Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN

Pendahuluan

Akuntansi biaya dengan variable costing dalam perusahaan yang
menggunakan metode harga pokok pesanan yang diperbandingkan dengan akuntansi biaya
dengan variable costing dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok
proses.

Dalam metode harga pokok pesanan, biaya produksi dikumpulkan per pesanan
dengan menggunakan kartu harga pokok, yang merupakan rincian rekening control Barang
Dalam Proses di dalam buku besar. Berdasarkan biaya produksi variable yang dikumpulkan
dalam kartu harga pokok produk ini, harga pokok produk jadi dan produk dalam proses
dihitung dan dicatat. Karena variable costing menghendaki biaya diklasifikasikan
berdasarkan perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, maka
akuntansi biaya produksi dan biaya nonproduksi dilakukan sebagai berikut :
1. Biaya produksi variable, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsun, dicatat
langsung pada saat terjadinya dengan mendebit rekening Barang Dalam Proses kedalam
kartu yang bersangkutan.
2. Biaya overhead pabrik variable dibebankan kepada pesanan tertentu berdasarkan tariff
yang ditentukan di muka dengan mendebit rekening Barang Dalam Proses-Biaya
overhead pabrik ke dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan.
3. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan pertama kali mendebit
rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.
4. Biaya overhead pabrik variable yang dibebankan kepada produk selama periode
akuntansi tertentu ditutup ke rekening Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya
untuk menghitung pembebanan lebih/kurang biaya overhead pabrik variable.
5. Biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum juga perlu dipisahkan menurut perilaku
biaya tersebut dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.



2

Akuntansi biaya produksi dan nonproduksi dalam metode variable costing dibagi
menjadi tahap berikut ini :
1. Pencatatan pemakaian bahan baku dan bahan penolong.
2. Pencatatan biaya tenaga kerja langsung.
3. Pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik variable kepada produk.
4. Pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi.
5. Pemisahan biaya pabrik sesungguhnya ke dalam biaya va riable dan biaya tetap.
6. Pencatatan harga pokok produk jadi.
7. Penutupan rekening biaya overhead pabrik variable yang dibebankan ke rekening biaya
overhead pabrik sesungguhnya.
8. Pencatatan biaya komersial.
9. Pencatatan penyerahan produk kepada pemesanan.

Karena variable costing dengan metode harga pokok proses menghendaki biaya
overhead pabrik dibebankan kepada produk menurut biaya overhead pabrik variable yang
sesungguhnya terjadi selama periode akuntansi tertentu, tidak sebesar tariff yang ditentukan
di muka seoperti halnya dengan metode harga pokok pesanan, maka akuntansi biaya
produksi dilakukan sebagai berikut :
1. Biaya produksi variable, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
dicatat langsung pada saat terjadinya dengan mendebit rekening Barang Dalam Proses
yang bersangkutan.
2. Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi dicatat dengan pertama kali
mendebit rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.
3. Biaya overhead pabrik variable dibebankan kepada produk berdasarkan biaya yang
sesungguhnya terjadi dalam periode akuntansi tertentu.
4. Biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum juga perlu dipisahkan menurut perilaku
biaya tersebut dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.





3

BAB II
PEMBAHASAN
PERHITUNGAN BIAYA PER UNIT
Biaya Produk (product costing) adalah suatu proses penghimpunan atau akumulasi
biaya-biaya yang terjadi di dalam suatu proses produksi dan memasukkannya ke dalam nilai
produk akhir perusahaan.
Kegunaan product cost :

1. In Financial Accounting : yaitu untuk menilai persediaan dan harga pokok
penjualan.
2. In Managerial Accounting : yaitu sebagai informasi bagi manajer dalam membuat
suatu perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
3. In Cost Management : yaitu menyediakan data mengenai biaya-biaya untuk
berbagai tujuan manajemen biaya.
4. In Reporting to Interested Organizations : yaitu menyediakan data mengenai
biaya-biaya bagi pihak luar perusahaan.
Type of product costing :
- Job order Costing (Biaya Pesanan)
Digunakan oleh perusahaan yang memproduksi suatu produk yang tidak sama
dalam jumlah yang relatif sedikit. Contoh : furniture, percetakan, dll.
- Process Costing (Biaya Proses)
Digunakan oleh perusahaan yang memproduksi suatu produk yang sama dalam
jumlah besar. Contoh : perusahaan makanan, semen, dll.

