Metode kuadrat terkecil menghasilkan garis yang paling sesuai
dengan titik-titik data, dan karena itu, lebih direkomendasikan dari pada metode tinggi
rendah dan scatterplot.

Metode kuadrat terkecil memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya dalam
menilai keandalan persamaan biaya. Koefisien determinasi memungkinkan seorang analis
untuk menghitung jumlah variabilitas biaya yang dijelaskan oleh penggerak biaya tertentu.
Koefisien korelasinya juga mengukur kekuatan hubungan dan menunjukkan arah
hubungan.













11

BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Akuntansi manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang tujuan
utamanya untuk menyajikan laporan-laporan suatu satuan usaha atau organisasi
tertentu untuk kepentingan pihak internal dalam rangka melaksanakan proses
manajemen yang meliputi perencanaan, pembuatan keputusan, pengorganisasian dan
pengarahan serta pengendalian. Selanjutnya jika melihat hasil pelaporan yang di
perlukan manajemen yang tidak hanya laporan masa lalu tetapi juga meliputi proyeksi
masa depan maka akuntansi manajemen didefinisikan sebagai berikut.

Proses Manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, Pengendalian,
Pengambilan keputusan.

Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang terutama menghasilkan informasi
dalam bentuk laporan keuangan yang ditujukan pada pihak-pihak luar, seperti pajak,
pemegang saham, dan lain-lain. Contoh laporan keuangan adalah: 1. Neraca 2.
Laporan laba rugi 3. Laporan perubahan modal, Akuntansi biaya adalah suatu bidang
akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap
biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan
barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan
dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban
adalah pada saat biaya sudah habis terpakai, Manajemen biaya adalah adalah sistem
yang didesain untuk menyediakan informasi bagi manajemen untuk pengidentifikasian
peluang-peluang penyempurnaan, perencanaan strategi, dan pembuatan keputusan
operasional mengenai pengadaan dan penggunaan sumber-sumber yang diperlukan
oleh organisasi. Sistem manajemen biaya terdiri atas semua alat-alat, teknik-teknik, dan
metode-metode yang secara bersama-sama membentuk suatu sistem manajemen
biaya. Sistem manajemen biaya terintegrasi menunjukkan adanya saling hubungan
dengan elemen-elemen sistem lainnya yaitu : (1) sistem desain dan pengembangan, (2)
sistem pembelian dan produksi, (3) sistem pelayanan konsumen, dan (4) sistem
pemasaran dan distribusi. Dan Akuntansi manajemen adalah laporan keuangan yang
12

disusun terutama untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan
keputusan yang efektif oleh pihak manajemen untuk perencanaan dan pengendalian
kegiatan operasional serta perhitunagn biaya. Contoh : Penerimaan per kegiatan
pelayanan, Laporan piutang, laporan kas dan sebagainya.

































13

Daftar Pustaka

1. Ronald Hilton, Managerial Accounting : Creating Value in a Dynamic Business
Environment, 7
th
Edition : McGraw-Hill (2008)
2. Mulyadi, 2000, Akuntansi Biaya Edisi 5, Aditya Media, Yogyakarta.
3. Ikatan Akuntan Indonesia, 1999, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Jakarta.