Anda di halaman 1dari 11

BIOFARMASETIK SEDIAAN

OBAT YANG DIBERIKAN


SECARA REKTAL
By Andy
INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Mengidentifikasi anatomi dan fisiologi rektum
2. Mengidentifikasi pembuluh darah yang melewati
rectum
3. Mengidentifikasi berbagai faktor yang
mempengaruhi proses biofarmasetik obat pada
pemberian secara rectal
4. Evaluasi biofarmasetik sediaan rektal
REKTUM
REKTUM
Bagian akhir dari
saluran cerna yang
berakhir di anus.
Rektum memiliki panjang 15-19 cm,
dimana 12-14 cm merupakan bagian
pelvinal dan 5-6 cm bagian parienal.
Vaskularisasi darah pada rektum:
1. Vena hemoroid superior
2. Vena hemoroid medialis
3. Vena hemoroid inferior
Keuntungan pemberian obat secara rektal
1. Bentuk sediaan relatif besar dapat ditampung dalam rektum,
2. Rute rektal aman dan nyaman bagi pasien usia lanjut,
3. Bila terdapat kemungkinan zat aktif rusak oleh asam lambung atau
enzim usus,
4. Penderita dalam keadaan muntah atau terdapat gangguan pada
saluran pencernaan, dan
5. Metabolisme lintas pertama obat oleh hati dapat dihindari.
Namun juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya:
1. Awal aktivitas terapetik lebih lambat dibandingkan cara pemberian
yang lain.
2. Jumlah total zat aktif yang diserap lebih kecil dibandingkan cara
pemberian yang lain.
Evaluasi biofarmasetik sediaan rektal
Supositoria
Sediaan obat bentuk padat yang dibuat dengan zat
pembawa lipofil atau hidrofil, dengan bentuk dan
kekerasan yang memudahkan pemasukannya melalui
rektum, sedangkan zat aktif dilepaskan seara difusi
pada suhu tubuh.
Evaluasi biofarmaseti supositoria
tergantung:
1. Mekanisme kerja supositoria,
2. Kinetik pelepasan dan
penyerapan zat aktif
Mekanisme kerja supositoria
MKO Supositoria Mekanik Sistemik
Setempat
Merupakan supositoria
dgn pembawa gliserin
atau Oleum cacao yang
digunakan sbg pencahar

Supo mulai berefek jika
terjadi kontak yang
menimbulkan refleks
defikasi.
Merupakan supositoria
dengan sifat astrigen
atau peringkas pori.

Misal: supositoria anti-
wasir, supositoria beta-
naftol sbg antelmintes.
Merupakan supositoria
yang mengandung zat
aktif yang mempunyai
efek sistemik dan bukan
efek setempat.

Misal: supositoria obat
dan supositoria nutritif,
dimana supo masuk
lewat rektum melebur
dalam rektum hingga
tersebar di permukaan
mukosa sistem vena
hemoroid sistemik
Kinetika pelepasan & penyerapan zat aktif
Pelepasan
Penyerapan
Proses peleburan atau pelarutan, pemindahan dan
penembusan zat aktif ke cairan rektum.

Faktor yang mempengaruhi:
1. Penghancuran sediaan, dan
2. Transfer zat aktif kedalam cairan rektum
Proses difusi zat aktif yang kemudian diserap oleh
membran rektum masuk ke aliran darah.

Faktor yang mempengaruhi:
1. Kedudukan supositoria setelah pemakaian,
2. Waktu-tinggal supositoria di dalam rektum,
3. pH cairan rektum, dan
4. Konsentrasi zat aktif didalam cairan rektum.
Faktor yang mempengaruhi kinetika
pelepasan
Penghancuran
sediaan
Fungsi dari basisnya
Basis yang melebur
dalam rektum
Basis yang larut air
Konsistensi
Kekentalan setelah
peleburan
Kemampuan
pecah
Lanjutan..
Transfer zat aktif ke
dalam cairan rektum
Sifat fisiko -
kimia
Sifat zat aktif
dalam supositoria
Kelarutan zat
aktif
Koefisien partisi zat
aktif dalam fase lemak
dan cairan rektum
Ukuran partikel
zat aktif
Cara penggunaan supositoria
Cuci tangan anda dengan
menggunakan sabun dan air
Jika suponya lembek
rendam dgn air dingin
hingga mengeras
Buka pembungkusnya jika
ada.
Berbaring miring dengan kaki sebelah
bawah lurus dan sebelah atas dilipat
ke depan kearah perut Anda.
4
Angkat bagian atas pantat
Anda untuk mempermudah
masuknya suppositoria ke
dalam dubur Anda.
5
Masukkan supo dengan jari
Anda sampai melewati otot
sfingter rektum.
6
7
Tetap berbaring selama sekitar 5 menit
untuk mencegah suppositoria keluar
kembali.
Cuci tangan anda dengan
menggunakan sabun sampai
bersih
8