SISTIM BIAYA PESANAN
Kalkulasi biaya pokok pesanan kerja dilakukan oleh perusahaan yang melaksanakan
proses produksi berdasarkan pesanan. Untuk menghitung biaya produksi harus diketahui
unsur-unsur dari harga produksi tersebut yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga
kerja langsung, dan biaya overhead.
4

Prosedur yang menyangkut perkiraan bahan baku meliputi pembelian bahan baku dan
penyerahan bahan baku dari gudang ke pabrik. Untuk dapat memindahkan bahan baku dari
gudang ke pabrik, supervisi pabrik terlebih dahulu harus mengisi Material requisition form
(formulir permintaan barang) yang diperuntukkan kepada dan disetujui oleh supervisi
gudang. Sedangkan untuk mengetahui biaya upah diperlukan data mengenai jam kerja
buruh dan tarif per jam kerja. Untuk menetapkan biaya overhead dianggap agak rumit,
karena adanya sifat-sifat biaya yang terjadinya pada saat tertentu, sehingga tidak dapat
dibebankan begitu saja kepada pesanan-pesanan. Di dalam perhitungan biaya overhead
diperlukan adanya tarif biaya overhead yang ditentukan di muka atau disebut juga biaya
overhead yang dibebankan. Biaya overhead yang sebenarnya, dibebankan kepada
perkiraan kontrol biaya overhead.
SISTIM BIAYA PROSES
Penerapan system akuntansi biaya proses yaitu seluruh biaya dikumpulkan per setiap
bagian/proses. Karakteristik metode harga pokok proses, yaitu :

1. Biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu
2. Produk yang dihasilkan bersifat homogen dan sifatnya standar
3. Kegiatan produksi didasarkan pada budget produksi/schedule produksi untuk satuan
waktu tertentu
4. Tujuan produksi untuk mengisi persediaan yang selanjutnya dijual
5. Kegiatan produksi bersifat kontinyu atau terus-menerus
6. Jumlah total biaya maupun biaya satuan dihitung setiap akhir periode
Dihubungkan dengan pembebanan harga pokok kepada produk, metode harga
pokok proses dapat menggunakan system:
a. Semua elemen biaya dibebankan berdasar biaya sesungguhnya (historical cost system).
Dimana produk yang diolah dibebani biaya bahan, biaya tenaga kerja dan biaya
overhead pabrik yang sesungguhnya dinikmati oleh produk yang bersangkutan.
b. Elemen biaya tertentu yaitu biaya overhead pabrik, dibebankan berdasar tarif
c. atau biaya yang ditentukan dimuka.
Prasyarat penerapan akuntansi biaya menurut proses yaitu mempergunakan system
perpectual untuk perkiraan persediaan barang mentah, barang di dalam proses dan barang
selesai. Selanjutnya semua pengeluaran ini bergerak melalui Perkiraan Didalam Proses
5

(Work In Process), kemudian dipindahkan ke Perkiraan Harga Pokok Penjualan (Cost Of
Good Sold).
Penetapan Nilai Barang Didalam Proses
Penetapan biaya per unit dari suatu departemen ialah dengan cara membagi total biaya dari
departemen tersebut dengan unit yang diserahkan ke departemen berikutnya. Tetapi yang
menjadi masalah bagaimana jika di departemen tersebut ternyata terdapat produk yang baru
diproses sebagian. Perhitungan jumlah biaya yang akan dialokasikan ke departemen
berikutnya haruslah terlebih dahulu dikurangi dengan nilai barang-barang yang baru
diproses sebagian tersebut.
Guna menetapkan berapa bahan mentah, dan biaya-biaya anatara produk-produk yang
telah selesai dan dipindahkan ke departemen berikutnya dengan persediaan barang masih
tetap di departemen yang bersangkutan, maka perlu dihitung dan ditetapkan bagaimana
bahan mentah dan biaya-biaya lain tersebut dimasukan dalam produksi. Pengalokasian
biaya produksi antara unit yang telah selesai dan persediaan barang yang baru selesai
sebagian, terlebih dahulu harus ditetapkan:
Jumlah perbandingan unit (equivalent unit) didalam periode yang bersangkutan
Biaya produksi per unit ekuivalent (processing cost per equivalent unit) pada periode
yang bersangkutan
Produksi Unit Ekuivalen
Unit Ekuivalen adalah jumlah unit yang seharusnya diproduksi, jika tidak terdapat
barang dalam proses baik pada awal atau akhir periode. Sebagai ilustrasi, bahwa suatu
departemen tertentu telah mengeluarkan bahan mentah untuk 2.000 unit hasil. Pada akhir
bulan telah diselesaikan 80%. Anggaplah bahwa biaya produksi yang dibebankan selama
periode tersebut adalah $ 480.000, berarti biaya produksi per ekuivalent $ 300 per unit.
Bagan Sistem Biaya Proses
Berikut ini merupakan bagan system biaya proses dari biaya bahan baku langsung, tenaga
kerja langsung dan overhead.


