Anda di halaman 1dari 20

Dipersentasikan Oleh :

Dr.T Ronasky

Peritonitis adalah peradangan yang terjadi
pada membran serosa yang melapisi rongga
perut dan organ-organ yang berada di
dalamnya
Sepsis intra-abdominal adalah peradangan
pada peritoneum yang disebabkan oleh
mikroorganisme patogen dan produknya
Bisa terjadi pada anak-anak maupun dewasa
70% merupakan komplikasi dari sirosis yang
terjadi pada anak-anak
Pada pasien yang asites memiliki prevalensi
18%
Perforasi viskus
Terjadi tumpahan isi
viskus
Bakteri dan flora
normal usu masuk ke
rongga peritoneal
Bakteri melepaskan
endotoksin
Terjadi pelepasan
sitokin yang
menginduksi kaskade
seluler dan humoral
Terjadi kerusakan sel,
syok septik dan
MODS
Peritonitis Primer :
Organisme gram-negatif (misalnya, E coli
[40%], K pneumoniae [7%], spesies
Pseudomonas, spesies Proteus, spesies gram-
negatif lainnya [20%])
Organisme gram-positif (misalnya,
Streptococcus pneumoniae [15%], spesies
Streptococcus lainnya [15%], spesies
Staphylococcus [3%]).
Perforasi apendisitis,
Perforasi lambung
Ulkus duodenum,
Perforasi (sigmoid) usus yang disebabkan oleh
diverticulitis, volvulus, atau kanker; dan
strangulasi usus kecil.
Pankreatitis nekrotik
Disebabkan Organisme gram-positif
mendominasi di saluran pencernaan bagian
atas
Sering berkembang pada pasien
immunocompromised
Penyebabnya meliputi TB dan HIV
Disebabkan oleh iritasi seperti empedu,darah,
barium
peradangan transmural dari organ visceral
tanpa inokulasi bakteri di rongga peritoneal
Kasus perforasi pra operasi dari viskus
berongga
Kontaminasi tinja yang signifikan dari rongga
peritoneum,
Iskemia usus
Diagnosis dan terapi tertunda dari peritonitis
awal
Kebutuhan untuk dilakukan operasi ulang
Dengan kombinasi terapi antibiotik yang lebih
baik, perawatan intensif yang lebih agresif, dan
diagnosis dini dan terapi dengan kombinasi
teknik operasi dan perkutan telah
menyebabkan penurunan yang signifikan pada
tingkat morbiditas dan mortalitas yang terkait
dengan sepsis intra-abdominal.

Anamnesis mencakup pembedahan perut
sebelumnya, episode peritonitis sebelumnya,
riwayat melakukan perjalanan/rekreasi,
penggunaan obat imunosupresif, dan adanya
penyakit (misalnya, penyakit inlamasi usus
besar, diverticulitis, penyakit ulkus peptikum)
yang menjadi predisposisi infeksi intra-
abdominal.
Demam dan menggigil (sebanyak 80% pasien)
Nyeri atau ketidaknyamanan pada perut
(ditemukan pada sebanyak 70% pasien)
ensefalopati yang memburuk atau tidak bisa
dijelaskan
Diare
Asites yang tidak membaik dengan pemberian
obat diuretik
Gagal ginjal yang memburuk atau onset akut
Ileus
Insfeksi :tidak sehat dan dalam keadaan distress
akut,distensi
Palpasi : Hipertermia atau hipotermia,
Takikardia, sakit perut difus parah-- titik nyeri
maksimal atau disebut nyeri alih rebound kasar
pada proses patologis, kekakuan dinding
perut,
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usu menurun
RT : Nyeri (+)
Parasentesis diagnostik
Ultrasonografi (USG)
Kultur
Pemberian antibiotik sistemik,
Dan terapi suportif
Kontrol awal dari sumber septik wajib
dilakukan dan dapat dicapai dengan cara
operasi dan non-operasi
Dibutuhkan untuk mengontrol sumber infeksi
dan untuk membersihkan bakteri dan racun
Intervensi definitif untuk mengembalikan
anatomi fungsional melibatkan pengangkatan
sumber kontaminasi antimikroba dan
memperbaiki gangguan anatomi atau
fungsional menyebabkan infeksi

drainase abses perkutan
penempatan stent perkutan
endoskopi
Resusitasi volume,
Koreksi elektrolit dan koagulasi potensi
kelainan,
dan cakupan antibiotik parenteral empiris
spektrum luas
Sepsis intra-abdominal adalah peradangan
pada peritoneum yang disebabkan oleh
mikroorganisme patogen dan produknya.
Pengobatan peritonitis dilakukan secara
multidisiplin, dengan aplikasi pelengkap dari
intervensi medis, operasi, dan nonoperatif.

TERIMA KASIH