6

Perbedaan antara Sistem Biaya Pesanan dan Sistem Biaya Proses
Sistem Biaya Pesanan Sistem Biaya Proses
o Banyak pesanan yang dikerjakan
selama periode.
o Biaya-biaya diakumulasi oleh masing-
masing pesanan.
o Kartu Biaya Pesanan sebagai
dokumen kunci.
o Unit cost dihitung berdasarkan
pesanan.
o Produk Tunggal yang dihasilkan
selama periode waktu yang
panjang.
o Biaya-biaya diakumulasi berdasarkan
departemen.
o Department production report adalah
dokumen kunci.
o Unit costs dihitung berdasarkan
departemen
PEMBEBANAN OVERHEAD PABRIK
Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya bahan tak langsung, buruh tak langsung
dan biaya-biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan
langsung pada suatu pekerjaan, hasil produksi atau tujuan biaya akhir. Pendapat ahli lainya
menyatakan bahwa biaya overhead pabrik merupakan setiap biaya yang tidak secara
langsung melekat pada suatu produk, yaitu semua biaya-biaya diluar biaya bahan langsung
dan biaya tenaga kerja langsung.
Biaya overhead pabrik mencakup biaya produksi lainnya seperti pemanasan ruang
pabrik, penerangan, penyusutan pabrik dan mesin-mesin. Biaya pabrik seperti pemeliharaan
gudang, bahan-bahan dan hal lain yang memberikan pelayanan-pelayanan kepada bagian
produksi juga merupakan bagian dari biaya overhead pabrik. Biaya penjualan dan biaya
distribusi, dan semua biaya administrasi juga diperhitungkan sebagai biaya overhead
sepanjang biaya-biaya tersebut tidak dapat secara langsung dihubungkan dengan unit
produk. Berbagai macam biaya overhead pabrik harus dibebankan kepada semua pekerjaan
yang terlaksana selama suatu periode.
Istilah lain yang dipakai untuk overhead pabrik adalah beban pabrik (factory burden),
beban pabrikasi (manufacturing expense), overhead pabrikasi, beban pabrik (factory
expense) dan biaya pabrikasi tidak langsung.
Overhead pabrik memiliki dua karakteristik yang harus dipertimbangkan dalam
pembebanannya pada hasil produksi secara layak. Karakteristik ini menyangkut hubungan
khusus antara overhead pabrik dengan:
7

1. Produk itu sendiri
Berbeda dengan bahan langsung dan upah pekerja langsung, overhead pabrik
merupakan bagian yang tidak berwujud dari barang jadi. Tidak ada surat permintaan
bahan ataupun kartu jam kerja yang digunakan untuk menyatakan jumlah overhead,
seperti perlengkapan pabrik atau pekerja tidak langsung, yang diperhitungkan untuk
pekerjaan atau produk tertentu. Namun overhead pabrik tetap merupakan bagian
dari biaya pabrikasi produk sebagaimana halnya dengan bahan langsung dan
pekerja langsung. Karena meningkatnya otomasi dalam proses pabrikasi modern,
overhead pabrik sebagai persentase dari produk total juga akan meningkat,
sementara bagian pekerja langsung menurun.
2. Jumlah volume produksi
Karakteristik ini menyangkut perubahan biaya karena banyak pos atau unsur
overhead terpengaruh oleh perubahan volume produksi; yaitu overhead bisa bersifat
tetap, variabel atau semivariabel. Biaya overhead tetap secara relatif tidak berubah
meskipun volume produksi berubah dalam rentang yang relevan, sedangkan
overhead tetap per unit akan berubah dalam arah yang berlawanan dengan volume
produksi. Overhead variabel bervariasi secara sebanding atau sejajar dengan
volume produksi, juga dalam rentang yang relevan. Overhead semivariabel
bervariasi, tetapi tidak sebanding dengan unit yang diproduksi. Apabila volume
produksi berubah, efek gabungan dari berbagai pola overhead yang berbeda ini
dapat mengakibatkan biaya pabrikasi per unit berfluktuasi besar, kecuali kalau
diusahakan suatu metode untuk memantapkan beban overhead pada unit yang
diproduksi.
Suatu hal yang mustahil untuk menelusuri setiap jenis overhead pabrik ke pekerjaan
atau produk tertentu sehingga harus dilakukan pengalokasian yang arbiter. Tarif overhead
yang ditentukan terlebih dahulu memungkinkan adanya suatu pengalokasian yang sepadan
dan logis. Penentuan tarif biaya overhead pabrik dilaksanakan melalui tiga tahap berikut ini:
1. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik.
Pengestimasian atau penganggaran biaya untuk setiap departemen produksi dan
jasa di pabrik menurut sifatnya seperti kepenyeliaan, perlengkapan listrik dan lain-
lain.
8

2. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk.
Pemilihan dasar yang paling tepat untuk menerapkan overhead merupakan suatu
hal yang sangat penting karena sistem biaya harus menyediakan data biaya yang
cukup tepat dan manajemen juga harus mendapatkan data yang berarti dan
bernilai. Oleh sebab itu, tujuan utama dalam memilih suatu dasar adalah untuk
memastikan bahwa dalam kaitan manfaat atau hubungan kausal, pembebanan
overhead pabrik sebanding dengan pekerjaan, produk atau pekerjaan yang
dilaksanakan atau dasar yang dipilih harus berkaitan erat dengan fungsi overhead
yang diterapkan tersebut.
3. Menghitung tarif biaya overhead pabrik.
Tarif biaya overhead memungkinkan adanya suatu pengalokasian yang sepadan
dan logis. Baik bagi prosedur akumulasi biaya pesanan maupun untuk biaya
proses, sistem ini memberikan satu-satunya pilihan terbaik untuk menghitung
biaya overhead dengan tepat, guna memenuhi kebutuhan manajemen,
mengidentifikasi ketidakefisienan dan untuk meratakan fluktuasi biaya per unit
bulanan yang tidak dapat dikendalikan dan terkadang tampak tidak logis.
Dalam departemenisasi biaya overhead pabrik, tarif biaya overhead pabrik dihitung
untuk setiap departemen dengan dasar pembebanan yang mungkin berbeda di antara
departemen-departemen yang ada. Hal itu dimaksudkan agar dapat diperoleh
kepastian/kejelasan tanggung jawab setiap biaya yang terjadi dalam departemen tertentu.
Sehingga dengan digunakannya tarif-tarif biaya overhead pabrik yang berbeda untuk tiap
departemen akan dapat memberikan ketelitian di dalam penentuan harga pokok produk ada
masing-masing departemen yang bersangkutan.
Di dalam menyusun budget untuk kepentingan distribusi biaya overhead pabrik,
maka perlu elemen biaya overhead pabrik dikelompokkan, menjadi: 1) Biaya overhead
langsung departemen yaitu jenis biaya overhead pabrik yang terjadi atau dapat langsung
dibebankan kepada departemen tertentu, dan 2) Biaya overhead pabrik tidak langsung
departemen yaitu jenis biaya overhead pabrik yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu
departemen. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mudah nantinya di dalam melakukan
pengalokasiannya maupun di dalam penghitungan tarif pembebanannya.

9

KASUS RINGO RAG COMPANY
Perusahaan Ringo membeli bahan kain lap dari 3 sumber, yaitu perusahaan textile,
laundry, dan tukang loak. Proses produksi perusahaan ini tidak sulit. Pertama, kain dibeli
dari tukang loak yang dicuci dan dikeringkan dalam mesin special. Kain yang sudah bersih
dan dibeli dari laundry yang telah dicuci, dipindahkan ke departemen pemeriksaaan (mutu).
Disini, masing-masing kain diperiksa dan digolongkan menurut tingkat penyerapan dalam
kualitas A, B, atau C, dimana A adalah kualitas terbaik. Perusahaan textile menjual kain
yang bersih dan telah digolongkan. Kemudian kain lap dipotong dalam ukuran 1 hingga 1,5
feet. Potongan dari bahan yang terlalu kecil untuk pemotongan selanjutnya atau berlubang
atau tidak dapat digunakan lagi akan dibakar. Kain yang dipotong kemudian dikemas dalam
5, 10, 20, dan 50 pon karton.
Harga jual adalah sebagai berikut : (gudang FOB)
Kualitas
Ukuran karton
5 pon 10 pon 20 pon 50 pon
C $ 0,70 $ 1,30 $ 2,40 $ 5,00
B 0,75 1,40 2,60 5,50
A 0,90 1,70 3,20 7,00
Biaya bahan mentah berbeda untuk setiap sumber. Biaya pada perusahaan textile
adalah $ 6.00, $ 5.00 , dan $ 4.00 per cwt untuk kualitas A, B, dan C. 20% dari berat yang
dibeli akan terbuang dalam proses pemotongan. Hal ini menunjukkan factor yang hilang
(kerugian). Bulan sebelumnya, jumlah yang dibeli dari perusahaan textile adalah sebagai
berikut :
Kualitas A 43.750 pon
Kualitas B 25.000 pon
Kualitas C 6.250 pon
Biaya laundry adalah $ 3,00 per cwt. Pengalaman masa lalu menunjukkan kerugian
sebesar 33,33%. Hasil rasio dari bahan yang berasal dari laundry adalah untuk kualitas A,
untuk kualitas B, dan untuk kualitas C. Bulan sebelumnya Ringo membeli 60.000 pon
bahan dari laundry.
Kerugian tertinggi terjadi pada bahan yang dibeli dari tukang loak, yaitu sebesar
50%. Biaya bahan dari tukang loak adalah $ 1,00 per cwt. Bulan sebelumnya, perusahaan
10

membeli 50.000 pon dari sumber ini. Dari bahan ini biasanya menghasilkan kain lap sekitar
1/5 kualitas A, 2/5 kualitas B, dan 2/5 kualitas C. Untuk kain yang dibeli dari tukang loak dan
laundry, sekitar dari kerugian keseluruhan berasal dari penggolongan dan dari
pemotongan.
Perusahaan mempekerjakan 25 orang wanita dalam 3 depertemen. Masing-masing
mereka dibayar $ 1,1 per jam. Bulan sebelumnya, kartu jam kerja mengindikasikan bahwa
waktu yang mereka habiskan adalah sebagai berikut :
Penggolongan 1.000 jam
Pemotongan 3.000 jam
Pengepakan 600 jam
Total 4.600 jam
Bulan sebelumnya, produksi dan penjualan (dibersihkan, dipotong, dan dikotakkan),
dalam pon adalah :
Kualitas Produksi
Penjualan
Pon $
A 50.000 50.000 7.750
B 50.000 50.000 6.500
C 25.000 25.000 3.125
Total 125.000 125.000 17.375
Dua mandor dipekerjakan dalam perusahaan, masing-masing bibayar $7.500 per
tahun. dari waktu mereka dihabiskan untuk mengisi dan mengeluarkan muatan pada
pencucian dan pengeringan. lagi untuk memindahkan kotak yang sudah dipak ke gudang
untuk pengiriman. Dan sisanya untuk mengawasi dan memeriksa pekerjaan pekerja wanita.
Dua set alat pencucian dan pengeringan yang dimiliki perusahaan mempunyai
depresiasi lebih dari 5 tahun dalam metode garis lurus. Masing-masing alat memiliki
kapasitas 100 pon per muatan dan dapat berputar sebanyak 16 kali muatan selama satu
hari kerja.


11

Beban-beban selain bahan mentah dan tenaga kerja dalam seahun adalah :
Depresiasi $ 3.060
$ 760 pencucian dan pengeringan, $ 300
mesin pemotongan, $ 2.000 untuk 2 mobil
Natural gas 600 Digunakan untuk pengeringan
Listrik 480
untuk pencucian dan pengeringan,
untuk pemotongan
Sewa 3.200 Sewa guna gudang*
Deterjen (untuk mencuci) 1.000
Bookkeeper/sekretaris 4.100
BBM (untuk mobil) 400 $ 0.01 per mile
Akomodasi (tempat menginap
dan makanan)
6.000
untuk pembelian, untuk penjualan
Karton pengepakan 7.200
5 dan 10 pound kotak @ $ 0.07; 20 dan 50
pon kotak @ $ 0,10
Beban lain-lain 1.200
(*) untuk penyimpanan kain lap yang tidak diproses (rata-rata pembelian 1 bulan),
untuk penyimpanan kain lap yang dikotak (1 bulan penjualan), untuk pemotongan, 1/8
untuk penggolongan dan pembersihan, 1 ruangan dipakai untuk kantor yang tidak
dihitung pada penggunaan gudang.










12

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kalkulasi biaya pokok pesanan kerja dilakukan oleh perusahaan yang melaksanakan
proses produksi berdasarkan pesanan. Untuk menghitung biaya produksi harus diketahui
unsur-unsur dari harga produksi tersebut yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga
kerja langsung, dan biaya overhead.
Prosedur yang menyangkut perkiraan bahan baku meliputi pembelian bahan baku
dan penyerahan bahan baku dari gudang ke pabrik. Untuk dapat memindahkan bahan baku
dari gudang ke pabrik, supervisi pabrik terlebih dahulu harus mengisi Material requisition
form (formulir permintaan barang) yang diperuntukkan kepada dan disetujui oleh supervisi
gudang. Sedangkan untuk mengetahui biaya upah diperlukan data mengenai jam kerja
buruh dan tarif per jam kerja. Untuk menetapkan biaya overhead dianggap agak rumit,
karena adanya sifat-sifat biaya yang terjadinya pada saat tertentu, sehingga tidak dapat
dibebankan begitu saja kepada pesanan-pesanan. Di dalam perhitungan biaya overhead
diperlukan adanya tarif biaya overhead yang ditentukan di muka atau disebut juga biaya
overhead yang dibebankan. Biaya overhead yang sebenarnya, dibebankan kepada
perkiraan kontrol biaya overhead.
Penerapan system akuntansi biaya proses yaitu seluruh biaya dikumpulkan per
setiap bagian/proses. Karakteristik metode harga pokok proses, yaitu :
1. Biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu
2. Produk yang dihasilkan bersifat homogen dan sifatnya standar
3. Kegiatan produksi didasarkan pada budget produksi/schedule produksi untuk satuan
waktu tertentu
4. Tujuan produksi untuk mengisi persediaan yang selanjutnya dijual
5. Kegiatan produksi bersifat kontinyu atau terus-menerus
6. Jumlah total biaya maupun biaya satuan dihitung setiap akhir periode
Prasyarat penerapan akuntansi biaya menurut proses yaitu mempergunakan system
perpectual untuk perkiraan persediaan barang mentah, barang di dalam proses dan barang
selesa

13

Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya bahan tak langsung, buruh tak langsung
dan biaya-biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan
langsung pada suatu pekerjaan, hasil produksi atau tujuan biaya akhir. Pendapat ahli lainya
menyatakan bahwa biaya overhead pabrik merupakan setiap biaya yang tidak secara
langsung melekat pada suatu produk, yaitu semua biaya-biaya diluar biaya bahan langsung
dan biaya tenaga kerja langsung































14

Daftar Pustaka

1. Ronald Hilton, Managerial Accounting : Creating Value in a Dynamic Business
Environment, 7
th
Edition : McGraw-Hill (2008)
2. Mulyadi, 2000, Akuntansi Biaya Edisi 5, Aditya Media, Yogyakarta.
3. Ikatan Akuntan Indonesia, 1999, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Jakarta.

Beri Nilai